Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Penghakiman Dimulai dari Bait Tuhan

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Kepada Siapakah Engkau Setia?

Setiap hari yang engkau semua jalani sekarang sangatlah penting bagi tempat tujuan dan nasibmu, jadi syukurilah segala sesuatu yang engkau semua miliki dan setiap menit yang berlalu. Engkau semua harus memanfaatkan segenap waktumu untuk meraih yang terbaik bagi diri sendiri, agar engkau semua tidak menjalani hidup ini dengan sia-sia. Mungkin engkau semua bingung mengapa Aku berkata seperti ini. Sesungguhnya, Aku tidak senang dengan tindakanmu. Semua harapan yang Aku miliki atas engkau semua bukan sekadar dirimu semua yang sekarang. Jadi, Aku dapat mengungkapkannya seperti ini: Engkau semua berada di ambang bahaya. Seruanmu semua akan keselamatan dan aspirasi di masa lalu untuk mencari kebenaran dan terang sudah berakhir. Inilah cara engkau semua membalas-Ku pada akhirnya, yaitu dengan sesuatu yang tak pernah Kuinginkan. Aku tidak akan menentang fakta yang ada, karena engkau semua telah benar-benar mengecewakan-Ku. Mungkin engkau semua tidak ingin membiarkan masalah berlarut-larut dan tidak ingin menghadapi kenyataan, namun Aku benar-benar harus bertanya kepadamu: Di tahun-tahun belakangan ini, apa yang memenuhi hatimu? Kepada siapa engkau semua setia? Jangan katakan pertanyaan-Ku terlalu tiba-tiba, dan jangan tanyakan kenapa Aku bertanya begitu. Engkau semua harus tahu; Semua itu karena Aku sangat mengenalmu, terlalu peduli kepadamu, dan sungguh-sungguh mengorbankan hati-Ku untuk perbuatanmu, sehingga Aku bertanya kepada engkau semua berulang-ulang dan menanggung derita yang tak terkira. Akan tetapi, pengorbanan-Ku dibalas dengan pengabaian dan pengunduran yang sungguh tak tertahankan. Engkau sekalian begitu mengabaikan-Ku; bagaimana mungkin Aku tidak merasakannya? Kalau engkau semua percaya bahwa Aku mungkin tidak merasakannya, itu hanya membuktikan lebih jauh bahwa engkau semua tidak memperlakukan-Ku dengan baik. Maka sekarang Kukatakan bahwa engkau semua tengah menipu diri engkau sendiri. Engkau semua sungguh pintar sampai-sampai tidak mengerti apa yang sedang engkau semua lakukan; lalu apa yang akan engkau semua gunakan untuk memberikan kesaksian tentang-Ku?

Pertanyaan yang paling mengkhawatirkan bagi-Ku adalah kepada siapa engkau semua setia. Aku juga ingin agar masing-masing dari engkau merenung dan bertanya kepada engkau diri sendiri kepada siapa engkau setia dan bagi siapa engkau hidup. Mungkin engkau semua belum pernah memikirkan pertanyaan ini dengan saksama, jadi biarkan Aku menyatakan kepada engkau semua jawabannya.

