Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Perkataan Kristus pada Akhir Zaman (Pilihan)

Antologi Bacaan Firman Tuhan Yang Mahakuasa
Perkataan Kristus pada Akhir Zaman (Pilihan)

Kategorie

Recital-latest-expression
Perkataan Tuhan Yang Mahakuasa (Cara untuk Mengenal Tuhan)

Berapa banyak pekerjaan manusia yang merupakan pekerjaan Roh Kudus dan berapa banyak yang merupakan pengalaman manusia? Sekarang pun, dapat dikatakan bahwa orang masih belum memahami pertanyaan ini, yang semuanya karena orang tidak memahami prinsip kerja Roh Kudus. Tentu saja, pekerjaan manusia yang Aku bicarakan mengacu kepada pekerjaan mereka yang memiliki pekerjaan Roh Kudus atau mereka yang digunakan oleh Roh Kudus. Aku tidak mengacu kepada pekerjaan yang berasal dari kehendak manusia tetapi mengacu kepada pekerjaan para rasul, pekerja, atau saudara-saudari biasa dalam lingkup pekerjaan Roh Kudus. Di sini, pekerjaan manusia tidak mengacu kepada pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi tetapi mengacu kepada ruang lingkup dan prinsip pekerjaan Roh Kudus pada manusia. Meskipun prinsip ini adalah prinsip dan ruang lingkup pekerjaan Roh Kudus, prinsip ini tidak sama dengan prinsip dan ruang lingkup pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi. Pekerjaan manusia memiliki substansi dan prinsip manusia, dan pekerjaan Tuhan memiliki substansi dan prinsip Tuhan.

Pekerjaan dalam arus Roh Kudus, tidak peduli apakah itu pekerjaan Tuhan sendiri atau pekerjaan manusia yang digunakan, itu adalah pekerjaan Roh Kudus. Substansi Tuhan Sendiri adalah Roh, yang dapat disebut Roh Kudus atau Roh yang diperkuat tujuh kali lipat. Bagaimanapun, Mereka adalah Roh Tuhan. Meski Roh Tuhan disebut berbeda pada zaman yang berbeda. Tapi substansi Mereka tetap satu. Karena itu, pekerjaan Tuhan Sendiri adalah pekerjaan Roh Kudus; pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi sama sekali tidak kurang dari pekerjaan Roh Kudus. Pekerjaan orang-orang yang digunakan juga merupakan pekerjaan Roh Kudus. Namun, pekerjaan Tuhan adalah ungkapan sempurna dari Roh Kudus, dan tidak ada perbedaan. Sebaliknya, pekerjaan manusia yang digunakan dicampur dengan banyak unsur manusia, dan itu bukan ungkapan langsung dari Roh Kudus, apalagi ungkapan sempurnanya. Pekerjaan Roh Kudus bervariasi dan tidak dibatasi oleh kondisi apa pun. Pekerjaan tersebut bervariasi pada orang yang berbeda, dan menyampaikan substansi kerja yang berbeda. Pekerjaan di zaman yang berbeda juga berbeda, seperti halnya pekerjaan di berbagai negara. Tentu saja, meskipun Roh Kudus bekerja dengan banyak cara yang berbeda dan menurut banyak prinsip, tidak peduli bagaimana pekerjaan itu dilakukan atau pada orang macam apa, substansinya selalu berbeda, dan pekerjaan yang Dia lakukan pada orang yang berbeda semuanya memiliki prinsip dan semuanya dapat menggambarkan substansi dari objek pekerjaan. Ini karena pekerjaan Roh Kudus cukup spesifik lingkupnya dan cukup terukur. Pekerjaan yang dilakukan pada manusia yang berinkarnasi tidak sama dengan pekerjaan yang dilakukan pada manusia biasa, dan pekerjaan tersebut juga bervariasi tergantung pada kualitas manusia yang berbeda. Pekerjaan yang dilakukan pada manusia yang berinkarnasi tidak dilakukan pada manusia biasa, dan pada manusia yang berinkarnasi Dia tidak melakukan pekerjaan yang sama dengan yang dilakukan pada manusia biasa. Singkatnya, tidak peduli bagaimana Dia bekerja, pekerjaan pada objek yang berbeda tidak pernah sama, dan prinsip bagaimana Dia bekerja berbeda sesuai dengan keadaan dan sifat manusia yang berbeda. Roh Kudus bekerja pada manusia yang berbeda berdasarkan substansi dasarnya dan tidak menuntut mereka di luar substansi dasar mereka, dan juga Dia tidak bekerja pada mereka di luar kualitas mereka yang sebenarnya. Jadi, pekerjaan Roh Kudus pada manusia membuat manusia dapat melihat substansi objek pekerjaan. Substansi dasar manusia tidak berubah; kualitas manusia yang sebenarnya terbatas. Apakah Roh Kudus menggunakan manusia atau bekerja pada manusia, pekerjaannya selalu sesuai dengan batasan kualitas manusia sehingga mereka dapat mengambil manfaat darinya. Ketika Roh Kudus bekerja pada manusia yang sedang digunakan, bakat dan kualitas mereka yang sebenarnya digunakan dan tidak dipertahankan. Kualitas mereka yang sebenarnya semua digunakan untuk melayani pekerjaan. Dapat dikatakan bahwa Dia bekerja dengan menggunakan unsur-unsur manusia yang tersedia untuk mencapai hasil kerja. Sebaliknya, pekerjaan yang dilakukan oleh manusia yang berinkarnasi secara langsung mengungkapkan pekerjaan Roh dan tidak bercampur dengan pikiran dan gagasan manusia, tidak dapat dijangkau oleh kemampuan manusia, pengalaman manusia, atau keadaan bawaan manusia. Pekerjaan Roh Kudus yang sangat banyak jenisnya semuanya ditujukan untuk memberi manfaat dan membangun manusia. Tetapi sebagian orang dapat disempurnakan sementara yang lain tidak memiliki syarat untuk penyempurnaan. Artinya, mereka tidak dapat disempurnakan dan hampir tidak dapat diselamatkan, dan meskipun mereka mungkin memiliki pekerjaan Roh Kudus, mereka akhirnya tersingkir. Artinya, meskipun pekerjaan Roh Kudus adalah untuk memperbaiki akhlak manusia, ini tidak berarti bahwa semua orang yang telah memiliki pekerjaan Roh Kudus akan disempurnakan sepenuhnya karena jalan yang ditempuh oleh banyak orang bukanlah jalan untuk disempurnakan. Mereka hanya memiliki pekerjaan sepihak dari Roh Kudus, dan bukan kerja sama manusia subjektif atau pencarian manusia yang benar. Dengan demikian, pekerjaan Roh Kudus pada orang-orang ini menjadi pekerjaan dalam pelayanan mereka yang disempurnakan. Pekerjaan Roh Kudus tidak dapat secara langsung dilihat oleh manusia atau secara langsung disentuh oleh manusia itu sendiri. Pekerjaan itu hanya dapat diungkapkan melalui bantuan manusia yang memiliki bakat bekerja, yang berarti bahwa pekerjaan Roh Kudus diberikan kepada para pengikut melalui pengungkapan oleh manusia.

