Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Gulungan Kitab Dibuka oleh Anak Domba

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Perkataan Keenam

Mengenai perkara-perkara di dalam roh, engkau harus sangat peka; terhadap Firman-Ku, engkau harus teliti dan penuh perhatian. Engkau harus bertujuan untuk mencapai keadaan di mana engkau melihat Roh-Ku dan tubuh daging-Ku, Firman-Ku dan tubuh daging-Ku, sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan, sehingga seluruh umat manusia akan dapat memuaskan-Ku di hadirat-Ku. Aku telah menjejakkan kaki-Ku di alam semesta, membentangkan pandangan-Ku di atas seluruh hamparannya, dan Aku telah berjalan di tengah-tengah semua umat manusia, mencicipi aroma manis, asam, pahit, dan tajam dari pengalaman manusia, tetapi manusia tidak pernah benar-benar mengenali diri-Ku, begitu pula ia tidak memperhatikan-Ku saat Aku berjalan ke luar negeri. Karena Aku berdiam diri, dan tidak melakukan perbuatan supranatural, karena hal ini tidak seorang pun pernah benar-benar melihat-Ku. Pada masa kini, segala sesuatu tidaklah seperti dahulu: Aku akan melakukan perkara-perkara, yang sejak awal penciptaan, belum pernah dilihat oleh dunia. Aku akan mengucapkan firman yang belum pernah didengar manusia sepanjang zaman, karena Aku meminta agar semua umat manusia mengenal-Ku dalam rupa manusia. Inilah langkah-langkah dalam pengelolaan-Ku, yang mengenainya umat manusia tidak memiliki sedikit pun firasat. Bahkan ketika Aku berbicara tentang firman itu secara terbuka, pikiran manusia masih begitu bingung sehingga tidak mungkin untuk menjelaskannya kepada mereka secara terperinci. Di sinilah terletak kehinaan manusia yang sangat parah, bukan? Bukankah ini tepatnya yang ingin Kuperbaiki dalam dirinya? Selama bertahun-tahun ini, Aku belum membentuk manusia sedikit pun; selama bertahun-tahun ini, bahkan orang-orang yang bersentuhan langsung dengan daging inkarnasi-Ku, tidak pernah mendengar suara yang langsung berasal dari keilahian-Ku. Maka tak terhindarkan bahwa manusia pasti kurang dalam pengenalan mereka tentang Aku, tetapi satu hal ini saja tidak memengaruhi kasih umat manusia untuk-Ku di sepanjang zaman. Namun sekarang, Aku telah membuat bagi kamu sekalian tak terhitung banyaknya pekerjaan yang ajaib dan tak terpahami serta mengucapkan kepadamu banyak firman. Meski demikian, bahkan dalam kondisi seperti ini pun, begitu banyak orang masih menentang Aku di hadapan wajah-Ku. Aku akan memberimu beberapa contoh:

Setiap hari engkau berdoa kepada Tuhan yang samar, mencoba memahami maksud-maksud-Ku, untuk merasakan kehidupan. Tetapi, ketika firman-Ku benar-benar datang, engkau memandangnya secara berbeda: engkau menganggap Firman-Ku dan Roh-Ku sebagai satu entitas yang tak terpisahkan, tetapi engkau menyingkirkan ‘manusia’nya, mengira bahwa Aku yang mengambil rupa manusia tidak mampu mengucapkan firman semacam ini, sebaliknya firman itu keluar dari Roh-Ku. Bagaimana engkau bisa mengetahui hal semacam ini? Engkau percaya pada Firman-Ku sampai taraf tertentu, tetapi mengenai daging yang Kukenakan, sedikit banyak engkau memahaminya dengan menggunakan gagasanmu sendiri, yang engkau pikirkan setiap hari, dengan mengatakan: “Mengapa Dia bertindak seperti itu ? Mungkinkah hal ini berasal dari Tuhan? Mustahil! Dalampandanganku, Dia hampir sama dengan aku—orang biasa yang normal.”Sekali lagi, bagaimana engkau menjelaskan situasi seperti ini?

