Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pertanyaan 23: Tuhan Yesus berkata: "Tetapi barangsiapa minum dari air yang Kuberikan kepadanya tidak akan pernah haus lagi; tetapi air yang akan Kuberikan kepadanya itu akan menjadi sumur mata air di dalam dirinya, yang memancar terus hingga kehidupan yang kekal" (Yohanes 4:14). Kebanyakan orang mengira bahwa Tuhan Yesus telah memberikan kita jalan hidup yang kekal, tetapi aku telah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa ini: "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal." Apa maksud dari semua ini? Mengapa dikatakan bahwa hanya Kristus pada akhir zaman yang dapat memberi kepada manusia jalan hidup yang kekal?

Jawaban:

Mengenai apa sebenarnya jalan hidup kekal itu, pertama-tama kita harus tahu dari mana asalnya. Kita semua tahu bahwa ketika Tuhan menjadi manusia, Dia memberikan kesaksian bahwa Dia adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Ini adalah bukti yang cukup bahwa hanya Kristus yang dapat mengungkapkan jalan kehidupan kekal. Karena Kristus adalah penampakan Tuhan yang berinkarnasi, karena Ia adalah Roh Tuhan yang mengenakan daging, itu berarti esensi Kristus adalah esensi Tuhan, dan bahwa Kristus sendiri adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan. Jadi, Kristus mampu mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan menebus dan menyelamatkan umat manusia. Ini pasti. Terlepas dari pada zaman manakah Tuhan menjadi daging, esensi Kristus tidak akan pernah berubah. Tuhan Yesus adalah Tuhan sendiri dalam daging. Jadi ketika Tuhan Yesus datang, Dia memberikan kesaksian atas diri-Nya sebagai jalan, kebenaran, dan kehidupan, dan sumber air kehidupan bagi umat manusia; Dia mampu mengungkapkan kebenaran dan menganugerahkan jalan pertobatan kepada manusia. Seperti yang Tuhan Yesus katakan: "Siapa pun yang minum dari air ini akan haus lagi. Tetapi barangsiapa minum dari air yang Kuberikan kepadanya tidak akan pernah haus lagi; tetapi air yang akan Kuberikan kepadanya itu akan menjadi sumur mata air di dalam dirinya, yang memancar terus hingga kehidupan yang kekal" (Yohanes 4:13-14). Segala sesuatu yang diucapkan oleh Tuhan Yesus adalah ungkapan dari esensi ilahi-Nya, dan itu juga diungkapkan sesuai dengan pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh-Nya. Ini tidak bisa disangkal! Tuhan Yesus adalah Tuhan dalam daging; Tuhan Yang Mahakuasa adalah kembalinya Tuhan Yesus. Dia juga Tuhan yang berinkarnasi, perwujudan kebenaran. Jadi, sejak kedatangan Tuhan Yang Mahakuasa, Dia juga telah memberikan kesaksian atas diri-Nya sebagai jalan, kebenaran, dan kehidupan dan menyatakan semua kebenaran untuk menahirkan dan menyelamatkan umat manusia, menganugerahkan jalan hidup kekal kepada manusia. Mengapa Tuhan memberikan kesaksian atas diri-Nya sebagai jalan, kebenaran, dan kehidupan dalam kedua inkarnasi-Nya? Itu karena Kristus adalah esensi ilahi. Sederhananya, Tuhan sendiri adalah jalan kehidupan kekal—Tuhan sendiri adalah kehidupan abadi. Sebagai hasilnya, Tuhan yang berinkarnasi mampu mengungkapkan kebenaran, dan Dia mampu menganugerahi manusia jalan kehidupan kekal dan melakukan pekerjaan Tuhan sendiri di zaman yang berbeda. Pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia dibagi menjadi beberapa tahap. Itu bukanlah sesuatu yang dapat diselesaikan hanya melalui satu tahap pekerjaan penebusan. Setelah Tuhan menyelesaikan pekerjaan penebusan-Nya, Dia masih perlu melakukan pekerjaan-Nya untuk menghakimi, menahirkan, dan menyelamatkan umat manusia di akhir zaman. Inilah sebabnya Tuhan Yesus berjanji bahwa Dia akan kembali, yang membuktikan bahwa pekerjaan Tuhan tidak pernah berhenti bergerak maju, bahwa tidak mungkin itu akan berhenti di Zaman Hukum Taurat atau Zaman Kasih Karunia. Keselamatan Tuhan bagi umat manusia terdiri dari tiga tahap pekerjaan, yaitu pekerjaan di Zaman Hukum Taurat, Zaman Kasih Karunia, dan Zaman Kerajaan. Periode dari Zaman Hukum Taurat hingga Zaman Kasih Karunia berlangsung sekitar 2.000 tahun, dan waktu dari Zaman Kasih Karunia ke Zaman Kerajaan membentang sekitar dua milenium lagi. Semua pekerjaan penghakiman dimulai dari rumah Tuhan, yang dilakukan oleh Tuhan Yesus yang kembali, adalah pekerjaan menahirkan dan menyelamatkan umat manusia; itu juga pekerjaan mengakhiri zaman kegelapan dan kejahatan serta mengantarkan Zaman Kerajaan. Rencana pengelolaan Tuhan untuk keselamatan umat manusia akan dicapai melalui pekerjaan penghakiman-Nya di akhir zaman, dan umat manusia akan dibawa ke tujuan yang indah. Jadi, karena pekerjaan Tuhan di akhir zaman dapat menghasilkan buah ini, tidakkah engkau akan mengatakan bahwa semua kebenaran yang diungkapkan dalam pekerjaan Tuhan di akhir zaman adalah jalan hidup kekal yang dianugerahkan Tuhan kepada umat manusia? Jika ada banyak orang yang ditaklukkan oleh kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan di akhir zaman, yang ditahirkan, disempurnakan, yang memperoleh pengetahuan tentang Tuhan, yang watak hidupnya berubah, dan yang hidup dalam keserupaan dengan manusia sejati, apakah jalan hidup yang mereka peroleh benar-benar jalan hidup kekal? Jika itu benar-benar jalan kehidupan kekal, dapat dipastikan bahwa itu adalah kebenaran yang dapat menahirkan, menyelamatkan, dan menyempurnakan manusia, dan dapat dipastikan bahwa hal itu dapat memungkinkan manusia mencapai pengetahuan tentang Tuhan, ketaatan terhadap Tuhan, dan penyembahan kepada Tuhan. Ini mutlak. Jika kita memiliki pemahaman yang benar tentang hal ini dan kemudian melihat lagi semua kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, kita akan dapat mengetahui apa jalan hidup kekal itu.

