Lampiran Tiga: Bagaimana Nuh dan Abraham Menaati Firman Tuhan dan Tunduk kepada-Nya (Bagian Dua) Pasal Empat
Dalam kisah-kisah Nuh dan Abraham, serta dalam kisah Ayub, apa yang ada dalam perilaku dan ucapan mereka, serta dalam sikap, setiap perkataan dan perbuatan mereka ketika firman dan tindakan Tuhan menimpa mereka, yang begitu menyentuh generasi berikutnya? Yang paling menyentuh hati orang-orang mengenai sikap ketiga orang ini terhadap firman Tuhan, dan perilaku, perkataan, serta sikap mereka setelah mendengar firman Tuhan, dan setelah mendengar apa yang Tuhan perintahkan serta tuntut, adalah betapa murni dan gigihnya ketulusan mereka terhadap Tuhan, Sang Pencipta. Bagi orang-orang zaman sekarang, kemurnian dan kegigihan ini mungkin disebut kebodohan dan obsesif; tetapi bagi-Ku, kemurnian dan kegigihan mereka adalah hal yang paling mengharukan dan menyentuh dari diri mereka, dan terlebih lagi, hal-hal yang terasa begitu jauh dari jangkauan orang lain. Dari orang-orang ini, Aku benar-benar menghargai dan menyaksikan seperti apa orang yang baik itu; dari perilaku dan perkataan mereka, serta sikap mereka ketika dihadapkan dengan firman Tuhan, dan ketika mereka mendengarkan firman Tuhan, Aku melihat seperti apa orang-orang yang Tuhan anggap sebagai orang yang benar dan sempurna itu. Dan apa perasaan yang paling menonjol yang Kualami setelah membaca dan memahami kisah-kisah orang-orang ini? Perasaan itu adalah ingatan yang mendalam, keterikatan, dan kekaguman terhadap orang-orang ini. Bukankah ini adalah perasaan tersentuh? Mengapa Aku memiliki perasaan seperti ini? Selama sejarah panjang umat manusia, belum pernah ada buku sejarah yang berfokus pada pencatatan, pujian, dan penyebaran kisah-kisah ketiga orang ini, juga belum ada orang yang menggunakan kisah-kisah mereka untuk mendidik generasi berikutnya, memperlakukan mereka sebagai orang yang patut ditiru oleh generasi berikutnya. Namun, ada satu hal yang tidak diketahui oleh masyarakat dunia: Pada waktu yang berbeda, masing-masing dari ketiga orang ini mendengar sesuatu yang berbeda dari Tuhan, masing-masing menerima amanat yang berbeda dari Tuhan, masing-masing mendapat tuntutan yang berbeda dari Tuhan, masing-masing melakukan sesuatu yang berbeda untuk Tuhan, dan menyelesaikan pekerjaan yang berbeda yang telah dipercayakan Tuhan kepada mereka; tetapi mereka semua memiliki satu kesamaan. Apa itu? Mereka semua memenuhi harapan Tuhan. Setelah mendengar Tuhan berfirman, mereka mampu menerima apa yang telah Tuhan percayakan kepada mereka serta minta dari mereka, dan setelah itu, mereka mampu tunduk pada segala sesuatu yang Tuhan firmankan, mereka mampu tunduk pada setiap tuntutan yang mereka dengar dari Tuhan terhadap mereka. Apa yang telah mereka lakukan sehingga dapat memenuhi harapan Tuhan? Di antara seluruh umat manusia, mereka menjadi teladan dalam hal mendengarkan, menerima, dan tunduk pada firman Tuhan, serta memberikan kesaksian yang luar biasa tentang Tuhan di hadapan Iblis. Karena mereka adalah teladan bagi umat manusia, dan sempurna, serta benar di mata Tuhan, pada akhirnya, apa informasi terpenting yang disampaikan kepada kita? Orang seperti inilah yang Tuhan inginkan, orang yang mampu memahami apa yang Tuhan firmankan, yang menggunakan hati mereka untuk mendengarkan, mencerna, menangkap, memahami, dan tunduk, serta melaksanakan firman Sang Pencipta; orang seperti inilah yang dikasihi oleh Tuhan. Sebesar apa pun ujian dan cobaan yang Tuhan berikan kepada mereka sebelum Dia