Apakah Tuhan Yesus adalah Anak Tuhan ataukah Dia adalah Tuhan Sendiri? Bagaimana Kristus di akhir zaman mengakhiri zaman lama?

Nubuat tentang Kedatangan Tuhan Kembali Pada dasarnya Telah Digenapi. Hari Tuhan Telah Tiba. Akankah Tuhan Datang Kembali di Akhir Zaman dengan Turun di Atas Awan Sehingga Semua Orang Melihat atau Akankah Dia Berinkarnasi menjadi Anak Manusia dan Turun secara Diam-diam?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia" (Wahyu 1:7).
"Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri" (Wahyu 16:15).
"Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" (Lukas 17:24-25).

"Selama ribuan tahun, manusia telah begitu rindu untuk dapat menyaksikan kedatangan sang Juruselamat. Manusia sangat rindu melihat Yesus sang Juruselamat di atas awan putih, saat Ia sendiri turun ke antara mereka yang selama ribuan tahun telah merindukan dan mendambakan-Nya. Manusia telah merindukan agar sang Juruselamat datang dan bersatu kembali dengan umat-Nya, yakni, agar Yesus sang Juruselamat datang kembali kepada orang-orang yang telah dipisahkan dari-Nya selama ribuan tahun. Manusia berharap Ia akan melakukan lagi pekerjaan penebusan yang dahulu dilakukan-Nya di antara orang Yahudi, akan berbelas kasihan dan mengasihi manusia, akan mengampuni dosa manusia, menanggung dosa manusia, dan bahkan menanggung segala pelanggaran manusia serta membebaskan manusia dari dosa. Mereka merindukan Yesus sang Juruselamat tetap sama seperti sebelumnya—Juruselamat yang dicintai, manis, dan dipuja, yang tak pernah murka terhadap manusia, dan tak pernah mencela manusia. Juruselamat ini mengampuni dan menanggung semua dosa manusia, dan bahkan mati di atas kayu salib bagi manusia sekali lagi. ... Di seluruh alam semesta, semua orang yang mengenal keselamatan dari Yesus sang Juruselamat sangat mendambakan kedatangan Yesus Kristus yang tiba-tiba, untuk menggenapi firman-Nya ketika berada di bumi: 'Aku akan datang dengan cara yang sama seperti Aku pergi.' Manusia percaya bahwa setelah penyaliban dan kebangkitan, Yesus kembali ke surga di atas awan putih, lalu mengambil tempat-Nya di sebelah kanan Yang Mahatinggi. Manusia beranggapan bahwa dengan cara yang sama, Yesus akan turun, sekali lagi di atas awan putih (awan ini mengacu pada awan yang dinaiki Yesus waktu Ia kembali ke Surga), ke antara orang-orang yang sangat mendambakan-Nya selama ribuan tahun, dan bahwa Ia akan mengambil rupa orang Yahudi dan mengenakan pakaian mereka. Setelah menampakkan diri kepada manusia, Ia akan mengaruniakan makanan kepada mereka, dan membuat aliran-aliran air hidup menyembur bagi mereka, dan akan hidup di antara manusia, penuh kasih karunia dan kasih, hidup dan nyata. Demikian seterusnya. Namun, Yesus sang Juruselamat tidak melakukan hal ini; Ia melakukan hal yang bertentangan dengan pemahaman manusia. Ia tidak datang ke antara orang-orang yang mendambakan kedatangan-Nya kembali, dan tidak menampakkan diri kepada semua manusia sembari mengendarai awan putih. Ia sudah datang, tetapi manusia tidak mengenali-Nya, dan tetap mengabaikan kedatangan-Nya. Manusia hanya menantikan-Nya tanpa tujuan, tanpa menyadari bahwa Ia telah turun di atas 'awan putih' (awan yang adalah Roh-Nya, perkataan-Nya, dan seluruh watak-Nya, serta seluruh keberadaan-Nya), dan kini Ia berada di antara sekelompok pemenang yang akan dibentuk-Nya pada akhir zaman."

