Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pertanyaan 24: Engkau bersaksi bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan yang berinkarnasi, yang saat ini sedang melakukan pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman. Akan tetapi, para pendeta dan penatua agama berkata bahwa pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa sebenarnya adalah pekerjaan manusia, dan selain itu, banyak orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus juga berkata bahwa Kekristenan itu sendiri hanyalah kepercayaan kepada seorang manusia. Kami masih tidak dapat memahami apa sebenarnya perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia; jadi, mohon persekutukan hal ini dengan kami.

Jawaban:

Pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia tentu berbeda. Jika kita menyelidiki dengan cermat, kita semua akan bisa melihatnya. Misalnya, jika kita melihat perkataan dan pekerjaan Tuhan Yesus, lalu melihat perkataan dan pekerjaan rasul-rasul, kita bisa berkata bahwa perbedaannya terlalu jelas. Setiap kata yang diucapkan oleh Tuhan Yesus adalah kebenaran dan memiliki otoritas, serta bisa mengungkapkan banyak misteri. Semua ini tidak bisa dilakukan oleh manusia. Itulah sebabnya ada banyak sekali orang yang mengikut Tuhan Yesus, sedangkan pekerjaan rasul-rasul hanya bisa menyebarkan Injil, memberikan kesaksian tentang Tuhan, dan melayani gereja. Semua hasilnya sangat terbatas. Perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia sangat jelas. Lalu, mengapa kita tidak bisa memahami yang sebenarnya mengenai hal ini? Apa penyebabnya? Itu karena umat manusia yang rusak tidak mengenal Tuhan dan tidak memiliki kebenaran. Jadi, itu mengakibatkan kita tidak mengetahui perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia, dan dengan mudah menganggap pekerjaan inkarnasi Tuhan sebagai pekerjaan manusia, dan juga dengan mudah menganggap pekerjaan manusia yang kita kagumi, pekerjaan roh-roh jahat, pekerjaan Kristus-Kristus dan nabi-nabi palsu sebagai pekerjaan Tuhan yang harus diterima dan diikuti. Ini menyimpang dari jalan yang benar dan menentang Tuhan, juga dianggap mendewakan manusia, mengikuti dan menyembah Iblis. Itu adalah pelanggaran serius terhadap watak Tuhan dan akan dikutuk oleh-Nya. Orang-orang seperti ini akan kehilangan kesempatan untuk diselamatkan. Itulah sebabnya, pertanyaan ini sangat penting bagi penyelidikan orang-orang mengenai jalan yang benar dan mengenal pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Dari luar, pekerjaan inkarnasi Tuhan dan pekerjaan manusia yang dipakai oleh Tuhan sama-sama terlihat seperti manusia yang bekerja dan berbicara. Namun, ada perbedaan jauh antara esensi dan sifat pekerjaan mereka. Saat ini, Tuhan Yang Mahakuasa telah datang dan mengungkapkan semua kebenaran dan misteri, serta mengungkapkan perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia. Baru sekaranglah kita memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk membedakan pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia. Mari kita lihat firman Tuhan Yang Mahakuasa.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Pekerjaan Tuhan itu sendiri melibatkan pekerjaan semua umat manusia, dan pekerjaan itu juga merepresentasikan pekerjaan seluruh zaman. Artinya, pekerjaan Tuhan itu sendiri merepresentasikan gerakan dan kecenderungan dari semua pekerjaan Roh Kudus, sedangkan pekerjaan para rasul mengikuti pekerjaan Tuhan sendiri dan tidak memimpin zaman, dan juga pekerjaan itu tidak merepresentasikan kecenderungan kerja Roh Kudus di seluruh zaman. Mereka hanya melakukan pekerjaan yang harus dilakukan manusia, yang sama sekali tidak melibatkan pekerjaan pengelolaan. Pekerjaan Tuhan sendiri adalah proyek dalam pekerjaan pengelolaan. Pekerjaan manusia hanyalah tugas manusia yang digunakan dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan pengelolaan" ("Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi memulai era baru, dan mereka yang melanjutkan pekerjaan-Nya adalah orang-orang yang dipakai Tuhan. Pekerjaan yang dilakukan manusia semua berada dalam pelayanan Tuhan dalam daging, dan tak mampu melampaui lingkup ini. Jika Tuhan yang berinkarnasi tidak menjelma untuk melakukan pekerjaan-Nya, manusia tak dapat mengakhiri zaman lampau, dan tak bisa melayani di era yang baru. Pekerjaan yang dikerjakan manusia hanyalah dalam jangkauan tugasnya yang dimungkinkan secara manusiawi, dan tidak merepresentasikan pekerjaan Tuhan. Hanya Tuhan yang berinkarnasi yang dapat datang dan menuntaskan pekerjaan yang Dia lakukan, dan selain Dia, tak ada yang bisa melakukannya atas nama-Nya. Tentu saja, yang Aku katakan itu berkaitan dengan pekerjaan inkarnasi" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Ia yang merupakan inkarnasi Tuhan akan memiliki hakikat Tuhan, dan Ia yang merupakan inkarnasi Tuhan akan memiliki pengungkapan Tuhan. Karena Tuhan menjadi daging, Ia akan melaksanakan pekerjaan yang harus Ia lakukan, dan karena Tuhan menjadi daging, Ia akan mengungkapkan siapa Dia, dan akan dapat membawa kebenaran kepada manusia, menganugerahkan hidup kepada manusia, dan menunjukkan jalan kepada manusia. Daging yang tidak membawa hakikat Tuhan tentu bukan Tuhan yang berinkarnasi. Hal ini tidak diragukan lagi. ...

