Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Perkataan Kristus pada Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Antologi dari Empat Bagian Firman Tuhan tentang "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan"

1. Umat manusia, yang sangat dirusak oleh Iblis, tidak mengetahui bahwa Tuhan ada dan tidak lagi menyembah Tuhan. Pada mulanya, ketika Adam dan Hawa diciptakan, kemuliaan dan kesaksian Yahweh selalu ada. Tetapi, setelah dirusak Iblis, manusia kehilangan kemuliaan dan kesaksian Tuhan itu karena setiap orang memberontak terhadap Tuhan dan sama sekali berhenti menghormati-Nya. Tujuan pekerjaan penaklukan hari ini adalah untuk memperoleh kembali semua kesaksian dan kemuliaan itu, dan supaya seluruh manusia menyembah Tuhan sehingga ada kesaksian di antara umat ciptaan. Inilah yang perlu dilakukan dalam tahap pekerjaan ini. Bagaimana tepatnya umat manusia akan ditaklukkan? Caranya adalah dengan menggunakan pekerjaan firman ini untuk meyakinkan manusia sepenuhnya; dengan menggunakan pengungkapan, penghakiman, hajaran, dan kutukan tanpa ampun untuk menundukkan manusia secara total; dan dengan menyingkapkan pemberontakan manusia dan menghakimi perlawanannya sehingga ia dapat mengetahui ketidakbenaran dan kecemaran umat manusia, yang akan digunakan untuk menyoroti watak Tuhan yang benar. Yang terutama, penggunaan firman inilah yang akan menaklukkan dan meyakinkan manusia. Firman adalah sarana untuk menaklukkan umat manusia sepenuhnya, dan semua yang menerima penaklukan harus menerima pukulan dan penghakiman dari firman. Proses berfirman saat ini adalah proses menaklukkan. Bagaimana tepatnya manusia harus bekerja sama? Dengan makan dan minum firman ini secara efektif dan memahaminya. Manusia tidak dapat takluk dengan sendirinya. Engkau semua harus—dengan makan dan minum firman ini—mengetahui kerusakan dan kecemaranmu, pemberontakan dan ketidakbenaranmu, dan tersungkur di hadapan Tuhan. Jika engkau dapat memahami kehendak Tuhan lalu melakukannya, dan lebih jauh lagi, memiliki visi, dan jika engkau dapat mematuhi firman ini seluruhnya dan sama sekali tidak melakukan pilihanmu sendiri, engkau sudah akan ditaklukkan. Dan firman inilah yang sudah menaklukkan engkau. Mengapa umat manusia kehilangan kesaksian? Sebab tidak seorang pun percaya kepada Tuhan atau benar-benar berpegang teguh kepada Tuhan di dalam hatinya. Menaklukkan umat manusia berarti memulihkan imannya. Manusia selalu condong kepada dunia, terlalu banyak berharap, menginginkan terlalu banyak untuk masa depan mereka, dan mempunyai permintaan yang terlalu muluk-muluk. Mereka selalu berpikir dan membuat rencana untuk daging mereka, tetapi tidak pernah tertarik dalam mencari jalan percaya kepada Tuhan. Hati mereka telah dikuasai Iblis, mereka kehilangan rasa hormat akan Tuhan, dan mereka menghambakan hatinya kepada Iblis. Tetapi, manusia diciptakan oleh Tuhan. Karena itu, manusia telah kehilangan kesaksian, artinya, ia telah kehilangan kemuliaan Tuhan. Tujuan penaklukan umat manusia adalah untuk merebut kembali kemuliaan rasa hormat manusia kepada Tuhan.