Pekerjaan Roh Kudus dilakukan dan diselesaikan melalui banyak jenis manusia dan banyak keadaan yang berbeda. Meskipun pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi dapat menggambarkan pekerjaan seluruh zaman dan dapat menggambarkan masuknya manusia dalam seluruh zaman, pekerjaan mengenai masuknya manusia secara terperinci masih perlu dilakukan oleh manusia yang digunakan oleh Roh Kudus dan bukan oleh Tuhan yang berinkarnasi. Jadi, pekerjaan Tuhan, atau pelayanan Tuhan sendiri, adalah pekerjaan jasmani Tuhan yang berinkarnasi dan tidak dapat dilakukan oleh manusia sebagai penggantinya. Pekerjaan Roh Kudus diselesaikan melalui banyak jenis manusia yang berbeda dan tidak dapat dilakukan oleh hanya satu orang tertentu atau dijelaskan sepenuhnya melalui satu orang tertentu. Mereka yang memimpin gereja juga tidak dapat sepenuhnya mewakili pekerjaan Roh Kudus; mereka hanya dapat melakukan sebagian pekerjaan utama. Dengan demikian, pekerjaan Roh Kudus dapat dibagi menjadi tiga bagian: pekerjaan Tuhan sendiri, pekerjaan manusia yang digunakan, dan pekerjaan pada semua orang yang ada di dalam aliran Roh Kudus. Di antara ketiganya, pekerjaan Tuhan sendiri adalah memimpin seluruh zaman; pekerjaan manusia yang digunakan adalah memimpin semua pengikut Tuhan dengan diutus atau menerima amanat setelah pekerjaan Tuhan sendiri, dan orang-orang ini adalah manusia yang bekerja sama dengan pekerjaan Tuhan; pekerjaan yang dikerjakan oleh Roh Kudus pada mereka yang berada di dalam aliran adalah memelihara semua pekerjaan-Nya sendiri, yaitu memelihara seluruh pengelolaan dan memelihara kesaksian-Nya, sementara pada saat yang sama menyempurnakan manusia yang dapat disempurnakan. Ketiga bagian ini adalah pekerjaan lengkap Roh Kudus, tetapi tanpa pekerjaan Tuhan Sendiri, seluruh pekerjaan pengelolaan akan terhambat. Pekerjaan Tuhan sendiri melibatkan pekerjaan semua umat manusia, dan pekerjaan itu juga mewakili pekerjaan seluruh zaman. Artinya, pekerjaan Tuhan sendiri mewakili gerakan dan kecenderungan dari semua pekerjaan Roh Kudus, sedangkan pekerjaan para rasul mengikuti pekerjaan Tuhan sendiri dan tidak memimpin zaman, dan juga pekerjaan itu tidak mewakili kecenderungan kerja Roh Kudus di seluruh zaman. Mereka hanya melakukan pekerjaan yang harus dilakukan manusia, yang sama sekali tidak melibatkan pekerjaan pengelolaan. Pekerjaan Tuhan sendiri adalah proyek dalam pekerjaan pengelolaan. Pekerjaan manusia hanyalah tugas manusia yang digunakan dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan pengelolaan. Karena identitas dan representasi pekerjaan yang berbeda, terlepas dari fakta bahwa keduanya adalah pekerjaan Roh Kudus, ada perbedaan yang jelas dan hakiki antara pekerjaan Tuhan sendiri dan pekerjaan manusia. Selain itu, tingkat pekerjaan yang dilakukan oleh Roh Kudus pada objek pekerjaan dengan identitas yang berbeda bervariasi. Ini adalah prinsip dan ruang lingkup pekerjaan Roh Kudus.

