Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Penghakiman Dimulai dari Bait Tuhan

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Orang Jahat Pasti Dihukum

Periksalah dirimu untuk mengetahui apakah engkau menerapkan kebenaran dalam segala hal yang kaulakukan, serta apakah semua tindakanmu berada dalam pengawasan Tuhan: inilah prinsip yang dipegang oleh orang yang percaya kepada Tuhan dalam menjalankan segala urusan mereka. Engkau akan disebut orang benar karena engkau semua sanggup menyenangkan hati Tuhan, dan karena engkau menerima pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Di mata Tuhan, semua orang yang menerima pemeliharaan, perlindungan, dan penyempurnaan-Nya, serta didapatkan oleh-Nya, adalah orang-orang benar, dan Tuhan memandang mereka semua sebagai milik-Nya yang berharga. Semakin engkau menerima firman Tuhan di masa kini, semakin engkau akan mampu menerima dan memahami kehendak Tuhan, dan dengan demikian, semakin engkau dapat hidup dalam firman Tuhan dan memenuhi tuntutan-Nya. Inilah amanat Tuhan untukmu sekalian, dan inilah hal yang harus dapat engkau semua capai. Jika engkau menggunakan pemahamanmu sendiri untuk mengukur dan membatasi Tuhan, seolah-olah Tuhan adalah patung tanah liat yang tidak berubah, dan jika engkau sepenuhnya membatasi Tuhan dengan menggunakan batasan Alkitab, lalu menempatkan Dia dalam suatu lingkup kerja yang terbatas, ini membuktikan bahwa engkau semua telah mengutuk Tuhan. Karena orang Yahudi di zaman Perjanjian Lama menganggap Tuhan sebagai berhala, suatu wujud tak berubah yang mereka simpan dalam hati, seolah-olah Tuhan hanya bisa disebut Mesias, dan hanya Dia yang disebut Mesias yang bisa menjadi Tuhan, dan karena manusia melayani dan menyembah Tuhan seakan Dia adalah patung tanah liat (yang mati), mereka memaku Yesus saat itu di kayu salib, menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya—maka Yesus yang tidak bersalah itu pun dihukum mati. Tuhan sama sekali tidak bersalah atas pelanggaran apa pun, tetapi manusia menolak mengampuni-Nya, dan bersikeras menjatuhkan hukuman mati kepada-Nya, sehingga Yesus pun disalibkan. Manusia selalu yakin bahwa Tuhan tidak pernah berubah, dan mendefinisikan Tuhan berdasarkan satu kitab saja, yaitu Alkitab, seolah-olah manusia telah sepenuhnya mendalami pengelolaan Tuhan, seolah-olah manusia sudah menangkap segala sesuatu yang Tuhan kerjakan dalam genggaman tangannya. Manusia sangat tidak masuk akal, congkak berlebihan, dan mereka semua ahli membesar-besarkan perkara. Terlepas dari seberapa hebatnya pengetahuanmu tentang Tuhan, Aku tetap berkata bahwa engkau tidak mengenal Dia, bahwa engkaulah orang yang paling menentang Tuhan, dan bahwa engkau telah mengutuk Tuhan, karena engkau sepenuhnya tidak sanggup menaati pekerjaan Tuhan dan berjalan di jalan untuk disempurnakan Tuhan. Mengapa Tuhan tidak pernah puas melihat tindakan manusia? Karena manusia tidak mengenal Tuhan, karena manusia mempunyai terlalu banyak konsepsi, dan karena pengetahuannya tentang Tuhan sama sekali tidak selaras dengan kenyataan, melainkan secara membosankan mengulang-ulangi tema yang sama tanpa variasi serta menggunakan pendekatan yang sama untuk setiap situasi. Maka, setelah turun ke bumi saat ini, Tuhan kembali dipaku di kayu salib oleh manusia. Dasar manusia kejam! Persekongkolan dan intrik, saling rampas dan saling rebut, persaingan demi ketenaran dan kekayaan, bantai-membantai—kapankah semuanya ini akan berakhir? Sekalipun Tuhan telah mengucapkan ratusan ribu kata, tidak ada seorang pun yang tersadar. Manusia bertindak hanya demi kepentingan keluarga, putra-putri mereka, karier, prospek masa depan, kedudukan, kesombongan, dan uang, juga demi pakaian, makanan, dan kedagingan mereka, tetapi adakah seorang pun yang bertindak sungguh-sungguh demi kepentingan Tuhan? Bahkan di antara mereka yang bertindak demi Tuhan, hanya sedikit yang mengenal Tuhan. Berapa banyak orang yang tidak bertindak demi kepentingan diri mereka sendiri? Berapa banyakkah yang tidak menindas atau mengucilkan sesamanya untuk melindungi kedudukan mereka sendiri? Demikianlah, Tuhan telah dijatuhi hukuman mati secara paksa, tak terhitung berapa kali banyaknya, dan hakim barbar yang tak terhitung jumlahnya telah menghukum Dia dan kembali memakukan Dia di kayu salib. Berapa banyak manusia yang bisa disebut orang benar karena mereka benar-benar bertindak demi Tuhan?