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

2. Pekerjaan penaklukan saat ini adalah pekerjaan yang dimaksudkan untuk memperjelas hal yang akan menjadi kesudahan manusia. Mengapa Aku berfirman bahwa hajaran dan penghakiman hari ini adalah penghakiman di hadapan takhta putih yang besar di akhir zaman? Tidakkah engkau mengerti ini? Mengapa pekerjaan penaklukan adalah tahap terakhir? Bukankah untuk memperlihatkan bagaimana setiap golongan manusia akan berakhir? Bukankah ini memungkinkan semua orang, dalam proses pekerjaan penaklukan hajaran dan penghakiman, menunjukkan corak aslinya dan sesudah itu dikelompokkan menurut jenisnya? Alih-alih mengatakan bahwa pekerjaan ini menaklukkan umat manusia, akan lebih baik bila mengatakan bahwa pekerjaan ini menunjukkan cara setiap golongan manusia akan berakhir. Demikianlah, pekerjaan ini menghakimi dosa mereka dan kemudian menunjukkan berbagai golongan manusia, dengan demikian memutuskan apakah mereka jahat atau benar. Setelah pekerjaan penaklukan datanglah pekerjaan memberi upah yang baik dan menghukum yang jahat: orang yang sungguh-sungguh taat, artinya ditaklukkan sepenuhnya, akan ditempatkan pada langkah berikutnya untuk menyebarkan pekerjaan itu ke seluruh alam semesta; yang tidak ditaklukkan akan ditempatkan dalam kegelapan dan ditimpa malapetaka. Dengan demikian, manusia akan dikelompokkan menurut jenisnya: para pelaku kejahatan dikelompokkan bersama yang jahat—tidak akan pernah lagi melihat sinar matahari, sedangkan orang benar dikelompokkan bersama yang baik untuk menerima terang dan hidup selamanya dalam terang itu. Akhir dari segala sesuatu sudah dekat, kesudahan manusia telah ditunjukkan secara jelas di depan matanya, dan segalanya akan dikelompokkan menurut jenisnya. Lalu bagaimana orang-orang bisa lolos dari pengelompokan ini? Penyingkapan tentang kesudahan dari setiap golongan manusia dilakukan ketika akhir dari segala sesuatu sudah dekat, dan itu dilakukan selama pekerjaan penaklukan seluruh alam semesta (termasuk semua pekerjaan penaklukan yang dimulai dengan pekerjaan saat ini). Penyingkapan tentang kesudahan dari seluruh umat manusia dilakukan di hadapan takhta penghakiman, dalam proses hajaran, dan dalam proses pekerjaan penaklukan pada akhir zaman. Pengelompokan orang menurut jenisnya tidak mengembalikan orang ke golongan asalnya. Alasannya, karena ketika manusia diciptakan pada saat penciptaan dunia, hanya ada satu jenis manusia, yaitu laki-laki dan perempuan. Tidak ada banyak jenis yang berbeda. Hanya setelah beberapa ribu tahun kerusakan, barulah muncul berbagai golongan manusia: ada yang berada di bawah wilayah kekuasaan setan yang cemar, ada yang di bawah wilayah kekuasaan setan yang jahat, dan beberapa, yang mengikhtiarkan jalan kehidupan, berada di bawah wilayah kekuasaan Yang Mahakuasa. Hanya dengan cara inilah berbagai golongan secara bertahap mulai timbul di antara orang, dan orang memisahkan diri ke dalam beberapa golongan di dalam keluarga besar manusia. Semua orang memiliki bapa leluhur yang berbeda. Tetapi, bukan ini yang menyebabkan setiap orang tidak berada di bawah kekuasaan mutlak Yang Mahakuasa, melainkan pemberontakan manusia yang sudah melampaui batas. Penghakiman yang benar menyingkapkan jati diri setiap corak pribadi, tiada yang dibiarkan tersembunyi. Di dalam terang, corak asli setiap