Firman Tuhan | "Tentang Alkitab (4)"
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...
Kami menyambut semua pencari yang merindukan penampakan Tuhan!
Melalui persekutuan hari ini, apakah sekarang engkau semua memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh para pemimpin, pekerja, dan pengawas? Apakah gambaran di dalam benakmu menjadi lebih jelas? Apakah pemahamanmu tentang peran para pemimpin dan pekerja menjadi lebih akurat? (Ya.) Di satu sisi, para pemimpin dan pekerja telah memperoleh pemahaman mengenai tugas-tugas apa yang harus mereka lakukan; di sisi lain, semua orang sekarang memiliki beberapa jalan untuk menilai apakah seorang pemimpin atau pekerja sudah memenuhi standar. Menurut tuntutan tanggung jawab kesembilan para pemimpin dan pekerja, apakah sebagian besar pemimpin dan pekerja sudah memenuhi standar? (Belum.) Jadi, para pemimpin dan pekerja mana yang dapat memenuhi standar, dan mana yang tidak? Mereka yang memiliki kualitas yang memenuhi standar, beberapa pengalaman nyata, beberapa prinsip dalam menangani segala sesuatu, dan rasa terbeban terhadap pekerjaan gereja dapat memenuhi standar sebagai para pemimpin dan pekerja setelah masa pelatihan. Namun, mereka dengan kualitas yang buruk, tidak memiliki kemampuan pemahaman, dan tidak dapat memahami prinsip-prinsip sebanyak apa pun kebenaran yang dipersekutukan, tidak dapat memenuhi standar sebagai para pemimpin dan pekerja, dan hanya dapat disingkirkan. Oleh karena itu, jika engkau ingin menjadi seorang pemimpin atau pekerja yang memenuhi standar, dan ingin dipilih oleh orang lain sebagai seorang pemimpin atau pekerja, engkau harus terlebih dahulu menilai apakah kualitasmu memadai. Bagaimana engkau dapat mengevaluasi hal ini? Dengan melihat apakah engkau dapat melaksanakan pengaturan kerja. Ambillah pengaturan kerja terbaru, bacalah, dan uji dirimu sendiri untuk mengetahui apakah engkau memiliki langkah-langkah dan rencana untuk melaksanakannya. Jika engkau mempunyai ide dan rencana serta tahu cara melaksanakannya, maka engkau harus melakukan pekerjaan itu sebagai tugas yang mengikat ketika saudara-saudari memilihmu. Namun, jika setelah membaca pengaturan kerja, pikiranmu kosong, engkau sama sekali tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang siapa yang paling cocok untuk ditugaskan bertanggung jawab atas pekerjaan itu, dan terlebih lagi, engkau tidak dapat mengetahui yang sebenarnya tentang bagaimana secara spesifik melaksanakan berbagai bidang pekerjaan gereja, dan engkau juga tidak tahu cara bersekutu, mengawasi, memeriksa, dan menindaklanjuti, dan engkau tidak memiliki langkah atau rencana pelaksanaan dalam pikiranmu, tetapi beberapa saudara-saudari salah mengira bahwa engkau sangat berbakat dan cocok menjadi pemimpin atau pekerja, bagaimanakah seharusnya sikapmu? Engkau seharusnya berkata, "Terima kasih atas pujianmu, tetapi sebenarnya aku tidak punya banyak bakat. Aku tidak punya kemampuan yang dibutuhkan—engkau telah salah menilaiku. Jika engkau memilihku sebagai pemimpin, itu akan menunda pekerjaan gereja. Aku tahu tingkat pertumbuhanku sendiri; aku bahkan tidak tahu cara melaksanakan pengaturan kerja yang sederhana—aku tidak tahu harus mulai dari mana dan tidak