Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

XIX. Mengapa Jalan Yang Benar Mengalami Penganiayaan Sejak Zaman Dahulu Kala?

1. Mengapa pemerintah Komunis Tiongkok dengan sewenang-wenang menganiaya, menindas dan bertindak sangat keras terhadap Tuhan Yang Mahakuasa dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Ini adalah angkatan yang jahat" (Lukas 11:29).

"Seluruh dunia ada dalam kejahatan" (1 Yohanes 5:19).

"Betapa engkau telah jatuh dari surga, O Satan, putra Fajar! betapa engkau telah dicampakkan ke tanah, engkau yang dahulu melemahkan bangsa-bangsa! Sebab engkau pernah berkata dalam hatimu, aku akan naik ke surga, aku akan mendirikan takhtaku di atas bintang-bintang Tuhan: aku juga akan duduk di bukit pertemuan, di sisi-sisi utara: Aku akan naik tinggi di atas awan-awan; Aku akan menjadi seperti Yang Mahatinggi!" (Yesaya 14:12-14).

"Dan terjadilah peperangan di surga: Mikhael dan malaikat-malaikatnya bertempur melawan naga itu; dan naga itu berperang bersama malaikat-malaikatnya, tetapi mereka dikalahkan; bahkan tempat mereka tidak ditemukan lagi di surga. Maka naga besar itu diusir keluar, ular tua itu, yang disebut Iblis atau Satan, yang menipu seluruh dunia: dia dibuang ke bumi, dan malaikat-malaikatnya pun dibuang bersamanya" (Wahyu 12:7-9).

"Dan saat naga itu menyadari bahwa dia dibuang ke bumi, dia pun menganiaya perempuan yang melahirkan anak laki-laki itu" (Wahyu 12:13).

Firman Tuhan yang Relevan:

Inilah faktanya: Ketika bumi belum ada, penghulu malaikat adalah yang terbesar dari para malaikat surga. Penghulu malaikat memiliki yurisdiksi atas segenap malaikat di surga; inilah otoritas yang Tuhan berikan. Terkecuali Tuhan, penghulu malaikat adalah yang terbesar dari segenap malaikat surga. Ketika kemudian Tuhan menciptakan umat manusia, penghulu malaikat melakukan pengkhianatan yang lebih besar terhadap Tuhan di atas bumi. Aku mengatakan ia mengkhianati Tuhan karena ia ingin mengelola umat manusia dan melampaui otoritas Tuhan. Dialah penghulu malaikat yang mencobai Hawa hingga jatuh ke dalam dosa; ia melakukannya karena ingin membangun kerajaannya di atas bumi dan membuat umat manusia mengkhianati Tuhan dan menaatinya. Ia melihat bahwa ada banyak hal yang mematuhinya; para malaikat mematuhinya, seperti yang dilakukan manusia di atas bumi. Burung dan binatang, pohon, hutan, gunung, sungai, dan segala sesuatu di atas muka bumi berada di bawah pemeliharaan manusia—yaitu, Adam dan Hawa—sementara Adam dan Hawa mematuhinya. Penghulu malaikat itu ingin melampaui otoritas Tuhan dan mengkhianati Dia. Kemudian ia menyebabkan banyak malaikat mengkhianati Tuhan, yang kemudian menjadi berbagai roh najis. Bukankah perkembangan manusia sampai hari ini disebabkan oleh kerusakan para penghulu malaikat? Umat manusia hanya seperti di zaman sekarang ini karena penghulu malaikat mengkhianati Tuhan dan merusak mereka.