menegaskan perbuatan benar mereka, begitu mereka memberi kesaksian yang luar biasa kepada Tuhan, mereka menjadi orang yang paling berharga di tangan Tuhan, dan orang yang akan hidup selamanya di mata Tuhan. Inilah fakta yang disampaikan kepada kita. Inilah yang ingin Kusampaikan kepada engkau semua melalui persekutuan tentang kisah Nuh dan Abraham, dan inilah yang harus engkau semua pahami. Maksudnya, mereka yang masih belum memahami firman Sang Pencipta, dan masih belum mengetahui bahwa mendengarkan firman Sang Pencipta adalah tanggung jawab, kewajiban, dan tugas mereka, serta tidak menyadari bahwa menerima dan tunduk pada firman Sang Pencipta adalah sikap yang seharusnya dimiliki oleh manusia ciptaan, terlepas dari berapa tahun mereka telah mengikuti Tuhan, orang-orang semacam itu adalah orang-orang yang akan disingkirkan oleh Tuhan. Tuhan tidak menginginkan orang-orang seperti itu, Dia membenci orang-orang seperti itu. Jadi, berapa banyak orang yang pada akhirnya mampu mendengarkan, menerima, dan sepenuhnya tunduk pada firman Sang Pencipta? Berapa pun jumlahnya, itu tidak masalah. Mereka yang telah mengikuti Tuhan selama bertahun-tahun tetapi masih merendahkan kebenaran, dengan berani melanggar prinsip-prinsip, dan yang tidak mampu menerima, serta tunduk pada firman Tuhan, baik yang diucapkan dalam daging maupun dalam alam roh, pada akhirnya akan menghadapi suatu hasil, yaitu disingkirkan.
Sekarang sudah tiga puluh tahun berlalu sejak Tuhan menjadi daging dan datang untuk bekerja di bumi. Dia telah mengucapkan banyak firman dan mengungkapkan banyak kebenaran. Seperti apa pun cara Dia berbicara, metode apa pun yang Dia gunakan untuk berbicara, dan sebanyak apa pun isi yang Dia sampaikan, Dia hanya mengajukan satu tuntutan bagi manusia, yaitu mereka harus mendengarkan, menerima, dan tunduk. Namun, ada banyak orang yang tidak dapat memahami atau melaksanakan tuntutan yang paling sederhana ini. Ini sangat merepotkan, dan ini menunjukkan bahwa umat manusia sangatlah rusak, mengalami kesulitan besar dalam menerima kebenaran, dan tidak dapat diselamatkan dengan mudah. Bahkan sekarang, dengan konteks orang-orang menyadari bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan dan fakta bahwa Tuhan dalam daging adalah Tuhan itu sendiri, manusia masih melawan dan menentang Tuhan, serta menolak firman Tuhan dan tuntutan-Nya. Mereka bahkan memeriksa, menganalisis, menolak, dan bersikap acuh tak acuh terhadap firman yang diucapkan oleh inkarnasi Tuhan, tanpa memahami bagaimana makhluk ciptaan harus memperlakukan firman Tuhan dan sikap seperti apa yang harus mereka miliki terhadap firman Tuhan. Ini sungguh menyedihkan. Bahkan sekarang, orang-orang tidak tahu siapa mereka, di posisi mana mereka harus berdiri, atau apa yang harus mereka lakukan. Beberapa orang bahkan terus-menerus mengeluh tentang Tuhan, dengan mengatakan, "Mengapa Tuhan selalu mengungkapkan kebenaran dalam pekerjaan-Nya? Mengapa Dia selalu menuntut kita untuk menerima kebenaran? Ketika Tuhan berfirman dan bekerja, Dia seharusnya berkonsultasi dengan kita, dan Dia tidak boleh selalu mempersulit kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk menaati-Nya secara mutlak, kita menginginkan hak asasi manusia dan kebebasan, kita harus memberikan suara dengan mengangkat tangan atas tuntutan yang Tuhan ajukan terhadap kita, dan kita semua juga harus berdiskusi serta mencapai kesepakatan. Rumah Tuhan harus memberlakukan demokrasi dan semua orang harus membuat keputusan akhir