Dua kali Tuhan menjadi manusia, Dia mampu menganugerahkan jalan, kebenaran, dan kehidupan kepada umat manusia, tetapi semua yang dilakukan Tuhan Yesus hanyalah pekerjaan penebusan. Hanya Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman yang melakukan penghakiman dan penahiran, dan hanya melalui pekerjaan-Nyalah hasil dari penahiran dan penyelamatan manusia yang menyeluruh dapat dicapai. Pada titik ini dalam persekutuan, mungkin beberapa orang akan bertanya: "Saat Tuhan Yesus datang untuk melakukan pekerjaan-Nya, mengapa Dia tidak terlebih dahulu mengungkapkan pekerjaan yang harus dilakukan dan kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan di akhir zaman? Mungkinkah Tuhan Yesus tidak dapat menghakimi dan menghajar umat manusia? Mungkinkah Tuhan Yesus tidak dapat menganugerahkan kebenaran dan kehidupan kepada kita? Tidak bisakah kita memperoleh kehidupan kekal melalui firman Tuhan Yesus?" Tidak diragukan lagi, banyak orang yang kurang memahami pertanyaan-pertanyaan ini, tetapi kita harus memahami bahwa setiap tahap pekerjaan Tuhan mengandung esensi dan muatannya sendiri, dan setiap tahap pekerjaan-Nya akan mencapai hasil tertentu. Jadi, semua kebenaran yang diungkapkan dalam setiap tahap pekerjaan Tuhan dan semua kata yang Dia ucapkan bermakna dan memiliki tujuannya sendiri; semuanya berfungsi untuk mencapai suatu hasil. Semua firman yang diungkapkan dalam setiap tahap pekerjaan Tuhan berputar di sekitar semua pekerjaan-Nya dan diucapkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Tuhan tidak akan pernah mengatakan apa pun yang tidak berhubungan dengan pekerjaan-Nya—ini adalah prinsip dari pekerjaan dan firman-Nya. Semua pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah pekerjaan penebusan, bukan pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman. Jadi, semua kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yesus berputar di sekitar pekerjaan penebusan-Nya dan itu berbeda dari semua kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman untuk penahiran, keselamatan, dan kesempurnaan manusia. Inilah sebabnya, hanya semua kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman yang dapat disebut jalan kehidupan kekal yang dapat menahirkan, menyelamatkan, dan menyempurnakan manusia, sedangkan semua kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yesus hanyalah kebenaran yang menebus umat manusia. Apa yang Dia ungkapkan tidak lebih dari jalan pertobatan bagi umat manusia karena pekerjaan Tuhan memiliki rencana, dan memiliki langkah-langkah. Pekerjaan apa pun yang seharusnya dilakukan oleh Tuhan di setiap zaman sudah direncanakan—rencana-Nya tidak dapat berubah, dan Ia tidak akan mengacaukan rencana-Nya sendiri melalui pekerjaan-Nya. Sama seperti di Zaman Hukum Taurat, Tuhan Yahweh hanya menyatakan hukum untuk membimbing kehidupan umat manusia di bumi sesuai dengan kebutuhan manusia dan rencana pekerjaan-Nya sendiri. Dia hanya melakukan pekerjaan membimbing kehidupan umat manusia di bumi. Kemudian Tuhan Yesus datang, mengantarkan Zaman Kasih Karunia, dan Dia mengungkapkan jalan pertobatan, "Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat," dan melakukan pekerjaan menebus umat manusia melalui penyaliban-Nya. Dan di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa telah datang, mengungkapkan semua kebenaran untuk menahirkan dan menyelamatkan umat manusia. Dia melakukan pekerjaan penghakiman dimulai dari rumah Tuhan, mengakhiri zaman sebelumnya dan mengantarkan Zaman Kerajaan. Ini memungkinkan kita melihat bahwa pekerjaan apa pun yang Tuhan lakukan di zaman apa pun, kebenaran mana pun yang perlu Dia ungkapkan, semuanya terencana dan memiliki prinsip. Pekerjaan Tuhan terstruktur dan maju tahap demi tahap, dengan setiap tahap saling melengkapi. Setiap tahap pekerjaan Tuhan didasarkan pada kebutuhan