Sedemikian mudahkah kita disempurnakan menjadi orang kudus atau orang benar di hadapan Tuhan? Benarlah pernyataan ini bahwa "tidak ada orang benar di bumi ini, orang benar tidak berada di dunia ini." Ketika engkau semua datang ke hadapan Tuhan, pertimbangkan apa yang engkau kenakan, pertimbangkan setiap kata dan tindakanmu, setiap pikiran dan gagasanmu, dan bahkan mimpi-mimpi yang engkau semua impikan setiap hari—semuanya itu adalah untuk kepentinganmu sendiri. Bukankah begitu keadaan sebenarnya? "Kebenaran" bukan berarti bersedekah kepada orang lain, atau mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri, atau menahan diri dari bertengkar dan berselisih pendapat atau merampok dan mencuri. Kebenaran berarti melakukan amanat Tuhan sebagai tugasmu dan menaati pengaturan dan rancangan Tuhan sebagai penugasan langsung dari surga bagimu, kapan pun dan di mana pun, sama seperti segala yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Inilah kebenaran yang Tuhan maksudkan. Lot dapat disebut orang benar karena dia menyelamatkan dua malaikat yang diutus Tuhan tanpa mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya sendiri; kita hanya bisa mengatakan bahwa tindakan yang dilakukannya saat itu bisa disebut tindakan yang benar, tetapi dia sendiri tidak bisa disebut orang benar. Ini hanyalah karena Lot telah melihat Tuhan sehingga dia memberikan kedua putrinya sebagai ganti para malaikat, tetapi tidak semua perilakunya di masa lalu dapat diperhitungkan sebagai kebenaran. Maka, Kukatakan: "Tidak ada orang benar di bumi ini." Bahkan di antara mereka yang berada dalam aliran pemulihan, tidak ada yang dapat disebut orang benar. Seberapa pun baiknya tindakan-tindakanmu, seberapa pun engkau terlihat memuliakan nama Tuhan, tidak menyakiti atau mengutuk sesama, tidak merampok dan menjarah orang lain, engkau tetap tidak bisa disebut orang benar, karena inilah yang mampu dimiliki oleh manusia yang normal. Sekarang, yang terutama adalah engkau tidak mengenal Tuhan. Hanya bisa dikatakan bahwa saat ini engkau memiliki sedikit kemanusiaan normal, tetapi tanpa unsur kebenaran yang Tuhan maksudkan, dan dengan demikian, tidak satu pun yang engkau lakukan mampu membuktikan bahwa engkau mengenal Tuhan.