Semua yang punya ingatan akan mengakui fakta ini: Manusia hidup untuk dirinya sendiri dan hanya setia kepada dirinya sendiri. Aku tidak percaya jawaban engkau semua sepenuhnya benar, karena masing-masing dari engkau semua menjalani hidup masing-masing, dan berjuang menghadapi masalah masing-masing. Oleh karena itu, engkau semua setia kepada orang-orang yang dikasihi dan barang-barang yang menyenangkanmu, bukan kepada diri engkau semua sepenuhnya. Karena engkau semua dipengaruhi oleh orang, kejadian, dan barang di sekitar, engkau semua tidak sepenuhnya setia kepada diri sendiri. Aku berkata seperti ini bukan untuk memuji kesetiaanmu pada diri sendiri, melainkan menguak kesetiaanmu kepada satu hal. Karena selama bertahun-tahun ini, Aku tidak pernah menerima kesetiaan dari engkau semua. Engkau semua telah mengikut Aku selama bertahun-tahun, tanpa pernah sekali pun setia. Engkau semua justru hidup untuk orang-orang yang engkau sayangi dan barang-barang yang menyenangkan hatimu, begitu besarnya kasih engkau semua pada hal-hal tersebut, sehingga engkau semua membawanya dalam hati dan tidak pernah meninggalkannya, kapan pun dan di mana pun. Engkau semua ingin sekali atau bergairah tentang hal lain yang engkau semua sukai saat mengikuti Aku atau mendengarkan firman-Ku. Jadi Aku berkata, engkau semua menggunakan kesetiaan yang Kutuntut darimu untuk menyayangi dan setia kepada barang-barang yang engkau semua senangi. Meskipun mungkin engkau semua mengorbankan satu atau dua hal bagi-Ku, engkau semua itu sama sekali tidak dapat menggantikan dirimu, dan tidak menunjukkan bahwa kepada-Kulah engkau semua sungguh-sungguh setia. Engkau semua melibatkan diri dalam segala upaya yang engkau semua senangi: Beberapa orang setia kepada anak-anak mereka, beberapa lainnya kepada suami, istri, harta, pekerjaan, atasan, status, atau wanita. Kesetiaan engkau semua kepada semua hal tersebut tidak pernah membuat engkau semua lelah atau kesal; engkau semua justru semakin menginginkan lebih banyak dan lebih bagus, dan engkau semua tidak pernah merasa putus asa. Aku dan firman-Ku selalu didorong ke posisi terakhir dalam daftar hal-hal yang engkau semua sukai. Dan engkau semua tidak punya pilihan selain menempatkannya di posisi terakhir; beberapa orang darimu bahkan menyediakan posisi terakhir untuk hal-hal yang mereka pikir patut disetiai meskipun mereka belum temukan. Mereka tidak pernah menyimpan Aku dalam hati. Mungkin engkau semua pikir Aku menuntut terlalu banyak atau menuduh engkau semua tanpa alasan, tapi apakah engkau semua pernah berpikir, bahwa saat engkau semua meluangkan saat-saat bahagia dengan keluarga, engkau semua tidak pernah sekali pun setia kepada-Ku? Di saat-saat seperti itu, tidakkah engkau merasa sakit? Saat hati engkau semua dipenuhi dengan kebahagiaan karena telah menerima imbalan untuk kerja keras engkau semua, tidakkah engkau semua merasa kecewa karena tidak melengkapi diri sendiri dengan kebenaran yang memadai? Kapan engkau semua pernah menangis karena tidak mendapatkan persetujuan-Ku? Engkau semua mengerahkan segenap pikiran dan berjerih payah bagi anak-anakmu, tapi tidak pernah puas dan selalu yakin bahwa engkau semua belum benar-benar bekerja sepenuh hati bagi mereka, bahwa engkau semua belum mengerahkan segala upaya. Tapi kepada-Ku, engkau semua selalu bersikap acuh tak acuh dan abai, sehingga Aku hanya hidup dalam ingatan tetapi tidak terpatri dalam hatimu. Kesetiaan dan jerih payah-Ku selamanya terabaikan olehmu, dan engkau semua tidak pernah berusaha untuk memahaminya. Engkau semua hanya sekadar merenung sejenak dan percaya bahwa itu saja sudah cukup. Jenis “kesetiaan” seperti ini bukanlah yang Kurindukan, melainkan yang sudah lama Kubenci. Akan tetapi, tak peduli apa pun yang Kukatakan, engkau semua hanya akan terus mengakui satu atau dua hal dan tidak dapat sepenuhnya menerimanya, karena engkau semua begitu percaya diri, dan selalu memilih dan memilah apa yang bisa diterima dari firman-Ku. Jika tetap engkau semua seperti ini, Aku punya rencana cadangan untuk mengalahkan keyakinan dirimu, dan Aku akan menggunakannya sedemikian rupa sehingga engkau semua mengakui bahwa semua firman-Ku adalah benar dan tidak menyimpang dari fakta yang ada.