manusia, pada tingkat pertumbuhan manusia yang sebenarnya, dan pada pengaturan yang ditentukan Tuhan sebelumnya. Ketika Tuhan Yesus melakukan pekerjaan penebusan-Nya, manusia tidak memiliki pengetahuan tentang Tuhan atau pekerjaan Tuhan; orang-orang hanya mengakui bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi serta segala sesuatu, dan hanya tahu mengikuti hukum dan perintah Tuhan. Jadi, saat Tuhan Yesus melakukan pekerjaan-Nya menebus umat manusia di Zaman Kasih Karunia, Dia hanya menyatakan jalan pertobatan, "Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat," untuk memungkinkan manusia datang di hadapan Tuhan, mengakui dosa-dosanya, dan bertobat, dan mengakui kepada Tuhan segala dosa yang sudah dilakukan sehingga ia dapat meminta pengampunan dan keselamatan kepada Tuhan. Ini juga agar dia dapat berdoa kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan dan memuji Tuhan, dan dapat menikmati semua kasih karunia Tuhan. Ini adalah hasil yang telah dicapai melalui pekerjaan penebusan Tuhan. Setelah bertahun-tahun beriman, beberapa orang dapat menyadari bahwa semua dosa yang telah mereka lakukan benar-benar telah diampuni oleh Tuhan, tetapi sifat berdosa mereka yang intrinsik masih ada seperti sebelumnya, dan itu sangat mengakar sampai pada titik bahwa mereka masih tunduk pada kendali sifat berdosa mereka, sering berdosa dan menentang Tuhan. Mereka belum melepaskan diri dari ikatan dosa dan menjadi suci. Ini adalah sesuatu yang diterima semua orang sebagai fakta. Jadi, bagi orang percaya seperti kita yang telah dibebaskan dari dosa-dosa kita, apakah kita benar-benar telah menerima jalan kehidupan kekal? Apakah pengampunan dosa kita berarti bahwa kita telah disucikan? Apakah itu berarti bahwa kita benar-benar telah mencapai keselamatan dan kita telah menerima pujian dari Tuhan? Jika hasil-hasil ini tidak dapat dicapai, lalu bagaimana kita dapat mengatakan bahwa kita telah menerima jalan kehidupan kekal melalui iman kita kepada Tuhan? Adakah yang berani mengatakan ini? Pekerjaan yang dilakukan Tuhan Yesus adalah penebusan, dan apa yang Dia khotbahkan adalah jalan pertobatan. Pekerjaan-Nya jelas untuk membuka jalan bagi pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Jadi, dalam menerima Tuhan Yesus kita hanya memperoleh pengampunan dari dosa-dosa kita; kita belum benar-benar memperoleh kehidupan kekal. Jika kita dapat menerima pekerjaan penghakiman di akhir zaman yang dilakukan oleh Tuhan Yesus yang kembali, kita akan ditahirkan dan menerima pujian Tuhan, dan hanya dengan demikian kita benar-benar akan menjadi orang-orang yang telah memperoleh kehidupan kekal. Iman kita kepada Tuhan Yesus hanya membebaskan kita dari dosa-dosa kita dan membuat kita memenuhi syarat untuk berdoa kepada Tuhan dan menikmati kasih karunia-Nya. Ini hanyalah hasil yang dicapai melalui pekerjaan penebusan Tuhan Yesus. Ada banyak orang yang tidak memiliki pemahaman tentang pekerjaan Tuhan Yesus. Mereka mendapatkan kesan bahwa karena Tuhan Yesus telah menyelesaikan pekerjaan penebusan-Nya dan mereka telah dibebaskan dari dosa-dosa mereka karena iman mereka kepada Tuhan, pekerjaan keselamatan Tuhan sepenuhnya selesai. Mereka berpikir bahwa karena satu hal telah selesai, semuanya telah selesai. Ini adalah kesalahan besar! Jika ini benar, mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa Ia akan kembali? Banyak orang tidak menyadari apa sebenarnya pekerjaan yang Tuhan Yesus harus lakukan setelah kedatangan-Nya; ini adalah kurangnya pengetahuan tentang pekerjaan Tuhan. Mereka hanya mengandalkan gagasan dan imajinasi manusia ketika mengamati pekerjaan Tuhan Yesus. Mereka mendapat kesan bahwa kita memperoleh hidup yang kekal hanya dengan percaya kepada Tuhan, bahwa kita dapat masuk ke dalam kerajaan surga begitu saja. Bukankah ini gagasan dan imajinasi manusia?