Sebelumnya, ketika Tuhan berdiam di surga, manusia melakukan tindakan-tindakan mereka secara kebiasaan, tanpa berpikir. Saat ini, Tuhan sudah berada di tengah-tengah manusia—tidak ada yang tahu sudah berapa tahun lamanya—tetapi dalam bertindak, manusia tetap saja menjalankan kebiasaan mereka tanpa berpikir dan berusaha membodohi-Nya. Bukankah manusia terlalu terbelakang dalam berpikir? Ini sama seperti Yudas: Sebelum Yesus datang, Yudas berbohong untuk memperdayai saudara-saudarinya, dan bahkan setelah Yesus datang, dia tetap tidak berubah; dia sama sekali tidak mengenal Yesus, dan pada akhirnya dia mengkhianati-Nya. Bukankah ini karena dia tidak mengenal Tuhan? Jika hari ini engkau semua masih tidak mengenal Tuhan, ada kemungkinan engkau semua bisa menjadi Yudas yang lain, dan sebagai akibatnya, tragedi penyaliban Yesus di Zaman Kasih Karunia, ribuan tahun lalu, akan terulang kembali. Tidakkah engkau semua percaya akan hal ini? Ini fakta! Saat ini, sebagian besar orang berada dalam situasi serupa—mungkin Aku menyatakan hal ini sedikit terlalu awal—dan orang-orang ini semuanya adalah tokoh-tokoh yang memainkan peran Yudas. Aku bukan bicara omong kosong, tetapi berdasarkan fakta—dan engkau tidak mungkin tak teryakinkan. Meskipun banyak orang mengenakan kedok kerendahan hati, di dalam hati mereka tidak ada apa-apa selain kolam air yang menggenang, parit berair busuk. Saat ini, ada terlalu banyak orang seperti ini di gereja, dan engkau semua mengira bahwa Aku sama sekali tidak menyadarinya. Hari ini, Roh-Ku mengambil keputusan bagi-Ku, dan memberi kesaksian bagi-Ku. Apakah engkau berpikir Aku tidak tahu apa-apa? Apakah menurutmu Aku sama sekali tidak mengerti pikiran-pikiran licik dalam hatimu sekalian, hal-hal yang engkau sembunyikan di dalam hatimu? Sebegitu mudahnyakah Tuhan ditipu? Apakah menurutmu engkau bisa memperlakukan Dia sesukamu? Di masa lalu, karena khawatir engkau akan terbelenggu, Aku terus memberikan kebebasan kepadamu sekalian, tetapi umat manusia tidak mampu mengerti bahwa Aku sedang berlaku baik kepada mereka, dan ketika Aku memberi hati, mereka minta jantung. Tanyakan saja di antaramu sekalian: Aku hampir tidak pernah menangani siapa pun, dan tidak pernah menegur siapa pun dengan enteng—tetapi Aku sangat jelas mengetahui motivasi dan konsepsi manusia. Apakah menurutmu, Tuhan itu sendiri, yang tentang-Nya Tuhan memberikan kesaksian, itu bodoh? Jika demikian, harus Kukatakan bahwa engkau terlalu buta! Aku tidak akan memarahimu, tetapi mari kita lihat saja, bisa menjadi sebejat apa dirimu. Lihat saja apakah siasat licikmu dapat menyelamatkanmu, atau apakah usaha terbaikmu untuk mengasihi Tuhan dapat menyelamatkanmu. Hari ini, Aku tidak akan menghukummu; mari kita nantikan waktu Tuhan, dan kita lihat saja bagaimana Dia akan membalasmu. Aku tidak punya waktu untuk merumpi denganmu sekarang, dan Aku tidak bersedia menunda pekerjaan-Ku yang lebih besar demi kepentinganmu belaka. Tidak pantas bagi Tuhan untuk membuang-buang waktu menangani belatung semacam dirimu—jadi kita lihat saja seberapa jauh engkau bisa merendahkan akhlakmu. Orang-orang seperti ini tidak mengejar pengenalan akan Tuhan sama sekali, dan mereka tidak memiliki sedikit pun kasih akan Dia, tetapi tetap menginginkan Tuhan menyebut mereka sebagai orang benar—bukankah ini menggelikan? Karena sejumlah kecil manusia memang jujur, Aku hanya akan memusatkan perhatian pada menyediakan kehidupan bagi manusia. Aku hanya akan menyelesaikan apa pun yang perlu Kuselesaikan sekarang, tetapi di kemudian hari, Aku akan membalas tiap-tiap orang sesuai perbuatannya. Aku telah menyampaikan apa yang harus dikatakan, karena inilah sesungguhnya pekerjaan-Ku. Aku melakukan hanya apa yang harus Kulakukan, bukan apa yang tidak harus Kulakukan. Kendati demikian, Kuharap engkau semua meluangkan lebih banyak waktu untuk merenung: Sebenarnya, seberapa banyak dari pengenalanmu akan Tuhan itu yang benar? Apakah engkau adalah orang yang telah sekali lagi memakukan Tuhan di kayu salib? Sebagai kata penutup dari-Ku: Celakalah mereka yang menyalibkan Tuhan.

Sebelumnya:Janji-janji bagi Mereka yang Telah Disempurnakan

Selanjutnya:Bagaimana Melayani Selaras Dengan Kehendak Tuhan

media terkait