"Yesus berkata bahwa Dia akan datang sebagaimana Dia telah pergi, tetapi apakah engkau tahu betul makna perkataan-Nya yang sesungguhnya? Mungkinkah Dia telah mengatakan maknanya kepada kelompokmu ini? Engkau memang tahu bahwa Dia akan datang sebagaimana Dia telah pergi, yakni menaiki suatu awan, tetapi apakah engkau tahu persis bagaimana Tuhan itu sendiri melakukan pekerjaan-Nya? Jika engkau betul-betul dapat mengerti, bagaimana perkataan Yesus dijelaskan? Dia berkata: Kapan Anak Manusia datang pada akhir zaman, Dia sendiri tidak tahu, para malaikat tidak tahu, para utusan di surga tidak tahu, apalagi manusia. Hanya Bapa sendiri, yaitu, hanya Roh yang tahu. Bahkan Anak Manusia sendiri pun tidak mengetahuinya, tetapi engkau malah dapat melihat dan mengetahuinya? Jika engkau mampu mengetahui dan melihat dengan matamu sendiri, bukankah sia-sia saja ucapan tersebut? Dan apa yang dikatakan Yesus saat itu? 'Tetapi mengenai hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, tidak juga malaikat di surga, hanya Bapa-Ku yang di sorga yang tahu. Tetapi sama seperti pada zaman Nuh, begitu juga saat kedatangan Anak Manusia.… Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga: sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga.' Anak Manusia pun tidak tahu kapan hari itu tiba. Anak Manusia mengacu pada daging inkarnasi Tuhan, seorang manusia yang normal dan biasa. Bahkan Anak Manusia sendiri tidak tahu, jadi bagaimana mungkin engkau tahu?"

Jika Manusia Tidak Mengenali Tuhan Yang Berinkarnasi, Dia Tidak Akan Bisa Menyambut Tuhan. Ini Sama seperti Ketika Tuhan Yesus Pertama Datang untuk Melakukan Pekerjaan-Nya dan Tidak Ada yang Mengenali Dia. Sekarang, Apakah Inkarnasi itu? Apa Hakikat dari Inkarnasi?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Dan Firman itu menjadi manusia, dan tinggal di tengah-tengah kita ... dipenuhi kasih karunia dan kebenaran" (Yohanes 1:14).
"Aku ada di dalam Bapa, dan Bapa ada di dalam Aku" (Yohanes 14:10).
"Aku dan Bapaku adalah satu" (Yohanes 10:30).

"Makna dari inkarnasi adalah bahwa Tuhan menampakkan diri dalam daging, dan Dia datang untuk bekerja di antara manusia ciptaan-Nya dalam rupa manusia. Jadi, agar Tuhan berinkarnasi, pertama-tama Dia harus menjadi daging, daging dengan wujud manusia normal; hal ini, setidaknya, harus benar. Faktanya, implikasi dari inkarnasi Tuhan adalah bahwa Tuhan hidup dan bekerja dalam daging, Tuhan di dalam esensi-Nya menjadi daging, menjadi seorang manusia."

"Inkarnasi berarti Roh Tuhan menjadi daging, artinya, Tuhan menjadi daging. Pekerjaan yang Ia lakukan di dalam daging adalah pekerjaan Roh, yang diwujudkan dalam daging dan diekspresikan oleh daging. Tidak seorang pun kecuali Tuhan dalam rupa daging dapat memenuhi pelayanan Tuhan yang berinkarnasi; artinya, hanya daging inkarnasi Tuhan, hanya manusia normal ini—dan tidak ada yang lain—yang dapat mengekspresikan pekerjaan ilahi. Jika, selama kedatangan-Nya yang pertama, Tuhan tidak memiliki kemanusiaan-Nya yang normal sebelum berusia dua puluh sembilan tahun—jika segera setelah dilahirkan Ia dapat melakukan mukjizat, jika segera setelah belajar berbicara, Ia dapat berbicara bahasa surgawi, jika pada saat Ia pertama kali menjejakkan kaki-Nya di bumi Ia dapat memahami segala perkara duniawi, memahami semua pikiran dan niat manusia—maka orang seperti itu tidak dapat disebut sebagai manusia normal, dan daging seperti itu tidak dapat disebut daging manusia. Jika ini yang terjadi dengan Kristus, maka makna dan esensi inkarnasi Tuhan akan hilang. Bahwa Ia memiliki kemanusiaan yang normal membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan yang berinkarnasi dalam daging. Fakta bahwa Ia menjalani proses pertumbuhan manusia normal menunjukkan lebih jauh lagi bahwa Dia adalah manusia normal; dan lebih dari itu, pekerjaan-Nya adalah bukti yang cukup bahwa Ia adalah firman Tuhan, Roh Tuhan, yang menjadi daging. Tuhan menjadi daging karena kebutuhan dalam pekerjaan-Nya. Dengan kata lain, tahap pekerjaan ini perlu dilakukan dalam daging, dilakukan dalam kemanusiaan yang normal. Ini adalah prasyarat 'Firman menjadi manusia,' prasyarat 'Firman yang menampakkan diri dalam daging,' dan merupakan kisah sesungguhnya di balik kedua inkarnasi Tuhan."

