Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Gulungan Kitab Dibuka oleh Anak Domba

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Antologi dari Tiga Bagian Firman Tuhan tentang "Visi Pekerjaan Tuhan"

1. Yohanes bekerja tujuh tahun untuk Yesus, dan sudah membuka jalan ketika Yesus tiba. Sebelum ini, Injil kerajaan surga yang diberitakan oleh Yohanes didengar di seluruh negeri, sehingga menyebar ke seluruh Yudea, dan semua orang menyebutnya seorang nabi. Pada saat itu, Raja Herodes ingin membunuh Yohanes, tetapi dia tidak berani, karena orang-orang sangat menghormati Yohanes, dan Herodes khawatir jika dia membunuh Yohanes mereka akan memberontak melawannya. Pekerjaan yang dilakukan oleh Yohanes mengakar di kalangan orang biasa, dan dia membuat orang Yahudi menjadi orang beriman. Selama tujuh tahun dia membuka jalan bagi Yesus, sampai pada saat Yesus mulai melakukan pelayanan-Nya. Maka, Yohanes adalah yang paling mulia dari semua nabi. Yesus baru memulai pekerjaan resmi-Nya setelah Yohanes dipenjara. Sebelum Yohanes, tidak pernah ada seorang nabi yang membuka jalan bagi Tuhan, karena sebelum Yesus, Tuhan belum pernah menjadi manusia. Jadi, dari semua nabi sampai Yohanes, dia adalah satu-satunya yang membuka jalan bagi inkarnasi Tuhan, dan dengan demikian Yohanes menjadi nabi paling mulia dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Yohanes mulai menyebarkan Injil kerajaan surga tujuh tahun sebelum pembaptisan Yesus. Bagi orang-orang, pekerjaan yang dia lakukan sepertinya lebih penting daripada pekerjaan Yesus berikutnya, tetapi bagaimanapun juga dia hanya seorang nabi. Dia bekerja dan berbicara tidak di dalam Bait Suci, tetapi di kota-kota dan desa-desa di luar itu. Tentu saja, ini dia lakukan di antara bangsa Yahudi, terutama mereka yang miskin. Jarang sekali Yohanes berhubungan dengan orang-orang dari golongan masyarakat kelas atas, hanya menyebarkan Injil di antara orang-orang biasa di Yudea untuk mempersiapkan umat yang tepat bagi Tuhan Yesus, dan menyiapkan tempat bekerja yang cocok bagi-Nya. Dengan seorang nabi seperti Yohanes yang membuka jalan, Tuhan Yesus dapat secara langsung memulai jalan salib-Nya segera setelah Dia tiba. Ketika Tuhan menjadi daging untuk melakukan tugas-Nya, Dia tidak perlu melakukan pekerjaan untuk memilih orang, dan tidak perlu secara pribadi mencari orang atau tempat untuk bekerja. Dia tidak melakukan pekerjaan seperti itu ketika Dia datang; orang yang tepat telah menyiapkannya untuk Dia sebelum Dia tiba. Yohanes telah menyelesaikan pekerjaan ini sebelum Yesus memulai tugas-Nya, karena ketika Tuhan yang berinkarnasi tiba untuk melakukan tugas-Nya, Dia langsung bekerja pada mereka yang telah lama menantikan Dia. Yesus tidak datang untuk melakukan pekerjaan manusia, atau pekerjaan perbaikan yang terjadi pada manusia. Dia datang hanya untuk melakukan pelayanan yang menjadi tugas yang harus dilakukan-Nya, dan yang lainnya tidak ada hubungannya dengan-Nya. Ketika Yohanes datang, yang dilakukannya adalah membawa sekelompok orang yang menerima Injil kerajaan surga keluar dari Bait Suci dan dari antara orang-orang Yahudi, agar mereka dapat menjadi objek pekerjaan Tuhan Yesus. Yohanes bekerja selama tujuh tahun, yang berarti dia menyebarkan Injil selama tujuh tahun. Selama menjalankan tugasnya, Yohanes tidak memperlihatkan banyak mukjizat, karena tugasnya adalah membuka jalan, yaitu pekerjaan persiapan. Semua pekerjaan lain, pekerjaan yang akan Yesus lakukan, tidak ada hubungan dengannya; dia hanya meminta manusia untuk mengakui dosa-dosanya dan bertobat, dan membaptis orang, sehingga mereka dapat diselamatkan. Meskipun dia melakukan pekerjaan baru, dan membuka jalan yang belum pernah dilalui oleh manusia sebelumnya, melainkan dia hanya membuka jalan bagi Yesus. Dia hanyalah seorang nabi yang melakukan pekerjaan persiapan, dan tidak mampu melakukan pekerjaan Yesus. Meskipun Yesus bukan yang pertama memberitakan Injil kerajaan surga, dan meskipun Dia terus mengikuti jalan yang telah Yohanes lalui, tetap saja tidak ada orang lain yang dapat melakukan pekerjaan-Nya, dan pekerjaan-Nya itu melampaui pekerjaan Yohanes. Yesus tidak dapat mempersiapkan jalan-Nya sendiri; pekerjaan-Nya dilakukan langsung atas nama Tuhan. Jadi, tidak peduli berapa tahun Yohanes bekerja, dia tetap seorang nabi, dan tetap seorang nabi yang membuka jalan. Tiga tahun pekerjaan yang dilakukan Yesus melampaui pekerjaan tujuh tahun yang dilakukan Yohanes, karena substansi pekerjaan-Nya tidak sama. Ketika Yesus mulai melakukan pelayanan-Nya, yaitu ketika pekerjaan Yohanes berakhir, Yohanes telah mempersiapkan cukup banyak orang dan tempat untuk digunakan oleh Tuhan Yesus, dan itu semua cukup bagi Tuhan Yesus untuk memulai pekerjaan selama tiga tahun. Maka, segera setelah pekerjaan Yohanes selesai, Tuhan Yesus secara resmi memulai pekerjaan-Nya sendiri, dan kata-kata yang diucapkan oleh Yohanes disingkirkan. Itu karena pekerjaan yang dilakukan oleh Yohanes hanya untuk kepentingan peralihan, dan kata-katanya bukanlah kata-kata kehidupan yang akan menuntun manusia ke pertumbuhan baru; akhirnya, kata-katanya hanya digunakan untuk sementara.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

2. Pada waktu itu, sebagian dari pekerjaan Yesus sesuai dengan Perjanjian Lama, dan juga hukum Musa serta firman yang diucapkan Yahweh selama Zaman Hukum Taurat. Semua ini Yesus gunakan untuk melakukan sebagian dari pekerjaan-Nya. Dia berkhotbah kepada orang-orang dan mengajar mereka di rumah ibadat, dan Dia menggunakan nubuat para nabi di Perjanjian Lama untuk menegur orang-orang Farisi yang bermusuhan dengan-Nya, dan menggunakan firman dalam Alkitab untuk mengungkapkan ketidaktaatan mereka dan dengan demikian mengutuk mereka. Karena mereka memandang rendah apa yang telah dilakukan Yesus; khususnya, banyak dari pekerjaan Yesus tidak sesuai dengan hukum Taurat di dalam Alkitab, dan lebih jauh lagi, apa yang Dia ajarkan lebih tinggi dari kata-kata mereka sendiri, dan bahkan lebih tinggi dari apa yang telah dinubuatkan oleh para nabi di dalam Alkitab. Pekerjaan Yesus hanya demi penebusan manusia dan penyaliban. Jadi, tidak perlu bagi-Nya untuk mengatakan lebih banyak firman untuk menaklukkan siapa pun. Banyak dari apa yang Dia ajarkan kepada manusia diambil dari firman dalam Alkitab, dan walaupun pekerjaan-Nya itu tidak melebihi Alkitab, tetap saja Dia dapat menyelesaikan pekerjaan penyaliban. Pekerjaan-Nya bukan pekerjaan firman, juga bukan demi menaklukkan manusia, melainkan pekerjaan untuk menebus umat manusia. Dia hanya bertindak sebagai korban penghapus dosa bagi umat manusia, dan tidak bertindak sebagai sumber firman bagi umat manusia. Dia bukan melakukan pekerjaan bangsa-bangsa non-Yahudi, yaitu pekerjaan menaklukkan manusia, melainkan melakukan pekerjaan penyaliban, pekerjaan yang dilakukan di antara mereka yang percaya akan adanya Tuhan. Meskipun pekerjaan-Nya dilakukan atas dasar Alkitab, dan Dia menggunakan apa yang dinubuatkan oleh para nabi zaman dahulu untuk mengutuk orang-orang Farisi, ini cukup untuk menyelesaikan pekerjaan penyaliban. Jika pekerjaan pada zaman sekarang ini tetap dilakukan atas dasar nubuat para nabi zaman dahulu dalam Alkitab, engkau sekalian tidak mungkin ditaklukkan, karena Perjanjian Lama tidak berisi catatan mengenai ketidaktaatan dan dosa-dosamu, wahai orang-orang Tiongkok, di sana tidak terdapat sejarah mengenai dosa-dosamu. Jadi, jika pekerjaan ini masih terdapat dalam Alkitab, engkau sekalian tidak akan pernah menyerah. Alkitab mencatat sejarah Israel yang terbatas, yang tidak mampu menentukan apakah engkau sekalian jahat atau baik, atau menghakimimu. Bayangkan seandainya Aku menghakimimu menurut sejarah orang Israel—akankah engkau sekalian tetap mengikuti Aku seperti yang engkau sekalian lakukan hari ini? Tahukah engkau betapa sulitnya engkau semua? Jika tidak ada firman yang diucapkan selama tahap ini, mustahil menyelesaikan pekerjaan penaklukan. Karena Aku tidak datang untuk dipaku di kayu salib, Aku harus mengucapkan firman yang terpisah dari Alkitab, agar engkau sekalian dapat ditaklukkan.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

3. Pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus hanyalah tahap yang lebih tinggi dari Perjanjian Lama; pekerjaan itu digunakan untuk memulai sebuah zaman, dan memimpin zaman tersebut. Mengapa Dia berkata, "Aku datang bukan untuk melenyapkannya, melainkan untuk menggenapinya"? Namun dalam pekerjaan-Nya ada banyak yang berbeda dengan hukum Taurat yang diterapkan dan perintah-perintah yang diikuti oleh orang Israel dalam Perjanjian Lama, karena Dia tidak datang untuk mematuhi hukum, tetapi untuk menggenapinya. Proses penggenapan itu mencakup banyak hal aktual: pekerjaan-Nya lebih praktis dan nyata, dan selain itu, pekerjaan itu hidup, dan bukan ketaatan buta kepada doktrin. Apakah orang Israel tidak menghormati hari Sabat? Ketika Yesus datang, Dia tidak menghormati hari Sabat, karena Dia berkata bahwa Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat, dan ketika Tuhan atas hari Sabat itu tiba, Dia akan melakukan apa yang Dia inginkan. Dia datang untuk menggenapi hukum Perjanjian Lama dan mengubah hukum. Semua yang dilakukan pada zaman sekarang adalah berdasarkan pada saat sekarang, tetapi semua itu tetap berlandaskan pada pekerjaan Yahweh di Zaman Hukum Taurat, dan tidak melampaui lingkup ini. Menjaga lidahmu, dan tidak melakukan perzinahan, misalnya—bukankah ini adalah hukum Perjanjian Lama? Hari ini, apa yang dituntut darimu tidak hanya terbatas pada Sepuluh Perintah, melainkan mencakup perintah dan hukum-hukum yang lebih tinggi dari yang datang sebelumnya, tetapi ini tidak berarti bahwa apa yang datang sebelumnya telah dihapuskan, karena setiap tahap pekerjaan Tuhan dilakukan berlandaskan apa yang datang sebelumnya. Mengenai apa yang Yahweh perkenalkan kepada Israel, seperti memerintahkan agar orang mempersembahkan korban bakaran, menghormati orang tua mereka, tidak menyembah berhala, tidak menyerang atau mengutuk sesama, tidak melakukan perzinahan, tidak merokok atau minum minuman keras, dan tidak makan daging hewan yang sudah mati atau minum darah: bukankah semua ini membentuk landasan bagi tindakan nyatamu bahkan di zaman sekarang? Berdasarkan landasan masa lalulah pekerjaan tersebut dilakukan sampai hari ini. Meskipun hukum masa lalu tidak lagi disebutkan, dan tuntutan-tuntutan baru telah dibuat untukmu, hukum-hukum ini sama sekali tidak dihapuskan, sebaliknya, hukum-hukum tersebut telah ditingkatkan ke status yang lebih tinggi. Mengatakan bahwa hukum-hukum tersebut telah dihapus berarti bahwa zaman sebelumnya sudah ketinggalan zaman, padahal ada sebagian perintah yang harus engkau hormati untuk selamanya. Perintah-perintah masa lalu telah dilakukan, sudah menjadi jiwa manusia, dan tidak perlu mengulangi perintah untuk tidak merokok, tidak minum minuman keras, dan sebagainya. Di atas landasan inilah, perintah-perintah baru ditetapkan sesuai dengan kebutuhanmu pada zaman sekarang, sesuai dengan tingkat pertumbuhanmu, dan sesuai dengan pekerjaan zaman sekarang. Menetapkan perintah-perintah untuk zaman yang baru tidak berarti menghapuskan perintah-perintah zaman yang lama, tetapi mengangkatnya lebih tinggi di atas landasan ini, untuk membuat tindakan-tindakan manusia lebih sempurna, dan lebih sesuai dengan kenyataan. Jika, hari ini, engkau sekalian hanya diminta untuk mengikuti perintah dan mematuhi hukum Perjanjian Lama, dengan cara yang sama seperti orang Israel, dan bahkan jika engkau diharuskan untuk menghafal hukum yang ditetapkan oleh Yahweh, tidak mungkin engkau bisa berubah. Jika engkau sekalian hanya mematuhi beberapa perintah terbatas atau menghafal hukum yang tak terhitung jumlahnya, sifat lamamu akan tetap tertanam kuat, dan tidak akan ada cara untuk mencabutnya. Dengan demikian engkau sekalian akan menjadi semakin bejat, dan tidak seorang pun dari antaramu akan menjadi patuh. Artinya, beberapa perintah sederhana atau hukum yang tak terhitung jumlahnya tidak dapat membuat engkau sekalian mengetahui perbuatan Yahweh. Engkau tidak sama dengan orang Israel: dengan mengikuti hukum dan menghafal perintah-perintah, mereka dapat menyaksikan perbuatan Yahweh, dan memberikan pengabdian mereka kepada-Nya saja, tetapi engkau sekalian tidak dapat mencapai hal ini, dan beberapa perintah dari zaman Perjanjian Lama tidak hanya tidak mampu membuatmu menyerahkan hatimu, atau melindungimu, tetapi malah akan membuatmu lalai, dan akan menurunkanmu ke alam maut. Karena pekerjaan-Ku adalah pekerjaan penaklukan, dan ditujukan pada ketidaktaatan dan sifat lamamu. Firman yang disampaikan baik oleh Yahweh maupun Yesus jauh sekali dari firman penghakiman zaman sekarang yang keras. Tanpa firman yang keras seperti itu, mustahil untuk menaklukkan engkau sekalian "para ahli", yang sudah tidak taat selama ribuan tahun. Hukum Taurat Perjanjian Lama sudah sejak lama kehilangan kekuatannya atas dirimu, dan penghakiman pada zaman sekarang jauh lebih hebat daripada hukum yang lama. Yang paling cocok untukmu adalah penghakiman, dan bukan pembatasan hukum yang sepele, karena engkau sekalian bukan manusia di masa awal, tetapi manusia yang telah rusak selama ribuan tahun. Apa yang harus diraih manusia saat ini adalah sesuai dengan keadaan manusia yang sesungguhnya saat ini, sesuai dengan kualitas dan tingkat pertumbuhan manusia yang sebenarnya di masa sekarang, dan itu tidak mengharuskanmu untuk mengikuti doktrin. Ini agar perubahan dapat dicapai pada sifat lamamu dan agar engkau dapat menyingkirkan pemahamanmu.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