Sekarang semua orang mungkin sadar bahwa hanya melalui pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus yang kembali di akhir zaman manusia dapat memperoleh hidup yang kekal. Tidak ada yang lebih benar dari ini. Jadi, mengapa hanya Kristus di akhir zaman yang dapat memberikan jalan hidup kekal kepada manusia? Mungkinkah Tuhan Yesus tidak mampu menganugerahkannya kepada manusia? Engkau tidak bisa berkata seperti itu. Kita harus mengerti betul tentang ini: Tuhan Yesus adalah inkarnasi Tuhan, Dia sendiri adalah jalan, kebenaran, dan hidup, dan hanya Dialah yang memiliki jalan kehidupan kekal. Jadi, mengapa kita tidak bisa memperoleh hidup yang kekal hanya dengan percaya kepada Tuhan Yesus? Mengapa hanya Kristus di akhir zaman yang dapat memberi manusia jalan kehidupan kekal? Ini terutama didasarkan pada hasil yang dicapai melalui pekerjaan Tuhan. Kita semua tahu bahwa di Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus hanya melakukan pekerjaan penebusan, jadi, meskipun kita sudah dibebaskan dari dosa sejak kita beriman kepada Tuhan, kita masih dikendalikan oleh sifat berdosa kita. dan kita sering berdosa dan menentang Tuhan sekalipun tidak ingin melakukannya. Kita tidak mampu melepaskan diri dari ikatan dosa dan menjadi suci, dan kita tidak memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Ini cukup untuk membuktikan bahwa pekerjaan Tuhan Yesus untuk menebus umat manusia bukanlah pekerjaan untuk menahirkan dan menyelamatkan umat manusia secara menyeluruh—hanya pekerjaan penghakiman di akhir zaman yang dilakukan oleh Tuhan Yesus yang kembali yang dapat menahirkan dan menyelamatkan umat manusia. Inilah sebabnya Tuhan Yesus bernubuat bahwa Dia akan kembali; seperti yang Tuhan Yesus katakan: "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" (Yohanes 12:48). Nubuat Tuhan Yesus telah menjadi kenyataan. Yaitu, Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan penghakiman dimulai dari rumah Tuhan di akhir zaman, dan Dia telah menyatakan semua kebenaran untuk menahirkan dan menyelamatkan umat manusia. Kebenaran ini adalah jalan kehidupan kekal yang dianugerahkan kepada manusia oleh Tuhan di akhir zaman. Melalui penghakiman, Tuhan Yang Mahakuasa mengerjakan semua kebenaran yang Dia ungkapkan kepada umat manusia sehingga kebenaran tersebut bisa menjadi kehidupan manusia. Tuhan tidak mengungkapkan kebenaran tanpa alasan yang baik; Ia membidik berbagai gagasan dan imajinasi manusia, Ia membidik sifat dan esensi manusia yang tidak menaati dan menentang Tuhan serta berbagai watak jahat manusia dalam ungkapan-Nya tentang kebenaran untuk menghakimi dan menyingkapkan umat manusia. Proses penerimaan kebenaran oleh umat pilihan Tuhan adalah proses menjalani penghakiman dan hajaran dan menanggung kesukaran dalam pemurnian, serta proses untuk ditahirkan dan mendapatkan keselamatan. Inilah sebabnya, setiap orang yang menjalani penghakiman dan hajaran Tuhan di akhir zaman memahami banyak kebenaran; mereka benar-benar mengetahui esensi mereka sendiri yang rusak, yang menolak serta mengkhianati Tuhan, dan mereka juga memahami esensi kudus Tuhan dan watak-Nya yang benar dan tidak dapat disinggung. Mereka memiliki penghormatan sejati dan ketaatan kepada Tuhan, dan mereka semua telah menerima kebenaran dan kehidupan dari Tuhan—mereka telah dijadikan pemenang oleh Tuhan. Kelompok orang-orang ini adalah mereka yang di dalam Kitab Wahyu dinubuatkan untuk menjadi pemenang yang akan keluar dari masa aniaya besar. Ini menunjukkan bahwa selama menjalani penghakiman dan hajaran Tuhan, umat pilihan-Nya harus menderita banyak kesukaran agar mereka sepenuhnya disucikan. Mungkinkah itu masalah sederhana? Apakah mudah menerima kebenaran sebagai kehidupan mereka? Mereka harus menanggung banyak kesukaran, dan semua kesukaran ini adalah mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan; semua ini diderita untuk menerima kebenaran sebagai kehidupan mereka. Semua kesukaran ini bisa disebut pengalaman mendekati kematian, atau seperti menjalani transformasi sempurna. Saat orang-orang ini keluar dari masa aniaya besar dan menjadi pemenang, seperti apa kehidupan yang akan mereka dapatkan? Itu akan menjadi jalan kehidupan kekal yang dihasilkan oleh semua pekerjaan penghakiman Kristus di akhir zaman.

Di Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus melakukan pekerjaan penebusan, yang hanya memberi manusia jalan ini: "Bertobatlah engkau: karena Kerajaan Surga sudah dekat." Tuhan Yang Mahakuasa telah datang di akhir zaman, dan telah mengungkapkan semua kebenaran untuk menahirkan dan menyelamatkan umat manusia di atas dasar pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Dia sepenuhnya menyelamatkan umat manusia yang rusak dari pengaruh Iblis sehingga mereka akan terbebas dari dosa-dosa mereka, dari kenajisan dan kerusakan mereka, serta mengembalikan mereka kepada keserupaan dengan manusia yang semula. Ini akan memungkinkan umat manusia untuk hidup di dalam hadirat Tuhan, di mana mereka dapat menjadi orang yang taat dan menyembah Tuhan, mengakhiri rencana pengelolaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia. Jadi, hanya dengan menerima pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, kita dapat ditahirkan dan diselamatkan, serta memasuki kerajaan surga. Pada titik ini dalam persekutuan, sekarang setiap orang harus tahu mengapa hanya Kristus dari akhir zaman yang dapat menganugerahkan jalan hidup kekal kepada manusia.