"Karena Dia adalah manusia dengan esensi Tuhan, Dia berada di atas semua manusia yang diciptakan, di atas siapa pun yang dapat melakukan pekerjaan Tuhan. Dan juga, di antara semua yang memiliki cangkang manusia seperti milik-Nya, di antara semua yang memiliki kemanusiaan, hanya Dia adalah Tuhan yang berinkarnasi itu sendiri—semua yang lain adalah manusia ciptaan. Meskipun mereka semua memiliki kemanusiaan, manusia yang diciptakan bukanlah apa-apa tetapi manusia, sementara Tuhan yang berinkarnasi berbeda: Di dalam daging-Nya Dia tidak hanya memiliki kemanusiaan tetapi yang lebih penting memiliki keilahian. Kemanusiaan-Nya dapat dilihat pada penampakan luar daging-Nya dan dalam kehidupan-Nya sehari-hari, tetapi keilahian-Nya sangat sulit dipahami. Karena keilahian-Nya dinyatakan hanya ketika Ia berada dalam kemanusiaan-Nya, dan tidak sesupernatural yang orang bayangkan, keilahian-Nya sangat sulit untuk orang pahami. ... Karena Tuhan menjadi manusia, esensi-Nya adalah kombinasi antara kemanusiaan dan keilahian. Kombinasi ini disebut Tuhan itu sendiri, Tuhan sendiri yang berada di bumi."

"Inkarnasi Anak Manusia mengungkapkan keilahian Tuhan melalui kemanusiaan-Nya dan menyampaikan kehendak Tuhan kepada umat manusia. Dan melalui pengungkapan kehendak dan watak Tuhan, Ia juga mengungkapkan kepada orang-orang wujud Tuhan yang tidak bisa dilihat atau disentuh di alam rohani. Apa yang orang-orang lihat adalah Tuhan itu sendiri, yang nyata dan memiliki daging dan tulang. Jadi, inkarnasi Anak Manusia membuat hal-hal seperti identitas, status, gambar, dan watak Tuhan, dan apa yang Tuhan punya dan siapa Tuhan itu menjadi konkret dan dimanusiakan. Meskipun penampakan luar dari Anak Manusia memiliki batasan mengenai gambar diri Tuhan, esensi-Nya dan apa yang Ia punya dan siapa Ia semuanya mampu merepresentasikan identitas dan status Tuhan itu sendiri—hanya ada sejumlah perbedaan dalam bentuk pengungkapannya. Tidak peduli apakah itu sifat manusiawi dari Anak Manusia atau keilahian-Nya, kita tidak dapat menyangkal bahwa Ia merepresentasikan identitas dan status Tuhan itu sendiri. Akan tetapi, pada masa tersebut, Tuhan bekerja melalui daging, berbicara melalui perspektif daging, dan berdiri di hadapan umat manusia dengan identitas dan status Anak Manusia, dan ini memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk menemui dan mengalami firman dan pekerjaan Tuhan yang nyata di tengah manusia. Hal ini juga memberikan kepada orang-orang wawasan terhadap keilahian dan kebesaran-Nya di tengah kerendahhatian, sekaligus memungkinkan mereka beroleh pemahaman dan definisi pendahuluan akan autentisitas dan kenyataan Tuhan."

Mayoritas Orang Yang Percaya kepada Tuhan Memercayai Bahwa Tuhan Yesus Adalah Anak Tuhan. Keyakinan Ini Didasarkan pada Apa yang Telah Ditulis dalam Alkitab. Namun, Beberapa Orang Bersaksi bahwa Kristus Adalah Tuhan Sendiri. Jadi, Apakah Inkarnasi Kristus Adalah Anak Tuhan? Ataukah Dia Adalah Tuhan Sendiri?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Yesus berkata kepadanya, Aku sudah begitu lama bersamamu, tetapi engkau belum mengenal Aku, Filipus? Ia yang sudah melihat Aku sudah melihat Bapa; lalu bagaimana engkau berkata, tunjukkan kepada kami Bapa itu? Tidakkah engkau percaya bahwa Aku ada di dalam Bapa, dan Bapa ada di dalam Aku? Firman yang Aku katakan kepadamu bukanlah Kukatakan dari diri-Ku sendiri: tetapi Bapa yang ada di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan itu. Percayalah kepada-Ku bahwa Aku ada di dalam Bapa, dan Bapa ada di dalam Aku: atau jika tidak, percayalah kepada-Ku karena pekerjaan-pekerjaan itu" (Yohanes 14:9-11).
"Aku dan Bapaku adalah satu" (Yohanes 10:30).

