Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pertanyaan 21: Tertulis di Alkitab: "Yesus Kristus adalah sama kemarin, dan hari ini, dan untuk selama-lamanya" (Ibrani 13:8). Jadi, nama Tuhan tidak pernah berubah! Akan tetapi, engkau mengatakan bahwa Tuhan telah datang lagi pada akhir zaman dengan menggunakan nama yang baru dan Ia disebut Tuhan Yang Mahakuasa. Bagaimana engkau menjelaskan hal ini?

Jawaban:

Alkitab berkata, "Yesus Kristus adalah sama kemarin, dan hari ini, dan untuk selama-lamanya" (Ibrani 13:8). Ini mengacu pada fakta bahwa watak Tuhan dan esensi-Nya adalah kekal dan tidak berubah. Ini bukan berarti bahwa nama-Nya tidak akan berubah. Mari kita melihat firman Tuhan Yang Mahakuasa.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Ada orang yang mengatakan bahwa Tuhan itu tidak berubah. Memang benar, tetapi ini mengacu pada ketidakberubahan watak Tuhan dan hakikat-Nya. Perubahan nama dan pekerjaan-Nya tidak membuktikan bahwa hakikat-Nya berubah. Dengan kata lain, Tuhan selamanya adalah Tuhan dan tidak akan pernah berubah. Jika engkau mengatakan bahwa pekerjaan Tuhan tidak berubah, mungkinkah rencana pengelolaan enam ribu tahun-Nya akan dapat diselesaikan-Nya? Engkau sekadar tahu bahwa Tuhan selamanya tidak berubah, tetapi apakah engkau tahu bahwa Tuhan selalu baru dan tidak pernah tua? Jika pekerjaan Tuhan tidak berubah, dapatkah Dia memimpin umat manusia hingga ke masa sekarang? Jika Tuhan tidak berubah, lalu mengapa Dia telah melakukan pekerjaan dua zaman? ... firman 'Tuhan selalu baru dan tidak pernah tua' merujuk pada pekerjaan-Nya, dan firman 'Tuhan itu tidak berubah' merujuk pada apa yang dimiliki-Nya dan siapa Ia. Terlepas dari itu, engkau tidak dapat membuat pekerjaan enam ribu tahun bergantung pada satu titik, atau membatasinya dengan kata-kata mati. Hal seperti itu merupakan kebodohan manusia. Tuhan tidak sesederhana yang dibayangkan manusia dan pekerjaan-Nya tidak dapat tinggal dalam satu zaman saja. Yahweh, misalnya, tidak dapat selalu merepresentasikan nama Tuhan; Tuhan dapat pula melakukan pekerjaan-Nya dalam nama Yesus. Ini menandakan bahwa pekerjaan Tuhan selalu bergerak maju."

"Tuhan tetaplah Tuhan dan tidak akan pernah menjadi Iblis; Iblis tetaplah Iblis dan tidak akan pernah menjadi Tuhan. Hikmat dan keagungan Tuhan, kebenaran dan kemegahan Tuhan tidak akan pernah berubah. Esensi-Nya, apa yang dimiliki-Nya, dan siapa Ia tidak akan pernah berubah. Tetapi, pekerjaan-Nya selalu bergerak maju, selalu lebih mendalam, karena Dia selalu baru dan tidak pernah tua. Tuhan mengenakan nama baru dan melakukan pekerjaan baru di setiap zaman. Demikian pula di setiap zaman Dia mengizinkan makhluk-Nya melihat kehendak-Nya yang baru dan watak-Nya yang baru" ("Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Kita bisa melihat dari firman Tuhan Yang Mahakuasa bahwa Tuhan itu sendiri tidak berubah. Ini mengacu pada watak dan esensi-Nya, bukan nama-Nya. Meskipun Tuhan sudah melakukan pekerjaan berbeda dan telah mengadopsi nama berbeda selama zaman berbeda melalui proses-Nya menyelamatkan umat manusia, esensi-Nya tidak pernah bisa berubah. Tuhan akan selalu menjadi Tuhan. Jadi, tak peduli apakah nama-Nya adalah Yahweh atau Yesus, esensi-Nya tidak pernah berubah. Tuhan yang bekerja selalu adalah Tuhan yang sama. Namun, pada zaman itu, orang-orang Farisi Yahudi tidak tahu bahwa nama Tuhan berubah mengikuti peralihan zaman, dalam pekerjaan-Nya. Mereka percaya bahwa hanya Yahweh yang bisa menjadi Tuhan mereka, Juruselamat