Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pertanyaan 22: Tuhan Yesus dipaku pada kayu salib sebagai korban penghapus dosa bagi manusia, dan dengan demikian menebus kita dari dosa. Jika kita menyimpang dari Tuhan Yesus dan percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, bukankah ini merupakan pengkhianatan terhadap Tuhan Yesus? Bukankah ini suatu kemurtadan?

Jawaban:

Pada akhir zaman sekarang ini, saat Tuhan telah melakukan pekerjaan baru dan menggunakan nama yang baru, apakah kita sedang mengkhianati Tuhan ataukah mengikuti pekerjaan Tuhan saat kita meninggalkan nama Yesus dan menerima nama Tuhan Yang Mahakuasa? Ketika Tuhan memulai pekerjaan yang baru, manusia hanya bisa diselamatkan dengan mengikuti pekerjaan Tuhan. Ini benar. Kita bisa melihat dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, alasan Tuhan mengadopsi nama Tuhan Yang Mahakuasa adalah terkait dengan pekerjaan yang dilakukan di akhir zaman dan watak yang diungkapkan oleh Tuhan. Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Ketika Tuhan menjadi daging kali ini, pekerjaan-Nya untuk mengungkapkan watak-Nya, terutama melalui hajaran dan penghakiman. Dengan landasan ini, Ia membawa lebih banyak kebenaran kepada manusia, menunjukkan lebih banyak cara praktis, sehingga dapat mencapai tujuan-Nya untuk menaklukkan dan menyelamatkan manusia dari wataknya yang rusak. Inilah landasan di balik pekerjaan Tuhan pada Zaman Kerajaan" (Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Pekerjaan Tuhan di akhir zaman adalah untuk menghakimi dan menghajar manusia yang rusak, menempatkan orang-orang menurut jenisnya masing-masing, dan mengakhiri zaman. Karena penebusan Tuhan Yesus, dosa-dosa kita diampuni. Namun tidak dapat disangkali, kita belum sepenuhnya melepaskan diri dari dosa. Watak kita masih congkak, egois, serakah, culas, dan jahat. Kita terjebak dalam lingkaran setan yang terdiri dari berbuat dosa di siang hari dan bertobat di malam hari, bergantung pada kasih karunia untuk keselamatan. Jadi, untuk menyelamatkan kita sepenuhnya, Tuhan berfirman di akhir zaman dengan watak-Nya yang benar, megah, dan tak dapat disinggung, serta melakukan pekerjaan baru-Nya, yaitu penghakiman, hajaran, penaklukan, dan penahiran manusia, membawa kepada kita sebuah zaman yang sama sekali baru—Zaman Kerajaan. Tahap pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan di akhir zaman tidak memperlihatkan mukjizat. Semuanya dicapai oleh firman. Dosa, pemberontakan, dan ketidakbenaran manusia dihakimi dan dihajar oleh firman Tuhan, dengan demikian menahirkan manusia dan menjadikan manusia sempurna sepenuhnya, yang darinya kita dapat melihat bahwa Tuhan begitu mahakuasa dan bijaksana. Tuhan memang adalah Tuhan Yang Mahakuasa itu sendiri. Tuhanlah yang menciptakan segala sesuatu dan menguasai segalanya! Jadi orang-orang bersujud di hadapan Tuhan dan menyembah Tuhan. Pada saat yang sama, nama Tuhan Yang Mahakuasa dipakai untuk menyelesaikan sepenuhnya upaya perang enam ribu tahun melawan Iblis.

Pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan di akhir zaman juga merupakan pekerjaan memisahkan orang-orang menurut jenisnya masing-masing. Ini menggenapi nubuat dalam 1 Petrus 4:17, "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan." Ini juga menggenapi nubuat tentang membedakan domba dari kambing, gandum dari lalang, dan hamba yang baik dari hamba yang jahat. Ini adalah pekerjaan yang dilakukan Tuhan di akhir zaman. Kita akan memahaminya setelah membaca beberapa ayat dari firman Tuhan yang Mahakuasa.