4. Pada masa itu, pekerjaan Yesus adalah penebusan seluruh umat manusia. Dosa-dosa semua orang yang percaya kepada-Nya diampuni; asalkan engkau percaya kepada-Nya, Dia akan menebusmu; jika engkau percaya kepada-Nya, engkau bukan lagi orang berdosa, engkau telah dibebaskan dari dosa-dosamu. Inilah yang dimaksud dengan diselamatkan dan dibenarkan oleh iman. Namun di antara orang-orang percaya, masih ada yang memberontak dan melawan Tuhan, dan secara bertahap harus dibuang. Keselamatan tidak berarti manusia telah sepenuhnya didapatkan oleh Yesus, tetapi manusia tidak lagi terikat oleh dosa, dosa-dosanya telah diampuni: asalkan engkau percaya, engkau tidak akan pernah lagi terikat oleh dosa. Pada masa itu, Yesus melakukan banyak pekerjaan yang tidak dapat dimengerti oleh murid-murid-Nya, dan mengatakan banyak perkara yang tidak dimengerti orang. Hal ini karena, pada masa itu, Dia tidak memberikan penjelasan. Jadi, beberapa tahun setelah Dia pergi, Matius menciptakan silsilah-Nya, dan orang-orang lainnya juga melakukan banyak pekerjaan yang berasal dari kehendak manusia. Yesus tidak datang untuk menyempurnakan dan mendapatkan manusia, tetapi untuk melakukan satu tahap pekerjaan: menyatakan Injil kerajaan surga dan menyelesaikan pekerjaan penyaliban—sehingga begitu Yesus disalibkan, pekerjaan-Nya pun benar-benar telah selesai. Namun pada tahap sekarang ini—pekerjaan penaklukan—lebih banyak firman harus diucapkan, lebih banyak pekerjaan harus dilakukan, dan banyak proses harus dilewati. Demikian pula misteri pekerjaan Yesus dan Yahweh harus disingkapkan, supaya semua orang dapat memiliki pemahaman dan kejelasan dalam iman mereka, karena inilah pekerjaan akhir zaman, dan akhir zaman adalah akhir pekerjaan Tuhan, saat diakhirinya pekerjaan ini. Tahap pekerjaan ini akan menjelaskan kepadamu hukum Yahweh dan penebusan Yesus, dan pada prinsipnya demikian agar engkau dapat memahami seluruh rencana pengelolaan pekerjaan Tuhan selama enam ribu tahun, dan menghargai seluruh makna dan hakikat rencana pengelolaan enam ribu tahun ini, serta memahami tujuan semua pekerjaan yang dilakukan Yesus dan firman yang diucapkan-Nya, bahkan memahami kepercayaanmu yang membabi-buta dan pemujaanmu terhadap Alkitab. Semua ini akan membuatmu mengerti. Engkau akan mulai memahami baik pekerjaan yang dilakukan Yesus, maupun pekerjaan Tuhan pada masa kini; engkau akan memahami dan memperhatikan semua jalan, kebenaran, dan hidup. Dalam tahap pekerjaan yang dilakukan-Nya, mengapa Yesus pergi tanpa menyelesaikan pekerjaan Tuhan? Karena tahap pekerjaan Yesus bukanlah pekerjaan penutup. Ketika Dia dipaku di atas kayu salib, firman-Nya juga berakhir; setelah penyaliban-Nya, pekerjaan-Nya benar-benar telah selesai. Tahap pekerjaan saat ini berbeda: ketika semua firman telah selesai diucapkan dan seluruh pekerjaan Tuhan diakhiri, barulah pekerjaan-Nya akan berakhir. Selama tahap pekerjaan Yesus, ada banyak firman yang tak terucapkan, atau tidak sepenuhnya dinyatakan dengan jelas. Namun Yesus tidak peduli apa yang Dia katakan atau tidak katakan, karena pelayanan-Nya bukanlah pelayanan firman, karena itu setelah Yesus dipaku di atas kayu salib, Dia pergi. Tahap pekerjaan itu terutama demi penyaliban, tidak seperti tahap pekerjaan saat ini. Tahap pekerjaan ini terutama demi penyempurnaan, pemberesan, dan untuk membawa seluruh pekerjaan sampai pada akhirnya. Jika firman itu tidak diucapkan sampai akhir, tidak akan ada jalan untuk menutup pekerjaan ini, karena dalam tahap pekerjaan ini semua pekerjaan diakhiri dan diselesaikan dengan firman. Pada masa itu, Yesus melakukan banyak pekerjaan yang tidak dapat dimengerti oleh manusia. Dia pergi secara diam-diam, dan hingga kini masih banyak orang yang belum mengerti firman-Nya, yang pemahamannya salah tetapi tetap yakin bahwa mereka benar, yang tidak menyadari bahwa mereka salah. Pada akhirnya, tahap pekerjaan saat ini akan menuntaskan pekerjaan Tuhan, dan akan menetapkan kesudahannya. Semua orang akan memahami dan mengenal rencana pengelolaan Tuhan. Gagasan dalam diri manusia, niat manusia, pemahamannya yang salah, gagasannya terhadap pekerjaan Yahweh dan Yesus, pandangannya tentang bangsa-bangsa bukan Yahudi, dan penyimpangan serta dan kesalahannya yang lain akan diperbaiki. Dan manusia akan memahami seluruh jalan kehidupan yang benar, dan seluruh pekerjaan yang dilakukan Tuhan, dan seluruh kebenaran. Ketika itu terjadi, tahap pekerjaan ini akan berakhir.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (2)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

5. Pekerjaan Yahweh adalah penciptaan dunia, ini adalah permulaan; tahap pekerjaan ini adalah akhir pekerjaan, dan ini adalah penutupnya. Pada mulanya, pekerjaan Tuhan dilakukan di antara orang Israel sebagai umat pilihan, dan itu adalah awal zaman baru di tempat paling kudus di antara semua tempat. Tahap terakhir pekerjaan ini dilakukan di negara paling najis dari semua negara, untuk menghakimi dunia dan membawa zaman ini pada kesudahannya. Pada tahap pertama, pekerjaan Tuhan dilakukan di tempat paling terang dari semua tempat, dan tahap terakhir dilakukan di tempat paling gelap dari semua tempat, dan kegelapan ini akan diusir, terang akan muncul, dan semua orang ditaklukkan. Ketika orang-orang paling najis dan paling jahat dari semua tempat telah ditaklukkan, dan seluruh penduduk telah mengakui bahwa Tuhan itu ada, Tuhan yang benar, dan setiap orang telah benar-benar yakin, kenyataan ini akan digunakan untuk melakukan pekerjaan penaklukan atas seluruh alam semesta. Tahap pekerjaan ini menjadi pertanda: begitu pekerjaan di zaman ini telah selesai, pekerjaan pengelolaan 6000 tahun itu akan berakhir dengan sempurna. Begitu orang-orang di tempat paling gelap dari semua tempat telah ditaklukkan, sudah jelas hal itu juga akan terjadi di tempat lain. Tepatnya, hanya pekerjaan penaklukan di Tiongkok yang menjadi pertanda yang berarti. Tiongkok melambangkan semua kekuatan kegelapan, dan orang Tiongkok melambangkan semua orang yang berasal dari daging, dari Iblis, dari daging dan darah. Orang Tionghoalah yang paling dirusak oleh si naga merah yang sangat besar, yang paling kuat melawan Tuhan, yang kemanusiaannya paling rendah dan najis, sehingga merupakan pola dasar semua kemanusiaan yang rusak. Hal ini bukan berarti negara-negara lain tidak memiliki masalah sama sekali; gagasan manusia semuanya sama, dan meskipun orang-orang di negara-negara ini mungkin memiliki kualitas yang baik, jika mereka tidak mengenal Tuhan, pastilah mereka menentang Dia. Mengapa orang Yahudi juga melawan dan menentang Tuhan? Mengapa orang Farisi juga menentang Dia? Mengapa Yudas mengkhianati Yesus? Pada masa itu, banyak murid tidak mengenal Yesus. Mengapa, setelah Yesus disalibkan dan bangkit kembali, orang masih tidak percaya kepada-Nya? Bukankah ketidaktaatan manusia itu sama saja? Hanya saja rakyat Tiongkoklah yang dijadikan contoh, dan ketika telah ditaklukkan, mereka akan menjadi model dan contoh, dan berfungsi sebagai rujukan bagi orang lain. Mengapa Aku selalu mengatakan engkau sekalian adalah penyambung bagi rencana pengelolaan-Ku? Pada rakyat Tiongkoklah kerusakan, kenajisan, ketidakbenaran, perlawanan, dan pemberontakan ditunjukkan dengan begitu sempurna dan tersingkap dalam beragam bentuknya. Di satu sisi, orang-orang ini berkualitas buruk, dan di sisi lain, kehidupan dan pola pikir mereka terbelakang, dan kebiasaan, lingkungan sosial, garis keturunan mereka—semuanya buruk dan paling terbelakang. Status mereka juga rendah. Pekerjaan di tempat ini menjadi pertanda, dan setelah pekerjaan pengujian ini dilaksanakan secara keseluruhan, pekerjaan-Nya selanjutnya akan berlangsung lebih baik. Jika tahap pekerjaan ini dapat diselesaikan, pekerjaan berikutnya sudah jelas akan berlangsung. Begitu tahap pekerjaan ini telah dilaksanakan, kesuksesan besar akan tercapai sepenuhnya, dan penaklukan seluruh alam semesta akan berakhir dengan sempurna. Sesungguhnya, begitu pekerjaan di antara engkau sekalian telah berhasil, ini akan setara dengan keberhasilan di seluruh alam semesta. Inilah pentingnya mengapa Aku meminta engkau sekalian bertindak sebagai model dan contoh. Pemberontakan, perlawanan, kenajisan, ketidakbenaran—semuanya ditemukan pada orang-orang ini, dan dalam diri mereka terlukiskan semua pemberontakan umat manusia. Mereka benar-benar menjadi pertanda. Jadi, mereka tetap bertahan sebagai lambang penaklukan, dan begitu mereka telah ditaklukkan, secara alami mereka akan menjadi contoh dan model bagi yang lain.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (2)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

