Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

VIII. Perbedaan Antara Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia

4. Orang yang percaya kepada Tuhan harus dapat membedakan gembala palsu dan antikristus untuk mengesampingkan agama dan kembali kepada Tuhan

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Demikianlah firman Tuhan Yahweh kepada para gembala itu; Celakalah para gembala Israel yang memberi makan diri mereka sendiri! Bukankah para gembala harus memberi makan kawanan domba itu? Engkau memakan lemaknya, dan engkau mengenakan pakaian bulu domba pada dirimu sendiri, engkau menyembelih yang gemuk: tetapi engkau tidak memberi makan kawanan domba itu. Yang sakit tidak engkau kuatkan, yang berpenyakit juga tidak engkau sembuhkan, yang luka tidak engkau balut, yang tercerai-berai tidak engkau bawa pulang, yang terhilang tidak engkau cari; melainkan dengan kekerasan dan kekejaman, engkau memerintah atas mereka" (Yehezkiel 34:2-4).

"Berhati-hatilah terhadap nabi-nabi palsu, yang datang kepada engkau sekalian dengan berbulu domba, tetapi di dalamnya mereka adalah serigala yang buas" (Matius 7:15).

"Mereka adalah orang buta yang memimpin orang buta. Dan jika orang buta memimpin orang buta, keduanya akan terperosok ke dalam parit" (Matius 15:14).

"Karena banyak penyesat masuk ke dalam dunia, yang tidak mengaku bahwa Yesus Kristus datang dalam daging. Ini adalah penipu dan antikristus" (2 Yohanes 1:7).