"Ketika Yesus memanggil Tuhan di surga dengan nama Bapa ketika Dia berdoa, ini dilakukan hanya dari sudut pandang seorang manusia yang diciptakan, hanya karena Roh Tuhan mengenakan daging manusia biasa yang normal dan memiliki penampilan luar sebagai makhluk ciptaan. Walaupun di dalam diri-Nya ada Roh Tuhan, penampilan luarnya tetap seperti manusia biasa; dengan kata lain, Dia telah menjadi 'Anak manusia' yang dikatakan semua orang, termasuk Yesus sendiri. Mengingat bahwa Dia disebut Anak manusia, Dia adalah orang (bisa lelaki ataupun perempuan, intinya Dia memiliki wujud lahiriah sebagai manusia) yang lahir dari keluarga normal orang biasa. Oleh karena itu, Yesus yang memanggil Tuhan di surga dengan nama Bapa sama dengan bagaimana engkau sekalian pada awalnya memanggil Dia dengan nama Bapa; Dia melakukannya dari perspektif manusia ciptaan. ... Betapa pun hebatnya otoritas Yesus di bumi, sebelum penyaliban, Dia hanyalah Anak manusia, yang diperintah oleh Roh Kudus (yaitu, Tuhan), dan salah satu makhluk ciptaan di bumi, karena Dia masih harus menyelesaikan pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, Dia memanggil Tuhan di surga Bapa semata-mata karena kerendahan hati dan ketaatan-Nya. Namun, Dia memanggil Tuhan (yaitu, Roh di surga) dengan cara demikian, tidak membuktikan bahwa Dia adalah Anak dari Roh Tuhan di surga. Sebaliknya, itu karena sudut pandang-Nya berbeda, bukan karena Dia adalah pribadi yang berbeda. Keberadaan pribadi yang berbeda adalah suatu kesalahan berpikir!"

"Masih ada orang yang berkata, 'Bukankah Tuhan secara tegas menyatakan bahwa Yesus adalah Anak-Nya yang terkasih?' Yesus adalah Anak Tuhan yang terkasih, yang kepadanya Dia berkenan—ini tentu diucapkan oleh Tuhan Sendiri. Itu adalah Tuhan yang memberi kesaksian tentang diri-Nya, tetapi hanya dari perspektif yang berbeda, yaitu perspektif Roh di surga yang memberikan kesaksian mengenai inkarnasi-Nya sendiri. Yesus adalah inkarnasi-Nya, bukan Anak-Nya di surga. Apakah engkau paham? Bukankah perkataan Yesus, 'Aku ada di dalam Bapa, dan Bapa ada di dalam Aku,' menunjukkan bahwa Mereka adalah satu Roh? Dan bukankah karena inkarnasilah Mereka dipisahkan di antara langit dan bumi? Kenyataannya, Mereka tetap satu; bagaimanapun, itu hanyalah Tuhan yang bersaksi mengenai diri-Nya. Karena perubahan zaman, tuntutan pekerjaan, dan tahap yang berbeda dalam rencana pengelolaan-Nya, nama yang digunakan manusia untuk memanggil-Nya juga berbeda. Ketika Dia datang untuk melaksanakan tahap pertama pekerjaan, Dia hanya bisa disebut Yahweh, gembala orang Israel. Pada tahap kedua, Tuhan yang berinkarnasi hanya bisa disebut Tuhan, dan Kristus. Tetapi pada waktu itu, Roh di surga hanya menyatakan bahwa Dia adalah Anak Tuhan yang terkasih, dan tidak menyebutkan bahwa Dia adalah satu-satunya Anak Tuhan. Ini tidak terjadi. Bagaimana mungkin Tuhan memiliki anak tunggal? Maka apakah Tuhan tidak akan menjadi manusia? Karena Dia adalah inkarnasi, Dia disebut Anak Tuhan yang terkasih, dan, dari sini, muncullah hubungan antara Bapa dan Anak. Itu hanya karena pemisahan antara langit dan bumi. Yesus berdoa dari sudut pandang manusia. Karena Dia telah menjelma menjadi manusia normal, maka Dia berkata dari perspektif manusia: 'Jasmani-Ku adalah jasmani makhluk ciptaan. Karena Aku menjelma menjadi manusia untuk datang ke bumi ini, Aku sangat jauh sekali dari surga.' Karena alasan ini, Dia hanya bisa berdoa kepada Tuhan Sang Bapa dari perspektif manusia. Ini adalah tugas-Nya, dan tugas yang harus diberikan kepada Roh Tuhan yang berinkarnasi. Tidak dapat dikatakan bahwa Dia bukan Tuhan hanya karena Dia berdoa kepada Bapa dari perspektif manusia. Meskipun Dia disebut Anak Tuhan yang terkasih, Dia tetap Tuhan Sendiri, karena Dia adalah inkarnasi dari Roh, dan substansi-Nya tetaplah Roh."

