Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pertanyaan 35: Kebanyakan orang di dunia keagamaan percaya bahwa para pendeta dan penatua agama telah dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan, dan bahwa mereka semua melayani Tuhan di dalam gereja-gereja keagamaan; jika kita mengikuti dan menaati para pendeta dan penatua agama, kita sebenarnya menaati dan mengikuti Tuhan. Mengenai apa sebenarnya yang dimaksud dengan menaati dan mengikuti manusia, dan apa yang dimaksud dengan menaati dan mengikuti Tuhan, kebanyakan orang tidak memahami aspek kebenaran ini; jadi, mohon persekutukan mengenai tentang hal ini.

Jawaban:

Dalam agama, sebagian orang berpendapat bahwa pendeta dan penatua agama semuanya dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan, dan karenanya kita harus menaati mereka. Apakah pandangan seperti ini ada dasarnya dalam Alkitab? Adakah hal ini ditegaskan dengan firman Tuhan? Adakah kesaksian Roh Kudus dan konfirmasi dari pekerjaan Roh Kudus mengenai hal ini? Jika semua jawabannya tidak, bukankah berarti bahwa mayoritas keyakinan bahwa pendeta dan penatua semuanya dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan hanya muncul dari gagasan dan imajinasi mereka sendiri? Mari kita pikirkan tentang hal ini. Pada Zaman Hukum Taurat, Musa dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan. Apakah ini berarti semua pemimpin Yahudi selama Zaman Hukum Taurat dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan? Pada Zaman Kasih Karunia, 12 rasul Tuhan Yesus semuanya dipilih secara pribadi dan ditunjuk oleh Tuhan Yesus sendiri. Apakah ini berarti semua pendeta dan penatua pada Zaman Kasih Karunia dipilih secara pribadi dan ditetapkan oleh Tuhan? Banyak orang suka mengikuti aturan dan tidak melakukan pendekatan terhadap berbagai hal sesuai dengan fakta. Akibatnya, mereka secara buta memuja dan mengikuti manusia. Apakah masalahnya di sini? Mengapa kita tidak bisa membedakan hal-hal ini? Mengapa kita tidak dapat mencari kebenaran mengenai hal-hal ini?

Kita dapat melihat dari apa yang tercatat dalam Alkitab bahwa di setiap zaman pekerjaan-Nya, Tuhan memilih dan menunjuk beberapa orang untuk berkoordinasi dengan pekerjaan-Nya. Semua orang yang dipilih dan dipakai Tuhan ditegaskan dengan firman-Nya. Bahkan seandainya tidak ada firman Tuhan, setidaknya ada penegasan dari pekerjaan Roh Kudus. Seperti selama pada Zaman Hukum Taurat, Tuhan menunjuk Musa untuk memimpin bangsa Israel; itu dibuktikan oleh firman Tuhan, sebagaimana dikatakan oleh Tuhan Yahweh: "Sesungguhnya seruan anak-anak Israel sudah sampai kepada-Ku: dan Aku sudah melihat betapa dahsyat penindasan yang dilakukan oleh orang Mesir kepada mereka. Karena itu sekarang pergilah dan Aku akan mengutus engkau kepada Firaun, supaya engkau membawa umat-Ku anak-anak Israel keluar dari Mesir" (Keluaran 3:9-10). Pada Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus menunjuk 12 rasul untuk menggembalakan gereja. Ini juga ditegaskan dengan firman Tuhan. Sebagaimana Tuhan Yesus katakan saat Ia menunjuk Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? ... Gembalakanlah domba-domba-Ku" (Yohanes 21:17). "Aku akan memberikan kepada-Mu kunci-kunci Kerajaan Surga: apa pun yang