Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Setiap Firman Tuhan Merupakan Pengungkapan Watak-Nya

16

Hu Ke Kota Dezhou, Provinsi Shandong

Setiap kali aku menjumpai perkataan yang Tuhan ucapkan ini, aku merasa gelisah: "Setiap kalimat yang Kuucapkan mengandung watak Tuhan di dalamnya. Akan baik bagimu sekalian jika merenungkan firman-Ku dengan saksama, dan engkau semua pasti akan mendapatkan keuntungan besar dari firman-Ku" (Dikutip dari "Sangatlah Penting untuk Memahami Watak Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Aku merasa gelisah karena memahami watak Tuhan sangatlah penting baik pemahaman manusia tentang Tuhan maupun bagi usaha manusia untuk mengasihi dan memuaskan Dia. Namun, ketika makan dan minum firman Tuhan, aku selalu merasa sepertinya watak Tuhan itu terlalu sukar untuk dipahami, dan aku tidak tahu bagaimana cara memahaminya. Selanjutnya, melalui persekutuan dari pemimpinku, aku menjadi sadar bahwa berdasarkan firman-Nya, aku harus memahami apa yang Tuhan sukai dan apa yang Tuhan benci, sehingga dengan demikian, aku akan memperoleh pemahaman mengenai watak Tuhan. Kemudian aku mencoba untuk sejenak menerapkan hal itu dan aku melihat hasilnya. Tetapi aku masih bingung mengenai firman Tuhan, "Setiap kalimat yang Kuucapkan mengandung watak Tuhan di dalamnya," dan tidak tahu pasti bagaimana harus memahaminya.

Suatu hari, aku membaca perkataan ini dalam sebuah khotbah: "Watak Tuhan mengandung banyak aspek, yaitu apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan itu, pikiran-pikiran-Nya, gagasan-Nya, pemikiran dan hikmat-Nya. Watak Tuhan mengandung sikap Tuhan terhadap segala macam orang, seperti perasaan belas kasihan dan perhatian-Nya, serta murka-Nya terhadap pemberontakan dan perlawanan umat manusia. Karena setiap perkataan Tuhan mengandung pemikiran, hikmatdan gagasan-Nya, karena Firman Tuhan mengandung latar belakang dan sumber Firman-Nya, dan akhirnya karena perkataan Tuhan secara nyata mengungkapkan sikap Tuhan terhadap umat manusia, dengan tidak ada satu pun Firman yang tak berdasar, maka sudah selayaknya setiap kalimat mengandung watak Tuhan. Setiap kata yang diucapkan manusia mengungkapkan watak hidupnya. Jadi, bukankah setiap firman Tuhan mengandung watak-Nya terlebih lagi? Ini mudah dipahami, tetapi cara menemukan dan mengetahuinya tidaklah sesederhana yang disangka orang. Jika saat membaca firman Tuhan kita tidak berupaya menggalinyalebih dalam, tidak benar-benar berupaya atau tidak punya cukup pengalaman, maka watak Tuhan tidak akan mudah dikenali, apalagi dipahami. Yang dibutuhkan manusia adalah berdiam diri di hadapan Tuhan, membaca Firman Tuhan dan sepenuhnya mencurahkan hati mereka ke dalam Firman-Nya dan selama berdoa berupaya untuk mencari tahu firman Tuhan yang harus dilakukan; maka engkau secara perlahan akan menemukan kerangka pikiran di balik firman Tuhan. Inilah permulaan jalan masuk" (Persekutuan dari Atas). Ketika aku membaca persekutuan ini, semuanya langsung menjadi jelas. Aku menyadari bahwa watak Tuhan terdiri dari banyak hal: terdiri dari apa yang Tuhan miliki dan siapa Dia, pikiran-Nya, gagasan-Nya, pemikiran-Nya dan hikmat-Nya, juga sikap-Nya terhadap segala macam orang, dan lain-lain. Selain itu, setiap kalimat Tuhan mengandung latar belakang dan sumber dari setiap firman-Nya, dengan tidak ada satu pun kalimat yang tidak berdasar, dan setiap hal yang dilakukan Tuhan dan setiap kalimat yang Dia ucapkan adalah ungkapan nyata dari keseluruhan diri-Nya dalam kehidupan. Di sisi lain, pemahamanku tentang watak Tuhan hanya terbatas pada apa yang Tuhan sukai dan apa yang Tuhan benci. Pemahaman semacam ini terlalu berat sebelah sehingga tidak dapat mencapai pemahaman tentang watak Tuhan dari setiap kalimat-Nya. Selain itu, aku juga mengerti bahwa jika aku ingin memahami watak Tuhan dari setiap kalimat-Nya, aku perlu menenangkan diriku di hadapan Tuhan dan berupaya lebih keras untuk memahami firman Tuhan. Lebih jauh lagi, aku perlu berdoa dan mencari petunjuk di hadapan Tuhan, memusatkan perhatian untuk memahami kerangka pikiran di balik firman Tuhan beserta latar belakang dan sumber di balik tindakan Tuhan.