mereka, karena di sepanjang zaman mereka telah mempertahankan pendapat mereka bahwa hanya Yahweh adalah Tuhan, dan tidak ada Juruselamat lain selain Yahweh. Akibatnya, ketika Tuhan mengubah nama-Nya dan datang melakukan pekerjaan penebusan dengan nama Yesus, mereka dengan marah mengutuk dan menolak Tuhan Yesus. Pada akhirnya, mereka menyalibkan-Nya, melakukan kejahatan yang keji dan mendapatkan hukuman Tuhan. Begitu juga, sekarang kita ada di akhir zaman, jika kita menyangkal esensi Tuhan dan bahwa ini adalah pekerjaan Tuhan yang sama karena Dia sudah mengubah pekerjaan-Nya dan nama-Nya, maka itu adalah kekonyolan dan kebodohan manusia. Setiap nama yang Tuhan pakai di setiap zaman memiliki makna yang sangat penting dan semua itu sangat berperan dalam penyelamatan umat manusia.

Tuhan selalu baru dan tidak pernah tua. Dia adalah Tuhan yang melingkupi segala sesuatu. Satu nama Tuhan tidak mungkin dapat merepresentasikan keseluruhan diri-Nya. Jadi, sejalan dengan perkembangan zaman, nama-Nya juga berubah. Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Nama Yesus dipakai demi pekerjaan penebusan, maka apakah Dia masih akan dipanggil dengan nama yang sama ketika Dia kembali pada akhir zaman? Apakah Dia akan tetap melakukan pekerjaan penebusan? Mengapa Yahweh dan Yesus adalah satu, tetapi dipanggil dengan nama yang berbeda pada zaman yang berbeda? Bukankah karena zaman pekerjaan Mereka berbeda? Mungkinkah satu nama merepresentasikan Tuhan seutuhnya? Jika demikian, Tuhan harus dipanggil dengan nama yang berbeda pada zaman yang berbeda, dan harus pula menggunakan nama tersebut untuk mengubah dan merepresentasikan zaman tersebut. Karena tiada satu nama pun yang dapat sepenuhnya merepresentasikan Tuhan dan setiap nama hanya dapat merepresentasikan aspek temporal dari watak Tuhan pada zaman tertentu, maka tiada lain kecuali nama-Nya mewakili pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, Tuhan dapat memilih nama apa pun yang sesuai dengan watak-Nya untuk merepresentasikan seluruh zaman" ("Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Mungkinkah nama Yesus—'Tuhan menyertai kita'—merepresentasikan watak Tuhan secara keseluruhannya? Mungkinkah itu sepenuhnya memperjelas Tuhan? Kalau manusia mengatakan bahwa Tuhan hanya dapat disebut Yesus dan mungkin tidak memiliki nama lain karena Tuhan tidak dapat mengubah watak-Nya, maka kata-kata ini benar-benar penghujatan! Apakah engkau percaya bahwa nama Yesus yang berarti Tuhan menyertai kita, cukup untuk merepresentasikan Tuhan secara keseluruhannya? Tuhan mungkin dipanggil dengan banyak nama, tetapi di antara banyak nama ini, tidak ada satu pun yang mampu merangkum semua nama Tuhan, tidak satu pun dapat merepresentasikan Tuhan sepenuhnya. Karena itu, Tuhan memiliki banyak nama, tetapi nama yang banyak ini tidak dapat sepenuhnya memperjelas watak Tuhan karena watak Tuhan sangat kaya sehingga melebihi kemampuan manusia untuk mengenal-Nya. Tidak ada cara bagi manusia selain menggunakan bahasa umat manusia untuk merangkum Tuhan seutuhnya. ... Satu kata atau nama tertentu saja tidak cukup untuk merepresentasikan Tuhan secara menyeluruh. Jadi, apakah menurutmu nama-Nya dapat ditentukan? Tuhan itu begitu agung dan begitu suci, tetapi engkau tidak mengizinkan-Nya untuk mengubah nama-Nya di setiap zaman yang baru? Oleh karena itu, di setiap zaman ketika Tuhan secara pribadi melakukan pekerjaan-Nya sendiri, Dia menggunakan nama yang cocok dengan zaman itu untuk merangkum pekerjaan yang ingin dilakukan-Nya. Dia