bersama-sama." Bahkan sekarang, banyak orang memegang pandangan ini, dan meskipun mereka tidak mengatakannya secara terbuka, mereka menyimpannya di dalam hati mereka. Jika Aku tidak berhak meminta apa pun darimu, jika Aku tidak berhak memintamu untuk menaati apa yang Kukatakan, dan menuntut ketundukan mutlakmu pada apa yang Kukatakan, lalu siapa yang berhak? Jika engkau percaya bahwa Tuhan yang di surga berhak untuk melakukannya, dan bahwa Tuhan yang di surga berhak untuk berbicara kepadamu dari langit melalui guntur, itu hebat! Itu berarti Aku tidak perlu bersabar dan bersungguh-sungguh atau membuang-buang tenaga-Ku untuk berbicara kepadamu; Aku tidak mau mengatakan apa-apa lagi kepadamu. Jika engkau percaya bahwa Tuhan yang di surga berhak untuk berbicara kepadamu dari langit, dari awan, dengarkanlah, pergilah, dan carilah firman-Nya; tunggulah Tuhan yang di surga untuk berbicara kepadamu di langit, di awan, di tengah-tengah api. Namun, ada satu hal yang harus kauketahui dengan jelas: Jika hari itu benar-benar tiba, waktu kematianmu akan tiba. Akan lebih baik jika hari itu tidak datang. "Akan lebih baik jika hari itu tidak datang"—apa arti kata-kata ini? Tuhan telah menjadi manusia untuk berbicara kepada manusia secara pribadi dan secara langsung di bumi, untuk menyampaikan kebenaran yang memberitahukan kepada orang-orang apa yang seharusnya mereka lakukan, tetapi manusia merendahkan dan mengabaikan; di dalam hatinya, mereka diam-diam menentang dan bersaing dengan Tuhan. Mereka tidak mau mendengarkan, karena percaya bahwa Tuhan di bumi tidak memiliki hak untuk memerintah manusia. Apakah sikap manusia ini membuat Tuhan senang atau justru membuat-Nya jengkel? (Itu membuat-Nya jengkel.) Dan apa yang akan Tuhan lakukan ketika Dia jengkel? Orang-orang akan menghadapi murka Tuhan; engkau memahami hal ini, bukan? Murka Tuhan, bukan ujian Tuhan; ini adalah dua konsep yang berbeda. Ketika murka Tuhan menimpa manusia, mereka berada dalam bahaya. Apakah menurutmu Tuhan murka terhadap orang-orang yang dikasihi-Nya? Apakah Dia murka terhadap mereka yang layak untuk hidup dalam terang wajah Tuhan? (Tidak.) Orang seperti apa yang membuat Tuhan murka? Tuhan merasa muak, jijik, dan tidak ingin menyelamatkan orang-orang yang telah mengikuti-Nya selama bertahun-tahun tetapi masih belum memahami firman-Nya, yang masih belum tahu bahwa mereka seharusnya mendengarkan firman Tuhan, yang tidak memiliki kesadaran untuk menerima dan tunduk pada firman Tuhan. Engkau memahami hal ini, bukan? Jadi, bagaimana seharusnya sikap manusia terhadap Tuhan, Tuhan yang berinkarnasi, dan kebenaran? (Kami harus mendengarkan, menerima, dan tunduk.) Itu benar. Engkau harus mendengarkan, menerima, dan tunduk. Tidak ada yang lebih sederhana dari ini. Setelah mendengarkan, engkau harus menerima di dalam hatimu. Jika engkau tidak mampu menerima sesuatu, engkau harus terus mencari sampai engkau mampu menerima sepenuhnya; kemudian, begitu engkau menerimanya, engkau harus tunduk. Apa artinya tunduk? Itu berarti menerapkan dan melaksanakan. Setelah mendengar berbagai hal, jangan mengabaikannya, berjanji di mulut saja untuk melakukannya, mencatatnya, berkomitmen untuk menuliskannya, mendengarnya dengan telingamu, tetapi tidak memasukkannya ke dalam hati, dan hanya menjalankannya dengan cara-cara lamamu yang sama, serta melakukan apa pun yang kauinginkan ketika saatnya tiba untuk bertindak, mengabaikan apa yang telah kautulis dan memperlakukannya sebagai hal yang tidak penting. Ini bukanlah