Penderitaan Kecanduan Gim Daring

10 Desember 2020

Saat mulai kuliah, aku melihat siswa lain memegang ponsel mereka, bermain gim benar-benar di mana pun, di kelas, asrama, kafetaria, perpustakaan, lapangan basket. Mereka terus membicarakan semua gim ini dengan cara yang kotor dan kejam serta mengatakan betapa menyenangkan memainkannya. Sebagai orang percaya, aku merasa bermain gim daring bukanlah hal positif, jadi aku tidak mengikutinya. Aku sering berkumpul dan membaca firman Tuhan dengan saudara-saudari, serta merasa sangat puas.

Namun, kemudian, aku mendapati banyak siswa lain memainkan gim bernama MOBA, dan mereka memperkenalkanku dengan gim itu juga. Aku mulai bermain sedikit di luar waktu kelas, tetapi perlahan-lahan tersedot oleh keseruan pertempuran. Aku tidak hanya menginginkan sensasi memukul dan membunuh pemain lain, tetapi menjadi makin serius setelah naik level. Kapan pun punya waktu luang, benakku akan dipenuhi pikiran tentang semua karakter dan pertempuran itu. Itu sampai pada titik aku dan teman sekamarku akan begitu tersesat saat membicarakan gim sambil makan, sampai aku kehilangan minat pada makanan. Aku akan memikirkan strategi untuk pertempuran berikutnya sepanjang perjalanan pulang ke asrama, lalu di malam hari, kami akan berkumpul dan bermain tanpa henti sampai subuh. Aku sering bangun kesiangan, dan terlambat serta tertidur di kelas menjadi normal bagiku. Tak lama kemudian, nilaiku merosot tajam. Seiring berjalannya waktu, aku mulai hidup sepenuhnya dalam dunia khayalan itu dan tidak ingin melakukan apa pun kecuali bermain gim. Sebelumnya di waktu luangku, aku akan keluar dan ikut serta dalam kegiatan atau membaca di perpustakaan, tetapi setelah kecanduan gim itu, aku hanya mendekam di asrama memainkannya dan kehilangan minat pada hal lain. Gim yang kumainkan membutuhkan pembelian dalam gim, jadi aku dengan ceroboh menghabiskan seluruh biaya hidupku untuk membangun karakter baru. Karena tak punya uang untuk membeli makanan, aku meminjam uang dari teman sekelas dan teman sekamar. Yang lebih buruk lagi, caraku memandang semuanya juga berubah. Aku dahulu berpikir bisa belajar hal-hal berguna di perguruan tinggi dan mendapatkan pendidikan, tetapi setelah tersesat di gim daring, aku merasa inti dari berada di sana hanya untuk bermain. Orang tuaku tidak ada di sana untuk mengendalikanku bermain gim dan mereka mengirimiku uang saku. Aku tidak memikirkan kebutuhan dasar, hanya bermain gim, dan kupikir kuliah adalah satu-satunya kesempatanku untuk bermain sebanyak itu.

Tidak hanya itu, aku makin jauh dari Tuhan. Aku tidak bisa menenangkan hatiku sama sekali saat membaca firman Tuhan dan doa-doaku menjadi membosankan. Aku tidak sepenuhnya hadir dalam pertemuan apa pun, terkadang aku bahkan tidak mau pergi. Pernah suatu waktu, aku ingin menggunakan waktu luang untuk membaca firman Tuhan, tetapi setelah hanya setengah jam, aku mengambil ponsel dan melihatnya tanpa menyadari apa yang kulakukan, lalu benakku penuh oleh karakter dan pertempuran dalam gim. Itu seperti kecanduan narkoba yang merenggut diriku. Aku benar-benar tidak bisa menahan diri dan berpikir, "Aku akan bermain sebentar. Aku tidak perlu membaca firman Tuhan sekarang. Lagi pula, aku akan membacanya di pertemuan berikutnya. Aku sudah membaca sedikit dan bermain gim itu berbeda. Jika aku tidak menyelesaikan misi dalam gim, aku tidak mendapatkan hadiahnya." Dengan pemikiran ini, aku mengesampingkan firman Tuhan dan mulai bermain. Suatu saat setelah bermain sepanjang malam, aku melewatkan pertemuan keesokan harinya. Ketika saudara-saudari bertanya, aku berbohong, berkata ada acara sekolah yang harus kuhadiri, hanya menghindari masalahnya.