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan pekerja yang tidak memenuhi syarat tidak memadai; pekerjaannya sia-sia. Dia hanya dapat menjelaskan aturan kepada manusia; apa yang dia tuntut dari manusia tidak bervariasi menurut orangnya; dia tidak bekerja sesuai dengan kebutuhan manusia yang sebenarnya. Dalam pekerjaan seperti ini, terlalu banyak aturan dan terlalu banyak doktrin, dan pekerjaan ini tidak dapat membuat manusia memasuki kenyataan atau penerapan pertumbuhan yang normal dalam kehidupan. Pekerjaan ini hanya membuat manusia dapat hidup dengan beberapa aturan yang tidak berguna. Panduan seperti ini hanya dapat menyesatkan manusia. Dia menuntunmu agar menjadi seperti dia; dia dapat membuatmu memiliki apa yang dia miliki dan seperti siapa dia. Agar pengikut dapat mengetahui apakah pemimpin memenuhi syarat atau tidak, kuncinya adalah melihat jalan yang mereka tuju dan hasil pekerjaan mereka, dan melihat apakah pengikut menerima prinsipnya sesuai dengan kebenaran, dan apakah mereka menerima cara pengamalan yang cocok bagi mereka agar berubah. Engkau harus membedakan pekerjaan yang berbeda dari jenis orang yang berbeda; engkau tidak boleh menjadi pengikut yang bodoh. Ini memengaruhi masalah proses masukmu. Jika engkau tidak dapat membedakan kepemimpinan orang mana yang memiliki jalan dan mana yang tidak, engkau akan mudah ditipu. Semua ini berpengaruh langsung pada kehidupanmu sendiri.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan dalam pikiran manusia terlalu mudah dicapai oleh manusia. Pendeta dan pemimpin di kalangan keagamaan, misalnya, bergantung pada kemampuan dan kedudukan mereka untuk melakukan pekerjaan mereka. Orang yang mengikuti mereka dalam waktu yang lama akan tertular oleh bakat mereka dan dipengaruhi oleh sebagian dari siapa mereka. Mereka berfokus pada bakat, kemampuan, dan pengetahuan manusia, dan mereka memperhatikan beberapa hal supernatural dan banyak doktrin mendalam yang sangat tidak realistis (tentu saja, doktrin mendalam ini tidak dapat dicapai). Mereka tidak berfokus pada perubahan pada watak manusia, tetapi mereka berfokus pada pelatihan kemampuan berkhotbah dan bekerja manusia, meningkatkan pengetahuan manusia dan berbagai doktrin keagamaan. Mereka tidak berfokus pada sejauh mana watak manusia berubah atau sejauh mana manusia memahami kebenaran. Mereka tidak memperhatikan hakikat manusia, apalagi berusaha mengetahui keadaan normal dan abnormal manusia. Mereka tidak menentang gagasan manusia atau mengungkapkan gagasan mereka, apalagi memperbaiki kekurangan atau kerusakan mereka. Sebagian besar orang yang mengikuti mereka melayani dengan bakat alami mereka, dan apa yang mereka ungkapkan adalah pengetahuan dan kebenaran agama yang samar, yang tidak berhubungan dengan kenyataan dan benar-benar tidak dapat memberikan kehidupan kepada manusia. Kenyataannya, substansi dari pekerjaan mereka adalah mengasuh bakat, membimbing orang yang tidak memiliki apa-apa menjadi lulusan seminari berbakat yang kemudian bekerja dan memimpin.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Banyak orang di belakang-Ku mendambakan berkat berupa status, mereka melahap makanan sendirian, mereka suka tidur dan memberi perhatian kepada daging, selalu takut bahwa tidak ada jalan keluar dari daging. Mereka tidak melakukan fungsi normal mereka di gereja, dan makan gratis, atau menegur saudara-saudari mereka dengan menggunakan firman-Ku, mereka berdiri tinggi di atas dan memerintah orang lain. Orang-orang ini terus berkata bahwa mereka sedang melakukan kehendak Tuhan, mereka selalu berkata bahwa mereka adalah sahabat karib Tuhan—bukankah ini absurd? Jika engkau memiliki motivasi yang benar, tetapi tidak mampu melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, maka engkau bersikap bodoh; tetapi jika motivasimu tidak benar, dan engkau tetap berkata bahwa engkau melayani Tuhan, maka engkau adalah orang yang menentang Tuhan, dan engkau patut dihukum oleh Tuhan! Aku tidak punya simpati terhadap orang semacam itu! Di rumah Tuhan, mereka makan gratis, dan selalu mendambakan kenyamanan daging, dan tidak mempertimbangkan kepentingan Tuhan; mereka selalu mencari apa yang baik untuk mereka, mereka tidak menghiraukan kehendak Tuhan, semua yang mereka lakukan tidak dipandang oleh Roh Tuhan, mereka selalu bermanuver dan berkomplot melawan saudara-saudari mereka dan bermuka dua, seperti rubah di kebun anggur, selalu mencuri anggur dan menginjak-injak kebun anggur. Mungkinkah orang seperti itu sahabat karib Tuhan? Apakah engkau pantas menerima berkat Tuhan? Engkau tidak bertanggung jawab atas hidupmu dan gereja, apakah engkau pantas menerima amanat Tuhan? Siapa berani memercayai seseorang sepertimu? Jika engkau melayani seperti ini, mungkinkah Tuhan berani memercayakan kepadamu tugas yang lebih besar? Bukankah engkau menghambat segala hal?