ketundukan. Ketundukan sejati kepada firman Tuhan berarti mendengarkan dan memahaminya dengan hatimu, serta benar-benar menerimanya; menerima firman Tuhan sebagai tanggung jawab yang tidak dapat dihindari. Ini bukan sekadar masalah mengatakan bahwa seseorang menerima firman Tuhan; sebaliknya, ini adalah menerima firman-Nya dari hati, mengubah penerimaanmu akan firman-Nya menjadi tindakan nyata dan melaksanakan firman-Nya, tanpa penyimpangan apa pun. Jika apa yang kaupikirkan, apa yang kautetapkan untuk dilakukan, dan harga yang kaubayarkan adalah untuk memenuhi tuntutan Tuhan, itu adalah pelaksanaan firman Tuhan. Apa yang dimaksud dengan "ketundukan"? Itu berarti penerapan dan pelaksanaan, mengubah firman Tuhan menjadi kenyataan. Jika engkau semua menulis firman yang Tuhan katakan dan tuntutan-Nya di buku catatan dan menuliskannya di atas kertas, tetapi tidak mencatatnya di dalam hatimu, dan engkau semua melakukan apa yang kauinginkan ketika saatnya tiba untuk bertindak, dan dari luarnya engkau tampak seolah-olah telah melakukan apa yang Tuhan minta, tetapi engkau telah melakukannya sekehendak hatimu sendiri, berarti ini bukan mendengarkan, menerima, dan tunduk pada firman Tuhan, ini merendahkan kebenaran, dengan lancang melanggar prinsip, dan mengabaikan pengaturan rumah Tuhan. Ini adalah pemberontakan.
Suatu kali, Aku memberi kepercayaan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. Saat Kujelaskan tugas itu kepadanya, dia mencatatnya dengan cermat di buku catatannya. Aku melihat betapa cermatnya dia mencatat; dia tampak merasakan beban untuk pekerjaan itu, dan memiliki sikap yang cermat serta bertanggung jawab. Setelah menjelaskan pekerjaan itu kepadanya, Aku mulai menunggu kabar darinya; dua minggu berlalu, dan tetap saja, dia belum mengirimkan kabar. Jadi, Aku mengambil inisiatif untuk menemuinya, dan bertanya bagaimana perkembangan tugas yang Kuberikan kepadanya. Dia berkata, "Ya ampun, aku lupa! Katakan sekali lagi apa tugas itu." Bagaimana perasaanmu setelah mendengar jawaban orang itu? Sikap seperti inilah yang dia miliki saat melakukan suatu pekerjaan. Aku berpikir, "Orang ini benar-benar tak dapat dipercaya. Cepat pergi dari hadapan-Ku! Aku tak mau melihatmu lagi!" Begitulah yang Kurasakan. Jadi, akan Kuberitahukan kepadamu sebuah fakta: Jangan pernah engkau semua mengaitkan firman Tuhan dengan kebohongan seorang penipu; melakukan hal itu sangat menjijikkan bagi Tuhan. Ada orang-orang yang berkata bahwa ucapan mereka dapat dipercaya, janji mereka pasti akan ditepati. Jika benar demikian, dalam hal firman Tuhan, dapatkah mereka melakukan seperti yang firman itu katakan ketika mereka mendengarnya? Dapatkah mereka melaksanakannya dengan cermat seperti halnya urusan pribadi mereka? Setiap perkataan Tuhan sangatlah penting. Setiap perkataan-Nya bukanlah lelucon. Apa pun yang Dia katakan, orang harus menerapkan dan melaksanakannya. Ketika Tuhan berbicara, apakah Dia berkonsultasi dengan manusia? Tentu saja tidak. Apakah Dia mengajukan pertanyaan pilihan ganda kepadamu? Tentu saja tidak. Jika engkau dapat menyadari bahwa firman dan amanat Tuhan adalah perintah, bahwa manusia harus melakukan apa yang firman Tuhan katakan dan melaksanakannya, berarti engkau berkewajiban untuk menerapkan dan melaksanakannya. Jika engkau menganggap firman Tuhan hanyalah lelucon, hanya ucapan sambil lalu yang boleh dilakukan—boleh juga tidak dilakukan—dengan sesuka hatimu, dan engkau memperlakukannya dengan cara seperti itu, engkau sama sekali