Terkadang saat bermain sampai kelelahan, aku akan berpikir tentang bagaimana aku mengabaikan studiku, hanya membuang-buang uang yang susah payah diperoleh orang tuaku dengan berlumuran darah, keringat, dan air mata. Aku merasa benar-benar bersalah kepada mereka. Aku juga memikirkan kedatanganku ke rumah Tuhan dan menikmati kasih Tuhan, tetapi tidak pergi ke pertemuan atau membaca firman Tuhan, hanya karena terobsesi dengan gim. Aku bahkan berbohong kepada saudara-saudari. Aku merasa sangat bersalah karenanya, juga berutang besar kepada Tuhan. Aku ingin membaca firman Tuhan, tetapi begitu melihat akan ada pertempuran baru dalam gim, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak bergabung.

Suatu hari aku tercetus karena gim daring, studiku dan kehidupan gereja sama-sama menerima pukulan besar. Aku masih sangat muda, jadi bukankah akan sia-sia jika aku terus bermain gim seperti itu? Aku tahu harus berhenti bermain gim, aku tidak bisa terus seperti itu. Namun, saat akan mengeklik untuk mengonfirmasi menghapus gim itu, tanganku berhenti begitu saja. Aku memikirkan semua uang yang kuhabiskan untuk itu, belum lagi semua waktu dan tenaga. Aku tidak bisa melepaskannya semudah itu dan bisa menerimanya secara bertahap. Berjuang dengan pertarungan internal ini, pada akhirnya aku tidak menghapusnya. Entah berapa kali aku bertekad akan menyingkirkannya kepada Tuhan, berapa kali aku memutuskan menghapusnya, tapi pada akhirnya gagal. Seolah-olah aku telah hidup dalam kegelapan selama berabad-abad, tetapi saat ingin berjalan menuju cahaya, aku mendapati diriku terikat dengan erat dan tidak bisa bergerak sama sekali. Aku berjuang dengan siksaan ini dan tidak tahu harus berbuat apa. Aku banyak berdoa kepada Tuhan saat itu, meminta Dia untuk membantu dan membimbingku.

