Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pertanyaan 7: Aku membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" Kupikir ini adalah bagian yang luar biasa dari firman Tuhan, sangat praktis, dan sangat penting. Tentang mengapa manusia yang rusak harus menerima keselamatan inkarnasi Tuhan, ini adalah aspek kebenaran yang harus dimengerti oleh manusia. Tolong bicarakan lebih banyak kepada kami tentang ini.

Jawaban:

"Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging", firman Tuhan ini sepenuhnya menjelaskan makna keselamatan bagi manusia yang rusak oleh inkarnasi Tuhan. Mari kita baca firman Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan Yang Mahakuasa berkata:

"Sebenarnya karena Iblis telah merusak daging manusia, dan manusia adalah pihak yang Tuhan ingin selamatkan, maka Tuhan harus menampakkan diri sebagai manusia untuk melakukan pertempuran melawan Iblis dan untuk secara pribadi menggembalakan manusia. Hanya ini yang bermanfaat bagi pekerjaan-Nya" ("Memulihkan Kehidupan Normal Manusia dan Membawanya ke Tempat Tujuan yang Mengagumkan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Daging manusia telah sangat rusak, dan telah menjadi sesuatu yang menentang Tuhan, yang bahkan secara terang-terangan menentang dan menyangkal keberadaan Tuhan. Daging yang rusak ini terlalu sulit diatur, dan tak ada yang lebih sulit ditangani atau diubah daripada watak rusak daging yang sudah rusak. Iblis masuk ke dalam daging manusia untuk menimbulkan kekacauan, dan menggunakan daging manusia untuk mengganggu pekerjaan Tuhan, dan merusak rencana Tuhan, sehingga manusia menjadi Iblis, dan menjadi musuh Tuhan. Agar manusia bisa diselamatkan, pertama-tama ia harus ditaklukkan. Karena inilah Tuhan bangkit menghadapi tantangan dan datang menjadi daging untuk mengerjakan pekerjaan yang ingin Dia lakukan, dan berperang melawan Iblis. Tujuan-Nya adalah keselamatan umat manusia, yang telah dirusak Iblis, dan mengalahkan dan memusnahkan Iblis, yang telah memberontak melawan-Nya. Dia mengalahkan Iblis melalui pekerjaan-Nya menaklukkan manusia, dan sekaligus menyelamatkan umat manusia yang rusak. Demikianlah, Tuhan menyelesaikan dua masalah sekaligus" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Daging manusia telah dirusak Iblis, dan begitu dibutakan, dan sangat dirugikan. Alasan paling mendasar mengapa Tuhan bekerja secara personal dalam daging adalah karena sasaran keselamatan-Nya adalah manusia yang adalah daging, dan karena Iblis juga menggunakan daging manusia untuk mengganggu pekerjaan Tuhan. Perang melawan Iblis sesungguhnya adalah pekerjaan penaklukan manusia, dan pada saat yang sama, manusia juga merupakan sasaran keselamatan Tuhan. Dengan begini, pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi adalah penting. Iblis merusak daging manusia, dan manusia menjadi perwujudan Iblis, dan menjadi sasaran yang akan dikalahkan Tuhan. Maka, perang melawan Iblis dan penyelamatan umat manusia terjadi di bumi, dan Tuhan harus mengambil rupa manusia untuk berperang melawan Iblis. Ini adalah pekerjaan paling nyata. Ketika Tuhan bekerja dalam daging, Dia sesungguhnya sedang berperang melawan Iblis dalam daging. Ketika Dia bekerja dalam daging, Dia melakukan pekerjaan-Nya di alam roh, dan menjadikan seluruh pekerjaan-Nya di alam roh nyata di bumi. Yang ditaklukkan adalah manusia, yang tidak taat kepada-Nya, manusia yang dikalahkan adalah perwujudan Iblis (tentu, yang juga manusia), yang dalam permusuhan dengan Dia, dan yang akhirnya diselamatkan adalah juga manusia. Dengan cara ini, lebih penting bagi-Nya menjadi manusia yang memiliki 'bungkus' seorang ciptaan, sehingga Dia bisa benar-benar berperang melawan Iblis, menaklukkan manusia, yang