Mengenai apa yang Kukatakan di atas, adakah di antara kamu sekalian yang tidak diperlengkapi dengan hal itu? Adakah yang tidak memilikinya? Tampaknya itu adalah sesuatu yang engkau genggam seperti milik pribadi, dan selama ini engkau enggan melepaskannya. Apalagi engkau kurang melakukan upaya aktif; sebaliknya engkau menunggu-Ku untuk melakukan pekerjaan itu sendiri. Sejujurnya, tidak ada seorang manusia pun, yang tanpa mencari Aku, dapat mengenal-Ku dengan mudah. Memang, ini bukan perkataan dangkal yang Aku khotbahkan kepada kamu sekalian untuk mengajarmu, karena Aku dapat mengemukakan contoh dari sudut pandang yang berbeda sebagai acuan bagi kamu sekalian:

Begitu nama Petrus disebutkan, semua orang penuh dengan pujian, langsung teringat akan semua kisah tentang Petrus—bagaimana ia tiga kali menyangkal mengenal Tuhan dan terlebih lagi memberikan pelayanan kepadaIblis, dengan demikian menguji Tuhan, tetapi pada akhirnya dipaku terbalik di kayu salib demi Dia, dan lain sebagainya. Sekarang Aku menganggap penting untuk menceritakan kepada kamu sekalian bagaimana Petrus mengenal-Ku serta hasil akhir yang dicapainya. Pria ini, Petrus, memiliki kualitas yang luar biasa, tetapi lingkungannya berbeda dari lingkungan Paulus. Orangtuanya menganiaya Aku, mereka adalah milik Iblis yang dirasuki oleh Iblis, dan karena alasan inilah orang tidak dapat mengatakan bahwa mereka mewariskan jalan itu kepada Petrus. Petrus seorang yang cekatan, diberkati dengan kecerdasan alamiah, sangat disayangi sejak masa kanak-kanak oleh orangtuanya; Namun setelah tumbuh dewasa, ia menjadi musuh mereka, karena ia selalu mencari jalan untuk mengenal Aku, dan hal ini menuntunnya untuk berbalik menentang orangtuanya. Hal ini disebabkan, pertama-tama, karena ia percaya bahwa langit dan bumi dan segala sesuatu berada di tangan Yang Mahakuasa, dan bahwa segala hal yang positif berasal dari Tuhan dan datang langsung dari-Nya, tanpa melalui pemrosesan apa pun oleh Iblis. Dengan contoh yang berkebalikan dari orangtuanya sebagai kontras, hal ini memungkinkan dirinya untuk lebih siap dalam mengenali kasih dan belas kasihan-Ku, dengan demikian mengobarkan dalam dirinya semangat yang lebih besar untuk mencari Aku. Ia memberikan perhatian yang teliti tidak hanya untuk makan dan minum firman-Ku, tetapi terlebih lagi untuk memahami maksud-maksud-Ku, dan selalu bijaksana dan berhati-hati dalam pemikirannya, sehingga ia selalu cerdik dalam rohnya, karena itu ia dapat menyenangkan Aku dalam segala sesuatu yang dilakukannya. Dalam kehidupan sehari-hari, ia memperhatikan dengan saksama cara menyatukan pelajaran dari orang-orang yang pernah gagal di masa lalu agar dapat memacu dirinya sendiri untuk berusaha lebih keras, penuh ketakutan bahwa ia mungkin terjerumus dalam perangkap kegagalan. Ia juga memperhatikan dengan cermat demi mempelajari dan memahami secara menyeluruh iman dan kasih dari semua orang yang selama berabad-abad telah mengasihi Tuhan. Dengan cara ini tidak hanya dalam aspek negatif, tetapi yang lebih penting, dalam aspek positif ia mempercepat kemajuan pertumbuhannya, sehingga di hadirat-Ku ia menjadi manusia yang mengenal-Ku dengan sangat baik. Karena alasan ini, tidak sulit untuk membayangkan bagaimana ia dapat meletakkan segala yang dimilikinya dalam tangan-Ku, tidak lagi menjadi tuan atas dirinya sendiri bahkan dalam hal makan, berpakaian, tidur, atau tempat tinggal, tetapi membuat-Ku puas dalam segala hal dan atas dasar itu menikmati karunia-Ku. Seringkali Aku mengujinya, yang tentu saja membuatnya setengah mati, namun bahkan di tengah-tengah ratusan ujian ini, tak sekalipun ia kehilangan kepercayaan atau menjadi kecewa kepada-Ku. Bahkan ketika Aku mengatakan bahwa Aku sudah membuangnya, hatinya tidak menjadi lemah atau tenggelam dalam keputusasaan, tetapi seperti sebelumnya tetap melanjutkan untuk melaksanakan prinsipnya demi mewujudkan kasihnya kepada-Ku. Ketika Aku memberitahukan hal itu kepadanya, meskipun ia mengasihi-Ku, Aku tidak memujinya, tetapi akan melemparkannya ke dalam tangan Iblis pada akhirnya. Di tengah-tengah ujian ini, yang tidak menjangkau dagingnya tetapi merupakan ujian melalui firman, ia tetap berdoa kepada-Ku: Oh, Tuhan! Di antara langit dan bumi dan begitu banyak hal, adakah manusia, makhluk apa pun, atau perkara apa pun yang tidak berada dalam genggaman tangan-Mu, Yang Mahakuasa? Ketika Engkau mau menunjukkan belas kasihan kepadaku, hatiku sangat bersyukur karena belas kasihan-Mu; ketika engkau ingin menghakimi Aku, meskipun aku mungkin tidak layak, aku semakin merasakan misteri yang dalam dari perbuatan-Mu, karena Engkau penuh dengan kuasa dan hikmat. Meskipun tubuhku mungkin menderita, aku terhibur dalam rohku. Bagaimana mungkin aku tidak memuji hikmat dan perbuatan-Mu? Bahkan jika aku mati setelah mengenal engkau, aku akan selalu siap dan bersedia. Oh, Yang Mahakuasa! Tentunya hal itu bukan karena Engkau sungguh-sungguh tidak ingin memperkenankan aku untuk melihat Engkau? Tentunya hal itu bukan karena aku sunguh-sungguh tidak layak untuk menerima penghakiman-Mu? Mungkinkah ada sesuatu dalam diriku yang Engkau tidak berkenan melihatnya? Di tengah-tengah ujian semacam ini, meskipun Petrus tidak dapat memahami maksud-Ku dengan tepat, jelas bahwa ia menganggap dipakai oleh-Ku sebagai kemuliaan dan kebanggaan pribadi (meskipun sekadar menerima penghakiman-Ku agar manusia dapat melihat kemegahan dan murka-Ku), dan tidak merasa gundah karena sedang diuji. Karena kesetiaannya di hadirat-Ku, dan karena berkat-Ku atasnya, ia telah menjadi sebuah contoh dan teladan bagi umat manusia selama ribuan tahun. Bukankah inilah justru contoh yang harus kamu sekalian ikuti? Pada saat ini, kamu sekalian harus berpikir keras dan mencoba mencari tahu mengapa Aku memberikan penjelasan yang panjang lebar ini tentang Petrus. Ini harus menjadi pedoman bagimu.

