Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

13. Apa perbedaan antara memahami kebenaran dan memahami doktrin?

Firman Tuhan yang Relevan:

Mencapai pemahaman yang benar tentang makna sesungguhnya yang terdapat dalam firman Tuhan bukanlah hal yang sederhana. Jangan berpikir bahwa jika engkau dapat menafsirkan makna harfiah dari firman Tuhan, dan jika semua orang mengatakan itu baik dan memberi engkau acungan jempol, hal itu berarti engkau memahami firman Tuhan. Hal itu tidak sama dengan memahami firman Tuhan. Jika engkau telah mendapatkan sedikit terang dari dalam firman Tuhan dan engkau telah dapat merasakan makna penting yang sebenarnya dari firman Tuhan, jika engkau dapat mengungkapkan apa kehendak Tuhan dalam firman itu dan apa yang pada akhirnya akan dicapainya, jika ini semua telah jelas, hal itu berarti engkau memiliki sedikit pemahaman akan firman Tuhan. Jadi, memahami firman Tuhan tidaklah sesederhana itu. Hanya karena engkau dapat memberikan penjelasan yang muluk-muluk tentang kata-kata yang terdapat dalam firman Tuhan bukan berarti engkau memahaminya. Tidak peduli seberapa banyak engkau dapat menjelaskan kata-kata dalam firman Tuhan, itu tetaplah imajinasi dan cara pikir manusia—itu tidak ada gunanya!

Dikutip dari "Hanya dengan Mengejar Kebenaran

Engkau Dapat Mengalami Perubahan dalam Watakmu"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Engkau semua berpikir bahwa menguasai pengetahuan tentang kebenaran itu sangat penting, dan bahwa mempelajari bacaan-bacaan tentang firman Tuhan dalam hati, berbicara tentang doktrin-doktrin dan menemukan rumus-rumus dalam firman Tuhan semuanya sangat penting, tetapi bagaimana orang memahami firman Tuhan sama sekali tidak penting. Karena itu, engkau semua selalu ingin menyusun hal-hal ini secara sistematis sehingga semua orang bernyanyi dari lembaran nyanyian pujian yang sama, mengatakan hal yang sama, dan berbicara tentang doktrin yang sama, sehingga mereka memiliki pengetahuan yang sama dan mempertahankan aturan yang sama—inilah tujuanmu. Apa yang engkau semua lakukan ini tampaknya adalah agar manusia mendapatkan pemahaman, padahal sebaliknya engkau tidak tahu bahwa hal ini justru membawa manusia ke dalam aturan-aturan yang berada di luar kebenaran firman Tuhan. Untuk memungkinkan manusia memiliki pemahaman yang nyata tentang kebenaran, engkau harus mengaitkannya dengan kenyataan dan dengan pekerjaan, dan menyelesaikan masalah-masalah praktis sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Hanya dengan cara ini manusia dapat memahami kebenaran dan masuk ke dalam kenyataan, dan hanya pencapaian hasil semacam itu yang benar-benar membawa manusia ke hadapan Tuhan. Jika yang kau bicarakan hanyalah teori-teori rohani, doktrin-doktrin, dan aturan-aturan, jika upaya yang kau lakukan hanyalah kata-kata yang harfiah, maka yang dapat kau capai hanyalah membuat manusia mengatakan hal yang sama dan mengikuti aturan, tetapi engkau tidak akan dapat membimbingnya untuk memahami kebenaran. Secara khusus engkau tidak akan bisa membuat manusia lebih memahami diri mereka sendiri, dan mencapai pertobatan serta perubahan.