tidak taat kepada-Nya dan punya tubuh yang sama dengan-Nya, dan menyelamatkan manusia, yang 'bungkusnya' sama dengan-Nya dan yang telah dirusak Iblis. Musuh-Nya adalah manusia, sasaran penaklukan-Nya adalah manusia, dan sasaran keselamatan-Nya adalah manusia, yang diciptakan-Nya. Sehingga Dia harus menjadi manusia, dan dengan cara ini, pekerjaan-Nya jadi lebih mudah. Dia dapat mengalahkan Iblis dan menaklukkan umat manusia, dan, lebih jauh lagi, bisa menyelamatkan umat manusia" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita mengetahui bahwa alasan manusia yang rusak harus diselamatkan oleh inkarnasi Tuhan adalah bahwa daging manusia telah sepenuhnya disesatkan dan dirusak oleh Iblis. Semua umat manusia hidup di bawah kekuasaan Iblis, mereka tidak dapat membedakan antara kebaikan dan kejahatan, keindahan dan keburukan. Mereka tidak bisa membedakan antara positif dan negatif. Mereka hidup sesuai dengan filosofi, hukum, dan sifat Iblis, mereka sombong, memiliki kebenaran sendiri, sembrono, dan tidak patuh. Mereka semua adalah perwujudan Iblis dan telah merosot akhlaknya, berkonspirasi dengan Iblis melawan Tuhan, tetapi mereka tidak menyadarinya. Tuhan adalah Sang Pencipta, hanya Tuhan yang sepenuhnya tahu sifat sejati manusia, sejauh mana mereka telah dirusak. Dan hanya Tuhan yang dapat membongkar dan membedah sifat manusia yang jahat dan watak yang rusak, dapat memberi tahu manusia cara hidup dan bertindak sebagai manusia, dan dapat sepenuhnya menaklukkan, menyucikan, dan menyelamatkan manusia. Selain Tuhan, tidak ada manusia yang bisa melihat sampai ke inti kerusakan manusia dan tentu saja tidak bisa memberi kebenaran kepada manusia tentang cara bertindak sebagai manusia. Jadi, jika Tuhan ingin merebut manusia yang sangat rusak dari cengkeraman Iblis dan menyelamatkan mereka, maka hanya jika inkarnasi Tuhan pribadi yang menyatakan kebenaran dan watak Tuhan dan memberitahu manusia tentang semua kebenaran yang harus dia miliki, memungkinkan manusia memahami kebenaran, mengenal Tuhan, dan melihat melalui rencana jahat Iblis dan berbagai kekeliruan, hanya dengan demikian, manusia dapat meninggalkan dan menolak Iblis dan kembali ke hadapan Tuhan. Juga, pekerjaan inkarnasi Tuhan menyingkapkan semua jenis manusia, karena semua manusia sombong dan tidak mau menyerah. Ketika Tuhan berinkarnasi untuk menyatakan kebenaran, manusia selalu merespon dengan gagasan mereka, perlawanan, dan bahkan perang. Dengan begitu, kebenaran tentang perlawanan manusia yang rusak dan pengkhianatan terhadap Tuhan sepenuhnya terungkap dan Tuhan melakukan penghakiman kepada manusia berdasarkan kerusakan yang mereka ungkapkan dan sifat sejati mereka. Hanya dengan cara ini, penaklukan, penyucian, dan penyempurnaan Tuhan atas manusia dapat berjalan dengan lancar. Melalui penghakiman oleh firman Tuhan, manusia secara bertahap ditaklukkan dan disucikan. Ketika manusia ditaklukkan sepenuhnya, dia mulai menaati Tuhan yang berinkarnasi, dia mulai menerima dan menaati penghakiman dan hajaran Tuhan dan mengalami pekerjaan Tuhan, dia memutuskan mencari kebenaran dan tidak pernah lagi hidup menurut filosofi dan cara Iblis. Ketika manusia sepenuhnya hidup sesuai firman Tuhan, maka Tuhan telah sepenuhnya mengalahkan Iblis dan manusia yang rusak menjadi rampasan kemenangan-Nya melawan Iblis. Intinya, Tuhan menarik manusia yang rusak dari cengkeraman Iblis. Hanya pekerjaan inkarnasi Tuhan yang dapat memiliki hasil seperti itu. Ini adalah kebutuhan mutlak inkarnasi Tuhan untuk menyelamatkan manusia, dan hanya Tuhan yang berinkarnasi yang dapat menaklukkan dan menyelamatkan manusia. Orang-orang yang Tuhan pakai tidak mampu melakukan pekerjaan menebus dan menyelamatkan umat manusia.