"Pekerjaan di akhir zaman bertujuan untuk memisahkan segala sesuatu menurut jenisnya, untuk mengakhiri rencana pengelolaan Tuhan, karena waktunya sudah makin dekat dan hari Tuhan telah tiba. Tuhan membawa semua yang telah memasuki kerajaan-Nya, yaitu mereka yang telah setia kepada-Nya sampai akhir, ke dalam zaman Tuhan sendiri. Namun, sampai datangnya zaman Tuhan itu sendiri, pekerjaan yang akan Tuhan lakukan bukanlah untuk mengamati perbuatan-perbuatan manusia atau menyelidiki kehidupan manusia, tetapi menghakimi pemberontakannya, karena Tuhan akan menyucikan semua orang yang datang ke hadapan takhta-Nya. Semua orang yang telah mengikuti jejak kaki Tuhan sampai hari ini adalah mereka yang telah datang ke hadapan takhta Tuhan, dengan demikian, setiap orang yang menerima tahap terakhir pekerjaan Tuhan menjadi sasaran penyucian Tuhan. Dengan kata lain, semua orang yang menerima tahap terakhir pekerjaan Tuhan menjadi sasaran penghakiman Tuhan.

"'Penghakiman' dalam firman yang dibicarakan sebelumnya—penghakiman akan dimulai di rumah Tuhan—mengacu pada penghakiman yang Tuhan jatuhkan sekarang ini kepada mereka yang datang ke hadapan takhta-Nya di akhir zaman" ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Hanya melalui hajaran dan penghakimanlah kesudahan semua makhluk ciptaan bisa diungkapkan. Manusia hanya menunjukkan watak aslinya ketika ia dihajar dan dihakimi. Yang jahat akan dikumpulkan bersama yang jahat, yang baik dengan yang baik, dan semua manusia akan dikelompokkan berdasarkan jenis mereka. Melalui hajaran dan penghakiman, kesudahan semua ciptaan akan diungkap, sehingga yang jahat bisa dihukum dan yang baik diberikan upah, dan semua orang menjadi tunduk di bawah kekuasaan Tuhan. Semua pekerjaan ini harus dicapai melalui hajaran dan penghakiman yang benar. Karena kerusakan manusia telah mencapai puncaknya dan ketidakpatuhan mereka semakin parah, hanya watak Tuhan yang benar, yang pada prinsipnya adalah termasuk hajaran dan penghakiman serta diungkapkan di akhir zaman—yang bisa benar-benar mengubahkan dan menyempurnakan manusia. Hanya watak ini yang bisa menyingkap kejahatan dan menghukum semua yang tidak benar dengan keras. Oleh karena itu, watak seperti ini dijiwai dengan makna yang temporal, dan pengungkapan serta pergelaran watak-Nya dinyatakan demi kepentingan pekerjaan setiap zaman yang baru. Namun, tidak berarti bahwa Tuhan menyatakan watak-Nya secara sewenang-wenang dan tanpa makna. Andaikan dalam menyingkapkan kesudahan manusia selama akhir zaman, Tuhan masih menganugerahi manusia dengan belas kasihan dan kasih yang tak terhingga dan terus mengasihinya; tidak memperhadapkan manusia dengan penghakiman yang benar, melainkan menunjukkan toleransi, kesabaran, dan pengampunan kepadanya dan mengampuni manusia tanpa peduli betapa beratnya dosa mereka dan tanpa penghakiman yang benar sedikit pun: kapankah semua pengelolaan Tuhan akan diakhiri? Kapankah watak seperti itu dapat menuntun orang ke tempat tujuan yang pantas bagi umat manusia? Misalkan saja, ada seorang hakim, yang selalu mengasihi, seorang hakim yang berwajah ramah dan berhati lembut. Dia panjang sabar dan selalu mengasihi orang tanpa memandang bulu dan tanpa memandang kejahatan yang mungkin dilakukannya. Dapatkah ia memberi putusan yang benar dalam penghakiman? Selama akhir zaman, hanya penghakiman yang benar yang dapat mengelompokkan manusia menurut jenisnya dan membawa manusia ke dalam dunia baru. Dengan kata lain, seluruh zaman diakhiri melalui watak Tuhan yang benar, yakni menghakimi penghakiman dan hajaran" ("Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Firman Tuhan dengan jelas memberi tahu kita bahwa pekerjaan utama Tuhan di akhir zaman adalah menempatkan segala sesuatu sesuai dengan jenisnya masing-masing. Ini juga merupakan pekerjaan menghakimi dan menghajar manusia oleh firman, menghakimi dosa manusia dan menghajar pemberontakan dan ketidakbenaran manusia, mengubah manusia, dan membuat manusia sempurna sepenuhnya. Semua orang yang menerima dan menaati pekerjaan Tuhan di akhir zaman adalah sasaran penghakiman dan penahiran Tuhan. Hanya penghakiman Tuhan yang benarlah yang bisa menyelamatkan manusia, menyempurnakan manusia, dan membawanya ke alam yang baru. Dan Yesus Juru Selamat yang penuh kasih dan penyayang hanya melakukan pekerjaan mengampuni dosa manusia. Dia tidak melakukan pekerjaan menahirkan dan mengubah manusia, apalagi memisahkan orang-orang menurut jenisnya masing-masing. Karena itu, hanya dengan menerima pekerjaan penghakiman dan hajaran oleh firman Tuhan Yang Mahakuasa, dengan memuliakan nama Tuhan Yang Mahakuasa, barulah manusia dapat menerima keselamatan penuh dari Tuhan. Jika kita menjunjung tinggi nama Tuhan Yesus tetapi menolak nama Tuhan Yang Mahakuasa, kita tidak akan menerima kebenaran dan keselamatan bagi manusia dari Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman.