Dikutip dari "Bagaimana Melayani Selaras Dengan Kehendak Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Engkau melayani Tuhan dengan karakter alamimu, dan menurut kesukaanmu sendiri; selain itu, engkau terus berpikir bahwa Tuhan senang dengan apa pun yang ingin engkau lakukan, dan membenci apa pun yang tidak ingin engkau lakukan, dan engkau dituntun sepenuhnya oleh kesenanganmu sendiri dalam pekerjaanmu. Dapatkah ini disebut melayani Tuhan? Pada akhirnya, watak hidupmu tidak akan berubah sedikit pun; sebaliknya, engkau akan menjadi semakin keras kepala karena engkau merasa telah melayani Tuhan, dan ini akan membuat watak rusakmu semakin mendarah daging. Dengan cara ini, dalam hatimu engkau akan membuat aturan-aturan tentang pelayanan kepada Tuhan yang terutama didasarkan pada karaktermu sendiri, dan pengalaman yang diperoleh dari pelayanan yang engkau lakukan menurut watakmu sendiri. Ini adalah pelajaran dari pengalaman manusia. Ini adalah filsafat hidup manusia. Orang-orang seperti ini termasuk golongan kaum Farisi dan pemuka agama. Jika mereka tidak pernah sadar dan bertobat, mereka pada akhirnya akan berubah menjadi Mesias-Mesias palsu yang akan muncul pada akhir zaman, dan menjadi penipu manusia. Para Mesias palsu dan penipu yang diperbincangkan ini akan bangkit dari antara orang-orang semacam ini. Jika orang-orang yang melayani Tuhan mengikuti karakter mereka sendiri dan bertindak menurut kehendak mereka sendiri, mereka terancam dicampakkan kapan saja. Orang-orang yang menerapkan pengalaman mereka selama bertahun-tahun melayani Tuhan untuk menarik hati orang lain, menceramahi mereka dan mengekang mereka, dan menempatkan diri lebih tinggi dari orang lain—dan yang tidak pernah bertobat, tidak pernah mengakui dosa-dosanya, tidak pernah mau melepaskan keuntungan dari jabatannya—orang-orang ini akan rebah di hadapan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang sejenis dengan Paulus, yang menyalahgunakan senioritas mereka dan memamerkan kualifikasi mereka. Tuhan tidak akan membawa orang-orang seperti ini sampai kepada kesempurnaan. Pelayanan semacam ini mengganggu pekerjaan Tuhan.

Dikutip dari "Pelayanan Rohani Haruslah Dimurnikan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Mengapa banyak orang telah berusaha keras membaca firman Tuhan, tetapi hanya mendapat pengetahuan dan tidak dapat mengatakan apa pun tentang jalan yang nyata? Apakah menurutmu memiliki pengetahuan berarti memiliki kebenaran? Bukankah itu sudut pandang yang membingungkan? Engkau dapat berbicara pengetahuan sebanyak pasir di pantai, tetapi tidak ada yang memuat suatu jalan nyata. Dengan begini, bukankah engkau membodohi orang? Bukankah engkau banyak bicara tanpa berbuat? Bertindak seperti ini berbahaya bagi orang lain! Semakin tinggi teorinya, semakin hampa ia dalam hal kenyataan, dan semakin tidak mampu ia mengantar orang ke dalam kenyataan; semakin tinggi teorinya, semakin ia membuatmu melawan dan menentang Tuhan. Jangan memperlakukan teori yang paling muluk bak harta karun; ia bersifat merusak, dan ia tidak berguna! Mungkin ada yang dapat berbicara tentang teori-teori yang tinggi—tetapi teori-teori semacam itu tidak mengandung kenyataan, karena orang-orang ini belum secara pribadi mengalaminya, dan dengan demikian mereka tidak memiliki jalur pengamalan. Orang-orang seperti itu tidak mampu membawa manusia ke jalan yang benar, dan hanya akan menyesatkan orang. Bukankah ini berbahaya bagi orang lain? Paling tidak, engkau harus mampu memecahkan kesukaran saat ini dan memungkinkan orang untuk mencapai jalan masuk; hanya ini yang dianggap sebagai pengabdian, dan baru setelah itu engkau akan memenuhi syarat untuk bekerja bagi Tuhan. Jangan selalu berbicara muluk-muluk, berkata-kata fantastis, dan jangan mengikat orang dan membuat mereka mematuhimu dengan pengamalanmu yang tidak sesuai. Tidak ada gunanya melakukan ini, dan hanya memperbesar kebingungan orang. Memimpin orang dengan cara ini akan menghasilkan banyak peraturan, yang akan membuat orang muak terhadapmu. Ini adalah kelemahan manusia, dan itu benar-benar memalukan.