Dikutip dari "Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana

Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan bekerja, Tuhan peduli kepada seseorang, memperhatikan seseorang, dan Iblis membuntuti setiap langkah-Nya. Siapa pun yang disukai Tuhan, Iblis juga memperhatikan, mengikuti di belakang. Jika Tuhan menginginkan orang ini, Iblis akan melakukan segala daya untuk menghalangi Tuhan, menggunakan berbagai cara jahat untuk menggoda, mengganggu, dan menggagalkan pekerjaan yang Tuhan lakukan untuk mencapai tujuan tersembunyinya. Apa tujuan Iblis? Iblis tidak ingin Tuhan memiliki siapa pun; Iblis menginginkan semua yang diinginkan Tuhan, merasuki mereka, mengendalikan mereka, menguasai mereka sehingga mereka menyembahnya, sehingga mereka melakukan tindakan jahat bersamanya. Bukankah ini maksud Iblis yang jahat? ... Iblis sedang berperang dengan Tuhan dan selalu mengikuti di belakang Dia. Tujuannya adalah untuk menghancurkan semua pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan, untuk merasuki dan mengendalikan orang-orang yang Tuhan inginkan, untuk sepenuhnya memusnahkan orang-orang yang Tuhan inginkan. Jika mereka tidak dimusnahkan, mereka dikuasai Iblis untuk digunakan olehnya—inilah tujuannya.

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Perwujudan si sang naga merah yang sangat besar adalah penentangan terhadap Aku, tidak adanya pengertian dan pemahaman akan makna dari firman-Ku, penganiayaan yang kerap terhadap diri-Ku, dan upaya menggunakan siasat licik untuk mengganggu pengelolaan-Ku. ... Naga merah yang sangat besar yang Aku bicarakan bukanlah seekor naga merah besar, melainkan roh jahat yang menentang Aku, karena "naga merah yang sangat besar" adalah sebuah padanan kata.

Dikutip dari "Bab 96, Perkataan Kristus pada Awal Mulanya"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pengetahuan tentang budaya kuno telah diam-diam mencuri manusia dari hadirat Tuhan dan menyerahkan manusia kepada raja iblis dan anak-anaknya. The Four Books dan Five Classics (buku-buku yang memuat ajaran Konfusius) telah membawa pikiran dan konsep manusia ke dalam zaman pemberontakan lain, menyebabkan manusia semakin jauh menyembah mereka yang menulis buku-buku itu, membuat gagasan mereka tentang Tuhan semakin jauh. Raja iblis dengan kejam mengusir Tuhan dari hati manusia tanpa mereka menyadarinya, dan pada saat yang sama ia dengan gembira menguasai hati manusia. Dari sejak saat itu, manusia memiliki jiwa yang jelek dan jahat dengan wajah si raja Iblis. Kebencian terhadap Tuhan memenuhi dada mereka dan kejahatan raja Iblis menyebar dalam diri manusia hari demi hari sampai manusia sepenuhnya dikuasai olehnya. Manusia tidak lagi memiliki kebebasan dan tidak mampu lepas dari jeratan raja Iblis. Oleh karena itu, manusia hanya bisa diam di tempat, tertawan, menyerah kepadanya dan diperhamba olehnya. Raja Iblis sejak lama menanamkan benih tumor ateisme dalam hati anak muda, mengajar manusia berbagai kekeliruan seperti "belajar ilmu pengetahuan dan teknologi, menyadari Empat Modernisasi, tidak ada Tuhan di dunia". Tidak hanya itu, ia berkali-kali menyatakan "Mari kita bangun tanah air yang indah melalui para buruh kita yang rajin," meminta semua orang untuk bersiap dari sejak kanak-kanak untuk melayani negara mereka. Manusia tanpa sadar dibawa ke hadapannya dan ia tanpa ragu mencuri pujian (merujuk kepada Tuhan yang memegang seluruh umat manusia di tangan-Nya). Tidak pernah sekalipun ia merasa malu atau punya rasa malu. Terlebih lagi, ia tanpa malu menawan umat Tuhan di dalam rumahnya, sementara ia melompat ke atas meja seperti seekor tikus dan menyuruh manusia untuk menyembahnya sebagai Tuhan. Benar-benar penjahat nekat! Ia meneriakkan skandal yang mengejutkan, "Tidak ada Tuhan di dunia. Angin ada karena aturan alam, hujan adalah uap air yang menguap dan turun ke bumi dalam bentuk butiran air; gempa bumi adalah goncangan permukaan bumi karena perubahan geologis; kekeringan ada karena kekeringan di udara yang disebabkan oleh gangguan nukleonik di permukaan matahari. Semua ini adalah fenomena alam. Di mana dari semua itu adalah tindakan Tuhan?" Ia bahkan meneriakkan[a] perkataan tidak tahu malu seperti ini: "Manusia berevolusi dari kera di masa lalu dan dunia pada zaman sekarang ini telah maju dari masyarakat primitif kurang lebih satu milyar tahun lalu. Entahkah sebuah negara bangkit atau jatuh, itu ditentukan oleh tangan warga negaranya." Di belakangnya, ia menggantung manusia terbalik di tembok dan menempatkannya di meja untuk diabadikan dan disembah. Sambil ia meneriakkan, "Tidak ada Tuhan," ia menganggap dirinya sendiri sebagai Tuhan, mendorong Tuhan keluar dari bumi tanpa henti. Ia berdiri di tempatnya Tuhan dan bertindak sebagai raja Iblis. Benar-benar menggelikan! Ini menyebabkan manusia dikuasai oleh kebencian yang beracun. Tampaknya Tuhan adalah musuh besarnya dan Tuhan tidak mungkin berdamai dengannya. Ia berencana licik mengusir Tuhan sementara ia sendiri tetap tidak dihukum dan berkeliaran dengan bebas[1] seperti itulah si raja Iblis! Bagaimana mungkin kita menoleransi keberadaannya? Ia tidak akan beristirahat sampai ia telah mengganggu pekerjaan Tuhan dan meninggalkannya dalam keadaan kacau dan compang-camping[2], seakan ia ingin menentang Tuhan sampai akhir, sampai ikan mati atau jala rusak. Ia menentang Tuhan secara terbuka dan bergerak semakin dekat. Wajahnya yang menjijikkan telah lama terbuka dan sekarang penuh memar dan luka[3], dalam keadaan buruk yang mengerikan, ia tidak berhenti terus mengumbar kebenciannya kepada Tuhan seakan ia berharap bisa melahap Tuhan sepenuhnya dengan satu kali suapan demi memadamkan kebencian di hatinya.