6. Tidak ada yang lebih simbolis daripada tahap pertama yang dilakukan di Israel: orang Israel adalah yang paling kudus dan bermoral di antara semua bangsa, sehingga awal zaman baru di tanah ini memiliki arti terpenting. Dapat dikatakan nenek moyang manusia berasal dari Israel, dan Israellah tempat lahirnya pekerjaan Tuhan. Pada mulanya, orang-orang inilah yang paling kudus, dan mereka semua menyembah Yahweh, dan pekerjaan Tuhan atas mereka mampu memberikan hasil terbaik. Seluruh Alkitab mencatat pekerjaan dua zaman: yang satu pekerjaan Zaman Hukum Taurat, dan yang lain pekerjaan Zaman Kasih Karunia. Perjanjian Lama mencatat firman yang diucapkan Yahweh kepada orang Israel dan pekerjaan-Nya di Israel; Perjanjian Baru mencatat pekerjaan Yesus di Yudea. Akan tetapi mengapa dalam Alkitab tidak terdapat nama-nama Tionghoa? Karena dua bagian pertama pekerjaan Tuhan dilakukan di Israel, karena orang Israel adalah umat pilihan—yang berarti merekalah yang pertama kali menerima pekerjaan Yahweh. Merekalah yang paling tidak rusak dari seluruh umat manusia, dan pada awalnya, mereka satu pikiran untuk memuja Tuhan dan menghormati Dia. Mereka menaati firman Yahweh, selalu melayani di Bait Suci, dan mengenakan jubah atau mahkota imam. Merekalah orang-orang yang pertama kali menyembah Tuhan, dan menjadi sasaran paling awal pekerjaan-Nya. Orang-orang ini merupakan contoh dan model untuk seluruh umat manusia. Mereka merupakan contoh dan model kekudusan dan kebenaran. Orang-orang seperti Ayub, Abraham, Lot, atau Petrus dan Timotius—mereka semua orang Israel, dan yang paling kudus dari antara contoh dan model. Israel adalah negara yang pertama kali menyembah Tuhan di antara umat manusia, dan lebih banyak orang benar datang dari sini daripada tempat-tempat lainnya. Tuhan bekerja di dalam mereka agar Dia dapat mengelola umat manusia di seluruh negara dengan lebih baik di masa yang akan datang. Pencapaian dan kebenaran mereka dalam penyembahan kepada Yahweh dicatat, supaya mereka dapat menjadi contoh dan model bagi orang-orang di luar Israel selama Zaman Kasih Karunia; dan perbuatan mereka telah menopang beberapa ribu tahun pekerjaan, hingga kini.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (2)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

7. Nama Yesus menandai permulaan zaman baru, yakni Zaman Kasih Karunia. Ketika Yesus mulai melakukan pelayanan-Nya, Roh Kudus pun mulai bersaksi tentang nama Yesus, tetapi nama Yahweh tidak lagi dibicarakan; sebaliknya, Roh Kudus melakukan pekerjaan yang baru, terutama dalam nama Yesus. Kesaksian mereka yang percaya kepada-Nya ditujukan kepada Yesus Kristus, dan demi Yesus Kristus pula pekerjaan mereka. Dengan berakhirnya Zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama berarti bahwa pekerjaan yang dilakukan terutama atas nama Yahweh telah selesai. Sejak itu, nama Tuhan bukan lagi Yahweh, tetapi Ia disebut Yesus, dan dari sini Roh Kudus pun pada dasarnya memulai pekerjaan-Nya dalam nama Yesus. Jadi, engkau yang sekarang ini masih makan dan minum perkataan Yahweh dan masih melakukan semuanya sesuai dengan pekerjaan Zaman Hukum Taurat—bukankah engkau secara membabi buta mengikuti aturan-aturan belaka? Tidakkah engkau sedang terjebak dalam masa lalu? Engkau semua saat ini tahu bahwa akhir zaman telah tiba. Mungkinkah pada kedatangan-Nya nanti Dia masih akan disebut Yesus? Yahweh memberi tahu orang Israel bahwa Mesias akan datang, tetapi ketika Mesias itu datang, Dia tidak disebut Mesias, melainkan Yesus. Yesus berkata bahwa Dia akan kembali, dan bahwa Dia akan kembali dengan cara sebagaimana Dia telah pergi. Ini adalah perkataan Yesus sendiri, tetapi apakah engkau melihat bagaimana cara Yesus pergi? Yesus naik awan putih, tetapi mungkinkah Dia secara pribadi akan kembali di tengah-tengah manusia dengan awan putih itu juga? Kalau begitu, bukankah Dia akan tetap disebut Yesus? Ketika Yesus datang lagi, zaman sudah akan berubah, maka mungkinkah Dia tetap akan disebut Yesus? Apakah Tuhan dapat dikenali dengan nama Yesus saja? Tidak mungkinkah Dia disebut dengan nama yang baru pada zaman yang baru? Dapatkah gambar satu pribadi dan satu nama tertentu merepresentasikan Tuhan seutuhnya? Di setiap zaman, Tuhan melakukan pekerjaan baru dan disebut dengan nama baru; bagaimana mungkin Dia melakukan pekerjaan yang sama pada zaman yang berbeda? Bagaimana mungkin Dia melekat erat pada sesuatu yang lama? Nama Yesus dipakai demi pekerjaan penebusan, maka apakah Dia masih akan dipanggil dengan nama yang sama ketika Dia kembali pada akhir zaman? Apakah Dia akan tetap melakukan pekerjaan penebusan? Mengapa Yahweh dan Yesus adalah satu, tetapi dipanggil dengan nama yang berbeda pada zaman yang berbeda? Bukankah karena zaman pekerjaan Mereka berbeda? Mungkinkah satu nama merepresentasikan Tuhan seutuhnya? Jika demikian, Tuhan harus dipanggil dengan nama yang berbeda pada zaman yang berbeda, dan harus pula menggunakan nama tersebut untuk mengubah dan merepresentasikan zaman tersebut. Karena tiada satu nama pun yang dapat sepenuhnya merepresentasikan Tuhan dan setiap nama hanya dapat merepresentasikan aspek temporal dari watak Tuhan pada zaman tertentu, maka tiada lain kecuali nama-Nya mewakili pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, Tuhan dapat memilih nama apa pun yang sesuai dengan watak-Nya untuk merepresentasikan seluruh zaman. Terlepas dari apakah suatu zaman merupakan zaman Yahweh atau zaman Yesus, masing-masing zaman direpresentasikan oleh sebuah nama. Pada akhir dari Zaman Kasih Karunia, zaman terakhir telah tiba dan Yesus telah datang. Bagaimana mungkin Dia masih disebut Yesus? Bagaimana mungkin Dia masih mengenakan bentuk tubuh Yesus di tengah-tengah manusia? Apakah engkau sudah lupa bahwa Yesus tidak lebih dari gambaran seorang Nazaret? Sudah lupakah engkau bahwa Yesus hanya Penebus umat manusia? Bagaimana mungkin Dia melakukan pekerjaan penaklukan dan penyempurnaan manusia di akhir zaman?