Aku bersyukur atas pencerahan dan penerangan Tuhan yang memungkinkanku untuk menyadari semua ini, dan selanjutnya aku mulai berfokus menerapkan dan memasuki aspek ini. Suatu hari, aku membaca satu bagian firman Tuhan berikut: "Penting tidaknya pekerjaan ini didasarkan pada kebutuhan umat manusia, dan realitas kerusakan manusia, dan parahnya ketidaktaatan Iblis serta pengaruhnya atas pekerjaan-Nya. Orang yang tepat untuk menjalankan tugas itu dipilih berdasarkan sifat dan kepentingan dari pekerjaan itu. Bila bicara soal kepentingan pekerjaan ini, masalah metode apa yang akan dipakai—pekerjaan yang dilakukan secara langsung oleh Roh Tuhan, atau pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi atau pekerjaan yang dilakukan melalui manusia—yang pertama disingkirkan adalah pekerjaan yang dikerjakan lewat manusia, dan, berdasarkan sifat dari tugas ini, dan sifat dari pekerjaan Roh versus daging, akhirnya diputuskan tugas ini dilakukan oleh daging karena lebih menguntungkan bagi manusia daripada dikerjakan langsung oleh Roh, dan memberikan lebih banyak manfaat. Inilah pemikiran Tuhan saat memutuskan apakah tugas ini akan dikerjakan oleh Roh atau oleh daging" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Ketika berupaya dengan saksama memahami bagian firman Tuhan ini, aku merasa telah menemukan karunia yang besar. Firman Tuhan menunjukkan perkembangan pemikiran Tuhan pada waktu itu, yaitu pemikiran tentang cara apa yang akan digunakan untuk pekerjaan pada akhir zaman. Dalam proses berpikir-Nya, hal pertama yang dipertimbangkan Tuhan adalah cara apa yang akan digunakan dan yang paling bermanfaat bagi manusia dalam pekerjaan ini, cara terbaik untuk mencapai akhir dari keselamatan manusia dan apa yang harus dilakukan untuk membuat Iblis menerima kekalahan, dan dengan demikian Iblis ditaklukkan dan orang-orang yang telah begitu dilukai akan dibawa menuju keselamatan yang utuh. Di sepanjang proses pemikiran ini, Tuhan terus-menerus memikirkan manusia dan tidak pernah memikirkan kepentingan ataupun keamanan-Nya sendiri. Tuhan tahu dengan pasti bahwa inkarnasi-Nya akan menderita banyak kesulitan, tetapi ini bukanlah pertimbangan dalam hal penyelamatan umat manusia. Sebaliknya, berdasarkan kebutuhan umat manusia dan kenyataan kebobrokan manusia, Dia tetap memilih cara "Tuhan menjadi manusia" untuk melakukan pekerjaan pada akhir zaman. Dia menghadapi bahaya besar dengan masuk jauh ke dalam sarang harimau, Dia dianiaya dengan ganas dan dikejar oleh si naga merah yang sangat besar, menanggung cacian dan hujatan dari berbagai agama dan denominasi, juga menanggung penentangan, pemberontakan dan kesalahpahaman kita yang mengikuti-Nya. Luka dan serangan terhadap hati Tuhan dan penghinaan yang Tuhan tanggung benar-benar tidak dapat dipahami oleh siapa pun. Segala sesuatu yang diungkapkan dan dinyatakan oleh Tuhan adalah keseluruhan diri-Nya dalam kehidupan: pengabdian-Nya yang tanpa pamrih bagi umat manusia dan harga yang dibayar-Nya bagi mereka. Kebesaran dan ketidakegoisan Tuhan disingkapkan secara nyata dalam pekerjaan-Nya dan setiap kalimat yang diucapkan-Nya, dan ini juga perwujudan belas kasihan dan kasih Tuhan yang tanpa pamrih. Kasih Tuhan bagi umat manusia bukan sekadar kata-kata kosong, tetapi merupakan harga sesungguhnya yang Dia bayar. Pada saat itu, aku mendapat pengertian yang jelas bahwa Tuhan sungguh maha besar dan maha pengasih! Jadi, meskipun aku telah membaca firman Tuhan ini sebelumnya, aku tidak pernah mengerti latar belakang di balik perkataan yang diucapkan Kristus atau semua yang firman Tuhan singkapkan, juga aku tidak memahami kasih Kristus bagi umat manusia. Baru sekarang aku memiliki pemahaman yang benar tentang firman Tuhan ini: "Setiap kalimat yang Kuucapkan mengandung watak Tuhan di dalamnya."

Sebelumnya, karena aku tidak pernah menenangkan hatiku atau dengan sungguh-sungguh berusaha menggali firman Tuhan, aku kehilangan begitu banyak kesempatan yang baik untuk memahami Tuhan, sedemikian banyaknya sampai-sampai hingga hari ini pun aku masih memiliki banyak gagasan dan kesalahpahaman tentang Tuhan, dan aku masih jauh dari-Nya. Baru sekarang aku mengerti bahwa jika aku ingin memahami watak Tuhan, aku harus berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menggali dan mencari kebenaran di dalam setiap kalimat firman Tuhan. Dengan cara ini, aku pasti akan memperoleh manfaat yang sangat besar. Mulai hari ini, aku ingin berfokus untuk lebih menggali firman Tuhan, dan berusaha untuk sesegera mungkin menjadi orang yang memiliki pemahaman tentang Tuhan.

media terkait