Dikutip dari "Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dari atas ke bawah dan dari awal sampai akhir, itu telah menganggu pekerjaan Tuhan dan bertindak bertentangan dengan-Nya. Semua pembicaraan tentang warisan budaya kuno, pengetahuan berharga tentang budaya kuno, ajaran Taoisme dan Konfusianisme, nilai-nilai Konfusius, dan ritual feodal telah membawa manusia ke dalam neraka. Pengetahuan dan teknologi zaman modern yang maju serta industri, pertanian, dan bisnis yang sudah berkembang, tidak terlihat di mana pun. Sebaliknya, itu semua hanya menekankan pada upacara feodal yang didengung-dengungkan oleh para "kera" kuno untuk merusak, menentang, dan menghancurkan pekerjaan Tuhan dengan sengaja. Sampai hari ini, semua itu tidak saja telah merusak manusia, tetapi juga ingin memakan[4] manusia sepenuhnya. Ajaran dari kode etik feodal dan pengetahuan budaya kuno yang diturunkan dari generasi ke generasi telah lama merusak manusia dan mengubahnya menjadi iblis, besar maupun kecil. Hanya ada sedikit orang yang siap menerima Tuhan dan dengan penuh sukacita menyambut kedatangan-Nya. Wajah manusia dipenuhi pembunuhan dan di seluruh tempat, aroma kematian memenuhi udara. Mereka berusaha mengusir Tuhan dari negeri ini; dengan pisau dan pedang terhunus, mereka mengatur barisan perangnya untuk membinasakan Tuhan. Berhala-berhala disebarkan di negeri iblis, tempat manusia terus-menerus diajarkan bahwa tidak ada Tuhan. Di atas negeri ini menyebar bau kertas terbakar dan dupa yang memualkan, begitu tebal sehingga membuat sulit bernapas. Seperti bau busuk yang terbawa angin, yang timbul ketika ular bergelung, sehingga membuat manusia ingin muntah. Lagi pula, samar-samar terdengar roh jahat mengalunkan ayat-ayat kitab suci. Suara mereka terdengar seperti suara dari neraka dan manusia pasti akan merasa merinding mendengarnya. Di seluruh negeri ini tersebar berhala, dengan segala warna pelangi, yang mengubah negeri ini menjadi dunia memabukkan, dan raja Iblis terus tersenyum, seolah-olah rencana jahatnya sudah berhasil. Sementara itu, manusia sama sekali tidak menyadarinya, juga tidak menyadari bahwa Iblis sudah merusaknya sedemikian rupa sehingga ia tak sadarkan diri dan kalah. Iblis ingin menghabisi semua milik Tuhan dalam sekali pukul, kembali menghina dan membunuh-Nya, dan berusaha meruntuhkan dan mengganggu pekerjaan-Nya. Bagaimana mungkin ia membiarkan Tuhan menyamai statusnya? Bagaimana mungkin ia membiarkan Tuhan "ikut campur" dalam pekerjaan di antara manusia? Bagaimana mungkin ia membiarkan Tuhan membuka topengnya dan memperlihatkan wajahnya yang buruk? Bagaimana mungkin ia membiarkan Tuhan merusak pekerjaannya? Bagaimana mungkin si Iblis, yang penuh dengan kemarahan, membiarkan Tuhan memerintah dengan kuasa-Nya di bumi? Bagaimana mungkin ia rela mengakui kekalahannya? Wajah aslinya yang buruk sudah tersingkap sehingga manusia tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis melihatnya, sungguh sulit dibahasakan. Bukankah seperti itulah esensi si iblis?