"Tuhan yang berinkarnasi disebut Kristus, dan Kristus adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan. Daging ini tidak seperti manusia mana pun yang terbuat dari daging. Perbedaan ini dikarenakan Kristus bukanlah daging dan darah, melainkan inkarnasi Roh. Ia memiliki kemanusiaan yang normal sekaligus keilahian yang lengkap. Keilahian-Nya tidak dimiliki oleh manusia mana pun. Kemanusiaan-Nya yang normal menunjang semua kegiatan normal-Nya dalam daging, sementara keilahian-Nya melaksanakan pekerjaan Tuhan sendiri. Baik kemanusiaan-Nya maupun keilahian-Nya, keduanya berserah pada kehendak Bapa surgawi. Substansi Kristus adalah Roh, yaitu keilahian. Oleh karena itu, substansi-Nya adalah substansi Tuhan sendiri. ... Mengingat Tuhan menjadi daging, Ia pun mewujudkan substansi-Nya dalam daging-Nya, ... Lalu, karena Tuhan menjadi daging, Ia bekerja dalam identitas daging-Nya. Karena Ia datang dalam daging, Ia pun menyelesaikan pekerjaan yang harus dilakukan-Nya dalam daging. Baik Roh Tuhan maupun Kristus, keduanya adalah Tuhan itu sendiri, dan Ia melakukan pekerjaan yang harus dilakukan-Nya serta melaksanakan pelayanan yang harus dilaksanakan-Nya."

Selama Zaman Kasih Karunia, Tuhan Berinkarnasi dan Melakukan Pekerjaan Penebusan. Di Akhir Zaman, Tuhan Telah Berinkarnasi dan Melakukan Pekerjaan Penghakiman. Apa Arti Sebenarnya dari Tuhan Berinkarnasi Dua Kali?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Jadi Kristus satu kali dikorbankan untuk menanggung dosa banyak orang; dan kepada mereka yang mencari-Nya, Dia akan menampakkan diri kedua kalinya tanpa dosa untuk keselamatan" (Ibrani 9:28).
"Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan"" (Yohanes 1:1).

"Inkarnasi pertama adalah untuk menebus manusia dari dosa melalui daging Yesus, yang artinya Dia menyelamatkan manusia dari salib. Namun watak Iblis yang rusak tetap ada dalam diri manusia. Inkarnasi kedua tidak lagi berfungsi sebagai korban penghapus dosa, melainkan bertujuan untuk sepenuhnya menyelamatkan mereka yang telah ditebus dari dosa. Ini dilakukan agar orang-orang yang telah diampuni dapat dibebaskan dari dosa-dosa mereka dan ditahirkan sepenuhnya, serta mencapai perubahan dalam watak mereka,terlepas dari pengaruh kegelapan si Iblis dan kembali ke hadapan takhta Tuhan. Hanya dengan cara ini-lah manusia dapat sepenuhnya disucikan. ... Manusia menerima keselamatan penuh dari Tuhan karena Tuhan yang berinkarnasi, bukan langsung menerimanya melalui doa-doa yang mereka naikkan ke surga. Karena manusia itu daging; mereka tidak mampu melihat Roh Tuhan, apalagi mendekati-Nya. Manusia hanya dapat berhubungan dengan Tuhan yang berinkarnasi dalam daging. Hanya melalui Dia, manusia dapat memahami seluruh firman dan kebenaran, serta menerima keselamatan penuh. Inkarnasi kedua memadai untuk menyingkirkan dosa manusia dan sepenuhnya menyucikan manusia. Oleh karena itu, inkarnasi kedua akan mengakhiri semua pekerjaan Tuhan dalam daging dan melengkapi makna inkarnasi Tuhan."

"Yesus mengerjakan suatu tahap pekerjaan yang hanya memenuhi substansi dari 'Firman itu bersama-sama dengan Tuhan': kebenaran Tuhan ada bersama dengan Dia, dan Roh Tuhan ada bersama manusia dan tidak dapat dipisahkan dari-Nya, yaitu, inkarnasi daging Tuhan ada bersama Roh Tuhan, yang merupakan bukti lebih besar bahwa inkarnasi Yesus adalah inkarnasi Tuhan yang pertama. Tahap pekerjaan ini menggenapi makna inti dari 'Firman menjadi manusia', memberikan makna yang lebih dalam pada 'Firman itu bersama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan', dan memungkinkan engkau agar yakin memercayai firman bahwa 'pada mulanya adalah Firman'. Artinya, pada saat penciptaan, Tuhan memiliki firman, firman-Nya ada bersama-sama dengan Dia dan tidak dapat dipisahkan dari-Nya. Zaman akhir bahkan semakin memperjelas kuasa dan otoritas firman-Nya, dan memungkinkan manusia untuk mengerti semua firman-Nya—mendengar seluruh firman-Nya. Demikianlah pekerjaan dari zaman akhir. ... Sebab, ini adalah karya inkarnasi kedua—dan terakhir kalinya Tuhan mengambil rupa manusia—yang sepenuhnya melengkapi makna inkarnasi, secara menyeluruh menyatakan seluruh pekerjaan Tuhan dalam rupa manusia, dan mengakhiri era keberadaan Tuhan dalam rupa manusia."