Ada video pembacaan firman Tuhan yang kutonton dalam sebuah pertemuan. "Meskipun banyak anak muda yang percaya kepada Tuhan, mereka tidak dapat melepaskan diri mereka dari kebiasaan buruk bermain gim komputer dan pergi ke warnet. Hal-hal apa saja yang cenderung terkandung dalam gim komputer? Itu mengandung banyak kekerasan. Bermain gim—itulah dunia setan. Bagi kebanyakan orang, setelah memainkan gim-gim ini untuk waktu yang lama, mereka tidak bisa lagi melakukan pekerjaan nyata apa pun; mereka tidak lagi mau pergi ke sekolah, atau bekerja, atau memikirkan masa depan mereka, apalagi memikirkan hidup mereka. Hal-hal apa yang sekarang memenuhi pikiran dan jiwa kebanyakan anak muda di dunia? Makan, minum, dan bermain gim. Semua yang mereka katakan dan pikirkan adalah hal-hal yang tidak manusiawi. Orang bahkan tidak bisa lagi menggunakan kata 'kotor' atau 'jahat' untuk menjelaskan hal-hal yang mereka pikirkan; begitu banyak darinya adalah hal-hal yang tidak manusiawi. Jika engkau berbicara kepada mereka tentang hal-hal yang berhubungan dengan kemanusiaan yang normal, atau membahas tentang topik yang berkaitan dengan kemanusiaan yang normal, mereka tidak tahan mendengar akan hal itu; mereka tidak tertarik atau tidak mau mendengarnya, dan segera setelah mereka mendengarnya, mereka menunjukkan gestur ketidaktertarikan dan tidak menerimanya dengan baik. Mereka tidak memiliki bahasa yang sama atau membahas topik yang sama dengan manusia normal, tetapi ketika mereka bersama dengan orang lain yang sama seperti mereka, mereka menemukan hal-hal untuk dibicarakan. Kebanyakan topik yang mereka diskusikan berpusat di sekitar bermain gim, makan, minum, dan bersenang-senang. orang-orang yang selalu mendiskusikan topik-topik ini hatinya dipenuhi dengan hal-hal semacam itu. Prospek masa depan apakah yang mereka miliki? Apakah mereka memiliki prospek masa depan? ... Ketika orang terus-menerus bermain gim dan membuang-buang waktu di depan komputer, keinginan mereka lenyap dan mereka menjadi rusak; mereka kemudian tidak memiliki kemanusiaan yang normal. Mereka menjadi dipenuhi dengan kekerasan dan pembunuhan dalam gim-gim ini dan hal-hal di dunia maya. Segala sesuatu yang berkaitan dengan kemanusiaan yang normal dilucuti dari mereka oleh gim-gim ini, dan mereka dipenuhi dan disibukkan oleh gim-gim tersebut, dan pikiran mereka disibukkan oleh semua itu; orang-orang ini telah menjadi rusak. Orang-orang tidak percaya juga tidak menyukai orang-orang ini, tetapi di dunia orang tidak percaya saat ini, anak-anak muda ini tidak punya tempat untuk berpaling; orang tua mereka tidak mampu mengatur mereka, guru mereka tidak dapat melakukan apa pun terhadap mereka, dan tidak ada sistem pendidikan di negara mana pun yang dapat melakukan sesuatu terhadap tren ini selain menyerah padanya. Iblis melakukan hal-hal ini untuk memancing orang-orang, membuat mereka menjadi buruk. Bagi mereka yang hidup di dunia virtual, mereka tidak tertarik pada apa pun yang berhubungan dengan kehidupan normal kemanusiaan, mereka tidak ingin bekerja atau belajar. Mereka hanya peduli tentang dunia virtual, seakan mereka dipikat oleh sesuatu. Begitu mereka bosan atau duduk tanpa melakukan apa-apa, atau ketika mereka melakukan pekerjaan nyata di tempat kerja atau tempat belajar, mereka malah ingin bermain game, dan bermain game secara bertahap menjadi seluruh hidup mereka. Bermain game itu seperti mengkonsumsi obat terlarang: Begitu seseorang menjadi kecanduan dengannya, maka mereka sukar melarikan diri darinya dan sulit berhenti. Jadi terlepas dari apakah ini anak muda atau orang tua, begitu mereka terkena kebiasaan buruk ini, akan menjadi sulit untuk melepaskannya. ... Jika game dibutuhkan untuk kemanusiaan yang normal, jika itu adalah jalan yang benar, maka bagaimana bisa manusia tidak bisa berhenti darinya? Bagaimana bisa manusia dipikat olehnya sampai sedalam itu? Ini membuktikan satu hal: Ini bukanlah jalan yang baik. Berselancar di dunia maya mencari ini atau itu, melihat hal-hal yang tidak sehat dan bermain game—tidak satu pun darinya adalah jalan yang baik untuk ditempuh. Ini bukanlah jalan yang benar" ("Orang Beriman Pertama-tama Perlu Memahami yang Sebenarnya Mengenai Tren Kejahatan di Dunia" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus").