Dikutip dari "Tanpa Kebenaran Sangatlah

Mudah untuk Menyinggung Tuhan"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Jika engkau semua telah banyak membaca firman Tuhan tetapi hanya memahami makna teks dan tidak memiliki pengetahuan langsung tentang firman Tuhan melalui pengalaman praktismu, engkau sekalian tidak akan mengenal firman Tuhan. Sejauh yang engkau ketahui, firman Tuhan bukanlah kehidupan, melainkan hanya huruf-huruf tertulis yang mati. Dan jika hanya berpegang teguh pada huruf-huruf tertulis yang mati, engkau tidak dapat meresapi esensi dari firman Tuhan, dan juga tidak akan mengetahui kehendak-Nya. Hanya jika engkau mengalami firman-Nya dalam pengalaman nyatamu maka makna rohani dari firman Tuhan itu akan tersingkap dengan sendirinya bagimu, dan hanya melalui pengalamanlah engkau dapat memahami makna rohani dari berbagai kebenaran, dan hanya melalui pengalamanlah engkau dapat menyingkapkan misteri firman Tuhan. Jika engkau tidak menerapkannya, maka tidak peduli segamblang apa pun firman-Nya, satu-satunya hal yang engkau pegang teguh hanyalah huruf-huruf tertulis dan doktrin kosong, yang telah menjadi aturan agamawi bagimu. Bukankah ini yang dilakukan orang-orang Farisi? Jika engkau sekalian melakukan dan mengalami firman Tuhan, maka firman-Nya itu menjadi nyata bagimu; jika engkau tidak berusaha melakukannya, maka firman Tuhan tidak lebih dari sekadar legenda surga tingkat ketiga bagimu. ...

... Memahami firman Tuhan dengan sungguh-sungguh terjadi apabila engkau melakukan kebenaran, dan engkau harus mengerti bahwa "hanya dengan melakukan kebenaran maka kebenaran itu dapat dipahami." Sekarang ini, setelah membaca firman Tuhan, engkau hanya dapat mengatakan bahwa engkau tahu firman Tuhan, namun tidak bisa mengatakan bahwa engkau memahaminya. Beberapa orang berkata bahwa satu-satunya cara untuk melakukan kebenaran adalah dengan memahaminya terlebih dahulu, namun ini hanya separuh benar dan tidak sepenuhnya akurat. Sebelum memiliki pengetahuan tentang suatu kebenaran, engkau belum mengalami kebenaran itu. Merasa bahwa engkau memahami sesuatu yang engkau dengar dalam sebuah khotbah bukan merupakan pemahaman yang sesungguhnya, melainkan sekadar memiliki kata-kata kebenaran yang harfiah, dan tidak sama dengan memahami makna sebenarnya yang terkandung di dalamnya. Hanya karena memiliki pengetahuan yang dangkal tentang kebenaran tidak berarti engkau sangat memahami atau mengenalinya; makna kebenaran yang sejati berasal dari pengalaman. Oleh karena itu, hanya dengan mengalami kebenaran engkau dapat memahaminya. Demikian pula, hanya dengan mengalami kebenaran, engkau dapat memahami setiap bagian yang tersembunyi di dalamnya. Mengalaminya secara mendalam adalah satu-satunya cara untuk menangkap makna kebenaran yang tersembunyi, memahami inti sari kebenaran itu.

Dikutip dari "Lakukanlah Kebenaran Setelah Engkau Memahaminya"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apakah pengetahuan yang engkau bicarakan sesuai dengan kebenaran sangat bergantung pada apakah engkau memiliki pengalaman praktis. Jika ada kebenaran dalam pengalamanmu, pengetahuanmu akan praktis dan berharga. Melalui pengalamanmu, engkau juga dapat memperoleh kearifan dan wawasan, memperdalam pengetahuanmu, dan meningkatkan kebijaksanaan dan akal sehatmu dalam berperilaku. Pengetahuan yang diucapkan oleh orang yang tidak memiliki kebenaran adalah doktrin, tidak peduli seberapa tinggi pengetahuan tersebut. Orang seperti ini mungkin sangat cerdas ketika menyangkut masalah jasmani tetapi tidak cerdas ketika menyangkut masalah rohani. Ini karena orang seperti ini tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam hal-hal rohani. Mereka adalah orang yang tidak tercerahkan dalam hal-hal rohani dan tidak memahami roh. Terlepas dari aspek pengetahuan yang engkau bicarakan, selama itu adalah keberadaanmu, maka itu adalah pengalaman pribadimu, pengetahuanmu yang sebenarnya. Apa yang dibicarakan mereka yang hanya menyampaikan doktrin, yaitu, mereka yang tidak memiliki kebenaran atau kenyataan, dapat juga dikatakan sebagai keberadaan mereka karena doktrin mereka didapatkan hanya dari renungan yang mendalam dan merupakan hasil dari pikiran mereka yang menimbang secara mendalam. Akan tetapi, itu hanyalah doktrin, itu hanyalah imajinasi!