Pekerjaan manusia menggambarkan pengalamannya dan kemanusiaannya. Apa yang manusia berikan dan pekerjaan yang manusia lakukan mewakili dirinya. Penglihatan manusia, penalaran manusia, logika manusia, dan imajinasinya yang kaya semuanya termasuk dalam pekerjaannya. Secara khusus, pengalaman manusia lebih mampu mewakili pekerjaannya, dan apa yang telah dialami seseorang akan menjadi komponen dari pekerjaannya. Pekerjaan manusia dapat mengungkapkan pengalamannya. Ketika sebagian orang mengalami dalam keadaan pasif, sebagian besar persekutuan mereka terdiri atas unsur-unsur negatif. Jika pengalaman mereka positif dan mereka secara khusus memiliki jalan di sisi positif, apa yang mereka bahas dalam persekutuan sangat menggembirakan, dan orang akan dapat memperoleh pasokan positif dari mereka. Jika seorang pekerja menjadi pasif saat ini, persekutuannya akan selalu membawa unsur negatif. Persekutuan semacam ini menyedihkan, dan orang lain secara tidak sadar menjadi sedih setelah mengikuti persekutuannya. Keadaan para pengikut berubah tergantung pada keadaan pemimpinnya. Seperti apa seorang pekerja di dalamnya adalah apa yang dia ungkapkan, dan pekerjaan Roh Kudus sering berubah sesuai dengan keadaan manusia. Dia bekerja sesuai dengan pengalaman manusia dan tidak memaksa manusia tetapi menuntut manusia sesuai dengan jalur normal pengalamannya. Artinya, persekutuan manusia berbeda dengan firman Tuhan. Apa yang manusia bahas dalam persekutuan menyampaikan penglihatan dan pengalaman pribadi mereka, mengungkapkan apa yang mereka lihat dan alami atas dasar pekerjaan Tuhan. Tanggung jawab mereka adalah mencari tahu, setelah Tuhan bekerja atau berbicara, apa yang seharusnya mereka lakukan atau masuki, dan kemudian menyampaikannya kepada para pengikut. Oleh karena itu, pekerjaan manusia menggambarkan jalan masuknya dan pengamalannya. Tentu saja, pekerjaan tersebut dicampur dengan pelajaran dan pengalaman manusia atau beberapa pemikiran manusia. Tidak peduli bagaimana Roh Kudus bekerja, apakah Dia bekerja pada manusia atau di dalam Tuhan yang berinkarnasi, para pekerjalah yang selalu mengungkapkan siapa mereka. Meskipun Roh Kudus yang bekerja, pekerjaan itu pada dasarnya berlandaskan pada siapa manusia, karena Roh Kudus tidak bekerja tanpa landasan. Dengan kata lain, pekerjaan tidak dilakukan begitu saja, tetapi selalu sesuai dengan keadaan aktual dan kondisi nyata. Dengan cara seperti inilah watak manusia dapat diubah, konsep lama dan pemikiran lama dapat diubah. Apa yang manusia ungkapkan adalah apa yang dia lihat, alami, dan dapat bayangkan. Walaupun ini merupakan doktrin atau gagasan, semua ini dapat dijangkau oleh pemikiran manusia. Terlepas dari ukuran pekerjaan manusia, pekerjaan itu tidak dapat melebihi ruang lingkup pengalaman manusia, apa yang manusia lihat, atau apa yang manusia dapat bayangkan atau pikirkan. Apa yang Tuhan ungkapkan adalah siapa Tuhan Sendiri itu, dan ini di luar jangkauan manusia, yaitu di luar jangkauan pemikiran manusia. Dia mengungkapkan pekerjaan-Nya memimpin semua umat manusia, dan ini tidak sesuai dengan rincian pengalaman manusia tetapi sebaliknya berkaitan dengan pengelolaan-Nya sendiri. Manusia mengungkapkan pengalamannya sementara Tuhan mengungkapkan keberadaan-Nya—keberadaan ini adalah watak-Nya yang melekat dan berada di luar jangkauan manusia. Pengalaman manusia adalah penglihatan dan pengetahuannya yang diperoleh berdasarkan pengungkapan Tuhan tentang keberadaan-Nya. Penglihatan dan pengetahuan ini disebut keberadaan manusia. Keduanya diungkapkan atas dasar watak manusia yang melekat dan kualitas yang sebenarnya. Karena itu, keduanya disebut juga keberadaan manusia. Manusia dapat membahas dalam persekutuan apa yang dia alami dan lihat. Apa yang belum dia alami atau lihat atau yang tidak terjangkau oleh pikirannya, yaitu hal-hal yang tidak dia miliki di dalam dirinya, tidak dapat dibahasnya dalam persekutuan. Jika yang manusia ungkapkan bukan pengalamannya, itu adalah imajinasi atau doktrinnya. Singkatnya, tidak ada kenyataan dalam perkataannya. Jika engkau tidak pernah berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat, engkau tidak akan dapat secara jelas membahas hubungan dalam masyarakat yang rumit dalam persekutuan. Jika engkau tidak memiliki keluarga tetapi orang lain berbicara tentang masalah keluarga, engkau tidak dapat memahami sebagian besar dari apa yang mereka katakan. Jadi, apa yang manusia bahas dalam persekutuan dan pekerjaan yang dia lakukan menggambarkan keberadaan batinnya. Jika seseorang membahas dalam persekutuan tentang pemahamannya mengenai hajaran dan penghakiman, tetapi