Mengalami Kasih Tuhan yang Istimewa

28 September 2019

Jiayi, Kota Fuyang, Provinsi Anhui

Naturku yang sangat menonjol adalah congkak; tidak peduli apa pun yang kulakukan, aku selalu memakai kecerdikan dan orisinalitas untuk menunjukkan kecemerlanganku dan karena itu aku sering menyalahi pengaturan kerja untuk melakukan berbagai hal dengan caraku sendiri. Aku terutama congkak dalam kaitannya dengan memilih orang untuk kedudukan tertentu. Aku percaya bahwa aku mempunyai talenta dan wawasan unik yang membantuku selalu memilih orang yang tepat. Karena hal ini, ketika memilih orang, aku tidak secara sungguh-sungguh menggali untuk memahami seluruh keadaan dari orang yang ingin kupilih. Aku juga tidak akan secara cermat menimbang orang yang ingin kupilih menurut prinsip-prinsip relatif. Hasilnya adalah bahwa aku ternyata memilih orang yang hanya lihai dan mahir bicara tentang huruf-huruf tertulis dan doktrin untuk memperoleh tanggung jawab yang penting di gereja bagi diri mereka sendiri. Ini mengakibatkan kerugian yang besar bagi pekerjaan dan juga bagi kehidupan saudara-saudariku. Akhirnya, karena kurang berartinya pekerjaanku dalam pelayanan bagi Tuhan, aku ditolak oleh Tuhan. Aku kehilangan pekerjaan Roh Kudus dan dicopot dari pelayanan.

Ketika mendengar kabar bahwa aku akan digantikan, aku tertegun. Sulit untuk membayangkan bahwa sesuatu seperti ini dapat menimpaku. Setelah itu, aku mulai salah paham terhadap Tuhan dan mempertanyakan Tuhan: gereja mengganti aku dan tidak memberiku tugas apa pun. Tampaknya persoalanku cukup serius. Ada kemungkinan bahwa aku akan dikeluarkan. Beberapa orang telah dikeluarkan di masa lalu karena mereka telah bekerja dengan bersikap asal-asalan dan menipu Tuhan dan sangat mengganggu dan mengacaukan pekerjaan gereja. Beberapa orang lain telah menjadi antikristus karena meninggikan diri mereka sendiri, bersaksi tentang dirinya sendiri, dan bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan orang-orang pilihan-Nya. Tidakkah aku lebih dari layak untuk dikeluarkan saat ini karena aku telah bekerja asal-asalan, menipu Tuhan, meninggikan diriku sendiri, bersaksi tentang diriku sendiri, dan sangat mengganggu dan mengacaukan pekerjaan gereja? Ketika melihat bencana yang sudah kuciptakan ini, aku gemetar oleh rasa takut. Hatiku terus-menerus mengatakan: habislah aku. Kali ini, aku sepenuhnya habis. Aku telah berkali-kali menentang dan menyinggung Tuhan. Tuhan pasti tidak akan menyelamatkan aku. Walaupun Tuhan telah mengatakan bahwa Ia melakukan segalanya untuk menyelamatkan umat manusia, itu berlaku bagi mereka yang sedikit rusak dan mereka yang melakukan pelanggaran-pelanggaran kecil. Seorang yang sombong dan congkak seperti diriku yang buta terhadap Tuhan dan melakukan segala jenis pelanggaran tentunya akan menanggung hukuman Tuhan. Bahkan bila aku berjuang untuk membuat awal yang baru, Tuhan tidak akan mengampuniku, sebab tindakan-tindakanku telah menyebabkan Tuhan kehilangan harapan atas diriku dan telah membuat-Nya sangat sedih ... Tanpa disadari, aku tenggelam dalam rasa sakit dan putus asa.