punya petunjuk apa pun. Tanpa memahami kebenaran, pekerjaan gereja tidak dapat dilakukan dengan baik. Bahkan jika Yang di Atas menunjukku, aku tidak akan mampu melakukannya. Aku benar-benar tidak cocok untuk peran ini." Apa pendapatmu tentang pengakuan semacam ini? Pendekatan ini menunjukkan nalar; orang yang mengatakan hal ini jauh lebih bernalar daripada para pemimpin palsu. Para pemimpin palsu tidak akan pernah bisa mengatakan sesuatu dengan nalar sebanyak ini. Para pemimpin palsu berpikir, "Aku telah dipilih, jadi aku seharusnya menjadi pemimpin. Mengapa tidak? Aku berbakat, jadi aku pantas menjadi pemimpin. Apakah tidak mampu melaksanakan pengaturan kerja merupakan suatu masalah? Siapa yang terlahir dengan kemampuan melakukannya? Bukankah itu sesuatu yang bisa kupelajari? Selama aku bisa berkhotbah, itu sudah cukup. Aku memiliki pemahaman rohani, aku mengetahui dan memahami firman Tuhan, aku dapat bersekutu, dan aku dapat menemukan jalan penerapan dalam firman Tuhan. Aku mahir dalam menyelesaikan watak rusak manusia dan berbagai keadaannya. Melaksanakan pengaturan kerja rumah Tuhan bukanlah perkara besar. Bukankah ini hanya pekerjaan pengelolaan administratif? Aku pernah belajar pengelolaan administratif sebelumnya, jadi pekerjaan rumah Tuhan ini bukan masalah bagiku!" Bukankah orang seperti itu dalam bahaya? (Ya.) Di mana letak bahayanya? Apakah engkau semua dapat memahami masalah ini? (Mereka tidak dapat melakukan pekerjaan dan akan mengacaukan serta mengganggu pekerjaan rumah Tuhan, tidak hanya merugikan diri mereka sendiri dan saudara-saudari, tetapi juga menunda pekerjaan rumah Tuhan.) Apakah hanya merugikan? Apakah seperti itu akhirnya? Jika hanya itu, maka masih bisa diperbaiki. Masalah utamanya adalah jika pemimpin palsu tetap menjalankan perannya dalam jangka waktu yang lama, mereka akan mengikuti jalan antikristus dan pada akhirnya menjadi antikristus. Apakah menurutmu menjadi seorang pemimpin atau pekerja sesederhana itu? Dengan adanya status, muncul pencobaan, dan dengan adanya pencobaan, muncul bahaya. Apa bahayanya? Yaitu, kemungkinan mengikuti jalan antikristus. Konsekuensi terburuk dari mengikuti jalan antikristus adalah menjadi antikristus.
Sebagian orang berkata, "Beberapa pemimpin palsu memang memiliki kualitas yang agak buruk, tetapi kemanusiaan mereka tidaklah buruk. Apakah mereka dapat mengikuti jalan antikristus?" Siapa bilang memiliki kemanusiaan yang tidak buruk berarti mereka tidak akan mengikuti jalan antikristus? Seberapa burukkah mereka sehingga dianggap sebagai antikristus? Apakah engkau dapat mengetahui yang sebenarnya mengenai hal ini? Jika pemimpin palsu terus menjalankan perannya dalam jangka waktu yang lama, mereka sudah mulai menempuh jalan antikristus. Apakah ada perbedaan antara mengikuti jalan antikristus dan menjadi antikristus? (Tidak.) Pikirkan kembali: Jalan apa yang diikuti oleh para pemimpin palsu itu? Para pemimpin palsu tidak melakukan pekerjaan spesifik, mereka juga tidak mampu melakukan pekerjaan spesifik, tetapi mereka tetap ingin menempati kedudukan tinggi untuk menggurui orang lain dan membuat orang lain mendengarkan serta menaati mereka. Apakah ini mengikuti jalan antikristus? Apa konsekuensi dari mengikuti