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

8. Setiap kali datang ke bumi, Tuhan mengubah nama-Nya, gender-Nya, gambar-Nya, dan pekerjaan-Nya. Dia tidak mengulangi pekerjaan-Nya. Dia adalah Tuhan yang selalu baru dan tidak pernah tua. Ketika pertama kali datang, Dia dipanggil Yesus; dapatkah Dia tetap disebut Yesus apabila Dia datang lagi? Ketika pertama kali datang, Dia seorang laki-laki; mungkinkah ia menjadi laki-laki lagi kali ini? Pekerjaannya ketika Dia datang selama Zaman Kasih Karunia ialah untuk dipakukan pada kayu salib; ketika Dia datang lagi, mungkinkah Dia masih menebus umat manusia dari dosa? Mungkinkah Dia dipaku pada kayu salib lagi? Bukankah itu akan mengulangi pekerjaan-Nya? Tidak tahukah engkau bahwa Tuhan selalu baru dan tidak pernah tua? Ada orang yang mengatakan bahwa Tuhan itu tidak berubah. Memang benar, tetapi ini mengacu pada ketidakberubahan watak Tuhan dan hakikat-Nya. Perubahan nama dan pekerjaan-Nya tidak membuktikan bahwa hakikat-Nya berubah. Dengan kata lain, Tuhan selamanya adalah Tuhan dan tidak akan pernah berubah. Jika engkau mengatakan bahwa pekerjaan Tuhan tidak berubah, mungkinkah rencana pengelolaan enam ribu tahun-Nya akan dapat diselesaikan-Nya? Engkau sekadar tahu bahwa Tuhan selamanya tidak berubah, tetapi apakah engkau tahu bahwa Tuhan selalu baru dan tidak pernah tua? Jika pekerjaan Tuhan tidak berubah, dapatkah Dia memimpin umat manusia hingga ke masa sekarang? Jika Tuhan tidak berubah, lalu mengapa Dia telah melakukan pekerjaan dua zaman? Pekerjaan-Nya tidak pernah berhenti bergerak maju, dalam artian bahwa tahap demi tahap Ia menyingkapkan watak-Nya kepada manusia, dan yang Dia ungkapkan adalah watak inheren-Nya. Pada mulanya, watak Tuhan tersembunyi dari manusia. Dia tidak pernah secara terbuka menyingkapkan watak-Nya kepada manusia, dan manusia sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang Dia. Karena itu, Dia secara bertahap menggunakan pekerjaan-Nya untuk menyingkapkan watak-Nya kepada manusia, tetapi bekerja dengan cara ini tidak berarti bahwa watak Tuhan berubah di setiap zaman. Tidak dapat diartikan bahwa watak Tuhan terus berubah karena kehendak-Nya selalu berubah. Sebaliknya, karena zaman dari pekerjaan-Nya berbeda, maka Tuhan mengambil watak dasar-Nya secara menyeluruh dan secara bertahap disingkapkan-Nya kepada manusia sehingga manusia dapat mengenal-Nya. Akan tetapi, ini sama sekali tidak membuktikan bahwa Tuhan pada mulanya tidak memiliki watak tertentu atau bahwa watak-Nya telah berangsur-angsur berubah seiring berjalannya waktu—pemahaman seperti ini keliru adanya. Tuhan menyatakan kepada manusia watak dasar dan watak khusus-Nya, yakni siapa diri-Nya sesuai dengan berlalunya zaman. Pekerjaan satu zaman tidak dapat mengungkapkan seluruh watak Tuhan. Karena itu, firman "Tuhan selalu baru dan tidak pernah tua" merujuk pada pekerjaan-Nya, dan firman "Tuhan itu tidak berubah" merujuk pada apa yang dimiliki-Nya dan siapa Ia. Terlepas dari itu, engkau tidak dapat membuat pekerjaan enam ribu tahun bergantung pada satu titik, atau membatasinya dengan kata-kata mati. Hal seperti itu merupakan kebodohan manusia. Tuhan tidak sesederhana yang dibayangkan manusia dan pekerjaan-Nya tidak dapat tinggal dalam satu zaman saja. Yahweh, misalnya, tidak dapat selalu merepresentasikan nama Tuhan; Tuhan dapat pula melakukan pekerjaan-Nya dalam nama Yesus. Ini menandakan bahwa pekerjaan Tuhan selalu bergerak maju.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

9. Tuhan tetaplah Tuhan dan tidak akan pernah menjadi Iblis; Iblis tetaplah Iblis dan tidak akan pernah menjadi Tuhan. Hikmat dan keagungan Tuhan, kebenaran dan kemegahan Tuhan tidak akan pernah berubah. Esensi-Nya, apa yang dimiliki-Nya, dan siapa Ia tidak akan pernah berubah. Tetapi, pekerjaan-Nya selalu bergerak maju, selalu lebih mendalam, karena Dia selalu baru dan tidak pernah tua. Tuhan mengenakan nama baru dan melakukan pekerjaan baru di setiap zaman. Demikian pula di setiap zaman Dia mengizinkan makhluk-Nya melihat kehendak-Nya yang baru dan watak-Nya yang baru. Jika di zaman baru orang gagal melihat pengungkapan watak Tuhan yang baru, apakah mereka tidak akan memakukan Dia pada kayu salib untuk selamanya? Kalau begitu, apakah mereka tidak pula mematok batasan tentang Tuhan?

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

10. Dalam pekerjaan terakhir-Nya untuk mengakhiri zaman, salah satu watak Tuhan ialah menghajar dan menghakimi. Dengan watak ini Dia menyingkapkan segala sesuatu yang tidak benar untuk menghakimi semua orang secara terbuka dan menyempurnakan mereka yang mengasihi-Nya dengan hati yang tulus. Watak seperti inilah yang dapat mengakhiri zaman. Akhir zaman telah tiba. Semua makhluk ciptaan akan dikelompokkan menurut jenis mereka, dan dibagi ke dalam kategori berbeda berdasarkan sifat mereka. Ini saat ketika Tuhan mengungkap kesudahan manusia dan tempat tujuan mereka. Jika manusia tidak mengalami hajaran dan penghakiman, tidak akan ada jalan untuk mengungkap ketidakpatuhan serta ketidakbenaran mereka. Hanya melalui hajaran dan penghakimanlah kesudahan semua makhluk ciptaan bisa diungkapkan. Manusia hanya menunjukkan watak aslinya ketika ia dihajar dan dihakimi. Yang jahat akan dikumpulkan bersama yang jahat, yang baik dengan yang baik, dan semua manusia akan dikelompokkan berdasarkan jenis mereka. Melalui hajaran dan penghakiman, kesudahan semua ciptaan akan diungkap, sehingga yang jahat bisa dihukum dan yang baik diberikan upah, dan semua orang menjadi tunduk di bawah kekuasaan Tuhan. Semua pekerjaan ini harus dicapai melalui hajaran dan penghakiman yang benar. Karena kerusakan manusia telah mencapai puncaknya dan ketidakpatuhan mereka semakin parah, hanya watak Tuhan yang benar, yang pada prinsipnya adalah termasuk hajaran dan penghakiman serta diungkapkan di akhir zaman—yang bisa benar-benar mengubahkan dan menyempurnakan manusia. Hanya watak ini yang bisa menyingkap kejahatan dan menghukum semua yang tidak benar dengan keras. Oleh karena itu, watak seperti ini dijiwai dengan makna yang temporal, dan pengungkapan serta pergelaran watak-Nya dinyatakan demi kepentingan pekerjaan setiap zaman yang baru. Namun, tidak berarti bahwa Tuhan menyatakan watak-Nya secara sewenang-wenang dan tanpa makna. Andaikan dalam menyingkapkan kesudahan manusia selama akhir zaman, Tuhan masih menganugerahi manusia dengan belas kasihan dan kasih yang tak terhingga dan terus mengasihinya; tidak memperhadapkan manusia dengan penghakiman yang benar, melainkan menunjukkan toleransi, kesabaran, dan pengampunan kepadanya dan mengampuni manusia tanpa peduli betapa beratnya dosa mereka dan tanpa penghakiman yang benar sedikit pun: kapankah semua pengelolaan Tuhan akan diakhiri? Kapankah watak seperti itu dapat menuntun orang ke tempat tujuan yang pantas bagi umat manusia? Misalkan saja, ada seorang hakim, yang selalu mengasihi, seorang hakim yang berwajah ramah dan berhati lembut. Dia panjang sabar dan selalu mengasihi orang tanpa memandang bulu dan tanpa memandang kejahatan yang mungkin dilakukannya. Dapatkah ia memberi putusan yang benar dalam penghakiman? Selama akhir zaman, hanya penghakiman yang benar yang dapat mengelompokkan manusia menurut jenisnya dan membawa manusia ke dalam dunia baru. Dengan kata lain, seluruh zaman diakhiri melalui watak Tuhan yang benar, yakni menghakimi penghakiman dan hajaran.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