menggunakan nama khusus yang memiliki makna temporal untuk merepresentasikan watak-Nya pada zaman tertentu. Inilah Tuhan yang menggunakan bahasa umat manusia untuk mengungkapkan watak-Nya sendiri" ("Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Tuhan itu bijaksana, Penguasa yang mahakuasa. Dia besar, Dia berkelimpahan dan Dia meliputi segalanya. Satu nama tertentu tidak mungkin dapat merepresentasikan keseluruhan Tuhan. Selain itu, di setiap zaman, Tuhan hanya melakukan satu bagian dari pekerjaan-Nya dan Dia hanya mengungkapkan sebagian dari watak-Nya. Dia belum mengungkapkan semua yang dimiliki-Nya dan siapa Dia. Jadi, di setiap tahap pekerjaan-Nya, Dia menggunakan nama tertentu untuk menandai makna penting zaman itu untuk merepresentasikan pekerjaan-Nya pada zaman tersebut dan watak yang Dia ungkapkan. Inilah prinsip pekerjaan Tuhan dan inilah alasan utama Dia mengubah nama-Nya.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Nama Tuhan di setiap zaman tidak dapat merepresentasikan keseluruhan diri-Nya, jadi apa makna penting nama Tuhan di setiap zaman? Pertanyaan ini sangat penting. Sekarang, Tuhan Yang Mahakuasa telah memberi kita jawaban atas pertanyaan ini. Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "'Yahweh' adalah nama yang Aku pakai selama pekerjaan-Ku di Israel, dan yang artinya Tuhan orang Israel (bangsa pilihan Tuhan) yang dapat mengasihani manusia, mengutuk manusia, dan membimbing hidup manusia. Yang artinya Tuhan yang memiliki kuasa besar dan penuh dengan hikmat. 'Yesus' adalah Imanuel, dan yang artinya korban penghapus dosa yang penuh kasih, belas kasihan, dan menebus manusia. Ia melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan mewakili Zaman Kasih Karunia, dan hanya dapat mewakili satu bagian rencana pengelolaan. Dengan kata lain, hanya Yahweh-lah Tuhan umat pilihan Israel, Tuhan Abraham, Tuhan Ishak, Tuhan Yakub, Tuhan Musa, dan Tuhan seluruh bangsa Israel. Begitu pula di zaman sekarang ini, semua orang Israel, selain suku Yehuda, menyembah Yahweh. Mereka mempersembahkan korban kepada-Nya di atas mezbah, dan melayani-Nya dengan mengenakan jubah imam di dalam Bait Suci. Yang mereka harapkan adalah penampakan kembali Yahweh. Hanya Yesus-lah Penebus umat manusia. Dialah korban penghapus dosa yang menebus umat manusia dari dosa. Dengan kata lain, nama Yesus berasal dari Zaman Kasih Karunia, dan ada karena pekerjaan penebusan pada Zaman Kasih Karunia. Nama Yesus ada agar orang-orang pada Zaman Kasih Karunia dapat lahir baru dan diselamatkan, dan merupakan nama teristimewa bagi penebusan seluruh umat manusia. Jadi, nama Yesus mewakili pekerjaan penebusan, dan menandai Zaman Kasih Karunia. Nama Yahweh adalah nama teristimewa bagi bangsa Israel yang hidup di bawah hukum Taurat. Di setiap zaman dan setiap tahap pekerjaan, nama-Ku bukan tanpa dasar, tetapi mengandung makna yang bersifat mewakili: Setiap nama mewakili satu zaman. 'Yahweh' mewakili Zaman Hukum Taurat, dan merupakan sebutan kehormatan bagi Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel. 