Manusia yang rusak sungguh membutuhkan Tuhan yang menjadi manusia untuk menghakimi dan menyucikannya secara pribadi jika dia ingin diselamatkan. Dalam perjalanan interaksi inkarnasi Tuhan dengan manusia, Dia mengizinkan manusia untuk memahami dan mengenal Tuhan secara langsung. Karena para pencari kebenaran sejati menerima penghakiman dan penyucian dari Kristus di akhir zaman, mereka secara alami mampu menaati Tuhan dan merasakan kasih di dalam hati mereka untuk Tuhan dan diselamatkan seluruhnya dari kekuasaan Iblis. Bukankah ini cara terbaik Tuhan untuk menyelamatkan dan menyempurnakan manusia? Karena Tuhan berinkarnasi di dalam daging, kita memiliki kesempatan untuk bertatap muka dengan Tuhan dan mengalami pekerjaan-Nya yang nyata, dan telah mendapat kesempatan untuk menerima persediaan firman Tuhan yang akurat dan tergembala dan diairi oleh-Nya secara langsung sehingga kita mulai mengandalkan Tuhan, taat kepada Tuhan, dan sungguh mencintai-Nya. Jika Tuhan tidak menjadi manusia untuk melakukan pekerjaan keselamatan manusia, hasil nyata ini tidak dapat dicapai. Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Hal terbaik tentang pekerjaan-Nya dalam daging adalah bahwa Dia dapat menyampaikan firman dan nasihat yang akurat, dan kehendak-Nya yang akurat bagi manusia yang mengikuti-Nya, sehingga kemudian pengikut-Nya dapat lebih akurat dan lebih konkret lagi melanjutkan pekerjaan-Nya dalam daging dan kehendak-Nya bagi seluruh umat manusia yang menerima jalan ini. Hanya pekerjaan Tuhan dalam daging di antara manusia yang sungguh mencapai kenyataan akan keberadaan Tuhan dan bahwa Dia tinggal bersama manusia. Hanya pekerjaan inilah yang memenuhi keinginan manusia untuk melihat wajah Tuhan, menyaksikan pekerjaan Tuhan, dan mendengar langsung firman Tuhan" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Pekerjaan paling bernilai bagi manusia yang rusak adalah firman yang akurat, dan tujuan yang jelas, dan yang bisa dilihat maupun disentuh. Hanya pekerjaan yang realistis dan bimbingan di saat yang tepatlah yang memenuhi selera manusia, hanya pekerjaan yang nyata yang dapat menyelamatkan manusia dari kerusakannya dan watak berdosanya. Hal ini hanya dapat diraih oleh Tuhan yang berinkarnasi; hanya Tuhan yang berinkarnasilah yang dapat menyelamatkan manusia dari kecemaran masa lalu dan watak berdosanya" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Manusia yang cemar lebih membutuhkan keselamatan dari Tuhan yang berinkarnasi, dan lebih butuh pekerjaan langsung dari Tuhan yang berinkarnasi. Umat manusia membutuhkan Tuhan yang berinkarnasi untuk menggembalakan, mendukung, melepaskan dahaga, memberi makan, menghakimi dan menghajarnya, manusia juga butuh lebih banyak kasih karunia dan penebusan yang lebih besar dari Tuhan yang berinkarnasi. Hanya Tuhan dalam daging yang bisa menjadi kepercayaan manusia, gembala manusia, pertolongan nyata saat dibutuhkan, dan inilah pentingnya inkarnasi saat ini dan di masa lalu" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Saat Tuhan menjadi daging untuk menyelamatkan manusia yang rusak, Dia bisa menggunakan bahasa manusia untuk memberitahukan tuntutan Tuhan, kehendak-Nya, watak-Nya