"... Firman Tuhan yang berinkarnasi memulai zaman yang baru, membimbing seluruh umat manusia, mengungkapkan misteri, dan mengarahkan manusia menuju zaman yang baru. Pencerahan yang diperoleh manusia hanyalah pengalaman atau pengetahuan semata. Pencerahan ini tidak dapat membimbing seluruh umat manusia menuju zaman baru atau mengungkapkan misteri Tuhan itu sendiri. Bagaimanapun juga, Tuhan tetaplah Tuhan dan manusia tetaplah manusia. Tuhan memiliki hakikat Tuhan dan manusia memiliki hakikat manusia" (Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).

"Tuhan yang berinkarnasi secara substantif berbeda dengan manusia yang dipakai oleh Tuhan. Tuhan yang berinkarnasi mampu melakukan pekerjaan ilahi, sementara orang-orang yang dipakai oleh Tuhan tidak. Di awal setiap zaman, Roh Tuhan berbicara secara pribadi untuk membuka era baru dan membawa manusia masuk ke awal yang baru. Ketika Dia sudah selesai berbicara, ini menandakan pekerjaan Tuhan dalam keilahian-Nya sudah selesai. Setelah itu, semua orang mengikuti pimpinan mereka yang dipakai oleh Tuhan untuk masuk ke dalam pengalaman hidup mereka" ("Perbedaan Mendasar Antara Tuhan yang Berinkarnasi dan Orang-Orang yang Dipakai oleh Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Apa yang Tuhan ungkapkan adalah siapa Tuhan itu sendiri itu, dan ini di luar jangkauan manusia, yaitu di luar jangkauan pemikiran manusia. Dia mengungkapkan pekerjaan-Nya memimpin semua umat manusia, dan ini tidak sesuai dengan rincian pengalaman manusia tetapi sebaliknya berkaitan dengan pengelolaan-Nya sendiri. Manusia mengungkapkan pengalamannya sementara Tuhan mengungkapkan keberadaan-Nya—keberadaan ini adalah watak-Nya yang melekat dan berada di luar jangkauan manusia. Pengalaman manusia adalah penglihatan dan pengetahuannya yang diperoleh berdasarkan pengungkapan Tuhan tentang keberadaan-Nya. Penglihatan dan pengetahuan ini disebut keberadaan manusia. Keduanya diungkapkan atas dasar watak manusia yang melekat dan kualitas yang sebenarnya. Karena itu, keduanya disebut juga keberadaan manusia. ... Firman yang diucapkan oleh daging Tuhan yang berinkarnasi adalah ungkapan langsung Roh dan mengungkapkan pekerjaan yang telah dilakukan oleh Roh. Daging itu belum mengalami atau melihatnya, tetapi tetap mengungkapkan keberadaan-Nya karena substansi daging adalah Roh, dan Dia mengungkapkan pekerjaan Roh" ("Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Pekerjaan yang dilakukan Tuhan tidak merepresentasikan pengalaman daging-Nya; pekerjaan yang dilakukan manusia merepresentasikan pengalaman manusia. Semua orang berbicara tentang pengalaman pribadinya. Tuhan dapat secara langsung mengungkapkan kebenaran, sedangkan manusia hanya dapat mengungkapkan pengalaman serupa setelah mengalami kebenaran. Pekerjaan Tuhan tidak memiliki aturan dan tidak tunduk pada batasan waktu atau wilayah. Dia dapat mengungkapkan siapa Dia kapan saja, di mana saja. Dia bekerja sesuai kehendak-Nya. Pekerjaan manusia memiliki syarat dan konteks; jika tidak, dia tidak dapat bekerja dan tidak dapat mengungkapkan pengetahuannya tentang Tuhan atau pengalamannya tentang kebenaran. Engkau hanya perlu membandingkan perbedaan di antara mereka untuk mengatakan apakah itu pekerjaan Tuhan sendiri atau pekerjaan manusia" ("Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Seandainya manusia melakukan pekerjaan ini, maka pekerjaan ini akan menjadi terlalu terbatas: pekerjaan ini dapat membawa manusia ke tempat tertentu, tetapi pekerjaan ini tidak akan dapat membawa manusia ke tempat tujuan yang abadi. Manusia tidak dapat memutuskan nasibnya, dan lebih dari itu, manusia juga tidak mampu memastikan prospek dan tempat tujuan masa depannya. Namun, pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan berbeda. Karena Dia menciptakan manusia, Dia menuntunnya. Karena Dia menyelamatkan manusia, Dia akan sepenuhnya menyelamatkannya, dan akan benar-benar mendapatkannya. Karena Dia memimpin manusia, Dia akan membawanya ke tempat tujuan yang tepat. Dan karena Dia menciptakan dan mengelola manusia, Dia pasti bertanggung jawab atas nasib dan prospek manusia. Inilah yang merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh Sang Pencipta" ("Memulihkan Kehidupan Normal Manusia dan Membawanya ke Tempat Tujuan yang Mengagumkan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Firman Tuhan Yang Mahakuasa telah menjelaskan perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia dengan sangat baik. Karena esensi dari inkarnasi Tuhan dan manusia yang dipakai oleh Tuhan berbeda, pekerjaan yang mereka lakukan juga sangat berbeda. Inkarnasi Tuhan terlihat seperti manusia biasa dan normal dari luar, tetapi Ialah Roh Tuhan yang diwujudkan dalam daging. Jadi, Ia memiliki substansi ilahi dan memiliki otoritas, kuasa, kemahakuasaan, dan hikmat Tuhan. Jadi, inkarnasi Tuhan bisa mengungkapkan kebenaran-kebenaran secara langsung dalam pekerjaan-Nya dan mengungkapkan watak Tuhan yang benar, semua yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan itu, bisa mengawali zaman yang baru dan mengakhiri zaman yang lama, serta bisa mengungkapkan semua misteri rencana pengelolaan Tuhan yang mengungkapkan kehendak dan tuntutan Tuhan atas manusia. Semua firman yang diungkapkan oleh inkarnasi Tuhan adalah kebenaran serta bisa menjadi hidup dan mengubah watak kehidupan manusia. Pekerjaan inkarnasi Tuhan bisa menaklukkan dan menahirkan manusia, menyelamatkan manusia dari pengaruh Iblis, lalu membawa umat manusia ke tempat tujuan yang indah. Efek dari pekerjaan seperti itu adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh siapa pun. Pekerjaan inkarnasi Tuhan adalah pekerjaan Tuhan sendiri, dan tidak bisa digantikan oleh siapa pun. Di sisi lain, esensi dari manusia yang dipakai oleh Tuhan adalah manusia. Mereka hanya memiliki kemanusiaan dan tidak memiliki esensi ilahi Kristus, sehingga mereka tidak bisa mengungkapkan kebenaran atau watak Tuhan, semua yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan itu. Mereka hanya bisa menyampaikan pengetahuan pribadi mereka tentang firman Tuhan berdasarkan perkataan dan pekerjaan Tuhan, atau menyampaikan pengalaman dan kesaksian mereka sendiri. Semua pengetahuan dan kesaksian mereka mewakili pengetahuan dan pandangan pribadi mereka terhadap firman Tuhan. Tidak peduli betapa tinggi pengetahuan atau betapa akuratnya perkataan mereka, apa yang mereka katakan tidak bisa menjadi kebenaran, apalagi dikatakan sebagai firman Tuhan, sehingga tidak bisa menjadi kehidupan manusia dan hanya bisa memberikan bantuan, layanan, dukungan, dan pendidikan bagi manusia, tidak bisa mencapai hasil menahirkan, menyelamatkan, dan menyempurnakan manusia. Jadi, manusia yang dipakai oleh Tuhan tidak bisa melakukan pekerjaan Tuhan sendiri dan hanya bisa menyelaraskan dengan Tuhan untuk memenuhi kewajiban seorang manusia.

