Firman Tuhan Harian - "Serahkanlah Hatimu yang Sejati kepada Tuhan, maka Engkau Dapat Memperoleh Kebenaran" - Kutipan 380

Firman Tuhan Harian - "Serahkanlah Hatimu yang Sejati kepada Tuhan, maka Engkau Dapat Memperoleh Kebenaran" - Kutipan 380

276 |30 Desember 2020

Mereka yang mampu menerapkan kebenaran dapat menerima pemeriksaan Tuhan ketika melakukan segala sesuatu. Ketika engkau menerima pemeriksaan Tuhan, hatimu menjadi lurus. Jika engkau hanya melakukan hal-hal agar dilihat orang lain, dan tidak menerima pemeriksaan Tuhan, apakah Tuhan masih ada di dalam hatimu? Orang-orang semacam ini tidak menghormati Tuhan. Jangan selalu melakukan segala sesuatu demi kepentinganmu sendiri dan jangan selalu mempertimbangkan kepentinganmu sendiri; jangan memikirkan status, gengsi, atau reputasimu sendiri. Juga jangan mempertimbangkan kepentingan manusia. Engkau harus terlebih dahulu memikirkan kepentingan rumah Tuhan, dan menjadikannya prioritas utamamu. Engkau harus mempertimbangkan kehendak Tuhan dan mulailah dengan merenungkan apakah engkau murni atau tidak dalam memenuhi tugasmu, apakah engkau telah berusaha sekuatmu untuk setia, melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan tanggung jawabmu, dan mengerahkan seluruh tenagamu atau tidak, serta apakah engkau telah dengan sepenuh hati memikirkan tugasmu dan pekerjaan rumah Tuhan atau tidak. Engkau harus memikirkan hal-hal ini. Renungkanlah hal-hal ini sesering mungkin, maka akan menjadi lebih mudah bagimu untuk melaksanakan tugasmu dengan baik. Jika kualitasmu buruk, pengalamanmu dangkal, atau engkau tidak cakap dalam pekerjaanmu, berarti mungkin ada beberapa kesalahan atau kekurangan dalam pekerjaanmu, dan hasilnya mungkin tidak terlalu baik—tetapi engkau telah mengerahkan upayamu yang terbaik. Ketika engkau tidak memikirkan keinginanmu sendiri yang egois atau mempertimbangkan kepentinganmu sendiri dalam hal-hal yang kaulakukan, dan sebaliknya terus-menerus mempertimbangkan pekerjaan rumah Tuhan, mengingat kepentingan rumah Tuhan, dan melaksanakan tugasmu dengan baik, maka engkau akan mengumpulkan perbuatan baik di hadapan Tuhan. Orang yang melakukan perbuatan baik ini adalah orang yang memiliki kebenaran kenyataan; dengan demikian, mereka telah menjadi kesaksian Jika engkau selalu hidup menurut daging, selalu memuaskan keinginan egoismu sendiri, orang semacam ini tidak memiliki kebenaran kenyataan; ini adalah tanda tidak menghormati Tuhan. Engkau berkata, "Aku belum melakukan apa-apa; bagaimana aku bisa mempermalukan Tuhan?" Dalam pemikiran dan gagasanmu, dalam niat, tujuan, dan motif di balik tindakanmu, dan dalam akibat dari apa yang telah engkau lakukan—dalam segala hal engkau memuaskan Iblis, menjadi bahan tertawaannya, dan membiarkannya mendapatkan sesuatu pada dirimu. Engkau sedikit pun tidak memiliki kesaksian yang seharusnya kaumiliki sebagai seorang Kristen. Engkau tidak menghormati nama Tuhan dalam segala hal, dan engkau tidak memiliki kesaksian yang tulus. Apakah Tuhan akan mengingat hal-hal yang telah engkau lakukan? Pada akhirnya, kesimpulan apa yang akan Tuhan ambil tentang tindakanmu dan tugas yang engkau lakukan? Bukankah harus ada sesuatu yang timbul dari situ, semacam pernyataan? Dalam Alkitab, Tuhan Yesus berkata: "Banyak orang akan berkata kepada-Ku pada hari itu, Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat atas nama-Mu? Dan atas nama-Mu telah mengusir setan? Dan atas nama-Mu melakukan banyak pekerjaan luar biasa? Dan kemudian Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenal engkau semua: pergilah dari-Ku, engkau semua yang melakukan kejahatan." Mengapa Tuhan Yesus mengatakan ini? Mengapa mereka yang menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan atas nama Tuhan, yang melakukan perjalanan untuk berkhotbah atas nama Tuhan, menjadi pelaku kejahatan? Siapa pelaku kejahatan ini? Apakah mereka orang yang tidak percaya kepada Tuhan? Mereka semua percaya kepada Tuhan dan mengikuti Tuhan. Mereka juga menyerahkan segalanya bagi Tuhan, mengorbankan diri mereka demi Tuhan, dan melakukan tugas mereka. Namun, dalam melakukan tugas mereka, mereka tidak memiliki pengabdian dan kesaksian, sehingga hal itu menjadi melakukan kejahatan. Inilah sebabnya Tuhan Yesus berkata: "Pergilah dari-Ku, engkau semua yang melakukan kejahatan."