orang terlihat jelas. Pada saat ini, manusia tidak lagi seperti sediakala; kemiripan asli leluhurnya sudah lama lenyap sebab keturunan Adam dan Hawa yang tak terhitung jumlahnya telah lama dikuasai Iblis, tidak pernah lagi mengenal terang surga, dan karena manusia telah dijejali dengan segala macam racun Iblis. Begitulah, orang mendiami tempat-tempat tujuan yang sesuai baginya. Lagi pula, berdasarkan racunnya yang beragam itulah, mereka dikelompokkan menurut jenisnya. Artinya, mereka dipilah berdasarkan sejauh mana mereka ditaklukkan hari ini. Kesudahan manusia bukanlah sesuatu yang telah ditetapkan sejak penciptaan dunia. Alasannya karena pada mulanya hanya ada satu golongan, yang secara kolektif disebut "umat manusia", dan pada mulanya manusia tidak dirusak Iblis, dan mereka semua hidup dalam terang Tuhan tanpa dirundung kegelapan. Tetapi setelah manusia dirusak Iblis, segala corak dan jenis orang yang berasal dari keluarga yang secara kolektif disebut "umat manusia" dan terdiri dari laki-laki dan perempuan menyebar ke seluruh dunia. Mereka semua dituntun oleh leluhur mereka untuk menyimpang dari leluhur mereka terdahulu—umat manusia yang terdiri dari laki-laki dan perempuan (yaitu, Adam dan Hawa mula-mula, leluhur mereka terdahulu). Pada waktu itu, satu-satunya bangsa yang dituntun oleh Yahweh untuk hidup di bumi hanyalah orang Israel. Orang-orang dengan pelbagai corak yang muncul dari seluruh Israel (artinya, dari suku bangsa asli) lantas kehilangan kepemimpinan Yahweh. Bangsa mula-mula ini, buta sama sekali perihal dunia manusia, kemudian pergi bersama leluhur mereka untuk menduduki wilayah yang mereka rebut, sejak itu hingga kini. Begitulah, mereka masih belum paham perihal cara mereka menyimpang dari Yahweh dan bagaimana mereka telah dirusak sampai hari ini oleh segala macam setan yang cemar dan roh-roh jahat. Mereka yang telah dirusak dan diracuni sampai ke akar-akarnya hingga saat ini, yaitu mereka yang pada akhirnya tidak dapat diselamatkan, tidak akan mempunyai pilihan selain pergi bersama leluhur mereka—setan yang cemar yang telah merusak mereka. Mereka yang akhirnya bisa diselamatkan akan pergi ke tempat tujuan umat manusia yang pantas, artinya, sampai akhir yang telah disediakan bagi yang diselamatkan dan ditaklukkan. Segalanya akan dilakukan untuk menyelamatkan semua orang yang dapat diselamatkan, tetapi bagi mereka yang tidak peka, yang tidak dapat disembuhkan, pilihan mereka hanya satu, yaitu menyusul leluhurnya ke dalam jurang hajaran tanpa dasar. Jangan dipikir bahwa kesudahanmu sudah ditetapkan sejak awal dan baru sekarang tersingkap. Kalau engkau berpikir begitu, lupakah engkau bahwa selama penciptaan awal umat manusia, tidak diciptakan kelas Iblis yang terpisah? Lupakah engkau bahwa hanya ada satu jenis umat manusia, terdiri dari Adam dan Hawa (artinya, hanya pria dan wanita) yang telah diciptakan? Jika sejak semula engkau merupakan keturunan Iblis, tidakkah itu berarti bahwa ketika Yahweh menciptakan manusia, diciptakan-Nya pula kelompok Iblis? Mungkinkah Ia melakukan hal seperti itu? Ia telah menciptakan manusia demi kesaksian-Nya; demi kemuliaan-Nya, Ia telah menciptakan manusia. Mengapa Ia dengan sengaja menciptakan suatu kelas keturunan Iblis untuk menentang Dia sebebasnya? Mungkinkah Yahweh melakukan ini? Jika ya, siapakah yang sanggup mengatakan bahwa