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Apa pun yang bukan berasal dari pengalamanmu sendiri, baik yang engkau pelajari dari buku atau dari pengalaman orang lain, menjadi doktrin bagimu. Saat engkau mengalaminya, dan engkau memperoleh hasil dari pengalamanmu, maka engkau akan memperoleh pemahaman yang sejati, dan kata-katamu saat berkhotbah dalam persekutuan akan menjadi nyata; hanya pada saat itulah kenyataan benar-benar terjadi. Lihatlah cara orang-orang tidak percaya meneliti suatu teori: Mereka hanya meneliti berdasarkan apa yang tertulis, mereka meneliti doktrin-doktrin dan menimbang-nimbangnya lalu sampai kepada kesimpulan mereka. Terutama para ahli teologi dan pendeta, serta para cendekiawan dan peneliti teologi, setelah membaca suatu ayat firman Tuhan, mereka tidak mencari kebenaran atau mengejar pemahaman yang sejati akan Tuhan dari pengalaman sehari-hari. Mereka justru menyelidiki dan menimbang-nimbang berbagai teori dan pada akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Jadi, apakah kesimpulan yang mereka capai itu nyata atau bersifat doktrin? Semuanya itu bersifat doktrin. Ini karena mereka mencapai kesimpulan-kesimpulan ini berdasarkan penelitian khusus tentang apa yang tersurat dan sebagai hasil perembukan, bukan berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Kesimpulan-kesimpulan yang dicapai dari penelitian apa yang tersurat secara harfiah dan dari meneliti hal-hal yang dicatat dalam Alkitab telah menciptakan sejenis teori yang disebut teori teologis. Tidak ada pemahaman berdasarkan pengalaman di dalamnya, dan tidak ada pencerahan Roh Kudus. Pemahaman yang lebih mendalam dari pencerahan Roh Kudus melampaui apa yang datang dari arti dangkal firman tersebut; hal itu tidak dapat diungkapkan dalam bahasa dangkal mana pun. Roh Kudus akan mencerahkan dan menerangi dirimu hanya jika engkau mencari kebenaran setelah memasuki pengalaman tersebut. Hal-hal yang dicerahkan dan diterangi oleh Roh Kudus bagimu adalah hal-hal yang paling nyata dan hal-hal yang paling benar bagimu, dan ini adalah hal-hal yang tidak dapat engkau peroleh dari Alkitab, seberapa pun rajinnya engkau mempelajarinya. Jadi pada zaman sekarang, Tuhan meminta kita untuk mengalami firman Tuhan. Jika dalam mengalami firman Tuhan, Roh Kudus mencerahkan kita, maka kita akan memperoleh pemahaman yang sejati akan firman Tuhan tersebut. Pemahaman yang nyata ini tidak dapat diperoleh seberapa pun rajinnya engkau mempelajari arti harfiah firman Tuhan; ini adalah sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh pikiran manusia, dan sesuatu yang tidak dapat engkau bayangkan, seberapa pun kerasnya engkau berusaha. Jadi, hanya kebenaran yang diperoleh dari bimbingan, pencerahan dan penerangan Roh Kuduslah yang merupakan pemahaman nyata akan Tuhan.