engkau ikat di bumi akan terikat di surga: dan apa pun yang engkau lepaskan di bumi akan terlepas di sorga" (Matius 16:19). Kita bisa melihat dari hal ini bahwa siapa pun yang ditunjuk dan dipakai oleh Tuhan dipersaksikan oleh Tuhan secara pribadi, ada firman Tuhan sebagai bukti dan penegasan dari pekerjaan Roh Kudus. Semua pekerjaan mereka ditegakkan oleh Tuhan. Menaati pekerjaan dan kepemimpinan mereka sama dengan menaati Tuhan. Jika kita menentang orang yang Tuhan tunjuk dan pakai, kita menentang Tuhan, dan akan dikutuk serta dihukum oleh Tuhan. Sama seperti pada Zaman Hukum Taurat, Korah, Datan dan anak buahnya menentang Musa. Apa yang terjadi pada akhirnya? Mereka langsung dihukum oleh Tuhan. Tuhan membelah bumi untuk menelan mereka semua. Semua orang mengetahui fakta ini. Pada Zaman Kasih Karunia, para rasul yang ditunjuk Tuhan Yesus semuanya memiliki penegasan dari firman Tuhan. Namun, apakah pendeta dan penatua pada zaman sekarang ditunjuk oleh Tuhan? Apakah itu ditegaskan dengan firman Tuhan? Sebagiam besar dari mereka dibina oleh sekolah teologi dan telah mendapatkan sertifikat kelulusan dalam bidang teologi. Mereka telah menjadi pendeta dengan mengandalkan setifikat teologi, bukan karena Roh Kudus secara pribadi memberi kesaksian tentang mereka dan memakai mereka. Bukankah ini fakta? Siapakah di antara kita yang pernah mendengar atau melihat Roh Kudus secara pribadi memberi kesaksian atau menunjuk pendeta? Hal seperti ini tidak pernah terjadi! Jika mereka benar-benar ditunjuk oleh Tuhan, pasti ada kesaksian sejati Roh Kudus dan pasti ada banyak orang percaya sebagai saksinya. Jadi, para pendeta dan penatua agama tidak ditunjuk oleh Tuhan. Hal ini sudah pasti! Kami pernah mendengar bahkan ada beberapa pendeta yang tidak percaya bahwa Tuhan Yesus dikandung dari Roh Kudus. Mereka menganggap "dikandung dari Roh Kudus" tidak ada dasarnya atau tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan. Semakin mustahil orang-orang seperti ini akan mengakui bahwa Kristus adalah perwujudan Tuhan. Jika pendeta-pendeta seperti ini ada selama masa Tuhan Yesus bekerja, mereka pasti tidak akan menerima Tuhan Yesus. Lalu bagaimana mereka akan memperlakukan penampakan dan pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi pada akhir zaman? Mereka semua akan seperti para imam kepala Yahudi, ahli Taurat dan orang-orang Farisi, yang dengan ganas mengutuk dan menentang Tuhan Yesus. Apakah pendeta dan penatua semacam itu adalah orang-orang yang menaati Tuhan secara tulus? Mereka bahkan tidak percaya kepada Tuhan yang berinkarnasi, dan terlebih dari itu tidak mengakui kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan yang berinkarnasi. Bukankah orang-orang ini adalah antikristus? Jadi apakah pandangan bahwa "pendeta dan penatua agama semuanya ditunjuk dan dipakai oleh Tuhan" masih dapat dipertahankan? Jika kita bersikeras bahwa para pendeta dan penatua ini ditunjuk dan dipakai oleh Tuhan, bukankah ini memfitnah dan menghujat Tuhan? Akankah Tuhan menunjuk dan memakai orang tidak percaya dan antikristus untuk memimpin umat pilihan-Nya? Bukankah pandangan ini terlalu konyol dan keliru? Bukankah ini memutarbalikkan fakta dan mengacaukan antara yang benar dan yang salah?