dan semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia kepada manusia dengan jelas. Dengan cara ini, tanpa harus menyelidiki dan mencari, manusia dapat mengerti kehendak Tuhan dengan jelas, tahu tuntutan Tuhan, dan dengan cara apa mereka harus melakukan pengamalan. Dengan demikian, mereka juga bisa, memiliki pengertian dan pengetahuan praktis tentang Tuhan. Sama seperti di Zaman Kasih Karunia, Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus: "Tuhan, berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia bersalah kepadaku dan aku mengampuninya? Sampai tujuh kali?" (Matius 18:21). Yesus berkata kepada Petrus secara langsung: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, tapi tujuh puluh kali tujuh kali" (Matius 18:22). Dari sini kita bisa melihat bahwa inkarnasi Tuhan Yesus memberi makan dan mendukung manusia kapan pun dan ke mana pun Dia pergi, memberi manusia bekal yang paling berguna dan jelas. Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa telah berinkarnasi di antara manusia, menyatakan kebenaran untuk memberitahukan keadaan manusia yang sebenarnya, mengungkapkan watak Tuhan dan semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia, untuk mendukung dan memperlengkapi manusia, menunjukkan semua ketidakakuratan dan kesalahan dalam kepercayaan manusia kepada Tuhan, memberitahukan kehendak Tuhan dan tuntutan-Nya kepada manusia, memberi manusia perlengkapan hidup yang paling praktis dan akurat serta rezeki. Misalnya, ketika kita hidup dalam pemberontakan dan perlawanan kepada Tuhan tanpa menyadarinya, Firman Tuhan langsung menyingkapkan dan menghakimi kita, memungkinkan kita melihat, dalam firman Tuhan, bagaimana sifat jahat kita melawan Tuhan. Ketika kita mengikuti Tuhan untuk keuntungan pribadi kita dan merasa benar saat melakukannya, Tuhan memperlihatkan kekurangan kita dan memberi tahu kepercayaan apa yang harus kita pegang sebagai pengikut Tuhan. Ketika kita salah mengerti Tuhan dalam pengalaman kita atas penghakiman-Nya, Firman Tuhan mengingatkan kita akan niat tulus Tuhan menyelamatkan dan menghakimi manusia, membereskan kesalahpahaman kita tentang Tuhan, dll. Semua orang pilihan Tuhan telah sangat berpengalaman bagaimana inkarnasi Tuhan terus menerus menolong dan memperlengkapi kita sehingga kita tidak perlu menyelidiki dan mencari. Yang perlu kita lakukan adalah membaca lebih banyak firman Tuhan Yang Mahakuasa untuk mendapatkan makanan dan minuman yang paling berguna dari Tuhan. Melalui firman yang Tuhan ungkapkan, kita mendapatkan pengertian yang benar atas kehendak Tuhan, watak-Nya, dan semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia, dan melalui pengertian ini, kita jadi tahu bagaimana mengejar dengan cara yang sedemikian rupa untuk menjalani kehidupan sejati dan belajar untuk mengerti tipu daya Iblis yang jahat, melihat dengan jelas bagaimana kita sendiri telah dirusak sampai ke hati oleh Iblis, dan dengan begitu, perlahan-lahan meninggalkan dosa kita dan pengaruh gelap Iblis. Akibatnya, watak hidup kita berubah dan kita menjejakkan kaki di jalan yang benar, hidup dalam realitas kebenaran. Inkarnasi Tuhan telah membuat semua ini menjadi mungkin.