jalan antikristus? (Mereka dengan sendirinya menjadi antikristus.) Meskipun para pemimpin palsu secara alami bukanlah antikristus atau orang jahat, jika mereka mengikuti jalan antikristus dalam waktu yang lama tanpa adanya pengawasan atau orang yang melaporkan dan memberhentikan mereka, apakah mereka dapat merebut kekuasaan dan membangun kerajaan independen? (Ya.) Pada saat itu, bukankah mereka telah menjadi antikristus? Jadi, menurut engkau semua, bukankah peran pemimpin palsu itu berbahaya? (Ya.) Menjadi seorang pemimpin palsu sudah sangat berbahaya. Meskipun saat ini kita sedang menelaah para pemimpin palsu dan tidak menyinggung antikristus, ada hubungan antara esensi keduanya. Sebenarnya, para pemimpin palsu mengikuti jalan antikristus. Mengikuti jalan ini dengan sendirinya akan menuntun mereka menjadi antikristus, yang ditentukan oleh esensi natur mereka. Pada saat itu, tidak perlu lagi melihat esensi kemanusiaan mereka; jalan merekalah yang menentukan apakah mereka adalah antikristus. Pertimbangkanlah para pemimpin palsu yang telah diberhentikan. Jika mereka tidak segera diberhentikan, maka, dengan menilai esensi mereka dari bagaimana mereka berperilaku dan apa yang diperlihatkan selama masa jabatan mereka, apakah mereka pada akhirnya akan mengikuti jalan antikristus? Apakah mereka akan menjadi antikristus? Sebenarnya, beberapa orang telah menunjukkan tanda-tanda ini, dan rumah Tuhanlah yang segera memberhentikan mereka. Jika mereka tidak diberhentikan, mereka akan mulai memanfaatkan gereja untuk memperoleh penghidupan dan menyesatkan orang. Mereka akan mulai bertindak seperti pejabat atau penguasa yang berkedudukan tinggi, menyuruh orang-orang dan mengeluarkan perintah, membuat orang lain mematuhi mereka seolah-olah mereka adalah Tuhan. Mereka bahkan akan mengaku telah disempurnakan oleh Tuhan dan menjadi orang yang dipakai oleh Tuhan. Bukankah itu masalah besar? Jadi, bagaimana seharusnya kita memandang dan menggolongkan keadaan dan perwujudan para pemimpin palsu seperti itu? Awalnya mereka dapat digolongkan sebagai orang-orang munafik, orang-orang yang memanfaatkan gereja untuk memperoleh penghidupan, orang-orang Farisi. Apa yang terjadi jika hal ini terus berkembang lebih jauh? Meskipun para pemimpin palsu mungkin tidak sekejam atau sejahat antikristus, dan meskipun dari luar mereka mungkin terlihat mampu menanggung kesulitan dan bekerja keras, membantu orang lain di setiap kesempatan, dan mampu bersabar serta menoleransi orang, seperti halnya orang-orang Farisi yang melakukan perjalanan melalui darat dan laut untuk berkhotbah dan bekerja, apa pentingnya hal itu pada akhirnya? Jika mereka tidak dapat melaksanakan satu tugas pun, apa bedanya tindakan dan perilaku mereka dengan orang-orang Farisi? Apakah perbuatan mereka sejalan dengan pekerjaan Tuhan, atau justru menentang dan mengganggu pekerjaan Tuhan? Jelaslah, mereka menentang pekerjaan Tuhan dan menghalangi kemajuan normal berbagai bidang pekerjaan gereja. Bukankah ini tidak berbeda dengan perilaku orang-orang Farisi dan pendeta serta penatua di dunia keagamaan? Para pemimpin palsu sama seperti mereka. Jadi, bagaimana seharusnya kita menggolongkan mereka? Apa yang akan terjadi jika para pemimpin