Kini setelah komunikasi ini, kita semua sudah mengerti dengan jelas. Semua orang yang ditunjuk dan dipakai Tuhan dipersaksikan oleh Tuhan secara pribadi, dan setidaknya memiliki penegasan dan efek pekerjaan Roh Kudus, dan mereka dapat membantu umat pilihan Tuhan untuk memperoleh perbekalan kehidupan dan penggembalaan sejati. Karena Tuhan itu benar, dan kudus, Semua orang yang ditunjuk dan dipakai Tuhan pasti sejalan dengan kehendak Tuhan. Mereka pasti bukan orang-orang Farisi yang munafik, dan terlebih dari itu, mereka bukan antikristus yang membenci kebenaran dan menentang Tuhan. Mari kita melihat pendeta dan pemimpin agama zaman sekarang. Kebanyakan dari mereka dihasilkan dari sekolah teologi dan tidak secara pribadi ditunjuk dan dipakai oleh Tuhan. Mereka hanya mempelajari teologi dan Alkitab. Pekerjaan dan khotbah mereka hanya berfokus membicarakan tentang pengetahuan Alkitab, teologi atau tokoh-tokoh serta cerita dalam Alkitab, latar belakang sejarah dan semacamnya. Yang mereka lakukan pun hanya mengajar orang bagaimana melakukan ritual keagamaan dan mengikuti aturan. Mereka tidak pernah berfokus untuk menyampaikan kebenaran dalam firman Tuhan, mereka juga tidak memimpin orang untuk menerapkan dan mengalami firman Tuhan atau melakukan perintah Tuhan. Mereka tidak pernah mendiskusikan tentang bagaimana mereka mengenal diri mereka sendiri dan pengalaman nyata mereka mengenai jalan masuk ke dalam kehidupan, terlebih lagi tidak pernah mendiskusikan pengenalan yang benar tentang Tuhan. Dapatkah pekerjaan dan khotbah seperti itu memperoleh pekerjaan Roh Kudus? Dapatkah pelayanan semacam itu memuaskan maksud-maksud Tuhan? Dapatkah itu memimpin kita untuk menerapkan kebenaran dan masuk ke jalur yang benar dalam kepercayaan kita kepada Tuhan? Menjelaskan Alkitab dengan cara ini, bukankah mereka sedang menapaki jalan mereka sendiri dan menentang Tuhan? Terutama saat Tuhan Yang Mahakuasa mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman, para pemimpin keagamaan ini jelas tahu bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa seluruhnya adalah kebenaran dan dapat menyucikan serta menyelamatkan manusia, tetapi mereka tidak mencari dan menerimanya. Bahkan yang lebih menjijikkan adalah mereka tidak mengizinkan orang-orang percaya untuk membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa ataupun mendengarkan suara-Nya. Demi melindungi status dan penghidupan, mereka dengan marah memfitnah dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa, bahkan bekerja sama dengan PKT, rezim Iblis, untuk menahan dan menganiaya para penginjil Apa bedanya tindakan dan tingkah laku pendeta dan penatua ini dengan orang-orang Farisi yang menentang Tuhan Yesus pada zaman dahulu? Bukankah mereka batu sandungan bagi kita dalam menerima jalan yang benar? Bagaimana mungkin orang-orang yang membenci kebenaran, yang menentang Tuhan ditunjuk dan dipakai oleh Tuhan? Akankah Tuhan menunjuk para pembenci kebenaran yang menghalangi kehendak Tuhan untuk memimpin umat pilihan-Nya? Jelas tidak. Itu faktanya!