Saat membahas perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia, kita bisa memberikan contoh nyata untuk memperjelasnya bagi semua orang. Di Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus mengkhotbahkan cara pertobatan, "Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat," mengungkapkan misteri-misteri kerajaan surga. Dan Ia sendiri disalibkan sebagai kurban penghapus dosa demi manusia, melakukan pekerjaan menebus umat manusia, membuat manusia mengaku dan bertobat, mengampuni dosa-dosa manusia, serta membebaskan mereka dari hukuman dan kutukan hukum Taurat, sehingga mereka berhak untuk datang ke hadapan Tuhan untuk berdoa dan berbicara dengan Tuhan, menikmati kebenaran dan kasih karunia-Nya yang besar, dan mengizinkan mereka melihat watak Tuhan yang penuh kasih dan rahmat. Pekerjaan Tuhan Yesus mengawali Zaman Kasih Karunia dan mengakhiri Zaman Hukum Taurat. Inilah bagian dari pekerjaan Tuhan untuk Zaman Kasih Karunia. Setelah Tuhan Yesus menyelesaikan pekerjaan-Nya, rasul-rasul-Nya memimpin umat pilihan Tuhan untuk mengalami dan melakukan firman Tuhan Yesus berdasarkan perkataan dan pekerjaan-Nya, menyebarkan kesaksian-kesaksian tentang keselamatan-Nya dan injil-Nya yang menebus umat manusia di seluruh bumi. Inilah pekerjaan rasul-rasul di Zaman Kasih Karunia sekaligus pekerjaan orang-orang yang dipakai oleh Tuhan. Ini memungkinkan kita untuk melihat bahwa ada perbedaan esensi antara pekerjaan Tuhan Yesus dan pekerjaan rasul-rasul. Inkarnasi Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman mengungkapkan semua kebenaran untuk menahirkan dan menyelamatkan umat manusia, mengungkapkan semua misteri rencana pengelolaan Tuhan selama 6.000 tahun, melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan, sepenuhnya menyelamatkan umat manusia dari kerusakan dan pengaruh Iblis, membuat manusia melihat watak Tuhan yang benar, megah, penuh kemurkaan, dan tak bisa disinggung, sehingga umat manusia yang rusak bisa terbebas dari dosa, mencapai penyucian, dan didapatkan oleh Tuhan. Pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa mengawali Zaman Kerajaan dan mengakhiri Zaman Kasih Karunia. Inilah pekerjaan Tuhan untuk Zaman Kerajaan. Pekerjaan manusia yang dipakai oleh Tuhan, berdasarkan pekerjaan dan firman Tuhan Yang Mahakuasa, menyirami dan menggembalakan umat pilihan Tuhan, memimpin mereka untuk memasuki kenyataan dari firman Tuhan dan jalan yang benar untuk memercayai Tuhan, lalu menyebarkan dan bersaksi tentang Injil Tuhan Yang Mahakuasa mengenai turunnya kerajaan. Inilah pekerjaan manusia yang dipakai oleh Tuhan di Zaman Kerajaan. Ini memungkinkan kita untuk melihat bahwa pekerjaan Tuhan saat dua kali Ia menjadi daging adalah pekerjaan yang mengawali dan mengakhiri zaman. Ini ditujukan kepada semua umat manusia dan merupakan tahap pekerjaan untuk menyelesaikan rencana pengelolaan Tuhan. Inilah persisnya pekerjaan menebus dan menyelamatkan umat manusia. Pekerjaan Tuhan saat Ia menjadi daging dua kali sepenuhnya membuktikan bahwa hanya Tuhan yang bisa mengungkapkan kebenaran dalam pekerjaan-Nya untuk menahirkan dan menyelamatkan umat manusia. Tak seorang pun bisa melakukan pekerjaan Tuhan. Hanya inkarnasi Tuhan yang bisa melakukan pekerjaan Tuhan. Jadi, saat Tuhan menjadi daging dua kali, Ia bersaksi bahwa hanya Kristuslah kebenaran, jalan, dan kehidupan. Selain Tuhan dalam daging, tak seorang pun bisa melakukan pekerjaan Tuhan sendiri. Mereka tidak bisa mengawali zaman yang baru, mengakhiri zaman yang lama, apalagi menyelamatkan umat manusia. Pekerjaan manusia yang dipakai oleh Tuhan hanya bisa menyelaraskan dengan pekerjaan Tuhan, untuk memimpin, menggembalakan umat pilihan Tuhan, dan memenuhi kewajiban manusia. Tidak peduli berapa tahun manusia telah bekerja, berapa banyak kata yang telah diucapkan, atau betapa hebatnya pekerjaan mereka jika dilihat dari luar, semua esensinya adalah pekerjaan manusia. Itu fakta. Itulah perbedaan utama antara pekerjaan Tuhan dalam daging dan pekerjaan manusia yang dipakai oleh Tuhan.