Firman Tuhan mengungkapkan keadaanku yang sebenarnya. Aku menjadi merosot dan bejat karena kehilangan diriku pada gim daring dan kepalaku dipenuhi semua pertempuran dan pembunuhan itu. Rasanya itu tidak ada bandingannya. Sensasi sesaat itu hanya membuatku merasa hampa dan menginginkan lebih banyak sensasi bermain gim. Melakukan ini berulang kali menjadi lingkaran setan. Iblis menggunakan kekerasan dan kejahatan dalam gim untuk menjerat hatiku. Itu memuaskan keinginanku dan mengendalikan pikiranku, membuatku kecanduan tanpa jalan keluar. Aku meninggalkan studiku untuk bermain gim, kehilangan keserupaan dengan kemanusiaan normal. Aku tidak ingin menghadiri pertemuan atau membaca firman Tuhan, dan bahkan menipu saudara-saudari. Aku juga makin jauh dari Tuhan. Hanya dengan membaca firman Tuhan, aku bisa melihat bahwa gim adalah salah satu taktik Iblis untuk menyakiti dan menghancurkan orang-orang. Ingin aku kehilangan nalar dan kemanusiaan yang normal, menjauhi dan mengkhianati Tuhan, dan kehilangan keselamatan-Nya. Kemudian Iblis bisa melahapku utuh-utuh. Aku memikirkan banyak sekali anak muda lainnya yang terluka oleh gim daring, sama seperti aku. Mereka berubah dari terbuka dan penuh kehidupan menjadi antisosial dan terasing, dari berperilaku baik menjadi memanjakan diri dan berkebalikan. Mereka dahulu berinteraksi secara biasa dengan orang tua dan orang lain, tetapi lalu mereka bolos sekolah, meninggalkan rumah, dan meninggalkan studi untuk bermain gim. Untuk membeli perlengkapan gim, beberapa bahkan belajar menipu dan membunuh orang, memulai kehidupan kriminal. Semua ini menunjukkan bahwa Iblis menggunakan gim daring untuk menyakiti dan melahap banyak orang muda. Ini sangat keji dan jahat! Saat memikirkan semua itu, aku melihat betapa menakutkannya bermain gim. Itu adalah jalan kejahatan yang melenyapkan orang-orang. Saat menyadari ini, aku memutuskan harus benar-benar membebaskan diri dari ikatan gim daring.