Beberapa orang yang konyol dalam lingkaran keagamaan sering menyalahgunakan kata-kata dari Alkitab untuk menciptakan peraturan. Mereka mengklaim bahwa orang-orang Farisi yang munafik dan para pendeta agama semuanya ditunjuk dan dipakai oleh Tuhan. Bukankah ini sangat menentang dan menghujat Tuhan? Banyak orang tidak tahu bagaimana membedakan hal ini. Mereka percaya kepada Tuhan tetapi tidak mengagungkan-Nya, malah menjunjung tinggi karunia, status dan kekuasaan, dan juga secara buta percaya dan memuja pendeta dan penatua. Mereka tidak bisa membedakan apakah orang memiliki pekerjaan Roh Kudus dan realitas kebenaran atau tidak. Mereka sekadar berpikir asalkan seseorang memiliki ijazah pendeta, dan memiliki karunia dan mampu menganalisis Alkitab, itu berarti ia diperkenan dan ditunjuk oleh Tuhan, dan ia haruslah ditaati. Beberapa orang bahkan lebih konyol dan menganggap bahwa menaati para pendeta dan penatua adalah sama dengan menaati Tuhan, dan bahwa menentang dan mengutuk para pendeta dan penatua adalah sama dengan menentang Tuhan. Jika kita setuju dengan gagasan tersebut, para imam kepala Yahudi, ahli Taurat dan orang Farisi yang ahli soal Alkitab dan sering menjelaskan Alkitab kepada sesama, tetapi menentang dan menghujat Tuhan Yesus saat Dia menampakkan diri dan bekerja, bahkan menyalibkan Dia, apakah mereka adalah orang-orang yang ditunjuk dan dipakai oleh Tuhan? Jika orang mengikuti pemimpin Yahudi dalam menentang dan mengutuk Tuhan Yesus, apakah itu berarti mereka menaati Tuhan? Akankah engkau mengatakan bahwa mereka yang menolak pemimpin Yahudi dan mengikuti Tuhan Yesus, menentang Tuhan? Ini menunjukkan bahwa pandangan "mematuhi pendeta dan penatua adalah menaati Tuhan, menentang pendeta dan penatua sama dengan menentang Tuhan" sungguh konyol dan keliru! Kita orang-orang yang percaya kepada Tuhan harus mengerti bahwa kalau pendeta dan penatua agama menentang Tuhan dan jalan yang mereka tapaki melawan kebenaran dan menentang Tuhan, maka kita harus berdiri di pihak Tuhan, dan kita harus menyingkapkan mereka dan menolak mereka. Itulah yang dimaksud dengan meninggalkan kegelapan demi terang dan itu sepenuhnya sejalan dengan maksud Tuhan. Jadi, jika berkaitan dengan bagaimana kita memperlakukan para pendeta dan penatua, kita harus mengejar kebenaran dan mengerti maksud-maksud Tuhan. Jika pendeta dan penatua adalah orang-orang yang mencintai kebenaran dan mengejar kebenaran, tentunya mereka akan memiliki pekerjaan Roh Kudus dan mampu memimpin kita untuk menerapkan dan mengalami firman Tuhan, untuk takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Menghormati dan mengikuti orang-orang seperti itu sesuai dengan maksud Tuhan! Jika tidak mencintai kebenaran dan hanya peduli tentang menjelaskan pengetahuan Alkitab dan teori teologi untuk pamer dan membesarkan diri sendiri, dan membuat kita memuja dan menaati mereka, jika mereka tidak mengagungkan Tuhan, bersaksi untuk Tuhan, dan tidak memimpin kita untuk menerapkan dan mengalami firman Tuhan, maka mereka adalah orang yang telah ditolak dan dikutuk oleh Tuhan dan kita akan menentang Tuhan jika kita tetap memuja, mengikuti dan menaati mereka. Ini sepenuhnya berlawanan dengan maksud Tuhan.