Firman Tuhan Yang Mahakuasa telah membuat kita menyadari perbedaan hakiki antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia. Baru sekarang kita mengetahui bahwa saat inkarnasi Tuhan bekerja, Ia bisa mengungkapkan kebenaran, mengungkapkan watak Tuhan, serta semua yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan itu. Jika kita menerima dan mengalami pekerjaan Tuhan, kita akan bisa memahami kebenaran dan memahami watak Tuhan yang kudus dan benar, esensi Tuhan, tujuan Tuhan menyelamatkan umat manusia, cara Tuhan menyelamatkan umat manusia, dan kasih Tuhan untuk umat manusia lebih dan lebih lagi. Pada saat yang sama, kita juga akan memahami esensi, sifat, dan kebenaran dari diri kita yang dirusak oleh Iblis. Dengan begitu, watak kita yang rusak bisa mengalami penyucian dan perubahan, dan kita bisa mendapatkan rasa takut dan kepatuhan yang sejati kepada Tuhan, serta beroleh keselamatan Tuhan. Namun, pekerjaan manusia dan pekerjaan Tuhan sangat berbeda karena manusia tidak bisa mengungkapkan kebenaran dan hanya bisa mendiskusikan pengalaman dan pengetahuan pribadi mereka tentang firman Tuhan. Meskipun sesuai dengan kebenaran, pengalaman dan pengetahuan itu hanya bisa membimbing, menggembalakan, mendukung, dan membantu umat pilihan Tuhan. Ini menunjukkan bahwa jika mereka adalah orang yang diperkenan oleh Tuhan, pekerjaan yang mereka lakukan hanyalah menyelaraskan dengan pekerjaan Tuhan dan memenuhi kewajiban manusia. Jika mereka bukanlah orang yang dipakai oleh Tuhan, seseorang tanpa pekerjaan Roh Kudus, mereka adalah orang yang mengagung-agungkan bakat, talenta, dan ketenaran manusia. Bahkan, saat menjelaskan Alkitab, mereka mengagung-agungkan perkataan manusia dalam Alkitab, menjadikan firman Tuhan tidak relevan, dan menggantikan firman Tuhan. Pekerjaan orang-orang seperti itu adalah pekerjaan orang-orang Farisi dan pekerjaan yang menentang Tuhan. Pekerjaan manusia umumnya tergolong ke dalam dua situasi yang berbeda ini. Bagaimanapun juga, perbedaan terbesar antara pekerjaan manusia dan pekerjaan Tuhan adalah ini: jika itu hanyalah pekerjaan manusia, pekerjaan itu tidak bisa mencapai hasil menahirkan dan menyelamatkan manusia, sedangkan pekerjaan Tuhan bisa mengungkapkan kebenaran serta menyucikan dan menyelamatkan manusia. Itu adalah fakta. Hal utama yang kita bicarakan di sini adalah perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia yang dipakai oleh Tuhan. Pekerjaan para pemimpin agama yang tidak dipakai oleh Tuhan adalah masalah lain.

Pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia memiliki perbedaan-perbedaan yang begitu jelas. Lalu, mengapa kita masih menyembah dan mengikuti manusia sekaligus memercayai Tuhan? Mengapa masih ada banyak orang yang menganggap pekerjaan orang-orang yang mereka sembah, seperti tokoh-tokoh spiritual dan para pemimpin agama terkenal sebagai pekerjaan Tuhan? Mengapa ada orang-orang yang bahkan menganggap tipuan Kristus-Kristus palsu dan roh-roh jahat sebagai pekerjaan Tuhan? Itu karena kita tidak memiliki kebenaran dan tidak bisa membedakan pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia. Kita tidak tahu esensi dari inkarnasi Tuhan dan manusia. Kita tidak tahu cara membedakan apa itu kebenaran dan apa yang sesuai dengan kebenaran. Kita tidak bisa membedakan suara Tuhan dan perkataan manusia, dan kita telah dirusak oleh Iblis serta kita semua menyembah pengetahuan dan bakat. Jadi, sangat mudah menganggap pengetahuan alkitabiah, doktrin-doktrin agama, dan teori-teori teologi yang berasal dari manusia sebagai kebenaran. Kita yang menerima hal-hal ini, yang tidak sesuai dengan kebenaran dan berasal dari manusia, mungkin bisa memperluas pengetahuan kita. Namun, hal-hal itu tidak memberikan bekal apa pun untuk kehidupan kita, apalagi mencapai efek mengenal dan takut akan Tuhan. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan. Jadi, tidak peduli betapa banyak pekerjaan yang dilakukan manusia, berapa banyak kata yang diucapkan manusia, berapa lama manusia bekerja, atau betapa hebatnya pekerjaan mereka, pekerjaan itu tidak bisa mencapai hasil menahirkan dan menyelamatkan manusia. Kehidupan manusia tidak akan berubah. Ini memperlihatkan bahwa pekerjaan manusia tak akan pernah bisa menggantikan pekerjaan Tuhan. Hanya pekerjaan Tuhanlah yang bisa menyelamatkan manusia. Bagaimanapun singkatnya periode pekerjaan Tuhan dan betapa terbatasnya firman yang Ia ucapkan, itu masih bisa mengawali dan mengakhiri zaman, serta mencapai hasil menebus dan menyelamatkan umat manusia. Inilah perbedaan yang jelas antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia. Hanya saat kita memahami perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia, kita tidak akan menyembah dan mengikuti manusia begitu saja serta bisa membedakan dan menolak tipuan dan kendali Kristus-Kristus palsu dan antikristus. Dengan cara ini, kita akan bisa menerima dan menaati pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman dan mendapatkan penghakiman dan penyucian Tuhan untuk beroleh keselamatan Tuhan. Jika manusia tidak bisa membedakan pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia, kita tidak akan bisa terbebas dari tipuan dan kendali Kristus-Kristus palsu dan antikristus. Dengan cara ini, kita hanya memercayai Tuhan di permukaan, tetapi sebenarnya memercayai, mengikuti, dan menyembah manusia. Kita menyembah berhala. Ini menentang dan mengkhianati Tuhan. Jika kita masih menolak untuk menyadari kesalahan dalam jalan kita, pada akhirnya kita akan dikutuk dan disingkirkan oleh Tuhan karena menyinggung watak-Nya.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Jika kita tak dapat membedakan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia, atau antara manusia yang dipakai Tuhan dan orang Farisi yang munafik, kita akan cenderung menyembah dan mengikuti manusia dan menyimpang dari jalan yang benar! Ini akan sama seperti ketika Tuhan Yesus datang untuk melakukan pekerjaan-Nya, dan umat pilihan Tuhan dalam Yudaisme semua mengikuti orang Farisi yang munafik, meninggalkan Dia. Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan penghakiman. Dalam dunia keagamaan, para pendeta dan pemimpin, orang Farisi modern, menipu, mengendalikan, dan mengekang begitu banyak orang, memimpin mereka untuk meninggalkan Kristus di akhir zaman. Ini adalah pelajaran berat yang harus kita pahami. Untuk mengikuti Tuhan, kita harus dapat membedakan esensi para pemimpin agama. Artinya, mereka tak lain adalah orang Farisi yang munafik. Mereka bekerja melalui bakat dan talenta mereka, menafsirkan Alkitab sesuai dengan gagasan, imajinasi, dan penalaran logika mereka sendiri. Hal yang sesungguhnya mereka khotbahkan adalah teori teologi dan studi alkitabiah. Mereka hanya peduli tentang menafsirkan dan mengkhotbahkan perkataan manusia dalam Alkitab, bukannya meninggikan dan memberikan kesaksian akan firman Tuhan. Mereka menggunakan perkataan manusia untuk mengganti firman Tuhan Yesus, membuat Tuhan hanya menjadi pemimpin boneka. Pekerjaan ini sepenuhnya bertentangan dengan kehendak Tuhan. Inti dari perlawanan orang Farisi terhadap Tuhan ada di sini. Umat beragama tertipu oleh kepemimpinan orang Farisi, dan mengekor begitu saja. Mereka percaya Tuhan sekian tahun, tetapi tak pernah menerima makanan kebenaran atau hidup. Paling-paling, mereka hanya bisa berharap untuk mendapatkan pengetahuan tentang Alkitab dan teori teologi. Mereka tumbuh semakin congkak, merasa benar, dan memiliki watak merendahkan, dan tak memiliki penghormatan kepada Tuhan sedikit pun. Secara bertahap, Tuhan kehilangan kedudukan-Nya di hati mereka, dan tanpa sepengetahuan mereka, mereka berjalan di jalan orang Farisi yang bertentangan dengan Tuhan. Khususnya, ada banyak pemimpin dan tokoh agama yang menyimpangkan Alkitab dari konteks dan salah menafsirkannya, menyebarkan ajaran sesat dan kesalahan berpikir yang sesuai dengan gagasan dan imajinasi manusia serta memuaskan ambisi dan keinginan mereka untuk menipu, memenjarakan, dan memanipulasi mereka. Banyak orang memperlakukan kesesatan dan pikiran keliru seolah itu adalah firman Tuhan, kebenaran. Mereka dibawa ke jalan yang salah. Para pemimpin agama ini dan mereka yang disebut orang terkenal adalah persis seperti antikristus yang Tuhan paparkan melalui pekerjaan penghakiman-Nya di akhir zaman. Fakta-fakta ini cukup untuk membuktikan bahwa pekerjaan mereka yang disebut pemimpin agama dan tokoh rohani ini bukan berasal dari pekerjaan Roh Kudus. Sebaliknya, mereka hanyalah orang Farisi dan antikristus yang menipu dan merugikan kita. Mereka semua menentang Tuhan dan mengkhianati-Nya. Merekalah yang memaku Tuhan di kayu salib sekali lagi, dan Tuhan mengutuk mereka!