Dikutip dari "Lebih Fokus pada Kenyataan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika orang-orang awam berkomentar tentang engkau semua yang merupakan pemimpin, engkau semua mengatakan: “Huh, apa yang membuatmu berhak untuk berkomentar tentang aku? Berapa banyak khotbah yang dapat kau sampaikan? Berapa banyak orang yang dapat kau pimpin? Apa yang dapat kaulakukan?” Seolah-olah engkau semua berhak. Jika engkau terus berbuat seperti ini, engkau akan berada dalam masalah; engkau mungkin melayani untuk sementara waktu, tetapi kemudian engkau akan salah jalan. Sepanjang menyangkut dirimu, jika gereja-gereja di suatu daerah diserahkan kepadamu dan tidak ada seorang pun yang mengawasimu selama enam bulan, engkau semua akan mulai tersesat. Jika tidak ada yang mengawasimu selama setahun, engkau akan menyimpangkan dan menyesatkan mereka. Jika dua tahun berlalu dan tetap tidak ada yang mengawasimu, engkau akan membawa mereka ke hadapanmu. Mengapa demikian? Pernahkah engkau semua mempertimbangkan masalah ini sebelumnya? Mungkinkah engkau semua seperti ini? Pengetahuanmu hanya dapat membantu orang untuk sementara waktu. Seiring berjalannya waktu, jika engkau terus mengatakan hal yang sama, sebagian orang akan mengetahui hal itu; mereka akan mengatakan bahwa engkau terlalu dangkal, terlalu kurang mendalam. Engkau tidak akan punya pilihan selain mencoba dan menipu orang dengan mengkhotbahkan doktrin. Jika engkau selalu melanjutkan seperti ini, orang-orang di bawahmu akan mengikuti cara, langkah, dan contohmu tentang iman kepada Tuhan dan tentang mengalami dan melakukan perkataan dan doktrin-doktrin tersebut. Pada akhirnya, ketika engkau terus berkhotbah dengan cara ini, mereka semua akan menjadikanmu sebagai teladan. Engkau mengkhotbahkan doktrin ketika engkau memimpin orang, dan mereka yang di bawahmu akan belajar doktrin darimu. Seiring berjalannya waktu, engkau akan menempuh jalan yang salah. Orang-orang di bawahmu mengikuti jalanmu, dan mereka semua belajar darimu dan mengikutimu, sehingga engkau merasa: "Aku berkuasa sekarang; begitu banyak orang mendengarkanku, dan dunia selalu siap mendukungku.” Pengkhianatan dalam diri manusia ini secara tidak sadar membuatmu mengubah Tuhan menjadi boneka belaka, dan engkau sendiri kemudian membentuk denominasi, faksi tertentu. Bagaimana cara berbagai denominasi muncul? Mereka muncul dengan cara seperti ini. Lihatlah para pemimpin setiap denominasi. Mereka semua congkak dan merasa benar sendiri, dan mereka menafsirkan Alkitab di luar konteks dan sesuai dengan imajinasi mereka sendiri. Mereka semua bergantung pada karunia dan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan mereka. Jika mereka tidak mampu berkhotbah, akankah orang-orang itu mengikuti mereka? Bagaimanapun, mereka memang memiliki suatu pengetahuan dan dapat berbicara sedikit tentang doktrin, atau tahu bagaimana merebut hati orang lain dan bagaimana menggunakan beberapa kelicikan, yang melaluinya mereka telah membawa orang ke hadapan mereka sendiri dan menipu mereka. Secara teori, orang-orang itu percaya kepada Tuhan—tetapi pada kenyataannya mereka mengikuti para pemimpin mereka. Jika mereka bertemu dengan seseorang yang mengkhotbahkan jalan yang benar, sebagian dari mereka akan berkata, "Kita harus berkonsultasi dengan pemimpin kita tentang iman kita." Iman mereka membutuhkan persetujuan manusia; bukankah itu masalah? Kalau begitu, menjadi apakah para pemimpin itu? Tidakkah mereka menjadi orang Farisi, gembala palsu, antikristus, dan batu sandungan bagi penerimaan orang akan jalan yang benar? Orang-orang semacam ini memiliki tipe yang sama dengan Paulus.