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan menaati Tuhan dan mengikuti Tuhan? Mengenai aspek kebenaran ini, mari kita membaca suatu ayat dari firman Tuhan yang Mahakuasa: "Yang paling penting dalam mengikuti Tuhan, yaitu segalanya harus sesuai dengan firman Tuhan pada zaman sekarang: entah engkau mengejar untuk masuk ke dalam hidup, entah memenuhi kehendak Tuhan, semuanya harus terpusat pada firman Tuhan pada zaman sekarang. Jika apa yang engkau bicarakan dan kejar tidak terpusat pada firman Tuhan pada zaman sekarang, berarti engkau adalah orang asing bagi firman Tuhan dan sama sekali kehilangan pekerjaan Roh Kudus. Yang diinginkan Tuhan ialah orang-orang yang mengikuti jejak-Nya. Sebagus dan semurni apa pun pemahamanmu sebelumnya, Tuhan tidak menginginkannya, dan jika hal-hal seperti itu tidak dapat engkau singkirkan, itu akan menjadi penghalang yang luar biasa untuk jalan masukmu di masa depan. Semua orang yang dapat mengikuti cahaya Roh Kudus saat ini, diberkati. Orang dari masa lalu juga mengikuti jejak Tuhan, tetapi mereka tidak dapat mengikuti-Nya hingga sekarang ini; ini adalah berkat bagi orang-orang pada akhir zaman. Mereka yang dapat mengikuti pekerjaan Roh Kudus saat ini dan dapat mengikuti jejak Tuhan sedemikian rupa sehingga mengikuti Tuhan ke mana pun mereka dibimbing-Nya—merekalah orang yang diberkati Tuhan. Mereka yang tidak mengikuti pekerjaan Roh Kudus pada saat ini, mereka belum masuk ke dalam pekerjaan firman Tuhan, dan sebanyak apa pun mereka bekerja, atau sebesar apa pun penderitaan mereka, atau sejauh mana pun mereka pergi, tidak ada yang berarti bagi Tuhan; Ia tidak akan memuji mereka. ... 'Mengikuti pekerjaan Roh Kudus' berarti memahami kehendak Tuhan pada zaman sekarang, dapat bertindak sesuai dengan tuntutan Tuhan di masa sekarang, dapat mematuhi dan mengikuti Tuhan zaman sekarang, dan masuk sesuai dengan perkataan-perkataan terbaru dari Tuhan. Hanya orang seperti inilah yang mengikuti pekerjaan Roh Kudus dan berada dalam aliran Roh Kudus. Orang seperti itu tidak hanya dapat menerima pujian Tuhan dan melihat Tuhan, tetapi juga dapat mengetahui watak Tuhan dari pekerjaan Tuhan yang terbaru, dan dapat mengetahui gagasan serta ketidaktaatan manusia, serta sifat dan hakikat manusia, dari pekerjaan-Nya yang terbaru. Lebih jauh lagi, mereka dapat secara bertahap mengalami perubahan dalam watak mereka selama pelayanannya. Hanya orang-orang seperti ini yang dapat memperoleh Tuhan dan benar-benar menemukan jalan yang benar" ("Kenalilah Pekerjaan Tuhan yang Terbaru dan Ikutilah Jejak Langkah-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Mengikuti Tuhan terutama mengacu pada mengikuti pekerjaan Tuhan saat ini, tunduk serta menerapkan firman Tuhan saat ini, mampu mematuhi perintah-perintah Tuhan, mencari kehendak Tuhan dalam segala perkara, melakukan penerapan yang sesuai dengan firman Tuhan, dan sepenuhnya tunduk pada pekerjaan dan bimbingan Roh Kudus. Akhirnya, mengikuti Tuhan berarti menjadi orang yang melakukan kebenaran dan mengikuti kehendak Tuhan. Hanya orang semacam inilah yang merupakan pengikut Tuhan, orang yang memperoleh keselamatan dari Tuhan. Jika dalam iman kita secara lahiriah kita mengandalkan dan meninggikan Alkitab sementara dalam kenyataannya, perbuatan dan pengalaman kita sesuai dengan perkataan dan ajaran manusia di dalam Alkitab alih-alih tunduk dan mengamalkan firman Tuhan dari Alkitab, dan jika kita tidak memahami maksud Tuhan dan sebaliknya hanya mematuhi upacara dan aturan agama, ini berarti kita sedang mengikuti manusia. Jika kita mengikuti dan mengamalkan perkataan manusia dari dalam Alkitab seolah-olah perkataan itu adalah firman Tuhan, tetapi menganggap Tuhan Yesus hanya sebagai boneka, mengabaikan firman-Nya dan tidak melakukan apa pun untuk mengikuti perintah-Nya, kita pasti akan ditolak dan dikutuk oleh Tuhan Yesus sebagaimana orang-orang Farisi yang