Tuhan telah berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan dan menyatakan firman-Nya, memungkinkan manusia untuk memperoleh persediaan hidup praktis dan rezeki. Terlepas dari kenyataan bahwa manusia memiliki banyak gagasan tentang pekerjaan penghakiman inkarnasi Tuhan, Tuhan telah membawa jalan hidup dan keselamatan yang kekal kepada manusia, dan manusia telah bergantung pada-Nya! Mari kita baca bagian lain dari firman Tuhan Yang Mahakuasa.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Tidak ada cara yang bisa membayangkan atau mengukur karya yang Dia lakukan dalam daging, karena kedagingan-Nya tidak sama seperti kedagingan manusia; meski bungkusnya identik, hakikatnya tidak sama. Daging-Nya menghasilkan banyak pemahaman di antara manusia tentang Tuhan, selain itu daging-Nya juga memungkinkan manusia memperoleh banyak pengetahuan, dan bahkan bisa menaklukkan siapa pun yang memiliki bungkus serupa. Karena Dia bukan sekadar manusia, tetapi Tuhan dengan bungkus manusia, dan tidak ada yang benar-benar dapat mengerti atau memahami Dia" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Itu karena pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, Tuhan yang menjadi daging yang memiliki bentuk nyata, dan bisa dilihat serta disentuh oleh manusia. Dia bukan Roh tanpa bentuk, tetapi daging yang bisa disentuh dan dilihat manusia. Namun, kebanyakan umat Tuhan percaya kepada dewa-dewi tak berdaging yang tak berbentuk, yang juga berbentuk bebas. Oleh karenanya, Tuhan yang berinkarnasi menjadi musuh dari kebanyakan mereka yang percaya kepada Tuhan, dan mereka yang tidak bisa menerima kenyataan inkarnasi Tuhan juga menjadi musuh Tuhan. ... Meskipun hampir seluruh manusia telah menjadi musuh Tuhan karena daging ini, saat Dia menyelesaikan pekerjaan-Nya, mereka yang melawan-Nya tak hanya akan berhenti menjadi musuh-Nya, namun sebaliknya mereka akan menjadi saksi-Nya. Mereka akan menjadi saksi yang telah ditaklukkan oleh-Nya, saksi yang selaras dengan-Nya dan tak terpisahkan dari-Nya. Dia akan membuat manusia mengerti pentingnya pekerjaan-Nya dalam daging bagi manusia, dan manusia akan mengenal pentingnya daging ini bagi keberadaan manusia, akan mengenal nilai sejati-Nya bagi pertumbuhan hidup manusia, dan, lebih jauh lagi, akan mengenal bahwa daging ini akan menjadi mata air kehidupan yang manusia tak bisa terpisah darinya" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Terlepas dari kenyataan bahwa Tuhan telah mengambil bentuk Anak Manusia yang biasa dalam inkarnasi-Nya di akhir zaman untuk menyelamatkan dan menyempurnakan manusia, meskipun Dia tidak menunjukkan tanda-tanda dan keajaiban, dan tidak memiliki kualitas manusia super atau perawakan yang besar dan sosok-Nya menjadi sasaran gagasan manusia, penyangkalan, perlawanan, dan penolakan mereka, kebenaran yang Kristus nyatakan dan pekerjaan penghakiman yang Dia lakukan telah memberi manusia persediaan firman Tuhan, dan memungkinkan mereka memperoleh kebenaran dan melihat penampakan Tuhan. Meskipun kita belum melihat pribadi Tuhan yang sebenarnya, kita telah melihat watak-Nya yang melekat, dan hakikat-Nya yang kudus, yang sama seperti kita telah melihat pribadi-Nya yang sebenarnya. Kita telah melihat Tuhan hidup di antara kita betul dan sungguh. Kita sungguh merasa bahwa kita telah diangkat ke hadapan takhta, mengalami pekerjaan Tuhan berhadapan muka dengan Tuhan, dan menikmati persediaan air kehidupan yang mengalir dari takhta. Setelah mengalami pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman, kita secara bertahap telah menyadari kesungguh-sungguhan Tuhan menyelamatkan umat manusia, dan