Dikutip dari "Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Selama ribuan tahun, negeri ini telah menjadi negeri yang najis, tidak tertahankan kotornya, penuh derita, hantu berkeliaran di setiap pojoknya, menipu dan menyesatkan, membuat tuduhan tak berdasar,[5] buas dan kejam, menginjak-injak kota hantu ini, dan meninggalkannya penuh dengan mayat; bau busuk menyelimuti negeri ini dan memenuhi udara dengan pekatnya, dan tempat ini dijaga ketat.[6] Siapa yang bisa melihat dunia di balik langit? Iblis mengikat seluruh tubuh manusia, mencungkil kedua matanya, dan menutup mulutnya rapat-rapat. Raja Iblis telah mengamuk selama beribu-ribu tahun, sampai sekarang, terus mengawasi kota hantu ini, seakan itu adalah istana setan yang tidak bisa ditembus; sementara itu, sekumpulan anjing penjaga ini menatap dengan mata liar penuh ketakutan kalau-kalau Tuhan akan menangkap mereka saat tidak waspada, lalu memusnahkan mereka, semuanya, sehingga mereka tidak lagi memiliki tempat untuk merasakan kedamaian dan kebahagiaan. Bagaimana mungkin penduduk kota hantu seperti ini pernah melihat Tuhan? Pernahkah mereka menikmati keindahan dan kasih Tuhan? Penghargaan seperti apa yang mereka dapatkan di dunia manusia? Siapakah di antara mereka yang mampu memahami kehendak Tuhan yang penuh hasrat? Sehingga tidak mengherankan bagaimana inkarnasi Tuhan tetap tersembunyi bagi mereka: Di tengah masyarakat yang gelap seperti ini, di mana Iblis begitu kejam dan tidak manusiawi, bagaimana mungkin raja Iblis, yang menghabisi orang-orang dalam sekejap mata, menoleransi keberadaan Tuhan yang baik, penuh kasih, dan kudus? Bagaimana mungkin ia akan menyambut kedatangan Tuhan dengan gembira? Para penjilat! Mereka membayar kebaikan dengan kebencian, mereka sudah lama membenci Tuhan, mereka memperalat Tuhan, mereka berlaku kasar sekasar-kasarnya, mereka sama sekali tidak menghargai Tuhan, mereka merampas dan merampok, mereka sudah kehilangan hati nurani, dan tidak ada kebaikan yang tersisa, dan mereka menggoda orang tidak bersalah agar kehilangan hati nuraninya. Nenek moyang? Pemimpin yang dikasihi? Mereka semua melawan Tuhan! Tindakan ikut campur mereka membuat semua yang tinggal di kolong langit menjadi gelap dan kacau! Kebebasan beragama? Hak dan kepentingan yang sah bagi warga negara? Semua itu hanya tipuan untuk menutupi dosa! Siapa yang telah menerima pekerjaan Tuhan? Siapa yang bersedia menyerahkan nyawanya atau menumpahkan darahnya bagi pekerjaan Tuhan? Selama generasi ke generasi, dari orang tua hingga anak-anak, manusia yang diperbudak tanpa rasa malu telah memperbudak Tuhan—bagaimana ini tidak menimbulkan murka? Ribuan tahun kebencian berkumpul di hati, dosa ribuan tahun tertulis di hati—bagaimana ini tidak melahirkan kebencian? Tuhan yang membalas dendam, menghancurkan seluruh musuh-Nya, tidak membiarkannya mengacau lebih lama lagi, dan tidak lagi membiarkannya berulah seperti yang diinginkannya! Sekaranglah waktunya: Manusia sudah lama mengumpulkan kekuatannya, mendedikasikan usahanya, membayar harga, untuk ini, untuk menyingkapkan wajah Iblis dan membuat orang-orang, yang selama ini dibutakan dan mengalami segala penderitaan dan kesulitan agar bangkit dari rasa sakit mereka dan meninggalkan si Iblis tua yang jahat ini. Mengapa bersusah payah merintangi pekerjaan Tuhan? Mengapa menipu umat Tuhan dengan segala macam muslihat? Di manakah kebebasan sejati dan hak dan kepentingan yang sah? Di manakah keadilan? Di manakah penghiburan? Di manakah kehangatan? Mengapa menggunakan tipuan licik untuk menipu umat Tuhan? Mengapa menggunakan kekerasan untuk menekan kedatangan Tuhan? Mengapa tidak membiarkan Tuhan melangkah bebas di bumi yang Dia ciptakan? Mengapa memburu Tuhan sampai Dia tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya? Di manakah kehangatan di antara manusia? Di manakah penyambutan di antara manusia? Mengapa menyebabkan timbulnya kerinduan akan Tuhan yang tidak bisa terpuaskan? Mengapa membuat Tuhan harus memanggil hingga berulang kali? Mengapa memaksa Tuhan mengkhawatirkan Anak kesayangan-Nya? Mengapa masyarakat yang jahat ini dan anjing-anjing penjaganya tidak membiarkan Tuhan dengan bebas datang dan menjelajahi dunia yang diciptakan-Nya?