palsu terus menjalankan perannya? Mereka tidak hanya akan gagal melaksanakan pengaturan kerja rumah Tuhan, tetapi juga akan mulai mencela, mengkritik, menghakimi, mengutuk, dan melakukan hal-hal lain seperti itu terhadap pengaturan tersebut—serangkaian perilaku antikristus akan muncul. Mereka tidak hanya gagal melaksanakan pengaturan kerja, tetapi juga mencari berbagai alasan untuk menentang dan menghalangi pelaksanaannya. Ini tidak sejalan dengan pekerjaan Tuhan, tetapi menghalangi dan mengganggu pekerjaan rumah Tuhan. Inilah mereka yang menggunakan gagasan dan imajinasi mereka sendiri, serta kekuasaan dan status yang diberikan kepada mereka oleh rumah Tuhan, untuk menghalangi pelaksanaan pengaturan kerja rumah Tuhan. Bukankah ini esensi permasalahannya? (Ya.) Para pemimpin palsu tidak melakukan pekerjaan nyata dan tidak dapat melaksanakan berbagai tugas yang diatur oleh Yang di Atas, tetapi mereka tetap menegaskan status mereka untuk berkhotbah kepada orang-orang, merasa bahwa mereka adalah kepala atau kapten umat pilihan Tuhan. Ini telah menjadikan mereka antikristus—antikristus sejati. Apakah penggolongan orang-orang seperti itu akurat? Sangat akurat, tanpa kesalahan apa pun! Ini bukan penalaran logis, tetapi penggolongan berdasarkan esensi mereka. Mereka yang tidak dapat melaksanakan pengaturan kerja rumah Tuhan adalah para pemimpin palsu, dan mereka yang tidak melaksanakan pengaturan kerja rumah Tuhan juga adalah para pemimpin palsu. Sebelum mereka disingkapkan sebagai orang-orang Farisi, mereka dapat digolongkan sebagai para pemimpin palsu. Namun, sejak mereka menjadi orang-orang Farisi dan memanfaatkan gereja untuk memperoleh penghidupan, mengandalkan "pencapaian masa lalu" mereka, dan menduduki jabatan tanpa melaksanakan pengaturan kerja atau melakukan tugas spesifik, menjadi batu sandungan bagi pekerjaan rumah Tuhan, orang-orang seperti itu harus digolongkan sebagai antikristus. Bagaimana engkau menggolongkan apakah seseorang adalah pemimpin palsu atau antikristus? Penggolongan pemimpin palsu didasarkan pada apakah mereka dapat melaksanakan pengaturan kerja dan melakukan pekerjaan nyata. Mereka yang tidak melaksanakan pengaturan kerja dan tidak melakukan pekerjaan nyata adalah para pemimpin palsu. Namun, jika mereka tahu bahwa dirinya tidak dapat melakukan pekerjaan nyata dan tidak dapat melaksanakan pengaturan kerja dari Yang di Atas, tetapi masih ingin menegaskan status mereka untuk berkhotbah dan meneriakkan slogan-slogan guna memenangkan hati orang, dan mengabaikan pengaturan kerja rumah Tuhan, serta mengharapkan rumah Tuhan—mengingat fakta bahwa mereka telah percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun dan telah menderita demi pekerjaan gereja selama bertahun-tahun—untuk tetap mempertahankan mereka sehingga mereka dapat memanfaatkan gereja untuk memperoleh penghidupan, dan memanfaatkan rumah Tuhan sebagai rumah pensiun, terus menyesatkan saudara-saudari, bahkan mencari kekuasaan untuk menyusun wacana dan wewenang pengambilan keputusan, maka orang-orang seperti itu adalah antikristus. Beginilah caramu menentukan apakah seseorang adalah pemimpin palsu atau antikristus. Apakah prinsip dan standar untuk penggolongan sudah jelas? (Ya.)