Dikutip dari "Pertanyaan & Jawaban"

dalam "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk

ke Dalam Kehidupan I"

Apakah sebenarnya perbedaan antara perkataan doktrin dan kebenaran? Kebenaran adalah hal-hal substantif dari firman Tuhan; kebenaran merepresentasikan kehendak Tuhan. Perkataan doktrin termasuk dalam kategori hal yang dangkal, dan merepresentasikan gagasan dan imajinasi manusia. Perkataan doktrin tidak sesuai dengan kebenaran. Hal-hal substantif dari kebenaran sangatlah praktis; semua itu berprinsip dan sangat meyakinkan. Setelah seseorang memahami sesuatu yang substantif, hatinya dicerahkan dan memperoleh kelepasan—dia tidak lagi tunduk pada pembatasan-pembatasan dari berbagai peraturan. Di sisi lain, perkataan doktrin itu kosong dan tidak realistis. Perkataan doktrin tidak lain adalah peraturan dan kaidah, dan membuat orang sangat rentan untuk dikekang dan tidak merasa bebas. Selain itu, seberapa pun banyaknya perkataan doktrin yang diketahui seseorang, perkataan tersebut tidak dapat menimbulkan perubahan dalam watak hidupnya. Perkataan doktrin memiliki sedikit manfaat penting bagi manusia. Karena itu, perkataan doktrin sama sekali tidak dapat dibandingkan dengan kebenaran. Kebenaran dapat menjadi hidup seseorang. Setelah seseorang menerima kebenaran, kebenaran itu akan menimbulkan perubahan watak hidup. Memahami banyak doktrin hanya dapat membuat seseorang angkuh, mementingkan diri sendiri, sombong, dan membuatnya kurang perasaan. Hanya ketika seseorang menjadikan kebenaran sebagai hidupnya, perbuatannya menjadi nyata. Seberapa pun banyaknya perkataan doktrin yang dipahami seseorang, dia tidak akan memiliki kenyataan. Ketika dia menghadapi masalah, dia tetap tidak tahu harus berbuat apa. Semua orang yang disempurnakan oleh Tuhan adalah orang-orang yang memiliki kebenaran, sedangkan semua orang yang belum mengalami penyempurnaan oleh Tuhan adalah orang-orang yang mematuhi perkataan doktrin. Mereka yang memiliki kebenaran layak untuk dipakai oleh Tuhan. Pekerjaan mereka menghasilkan buah, dan mereka benar-benar mampu membawa orang lain ke hadirat Tuhan. Mereka yang berfokus pada perkataan doktrin tidak mendapatkan hasil yang benar dari pekerjaan mereka. Mereka tidak dapat membagikan kepada orang-orang pengalaman dan pemahaman mereka yang autentik, dan mereka bahkan tidak dapat menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan masalah. Inilah sebabnya mereka tidak mampu membawa orang lain ke hadirat Tuhan. Seseorang yang memiliki kebenaran tidak menghindar dari orang-orang yang mencari kebenaran, dan dia mampu menyelesaikan semua masalah praktis yang dihadapi orang-orang dalam iman mereka. Mereka yang mengutamakan perkataan doktrin takut kepada orang yang mencari kebenaran karena mereka tidak memiliki hal-hal nyata dalam diri mereka sendiri, dan doktrin yang mereka bicarakan tidak dapat menyelesaikan masalah yang sebenarnya. Dengan demikian, mereka tidak berani meminta orang lain untuk mengajukan pertanyaan, dan tentu saja mereka lebih tidak mampu lagi menyelesaikan kesulitan yang praktis. Mereka yang memiliki kebenaran berani menghadapi kenyataan; mereka yang lebih mengutamakan perkataan doktrin tidak berani menghadapi kenyataan, sebaliknya mereka menghindarinya. Inilah prinsip-prinsip untuk membedakan antara kebenaran dan perkataan doktrin.

Dikutip dari "Persekutuan dari Atas"

Sebelumnya:Apa arti dari "meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Tuhan"?

Selanjutnya:Apa arti dari keterlibatan dalam upacara keagamaan?

media terkait