Ia adalah Tuhan yang benar? Apabila saat ini Aku katakan bahwa sebagian dari engkau sekalian akan pergi bersama Iblis pada akhirnya, itu tidak berarti engkau sudah bersama Iblis sejak awal. Sebaliknya, itu berarti engkau telah tenggelam begitu dalam sehingga kalaupun Tuhan telah mencoba menyelamatkanmu, engkau masih gagal memperoleh keselamatan itu. Tiada pilihan lain kecuali mengelompokkan engkau bersama Iblis. Alasannya adalah semata-mata karena engkau tidak dapat diselamatkan, bukan karena Tuhan tidak berlaku benar terhadap engkau, artinya, bukan karena Tuhan dengan sengaja menetapkan nasibmu sebagai jelmaan Iblis lalu mengelompokkan engkau bersama Iblis dan dengan sengaja menghendaki engkau menderita. Itu bukan makna terdalam dari kebenaran pekerjaan penaklukan. Kalau itu yang engkau yakini, alangkah timpangnya pengertianmu! Tahap akhir penaklukan ditujukan untuk menyelamatkan, juga menyingkapkan kesudahan orang. Selain itu, untuk menyingkapkan kemerosotan orang melalui penghakiman, dan dengan demikian, menjadikan mereka bertobat, bangkit, dan mengejar kehidupan serta jalan kehidupan manusia yang benar. Penaklukan juga ditujukan untuk menggerakkan hati orang yang mati rasa dan bebal, dan untuk menunjukkan pemberontakan batin mereka melalui penghakiman. Meskipun demikian, jika orang masih tidak dapat bertobat, masih tidak dapat mengejar kehidupan manusia yang benar, dan tidak dapat membuang semua kerusakan ini, mereka akan menjadi objek yang akan ditelan Iblis dan tidak akan tertolong. Inilah arti penting penaklukan—untuk menyelamatkan orang dan menunjukkan kesudahan mereka. Akhir baik, akhir buruk—semuanya disingkapkan dengan pekerjaan penaklukan. Entah orang akan diselamatkan atau dikutuk, semuanya tersingkap selama pekerjaan penaklukan.

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

3. Ketika Musa memukul batu, dan air yang dianugerahkan oleh Yahweh tepercik keluar, itu karena imannya. Ketika Daud memainkan kecapi saat memuji-Ku sebagai Yahweh—dengan hati gembira—itu karena imannya. Ketika Ayub kehilangan ternaknya yang memenuhi pegunungan dan segala kekayaan yang tak terkira jumlahnya, dan tubuhnya dipenuhi dengan barah yang busuk, itu karena imannya. Ketika ia dapat mendengar suara-Ku, Yahweh, dan melihat kemuliaan-Ku, Yahweh, itu karena imannya. Bahwa Petrus dapat mengikut Yesus Kristus, itu karena imannya. Bahwa ia bersedia disalibkan demi Aku dan memberikan kesaksian mulia, itu juga karena imannya. Ketika Yohanes melihat citra mulia Anak Manusia, itu karena imannya. Ketika ia melihat penglihatan akan akhir zaman, itu semata-mata karena imannya. Penyebab mengapa begitu banyak bangsa yang disebut Kafir telah memperoleh pewahyuan-Ku, dan menjadi tahu bahwa Aku telah kembali sebagai manusia untuk melakukan pekerjaan-Ku di antara manusia, itu juga karena iman mereka. Semua mereka, yang ditegur oleh firman-Ku yang keras tetapi yang juga dihiburkan olehnya, dan diselamatkan—bukankah mereka menjalaninya karena iman mereka? Orang telah menerima banyak hal melalui iman. Hal yang mereka terima tidak selalu merupakan berkat—untuk merasakan kebahagiaan dan sukacita seperti yang dirasakan Daud, atau untuk memperoleh air yang dianugerahkan Yahweh seperti yang diperoleh Musa. Misalnya, dalam kasus Ayub, ia menerima berkat Yahweh serta cambukan melalui iman. Entah engkau