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Ada tiga perbedaan utama antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia. Perbedaan pertama adalah bahwa pekerjaan Tuhan meliputi memulai zaman dan mengakhiri zaman. Jadi, pekerjaan-Nya ditujukan kepada seluruh umat manusia. Pekerjaan itu tidak hanya menargetkan satu negara, satu ras masyarakat atau sekelompok orang tertentu. Pekerjaan itu untuk seluruh umat manusia. Semua pekerjaan Tuhan pasti memengaruhi seluruh umat manusia. Di sinilah letak perbedaan terbesar antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia. Selama Zaman Kasih Karunia, Tuhan berinkarnasi sebagai Tuhan Yesus dan melakukan tahap pekerjaan penebusan umat manusia. Setelah Tuhan Yesus dipakukan di kayu salib, menggenapi pekerjaan penebusan, Roh Kudus mulai membimbing umat pilihan Tuhan untuk memberikan kesaksian tentang Tuhan Yesus dan pada akhirnya menyebarluaskan pekerjaan-Nya ke seluruh umat manusia. Dengan demikian, Injil penebusan Tuhan Yesus tersebar ke seluruh penjuru bumi—ini membuktikan bahwa ini adalah pekerjaan Tuhan. Jika ini adalah pekerjaan manusia, Injil pasti tidak akan menyebar ke seluruh penjuru bumi. Dua ribu tahun memisahkan Zaman Kasih Karunia dan Zaman Kerajaan. Selama dua ribu tahun itu, tidak terlihat ada orang yang mampu melakukan pekerjaan memulai zaman yang baru. Selain itu, tidak ada seorang pun yang mampu melakukan pekerjaan khusus apa pun yang mampu menyebar ke seluruh bangsa di dunia. Tidak ada contoh seperti ini sampai Tuhan menjadi manusia di akhir zaman untuk melakukan pekerjaan penghakiman dan hajaran. Tahap percobaan pekerjaan Tuhan telah berhasil di Tiongkok—proyek besar Tuhan telah selesai, dan pekerjaan-Nya mulai meluas ke seluruh penjuru dunia. Dengan cara ini kita dapat lebih jauh menegaskan bahwa semua pekerjaan Tuhan ditujukan kepada seluruh umat manusia. Tuhan memulai pekerjaan percobaan-Nya di suatu negara, dan setelah pekerjaan itu berhasil diselesaikan, pekerjaan Tuhan mulai meluas dan menjangkau semua umat manusia. Inilah perbedaan terbesar antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia. ...

Perbedaan kedua antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia adalah bahwa pekerjaan Tuhan mengungkapkan siapa Tuhan itu. Pekerjaan itu sepenuhnya merepresentasikan watak Tuhan. Segala sesuatu yang diungkapkan oleh Tuhan adalah kebenaran, jalan, dan hidup. Semua orang yang mengalami pekerjaan Tuhan mengakui kebenaran, kekudusan, kemahakuasaan, hikmat, dan kehebatan Tuhan serta betapa tak terselaminya Tuhan itu. Apa yang diungkapkan oleh pekerjaan manusia adalah pengalaman dan pemahaman manusia—pekerjaan manusia merepresentasikan kemanusiaan dari manusia tersebut. Seberapa pun banyaknya pekerjaan yang dilakukan manusia atau sehebat apa pun pekerjaan itu, tidak satu pun dapat menjadi kebenaran sama sekali. Pekerjaan manusia hanya dapat menjadi pemahaman atau pengalaman manusia akan kebenaran—sama sekali tidak bisa dikatakan bahwa pekerjaan itu sepenuhnya merupakan kebenaran atau bahwa pekerjaan itu merepresentasikan kebenaran. ...

Aspek ketiga dari perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia adalah bahwa pekerjaan Tuhan memiliki kuasa untuk menaklukkan manusia, untuk mengubah manusia, untuk mengubah watak mereka, dan membebaskan mereka dari pengaruh Iblis. Seberapa pun banyaknya pengalaman dan pemahaman seseorang tentang firman Tuhan, pekerjaannya tidak dapat menyelamatkan manusia. Selain itu, pekerjaan manusia tidak dapat mengubah watak orang lain. Ini karena firman Tuhan adalah kebenaran dan hanya kebenaran yang dapat menjadi kehidupan seseorang. Perkataan manusia paling-paling hanyalah suatu pemahaman yang sesuai dengan kebenaran. Perkataan itu hanya dapat membantu untuk sementara dan meningkatkan kerohanian orang lain, tetapi perkataan itu tidak dapat menjadi kehidupan seseorang. Itulah sebabnya pekerjaan Tuhan mampu menyelamatkan manusia, dan pekerjaan manusia tidak mampu memberikan keselamatan bagi orang lain. Pekerjaan Tuhan dapat mengubah watak manusia, sedangkan pekerjaan manusia tidak mampu mengubah watak siapa pun. Semua orang yang berpengalaman dapat melihat ini dengan jelas. Pada dasarnya, seberapa pun banyaknya pekerjaan Roh Kudus yang dialami seseorang, walaupun dia telah bekerja di antara orang-orang selama beberapa tahun, pekerjaannya tidak dapat mencapai perubahan dalam watak mereka. Pekerjaan itu tidak mampu membantu mereka mencapai keselamatan yang sempurna dan sejati. Ini pasti. Hanya pekerjaan Tuhan yang dapat melakukan ini. Jika manusia berhasil dalam pengalamannya dan dalam pengejarannya akan kebenaran, dia akan dapat menerima pekerjaan Roh Kudus dan dia akan mencapai perubahan dalam watak hidupnya. Dia akan mencapai pemahaman yang sejati tentang esensi dirinya sendiri yang rusak. Pada akhirnya, dia akan dapat membebaskan dirinya dari pengaruh Iblis dan mendapatkan keselamatan dari Tuhan. Inilah perbedaan terbesar antara pekerjaan manusia dan pekerjaan Tuhan.