engkau tidak memiliki pengalaman tentang itu, engkau tidak berani menyangkal pengetahuannya, apalagi berani seratus persen yakin tentang hal itu. Ini karena apa yang dia bahas dalam persekutuan adalah sesuatu yang belum pernah engkau alami, sesuatu yang belum pernah engkau ketahui, dan pikiranmu tidak dapat membayangkannya. Dari pengetahuannya, engkau hanya dapat mengambil jalan masa depan yang berkaitan dengan hajaran dan penghakiman. Akan tetapi, jalan ini hanya dapat berfungsi sebagai pemahaman berdasarkan doktrin dan tidak dapat menggantikan pemahamanmu sendiri, apalagi pengalamanmu. Mungkin engkau mengira bahwa apa yang dikatakannya sepenuhnya benar, tetapi ketika engkau mengalami, engkau menyadari hal itu tidak praktis dalam banyak hal. Mungkin engkau merasa bahwa sebagian pengetahuan yang engkau dengar benar-benar tidak praktis. Engkau menyimpan gagasan tentang hal itu pada saat itu, dan meskipun engkau menerimanya, engkau melakukannya dengan enggan. Tetapi ketika engkau mengalami, pengetahuan yang memberimu gagasan menjadi cara pengamalanmu. Dan semakin banyak engkau melakukannya, semakin engkau memahami nilai dan makna sebenarnya dari perkataannya. Setelah engkau memiliki pengalaman, maka engkau dapat berbicara tentang pengetahuan yang harus engkau miliki tentang hal-hal yang telah engkau alami. Selain itu, engkau juga dapat membedakan antara mereka yang pengetahuannya nyata dan praktis dan mereka yang pengetahuannya didasarkan pada doktrin dan tidak berguna. Jadi, apakah pengetahuan yang engkau bicarakan sesuai dengan kebenaran sangat bergantung pada apakah engkau memiliki pengalaman praktis. Jika ada kebenaran dalam pengalamanmu, pengetahuanmu akan praktis dan berharga. Melalui pengalamanmu, engkau juga dapat memperoleh kearifan dan wawasan, memperdalam pengetahuanmu, dan meningkatkan kebijaksanaan dan akal sehatmu dalam berperilaku. Pengetahuan yang diucapkan oleh orang yang tidak memiliki kebenaran adalah doktrin, tidak peduli seberapa tinggi pengetahuan tersebut. Orang seperti ini mungkin sangat cerdas ketika menyangkut masalah jasmani tetapi tidak cerdas ketika menyangkut masalah rohani. Ini karena orang seperti ini tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam hal-hal rohani. Mereka adalah orang yang tidak tercerahkan dalam hal-hal rohani dan tidak memahami roh. Terlepas dari aspek pengetahuan yang engkau bicarakan, selama itu adalah keberadaanmu, maka itu adalah pengalaman pribadimu, pengetahuanmu yang sebenarnya. Apa yang dibicarakan mereka yang hanya menyampaikan doktrin, yaitu, mereka yang tidak memiliki kebenaran atau kenyataan, dapat juga dikatakan sebagai keberadaan mereka karena doktrin mereka didapatkan hanya dari renungan yang mendalam dan merupakan hasil dari pikiran mereka yang menimbang secara mendalam. Akan tetapi, itu hanyalah doktrin, itu hanyalah imajinasi! Pengalaman berbagai jenis orang menggambarkan hal-hal di dalam diri mereka. Semua yang tidak memiliki pengalaman rohani tidak dapat berbicara tentang pengetahuan mengenai kebenaran, atau pengetahuan yang benar tentang berbagai jenis hal rohani. Apa yang dikatakan manusia adalah apa yang ada di dalam dirinya — ini sudah pasti. Jika seseorang ingin memiliki pengetahuan tentang hal-hal rohani dan kebenaran, dia harus memiliki pengalaman nyata. Jika engkau tidak dapat berbicara dengan jelas tentang akal sehat yang berkaitan dengan kehidupan manusia, seberapa jauh engkau akan dapat berbicara tentang hal-hal rohani? Mereka yang dapat memimpin gereja, memberi kehidupan kepada manusia, dan menjadi rasul bagi manusia, harus memiliki pengalaman nyata, harus memiliki pemahaman yang benar tentang hal-hal rohani, pemahaman yang benar, dan pengalaman mengenai kebenaran. Hanya orang-orang seperti itu yang memenuhi syarat untuk menjadi pekerja atau rasul yang memimpin gereja-gereja. Kalau tidak, paling mereka hanya dapat mengikuti dan tidak dapat memimpin, apalagi menjadi rasul yang mampu memberi kehidupan kepada manusia. Ini karena tugas para rasul bukanlah berlari atau bertarung; tugas mereka melayani kehidupan dan memimpin perubahan watak manusia. Ini tugas yang dijalankan oleh mereka yang diberi amanat untuk memikul tanggung jawab yang berat dan bukan sesuatu yang dapat dilakukan setiap orang. Pekerjaan semacam ini hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki kehidupan, yaitu mereka yang memiliki pengalaman tentang kebenaran. Pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh semua orang yang dapat menyerah, dapat berlari, atau bersedia mengorbankan miliknya untuk Tuhan. Orang yang tidak memiliki pengalaman tentang kebenaran, yang