Jika Aku menaruh kekayaan di hadapan engkau semua sekarang dan memberi engkau semua kebebasan untuk memilih, dan berjanji bahwa[a] Aku tidak akan mengecammu, maka sebagian besar akan memilih kekayaan dan meninggalkan kebenaran. Orang-orang yang lebih baik di antara engkau semua akan menyerahkan kekayaan dan memilih kebenaran dengan enggan, sementara mereka yang masih ragu akan menimbang kekayaan di satu tangan dan kebenaran di tangan lainnya. Dengan ini, bukankah sifat asli engkau semua akan terbukti? Pada saat memilih antara kebenaran dan hal-hal yang engkau semua setiai, engkau semua akan membuat keputusan seperti itu dan sikap engkau semua akan tetap sama. Bukankah begitu? Bukankah banyak dari engkau sekalian yang bingung memilih antara benar dan salah? Dalam kontes antara positif dan negatif, hitam dan putih, engkau semua tentunya menyadari pilihan yang engkau buat antara keluarga dan Tuhan, anak-anak dan Tuhan, damai sejahtera dan kekacauan, kekayaan dan kemiskinan, status yang tinggi dan yang biasa saja, dukungan dan pengabaian, dan lain sebagainya. Jika harus memilih antara keluarga yang damai dan yang hancur, engkau semua akan memilih yang pertama tanpa ragu; antara kekayaan dan kewajiban, engkau semua juga akan memilih yang pertama tanpa mau kembali ke pantai;[b] Jika pilihannya antara kemewahan dan kemiskinan, engkau semua akan memilih yang pertama; antara putra, putri, istri, suami, dan Aku, engkau semua akan memilih keluarga; dan jika pilihannya antara gagasan dan kebenaran, engkau semua lagi-lagi akan memilih yang pertama. Dihadapkan pada semua perbuatan jahatmu, Aku telah kehilangan iman-Ku atas engkau sekalian. Aku benar-benar tak habis pikir, mengapa engkau semua terus mengeraskan hati. Dedikasi dan upaya bertahun-tahun ternyata hanya menghasilkan pengunduran diri dan keputusasaan terhadap-Ku. Tetapi harapan-Ku untuk engkau semua terus bertumbuh seiring berlalunya setiap hari, karena hari-Ku telah terbentang di hadapan setiap orang. Akan tetapi, engkau semua terus mencari apa yang menjadi bagian dari kegelapan dan kejahatan, dan menolak untuk melonggarkan genggamanmu. Jika demikian, apa kesudahan yang akan didapat? Pernahkah engkau semua memikirkannya baik-baik? Jika engkau semua diminta memilih lagi, apa yang akan engkau semua lakukan? Apakah akan tetap memilih yang pertama? Apakah engkau semua akan tetap memberi-Ku kekecewaan dan kesedihan tak berujung? Apakah hatimu masih memiliki sedikit kehangatan? Apakah engkau semua masih tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghibur hati-Ku? Pada saat ini, apa yang engkau semua pilih? Apakah engkau semua akan menaati firman-Ku atau akankah engkau semua merasa jemu? Hari-Ku telah terbentang di depan mata, dan apa yang engkau semua lihat adalah hidup dan awal yang baru. Akan tetapi, Aku harus memberitahu engkau semua bahwa titik awal ini bukan berarti dimulainya karya baru di masa lampau, melainkan akhir dari karya yang lama. Itu berarti, ini adalah bab terakhir. Aku yakin engkau semua akan memahami keluarbiasaan titik awal ini. Namun suatu hari kelak, segera, engkau semua akan mengerti arti sesungguhnya dari titik awal ini, jadi mari kita berjalan melaluinya dan menyambut bab terakhir! Akan tetapi, apa yang terus Kukhawatirkan adalah pada saat dihadapkan pada ketidakadilan dan keadilan, engkau semua akan selalu memilih yang pertama. Tetapi itu semua adalah masa lalu engkau semua. Aku juga berharap dapat melupakan apa yang terjadi di masa lalu, satu per satu, meskipun sangat sulit. Tetapi Aku punya cara jitu untuk melakukannya. Biarkan masa depan menggantikan masa lalu dan memungkinkan bayangan masa lalu engkau semua dihapuskan dan digantikan oleh diri engkau semua yang sejati saat ini. Ini berarti Aku harus meminta engkau semua membuat pilihan sekali lagi dan melihat kepada siapa engkau semua setia.

Catatan akhir:

a. Teks aslinya tidak mengandung kata-kata “mengetahui bahwa.”

b. Kembali ke pantai: idiom Tiongkok yang berarti “kembali dari jalan yang sesat.”

Sebelumnya:Persiapkan Dirimu dengan Perbuatan Baik untuk Tiba di Tempat Tujuanmu

Selanjutnya:Tiga Peringatan

Anda Mungkin Juga Menyukai