Dikutip dari "Jawaban atas Pertanyaan Skenario"

Tuhan Yesus adalah Tuhan yang menjadi daging, Dialah penampakan Tuhan. Tuhan Yesus berkata: "Dan barangsiapa yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan pernah mati" (Yohanes 11:26). "Air yang akan Kuberikan kepadanya itu akan menjadi sumur mata air di dalam dirinya, yang memancar terus hingga kehidupan yang kekal" (Yohanes 4:14). Alkitab berkata: "Barangsiapa percaya kepada Anak Laki-Laki itu memiliki kehidupan kekal" (Yohanes 3:36). Firman ini semuanya kebenaran, semuanya fakta! Karena Tuhan Yesus adalah Tuhan yang menjadi daging, Dia memiliki hakikat dan identitas Tuhan. Dia sendiri jalan hidup yang kekal. Semua yang Dia katakan dan lakukan adalah manifestasi alami dari kehidupan Tuhan. Semua yang Dia ungkapkan adalah kebenaran, apa yang Tuhan miliki dan siapa Tuhan itu. Jadi, Tuhan Yesus sendiri adalah hidup yang kekal, dan dapat memberi jalan hidup yang kekal. Dia dapat menghidupkan kembali orang mati. Percaya kepada Tuhan Yesus berarti percaya kepada satu-satunya Tuhan yang benar untuk dapat menerima hidup kekal. Ini tidak diragukan lagi. Kebangkitan Lazarus oleh Tuhan Yesus adalah bukti yang baik bahwa Dia dapat memberi kita jalan hidup yang kekal, Dia memiliki otoritas ini. Lalu, mengapa Tuhan Yesus tidak memberikan jalan kehidupan kekal selama Zaman Kasih Karunia? Ini karena Tuhan Yesus datang untuk disalibkan demi menebus umat manusia, bukan untuk pekerjaan pemurnian dan keselamatan seperti di akhir zaman. Pekerjaan penebusan Tuhan Yesus hanya berhubungan dengan pengampunan dosa manusia, tetapi itu tidak menyingkirkan sifat dan watak manusia yang jahat. Jadi, dengan percaya kepada Tuhan, maka dosa kita diampuni, tetapi watak jahat kita tidak dibersihkan. Kita masih berdosa, melawan, dan mengkhianati Tuhan, sekalipun tidak menginginkannya. Setelah yakin dengan semua ini, kita harus jelas akan sesuatu. Pekerjaan penebusan Tuhan di Zaman Kasih Karunia membuka jalan bagi penghakiman di akhir zaman, jadi, setelah Tuhan Yesus menyelesaikan pekerjaan penebusan, Dia juga berjanji akan datang kembali. Tuhan Yesus pernah berkata: "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). Dari firman Tuhan Yesus kita bisa melihat hanya saat Tuhan kembali di akhir zaman, Dia akan menyatakan semua kebenaran yang menyelamatkan manusia. Dengan demikian, "Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran." Kebenaran ini persis dengan kebenaran Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman yang memurnikan dan menyelamatkan manusia. Itulah firman yang Roh Kudus katakan kepada gereja-gereja, dan itulah jalan hidup kekal yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia di akhir zaman. Inilah sebabnya, pengikut Tuhan tidak memperoleh jalan kehidupan kekal di Zaman Kasih Karunia. Tuhan Yesus berkata: "Dan barangsiapa yang hidup dan percaya kepada-Ku tidak akan pernah mati." Alkitab berkata: "Barangsiapa percaya kepada Anak Laki-Laki itu memiliki kehidupan kekal." Namun sebenarnya, Tuhan mengatakan ini untuk bersaksi atas fakta bahwa Dia sendiri adalah penampakan Tuhan. Dan hanya Dia yang bisa memberi manusia kehidupan kekal. Janji Tuhan Yesus bahwa mereka yang percaya tidak akan mati adalah kesaksian otoritas Tuhan. Tuhan sendirilah jalan hidup yang kekal, Tuhan sanggup memberi manusia hidup yang kekal. Ini bukan mengatakan bahwa manusia menerima hidup kekal setelah menerima pekerjaan Tuhan Yesus. Aku percaya semua mengerti hal ini. Namun di kalangan agamawi, banyak orang yang percaya bahwa selama dosa mereka diampuni, orang-orang dapat memasuki kerajaan surga dan memperoleh hidup kekal. Apakah ada dasar atas sudut pandang ini dalam firman Tuhan? Tuhan Yesus tidak pernah mengatakan apa pun seperti itu. Mari kita pikirkan: Menurut imajinasi dan pandangan kita, selama kita diampuni kita dapat masuk kerajaan surga dan hidup kekal, tetapi mengapa Tuhan Yesus berkali-kali bernubuat bahwa Dia akan datang kembali? Dan mengapa Dia memberitahukan begitu banyak nubuat dan perumpamaan? Nubuat dan perumpamaan itu adalah hal-hal yang Dia akan selesaikan saat Dia datang kembali. Mungkinkah orang-orang sudah lama beriman tetapi masih belum melihat hal-hal ini dengan jelas? Jika orang hanya menerima Tuhan tetapi tidak menerima kedatangan-Nya kembali, masalah macam apa ini? Bukankah ini pengkhianatan terhadap Tuhan? Pantas saja Tuhan Yesus berkata: "Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan" (Matius 7:21-23). Sekarang firman Tuhan telah menjadi kenyataan. Jika hanya menerima Tuhan Yesus tetapi tidak menerima kedatangan-Nya kembali, apakah ini orang yang sungguh percaya kepada Anak? Ini seseorang yang mengkhianati Tuhan! Orang beriman sejati di dalam Anak merujuk kepada yang tidak hanya percaya kepada Tuhan tetapi juga menerima kedatangan-Nya kembali, yang mengikuti Kristus sampai akhir. Orang yang seperti inilah yang bisa mendapatkan kehidupan kekal. Mereka yang hanya percaya kepada Tuhan Yesus tanpa menerima Tuhan Yang Mahakuasa, merekalah yang mengkhianati Tuhan Yesus. Mereka percaya kepada Tuhan tetapi karena mereka tidak mengikuti Tuhan sampai akhir, keyakinan mereka semuanya sia-sia—mereka jatuh di tepi jalan. Tuhan Yesus menetapkan mereka sebagai penjahat karena hanya mengakui nama-Nya tetapi tidak menerima kedatangan-Nya kembali. Dan dia berkata: "Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan." Jadi, orang-orang yang dikutuk dan diusir oleh Tuhan, mereka yang hanya memegang nama-Nya, apa mereka dapat memperoleh hidup kekal? Mereka tidak akan mendapatkan apa-apa. Lebih dari itu, mereka akan masuk neraka dan dihukum! Ini sepenuhnya mengungkapkan watak Tuhan yang benar dan kudus.