melihat betapa besar harga yang Tuhan bayar dan siksaan yang Dia tanggung untuk menyelamatkan manusia. Semua yang Tuhan lakukan untuk kita adalah ungkapan kasih-Nya dan ditujukan pada keselamatan kita. Kita membenci diri kita sendiri karena pemberontakan dan kebodohan kita sebelumnya dan mulai untuk sungguh-sungguh mengasihi dan menaati Tuhan. Setelah mengalami pekerjaan Tuhan sampai sekarang, kita semua menyadari bahwa perubahan yang kita lihat dalam diri kita sepenuhnya adalah hasil dari keselamatan oleh inkarnasi Tuhan! Kristus di akhir zaman adalah keselamatan terbesar atas manusia yang rusak. Dialah satu-satunya jalan menuju pengetahuan tentang Tuhan dan mendapatkan perkenanan-Nya! Mari kita baca bagian lain dari firman Tuhan Yang Mahakuasa.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Kali ini, Tuhan melakukan pekerjaan bukan dalam tubuh rohani, tapi dalam tubuh yang sangat biasa. Tubuh itu bukan saja inkarnasi Tuhan yang kedua, tetapi juga tubuh yang dipakai Tuhan saat Ia datang kembali. Tubuh ini daging yang sangat biasa. Pada diri-Nya, tidak ada yang berbeda dari tubuh lainnya, tetapi dari diri-Nya, engkau dapat menerima kebenaran yang belum pernah engkau dengar sebelumnya. Daging yang tak berarti ini merupakan perwujudan seluruh firman kebenaran dari Tuhan, yang melangsungkan pekerjaan Tuhan di akhir zaman, dan merupakan perungkapan keseluruhan watak Tuhan untuk dapat dikenal manusia. Tidakkah engkau sangat rindu melihat Tuhan di dalam surga? Tidakkah engkau sangat rindu memahami Tuhan di dalam surga? Tidakkah engkau sangat rindu melihat tempat tujuan umat manusia? Ia akan membukakan seluruh rahasia yang tak bisa diberitahukan oleh siapa pun juga kepadamu, dan Ia bahkan akan membukakan kebenaran-kebenaran yang tidak engkau pahami. Ia adalah pintu gerbangmu untuk bisa masuk ke dalam kerajaan, dan pemandumu untuk memasuki zaman yang baru. ... Pekerjaan Tuhan di akhir zaman bertujuan supaya manusia dapat melihat Tuhan di surga hidup di antara manusia di bumi, dan supaya manusia dapat mengenal, menaati, menghormati, dan mengasihi Tuhan. Inilah mengapa Ia kembali menjadi daging untuk kedua kalinya. Meskipun yang dilihat manusia sekarang adalah Tuhan yang sama dengan manusia, Tuhan dengan satu hidung dan sepasang mata, dan Tuhan yang berpenampilan biasa, pada akhirnya Tuhan akan memperlihatkan kepadamu bahwa tanpa keberadaan manusia ini, langit dan bumi akan mengalami perubahan dahsyat. Tanpa keberadaan manusia ini, langit akan redup, bumi akan kacau-balau, dan seluruh umat manusia akan hidup dalam bencana kelaparan dan wabah. Ia akan menunjukkan kepadamu bahwa tanpa penyelamatan dari Tuhan yang berinkarnasi di akhir zaman, maka Tuhan sudah akan memusnahkan umat manusia dahulu sekali di neraka. Tanpa keberadaan daging ini, kau akan selamanya menjadi pendosa besar dan mayat selamanya. Ketahuilah bahwa tanpa keberadaan daging ini, seluruh umat manusia akan menghadapi bencana yang tak terelakkan dan kesulitan melepaskan diri dari hukuman Tuhan yang lebih berat bagi umat manusia di akhir zaman. Tanpa kelahiran daging yang biasa ini, engkau semua akan berada dalam keadaan, di mana engkau tidak dapat menemukan kehidupan maupun kematian, bagaimanapun engkau mencarinya. Tanpa keberadaan daging ini, engkau sekarang ini tidak akan bisa menerima kebenaran dan tidak bisa datang ke hadapan takhta Tuhan. Sebaliknya, engkau akan dihukum Tuhan karena dosa-dosamu yang keji. Tahukah engkau? Kalau bukan karena kembalinya Tuhan menjadi daging, tak seorang pun akan dapat diselamatkan, dan kalau bukan karena kedatangan daging ini, Tuhan pasti sudah mengakhiri zaman lama sejak