11. Pekerjaan Tuhan dalam keseluruhan pengelolaan-Nya sangat jelas: Zaman Kasih Karunia adalah Zaman Kasih Karunia, dan akhir zaman adalah akhir zaman. Ada perbedaan yang jelas antara setiap zaman karena di setiap zaman Tuhan melakukan pekerjaan yang mewakili zaman itu. Supaya pekerjaan pada akhir zaman dilakukan, harus ada siksa-api, penghakiman, hajaran, murka, dan penghancuran untuk mengakhiri zaman tersebut. Akhir zaman mengacu pada zaman terakhir. Selama zaman terakhir, apakah Tuhan tidak akan mengakhiri zaman tersebut? Untuk mengakhiri zaman, Tuhan harus membawa serta hajaran dan penghakiman bersama-Nya. Hanya dengan cara ini, Dia dapat mengakhiri zaman. Tujuan Yesus adalah supaya manusia dapat terus bertahan hidup, terus hidup, dan manusia boleh hidup dengan cara yang lebih baik. Dia menyelamatkan manusia dari dosa sehingga manusia dapat menghentikan kebobrokannya dan tidak lagi hidup dalam dunia orang mati dan neraka. Dengan menyelamatkan manusia dari dunia orang mati dan neraka, Dia mengizinkan manusia untuk terus hidup. Sekarang, akhir zaman telah tiba. Dia akan memusnahkan manusia dan menghancurkan ras manusia seluruhnya, artinya, Dia akan mengubah pemberontakan umat manusia. Karena alasan ini, mustahil bagi Tuhan dengan watak belas kasihan dan kasih masa lalu untuk mengakhiri zaman, atau membuat rencana pengelolaan enam ribu tahun berhasil. Setiap zaman ditandai dengan representasi khusus watak Tuhan dan di setiap zaman terdapat pekerjaan yang mesti dilakukan Tuhan. Jadi, pekerjaan yang dilakukan Tuhan sendiri di setiap zaman mengandung pengungkapan watak sejati-Nya, dan baik nama-Nya maupun pekerjaan yang dilakukan-Nya berubah seiring zaman; semuanya baru. Selama Zaman Hukum Taurat, pekerjaan membimbing umat manusia dilakukan atas nama Yahweh dan tahap pertama pekerjaan dimulai di bumi. Pada tahap ini, pekerjaan itu terdiri dari membangun Bait Suci dan mezbah, menggunakan hukum Taurat untuk membimbing orang Israel, dan bekerja di tengah-tengah mereka. Dengan membimbing orang Israel, Dia membangun suatu pangkalan untuk pekerjaan-Nya di bumi. Dari pangkalan ini, Dia memperluas pekerjaan-Nya melampaui Israel, yang berarti bahwa dari Israel, Dia memperluas pekerjaan-Nya ke luar, sehingga generasi selanjutnya secara bertahap mengetahui bahwa Yahweh adalah Tuhan, dan bahwa adalah Yahweh yang menciptakan langit bumi dan segala sesuatunya, dan adalah Yahweh yang menjadikan segala makhluk. Dia menyebarluaskan pekerjaan-Nya melalui orang Israel kepada suku bangsa lain. Tanah Israel adalah tempat suci pertama pekerjaan Yahweh di bumi, dan di tanah Israel pula Tuhan pertama kali bekerja di bumi. Inilah pekerjaan Zaman Hukum Taurat. Mengenai pekerjaan Zaman Kasih Karunia, Yesus-lah Tuhan yang menyelamatkan manusia. Apa yang dimiliki-Nya dan siapa Ia adalah karunia, kasih, belas kasihan, kesabaran, ketabahan, kerendahan hati, perhatian, toleransi, dan karena itu, sangat banyak pekerjaan yang telah dilakukan-Nya adalah demi penebusan manusia. Adapun watak-Nya antara lain belas kasihan dan kasih, dan karena berbelas kasih dan mengasihi, Dia harus dipaku pada kayu salib demi manusia, untuk menunjukkan bahwa Tuhan mengasihi manusia seperti diri-Nya sendiri, bahkan sedemikian besar kasih-Nya sampai-sampai Dia rela mengorbankan diri-Nya seutuhnya. Iblis berkata, "Karena Engkau mengasihi manusia, maka Engkau harus mengasihinya sehabis-habisnya: Engkau harus dipaku pada kayu salib untuk membebaskan manusia dari salib, dari dosa, dan Engkau harus mengorbankan diri-Mu sebagai ganti seluruh umat manusia." Lalu, Iblis bertaruh, "Karena Engkau adalah Tuhan Yang Pengasih dan Penyayang, maka Engkau harus mengasihi manusia sehabis-habisnya dan harus mengorbankan diri-Mu di salib." Yesus menjawab, "Sejauh demi umat manusia, Aku rela melepaskan segala milik-Ku." Dia pun disalibkan tanpa sedikit pun mementingkan diri sendiri. Segenap umat manusia ditebus-Nya. Selama Zaman Kasih Karunia, nama Tuhan adalah Yesus, yang artinya, Tuhan adalah Tuhan yang menyelamatkan manusia, pengasih dan penyayang, Tuhan yang menyertai manusia. Cinta, belas kasihan, dan keselamatan-Nya menyertai setiap orang. Hanya dengan menerima nama Yesus dan kehadiran-Nya, orang bisa memperoleh damai dan sukacita untuk menerima berkat dan rahmat-Nya yang besar dan berlimpah, serta keselamatan-Nya. Melalui penyaliban Yesus, semua orang yang mengikuti-Nya memperoleh keselamatan dan diampuni dosa-dosanya. Selama Zaman Kasih Karunia, Yesus merupakan nama Tuhan. Dengan kata lain, pekerjaan Zaman Kasih Karunia dilakukan, terutama dalam nama Yesus. Selama Zaman Kasih Karunia, Tuhan disebut Yesus. Dia melakukan suatu tahap pekerjaan baru di luar Perjanjian Lama, dan pekerjaan-Nya berakhir dengan penyaliban. Inilah keseluruhan pekerjaan-Nya. Sebab itu, selama Zaman Hukum Taurat, Yahweh merupakan nama Tuhan, dan pada zaman Kasih Karunia nama Yesus merepresentasikan Tuhan. Selama akhir zaman, nama-Nya adalah Tuhan Yang Mahakuasa—Yang Mahakuasa, yang menggunakan kuasa-Nya untuk membimbing, menaklukkan, dan memperoleh manusia, dan pada akhirnya mengakhiri zaman. Di setiap zaman, di setiap tahap pekerjaan-Nya, watak Tuhan tampak nyata.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

12. Pada mulanya, membimbing manusia selama Zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama sama halnya dengan membimbing kehidupan seorang anak. Umat manusia paling awal adalah anak-anak Yahweh yang baru lahir; mereka adalah orang Israel. Mereka tidak mengerti tentang bagaimana menghormati Tuhan atau bagaimana hidup di bumi. Dengan kata lain, Yahweh menciptakan umat manusia, yakni menciptakan Adam dan Hawa, tetapi Dia tidak memberikan mereka kemampuan untuk mengerti bagaimana menghormati Yahweh atau mengikuti hukum Yahweh di bumi. Tanpa bimbingan langsung dari Yahweh, tidak seorang pun dapat secara langsung mengetahui hal tersebut, karena pada mulanya manusia tidak memiliki kemampuan untuk itu. Manusia hanya tahu bahwa Yahweh adalah Tuhan, tetapi mengenai cara menghormati-Nya, perilaku seperti apa yang bisa disebut memuja-Nya, dengan pikiran seperti apa orang harus menghormati-Nya, atau apa yang harus dipersembahkan sebagai penghormatan kepada-Nya: manusia mutlak tidak tahu. Manusia hanya tahu bagaimana menikmati apa yang dapat dinikmati di antara segala hal yang diciptakan Yahweh, tetapi mengenai jenis kehidupan apa yang layak bagi ciptaan Tuhan, manusia tidak memiliki isyarat apa pun. Tanpa seseorang yang menginstruksikan dan membimbing secara pribadi, umat manusia ini tidak akan pernah menjalani kehidupan selayaknya kehidupan manusia, tetapi hanya secara diam-diam hidup sebagai tawanan Iblis. Yahweh menciptakan manusia, dengan kata lain, Dia menciptakan leluhur umat manusia, Hawa dan Adam, tetapi Dia tidak menganugerahi mereka kecerdasan atau hikmat lebih lanjut. Meskipun sudah hidup di bumi, mereka hampir tidak mengerti apa-apa. Karena itu, pekerjaan menciptakan umat manusia oleh Yahweh baru separuh jalan dan jauh dari rampung. Dia hanya membentuk model manusia dari tanah liat dan memberikan napas-Nya, namun tidak disertai dengan kemauan yang cukup untuk menghormati-Nya. Mula-mula, jauh di luar pikiran manusia untuk memuja, atau takut akan Dia. Manusia hanya tahu cara mendengarkan perkataan-Nya, tetapi tidak tahu tentang pengetahuan dasar kehidupan di bumi dan aturan hidup manusia yang tepat. Maka, meskipun Yahweh menciptakan laki-laki dan perempuan dan menyelesaikan proyek tujuh hari, Dia sama sekali tidak merampungkan penciptaan manusia sehingga manusia hanyalah debu dan tidak memiliki realitas sebagai manusia. Manusia hanya tahu bahwa Yahweh-lah yang telah menciptakan umat manusia, tetapi tidak tahu bagaimana harus mematuhi perkataan atau hukum Yahweh. Maka, setelah umat manusia muncul, pekerjaan Yahweh masih jauh dari rampung. Dia masih harus membimbing mereka untuk datang ke hadapan-Nya sehingga mereka dapat hidup bersama di bumi dan menghormati-Nya, dan supaya dengan bimbingan-Nya mereka bisa memasuki jalur yang benar dari kehidupan manusia yang normal di bumi. Hanya dengan cara ini pekerjaan yang dilakukan, terutama atas nama Yahweh, benar-benar rampung; artinya, hanya dengan cara ini, pekerjaan penciptaan dunia oleh Yahweh benar-benar rampung. Maka, setelah menciptakan umat manusia, Dia harus menuntun hidup umat manusia di bumi selama beberapa ribu tahun agar umat manusia dapat mematuhi ketetapan dan hukum-Nya dan mengambil bagian dalam semua kegiatan kehidupan manusia normal di bumi. Baru setelah itu pekerjaan Yahweh benar-benar rampung. Ia melakukan pekerjaan ini setelah menciptakan umat manusia, dan melanjutkannya sampai ke zaman Yakub, yakni ketika Dia menjadikan dua belas anak Yakub sebagai dua belas suku Israel. Sejak saat itu dan seterusnya, semua orang Israel menjadi bangsa manusia yang secara resmi dipimpin oleh-Nya di bumi, dan Israel menjadi suatu tempat yang khusus di bumi, tempat Dia melakukan pekerjaan-Nya. Yahweh menjadikan orang-orang ini kelompok pertama yang secara resmi menerima pekerjaan yang dilakukan-Nya di bumi. Dia menjadikan seluruh tanah Israel sebagai titik awal pekerjaan-Nya, menggunakan mereka sebagai awal dari pekerjaan yang lebih besar sehingga semua orang yang lahir dari-Nya di bumi akan tahu bagaimana menghormati-Nya dan bagaimana hidup di bumi. Dan dengan demikian, perbuatan orang Israel menjadi contoh bagi orang-orang dari bangsa bukan Yahudi, dan apa yang dikatakan di antara orang Israel akan didengar pula oleh orang-orang dari bangsa bukan Yahudi. Karena merekalah yang pertama menerima hukum dan perintah Yahweh, demikian pula yang pertama tahu bagaimana menghormati cara hidup yang ditetapkan Yahweh. Merekalah leluhur umat manusia yang selain mengetahui cara hidup yang ditetapkan Yahweh juga merupakan representasi ras manusia yang dipilih oleh Yahweh. Ketika Zaman Kasih Karunia tiba, Yahweh tidak lagi membimbing manusia dengan cara ini. Manusia telah berdosa dan tenggelam dalam dosa, maka Dia mulai menyelamatkan manusia dari dosa. Dengan cara ini, Dia mengecam manusia sampai manusia benar-benar dibebaskan dari dosa. Pada akhir zaman, manusia sudah dirusak sedemikian parahnya sehingga pekerjaan tahap ini hanya dapat dilakukan melalui penghakiman dan hajaran. Hanya dengan cara inilah pekerjaan dapat diselesaikan. Ini telah menjadi pekerjaan beberapa zaman. Dalam menggunakan nama Tuhan, pekerjaan Tuhan, dan gambar Tuhan yang berbeda untuk memisahkan zaman yang satu dari zaman yang lain dan untuk membuat peralihan antar zaman, nama Tuhan dan pekerjaan-Nya merepresentasikan baik zaman maupun pekerjaan-Nya pada tiap-tiap zaman.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