Meskipun kita tidak dapat menyangkali fakta bahwa jika manusia menerima penebusan Tuhan Yesus di Zaman Kasih Karunia, dosa mereka diampuni dan mereka mendapat hak untuk berdoa kepada Tuhan dan menikmati anugerah serta berkat-Nya, saat ini, manusia masih terhimpit sifat berdosa mereka. Tanpa daya, mereka masih hidup dalam dosa, mereka tidak mampu mengamalkan firman Tuhan dan tidak memiliki penghormatan serta ketaatan yang sesungguhnya. Manusia sering bisa berbohong dan menipu Tuhan, mereka mencari ketenaran dan kekayaan, bernafsu atas uang, dan mengikuti tren dunia. Terutama ketika pekerjaan Tuhan tidak sejalan dengan pikiran mereka, manusia akan menyalahkan, menghakimi, dan bahkan melawan Tuhan. Orang-orang seperti itu bahkan tidak benar-benar bertobat, jadi, dapatkah orang seperti itu menerima perkenanan Tuhan? Meskipun banyak orang mampu mengikuti, bersaksi, bahkan mengorbankan hidup mereka untuk Tuhan, dan telah sungguh-sungguh bertobat, dalam kenyataannya, apakah watak mereka yang rusak telah disucikan? Apakah mereka sungguh mengenal Tuhan? Apa mereka sudah benar-benar melepaskan diri dari pengaruh Iblis dan dimiliki Tuhan? Tentu saja tidak, ini fakta yang diakui umum. Ini membuktikan bahwa pekerjaan Tuhan Yesus selama Zaman Kasih Karunia hanyalah pekerjaan penebusan, bukan pekerjaan penyelamatan dan kesempurnaan di akhir zaman. Firman yang Tuhan Yesus nyatakan selama Zaman Kasih Karunia hanya memberi orang jalan pertobatan, bukan jalan hidup yang kekal, inilah alasan Tuhan Yesus berkata Dia akan datang kembali. Kembalinya Tuhan Yesus adalah untuk melakukan pekerjaan mengungkapkan kebenaran dan menganugerahi manusia jalan hidup kekal. Mereka sungguh merenggut diri dari pengaruh Iblis dan memperoleh kebenaran sebagai kehidupan untuk menjadi orang yang mengenal, menaati, menghormati, dan sepadan dengan Tuhan, mereka masuk ke kerajaan surga dan memperoleh kehidupan kekal. Atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman telah memulai pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan dan menyatakan semua kebenaran untuk memurnikan dan menyelamatkan manusia. Dia mengungkapkan kepada manusia watak Tuhan yang benar, agung, dan tak terbantahkan, menghakimi dan mengungkap hakikat kerusakan manusia oleh Iblis. Dia menggali akar pemberontakan dan perlawanan manusia kepada Tuhan, dan memberi tahu manusia semua maksud dan tuntutan Tuhan. Di saat yang sama, Dia menjelaskan kepada manusia kebenaran yang dibutuhkan manusia untuk menerima keselamatan, seperti kisah yang kita tahu dan hakikat dari ketiga tahapan pekerjaan keselamatan Tuhan serta hubungan antara ketiga tahap ini, perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia, cerita sebenarnya dan kebenaran Alkitab, rahasia penghakiman di akhir zaman, rahasia gadis-gadis bijaksana yang diangkat, dan penyempurnaan manusia menjadi pemenang, rahasia Tuhan menjadi daging, dan apa artinya sungguh-sungguh percaya, taat, dan mengasihi Tuhan, cara menghormati Tuhan dan menghindari kejahatan agar sepadan dengan Kristus, cara menjalani kehidupan yang bermakna, dan seterusnya. Kebenaran ini adalah jalan hidup kekal yang diberikan Tuhan kepada manusia di akhir zaman. Jadi, jika kita ingin memperoleh kebenaran dan hidup, mencapai keselamatan, pemurnian, dan penyempurnaan, kita harus menaati firman dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus di akhir zaman. Inilah satu-satunya cara agar dapat mencapai kebenaran dan kehidupan.

