Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

148 Sosok Ibu yang Memudar

1

Hari itu, matahari tenggelam di cakrawala,

orang-orang di jalan bergegas kembali pulang.

Tiba-tiba terlihatlah sebuah sosok yang akrab,

memakai sweater yang aku belikan untuknya bertahun-tahun lalu.

Syal biru muda menutupi mukanya.

Itu ibuku, yang sudah dua tahun tak kutemui, begitu dekat denganku sekarang.

Aku mengedip dan mengedip, tidak ingin air mata mengaburkan pandanganku.

Aku begitu ingin berlari dan memeluknya, mengatakan kepadanya aku baik-baik saja.

Aku mendongak, ada banyak kamera pengawas mengarah ke wajah kami.

Siapa yang tahu berapa banyak polisi preman dan mata-mata berkeliaran.

Oh, Ibu, aku begitu ingin engkau melihatku, bahkan walau sebentar.

Air mata mengaburkan pandanganku,

gambaran punggungnya terpatri di hatiku.

2

Aku benar-benar benci Tiongkok yang diperintah oleh setan.

Ibu ada dalam jangkauan, tetapi kami tidak dapat bertemu satu sama lain.

Oh, Ibu, engkau bahkan tidak melirikku.

tetapi setidaknya aku tahu engkau aman sekarang.

Walau kita ada dalam bahaya,

aku siap menderita untuk membagikan kebenaran dalam hidup ini.

Suatu hari jika aku jatuh ke tangan setan, aku mungkin tidak bisa bertemu denganmu lagi,

tetapi aku tidak akan pernah menyesali pilihanku untuk percaya kepada Tuhan,

aku juga tidak akan melupakan engkaulah yang membawaku ke hadapan Tuhan.

Aku percaya kegelapan akan segera disingkirkan oleh fajar yang menyingsing.

Setelah bencana besar, kerajaan kebenaran Tuhan akan tampak di hadapan mata kita.

Tidak peduli seberapa berbatu jalan di depan, kasih kita kepada Tuhan tidak akan pernah berubah.

Aku melihat ibuku berjalan menjauh, pandanganku kabur karena air mata, aku hanya bisa mengucapkan selamat tinggal dalam hati.

Sebelumnya:Melalui Kemalangan, Kasihku kepada Tuhan Diperkuat

Selanjutnya:Siapa yang Peduli akan Hati Tuhan

media terkait