"'Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan, dan Firman itu menjadi daging.' Ini (Firman Menampakkan diri dalam rupa manusia) adalah pekerjaan yang Tuhan akan selesaikan di akhir zaman dan inilah bab terakhir dari seluruh rencana pengelolaan-Nya, jadi Tuhan telah datang ke bumi dan menyatakan firman-Nya dalam daging. Sehingga yang terjadi hari ini, yang akan terjadi di masa depan, yang akan dikerjakan oleh Tuhan, tempat tujuan akhir manusia, mereka yang akan diselamatkan, mereka yang akan dimusnahkan, dan seterusnya—pekerjaan yang harus dicapai ini pada akhirnya sudah dinyatakan dengan jelas dan semua dalam rangka menggenapi makna sebenarnya dari firman yang menampakkan diri dalam daging. Ketetapan administratif dan undang-undang yang sebelumnya disampaikan, mereka yang akan dihancurkan, mereka yang akan masuk ke dalam tempat peristirahatan—semuanya harus digenapi. Inilah pekerjaan yang terutama dikerjakan oleh Tuhan yang berinkarnasi di akhir zaman. Dia membuat manusia mengerti bahwa tempat yang menjadi milik orang-orang yang sudah ditentukan sejak semula bersama Tuhan dan tempat yang menjadi milik mereka yang tidak ditentukan dari semula bersama Tuhan, bagaimana umat-Nya dan anak-anak-Nya akan dikelompokkan, apa yang akan terjadi pada Israel dan Mesir—di masa depan, semua firman itu akan digenapi. Tahap pekerjaan Tuhan dipercepat. Tuhan menggunakan firman untuk menyatakan kepada manusia apa yang harus dilakukan dalam setiap zaman, apa yang harus dilakukan Tuhan yang berinkarnasi di akhir zaman dan pelayanan yang harus dilakukan-Nya, dan semua firman ini disampaikan untuk menggenapi makna sebenarnya dari firman yang menampakkan diri dalam rupa manusia."

Dua inkarnasi Tuhan menjadi saksi bahwa Kristus adalah jalan, kebenaran, dan hidup.Bagaimana Seharusnya Kita Mengakui Esensi Kristus sebagai Jalan, Kebenaran, dan Hidup?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhanlah" (Yohanes 1:1-2).
"Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada manusia yang datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku?" (Yohanes 14:6).
"Segala perkataan yang Aku katakan kepadamu adalah roh dan kehidupan" (Yohanes 6:63).

"Tuhan melanjutkan perkataan-Nya, menerapkan berbagai metode dan perspektif untuk memperingatkan kita tentang apa yang harus dilakukan sekaligus menyuarakan isi hati-Nya. Firman-Nya mengandung kuasa kehidupan, menunjukkan kepada kita jalan yang harus kita tempuh, dan memungkinkan kita mengerti apa kebenaran itu. ... Tidak ada orang selain Dia yang bisa tahu seluruh pikiran kita atau mengerti sifat dan substansi kita dengan begitu jelas dan menyeluruh, atau menghakimi pemberontakan dan kerusakan manusia, atau berbicara kepada kita dan bekerja di antara kita seperti ini atas nama Tuhan di surga. Tidak ada orang di luar Dia yang dianugerahi otoritas, hikmat, dan kewibawaan Tuhan; watak Tuhan dan apa yang dimiliki-Nya dan siapa Dia dinyatakan dalam seluruh keberadaannya, dalam diri-Nya. Tidak ada orang selain Dia yang bisa menunjukkan jalan dan membawa terang kepada kita. Tidak ada orang selain Dia yang bisa menyatakan misteri yang belum Tuhan bukakan sejak penciptaan …

"Tuhan melanjutkan perkataan-Nya, menerapkan berbagai metode dan perspektif untuk memperingatkan kita tentang apa yang harus dilakukan sekaligus menyuarakan isi hati-Nya. Firman-Nya mengandung kuasa kehidupan, menunjukkan kepada kita jalan yang harus kita tempuh, dan memungkinkan kita mengerti apa kebenaran itu. ... Tidak ada orang selain Dia yang bisa tahu seluruh pikiran kita atau mengerti sifat dan substansi kita dengan begitu jelas dan menyeluruh, atau menghakimi pemberontakan dan kerusakan manusia, atau berbicara kepada kita dan bekerja di antara kita seperti ini atas nama Tuhan di surga. …