Mari kita lihat firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Tuhan sendiri adalah kehidupan dan kebenaran, dan kehidupan dan kebenaran-Nya hidup berdampingan. Mereka yang tidak bisa memperoleh kebenaran tidak akan mendapatkan kehidupan. Tanpa bimbingan, dukungan, dan pembekalan kebenaran, engkau hanya akan mendapatkan huruf-huruf tertulis, doktrin, serta kematian. Kehidupan Tuhan tidak berkesudahan, serta kebenaran dan kehidupan-Nya hidup berdampingan. Jika engkau tidak bisa menemukan sumber kebenaran, engkau tidak akan memperoleh nutrisi kehidupan. Jika engkau tidak bisa mendapatkan penyediaan kehidupan, engkau tentu tidak akan memperoleh kebenaran. Karena itu, terlepas dari berbagai imajinasi dan konsepsi, seluruh tubuhmu tidak akan ada artinya dan hanya akan menjadi daging, dagingmu yang berbau busuk. Ketahuilah bahwa kata-kata dalam buku bukan kehidupan, catatan sejarah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan berbagai doktrin masa lalu tidak bisa menjadi catatan tentang firman yang diucapkan oleh Tuhan saat ini. Hanya hal-hal yang diungkapkan Tuhan ketika Ia datang ke dunia dan tinggal di antara manusia adalah kebenaran, kehidupan, kehendak Tuhan, dan cara kerja-Nya saat ini. Kalau engkau hanya menerapkan catatan tentang firman yang diucapkan Tuhan di masa yang lampau hingga saat ini, engkau adalah arkeolog, dan cara terbaik untuk menggambarkan dirimu adalah seorang ahli dalam warisan sejarah. Itu karena engkau selalu memercayai jejak-jejak pekerjaan yang Tuhan lakukan di masa lalu, hanya memercayai bayangan yang Tuhan tinggalkan ketika dahulu Ia bekerja di antara manusia, dan hanya memercayai jalan yang Tuhan berikan kepada para pengikut-Nya di masa yang lampau. Engkau tidak memercayai arah pekerjaan Tuhan saat ini, tidak memercayai dukungan Tuhan yang dahsyat saat ini, dan tidak memercayai jalan kebenaran yang diungkapkan Tuhan saat ini. Jadi, engkau sudah pasti pemimpi di siang bolong yang terputus sepenuhnya dari kenyataan. Jika kini engkau masih memegang teguh perkataan yang tidak mampu memberikan kehidupan bagi manusia, engkau ibarat kayu mati, tidak bisa ditolong lagi,[a] karena engkau terlalu konservatif, terlalu keras kepala, terlalu banyak beralasan!" ("Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Kristus akhir zaman membawa kehidupan, dan membawa jalan kebenaran yang abadi dan tidak berkesudahan. Kebenaran ini adalah jalan yang memungkinkan manusia memperoleh kehidupan, dan satu-satunya jalan untuk manusia mengenal Tuhan dan menjadi berkenan di hadapan Tuhan. Apabila engkau tidak mencari jalan kehidupan yang disediakan Kristus akhir zaman, engkau tidak akan pernah berkenan di hadapan Yesus, dan tidak akan pernah memenuhi syarat untuk memasuki gerbang kerajaan surga, karena engkau adalah boneka dan tawanan sejarah. Mereka yang dikendalikan oleh peraturan-peraturan, oleh huruf-huruf tertulis, dan terbelenggu oleh sejarah tidak akan bisa memperoleh kehidupan, dan tidak akan pernah mendapatkan jalan hidup yang kekal. Itu terjadi karena mereka hanya memiliki air keruh yang tidak mengalir selama ribuan tahun, dan bukan air kehidupan yang mengalir dari takhta. Mereka yang tidak menerima air kehidupan selamanya akan tetap menjadi jasad, boneka Iblis, dan anak-anak neraka. Lalu, bagaimana mereka bisa melihat Tuhan? Jika engkau hanya mencoba memegang teguh masa lalu, hanya berusaha mempertahankan keadaan apa adanya dengan diam di tempat, dan tidak berupaya mengubah status quo dan menyingkirkan sejarah, bukankah engkau justru menentang Tuhan? Langkah-langkah pekerjaan Tuhan sangat luas dan dahsyat, seperti ombak yang bergulung dan bunyi guruh yang menderu—tetapi engkau hanya duduk dan menunggu kehancuran dengan pasif, mempertahankan kebodohanmu dan tidak melakukan apa pun. Dengan cara seperti ini, bagaimana engkau bisa dianggap sebagai seseorang yang mengikuti jejak langkah sang Anak Domba? Bagaimana engkau bisa menyatakan bahwa Tuhan yang engkau yakini dengan teguh adalah Tuhan yang selalu baru dan tidak pernah usang? Bagaimana tulisan dalam buku-bukumu yang mulai menguning termakan usia bisa membimbingmu menuju zaman baru? Bagaimana buku-buku itu bisa menuntunmu mencari jejak langkah pekerjaan Tuhan? Bagaimana buku-buku itu bisa membawamu ke surga? Yang engkau pegang di tanganmu adalah huruf-huruf tertulis yang hanya bisa memberikan hiburan sementara, bukan kebenaran yang bisa memberikan kehidupan. Firman yang engkau baca hanya dapat memperkaya lidahmu, bukan kata-kata hikmat yang bisa membantumu memahami kehidupan manusia, apalagi jalan yang bisa menuntunmu menuju kesempurnaan. Apakah perbedaan ini tidak memberimu alasan untuk merenung? Bukankah ini membantumu memahami misteri yang terdapat di dalamnya? Mampukah engkau membawa dirimu ke surga untuk bertemu Tuhan dengan caramu sendiri? Tanpa kedatangan Tuhan, bisakah engkau membawa dirimu ke surga untuk menikmati kebahagiaan keluarga bersama Tuhan? Apakah sekarang engkau masih bermimpi? Jika demikian, Aku menyarankan agar engkau berhenti bermimpi, dan menyaksikan siapa yang sedang bekerja, melihat siapa yang sedang melakukan pekerjaan menyelamatkan manusia pada akhir zaman. Kalau engkau tidak melakukan itu, engkau tidak akan bisa menemukan kebenaran, dan tidak akan memperoleh kehidupan" ("Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Mereka yang berharap memperoleh kehidupan tanpa mengandalkan kebenaran yang diucapkan oleh Kristus adalah orang-orang paling konyol di bumi, dan mereka yang tidak menerima jalan kehidupan