'Yesus' mewakili Zaman Kasih Karunia, dan merupakan nama Tuhan bagi semua orang yang ditebus selama Zaman Kasih Karunia. Jika manusia masih rindu akan kedatangan Yesus sang Juruselamat pada akhir zaman, dan masih berharap Ia datang dalam citra diri yang dikenakan-Nya di Yudea, maka seluruh rencana pengelolaan enam ribu tahun akan terhenti pada Zaman Penebusan, dan tidak dapat bergerak maju lagi. Selanjutnya, akhir zaman tidak akan pernah datang, dan zaman ini tidak akan pernah berakhir. Itu karena Yesus sang Juruselamat hanya dimaksudkan untuk penebusan dan penyelamatan umat manusia. Aku memakai nama Yesus demi semua orang berdosa di Zaman Kasih Karunia, tetapi itu bukan nama yang akan Aku pakai untuk membawa seluruh umat manusia kepada akhirnya" ("Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas 'Awan Putih'" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita telah memahami arti dari nama-nama yang Tuhan pakai di setiap zaman. Pada Zaman Hukum Taurat, nama-Nya adalah Yahweh, dan nama itu merepresentasikan apa yang Dia ungkapkan kepada umat manusia pada zaman itu, yaitu watak kemegahan, murka kutukan dan belas kasih. Kemudian, Tuhan memulai pekerjaan Zaman Hukum Taurat dengan nama Yahweh. Dia memberikan hukum Taurat dan perintah-Nya dan secara resmi memimpin umat manusia yang baru lahir dalam kehidupan mereka di bumi. Dia menuntut manusia untuk taat secara ketat pada hukum Taurat dan belajar untuk menyembah-Nya, menghormati keagungan-Nya Berkat dan kasih karunia akan mengikuti semua orang yang menaati hukum Taurat. Siapa pun yang melanggar hukum Taurat akan dirajam sampai mati, atau akan dihanguskan oleh api dari surga. Itulah sebabnya orang Israel yang hidup di bawah hukum Taurat sangat teguh menjunjung tinggi hukum Taurat dan berpegang pada nama Yahweh yang kudus. Mereka hidup di bawah nama Yahweh selama beberapa ribu tahun, sampai Zaman Hukum Taurat berakhir. Di akhir Zaman Hukum Taurat, karena umat manusia semakin lama menjadi semakin rusak dan mereka semakin banyak berbuat dosa, tidak ada jalan bagi manusia untuk terus berpegang pada hukum Taurat. Semua manusia terus menghadapi bahaya dihukum karena melanggar hukum Taurat, yang menjadi alasan mengapa Tuhan melakukan pekerjaan penebusan-Nya dengan nama Yesus. Dia pun memulai Zaman Kasih Karunia dan mengakhiri Zaman Hukum Taurat, mengungkapkan watak kasih dan belas kasihan-Nya. Dia juga menganugerahkan kasih karunia-Nya yang berlimpah kepada manusia, dan pada akhirnya Dia disalibkan demi manusia, dan dengan demikian menebus manusia dari dosa-dosa mereka. Sejak saat itu, kita mulai berdoa kepada nama Tuhan Yesus dan menghormati nama-Nya yang kudus, menikmati pengampunan-Nya atas dosa kita dan kasih karunia-Nya yang berlimpah. Nama Yesus adalah agar orang pada Zaman Kasih Karunia dapat dilahirkan kembali dan memperoleh keselamatan. Makna nama tersebut adalah menjadi korban penghapus dosa yang penuh belas kasihan dan kasih demi penebusan umat manusia. Nama Yesus merepresentasikan watak-Nya yaitu belas kasihan dan kasih. Dari dua tahap pekerjaan, kita bisa melihat bahwa nama yang Ia pakai di setiap zaman memiliki makna pentingnya sendiri yang sangat khusus. Setiap nama merepresentasikan pekerjaan Tuhan pada zaman itu dan watak yang Dia ungkapkan pada zaman itu. Pada Zaman Kasih Karunia, ketika Tuhan datang, apabila Dia tidak dipanggil Yesus, tapi dipanggil Yahweh, maka pekerjaan Tuhan akan sudah berhenti pada Zaman Hukum Taurat, dan umat manusia yang rusak tak akan pernah memperoleh penebusan Tuhan. Pada akhirnya, manusia akan terus dikutuk dan dihukum karena melanggar hukum Taurat, dan ketika Tuhan datang pada akhir zaman, jika Dia tetap dipanggil Yesus, umat manusia yang rusak hanya bisa mendapatkan penebusan atas dosanya, tapi tidak pernah bisa ditahirkan untuk masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Ini karena orang-orang yang ditebus oleh Tuhan Yesus dosa-dosanya diampuni, tetapi natur dosa dalam