Dikutip dari "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk ke Dalam Kehidupan"

Perbedaan terbesar antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia terletak pada fakta bahwa Tuhan mampu memulai dan mengakhiri zaman. Hanya Tuhan sendiri yang dapat melakukan pekerjaan tersebut; manusia tidak dapat melakukannya. Mengapa? Itu karena manusia tidak memiliki kebenaran, dan mereka bukanlah kebenaran; hanya Tuhan adalah kebenaran. Seberapa pun selarasnya kata-kata manusia dengan kebenaran, seberapa pun muluknya khotbah mereka, atau seberapa pun banyaknya yang mereka pahami, itu hanyalah sedikit pengalaman dan pengetahuan akan firman Tuhan dan kebenaran, dan hanyalah sesuatu yang terbatas yang telah mereka peroleh dengan menjalani pekerjaan Tuhan. Hal itu bukanlah kebenaran yang akurat. Oleh karena itu, tidak peduli sebanyak apa pun kebenaran yang dipahami seseorang, ia tidak dapat melakukan pekerjaan memulai dan mengakhiri zaman. Hal ini ditentukan oleh esensi manusia. ...

Segala sesuatu yang dimiliki manusia dan siapa manusia itu dan kemanusiaannya, tidak peduli betapa luhur atau baiknya hal-hal itu, adalah sesuatu yang terbatas yang harus dimiliki di dalam kemanusiaan yang normal; hal ini sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan apa yang dimiliki oleh Tuhan dan siapa Tuhan itu, atau dengan kenyataan kebenaran yang dinyatakan oleh Tuhan. Perbedaannya seperti langit dan bumi; oleh karena itu, manusia tidak dapat melakukan pekerjaan Tuhan. ... Terlepas dari betapa besar pekerjaan yang engkau lakukan, berapa tahun engkau bekerja, berapa lama engkau telah bekerja melebihi Tuhan yang berinkarnasi, atau berapa banyak kata-kata yang telah engkau ucapkan lebih dari Dia, apa yang engkau ungkapkan tidak lebih dari apa yang manusia miliki dan siapa manusia itu. Itu hanyalah sebagian kecil dari pengalaman manusia dan pengetahuan akan firman dan kebenaran Tuhan. Itu tidaklah dapat menjadi hidup seseorang yang sesungguhnya. Jadi tidak peduli berapa banyak khotbah yang disampaikan seseorang, tidak peduli betapa dalam khotbahnya menurut pendapat orang, dan betapa banyak pekerjaan yang mereka lakukan, tidak ada satu pun yang mereka nyatakan yang memiliki kebenaran, dan itu bukanlah pergungkapan kebenaran yang paling akurat, terlebih lagi, itu tidak dapat memimpin seluruh umat manusia untuk maju. Bahkan jika kata-kata seseorang mengandung pencerahan dan penerangan Roh Kudus, kata-kata itu hanya dapat membawa sedikit kemajuan rohani dan pemeliharaan. Satu-satunya yang mereka bisa lakukan adalah memberikan sedikit bantuan bagi orang untuk jangka waktu tertentu, tidak lebih. Inilah yang dapat diperoleh melalui pekerjaan manusia. Jadi mengapa pekerjaan manusia tidak dapat memperoleh hasil-hasil yang sama seperti pekerjaan Tuhan? Ini karena esensi manusia bukanlah kebenaran; esensi manusia semata-mata memiliki beberapa hal yang dimiliki oleh manusia normal dan apa itu manusia. Esensi tersebut begitu jauh dari apa yang dimiliki oleh Tuhan dan siapa Tuhan itu, begitu jauh dari kebenaran yang Tuhan nyatakan. Dengan kata lain, jika manusia menjauh dari pekerjaan Tuhan dan Roh Kudus berhenti bekerja, pekerjaan manusia semakin lama semakin tidak menguntungkan bagi orang lain dan orang-orang secara bertahap tidak akan memiliki jalan. Hanya ada sedikit hasil akhir yang terlihat sehingga hanya pekerjaan Tuhan yang dapat berujung pada pencapaian, sedangkan pekerjaan manusia tidak akan pernah bisa. Apa pun yang dilakukan manusia tidak akan dapat mengubah watak hidup orang-orang; apa pun yang manusia lakukan tidak dapat memungkinkan orang untuk benar-benar mengenal Tuhan atau disucikan. Ini mutlak. Beberapa orang berkata, "Itu karena waktu mereka untuk bekerja tidaklah sepanjang itu." Itu sama sekali tidak benar. Bahkan jangka waktu yang lama tidak akan cukup. Dapatkah pekerjaan manusia memungkinkan mereka mencapai pengetahuan akan Tuhan? Tidak peduli berapa tahun pun engkau memimpin orang lain, engkau tidak dapat membimbing mereka kepada pengetahuan akan Tuhan. Mari kita pertimbangkan beberapa contoh. Dapatkah pekerjaan Paulus memungkinkan orang untuk mengenal Tuhan? Dapatkah semua surat para rasul di dalam Perjanjian Baru memungkinkan orang-orang untuk mengenal Tuhan? Apakah pekerjaan begitu banyak nabi dan hamba Tuhan di masa Perjanjian Lama memungkinkan orang-orang untuk mengenal Tuhan? Tidak satu pun di antaranya yang bisa. Hasil yang dapat dicapai melalui pekerjaan manusia sangatlah terbatas; satu-satunya yang bisa mereka lakukan adalah menjunjung jangka waktu pekerjaan Tuhan. ... Pekerjaan manusia tidak dapat membantu manusia mengenal Tuhan, pekerjaan manusia tidak dapat mengubah watak manusia, dan pekerjaan manusia tidak dapat membantu mereka mencapai penyucian. Ini adalah buktinya. Bagaimana dengan pekerjaan Tuhan selama akhir zaman? Ada semakin banyak kesaksian dari umat pilihan Tuhan yang menjalani pekerjaan Tuhan. Begitu banyak orang telah ditaklukkan dan telah mengesampingkan segala sesuatu untuk mengikuti Tuhan, begitu banyak orang telah memberikan kesaksian yang lantang, dan begitu banyak orang telah menulis artikel yang berisi kesaksian mengenai pengalaman pribadi mereka; ada banyak jenis kesaksian. Beberapa orang yang telah mengalami pekerjaan Tuhan selama delapan atau sepuluh tahun memiliki kesaksian yang begitu indah; beberapa orang memiliki kesaksian yang indah hanya setelah tiga hingga lima tahun. Jika orang-orang ini yang telah memperoleh sedikit kesaksian memiliki sepuluh atau dua puluh tahun lebih banyak pengalaman, akan seperti apakah kesaksian itu? Bukankah kesaksian itu akan lebih lantang dan mulia? Apakah ini yang dicapai melalui pekerjaan Tuhan? Itulah hasil satu dekade pekerjaan Tuhan yang mengungguli hasil pekerjaan manusia selama satu abad atau satu milenia. Apa yang digambarkan oleh hal ini? Yaitu bahwa hanya pekerjaan Tuhanlah yang bisa mencapai keselamatan, perubahan, dan penyempurnaan manusia, sementara manusia tidak dapat mencapai hasil-hasil seperti itu, tidak peduli betapa lama mereka bekerja. Apa yang pada akhirnya dapat dihasilkan oleh pekerjaan manusia? Hanya menjadikan orang lain mengagumi, menyokong, dan berusaha menandingi dirinya. Paling-paling orang-orang dapat berperilaku lebih baik, itu saja; perubahan terhadap watak hidup mereka tidak dapat dicapai, sikap ketundukan kepada Tuhan dan pengetahuan akan Tuhan tidak dapat dicapai, rasa takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan tidak dapat dicapai, dan melihat Tuhan melalui kesucian sejati tidak dapat dicapai. Tidak ada hasil yang dicapai dalam satu pun aspek penting ini.