Meskipun ingin melarikan diri dari itu, aku masih belum memiliki penerapan khusus untuk diadopsi dalam kehidupan nyata. Lalu, saat waktu teduhku suatu pagi, aku membaca sesuatu dalam firman Tuhan. "Terkadang, berpaling kepada Tuhan tidak berarti meminta Tuhan untuk melakukan sesuatu menggunakan perkataan yang spesifik, atau meminta bimbingan atau perlindungan khusus kepada-Nya. Sebaliknya, ketika orang menghadapi suatu masalah, mereka dapat berseru kepada-Nya dengan tulus. Jadi, apa yang Tuhan lakukan ketika orang berseru kepada-Nya? Ketika hati seseorang tergerak dan mereka berpikir: 'Ya Tuhan, aku tidak dapat melakukan ini sendiri. Aku tidak tahu bagaimana melakukannya, dan aku merasa lemah dan negatif...,' ketika semua pemikiran ini muncul di dalam diri mereka, bukankah Tuhan tahu akan hal itu? Ketika semua pemikiran ini muncul di dalam diri manusia, apakah hati mereka tulus? Ketika mereka berseru kepada Tuhan dengan tulus seperti ini, apakah Tuhan berkenan untuk membantu mereka? Meskipun kenyataannya mereka mungkin tidak mengucapkan sepatah kata pun, mereka menunjukkan ketulusan, dan karena itu Tuhan berkenan untuk membantu mereka. Ketika seseorang menghadapi masalah yang sangat sulit, ketika mereka tidak memiliki siapa pun untuk berpaling, dan ketika mereka merasa sangat tidak berdaya, mereka menaruh satu-satunya harapan mereka kepada Tuhan. Seperti apa doa mereka? Bagaimana keadaan pikiran mereka? Apakah mereka tulus? Apakah ada kepalsuan pada saat itu? Ketika engkau memercayai Tuhan seolah-olah Dia adalah orang terakhir yang kauharapkan untuk menyelamatkan hidupmu, berharap bahwa Dia akan membantumu, barulah itu berarti hatimu tulus. Meskipun engkau mungkin tidak banyak bicara, hatimu telah tergerak. Artinya, engkau memberikan hatimu yang tulus kepada Tuhan, dan Tuhan mendengar. Ketika Tuhan mendengar, Dia melihat kesulitanmu, dan Dia akan mencerahkan, membimbing, dan membantumu" ("Orang Beriman Pertama-tama Perlu Memahami yang Sebenarnya Mengenai Tren Kejahatan di Dunia" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"). Firman Tuhan memberiku jalan yang jelas, yaitu berdoa dengan tulus kepada Tuhan tentang kesulitanku. Dia akan mendengarku, lalu mencerahkan dan membantuku. Saati itu aku sering berdoa kepada Tuhan, meminta Dia membimbingku membebaskan diri dari bermain gim. Aku teringat tentang persekutuan dengan Tuhan yang mengatakan orang muda harus sangat tertib dalam hidup mereka, melakukan sesuatu dengan jadwal, tepat waktu, dan sesuai rencana. Mereka harus diatur dengan kehidupan biasa, tidak terlalu berjiwa bebas dan dimanjakan. Orang yang sangat bebas, yang melakukan yang mereka inginkan tanpa aturan atau batasan, tidak akan menuju ke mana pun. Jadi, seperti yang dikatakan firman Tuhan, aku membuat jadwal untuk diriku setiap hari guna membatasi waktuku bermain gim daring. Setelah mengikuti rencana ini selama beberapa hari, hidupku menjadi teratur dan setiap hari terasa sangat memuaskan. Namun, keinginanku sangat kuat, jadi tidak lama kemudian, aku tidak bisa lagi mengendalikan keinginan bermainku yang tanpa henti. Aku takut akan kecanduan lagi dan tenggelam dalam kebobrokan. Aku segera datang ke hadapan Tuhan dan mengucapkan doa ini: "Ya Tuhan, aku tahu esensi dan bahaya gim dan aku merasakan penderitaan yang disebabkan gim. Aku tidak ingin mengikuti tren iblis yang jahat lagi. Aku ingin melepaskan semuanya, tetapi tingkat pertumbuhanku terlalu kecil. Aku tidak bisa menahan godaan Iblis dan berhenti bermain gim daring. Tolong bimbing aku."

Aku membaca kutipan firman Tuhan ini setelahnya: "Engkau harus menderita kesukaran demi kebenaran, engkau harus menyerahkan diri kepada kebenaran, engkau harus menanggung penghinaan demi kebenaran, dan untuk memperoleh lebih banyak kebenaran, engkau harus mengalami penderitaan yang lebih besar. Inilah yang harus engkau lakukan. Janganlah membuang kebenaran demi kehidupan keluarga yang damai, dan janganlah kehilangan martabat dan integritas hidupmu demi kesenangan sesaat. Engkau harus mengejar segala yang indah dan baik, dan engkau harus mengejar jalan dalam hidup yang lebih bermakna. Jika engkau menjalani kehidupan yang vulgar dan tidak mengejar tujuan apa pun, bukankah engkau menyia-nyiakan hidupmu? Apa yang dapat engkau peroleh dari kehidupan semacam itu? Engkau harus meninggalkan seluruh kenikmatan daging demi satu kebenaran, dan jangan membuang seluruh kebenaran demi sedikit kenikmatan. Orang-orang seperti ini tidak memiliki integritas atau martabat; keberadaan mereka tidak ada artinya!" ("Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Membaca ini membantuku memahami bahwa menerapkan kebenaran membutuhkan meninggalkan daging serta bersedia menderita dan membayar harga. Aku tidak bisa kehilangan kesempatan untuk mengejar kebenaran hanya karena kecanduanku atau kenikmatan daging sekilas. Gim tidak bisa menghidupkanku, justru menyedot rohku sedikit demi sedikit sampai aku tidak memiliki kemanusiaan yang normal. Itu hanya memberiku kehampaan dan rasa sakit serta akan membuatku menyia-nyiakan hidupku. Aku benar-benar tidak ingin terus hidup seperti itu. Sebagai makhluk ciptaan, tanggung jawab dan misiku adalah mengejar kebenaran serta melakukan tugasku dengan baik untuk memberikan kesaksian bagi Tuhan. Hanya itu yang bermakna. Memahami kehendak Tuhan memperbarui motivasiku untuk menerapkan kebenaran. Dengan tegas aku memutuskan meninggalkan gim daring.