batin mereka masih ada. Mereka tetap sering berbuat dosa, sehingga mereka belum sepenuhnya didapatkan oleh Tuhan. Jadi, agar bisa sepenuhnya menyelamatkan umat manusia dari dosa, Tuhan sekarang melakukan tahap pekerjaan selanjutnya untuk sepenuhnya menyucikan dan menyelamatkan umat manusia, di atas fondasi pekerjaan Tuhan Yesus. Nama Tuhan pun kembali berubah karenanya dan menjadi Tuhan Yang Mahakuasa. Mengenai Tuhan dipanggil Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, ini sudah dinubuatkan oleh Tuhan sejak lama. Mari kita membaca Wahyu 1:8: "Akulah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terakhir, firman Tuhan, yang ada sekarang, yang sudah ada, dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." Dan Wahyu 11:16-17: "Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Tuhan di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Tuhan, lalu berkata, Kami bersyukur kepada-Mu, Oh TUHAN Tuhan yang Mahakuasa, yang ada sekarang, yang ada sejak mulanya, dan yang akan datang; karena Engkau telah mengambil bagi-Mu kuasa-Mu yang besar, dan Engkau memerintah." Ini juga dinubuatkan dalam Wahyu 4:8, 16:7, 19:6 dan di banyak bagian lain di Alkitab. Nama baru Tuhan pada akhir zaman adalah Yang Mahakuasa, yaitu Tuhan Yang Mahakuasa.

Tuhan adalah Tuhan yang bijaksana, setiap hal yang Dia lakukan memiliki makna sangat penting. Nama Tuhan Yang Mahakuasa sepenuhnya merepresentasikan pekerjaan-Nya dan watak yang Dia ungkapkan pada akhir zaman. Tanpa Tuhan secara pribadi mengungkapkan misteri ini kepada kita, seberapa pun banyaknya tahun yang kita habiskan untuk membaca Alkitab, kita tidak akan mengetahui hal-hal ini. Mari kita membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa bersama-sama.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Pekerjaan Tuhan dalam keseluruhan pengelolaan-Nya sangat jelas: Zaman Kasih Karunia adalah Zaman Kasih Karunia, dan akhir zaman adalah akhir zaman. Ada perbedaan yang jelas antara setiap zaman karena di setiap zaman Tuhan melakukan pekerjaan yang mewakili zaman itu. Supaya pekerjaan pada akhir zaman dilakukan, harus ada siksa-api, penghakiman, hajaran, murka, dan penghancuran untuk mengakhiri zaman tersebut. Akhir zaman mengacu pada zaman terakhir. Selama zaman terakhir, apakah Tuhan tidak akan mengakhiri zaman tersebut? Untuk mengakhiri zaman, Tuhan harus membawa serta hajaran dan penghakiman bersama-Nya. Hanya dengan cara ini, Dia dapat mengakhiri zaman. Tujuan Yesus adalah supaya manusia dapat terus bertahan hidup, terus hidup, dan manusia boleh hidup dengan cara yang lebih baik. Dia menyelamatkan manusia dari dosa sehingga manusia dapat menghentikan kebobrokannya dan tidak lagi hidup dalam dunia orang mati dan neraka. Dengan menyelamatkan manusia dari dunia orang mati dan neraka, Dia mengizinkan manusia untuk terus hidup. Sekarang, akhir zaman telah tiba. Dia akan memusnahkan manusia dan menghancurkan ras manusia seluruhnya, artinya, Dia akan mengubah pemberontakan umat manusia. Karena alasan ini, mustahil bagi Tuhan dengan watak belas kasihan dan kasih masa lalu untuk mengakhiri zaman, atau membuat rencana pengelolaan enam ribu tahun berhasil. Setiap zaman ditandai dengan representasi khusus watak Tuhan dan di setiap zaman terdapat pekerjaan yang mesti dilakukan Tuhan. Jadi, pekerjaan yang dilakukan Tuhan sendiri di setiap zaman mengandung pengungkapan watak sejati-Nya, dan baik nama-Nya maupun pekerjaan yang dilakukan-Nya berubah seiring zaman; semuanya baru. ... Sebab itu, selama