yang diberikan oleh Kristus hanyut dalam fantasi. Maka Aku mengatakan bahwa orang-orang yang tidak menerima Kristus akhir zaman selamanya akan dibenci Tuhan. Kristus adalah pintu gerbang manusia menuju kerajaan pada akhir zaman, yang tidak bisa dilewati siapa pun. Tidak seorang pun akan disempurnakan oleh Tuhan kecuali melalui Kristus. Engkau percaya kepada Tuhan, karena itu, engkau harus menerima firman-Nya dan mematuhi jalan-Nya. Engkau berpikir memperoleh berkat tanpa menerima kebenaran, atau menerima bekal kehidupan. Kristus datang pada akhir zaman agar semua yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya akan menerima kehidupan. Pekerjaan-Nya adalah untuk mengakhiri zaman lama dan memasuki zaman yang baru, dan inilah jalan yang harus ditempuh oleh semua orang yang ingin memasuki zaman baru. Kalau engkau tidak bisa mengakui-Nya, malah mengutuk, menghujat, atau bahkan menganiaya Dia, maka engkau akan dibakar dalam keabadian, dan tidak akan pernah memasuki kerajaan Tuhan" ("Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus akhir zaman, menyatakan kebenaran yang menyelamatkan manusia. Firman ini berlimpah, menyeluruh, dan mengandung berkat yang Tuhan sediakan. Itu membuka mata kita dan memperkaya pengetahuan kita, memungkinkan untuk melihat bahwa Kristuslah kebenaran, jalan, dan hidup. Kristuslah jalan hidup yang kekal. Firman yang telah diungkapkan Tuhan di Zaman Kerajaan jauh melampaui yang dikatakan selama Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia. Terutama, seperti "Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia. Tuhan membuat diri-Nya dikenal oleh seluruh umat manusia. Ini juga pertama kalinya umat manusia mendengar ucapan Sang Pencipta kepada semua manusia. Ini mengirimkan gelombang kejut ke seluruh alam semesta, dan membuka mata manusia. Ini pekerjaan penghakiman di depan takhta putih yang agung di akhir zaman. Zaman Kerajaan adalah zaman ketika Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman, dan zaman ketika watak benar Tuhan dimanifestasikan untuk seluruh umat manusia. Jadi, di Zaman Kerajaan, Tuhan menyatakan firman-Nya, menghakimi, dan menyempurnakan manusia. Dia mengirimkan bencana, memberi upah bagi yang baik, dan menghukum orang jahat. Dia menyatakan kebenaran, keagungan, dan murka Tuhan kepada manusia. Kebenaran Tuhan Yang Mahakuasa untuk memurnikan, menyelamatkan, dan menyempurnakan adalah jalan hidup kekal yang Tuhan berikan kepada manusia di akhir zaman. Kebenaran ini adalah air sungai kehidupan yang mengalir dari takhta. Jadi, dalam iman kepada Tuhan, jika ingin mendapatkan hidup kekal, dan diangkat masuk ke kerajaan surga, orang harus menerima pekerjaan penghakiman dari Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus di akhir zaman, serta penghakiman dan penghukuman dari firman-Nya. Jadi, kita memperoleh pekerjaan Roh Kudus, mengerti dan memperoleh kebenaran, mencapai pemurnian, dan diselamatkan. Mereka yang menjalani penghakiman dan hukuman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman berhak masuk ke kerajaan Tuhan. Ini kenyataan yang mutlak! Jika kita terus berpegang pada pemikiran agamawi kita sendiri, pada akhirnya kitalah yang rugi. Para gadis bijaksana hanya fokus mencari kebenaran dan mendengarkan firman Tuhan, tetapi gadis-gadis bodoh hanya menyimpan Alkitab dan konsep serta imajinasi mereka, dan tidak mencari kebenaran atau mendengarkan suara Tuhan. Kemudian suatu hari, mereka pasti akan jatuh ke bencana dan menangis serta mengertakkan giginya, dan penyesalan bahkan akan sia-sia. Jadi, semua yang tidak menerima Tuhan Yang Mahakuasa akan tertimpa bencana dan dihukum. Inilah yang ditetapkan Tuhan, dan tidak ada yang bisa mengubahnya. Khususnya bagi mereka yang mengutuk pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, yang telah diungkapkan oleh Tuhan sebagai antikristus di akhir zaman—orang-orang itu akan menderita hukuman kekal dan tidak lagi memiliki kesempatan bertemu Tuhan. Sudah jelas, pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman adalah memisahkan manusia, untuk menentukan kesudahan orang, dan untuk mengakhiri zaman. Kita menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, kita sungguh mendapatkan anugerah dan belas kasih-Nya. Ini pengangkatan terakhir oleh Tuhan! Kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa!

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Catatan kaki:

a. Sepotong kayu mati: pepatah Tiongkok yang artinya "tidak dapat ditolong lagi".

Sebelumnya:Pertanyaan 22: Tuhan Yesus dipaku pada kayu salib sebagai korban penghapus dosa bagi manusia, dan dengan demikian menebus kita dari dosa. Jika kita menyimpang dari Tuhan Yesus dan percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, bukankah ini merupakan pengkhianatan terhadap Tuhan Yesus? Bukankah ini suatu kemurtadan?

Selanjutnya:Pertanyaan 24: Engkau bersaksi bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan yang berinkarnasi, yang saat ini sedang melakukan pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman. Akan tetapi, para pendeta dan penatua agama berkata bahwa pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa sebenarnya adalah pekerjaan manusia, dan selain itu, banyak orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus juga berkata bahwa Kekristenan itu sendiri hanyalah kepercayaan kepada seorang manusia. Kami masih tidak dapat memahami apa sebenarnya perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia; jadi, mohon persekutukan hal ini dengan kami.

media terkait