Dalam rasa sakitku yang luar biasa, aku berharap bahwa gereja akan memberiku kesempatan lain untuk memenuhi suatu tugas. Namun, setiap kali gagasan ini terlintas di benakku, kata-kata "dosa berat" akan meniadakan dan melindas setiap kerjap harapan. Rasa sakit, sikap menyalahkan diri sendiri, pergumulan, dan keinginan-keinginanku menyiksaku, membuatku begitu menderita hingga aku tidak ingin hidup. Aku hampir terjerembab dalam keputusasaanku. Persis pada waktu inilah, aku membaca firman Tuhan yang mengatakan, "Tuhan tidak menyukai para pengecut; Dia menyukai orang yang memiliki tekad. Bahkan jika engkau telah menyingkapkan banyak kerusakan, bahkan jika engkau telah menempuh banyak jalan yang berliku, atau bahkan jika sepanjang jalan engkau telah melakukan banyak pelanggaran atau telah menentang Tuhan—atau ada beberapa orang yang di dalam hatinya menyimpan penghujatan terhadap Tuhan atau menyalahkan-Nya, bertentangan dengan-Nya—tetapi Tuhan tidak melihat hal-hal ini, Tuhan hanya melihat apakah suatu hari mereka akan berubah atau tidak. ... Karena kehendak Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia itu tulus. Dia memberi kesempatan untuk bertobat dan kesempatan untuk berubah kepada manusia, dan selama proses ini, Dia memahami manusia dan memiliki pengetahuan yang mendalam tentang kelemahan dan sejauh mana kerusakan mereka. Dia tahu bahwa mereka akan tersandung dan gagal. ... Dia memahami kesulitan, kelemahan, dan juga kebutuhan setiap orang. Selain itu, Dia memahami kesulitan mana yang akan dihadapi setiap orang dalam proses masuk ke dalam perubahan watak, serta kelemahan dan kegagalan macam apa yang akan terjadi. Ini adalah sesuatu yang paling Tuhan pahami. Itulah sebabnya dikatakan Tuhan melihat ke lubuk hati manusia. Selemah apa pun dirimu, asalkan engkau tidak meninggalkan nama Tuhan, asalkan engkau tidak meninggalkan Tuhan ataupun jalan ini, engkau akan selalu memiliki kesempatan untuk mencapai perubahan watak. Dan jika kita memiliki kesempatan untuk mencapai perubahan watak, kita memiliki harapan untuk kelangsungan hidup kita. Jika kita memiliki harapan untuk kelangsungan hidup kita, kita memiliki harapan untuk diselamatkan oleh Tuhan" ("Apa Artinya Perubahan Watak dan Jalan Menuju Terjadinya Perubahan Watak" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"). Aku juga mendengarkan perkataan berikut ini dari sebuah khotbah: "Tuhan melakukan segalanya untuk menyelamatkan umat manusia, khususnya para pelanggar. Orang berpikir bahwa mereka tidak mungkin diselamatkan, tetapi Tuhan tidak hendak berhenti berharap atas mereka dan tetap ingin menyelamatkan mereka. Beberapa orang melakukan pelanggaran serius. Tuhan berfirman kepada mereka, 'Engkau hanya perlu kembali pada kesetiaanmu yang sebelumnya dan mencari Aku. Aku masih ingin menyelamatkanmu.' Terlepas dari apa pun pelanggaran yang sudah engkau lakukan, asalkan engkau memiliki kehendak untuk tidak pernah meninggalkan Tuhan dan keinginan untuk mencari keselamatan, Tuhan tidak akan menyerah" ("Bagaimana Mengetahui Kristus Adalah Kebenaran, Jalan, dan Kehidupan" dalam Persekutuan dan Kotbah Mengenai Pintu Kehidupan II). Perkataan ini terasa seperti embun manis yang membasahi kekeringan panjang di hatiku. Air mata membanjiri mataku dan aku menangis tersedu-sedu. Aku tidak menyadari berapa kali "hal yang mustahil" tanpa diduga-duga justru membawa ke arah yang lebih baik. Tuhan mengatakan bahwa Ia tetap ingin menyelamatkan aku jika aku tidak menyerah di dalam pengejaranku, berusaha untuk bertobat, dan tidak lari atau meninggalkan-Nya bagaimanapun situasiku. Aku hanya dapat berlutut di hadapan Tuhan: "Ya, Tuhan! aku percaya kepada-Mu dan mengikuti-Mu, tetapi aku memberontak terhadap-Mu dan menentang-Mu di setiap kesempatan. Aku sering bertindak semauku ketika melaksanakan tugasku, dan aku menyela dan mengganggu pekerjaan gereja; tetapi Engkau telah bersabar terhadapku dan mengampuni aku. Engkau telah memberiku kesempatan lain untuk bertobat dan diselamatkan. Ya, Tuhan! Cinta-Mu telah menyingkirkan kesalahpahamanku dan keraguanku terhadap-Mu. Cinta-Mu telah memulihkan kembali hatiku yang sekarat dan mengangkatnya dari kenegatifan, kesakitan dan keputusasaan yang akut. Cinta-Mu sekali lagi menghidupkan hasratku untuk hidup—untuk mengupayakan keselamatan. Ya, Tuhan! Cinta-Mu kepadaku begitu dalam, begitu besar! Aku kehilangan kata-kata ketika dihadapkan pada cinta-Mu aku merasa malu dan tidak mampu menunjukkan wajahku. Aku merasa sangat tidak layak hingga aku malu berdiam di hadirat-Mu. Saat ini, aku hanya dapat menyampaikan ucapan syukurku yang paling dalam dan memuji-Mu dari lubuk hatiku. Aku hanya dapat mempersembahkan kepada-Mu nyanyian dari hatiku: 'Cinta-Mu telah membuatku tidak kuasa memilih yang lain, aku tidak akan pernah membuat-Mu mencemaskanku lagi. Orang yang sangat rusak ini sungguh menikmati cinta-Mu yang besar dan agung. Engkau adalah satu-satunya cinta di hatiku, satu-satunya yang layak kupuja, kukagumi, dan kuandalkan. Jika tanpa cinta-Mu, aku merasakan sakit belaka dan tidak dapat bertahan. Mengenal-Mu, segenap hidupku bahagia dan bersukacita. Apa pun yang terjadi, aku akan selalu mengikuti jejak langkah-Mu, berada bersama-Mu, menghiburkan hati-Mu. Bahkan dalam kesakitan yang besar, aku akan bersaksi bagiMu dan memuaskan-Mu. Penganiayaan dan pemurnian membawa hatiku lebih dekat kepada-Mu. Memiliki-Mu di hatiku, aku bahagia selamanya.'"