Zaman Hukum Taurat, Yahweh merupakan nama Tuhan, dan pada zaman Kasih Karunia nama Yesus merepresentasikan Tuhan. Selama akhir zaman, nama-Nya adalah Tuhan Yang Mahakuasa—Yang Mahakuasa, yang menggunakan kuasa-Nya untuk membimbing, menaklukkan, dan memperoleh manusia, dan pada akhirnya mengakhiri zaman" ("Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Aku pernah dikenal sebagai Yahweh. Aku juga pernah dipanggil Mesias, dan orang-orang pernah memanggil-Ku Yesus sang Juruselamat karena mereka mengasihi dan menghormati-Ku. Namun saat ini, Aku bukan Yahweh ataupun Yesus yang dikenal orang di masa lampau itu—Aku adalah Tuhan yang datang kembali pada akhir zaman, Tuhan yang akan membawa zaman ini menuju akhir. Aku-lah Tuhan itu sendiri yang bangkit di ujung-ujung bumi, sarat dengan keseluruhan watak-Ku, dan penuh dengan otoritas, hormat, serta kemuliaan. Orang-orang tidak pernah menjalin hubungan dengan-Ku, tidak pernah mengenal-Ku, dan tidak tahu tentang watak-Ku. Sejak penciptaan dunia hingga saat ini, tidak seorang pun pernah melihat-Ku. Inilah Tuhan yang menampakkan diri kepada manusia pada akhir zaman, tetapi tersembunyi di antara manusia. Ia berdiam di antara manusia, benar dan nyata, seperti matahari yang menyala-nyala dan lidah api, penuh dengan kuasa dan sarat akan otoritas. Tidak ada satu orang atau perkara pun yang tidak akan dihakimi oleh firman-Ku, dan tidak satu orang atau perkara pun yang akan luput dari pemurnian melalui nyala api. Pada akhirnya, segala bangsa akan diberkati karena firman-Ku, dan juga dihancurkan berkeping-keping karena firman-Ku. Dengan demikian, semua orang pada akhir zaman melihat bahwa Akulah Juruselamat yang datang kembali, Akulah Tuhan Yang Mahakuasa yang menaklukkan semua umat manusia. Aku pernah menjadi korban penghapus dosa manusia, tapi di akhir zaman, Aku juga menjadi terik matahari yang membakar segala sesuatu, dan juga Matahari kebenaran yang menyingkapkan segala sesuatu. Demikianlah pekerjaan-Ku di akhir zaman. Aku memakai nama ini dan Aku penuh dengan watak demikian supaya semua orang dapat melihat bahwa Akulah Tuhan yang benar, dan matahari yang menyala-nyala, dan lidah api. Supaya semua dapat menyembah-Ku, satu-satunya Tuhan yang benar, dan supaya mereka dapat melihat rupa-Ku yang sejati: Aku bukan hanya Tuhan orang Israel, dan bukan hanya Sang Penebus—Aku adalah Tuhan atas segala ciptaan di seluruh langit dan di seluruh bumi dan di lautan" ("Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas 'Awan Putih'" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Pada akhir zaman, Tuhan sedang melakukan pekerjaan penghakiman-Nya di Zaman Kerajaan di bawah nama Tuhan Yang Mahakuasa. Dia telah mengungkapkan natur umat manusia yang rusak dan menghakimi ketidakbenaran kita melalui firman-Nya sehingga kita bisa mengenal natur kita dan esensi kita dengan membaca firman tersebut, melihat kebenaran tentang betapa dalamnya kita telah dirusak oleh Iblis, memahami akar dari kerusakan kita dan mengetahui watak Tuhan yang benar yang tidak menoleransi pelanggaran manusia. Dia juga menunjukkan jalan dan arah bagi kita untuk mengubah watak kita sehingga kita bisa meninggalkan kejahatan, mengejar kebenaran, mencapai perubahan watak dan diselamatkan oleh Tuhan. Tuhan telah datang untuk melakukan pekerjaan penghakiman dan penyucian umat manusia, membagi manusia sesuai jenisnya, memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat, demi sepenuhnya menyelamatkan umat manusia yang rusak dari dosa dan mengakhiri