Dikutip dari "Pekerjaan dan Jalan Masuk (8)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Iblis mendapat ketenaran dengan memperdaya orang banyak. Ia sering kali menyatakan dirinya sebagai barisan terdepan dan teladan kebenaran. Di bawah panji menjaga kebenaran, ia mencelakakan manusia, memangsa jiwa mereka, dan menggunakan berbagai macam cara untuk membuat manusia tidak bergerak, memperdaya, dan menghasut manusia. Tujuannya adalah membuat manusia sepakat dan mengikuti tindakannya yang jahat, membuat manusia bergabung dengannya dalam menentang otoritas dan kedaulatan Tuhan. Namun, ketika seseorang bertumbuh dalam hikmat sehingga mengenali rencana, muslihatnya, dan sifatnya yang jahat, dan tidak ingin terus diinjak-injak dan ditipu olehnya lagi atau terus diperbudak olehnya, atau dihukum dan dihancurkan bersama dengannya, Iblis mengubah tampilannya yang terlihat kudus, dan membuka topeng palsunya untuk menyatakan wajah aslinya yang jahat, buruk, buas, dan kejam. Iblis tidak menyukai hal lain selain menghancurkan semua orang yang menolak mengikutinya dan menentang kekuatan jahatnya. Di titik ini, Iblis tidak bisa lagi dianggap memiliki penampilan yang bisa dipercaya, sopan; sebaliknya sikapnya yang sebenarnya yang jelek dan jahat disingkapkan di bawah pakaian dombanya. Begitu rencana Iblis disingkapkan, begitu sifat aslinya diekspos, ia akan marah dan menunjukkan kelalimannya; keinginannya untuk menyakiti dan memangsa manusia akan semakin meningkat. Ini disebabkan karena ia sangat marah atas kebangkitan manusia; ia mengembangkan dendam yang kuat terhadap manusia karena aspirasi mereka untuk mendambakan kebebasan dan terang dan bebas dari penjaranya. Amarahnya ditujukan untuk mempertahankan kejahatannya, dan ini juga adalah pernyataan sejati dari sifat alaminya yang biadab.