belum dipangkas atau dihakimi, tidak dapat melakukan jenis pekerjaan ini. Orang yang tidak memiliki pengalaman, yaitu, orang yang tidak memiliki kenyataan, tidak dapat melihat kenyataan dengan jelas karena mereka sendiri tidak memiliki aspek ini. Jadi, tipe orang seperti ini tidak hanya tidak dapat melakukan pekerjaan kepemimpinan, tetapi akan menjadi objek penyisihan jika mereka tidak memiliki kebenaran dalam jangka waktu yang lama. Penglihatan yang engkau bicarakan dapat membuktikan kesulitan yang engkau alami dalam hidup, mengenai masalah apa engkau dihajar, dan dalam masalah apa engkau dihakimi. Ini juga berlaku dalam ujian: Hal-hal di mana orang disempurnakan, hal-hal di mana orang lemah, ini adalah hal-hal di mana orang memiliki pengalaman, hal-hal di mana dia memiliki jalan. Misalnya, jika orang menderita kekecewaan dalam pernikahan, maka dia akan sering mengatakan dalam persekutuan, "Terima kasih Tuhan, terpujilah Tuhan, aku harus memuaskan keinginan hati Tuhan dan mempersembahkan seluruh hidupku, menempatkan pernikahanku sepenuhnya di tangan Tuhan. Aku bersedia untuk menyerahkan seluruh hidupku kepada Tuhan." Melalui persekutuan, segala sesuatu di dalam diri manusia, siapa dia, dapat digambarkan. Kecepatan khotbah seseorang, apakah dia berbicara dengan suara keras atau tanpa suara, Hal-hal tertentu yang bukan masalah pengalaman tidak dapat menggambarkan apa yang dia miliki dan siapa dia. Mereka hanya dapat mengatakan apakah akhlaknya baik atau buruk, atau apakah sifatnya baik atau buruk, tetapi tidak dapat disamakan dengan apakah dia memiliki pengalaman. Kemampuan untuk mengungkapkan diri ketika berbicara, atau keterampilan atau kecepatan berbicara, hanyalah masalah kebiasaan dan tidak dapat menggantikan pengalamannya. Ketika engkau berbicara tentang pengalaman pribadimu, engkau membahas dalam persekutuan apa yang engkau anggap penting dan semua hal di dalam dirimu. Khotbahku menggambarkan keberadaan-Ku, tetapi apa yang Kufirmankan berada di luar jangkauan manusia. Apa yang Aku firmankan bukanlah apa yang manusia alami, dan itu bukanlah sesuatu yang dapat dilihat oleh manusia, itu juga bukan sesuatu yang dapat disentuh manusia, tetapi itulah Aku. Sebagian orang hanya mengakui bahwa apa yang Aku bahas dalam persekutuan adalah apa yang telah Kualami, tetapi mereka tidak mengakui bahwa itu adalah ungkapan langsung Roh. Tentu saja, apa yang Kukatakan adalah apa yang Kualami. Akulah yang telah melakukan pekerjaan pengelolaan selama enam ribu tahun. Aku telah mengalami segalanya sejak awal penciptaan manusia sampai sekarang; bagaimana Aku tidak dapat membicarakannya? Ketika menyangkut sifat manusia, Aku telah melihatnya dengan jelas, dan Aku sudah lama mengamatinya; bagaimana Aku tidak dapat membicarakannya dengan jelas? Karena Aku telah melihat hakikat manusia dengan jelas, Aku memenuhi syarat untuk menghajar manusia dan menghakiminya karena semua manusia berasal dari-Ku tetapi telah dirusak oleh Iblis. Tentu saja, Aku juga memenuhi syarat untuk menilai pekerjaan yang telah Kulakukan. Meskipun pekerjaan ini tidak dilakukan oleh jasmani-Ku, itu adalah ungkapan langsung Roh, dan inilah yang Aku miliki dan siapa Aku. Karena itu, Aku memenuhi syarat untuk mengungkapkannya dan melakukan pekerjaan yang seharusnya Aku lakukan. Apa yang dikatakan manusia adalah apa yang telah mereka alami. Itu adalah apa yang telah mereka lihat, apa yang dapat dijangkau oleh pikiran mereka, dan apa yang dapat dirasakan oleh indera mereka. Itulah yang dapat mereka bahas dalam persekutuan. Firman yang diucapkan oleh jasmani Tuhan yang berinkarnasi adalah ungkapan langsung Roh dan mengungkapkan pekerjaan yang telah dilakukan oleh Roh. Jasmani itu belum mengalami atau melihatnya, tetapi tetap mengungkapkan keberadaan-Nya karena substansi jasmani adalah Roh, dan Dia mengungkapkan pekerjaan Roh. Meskipun jasmani tidak dapat menjangkaunya, itu adalah pekerjaan yang sudah dilakukan oleh Roh. Setelah inkarnasi, melalui pengungkapan jasmani, Dia membuat manusia dapat mengetahui keberadaan Tuhan dan membuat manusia dapat melihat watak Tuhan dan pekerjaan yang telah Dia lakukan. Pekerjaan manusia membuat manusia dapat lebih memahami apa yang harus mereka masuki dan apa yang harus mereka pahami; pekerjaan ini membuat manusia dapat memahami dan mengalami kebenaran. Pekerjaan manusia adalah membantu manusia; pekerjaan Tuhan adalah membuka jalan baru dan membuka zaman baru bagi umat manusia dan mengungkapkan kepada manusia apa yang tidak diketahui oleh manusia, sehingga membuat mereka dapat mengetahui watak-Nya. Pekerjaan Tuhan adalah memimpin semua umat manusia.