Dikutip dari "Hanya Pengejaran Kebenaran merupakan

Kepercayaan yang Sejati kepada Tuhan"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Ketika Tuhan menjadi manusia dan datang untuk bekerja di antara manusia, semua orang melihat Tuhan dan mendengar firman-Nya, dan semua orang melihat perbuatan-perbuatan Tuhan sebagai manusia. Pada saat itu, semua gagasan manusia menguap sirna, hanya menyisakan buih. Adapun mereka yang melihat Tuhan yang menampakkan diri dalam rupa manusia, semua orang yang memiliki ketaatan dalam hati mereka, tidak akan dihukum, sedangkan orang-orang yang sengaja menentang-Nya akan dianggap sebagai penentang Tuhan. Orang-orang seperti itu adalah antikristus dan musuh-musuh yang sengaja menentang Tuhan. Orang-orang yang memiliki gagasan mereka sendiri tentang Tuhan tetapi menaatinya dengan gembira, tidak akan dihukum. Tuhan menghukum manusia berdasarkan niat dan tindakannya, tidak pernah berdasarkan pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya. Jika manusia dihukum atas dasar itu, tidak seorang pun akan dapat luput dari tangan Tuhan yang penuh murka. Mereka yang sengaja menentang Tuhan yang berinkarnasi akan dihukum karena ketidaktaatannya. Penentangan mereka yang disengaja terhadap Tuhan berasal dari gagasan mereka tentang-Nya, yang akibatnya membuat mereka menjadi gangguan bagi pekerjaan Tuhan. Manusia-manusia seperti ini secara sadar melawan dan menghancurkan pekerjaan Tuhan. Mereka bukan hanya memiliki gagasan mereka sendiri tentang Tuhan, tetapi mereka juga melakukan hal-hal yang mengganggu pekerjaan-Nya, dan karena alasan inilah sikap manusia yang seperti ini akan dihukum.

Dikutip dari "Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan

adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika engkau sudah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, tetapi belum pernah menaati-Nya atau menerima semua perkataan-Nya, tetapi engkau malah meminta Tuhan untuk tunduk kepadamu dan bertindak sesuai dengan gagasan-gagasanmu, maka engkau adalah orang yang paling pemberontak, dan engkau bukan orang percaya. Bagaimana orang seperti ini dapat menaati pekerjaan dan perkataan Tuhan yang tidak selaras dengan gagasan-gagasan manusia? Orang yang paling pemberontak adalah orang yang secara sengaja menentang dan menolak Tuhan. Dialah musuh Tuhan dan sang antikristus. Orang seperti itu selalu menunjukkan sikap bermusuhan terhadap pekerjaan Tuhan yang baru, tidak pernah memperlihatkan sedikit niat pun untuk tunduk, dan tidak pernah senang menunjukkan sikap tunduk atau merendahkan dirinya. Dia meninggikan dirinya di hadapan orang lain dan tidak pernah memperlihatkan sikap tunduk terhadap siapa pun. Di hadapan Tuhan, dia menganggap dirinya yang paling fasih dalam mengkhotbahkan firman dan yang paling terampil dalam membentuk orang lain. Dia tak pernah melepaskan "kekayaan" yang dimilikinya, tetapi memperlakukannya sebagai pusaka keluarga untuk dipuja, sebagai bahan khotbah kepada orang lain, dan menggunakannya untuk menguliahi orang-orang bodoh yang mengidolakannya. Memang ada beberapa orang seperti ini di gereja. Dapat dikatakan mereka ini "pahlawan-pahlawan degil", dari generasi ke generasi berkelana di rumah Tuhan. Mereka menganggap mengkhotbahkan firman (doktrin) sebagai tugas tertinggi mereka. Tahun demi tahun dan dari generasi ke generasi, mereka terus menekankan tugas mereka yang "sakral dan tak bisa diganggu gugat". Tidak ada orang yang berani menyentuh mereka dan tak seorang pun berani menegur mereka secara terbuka. Mereka menjadi "raja-raja" di rumah Tuhan, begitu merajalela mereka menindas orang lain dari masa ke masa. Gerombolan setan ini bekerja sama untuk menghancurkan pekerjaan-Ku. Mana mungkin Kubiarkan setan-setan hidup ini ada di depan mata-Ku?