Setelah menyingkirkan pemahamanku yang keliru tentang Tuhan, aku mulai merasa tenang dan mengamati perilakuku di masa lalu: di dalam pekerjaanku, aku tidak pernah mengandalkan Tuhan, juga tidak mencari pertolongan-Nya. Aku tidak mencari kehendak Tuhan dan tidak mengerjakan tugasku berdasar pengaturan kerja atau persyaratan gereja. Aku sepenuhnya mengandalkan pikiran, kemampuan pribadi, dan pengalamanku sendiri untuk mengerjakan tugas-tugas dengan caraku sendiri. Aku tidak pernah memandang atau menangani persoalan menurut firman Tuhan, dan aku tidak mencari prinsip-prinsip bagi pekerjaanku. Aku mengandalkan perasaan dan pemikiranku sendiri untuk menyimpulkan serta menilai. Aku tidak pernah berkonsultasi dengan orang lain dan sering kali aku melakukan semuanya sendirian. Bahkan bila aku berkonsultasi dengan orang lain, hal itu hanya agar aku terlihat rendah hati. Dalam kenyataannya, aku sudah punya rencana di benakku dan karena hal ini, aku jarang memasukkan gagasan orang lain. Aku tidak akan melaksanakan pengaturan kerja dari atas dengan baik jika hal itu tidak sesuai dengan gagasanku sendiri dan jika seseorang berusaha untuk menangani dan memangkas diriku, aku semakin enggan untuk menerimanya. Aku terutama ingin menjadi yang paling menonjol; apa pun yang aku lakukan aku ingin melampaui orang-orang lain. Aku percaya bahwa aku lebih baik daripada semua orang dan bahwa tidak ada pekerjaan di gereja yang tidak dapat kulakukan dan bahwa segala yang aku lakukan baik adanya. ... Karena dikendalikan oleh naturku yang congkak, aku mengandalkan natur Iblis dalam diriku untuk membabi-buta dalam pekerjaanku selama bertahun-tahun. Aku pada dasarnya tidak mencari kebenaran dan tidak memberi penekanan pada pengenalan akan diriku sendiri. Dengan sepenuh hati, aku berusaha mencapai kedudukan yang tinggi, dan ingin menjadi pemimpin besar. Akibatnya, aku sama sekali tidak memahami watak Tuhan maupun hakikat Tuhan. Aku sama sekali tidak menaruh rasa hormat atau punya rasa takut akan Tuhan. Aku bertindak secara ceroboh di hadapan Tuhan dan aku tidak mau mengalah. Aku tidak takut mengatakan apa pun serta melakukan apa pun. Aku tidak menyadari bahwa aku sedang memainkan peran seorang gembala palsu; aku sedang menempuh jalan melayani Tuhan sembari menentang Dia. Walaupun saudara-saudariku berkali-kali mengingatkanku, aku tidak menerima bantuan mereka yang didasari niat baik itu. Aku terlampau congkak dan tetap melakukan semuanya semauku. Karena berkali-kali melawan Tuhan dan bertentangan dengan-Nya, aku membangkitkan amarah Tuhan dan akhirnya dicopot dari pelayananku, yang membawaku pada perenungan tentang diriku sendiri.