Setelah itu, kapan pun ingin bermain gim, aku akan segera datang ke hadapan Tuhan dalam doa, meminta Dia menjaga hatiku agar aku bisa diam di hadapan-Nya. Aku juga membaca firman-Nya, menyanyikan lagu pujian, serta berkumpul dan bersekutu dengan lebih banyak saudara-saudari. Secara bertahap aku berhenti bermain gim daring. Aku juga merasa itu hanya sekumpulan pertempuran dan pembunuhan tidak bermakna, sangat membosankan, dan aku benar-benar kehilangan keinginan untuk bermain gim daring. Hidupku menjadi lebih teratur dan nilai-nilaiku jauh lebih baik. Aku menghadiri pertemuan dan membaca firman Tuhan seperti yang seharusnya lagi, dan bahkan melakukan tugas di gereja.

Beberapa teman sekamarku kemudian berkata, "Hei, Bung, kami sudah lama tidak melihatmu dalam gim. Bagaimana jika nanti kita bertanding?" Mendengar ini sedikit menarik perhatianku, lalu kupikir, "Aku sudah lama tidak bermain. Mungkin hanya sekali lagi?" Namun, aku teringat akan firman Tuhan: "Engkau semua harus berjaga-jaga dan menanti-nantikan setiap saat, dan engkau harus lebih banyak berdoa di hadapan-Ku. Engkau harus mengenali berbagai tipu muslihat dan rencana licik Iblis, mengenali roh, mengenali orang, dan mampu membedakan semua jenis orang, peristiwa dan hal-hal" ("Bab 17, Perkataan Kristus pada Awal Mulanya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Berkat pencerahan Tuhan, aku sadar ajakan bertanding dari teman sekamarku adalah siasat licik Iblis. Iblis ingin aku kecanduan gim lagi, agar menjauhi Tuhan dan mengkhianati-Nya, agar kembali ke kamp Iblis sehingga dia bisa menyakitiku. Aku tak boleh jatuh ke perangkap itu lagi. Aku berdoa kepada Tuhan di dalam hati, "Tuhan, aku tidak ingin mengikuti tren jahat Iblis lagi. Aku ingin menerapkan kebenaran dan meninggalkan daging." Aku lalu berkata kepada mereka dengan tegas, "Tidak, terima kasih, aku sudah kenyang." Mengatakan itu membuatku merasa bebas. Bebas dari gim daring hari ini sepenuhnya adalah berkat bimbingan firman Tuhan. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah menyelamatkanku.

Alkitab menubuatkan bahwa Tuhan akan datang sebelum bencana. Sekarang ini, bencana sedang terjadi silih berganti. Bagaimana kita dapat menyambut Tuhan dan mendapatkan perlindungan Tuhan? Silakan hubungi kami untuk membahas hal ini dan menemukan jalannya.

Konten Terkait

Prinsip Hidupku Merusak Diriku

Ibu Changkai Kota Benxi, Provinsi Liaoning Secara pribadi aku sangat terbiasa dengan salah satu ungkapan umum, yaitu "Semua beban...

Iman Berarti Mengandalkan Tuhan

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Hanya dari dalam imanmulah, engkau akan bisa melihat Tuhan, dan ketika engkau memiliki iman, Tuhan akan...

Rohku Dibebaskan

"Dalam hidupnya, jika manusia ingin ditahirkan dan mencapai perubahan dalam wataknya, jika ia ingin menjalani kehidupan yang bermakna dan...