Dalam segala hal, sikap Iblis membeberkan sifat alaminya yang jahat. Dari semua tindakan jahat yang dilakukan Iblis terhadap manusia—dari sejak usaha awalnya menipu manusia untuk mengikutinya, mengeksploitasi manusia, menarik manusia kepada perbuatan jahatnya, dan dendam Iblis terhadap manusia setelah sifat aslinya terungkap dan manusia telah mengenali dan meninggalkannya—tidak ada orang yang gagal mengungkapkan hakikat jahat Iblis; tidak ada orang yang gagal membuktikan bahwa Iblis tidak memiliki hubungan dengan hal-hal positif; tidak ada orang yang gagal membuktikan bahwa Iblis adalah sumber dari semua hal jahat. Semua tindakannya ditujukan untuk menjaga kejahatannya, menjaga kelangsungan tindakan jahatnya, melawan keadilan dan hal-hal positif, menghancurkan hukum dan keteraturan dari keberadaan manusia yang normal. Mereka bertentangan terhadap Tuhan dan itulah yang akan dihancurkan murka Tuhan. Walaupun Iblis murka, murkanya adalah sarana melampiaskan sifat jahatnya. Alasan Iblis jengkel dan murka adalah: rencananya yang tak terkatakan telah diungkapkan; rencananya tidak mudah dihindari; ambisi liarnya dan keinginannya untuk menggantikan Tuhan dan bertindak sebagai Tuhan telah terpukul dan dihalangi; tujuannya mengendalikan seluruh umat manusia tidak ada apa-apanya dan tidak akan pernah bisa dicapai.

Dikutip dari "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Catatan kaki:

1. "Tidak dihukum dan berkeliaran dengan bebas" mengindikasikan bahwa Iblis lepas kendali dan mengamuk.

2. "Keadaan kacau dan compang-camping" merujuk kepada bagaimana sikap jahat Iblis tidak tertahankan untuk dilihat.

3. "Memar dan luka" merujuk kepada wajah buruk raja Iblis.

4. "Memakan" merujuk kepada sikap kejam raja Iblis yang menjarah manusia seluruhnya.

5. ''Membuat tuduhan tak berdasar'' merujuk kepada metode yang digunakan Iblis untuk menyakiti manusia.

6. ''Dijaga ketat'' mengindikasikan bahwa metode yang digunakan Iblis untuk menyakiti manusia terutama kejam dan sangat mengendalikan manusia sehingga mereka tidak memiliki ruang untuk bergerak.

a. Dalam naskah aslinya tertulis "sebagian bahkan berseru".

Sebelumnya:Apa yang dimaksud dengan seseorang yang mengikuti kehendak Tuhan? Dan apa yang dimaksud dengan kesaksian iman yang sejati kepada Tuhan?

Selanjutnya:Mengapa dunia keagamaan selalu menyangkal, menolak dan mengutuk Kristus, dan dengan demikian menderita kutukan dari Tuhan?

media terkait