Setelah meneliti ini, aku sedikit demi sedikit mulai dibangunkan dari ketidaksadaranku. Sepanjang waktu ini, Tuhan telah mencurahkan banyak pemikiran-Nya dalam segala hal yang menimpaku dengan maksud untuk menyelamatkan aku. Sekali lagi, aku hanya dapat bersujud di hadapan Tuhan: Ya, Tuhan Yang Mahakuasa, aku bersyukur kepada-Mu! Walaupun digantikan pada saat ini terasa seperti sekarat dan rasa sakitku tak terperikan, itu menjadi sarana bagiku untuk mengalami cinta dan penyelamatan-Mu yang amat besar bagiku. Jika aku tidak diberhentikan saat ini, aku masih akan tinggal di dalam konsepsi dan imajinasiku sendiri, terus melakukan hal-hal secara keliru. Aku tetap akan menganggap bahwa meninggalkan keluarga dan pekerjaanku untuk bekerja di gereja berarti melayani-Mu dengan setia. Aku tidak akan merenungkan perilakuku, dan tidak akan menyadari bahwa pelayananku menentang Engkau. Jika keadaannya terus seperti ini, aku hanya akan semakin congkak dan sombong. Pada akhirnya, aku akan menentang-Mu sebagai seorang antikristus dan harus menghadapi hukuman-Mu. Ya, Tuhan, cinta-Mu bagiku begitu besar dan begitu nyata! Penggantianku hari ini benar-benar adalah cara-Mu untuk menyelamatkanku. Cinta-Mu yang penuh hajaran telah menaklukkan hatiku. Aku bersyukur dari hatiku karena menyelamatkan serta melindungiku. Aku lebih bersyukur kepada-Mu karena membuatku benar-benar mengalami melalui penyingkapan-Mu bahwa watak-Mu yang adil tidak dapat membiarkan pelanggaran; aku bersyukur kepada-Mu karena membuatku mampu menyadari cinta kebapakan yang besar yang Kau miliki dalam pukulan yang tak kenal ampun dan ujian bagi manusia yang menyakitkan. Pada saat yang sama, Engkau juga memungkinkanku mengenali hakikatku sendiri yang rusak dan melihat bahwa aku sudah dirusak secara sangat parah oleh Iblis. Natur congkak mengakar dalam di dalam diriku dan aku sangat membutuhkan hajaran, penghakiman, ujian, pemurnian, dan bahkan hukuman dan kutukan-Mu untuk menahirkan dan menyelamatkan diriku. Hanya melalui pekerjaan ini aku mampu muncul dengan rasa hormat kepada-Mu dan dilindungi serta ditahirkan. Ya, Tuhan, mulai hari ini dan seterusnya, aku bersedia untuk dengan tekun mencari kebenaran dan benar-benar tunduk pada pekerjaan-Mu. Aku akan menerima penghakiman dan hajaran-Mu. Terlepas dari bagaimana Engkau memperlakukanku, aku akan sepenuhnya tunduk kepada-Mu dan berserah pada pengaturan-Mu. Aku tidak akan salah memahami ataupun mengeluh. Aku akan menjadi seorang yang murni dan hidup dengan nilai dan tujuan.

Sekarang bencana terjadi di mana-mana, dan Tuhan Yesus telah datang kembali! Inginkah saudara-saudari menyambut Tuhan dan dilindungi oleh Tuhan di tengah-tengah bencana? Bergabung dalam pertemuan online. Membawa saudara-saudari menemukan cara-cara untuk menyambut Tuhan Yesus. Selamat datang untuk menghubungi kami.

Konten Terkait