munafik. Ada banyak orang yang beriman kepada Tuhan, tetapi secara membabi buta memuja selebritas rohani atau pendeta dan penatua—mereka menghormati orang-orang Farisi yang munafik. Apa pun yang menimpa mereka, mereka lari ke pendeta dan penatua untuk mencari bimbingan dan mereka melakukan hal yang sama ketika menyelidiki jalan yang benar. Sebagai akibatnya, mereka ditipu dan disesatkan oleh orang-orang Farisi yang munafik dan para pemimpin agama dan mereka mulai menempuh jalan menentang Tuhan—inilah akibat dan kesudahan karena mengikuti manusia alih-alih mengikuti Tuhan. Satu-satunya cara untuk benar-benar mengikuti Tuhan adalah dengan hanya mendasarkan iman kita pada mengikuti pekerjaan Roh Kudus, mengikuti firman Tuhan saat ini, mengikuti jejak langkah pekerjaan Roh Kudus, dan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi tugas kita. Terutama karena Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya di akhir zaman, dunia keagamaan telah kehilangan pekerjaan Roh Kudus dan dunia itu telah menjadi tandus. Ketika kita merasa terdorong untuk mencari jalan yang benar, kita harus jauh lebih memusatkan perhatian kita untuk mencari firman yang Roh Kudus sampaikan kepada jemaat-jemaat; kita harus mencari firman dan perkataan Tuhan serta pekerjaan Roh Kudus. Jika kita tidak mencari firman dan pekerjaan Roh Kudus, jika kita tidak mampu mendengar suara Tuhan, jika kita tidak mampu memperoleh makanan dari firman Tuhan saat ini, kita akan disingkirkan, dibuang selama pekerjaan Tuhan di akhir zaman, sehingga jatuh ke dalam kegelapan, menangis dan menggertakkan gigi kita. Orang-orang yang benar-benar mengikuti dan tunduk kepada Tuhan tidak akan pernah ditinggalkan oleh-Nya. Mereka yang menyembah pendeta dan penatua agama berarti tunduk kepada manusia dan adalah pengikut manusia. Orang-orang ini pada akhirnya akan disingkapkan oleh pekerjaan Tuhan—mereka akan disingkirkan dan dibuang.

Meskipun dari mulut kita, kita berseru bahwa kita percaya kepada Tuhan dan bahwa kita hanya mengikuti Tuhan dan tunduk kepada-Nya, tetapi apa yang terjadi dalam kenyataannya tidak sama. Kita dapat melihat ini dengan jelas dari cara para penganut agama Yahudi di Zaman Kasih Karunia memperlakukan Tuhan Yesus yang bertolak belakang dengan cara Petrus dan Yohanes dan yang lainnya memperlakukan-Nya. Tuhan Yesus melakukan pekerjaan baru-Nya, menyampaikan kebenaran, dan membawa jalan pertobatan, tetapi sebagian besar orang Yahudi pada waktu itu hanya mendengarkan ajaran para imam kepala dan orang-orang Farisi. Mereka tidak menerima pekerjaan dan firman Tuhan Yesus, dan sebagai akibatnya mereka kehilangan keselamatan Tuhan Yesus. Secara harfiah, mereka percaya kepada Tuhan, tetapi pada kenyataannya mereka percaya kepada para imam kepala, ahli Taurat, dan orang Farisi. Namun, Petrus, Yohanes, Matius, Filipus, dan yang lainnya melihat bahwa firman dan pekerjaan Tuhan Yesus memiliki otoritas dan kuasa, dan bahwa semua itu adalah kebenaran. Mereka melihat bahwa firman dan pekerjaan Tuhan Yesus berasal dari Tuhan sehingga mereka mengikuti-Nya dengan taat. Mereka sama sekali tidak tunduk pada kendali orang-orang Farisi, dan mereka adalah orang-orang yang dengan sungguh-sungguh mengikuti dan menaati Tuhan. Di akhir zaman, satu-satunya cara untuk benar-benar mengikuti dan tunduk kepada Tuhan adalah dengan menerima dan tunduk pada pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa, dan ini menggenapi nubuat yang tertulis dalam Kitab Wahyu: "Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi" (Wahyu 14:4). Saat