dahulu. Jadi, apakah engkau masih dapat menolak inkarnasi Tuhan yang kedua ini? Mengingat engkau bisa mendapatkan sangat banyak manfaat dari orang biasa ini, mengapa engkau tidak segera saja menerima-Nya?" ("Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Segala yang engkau punyai kini adalah berkat daging ini. Karena Tuhan yang hidup dalam daginglah engkau sekalian memiliki kesempatan untuk hidup. Seluruh keberuntungan ini telah diperoleh oleh karena manusia biasa ini. Bukan itu saja, melainkan akhirnya segala bangsa akan menyembah manusia biasa ini, sekaligus mengucapkan syukur dan menaati manusia yang tak berarti ini. Sebab, Dialah yang telah mendatangkan kebenaran, hidup, dan jalan untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, mendamaikan pertentangan antara Tuhan dan manusia, mendekatkan Tuhan dan manusia, menjembatani pikiran antara Tuhan dan manusia. Dia jugalah yang telah mendatangkan kemuliaan yang lebih besar bagi Tuhan. Bukankah manusia biasa seperti ini layak engkau percayai dan puja? Bukankah daging biasa seperti ini layak disebut Kristus? Dapatkah manusia biasa seperti ini bukan merupakan pengungkapan diri Tuhan di antara manusia? Bukankah manusia seperti ini, yang membantu umat manusia lolos dari bencana, layak engkau kasihi dan pegang erat? Jika engkau menolak kebenaran yang terucap dari mulut-Nya dan juga membenci keberadaan-Nya di antaramu, nasib seperti apa yang akan menimpamu?" ("Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Tanpa pekerjaan Yesus, umat manusia tidak akan dapat turun dari kayu salib, tetapi tanpa inkarnasi yang sekarang ini, orang-orang yang sudah turun dari kayu salib tidak akan pernah bisa diterima oleh Tuhan atau memasuki zaman yang baru. Tanpa kedatangan manusia biasa ini, engkau tidak akan punya kesempatan atau layak untuk melihat wajah Tuhan yang sebenarnya, sebab engkau semua adalah orang-orang yang seharusnya dibinasakan sedari dahulu. Berkat kedatangan inkarnasi Tuhan yang kedua ini, Tuhan telah mengampunimu dan menunjukkan kasih karunia kepadamu. Meskipun demikian, firman-firman yang harus Aku ucapkan kepadamu pada akhirnya tetaplah sama: manusia biasa ini, yaitu Tuhan yang berinkarnasi, sangatlah penting bagimu. Inilah hal hebat yang Tuhan telah lakukan di antara manusia" ("Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Sebelumnya:Pertanyaan 6: Kita semua tahu bahwa Tuhan Yesus adalah inkarnasi Tuhan. Setelah menyelesaikan pekerjaan-Nya, Dia disalibkan, kemudian dibangkitkan, nampak di hadapan semua murid-Nya, dan Dia naik ke surga dalam tubuh rohani-Nya yang mulia. Seperti kata Alkitab: "Engkau semua, orang-orang Galilea, mengapa engkau sekalian berdiri memandang ke langit? Yesus yang sama ini, yang terangkat dari antara kalian ke surga, juga akan datang kembali dengan cara yang sama seperti engkau melihat Dia naik ke surga" (Kisah Para Rasul 1:11). Jadi, tulisan di Alkitab menegaskan bahwa ketika Tuhan datang kembali, itu adalah tubuh rohani-Nya yang dibangkitkan yang nampak di hadapan kita. Di akhir zaman, mengapa Tuhan berinkarnasi dalam wujud daging Anak manusia untuk melakukan pekerjaan penghakiman? Apa perbedaan antara tubuh rohani Yesus Kristus yang dibangkitkan dan inkarnasi-Nya sebagai Anak manusia?

Selanjutnya:Pertanyaan 8: Tuhan memakai Musa untuk melakukan pekerjaan pada Zaman Hukum Taurat; jadi, mengapa Tuhan tidak menggunakan manusia untuk melakukan pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman? Apakah Ia benar-benar telah menjadi manusia untuk melakukan pekerjaan itu sendiri? Apa perbedaan utama antara Tuhan yang berinkarnasi dan orang yang Tuhan pakai?

media terkait