13. Mungkinkah nama Yesus—"Tuhan menyertai kita"—merepresentasikan watak Tuhan secara keseluruhannya? Mungkinkah itu sepenuhnya memperjelas Tuhan? Kalau manusia mengatakan bahwa Tuhan hanya dapat disebut Yesus dan mungkin tidak memiliki nama lain karena Tuhan tidak dapat mengubah watak-Nya, maka kata-kata ini benar-benar penghujatan! Apakah engkau percaya bahwa nama Yesus yang berarti Tuhan menyertai kita, cukup untuk merepresentasikan Tuhan secara keseluruhannya? Tuhan mungkin dipanggil dengan banyak nama, tetapi di antara banyak nama ini, tidak ada satu pun yang mampu merangkum semua nama Tuhan, tidak satu pun dapat merepresentasikan Tuhan sepenuhnya. Karena itu, Tuhan memiliki banyak nama, tetapi nama yang banyak ini tidak dapat sepenuhnya memperjelas watak Tuhan karena watak Tuhan sangat kaya sehingga melebihi kemampuan manusia untuk mengenal-Nya. Tidak ada cara bagi manusia selain menggunakan bahasa umat manusia untuk merangkum Tuhan seutuhnya. Umat manusia memiliki kosakata yang terbatas untuk merangkum semua yang diketahuinya tentang watak Tuhan: besar, terhormat, menakjubkan, tak terselami, tertinggi, suci, benar, bijaksana, dan seterusnya. Terlalu banyak kata! Keterbatasan kosakata ini tidak mampu menggambarkan watak Tuhan yang telah disaksikan sedikit oleh manusia. Seiring waktu, banyak orang menambahkan kata-kata yang dikiranya lebih tepat menggambarkan semangat dalam hatinya, tetapi Tuhan itu terlalu besar! Tuhan itu terlalu suci! Tuhan itu terlalu indah! Sekarang ini, ucapan manusia seperti ini telah mencapai puncaknya, namun manusia masih belum mampu mengungkapkan diri-Nya secara jelas. Jadi, bagi manusia, Tuhan memiliki banyak nama, bukan satu nama saja, karena Tuhan itu hakikat-Nya Maha Melimpah, sedangkan bahasa umat manusia teramat miskin. Satu kata atau nama tertentu saja tidak cukup untuk merepresentasikan Tuhan secara menyeluruh. Jadi, apakah menurutmu nama-Nya dapat ditentukan? Tuhan itu begitu agung dan begitu suci, tetapi engkau tidak mengizinkan-Nya untuk mengubah nama-Nya di setiap zaman yang baru? Oleh karena itu, di setiap zaman ketika Tuhan secara pribadi melakukan pekerjaan-Nya sendiri, Dia menggunakan nama yang cocok dengan zaman itu untuk merangkum pekerjaan yang ingin dilakukan-Nya. Dia menggunakan nama khusus yang memiliki makna temporal untuk merepresentasikan watak-Nya pada zaman tertentu. Inilah Tuhan yang menggunakan bahasa umat manusia untuk mengungkapkan watak-Nya sendiri. Walaupun demikian, banyak orang yang telah memiliki pengalaman spiritual dan secara pribadi telah melihat Tuhan, merasa bahwa satu nama saja tidak mampu merepresentasikan Tuhan dalam keseluruhan diri-Nya—ah, ini tak terhindarkan—maka, manusia tidak lagi memanggil Tuhan dengan nama apa pun, tetapi hanya memanggil-Nya "Tuhan." Seakan-akan hati manusia dipenuhi dengan kasih sekaligus diliputi kontradiksi karena tidak tahu bagaimana menjelaskan Tuhan. Siapakah Tuhan itu, itu terlalu melimpah, tidak ada cara untuk melukiskannya. Tiada satu nama pun yang mampu merangkum watak Tuhan, dan tiada satu nama pun mampu menggambarkan segala apa yang dimiliki-Nya dan siapa Ia. Kalau seseorang menanyai-Ku, "Tepatnya, nama apa yang Engkau gunakan?" Kepada mereka akan Kukatakan, "Tuhan adalah Tuhan!" Bukankah itu nama terbaik untuk Tuhan? Bukankah itu rangkuman terbaik dari watak Tuhan? Kalau begitu, mengapa engkau semua menghabiskan banyak tenaga untuk mencari nama Tuhan? Mengapa harus engkau gadaikan otakmu, tidak makan tidak tidur hanya demi nama? Harinya akan tiba ketika Tuhan tidak lagi disebut Yahweh, Yesus, atau Mesias, melainkan Ia akan disebut "Sang Pencipta" saja. Saat itu, semua nama yang telah dikenakan-Nya di bumi akan lekang sebab pekerjaan-Nya di bumi sudah akan berakhir. Setelah itu, lenyap sudah semua nama-Nya. Tatkala segala sesuatu sudah berada di bawah kekuasaan Sang Pencipta, masihkah Dia membutuhkan sebuah nama yang sangat tepat, tetapi tidak lengkap? Masihkah engkau mencari nama Tuhan saat ini? Masih beranikah engkau berkata bahwa Tuhan hanya disebut Yahweh? Masih beranikah engkau berkata bahwa Tuhan hanya dapat disebut Yesus? Sanggupkah engkau menanggung dosa hujat terhadap Tuhan? Engkau harus tahu bahwa awalnya Tuhan tidak bernama. Dia mengambil satu, dua, atau banyak nama hanya karena Dia memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, selain harus mengelola umat manusia. Nama panggilan apa pun, tidakkah Dia bebas memilih nama bagi diri-Nya sendiri? Apakah Dia butuh salah satu makhluk-Nya seperti dirimu untuk menentukan nama-Nya? Nama panggilan Tuhan adalah nama yang sesuai dengan apa yang sanggup dipahami manusia dengan bahasa umat manusia, tetapi nama ini mustahil dijangkau (akal budi) manusia. Engkau hanya bisa berkata bahwa ada Tuhan di surga, bahwa Dia disebut Tuhan, bahwa Dia adalah Tuhan itu sendiri dengan kuasa yang teramat besar, yang terlalu bijaksana, terlalu tinggi, terlalu menakjubkan, terlalu misterius, dan terlalu mahakuasa, lalu engkau kehabisan kata; seujung kuku saja yang bisa engkau ketahui. Kalau begitu, dapatkah sekadar nama Yesus merepresentasikan Tuhan itu sendiri? Ketika akhir zaman tiba, kendati Tuhan jua yang masih melakukan pekerjaan-Nya, nama-Nya pasti berubah, karena zamannya berbeda.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