Dikutip dari "Orang-Orang yang Menaati Tuhan dengan Hati yang Benar

Pasti Akan Didapatkan oleh Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Penentanganmu terhadap Tuhan dan rintangan terhadap pekerjaan Roh Kudus disebabkan oleh pemahaman dan kecongkakanmu yang sudah melekat. Bukan karena pekerjaan Tuhan ini salah, tetapi karena pada dasarnya kamu sekalian terlalu tidak patuh. Setelah percaya kepada Tuhan, beberapa orang bahkan tidak bisa mengatakan dengan pasti darimana manusia berasal namun berani bicara di depan umum, menilai benar-salahnya pekerjaan Roh Kudus. Dan bahkan menguliahi para murid yang memiliki pekerjaan baru dari Roh Kudus, berkomentar dan bicara sembrono; kemanusiaan mereka terlalu rendah, dan tidak ada akal sehat pada mereka. Tidakkah akan tiba hari ketika orang-orang seperti ini ditolak oleh pekerjaan Roh Kudus, dan dibakar oleh api neraka? Mereka tidak mengenal pekerjaan Tuhan, tetapi mengkritik pekerjaan Tuhan, dan juga berusaha memberitahu Tuhan tentang bagaimana Dia seharusnya bekerja. Bagaimana orang-orang yang tak masuk akal itu bisa mengenal Tuhan? Manusia mengenal Tuhan selama proses mencari dan mengalami-Nya; bukan melalui kritik spontan kepada-Nya manusia bisa mengenal Tuhan melalui pencerahan Roh Kudus. Semakin akurat pengetahuan orang tentang Tuhan, semakin mereka tidak menentang Dia. Sebaliknya, semakin orang tidak mengenal Tuhan, semakin mereka cenderung menentang Dia. Gagasan lamamu, sifat lamamu, serta kemanusiaan, karakter dan pandangan moralmu adalah "modal"-mu untuk menolak Tuhan, dan semakin engkau rusak, menurun, dan rendah, semakin engkau adalah musuh Tuhan. Mereka yang memiliki gagasan yang buruk dan watak yang sok paling benar bahkan lebih lagi di dalam permusuhan yang mendalam terhadap Tuhan yang berinkarnasi, dan orang-orang seperti ini adalah antikristus.

Dikutip dari "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan

adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Siapa pun yang tidak memahami tujuan pekerjaan Tuhan adalah orang-orang yang menentang Tuhan, tetapi terlebih lagi mereka yang meskipun mengetahui tujuan pekerjaan Tuhan tetapi tidak berupaya memuaskan Tuhan. Orang-orang yang membaca Alkitab di gereja-gereja besar mengutip Alkitab setiap hari, tetapi tidak satu pun yang memahami tujuan pekerjaan Tuhan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengenal Tuhan; bahkan, tidak ada seorang pun yang dapat selaras dengan hati Tuhan. Mereka semua tidak berharga, manusia hina, masing-masing meninggikan diri, ingin mengajar Tuhan. Walaupun mereka mengelu-elukan nama Tuhan, mereka dengan sengaja menentang-Nya. Walaupun mereka menyebut diri mereka orang yang percaya kepada Tuhan, merekalah orang-orang yang makan daging manusia dan minum darah manusia. Semua manusia seperti ini adalah setan-setan yang menelan jiwa manusia, para penghulu setan yang sengaja mengganggu orang-orang yang berusaha melangkah ke jalan yang benar, dan batu sandungan yang menghalangi jalan orang-orang yang mencari Tuhan. Meskipun mereka memiliki "raga yang kuat", bagaimana pengikut mereka bisa mengetahui bahwa merekalah antikristus yang memimpin manusia menentang Tuhan? Bagaimana mereka bisa tahu bahwa merekalah setan-setan hidup yang mencari jiwa-jiwa untuk ditelan?

Dikutip dari "Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan

adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Mengenali perbedaan antara Kristus yang berinkarnasi dan kristus yang palsu serta nabi-nabi palsu

Selanjutnya:Bagaimana kita dapat mengetahui esensi ilahi Kristus?

media terkait