"Jalan kehidupan bukan sesuatu yang bisa dimiliki oleh siapa pun, dan itu tidak mudah diperoleh oleh semua manusia. Itu karena hidup hanya berasal dari Tuhan, yang artinya, hanya Tuhan sendiri yang memiliki hakikat kehidupan, tidak ada jalan kehidupan tanpa Tuhan itu sendiri, dan hanya Tuhan yang menjadi sumber kehidupan dan aliran air hidup yang abadi. Sejak Ia menciptakan dunia, Tuhan telah melakukan banyak pekerjaan yang meliputi vitalitas hidup, yang memberikan kehidupan bagi manusia, dan telah membayar harga yang mahal agar manusia bisa beroleh hidup. Tuhan melakukannya karena Tuhan sendiri adalah hidup yang kekal, dan Tuhan sendirilah jalan kebangkitan bagi manusia. …
... hanya Tuhan yang memiliki jalan kehidupan. Karena hidup-Nya tidak berkesudahan, maka hidup-Nya bersifat kekal; dan karena Tuhan satu-satunya jalan kehidupan, maka Tuhan merupakan jalan menuju hidup yang kekal."

Alkitab Menubuatkan Bahwa Kedatangan Tuhan Kembali di Akhir Zaman Akan Mengakhiri Zaman Itu. Bagaimana Tuhan yang berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan penghakiman mengakhiri kepercayaan umat manusia kepada Tuhan yang tidak jelas dan zaman kegelapan kuasa Iblis?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"... Semua bangsa akan datang berbondong-bondong ke sana ... Dan Dia akan menghakimi di antara bangsa-bangsa dan akan menegur banyak orang: dan mereka akan membuat pedang mereka menjadi bajak dan tombak mereka menjadi pisau pemangkas: bangsa tidak akan mengangkat pedang melawan bangsa, dan juga mereka tidak akan belajar berperang lagi. ..." (Yesaya 2:2, 4).

"Kedatangan Tuhan yang berinkarnasi pada akhir zaman mengakhiri Zaman Kasih Karunia. Ia datang terutama untuk mengucapkan firman-Nya, memakai firman untuk menyempurnakan manusia, menerangi dan mencerahkan manusia, serta menyingkirkan tempat Tuhan yang samar-samar dalam hati manusia. Tahap ini bukanlah tahap pekerjaan yang Yesus lakukan ketika Ia datang. Waktu Yesus datang, Ia melakukan banyak mukjizat, Ia menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, dan Ia melakukan pekerjaan penebusan lewat penyaliban. Akibatnya, dalam konsepnya, manusia percaya bahwa beginilah Tuhan seharusnya. Sebab ketika Yesus datang, Ia tidak bekerja menghapuskan gambaran Tuhan yang samar-samar dari hati manusia. Ketika Ia datang, Ia disalibkan, Ia menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, dan Ia menyebarkan Injil kerajaan surga. Di satu sisi, inkarnasi Tuhan pada akhir zaman menghapuskan ruang yang ditempati Tuhan yang samar-samar dalam konsep manusia, sehingga tak ada lagi gambaran Tuhan yang samar-samar dalam hati manusia. Melalui firman-Nya yang nyata dan pekerjaan-Nya yang nyata, pergerakan-Nya melintasi seluruh negeri, dan pekerjaan-Nya yang sungguh nyata dan normal yang Ia lakukan di antara manusia, Ia membuat manusia mengenal kenyataan Tuhan, dan menghapuskan ruang bagi Tuhan yang samar-samar dalam hati manusia. Di sisi lain, Tuhan memakai firman yang diucapkan daging-Nya untuk menyempurnakan manusia, dan menyelesaikan segala sesuatu. Inilah pekerjaan yang akan diselesaikan Tuhan pada akhir zaman."

"Tuhan yang berinkarnasi mengakhiri zaman hanya saat Yahweh menampakkan diri kembali kepada umat manusia, juga mengakhiri zaman kepercayaan manusia kepada Tuhan yang samar. Secara khusus, pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi terakhir kali membawa seluruh umat manusia ke zaman yang lebih realistis, lebih nyata, dan lebih menyenangkan. Dia tidak hanya mengakhiri zaman hukum Taurat dan doktrin; lebih penting lagi, Dia menyingkapkan kepada umat manusia Tuhan yang nyata dan seutuhnya, yang benar dan kudus, yang membuka seluruh rencana pengelolaan-Nya dan menunjukkan misteri dan tujuan umat manusia, yang menciptakan umat manusia dan mengakhiri pekerjaan pengelolaan, dan yang tetap tersembunyi ribuan tahun lamanya. Dia benar-benar mengakhiri masa ketidakjelasan, Dia mengakhiri zaman di mana seluruh umat manusia ingin mencari wajah Tuhan tetapi tidak mampu, Dia mengakhiri zaman di mana seluruh umat manusia melayani Iblis, dan memimpin seluruh umat manusia menuju era yang benar-benar baru. Semua ini adalah hasil pekerjaan Tuhan dalam daging, bukan Roh Tuhan."