Salah satu aspek pekerjaan Tuhan adalah bahwa melaluinya, kita dapat menemukan apa yang Tuhan miliki dan siapa Tuhan itu, melihat watak Tuhan, dan dapat mengetahui hikmat dan kemahakuasaan-Nya. Ini adalah sesuatu yang dapat dicapai secara langsung melalui firman Tuhan. Aspek lainnya adalah bahwa firman Tuhan dapat menjadi hidup manusia. Ketika kita memiliki pengalaman dan pemahaman yang sejati mengenai firman Tuhan, hati yang menghormati Tuhan akan berkembang di dalam diri kita dan kita selanjutnya akan dapat terus menyerap air kehidupan firman-Nya yang menghidupi kita, dan ketika firman itu mulai berakar di dalam kita, kita akan dapat hidup sebagai kesaksian yang Tuhan minta dari kita di setiap waktu, yaitu agar firman-Nya benar-benar menjadi hidup kita. Firman Tuhan adalah mata air kehidupan kita yang tak kunjung habis dan tak terbatas. Dan bagaimana mengenai pekerjaan manusia? Tidak peduli sebenar apa pun kata-kata seseorang atau betapa sesuainya dengan kebenaran, kata-kata tersebut tidak dapat berfungsi sebagai hidup itu sendiri bagi orang lain, melainkan hanya menyediakan bantuan dan kemajuan rohani sementara. Sekarang engkau dapat memahaminya, bukan? Bukankah ini perbedaan antara pekerjaan manusia dan pekerjaan Tuhan? Maksudnya adalah, apa yang manusia nyatakan adalah dirinya yang sebenarnya, tetapi apa yang Tuhan nyatakan adalah seluruh diri-Nya. Satu-satunya yang dapat manusia lakukan adalah memberikan sedikit manfaat dan kemajuan rohani bagi orang lain, sementara apa yang Tuhan berikan bagi manusia adalah pemeliharaan hidup yang kekal—perbedaannya demikian kentara. Jika kita meninggalkan manusia, kita masih dapat lanjut; tanpa firman Tuhan, kita akan kehilangan sumber air kehidupan. Oleh karena itu, Tuhan berfirman, "Kristus adalah kebenaran, jalan, dan hidup." Firman Tuhan adalah harta kita, sumber hidup kita, dan sangat diperlukan oleh semua orang. Dengan firman Tuhan, kita memiliki arah dalam hidup kita, kita memiliki sasaran hidup, serta makanan kehidupan dan prinsip-prinsip untuk hidup.

Dikutip dari "Persekutuan dari Atas"

Sebelumnya:Pertanyaan 23: Tuhan Yesus berkata: "Tetapi barangsiapa minum dari air yang Kuberikan kepadanya tidak akan pernah haus lagi; tetapi air yang akan Kuberikan kepadanya itu akan menjadi sumur mata air di dalam dirinya, yang memancar terus hingga kehidupan yang kekal" (Yohanes 4:14). Kebanyakan orang mengira bahwa Tuhan Yesus telah memberikan kita jalan hidup yang kekal, tetapi aku telah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa ini: "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal." Apa maksud dari semua ini? Mengapa dikatakan bahwa hanya Kristus pada akhir zaman yang dapat memberi kepada manusia jalan hidup yang kekal?

Selanjutnya:Pertanyaan 25: Engkau bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali sebagai Tuhan Yang Mahakuasa, bahwa Ia menyatakan seluruh kebenaran yang akan memungkinkan orang untuk memperoleh penyucian dan diselamatkan, bahwa Ia saat ini sedang melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan, tetapi kami tidak berani menerima hal ini. Ini karena para pendeta dan penatua agama seringkali mengajarkan kepada kami bahwa semua firman dan pekerjaan Tuhan dicatat di dalam Alkitab dan tidak mungkin ada firman atau pekerjaan Tuhan lainnya di luar Alkitab, dan bahwa semua yang melawan atau yang berada di luar Alkitab adalah bidah. Kami tidak mengerti masalah ini; jadi, tolong jelaskan kepada kami.

MediaTerkait