Pekerjaan Roh Kudus adalah membuat manusia dapat memperoleh manfaat; ini semua menyangkut perbaikan akhlak manusia; tidak ada pekerjaan yang tidak menguntungkan manusia. Tidak peduli apakah kebenaran itu dalam atau dangkal, dan tidak peduli seperti apa kualitas orang-orang yang menerima kebenaran, apa pun yang Roh Kudus lakukan, itu semua bermanfaat bagi manusia. Akan tetapi, pekerjaan Roh Kudus tidak dapat dilakukan secara langsung; pekerjaan itu harus melalui manusia yang bekerja sama dengan-Nya. Hanya dengan cara inilah hasil pekerjaan Roh Kudus dapat diperoleh. Tentu saja, jika itu adalah pekerjaan langsung Roh Kudus, pekerjaan itu belum tercemar sama sekali. Akan tetapi, jika pekerjaan itu menggunakan perantara manusia, pekerjaan itu banyak bercampur dan bukan pekerjaan asli Roh Kudus. Dengan demikian, kebenaran berubah ke derajat yang berbeda. Pengikut tidak menerima makna asli dari Roh Kudus tetapi kombinasi dari pekerjaan Roh Kudus dan pengalaman serta pengetahuan manusia. Bagian dari pekerjaan Roh Kudus yang diterima oleh para pengikut itu benar. Pengalaman dan pengetahuan manusia yang diterima bervariasi karena pekerjanya berbeda. Setelah pekerja mendapatkan pencerahan dan bimbingan Roh Kudus, mereka kemudian mengalami berdasarkan pencerahan dan bimbingan ini. Di dalam semua pengalaman ini berpadu pikiran dan pengalaman manusia, serta keberadaan manusia, setelah itu mereka mendapat pengetahuan atau melihat apa yang harus mereka lihat. Inilah cara pengamalan setelah manusia mengalami kebenaran. Cara pengamalan ini tidak selalu sama karena manusia memiliki pengalaman yang berbeda dan hal-hal yang dialami manusia berbeda. Dengan demikian, pencerahan Roh Kudus yang sama menghasilkan pengetahuan dan pengamalan yang berbeda karena mereka yang menerima pencerahan berbeda. Sebagian orang melakukan kesalahan kecil selama pengamalan, sementara sebagian melakukan kesalahan besar, dan sebagian lagi tidak melakukan apa pun kecuali kesalahan. Ini karena kemampuan orang untuk memahami berbeda dan karena kualitas mereka yang sebenarnya juga berbeda. Sebagian orang memahaminya seperti ini setelah mendengar pesan, dan sebagian orang memahaminya seperti itu setelah mendengar kebenaran. Sebagian orang sedikit menyimpang, dan sebagian orang sama sekali tidak memahami makna kebenaran yang sesungguhnya. Karena itu, seperti apa orang memahaminya, seperti itu jugalah dia akan memimpin orang lain. Ini memang benar karena pekerjaannya hanya mengungkapkan keberadaannya. Orang yang dipimpin oleh mereka yang memiliki pemahaman yang benar tentang kebenaran juga akan memiliki pemahaman yang benar tentang kebenaran. Walaupun ada orang yang memiliki pemahaman yang salah, jumlah mereka sangat sedikit, dan tidak semua orang akan mengalami kesalahan. Orang yang dipimpin oleh mereka yang memiliki pemahaman yang salah tentang kebenaran jelas akan salah. Semua orang ini akan salah sepenuhnya. Tingkat pemahaman tentang kebenaran di kalangan pengikut sangat tergantung pada pekerjanya. Tentu saja, kebenaran dari Tuhan itu benar dan tanpa kesalahan, dan benar-benar pasti. Akan tetapi, para pekerja tidak sepenuhnya benar dan tidak dapat dikatakan dapat diandalkan sepenuhnya. Jika pekerja memiliki cara untuk melakukan kebenaran yang sangat praktis, maka pengikut juga akan memiliki cara melakukan kebenaran. Jika pekerja tidak memiliki cara untuk melakukan kebenaran tetapi hanya memiliki doktrin, pengikut tidak akan memiliki kenyataan apa pun. Kualitas dan sifat pengikut ditentukan oleh kelahiran dan tidak terkait dengan pekerja. Akan tetapi, sejauh mana pengikut memahami kebenaran dan mengenal Tuhan tergantung pada pekerjanya (ini hanya berlaku untuk sebagian orang). Seperti apa pun seorang pekerja, akan seperti inilah pengikut yang dipimpinnya. Apa yang diungkapkan oleh seorang pekerja adalah keberadaannya sendiri, sepenuhnya. Tuntutan yang ditetapkannya kepada para pengikutnya adalah apa yang dia sendiri ingin capai atau apa yang dapat dia capai. Sebagian besar pekerja menetapkan tuntutan kepada pengikut mereka berdasarkan apa yang mereka sendiri lakukan, meskipun banyak yang sama sekali tidak dapat dicapai oleh pengikutnya. Apa yang tidak dapat dicapai pengikut menjadi penghambat bagi masuknya mereka.