"Seiring dengan disempurnakannya perkataan-Ku, secara bertahap kerajaan akan terbentuk di bumi dan manusia berangsur-angsur kembali ke keadaan normal, dengan demikian di bumi akan terbentuk kerajaan di dalam hati-Ku. Dalam kerajaan itu, semua umat Tuhan akan memperoleh kembali kehidupan manusia yang normal. Tak ada lagi musim dingin yang membeku, digantikan oleh sejagad kota dengan musim semi, di mana hanya ada musim semi sepanjang tahun. Orang tidak lagi diperhadapkan pada dunia manusia yang suram dan menyedihkan, mereka tidak lagi menanggung dinginnya cuaca dingin dari dunia manusia. Orang tidak saling bertikai, negara-negara tidak berperang satu sama lain, tidak ada lagi pembantaian dan darah yang mengalir dari pembantaian; semua tempat dipenuhi dengan kebahagiaan, dan di mana-mana penuh dengan kehangatan di antara manusia. Aku bergerak ke seluruh dunia, Aku menikmati semuanya dari atas takhta-Ku, Aku tinggal di antara bintang-bintang. Para malaikat memberikan lagu-lagu baru dan tarian baru kepada-Ku. Kerapuhan mereka tidak lagi menyebabkan air mata mengalir di wajah mereka. Aku tidak lagi mendengar di hadapan-Ku suara para malaikat menangis, dan tidak ada lagi orang yang mengeluh tentang kesusahan kepada-Ku. Hari ini, engkau semua hidup di hadapan-Ku; esok, engkau semua akan berada di kerajaan-Ku. Bukankah ini berkat terbesar yang Aku anugerahkan kepada manusia?"

Pertanyaan: Tuhan yang berinkarnasi di akhir zaman telah membuka Zaman Kerajaan dan mengakhiri zaman lama kekuasaan Iblis. Ini fakta. Namun, bagaimana pekerjaan penghakiman Kristus pada akhir zaman mengakhiri zaman kepercayaan umat manusia terhadap Tuhan yang samar, serta zaman kegelapan dari kekuasaan Iblis? Silakan bersekutu dengan kami.

Jawaban: Dalam pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, Dia telah mengungkapkan semua kebenaran tentang penyucian dan penyelamatan umat manusia. Dia juga telah membukakan kepada umat manusia semua misteri rencana pengelolaan-Nya, kehendak-Nya, pengaturan-Nya untuk tempat tujuan akhir umat manusia, dan sebagainya. Ini sepenuhnya telah menutup celah antara Tuhan dan manusia, yang memungkinkan umat manusia seolah-olah bertatap muka dengan Tuhan. Pekerjaan Tuhan yang Mahakuasa seperti itu benar- benar mengakhiri zaman manusia yang percaya kepada Tuhan yang samar, dan juga telah mengakhiri zaman kegelapan dan kejahatan Iblis yang berkuasa dan merusak umat manusia. Pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa sebenarnya adalah pekerjaan untuk mengakhiri sebuah zaman dan memulai sebuah zaman baru. Mari kita baca beberapa bagian dari firman-Nya.

Jawaban: Dalam pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, Dia telah mengungkapkan semua kebenaran tentang penyucian dan penyelamatan umat manusia. Dia juga telah membukakan kepada umat manusia semua misteri rencana pengelolaan-Nya, kehendak-Nya, pengaturan-Nya untuk tempat tujuan akhir umat manusia, dan sebagainya. Ini sepenuhnya telah menutup celah antara Tuhan dan manusia, yang memungkinkan umat manusia seolah-olah bertatap muka dengan Tuhan. Pekerjaan Tuhan yang Mahakuasa seperti itu benar- benar mengakhiri zaman manusia yang percaya kepada Tuhan yang samar, dan juga telah mengakhiri zaman kegelapan dan kejahatan Iblis yang berkuasa dan merusak umat manusia. Pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa sebenarnya adalah pekerjaan untuk mengakhiri sebuah zaman dan memulai sebuah zaman baru. Mari kita baca beberapa bagian dari firman-Nya.

Kami menyambut orang-orang yang berasal dari setiap bangsa dan negara yang mencari kebenaran dan mencari manifestasi Tuhan untuk diselidiki