tak bernalar dan tak layak disebut manusia. Tuhan tidak akan pernah lagi berbicara kepadamu. Jika orang selalu membuat pilihannya sendiri dalam hal tuntutan Tuhan, perintah dan amanat-Nya, serta memperlakukannya dengan sikap asal-asalan, mereka adalah jenis orang yang Tuhan benci. Dalam hal-hal yang Kuperintahkan dan percayakan kepadamu secara langsung, jika engkau selalu membutuhkan-Ku untuk mengawasimu dan mendorongmu, menindaklanjutimu, selalu membuat-Ku khawatir dan bertanya, mengharuskan-Ku memeriksa semuanya untukmu di setiap kesempatan, berarti engkau harus disingkirkan. Ada banyak orang semacam ini di antara mereka yang saat ini disingkirkan dari rumah Tuhan. Aku memberi tahu mereka tentang beberapa hal dan kemudian bertanya kepada mereka: "Apakah semua itu sudah kautulis? Apakah ini sudah jelas? Apakah kau memiliki pertanyaan?" Mereka menjawab: "Aku sudah menulisnya, tidak ada masalah di sini, tidak perlu khawatir!" Mereka setuju untuk melakukannya dengan sangat mudah, bahkan meletakkan tangan mereka di dada dan bersumpah kepada-Ku. Namun, apakah mereka benar-benar menerapkan hal-hal ini setelah mereka setuju? Tidak, mereka menghilang begitu saja tanpa jejak dan tanpa kabar lebih lanjut dari mereka. Mereka melakukan hal-hal yang mereka sukai saat itu juga, bertindak dengan cepat, dan tegas. Mereka dengan mudah menyetujui hal-hal yang Kupercayakan kepada mereka, tetapi kemudian mereka mengabaikannya begitu saja, dan ketika Aku menindaklanjuti masalah ini nanti, Aku mendapati bahwa mereka belum melakukan apa pun. Orang semacam ini tidak memiliki hati nurani atau nalar sama sekali. Mereka tidak berguna dan tidak layak untuk melaksanakan tugas. Mereka lebih buruk daripada babi atau anjing. Ketika seseorang memelihara anjing penjaga, ketika dia pergi, anjing tersebut dapat membantu menjaga rumah dan halaman ketika ada orang asing yang datang. Ada banyak orang yang bahkan tidak sebaik anjing dalam melakukan segala sesuatu. Ada orang-orang yang selalu harus diawasi orang lain agar mereka dapat melaksanakan sedikit saja tugas mereka, dan mereka selalu harus dipangkas dan dipantau orang lain sebelum mereka melakukan sesuatu. Apakah ini berarti melaksanakan tugas? Orang-orang ini adalah pembohong! Jika mereka tidak berencana untuk melakukannya, lalu mengapa mereka menyetujuinya? Bukankah ini berarti sengaja menipu orang? Jika menurut mereka tugas itu akan sulit, mengapa mereka tidak mengatakannya lebih awal? Mengapa mereka berjanji untuk melaksanakannya dan kemudian tidak melakukannya? Jika mereka menipu orang lain, orang-orang itu tidak dapat melakukan apa pun terhadap mereka, tetapi jika mereka menipu Tuhan, apa konsekuensinya? Orang semacam ini harus ditangani dan disingkirkan! Tidakkah menurutmu orang yang merendahkan kebenaran dan dengan lancang melanggar prinsip adalah orang jahat? Mereka semua adalah orang jahat, mereka semua adalah setan, dan mereka harus disingkirkan! Karena orang-orang ini bertindak sembrono, melanggar prinsip, memberontak dan tidak taat, membangun kerajaan mereka sendiri, dan karena mereka malas serta tidak bertanggung jawab, mereka telah membawa kerugian besar bagi gereja! Siapa yang sanggup mengganti kerugian seperti itu? Tak seorang pun mampu memikul tanggung jawab seperti itu. Orang-orang ini mengeluh, dan tetap menentang serta tidak puas ketika mereka dipangkas. Bukankah orang-orang ini adalah iblis yang tidak bernalar? Mereka benar-benar tidak tertolong dan seharusnya sudah disingkirkan sejak lama!