ini, para pemimpin di dunia keagamaan memainkan peran orang-orang Farisi Yahudi, melakukan segala upaya untuk meninggikan perkataan manusia dalam Alkitab, tetapi mereka mengkhianati firman yang Tuhan Yesus ucapkan. Yang lebih tidak masuk akal, mereka memanfaatkan Alkitab dengan mengutip ayat-ayat di luar konteks untuk mengutuk pekerjaan yang dilakukan Tuhan di akhir zaman—mereka melakukan ini untuk menipu, mengikat, dan mengendalikan orang-orang percaya. Sebagai contoh, Tuhan Yesus dengan jelas menyatakan bahwa hanya "dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga" (Matius 7:21) akan masuk ke dalam kerajaan surga. Namun di antara para pemimpin di dunia keagamaan, mereka mengatakan bahwa satu-satunya yang perlu dilakukan seseorang dalam imannya adalah bekerja keras dan kemudian dia dapat masuk ke dalam kerajaan surga, dan bahwa kerajaan surga adalah sesuatu yang dapat direbut dengan paksa. Tuhan Yesus menuntut kita: "Engkau harus menyembah Tuhan" (Matius 4:10), tetapi beberapa selebritas rohani menuntun orang-orang percaya untuk mencari cara menjadi Tuhan atau mencari cara menjadi raja dan memegang kekuasaan atas semua negara dan semua bangsa, yang benar-benar tidak masuk akal. Para pemimpin di dunia keagamaan secara harfiah melakukan pekerjaan untuk Tuhan dan menyampaikan khotbah, tetapi dalam kenyataannya mereka hanya menyebarkan ajaran manusia, mengangkat gagasan mereka sendiri sebagai kebenaran yang harus kita patuhi. Mereka persis seperti orang-orang Farisi yang munafik, dan mereka adalah orang buta yang berusaha memimpin jalan. Mereka menentang Kristus, berusaha menentang Dia, setara dengan yang dilakukan orang-orang Farisi; mereka adalah para antikristus yang bekerja untuk menciptakan kerajaan-kerajaan yang terpisah dan merdeka. Setelah kita orang beriman mulai mengikuti para pemimpin dan selebritas dunia keagamaan, kita mulai mengambil jalan kita sendiri dan menyimpang dari jalan Tuhan; ini contoh yang sangat serius dalam hal menentang dan mengkhianati Tuhan. Jika kita tidak bertobat, kita pasti akan dibuang dan disingkirkan oleh Tuhan.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Sebelumnya:Pertanyaan 34: Para pendeta dan penatua agama memiliki pengetahuan yang mendalam tentang Alkitab, seringkali menafsirkan Alkitab bagi orang lain dan membuat mereka berpegang kepada Alkitab. Jadi, apakah menguraikan dan meninggikan Alkitab sesungguhnya menjadi saksi bagi Tuhan dan memuliakan Dia? Mengapa dikatakan bahwa para pendeta dan penatua agama adalah orang-orang Farisi yang munafik? Kami masih belum bisa memahami hal ini; jadi, apakah engkau bisa menjawabnya untuk kami?

Selanjutnya:Pertanyaan 36: Para pendeta dan penatua agama memegang kuasa di dalam dunia kegamaan dan kebanyakan orang menaati dan mengikuti mereka—ini adalah fakta. Engkau mengatakan bahwa para pendeta dan penatua agama tidak mengakui fakta tentang inkarnasi Tuhan, bahwa mereka tidak memercayai kebenaran yang dinyatakan oleh Tuhan yang berinkarnasi dan bahwa mereka sedang mengambil jalan orang Farisi, dan kami setuju dengan poin ini. Akan tetapi, mengapa engkau berkata bahwa para pendeta dan penatua agama semuanya adalah orang Farisi yang munafik, semuanya antikristus yang diungkapkan oleh pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, dan bahwa mereka akan tenggelam ke dalam kehancuran pada akhirnya? Kami tidak dapat menerima poin ini saat ini. Mohon jelaskan dasar dari klaim ini, bahwa orang-orang ini tidak dapat diselamatkan dan semuanya akan tenggelam dalam kehancuran.

media terkait