Tanggung jawab kesembilan dari para pemimpin dan pekerja terutama mencakup pengaturan kerja. Kriteria untuk menguji apakah seorang pemimpin atau pekerja memenuhi standar adalah dari apakah seorang pemimpin atau pekerja melaksanakan pengaturan kerja atau tidak. Metode yang paling akurat adalah mengevaluasi apakah para pemimpin dan pekerja itu asli atau palsu dengan melihat apakah mereka melakukan pekerjaan gereja sesuai dengan pengaturan kerja atau tidak. Membedakan dan menelaah para pemimpin palsu, serta menentukan apakah mereka pemimpin palsu atau antikristus dengan melihat sikap mereka terhadap pengaturan kerja adalah hal yang sepenuhnya adil. Mengevaluasi para pemimpin dan pekerja berdasarkan cara mereka melaksanakan pengaturan kerja, apakah mereka dapat melaksanakan pengaturan kerja, dan keefektifan serta ketelitian pelaksanaan kerjanya adalah hal yang adil dan bernalar bagi setiap pemimpin atau pekerja. Hal ini tidak dimaksudkan untuk mempersulit siapa pun dengan sengaja. Apakah engkau semua dapat membedakan bahwa beberapa pemimpin palsu tidak melaksanakan pengaturan kerja dan pada akhirnya menjadi antikristus? Apakah pernyataan ini dapat diterima? (Ya.) Mengapa dapat diterima? (Karena para pemimpin palsu tidak melaksanakan pengaturan kerja, dan menduduki jabatannya untuk membangun kerajaan independennya sendiri. Ini berarti mereka sudah mulai menempuh jalan antikristus.) Inilah fenomenanya—apa esensi permasalahannya? Tidak melaksanakan pengaturan kerja berarti menentang Tuhan dan melawan-Nya. Apa artinya melawan Tuhan? Mereka yang mengikuti jalan antikristus melawan Tuhan, berdiri secara langsung melawan-Nya. Jika mereka sekadar menjadi pemimpin palsu, mereka hanya tidak tahu cara melakukan pekerjaan atau melaksanakan pengaturan kerja; mereka tidak dengan sengaja menentang Tuhan. Namun, natur antikristus jauh lebih serius daripada natur para pemimpin palsu. Beberapa pemimpin palsu telah mengikuti jalan antikristus sejak lama. Mulanya, orang-orang ini tidak melakukan pekerjaan nyata dan tidak melaksanakan pengaturan kerja. Setelah sekian lama menjadi pemimpin dan mampu memberitakan kata-kata dan doktrin, mereka merasa bahwa kedudukannya sudah aman, mereka memiliki modal, dan telah mendapatkan prestise di antara orang-orang. Mereka kemudian berani melakukan apa pun yang mereka inginkan dan melawan Tuhan. Mereka selalu melebih-lebihkan diri sendiri, meyakini bahwa mereka telah mendapatkan prestise di antara saudara-saudari, bahwa kata-kata mereka dianggap berbobot, sehingga mereka merasa harus memiliki kendali atas pembicaraan dan wewenang pengambilan keputusan yang mutlak dalam segala yang mereka lakukan. Mereka berpikir orang-orang seharusnya mendengarkan mereka dan tetap menjaga harga diri mereka jika mereka mempermalukan diri sendiri saat melakukan sesuatu atau salah bicara—begitu pula dengan rumah Tuhan. Rumah Tuhan seharusnya berkonsultasi dengan mereka dalam setiap masalah yang muncul dan memberi mereka bagian yang baik, dan mereka seharusnya menerima manfaat yang lebih baik serta pujian yang lebih tinggi daripada orang lain. Mereka berpikir Tuhan juga seharusnya memandang mereka dengan cara yang berbeda. Mengingat kelebihan dan keunggulan yang mereka anggap mereka miliki, mereka percaya bahwa rumah Tuhan tidak boleh dengan mudah memangkas atau mengungkapkan watak rusak mereka di hadapan orang lain, apalagi memberhentikan mereka tanpa mempertimbangkan perasaan mereka. Orang-orang seperti itu berada dalam bahaya. Mereka mengandalkan "pencapaian masa lalu" mereka. Mereka