rencana pengelolaan Tuhan selama enam ribu tahun. Jadi, Tuhan telah menampakkan diri kepada umat manusia pada akhir zaman dengan watak kebenaran, kemegahan dan murka-Nya yang tidak menoleransi pelanggaran. Dia telah secara terbuka memperlihatkan watak yang melekat pada diri-Nya, dan apa yang dimiliki-Nya dan siapa Dia kepada semua orang. Dia telah datang untuk menghakimi dan menghajar kerusakan dan ketidakbenaran umat manusia dengan watak seperti itu, untuk sepenuhnya menyelamatkan kita dari dosa dan memulihkan keserupaan kita dengan manusia yang semula. Dia ingin semua orang tidak hanya melihat hikmat-Nya dalam menciptakan langit, bumi dan segala sesuatu, tetapi terlebih dari itu, melihat hikmat-Nya dalam pekerjaan-Nya yang nyata dalam diri manusia. Dia tidak hanya menciptakan segala sesuatu, tetapi Dia juga berkuasa atas segala sesuatu. Dia tidak hanya mampu menjadi korban penghapus dosa bagi umat manusia, tetapi Ia juga mampu menyempurnakan, mengubah dan menyucikan manusia. Dia adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Tidak seorang pun dapat menyelami keajaiban-Nya atau tindakan-Nya. Jadi, memanggil Tuhan dengan nama-Nya Tuhan Yang Mahakuasa adalah paling cocok. Pekerjaan Roh Kudus sekarang adalah hanya menegakkan pekerjaan yang dilakukan di bawah nama Tuhan Yang Mahakuasa. Siapa pun yang berdoa kepada nama Tuhan Yang Mahakuasa dan sungguh-sungguh menyembah Tuhan Yang Mahakuasa bisa mendapatkan dan menikmati makanan kehidupan yang berlimpah dan penyiraman yang diberikan oleh Tuhan. Jika tidak mereka akan jatuh ke dalam kegelapan dan kehilangan jalan mereka. Saat ini, gereja-gereja yang masih melekat dengan Zaman Kasih Karunia sedang mengalami ketandusan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Orang percaya menjadi acuh tak acuh dalam iman mereka, para pengkhotbah tidak punya bahan khotbah dan orang-orang tidak tergerak ketika berdoa kepada Tuhan. Sebagai tambahan, semakin banyak orang yang tidak tahan menghadapi pencobaan dunia. Alasan utama semua ini adalah karena mereka belum menerima nama Tuhan Yang Mahakuasa dan mereka belum mengikuti pekerjaan baru Tuhan.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Sebelumnya:Pertanyaan 20: Satu aspek dari pekerjaan penebusan Tuhan Yesus adalah mengampuni dan menghapus dosa-dosa kita, sementara aspek lainnya adalah mengaruniakan kepada kita kedamaian dan sukacita serta kasih karunia yang berlimpah. Ini telah menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan adalah Tuhan yang penuh belas kasihan dan kasih sayang. Akan tetapi, engkau bersaksi bahwa Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman, bahwa Ia menyatakan kebenaran dan menghakimi serta menghajar manusia, memangkas dan menangani manusia, mengungkapkan manusia dan menyingkirkan segala jenis orang jahat, roh jahat dan antikristus, yang memungkinkan orang melihat bahwa watak Tuhan yang benar tidak menolerir pelanggaran apa pun. Mengapa watak yang diungkapkan dalam pekerjaan Tuhan Yesus benar-benar berbeda dari watak yang diungkapkan dalam pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa? Bagaimana sebenarnya kita harus memahami watak Tuhan?

Selanjutnya:Pertanyaan 22: Tuhan Yesus dipaku pada kayu salib sebagai korban penghapus dosa bagi manusia, dan dengan demikian menebus kita dari dosa. Jika kita menyimpang dari Tuhan Yesus dan percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, bukankah ini merupakan pengkhianatan terhadap Tuhan Yesus? Bukankah ini suatu kemurtadan?

media terkait