Standar apa yang digunakan untuk menilai apakah perbuatan seseorang itu baik atau buruk? Itu tergantung pada apakah engkau, dalam pemikiran, ungkapan, dan tindakanmu, memiliki kesaksian dalam hal menerapkan kebenaran dan hidup dalam kebenaran kenyataan atau tidak. Jika engkau tidak memiliki kenyataan ini atau tidak hidup di dalamnya, engkau pastilah seorang pelaku kejahatan. Bagaimana Tuhan memandang pelaku kejahatan? Pemikiran dan tindakan lahiriahmu tidak menjadi kesaksian untuk Tuhan, juga tidak mempermalukan atau mengalahkan Iblis; sebaliknya, pemikiran dan tindakan lahiriahmu mempermalukan Tuhan, dan penuh dengan tanda-tanda yang menyebabkan Tuhan menjadi malu. Engkau tidak bersaksi bagi Tuhan, tidak mengorbankan dirimu untuk Tuhan, engkau juga tidak memenuhi tanggung jawab dan kewajibanmu kepada Tuhan; sebaliknya, engkau bertindak demi kepentinganmu sendiri. Apa arti dari "demi kepentinganmu sendiri"? Demi Iblis. Karena itu, pada akhirnya, Tuhan akan berkata, "Pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan." Di mata Tuhan, engkau belum melakukan perbuatan baik, tetapi sebaliknya, perilakumu telah berubah menjadi jahat. Engkau tidak akan diberi upah dan Tuhan tidak akan mengingatmu. Bukankah ini sama sekali sia-sia? Bagi masing-masing darimu yang sedang melaksanakan tugasmu, sedalam apa pun engkau memahami kebenaran, jika engkau ingin memasuki kebenaran kenyataan, cara paling sederhana untuk melakukannya adalah dengan memikirkan kepentingan rumah Tuhan dalam segala sesuatu yang kaulakukan, serta melepaskan keinginanmu yang egois, maksud, motif, gengsi, dan statusmu sendiri. Prioritaskan kepentingan rumah Tuhan—inilah setidaknya yang harus kaulakukan. Jika orang yang sedang melakukan tugasnya bahkan tidak bisa berbuat sebanyak ini, lalu bagaimana mungkin dia bisa disebut menunaikan tugasnya? Ini bukanlah menunaikan tugas. Engkau pertama-tama harus mempertimbangkan kepentingan rumah Tuhan, mempertimbangkan kepentingan Tuhan sendiri, dan mempertimbangkan pekerjaan-Nya, serta menempatkan pertimbangan ini sebagai yang pertama dan terutama; baru setelah itulah engkau dapat memikirkan stabilitas dari kedudukanmu atau bagaimana orang lain memandangmu. Apakah engkau semua tidak merasa bahwa agak lebih mudah apabila engkau membagi ini ke dalam langkah-langkah dan melakukan beberapa kompromi? Jika engkau melakukan hal ini selama beberapa waktu, engkau akan mulai merasa bahwa memuaskan Tuhan tidaklah sulit. Selain itu, jika engkau dapat memenuhi tanggung jawabmu, melakukan kewajiban dan tugasmu, mengesampingkan keinginanmu yang egois, mengesampingkan niat dan motifmu sendiri, memiliki pertimbangan terhadap kehendak Tuhan, dan mengutamakan kepentingan Tuhan dan rumah-Nya, maka setelah mengalami hal ini selama beberapa saat, engkau akan merasa bahwa ini adalah cara yang baik untuk hidup. Ini adalah menjalani hidup dengan jujur dan tulus, tanpa menjadi orang yang tercela atau tak berguna, dan hidup secara adil dan terhormat, bukan berpikiran sempit atau jahat; engkau akan merasa bahwa inilah cara seseorang harus hidup dan bertindak. Lambat laun, keinginan di dalam hatimu untuk memuaskan kepentinganmu sendiri akan berkurang.

Dikutip dari "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Tampilkan lebih banyak
Alkitab menubuatkan bahwa Tuhan akan datang sebelum bencana. Sekarang ini, bencana sedang terjadi silih berganti. Bagaimana kita dapat menyambut Tuhan dan mendapatkan perlindungan Tuhan? Silakan hubungi kami untuk membahas hal ini dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Messenger
Hubungi kami via WhatsApp

Bagikan

Batalkan