Terdapat lebih sedikit kesalahan dalam pekerjaan mereka yang telah menjalani pemangkasan dan penghakiman. Ungkapan pekerjaan mereka jauh lebih tepat. Mereka yang mengandalkan kealamian mereka dalam bekerja membuat kesalahan yang cukup besar. Ada terlalu banyak kealamian dalam pekerjaan orang yang belum disempurnakan, yang menjadi penghalang utama bagi pekerjaan Roh Kudus. Bahkan mereka yang secara alami memenuhi syarat untuk bekerja juga harus mengalami pemangkasan dan penghakiman agar dapat melaksanakan pekerjaan Tuhan. Jika mereka belum mengalami penghakiman ini, betapa pun baiknya mereka, pekerjaan itu tidak akan sejalan dengan prinsip kebenaran dan sepenuhnya merupakan kealamian dan kebaikan manusia. Dalam melakukan pekerjaan Tuhan, pekerjaan orang yang telah menjalani pemangkasan dan penghakiman lebih tepat daripada pekerjaan mereka yang belum dihakimi. Mereka yang belum menjalani penghakiman tidak mengungkapkan apa pun kecuali jasmani dan pikiran manusia, yang berbaur dengan banyak kecerdasan dan bakat bawaan manusia. Itu bukan ungkapan tepat manusia tentang pekerjaan Tuhan. Orang yang mengikuti mereka dibawa ke hadapan mereka oleh kualitas bawaan mereka. Karena mereka mengungkapkan terlalu banyak penglihatan dan pengalaman manusia, yang hampir terputus dari makna asli Tuhan, dan menyimpang terlalu jauh darinya, pekerjaan orang seperti ini tidak dapat membawa manusia ke hadapan Tuhan, kecuali ke hadapannya sendiri. Jadi mereka yang belum menjalani penghakiman dan hajaran tidak memenuhi syarat untuk melaksanakan pekerjaan Tuhan. Pekerjaan pekerja yang memenuhi syarat dapat membawa manusia ke jalan yang benar dan membuat mereka dapat masuk lebih jauh ke dalam kebenaran. Pekerjaan yang dilakukannya dapat membawa manusia ke hadapan Tuhan. Selain itu, pekerjaan yang dilakukannya dapat bervariasi menurut orangnya dan tidak terikat oleh aturan, yang memberikan keleluasaan dan kebebasan kepada manusia. Selain itu, mereka dapat tumbuh secara bertahap dalam kehidupan, semakin jauh masuk ke dalam kebenaran. Pekerjaan pekerja yang tidak memenuhi syarat tidak memadai; pekerjaannya sia-sia. Dia hanya dapat menjelaskan aturan kepada manusia; apa yang dia tuntut dari manusia tidak bervariasi menurut orangnya; dia tidak bekerja sesuai dengan kebutuhan manusia yang sebenarnya. Dalam pekerjaan seperti ini, terlalu banyak aturan dan terlalu banyak doktrin, dan pekerjaan ini tidak dapat membuat manusia memasuki kenyataan atau penerapan pertumbuhan yang normal dalam kehidupan. Pekerjaan ini hanya membuat manusia dapat hidup dengan beberapa aturan yang tidak berguna. Panduan seperti ini hanya dapat menyesatkan manusia. Dia menuntunmu agar menjadi seperti dia; dia dapat membuatmu memiliki apa yang dia miliki dan seperti siapa dia. Agar pengikut dapat mengetahui apakah pemimpin memenuhi syarat atau tidak, kuncinya adalah melihat jalan yang mereka tuju dan hasil pekerjaan mereka, dan melihat apakah pengikut menerima prinsipnya sesuai dengan kebenaran, dan apakah mereka menerima cara pengamalan yang cocok bagi mereka agar berubah. Engkau harus membedakan pekerjaan yang berbeda dari jenis orang yang berbeda; engkau tidak boleh menjadi pengikut yang bodoh. Ini mempengaruhi masalah proses masukmu. Jika engkau tidak dapat membedakan kepemimpinan orang mana yang memiliki jalan dan mana yang tidak, engkau akan mudah ditipu. Semua ini berpengaruh langsung pada kehidupanmu sendiri. Ada terlalu banyak hal yang alami dalam pekerjaan orang yang belum disempurnakan; terlalu banyak kehendak manusia yang tercampur di dalamnya. Keberadaan mereka adalah kealamian, dengan apa mereka dilahirkan, bukan kehidupan setelah menjalani penanganan atau kenyataan setelah diubah. Bagaimana orang seperti ini dapat membantu mereka yang mengejar kehidupan? Kehidupan asli manusia adalah kecerdasan atau bakat bawaannya. Kecerdasan atau bakat seperti ini cukup jauh dari tuntutan Tuhan yang sebenarnya terhadap manusia. Jika manusia belum disempurnakan dan wataknya yang rusak belum dipangkas dan ditangani, akan ada kesenjangan yang lebar antara apa yang dia ungkapkan dan kebenaran. Apa yang dia ungkapkan akan bercampur dengan hal-hal yang tidak jelas seperti imajinasi dan pengalaman sepihaknya, dll. Selain itu, terlepas dari cara kerjanya, orang merasa tidak ada tujuan menyeluruh dan tidak ada kebenaran yang cocok untuk masuknya semua orang. Sebagian besar tuntutan yang ditetapkan terhadap manusia mengharuskan mereka melakukan apa yang di luar kemampuan mereka, menggiring bebek ke tempat bertengger. Ini adalah pekerjaan kehendak manusia. Watak manusia yang rusak, pikiran, dan gagasannya meliputi seluruh bagian tubuhnya. Manusia tidak dilahirkan dengan naluri untuk melakukan kebenaran, dan manusia juga tidak memiliki naluri untuk memahami kebenaran secara langsung. Jika disatukan dengan watak manusia yang rusak, ketika orang biasa seperti ini bekerja, bukankah itu gangguan? Akan tetapi, seorang manusia yang telah disempurnakan memiliki pengalaman tentang kebenaran yang harus dipahami manusia dan pengetahuan tentang watak mereka yang rusak, sehingga hal-hal yang tidak jelas dan tidak nyata dalam pekerjaannya berangsur-angsur berkurang, yang berarti bahwa kebenaran yang diungkapkan olehnya menjadi lebih tepat dan juga realistis. Pikiran di dalam jiwa manusia khususnya menghambat pekerjaan Roh Kudus. Manusia memiliki imajinasi yang kaya dan logika yang masuk akal dan pengalaman lama dalam menangani urusan. Jika pikiran ini tidak menjalani pemangkasan dan perbaikan, semuanya menjadi penghambat pekerjaan. Karena itu, pekerjaan manusia tidak dapat mencapai tingkat yang paling tepat, terutama pekerjaan manusia yang belum disempurnakan.