adalah orang-orang Farisi dan telah menjadi antikristus. Bukankah ini telah ditentukan oleh esensi natur mereka? Jika seseorang mengejar kebenaran dan memiliki kenyataan kebenaran, apakah mereka akan mengajukan tuntutan yang tidak bernalar ini kepada rumah Tuhan dan Tuhan? (Tidak.) Ada satu macam orang yang setelah lama bekerja, merasa bahwa dirinya telah memperoleh status dan memiliki modal, sehingga timbullah pemikiran-pemikiran semacam ini dan perasaan lebih unggul ini. Orang macam apakah ini? Dia adalah orang yang memiliki esensi antikristus. Karena dia tidak mengejar kebenaran dan mengikuti jalan antikristus, dia menjadi congkak dan merasa diri benar, mengajukan segala macam tuntutan yang tidak bernalar kepada Tuhan dan rumah Tuhan. Dia mengandalkan "pencapaian masa lalu" dirinya, memanfaatkan gereja untuk memperoleh penghidupan, berpaut pada statusnya, dan pada akhirnya menjadi antikristus. Ini adalah khas antikristus. Apakah ada orang-orang seperti itu di gereja? Siapa pun yang membanggakan diri sebagai orang rohani termasuk dalam tipe ini. Mereka jelas tidak berharga dan tidak dapat melakukan pekerjaan spesifik apa pun, tetapi tetap menganggap diri sebagai orang rohani; mereka menganggap dirinya sebagai orang yang diperkenan oleh Tuhan dan menjadi objek kesempurnaan-Nya. Mereka percaya bahwa mereka adalah anak-anak yang dikasihi Tuhan, para pemenang. Jalan manakah yang diikuti oleh orang-orang seperti itu? Apakah mereka orang-orang yang mengejar kebenaran? Apakah mereka orang-orang yang tunduk kepada kebenaran? Apakah mereka orang-orang yang tunduk kepada pengaturan dan penataan Tuhan? Sama sekali tidak, seratus persen tidak. Mereka adalah orang-orang yang mengejar status, reputasi, dan berkat, serta menempuh jalan antikristus. Ketika orang-orang seperti itu menduduki suatu jabatan dan menjadi pemimpin palsu dalam jangka waktu yang lama, mereka pasti akan menjadi antikristus. Antikristus adalah penghalang bagi pekerjaan rumah Tuhan. Mereka tidak mungkin dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan pengaturan kerja dan mengikuti kehendak Tuhan, atau melakukan segala sesuatu sesuai dengan tuntutan Tuhan; terlebih lagi, mereka tidak mungkin dapat melepaskan status, reputasi, dan kepentingannya untuk melakukan pekerjaan gereja, karena mereka adalah antikristus.
Persekutuan tentang tanggung jawab kesembilan dari para pemimpin dan pekerja terutama membahas pelaksanaan pengaturan kerja. Apakah pemimpin atau pekerja memenuhi standar dan mengemban tanggung jawab mereka terutama ditentukan oleh cara mereka melaksanakan pengaturan kerja dan hasil dari pelaksanaan tersebut. Tentu saja, standar ini juga digunakan untuk mengungkapkan para pemimpin palsu dan jalan yang mereka tempuh, serta konsekuensi yang mereka timbulkan terhadap pekerjaan gereja dan jalan masuk kehidupan umat pilihan Tuhan. Semua penentuan, penilaian, dan penggolongan akhir ini didasarkan pada pelaksanaan pengaturan kerja oleh para pemimpin palsu. Melaksanakan pengaturan kerja adalah tugas utama, sehingga menggolongkan apakah pemimpin atau pekerja memenuhi standar berdasarkan pelaksanaan pengaturan kerja mereka adalah hal yang sangat nyata dan fundamental. Selain itu, menuntut setiap pemimpin dan pekerja untuk memenuhi standar ini adalah hal yang sepenuhnya bernalar dan wajar, tanpa adanya ketidakmurnian.
24 April 2021
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.
Beberapa materi dalam video ini berasal dari: 【All Bible quotations in this video are translated freely from English Bible.】...