Dikutip dari "Jawaban atas Pertanyaan Skenario"

Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yahweh, yang dahulu menyerukan hukum Taurat untuk memandu hidup umat manusia. Dia juga adalah Tuhan Yesus, yang dipaku di kayu salib untuk menebus umat manusia. Pekerjaan penghakiman yang dilakukan Tuhan Yang Mahakuasa, pekerjaan penebusan yang dilakukan Tuhan Yesus, dan hukum Taurat yang dikeluarkan Tuhan Yahweh, semuanya dilakukan oleh Tuhan yang sama; sesuai dengan rencana-Nya sendiri dan sesuai dengan kebutuhan umat manusia, Tuhan menyelamatkan manusia langkah demi langkah.

Pada zaman sekarang, menerima nama Tuhan Yang Mahakuasa bukanlah berarti kita tidak bersyukur kepada Tuhan Yesus, ataupun mengkhianati Dia. Sebaliknya, itu berarti kita sedang mengikuti jejak langkah Anak Domba, berpegang teguh pada jalan Tuhan dan dengan setia mengikuti Dia, dan hanya dengan demikianlah, kita akan diperkenan oleh Tuhan. Sebagaimana dikatakan dalam Wahyu 14:4: "Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia, sebagai buah sulung bagi Tuhan dan Anak Domba." Orang-orang yang bersikeras dengan nama Yesus dan menolak menerima nama Tuhan Yang Mahakuasa hanya akan menjadi pengkhianat Tuhan dan akan disingkirkan oleh-Nya. Pada saat ketika Tuhan datang untuk melakukan pekerjaan-Nya dengan nama Yesus, murid-murid yang menerima pekerjaan baru Tuhan dan mengikuti Tuhan Yesus, tidak meninggalkan jalan yang benar, juga tidak mengkhianati Tuhan Yahweh. Pada kenyataannya, mereka telah mengikuti jejak langkah Tuhan dan merupakan orang-orang yang setia kepada Tuhan, sedangkan orang-orang Farisi, yang menganggap diri mereka setia kepada Tuhan Yahweh, dan bersikeras dengan nama Yahweh saja, mereka justru menolak Tuhan Yesus. Akibatnya bukan saja mereka gagal mendapat pujian dari Tuhan Yahweh, tetapi mereka juga menjadi sasaran kutukan dan hukuman Tuhan. Oleh karena itu, kita harus belajar dari kegagalan orang-orang Farisi. Kita harus menerima nama Tuhan Yang Mahakuasa dan mengikuti jejak langkah pekerjaan Tuhan. Ini satu-satunya jalan untuk kita dapat menerima keselamatan Tuhan.

Dikutip dari "Jawaban atas Pertanyaan Skenario"

Sebelumnya:Pertanyaan 21: Tertulis di Alkitab: "Yesus Kristus adalah sama kemarin, dan hari ini, dan untuk selama-lamanya" (Ibrani 13:8). Jadi, nama Tuhan tidak pernah berubah! Akan tetapi, engkau mengatakan bahwa Tuhan telah datang lagi pada akhir zaman dengan menggunakan nama yang baru dan Ia disebut Tuhan Yang Mahakuasa. Bagaimana engkau menjelaskan hal ini?

Selanjutnya:Pertanyaan 23: Tuhan Yesus berkata: "Tetapi barangsiapa minum dari air yang Kuberikan kepadanya tidak akan pernah haus lagi; tetapi air yang akan Kuberikan kepadanya itu akan menjadi sumur mata air di dalam dirinya, yang memancar terus hingga kehidupan yang kekal" (Yohanes 4:14). Kebanyakan orang mengira bahwa Tuhan Yesus telah memberikan kita jalan hidup yang kekal, tetapi aku telah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa ini: "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal." Apa maksud dari semua ini? Mengapa dikatakan bahwa hanya Kristus pada akhir zaman yang dapat memberi kepada manusia jalan hidup yang kekal?

MediaTerkait