14. Ketika Yesus datang untuk melakukan pekerjaan-Nya, itu di bawah arahan Roh Kudus. Dia melakukan apa yang diinginkan oleh Roh Kudus, bukan apa yang sesuai dengan Zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama atau pun pekerjaan Yahweh. Meskipun pekerjaan yang dilakukan Yesus tidak mengikuti hukum atau perintah Yahweh, sumber Mereka satu dan sama. Pekerjaan yang Yesus lakukan merepresentasikan nama Yesus dan Zaman Kasih Karunia. Sedangkan pekerjaan yang dilakukan Yahweh merepresentasikan Yahweh dan Zaman Hukum Taurat. Pekerjaan mereka adalah pekerjaan satu Roh dalam dua zaman yang berbeda. Pekerjaan yang Yesus lakukan hanya bisa merepresentasikan Zaman Kasih Karunia, dan pekerjaan yang Yahweh lakukan hanya bisa merepresentasikan Zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama. Yahweh hanya membimbing orang Israel dan Mesir serta semua bangsa di luar Israel. Pekerjaan Yesus di Zaman Kasih Karunia Perjanjian Baru adalah pekerjaan Tuhan dalam nama Yesus sewaktu Dia menuntun zaman itu. Kalau engkau mengatakan bahwa pekerjaan Yesus didasarkan pada pekerjaan Yahweh, bahwa Dia tidak memulai pekerjaan yang baru, dan bahwa semua yang dilakukan-Nya adalah menurut perkataan dan pekerjaan Yahweh serta nubuatan Yesaya, maka Yesus tidak akan menjadi Tuhan yang menjadi manusia. Andaikan dahulu Dia melakukan pekerjaan-Nya dengan cara ini, Dia tentu akan menjadi rasul atau pekerja dari Zaman Hukum Taurat. Kalau memang demikian seperti yang engkau katakan, Yesus tidak dapat membuka suatu zaman ataupun melakukan pekerjaan lain. Demikian halnya, Roh Kudus terutama harus melakukan pekerjaan-Nya melalui Yahweh, dan kecuali melalui Yahweh, Roh Kudus tidak dapat melakukan pekerjaan baru. Jelas salah jika manusia memahami pekerjaan Yesus dengan cara demikian. Jika manusia percaya bahwa pekerjaan yang dilakukan Yesus sesuai dengan perkataan Yahweh dan nubuatan Yesaya, apakah Yesus adalah Tuhan yang berinkarnasi, atau apakah Dia salah satu dari para nabi? Menurut pandangan ini, tidak akan ada Zaman Kasih Karunia, dan Yesus tidak akan menjadi inkarnasi Tuhan, karena pekerjaan yang dilakukan-Nya tidak dapat merepresentasikan Zaman Kasih Karunia, dan hanya dapat merepresentasikan Zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama. Zaman yang baru hanya bisa ada ketika Yesus datang dengan tujuan untuk melakukan pekerjaan yang baru, memulai zaman yang baru, menerobos pekerjaan yang sebelumnya dilakukan di Israel; dan melakukan pekerjaan-Nya yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan Yahweh di Israel, atau hukum-Nya yang lama, atau menurut aturan apa pun, tetapi melakukan pekerjaan baru yang harus Dia lakukan. Tuhan sendiri datang untuk membuka suatu zaman dan Dia sendiri yang datang untukmengakhiri zaman itu. Manusia tidak mampu melakukan pekerjaan untuk memulai suatu zaman dan mengakhiri zaman itu. Kalau Yesus tidak mengakhiri pekerjaan Yahweh setelah Dia datang, akan terbukti bahwa Dia hanyalah manusia dan tidak mampu merepresentasikan Tuhan. Justru karena Yesus telah datang dan merampungkan pekerjaan Yahweh, mengikuti pekerjaan Yahweh dengan memulai pekerjaan-Nya sendiri, yakni pekerjaan baru, terbukti bahwa inilah zaman baru, dan bahwa memang Yesus adalah Tuhan itu sendiri. Mereka melakukan dua tahap pekerjaan yang jelas berbeda. Satu tahap dilakukan di Bait Suci, dan tahap lainnya dilakukan di luar Bait Suci. Satu tahap untuk memimpin kehidupan manusia menurut hukum Taurat, dan tahap lainnya untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Kedua tahap pekerjaan ini sangat berbeda; ini memisahkan zaman baru dari yang lama, dan tepat sekali bila dikatakan bahwa kedua zaman itu berbeda. Lokasi pekerjaan Mereka berbeda, demikian pula isi dan tujuan pekerjaan Mereka. Karena itu, pekerjaan Mereka dapat dibagi menjadi dua zaman: Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama, yang berarti, zaman yang baru dan yang lama. Dahulu ketika Yesus datang, Dia tidak pergi ke Bait Suci dan itu membuktikan bahwa zaman Yahweh telah berakhir. Dia tidak masuk ke Bait Suci karena pekerjaan Yahweh di Bait Suci telah selesai dan tidak perlu dilakukan lagi; melakukannya lagi berarti mengulanginya. Hanya dengan meninggalkan Bait Suci, memulai pekerjaan baru, dan membuka jalan baru di luar Bait Suci, Dia dapat membawa pekerjaan Tuhan ke titik puncaknya. Kalau Dia tidak keluar dari Bait Suci untuk melakukan pekerjaan-Nya, pekerjaan Tuhan tentu akan stagnan di atas fondasi Bait Suci dan tidak akan pernah ada perubahan baru. Karena itu, ketika Yesus datang Dia tidak masuk ke Bait Suci, dan tidak melakukan pekerjaan-Nya di Bait Suci. Dia melakukan pekerjaan-Nya di luar Bait Suci, dan dengan memimpin para murid, Dia mulai mengerjakan pekerjaan-Nya secara bebas. Kepergian Tuhan dari Bait Suci untuk melakukan pekerjaan-Nya mengandung arti bahwa Tuhan memiliki rencana baru. Pekerjaan-Nya harus dilakukan di luar Bait Suci, dan itulah pekerjaan baru yang cara penerapannya tidak dibatasi. Segera setelah Yesus datang, Dia mengakhiri pekerjaan Yahweh pada masa Perjanjian Lama. Meskipun Mereka disebut dengan dua nama yang berbeda, Roh yang sama itulah yang menyelesaikan kedua tahap pekerjaan, dan pekerjaan yang sudah dilakukan terus berjalan. Karena berbeda nama dan isi pekerjaan itu, maka berbeda pula zamannya. Ketika Yahweh datang, itulah zaman Yahweh, dan ketika Yesus datang itulah zaman Yesus. Karena itu, pada setiap kedatangan-Nya, Tuhan disebut dengan satu nama, Dia merepresentasikan satu zaman, dan Dia membuka jalan baru; dan di setiap jalan baru, Dia menggunakan nama baru, yang menunjukkan bahwa Tuhan selalu baru dan tidak pernah tua, dan bahwa pekerjaan-Nya tidak pernah berhenti bergerak maju. Sebagaimana sejarah selalu bergerak maju, demikian pula pekerjaan Tuhan. Supaya rencana pengelolaan enam ribu tahun mencapai akhirnya, pekerjaan-Nya harus terus maju. Setiap hari dan setiap tahun Dia harus melakukan pekerjaan baru; Dia harus membuka jalan baru, meluncurkan era baru, memulai pekerjaan baru dan lebih besar, dan bersama semua ini, membawa nama-nama baru dan pekerjaan baru.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

15. Mulai dari pekerjaan Yahweh hingga pekerjaan Yesus, dan dari pekerjaan Yesus sampai tahap sekarang ini, tiga tahap ini mencakup urutan berkelanjutan dari keseluruhan pengelolaan Tuhan, dan semuanya merupakan pekerjaan satu Roh. Sejak penciptaan dunia, Tuhan selalu bekerja mengelola umat manusia. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Pertama dan Yang Terakhir, dan Dialah Pribadi yang memulai dan mengakhiri suatu zaman. Ketiga tahap pekerjaan tersebut, di zaman yang berbeda dan lokasi yang berbeda, tidak salah lagi merupakan pekerjaan dari satu Roh. Semua orang yang memisahkan ketiga tahap ini bertentangan dengan Tuhan. Sekarang, engkau harus memahami bahwa semua pekerjaan dari tahap pertama hingga hari ini adalah pekerjaan dari satu Tuhan, pekerjaan dari satu Roh. Tentang hal ini, tentu tidak ada keraguan.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:ANTOLOGI DARI TIGA BAGIAN FIRMAN TUHAN TENTANG "VISI PEKERJAAN TUHAN"

Selanjutnya:Substansi Kristus adalah Ketaatan pada Kehendak Bapa Surgawi

media terkait