Perkataan Kristus pada Akhir Zaman (Pilihan)

Hanya Dia yang Mengalami Pekerjaan Tuhan yang Benar-Benar Percaya kepada Tuhan Penampakan Tuhan Telah Mendatangkan Zaman yang Baru Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia Memandang Penampakan Tuhan dalam Penghakiman dan Hajaran-Nya Pandangan yang Harus Dimiliki Orang Percaya Manusia yang Rusak Tak Dapat Merepresentasikan Tuhan Cara Melakukan Pelayanan Rohani yang Harus Dilarang Dalam Imanmu kepada Tuhan, Engkau Harus Menaati Tuhan Janji-janji Bagi Mereka yang Telah Disempurnakan Orang Jahat Harus Dihukum Cara Mengenal Kenyataan Kerajaan Seribu Tahun Telah Tiba Engkau Harus Tahu Bahwa Tuhan yang Praktis adalah Tuhan Sendiri Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini Apakah Pekerjaan Tuhan Begitu Sederhana Seperti yang Dibayangkan Manusia? Engkau Harus Hidup demi Kebenaran Karena Engkau Percaya kepada Tuhan Deru Tujuh Guruh—Menubuatkan Bahwa Injil Kerajaan Akan Tersebar ke Seluruh Alam Semesta Perbedaan Mendasar Antara Tuhan yang Berinkarnasi dan Orang-Orang yang Dipakai oleh Tuhan Percaya kepada Tuhan Seharusnya Berfokus pada Kenyataan, bukan Ritual Keagamaan Hanya Mereka yang Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini yang Dapat Melayani Tuhan Orang-Orang yang Menaati Tuhan dengan Hati yang Benar Pasti Akan Dijadikan Milik Tuhan Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan Hanya Mengasihi Tuhan-lah yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan Pembahasan Singkat Tentang "Kerajaan Seribu Tahun Telah Datang" Cara Petrus Mengenal Yesus Mereka yang Mengasihi Tuhan akan Selamanya Hidup dalam Terang-Nya Sudahkah Engkau Sekalian Hidup Kembali? Memiliki Watak yang Tidak Berubah Berarti Memusuhi Tuhan Kedua Inkarnasi Melengkapi Makna Penting Inkarnasi Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman (Bagian Satu) Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman (Bagian Dua) Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman Bagian Tiga Bagaimana Seharusnya Mengelola Misimu yang akan Datang? Bila Berbicara tentang Tuhan, Apakah Pemahamanmu? Makna Menjadi Seorang Manusia Sejati Apa yang Kauketahui tentang Iman? Tidak Satu Pun yang Berasal dari Daging Dapat Luput dari Hari Murka Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas "Awan Putih" Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia Pekerjaan di Zaman Hukum Taurat Kisah Nyata di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini (Bagian Satu) Mengenai Sebutan dan Identitas (Bagian Dua) Mengenai Sebutan dan Identitas (Bagian Satu) Hanya Mereka yang Sudah Disempurnakan Bisa Menjalani Hidup yang Bermakna Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Mendefinisikan Tuhan dalam konsepsi-konsepsinya Dapat Menerima Penyingkapan Tuhan? Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Hati Tuhan Perbedaan Antara Pelayanan Tuhan yang Berinkarnasi dan Tugas Manusia Tuhan adalah Tuhan atas Seluruh Ciptaan Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Dijalani Manusia (Bagian Satu) Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Dijalani Manusia (Bagian Dua) Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia (Bagian Satu) Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia (Bagian Dua) Bagaimana Melayani Selaras Dengan Kehendak Tuhan Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging (Bagian Satu) Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging (Bagian Dua) Hakikat Daging yang Didiami oleh Tuhan (Bagian Satu) Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia (Bagian Satu) Hakikat Daging yang Didiami oleh Tuhan (Bagian Dua) Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia (Bagian Dua) Substansi Kristus adalah Ketaatan pada Kehendak Bapa Surgawi Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama Bagian Satu Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama Bagian Dua Ketika Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus Adalah Saat Tuhan Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru Mereka yang Tidak Sesuai dengan Kristus Pastinya adalah Lawan Tuhan Banyak yang Dipanggil, Tetapi Sedikit yang Dipilih Engkau Harus Mencari Cara agar Dapat Selaras dengan Kristus Apakah Kamu Orang Percaya yang Sejati? Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal Engkau Harus Mempersiapkan Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu Kepada Siapakah Engkau Setia? Tiga Peringatan Sangatlah Penting untuk Memahami Watak Tuhan Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi Sepuluh Ketetapan Administratif yang Harus Ditaati Orang Pilihan Tuhan di Zaman Kerajaan Engkau Sekalian Harus Mempertimbangkan Perbuatanmu Tuhan adalah Sumber Kehidupan Manusia Keluhan Yang Mahakuasa Manusia Hanya Dapat Diselamatkan dalam Pengelolaan Tuhan Perkataan Keempat Perkataan Kelima Perkataan Keenam Perkataan Ketujuh Perkataan Kedelapan Perkataan Kesembilan Perkataan Kesepuluh Perkataan Kedua Belas Perkataan Keenam Belas Perkataan Ketujuh Belas Perkataan Kedelapan Belas Perkataan Kesembilan Belas Perkataan yang Ke Duapuluh Perkataan Kedua Puluh Satu Perkataan Kedua Puluh Dua Perkataan Kedua Puluh Tiga Perkataan Kedua Puluh Enam Perkataan Kedua Puluh Tujuh Perkataan Kedua Puluh Delapan Perkataan Kedua Puluh Sembilan Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan (Bagian Satu) Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat ManusiaTelah Berkembang Hingga Hari Ini (Bagian Dua)

0Hasil Pencarian