Meskipun sedikit sekali orang yang mengenal-Ku, Aku tidak akan karena alasan tersebut melontarkan kemarahan-Ku kepada umat manusia, karena manusia memiliki begitu banyak kekurangan sehingga sulit bagi mereka untuk mencapai tingkatan yang Kukehendaki dari mereka. Jadi Aku telah bersikap lunak terhadap umat manusia selama ribuan tahun,sepanjang waktu hingga pada masa kini. Tetapi Aku berharap kamu sekalian tidak akan, karena kemurahan hati-Ku, terlalu cepat memanjakan dirimu; sebaliknya, melalui kisah Petrus, seharusnya berusaha mencari dan mengenal-Ku, dan melalui semua kisah Petrus, menerima wahyu dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan dengan cara ini sampai di ranah yang sebelumnya tidak terjangkau oleh umat manusia. Di seluruh alam semesta dan bentangan langit yang tak terbatas, tak terhitung banyaknya ciptaan, tak terhitung banyaknya benda di bumi, dan tak terhitung banyaknya benda di surga, masing-masing orang mengabdikan seluruh kekuatan mereka demi tahap pekerjaan-Ku yang terakhir. Tentunya kamu sekalian tidak ingin tetap menjadi penonton di luar garis, digerakkan kesana kemari oleh kekuatan Iblis? Iblis terus-menerus melahap pengetahuan manusia tentang Aku dalam hati mereka, dan secara terus-menerus, dengan gigi yang diperlihatkan dan cakar terhunus, terlibat dalam pergolakan terakhir dari pergumulannya dengan maut. Apakah kamu sekalian mau diperangkap oleh tipu muslihatnya saat ini? Apakah kamu sekalian berharap, pada saat tahap terakhir dari pekerjaan-Ku diselesaikan, kamu sekalian mengakhiri kehidupanmu sendiri? Tentunya kamu sekalian tidak terus menunggu-Ku untuk memberikan kelonggaran sekali lagi? Berusaha mengenal-Ku adalah hal yang utama, tetapi kamu sekalian juga tidak boleh lalai untuk memberi perhatian pada perbuatan yang nyata. Aku menyingkapkan wawasan kepadamu secara langsung melalui Firman-Ku, dengan harapan bahwa kamu sekalian akan tunduk pada bimbingan-Ku, dan berhenti menggunakan aspirasi atau rancanganmu sendiri.

27 Februari 1992

Sebelumnya:Perkataan Kedua Puluh Sembilan

Selanjutnya:Perkataan Ketujuhbelas

Anda Mungkin Juga Menyukai