Apakah engkau semua memahami apa inti dari kisah Nuh dan Abraham yang kita persekutukan hari ini? Apakah semua yang Tuhan tuntut terhadap manusia itu tinggi? (Tidak.) Apa yang Tuhan tuntut terhadap manusia adalah hal yang paling mendasar dalam diri manusia ciptaan; Tuntutan-Nya sama sekali tidak tinggi, dan semua ini adalah hal yang paling nyata serta paling realistis. Manusia harus memiliki iman sejati dan ketundukan mutlak agar dapat diperkenan oleh Tuhan; hanya mereka yang memiliki kedua hal inilah yang benar-benar diselamatkan. Namun, bagi mereka yang telah sangat rusak, mereka yang merendahkan kebenaran dan muak akan hal-hal yang positif, serta bagi mereka yang memusuhi kebenaran, tidak ada yang lebih sulit daripada kedua hal ini! Ini hanya dapat dicapai oleh mereka yang memiliki hati yang murni dan terbuka kepada Tuhan, yang memiliki kemanusiaan, nalar, dan hati nurani, serta mencintai hal-hal positif. Apakah hal-hal ini ada di dalam dirimu? Siapa yang memiliki kegigihan dan kemurnian yang seharusnya dimiliki oleh manusia? Dari segi usia, engkau semua yang duduk di sini lebih muda daripada Nuh dan Abraham, tetapi dari segi kemurnian, engkau semua tidak dapat dibandingkan dengan mereka. Tidak ada kemurnian, kecerdasan, dan kebijaksanaan dalam dirimu; sebaliknya, tidak sedikit tipu daya dalam dirimu. Jadi, bagaimana masalah ini dapat diselesaikan? Adakah cara untuk memenuhi tuntutan Tuhan? Apakah ada jalan? Dari mana memulainya? (Dengan mendengarkan firman Tuhan.) Itu benar: dengan belajar mendengarkan dan tunduk. Ada orang-orang yang berkata, "Terkadang apa yang Tuhan firmankan bukanlah kebenaran, dan tidak mudah untuk tunduk padanya. Jika Tuhan mengucapkan beberapa firman kebenaran, ketundukan akan mudah dicapai." Apakah perkataan ini benar? (Tidak.) Apa yang telah engkau semua temukan dalam kisah Nuh dan Abraham yang kita bicarakan hari ini? Menaati firman Tuhan dan tunduk pada tuntutan Tuhan adalah tugas wajib manusia. Dan jika apa yang Tuhan firmankan tidak sesuai dengan gagasan manusia, manusia tidak boleh menganalisis atau memeriksanya. Siapa pun yang Tuhan kutuk atau singkirkan, yang menimbulkan gagasan dan penentangan dalam diri berapa banyak orang pun, identitas Tuhan, esensi-Nya, watak-Nya, dan status-Nya selamanya tidak akan berubah. Dia selamanya adalah Tuhan. Karena engkau tidak memiliki keraguan bahwa Dia adalah Tuhan, satu-satunya tanggung jawabmu, satu-satunya hal yang harus kaulakukan, adalah menaati apa yang Dia firmankan dan menerapkan sesuai dengan firman-Nya; inilah jalan penerapan. Makhluk ciptaan tidak boleh memeriksa, menganalisis, mendiskusikan, menolak, menentang, memberontak, atau menyangkal firman Tuhan; hal ini dibenci oleh Tuhan, dan ini bukanlah hal yang ingin Dia lihat dalam diri manusia. Bagaimana tepatnya firman Tuhan harus diperlakukan? Bagaimana engkau harus menerapkannya? Sebenarnya sangat sederhana: belajarlah untuk menaati firman Tuhan, dengarkanlah firman Tuhan dengan hatimu, terimalah firman Tuhan dengan hatimu, pahami dan mengertilah firman Tuhan dengan hatimu, lalu terapkan serta laksanakanlah firman Tuhan dengan hatimu. Apa yang kaudengar dan pahami di dalam hatimu harus berkaitan erat dengan penerapanmu. Jangan pisahkan keduanya; segala sesuatu—apa yang kauterapkan, apa yang kepadanya engkau tunduk, apa yang kaulakukan dengan tanganmu sendiri, semua yang kaukejar—haruslah berhubungan dengan firman Tuhan, kemudian engkau harus menerapkan sesuai dengan firman-Nya dan melaksanakannya melalui tindakanmu. Itulah yang dimaksud dengan tunduk pada firman Sang Pencipta. Inilah jalan penerapan firman Tuhan.
18 Juli 2020
Penderitaan akan berakhir dan air mata akan berhenti. Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia mendengar permohonan kita dalam penderitaan kita, dan Dia ingin menyelamatkan kita dari penderitaan. Hubungi kami untuk memahami kabar baik tentang keselamatan Tuhan.