Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

204 Aku Mau Bangkit Lagi

Bait 1

Kekayaan dan kemahsyuran adalah seperti belenggu yang memasung hatiku.

Betapa aku membungkuk dan mengais, semua demi kesuksesan.

Satu tatapan, satu suara tidak setuju dari orang lain, membuat hatiku berdebar kencang.

Aku selalu mencari tempat di tengah keramaian, takut dipandang remeh orang.

Hatiku dikuasai ambisi dan hasrat berlebihan, aku tak mengerti arti mengejar kebenaran.

Begitu banyak hal negatif, begitu banyak prestasi kerja, semua demi status, kemahsyuran, dan kekayaan.

Dalam pekerjaan dan khotbahku, aku memandang tinggi diriku sendiri dan berlagak; aku memberikan persembahan, dan membayar harganya, tetapi itu, juga, adalah suatu perdagangan dengan Tuhan.

Aku egois dan hina, begitu kurang berperikemanusiaan, begitu tidak taat, bagaimana aku tidak ditolak oleh Tuhan?

Bait 2

Berjuang dalam kegelapan, jiwaku begitu kosong.

Tanpa kehadiran Tuhan, aku bagaikan mayat berjalan, yang dikuasai penderitaan dan kesakitan.

Setiap firman Tuhan adalah kebenaran; aku benci diriku sendiri sebab aku tidak menjunjung tinggi dan menghargainya.

Kini, setelah mengalami watak Tuhan yang tak dapat diganggu gugat, aku rebah di tanah dalam sujud, penuh penyesalan.

Oh, Tuhan! Aku merindukan kedatangan penghakiman-Mu, seperti gurun yang mendambakan hujan.

Aku berharap untuk hidup dalam penghakiman dan hajaran-Mu, aku tak akan lagi hidup untuk Iblis.

Aku benci betapa lemahnya aku, bagaimana aku membiarkan Iblis menginjak-injakku.

Oh Tuhan! Aku memohon kepada-Mu untuk berbelas kasihan, mengijinkanku untuk menerima penghakiman dan pentahiran dari-Mu.

Bait 3

Firman Tuhan ialah seperti pedang yang tajam, yang menusuk jiwaku.

Baru sekarang aku melihat betapa parah aku sudah dirusak Iblis, sehingga aku sudah kehilangan peri kemanusiaan dan akal sehatku.

Aku seperti debu, kecil dan hina; Tuhan memberiku hidup, dan Dia berbelas kasihan dan peduli kepadaku.

Dengan tidak mempedulikan kehendak Tuhan; aku berhutang begitu banyak kepada-Nya; aku sungguh tidak layak menikmati kasih Tuhan.

Oh, Tuhan! Untuk menyelamatkan manusia, Engkau telah merendahkan diri menjadi daging, menderita pernghinaan di antara manusia.

Engkau bekerja dengan segala daya upaya demi manusia; begitu besar kasih yang termuat dalam firman-Mu.

Dengan mengetahui kebaikan dan keindahan-Mu, aku semakin menganggap hina diriku.

Kini, meskipun aku telah jatuh, aku mau bangkit kembali, memberikan seluruh diriku untuk mengejar kebenaran dan memulai semuanya kembali.

Sebelumnya:Firman Tuhan adalah Terang

Selanjutnya:Aku Tidak Akan Pernah Menyisakan Penyesalan dalam Hatiku

media terkait