menerima berkat atau menderita cambukan, dua-duanya adalah peristiwa yang penuh berkat. Tanpa iman, engkau tidak akan dapat menerima pekerjaan penaklukan ini, apalagi melihat perbuatan Yahweh yang ditampilkan di depan matamu hari ini. Engkau tidak akan bisa melihat, dan bahkan lebih sedikit lagi yang bisa engkau terima. Semua cambukan, malapetaka, dan penghakiman—jika semuanya ini tidak menimpamu, akankah engkau sanggup menyaksikan perbuatan Yahweh hari ini? Hari ini imanlah yang memungkinkan engkau ditaklukkan, dan dengan ditaklukkan, maka engkau diperkenankan untuk memercayai setiap perbuatan Yahweh. Hanya karena iman, maka engkau menerima hajaran dan penghakiman seperti ini. Melalui hajaran dan penghakiman ini, engkau ditaklukkan dan disempurnakan. Tanpa jenis hajaran dan penghakiman yang engkau terima hari ini, imanmu akan sia-sia karena engkau tidak mengenal Tuhan; tidak peduli sebesar apa pun engkau percaya kepada-Nya, imanmu itu akan tetap menjadi ungkapan kosong yang tidak berpijak pada kenyataan. Hanya setelah menerima jenis pekerjaan penaklukan yang membuatmu patuh sepenuhnya ini, imanmu menjadi benar dan dapat diandalkan dan hatimu berbalik kepada Tuhan. Kalaupun engkau banyak dihakimi atau dikutuk oleh karena kata "iman" ini, engkau memiliki iman yang benar, dan engkau menerima hal yang paling benar, paling nyata, dan paling berharga. Ini karena hanya dalam proses penghakimanlah engkau melihat tempat tujuan akhir semua ciptaan Tuhan; dalam penghakiman inilah engkau mengerti bahwa Pencipta harus dikasihi; dalam pekerjaan penaklukan seperti itulah engkau melihat tangan Tuhan; dalam penaklukan inilah engkau sepenuhnya memahami kehidupan manusia; dalam penaklukan inilah engkau mendapat jalan yang benar dari kehidupan manusia dan akhirnya memahami arti sebenarnya dari "manusia"; hanya dalam penaklukan inilah engkau melihat watak yang benar dari Yang Mahakuasa dan wajah-Nya yang indah dan mulia; dalam pekerjaan penaklukan inilah engkau belajar tentang asal-usul manusia dan memahami seluruh "sejarah abadi" umat manusia; dalam penaklukan inilah engkau memahami leluhur umat manusia dan asal mula kerusakan umat manusia; dalam penaklukan inilah engkau menerima sukacita dan penghiburan sebagaimana penghakiman, disiplin, dan kata-kata teguran yang tak berkesudahan dari Pencipta kepada umat manusia yang diciptakan-Nya; dalam pekerjaan penaklukan inilah engkau menerima berkat, dan engkau menerima malapetaka yang harus diterima manusia ... Bukankah semua ini terjadi karena sedikit imanmu? Setelah memperoleh semua hal ini, tidakkah imanmu telah bertumbuh? Tidakkah engkau sudah memperoleh keuntungan luar biasa? Engkau bukan saja telah mendengar firman Tuhan dan melihat hikmat Tuhan, melainkan juga mengalami secara pribadi setiap langkah pekerjaan itu. Mungkin engkau akan mengatakan bahwa jika tidak beriman, engkau tidak akan menderita hajaran atau penghakiman semacam ini. Tetapi, harus diketahui bahwa tanpa iman, bukan saja engkau tidak akan bisa menerima hajaran atau perhatian semacam ini dari Yang Mahakuasa, melainkan engkau akan selamanya kehilangan kesempatan untuk melihat Sang Pencipta. Engkau tidak akan pernah tahu asal-usul umat manusia dan tidak pernah memahami pentingnya kehidupan manusia. Kalaupun ragamu mati dan jiwamu pergi, engkau tetap tidak akan memahami semua perbuatan Sang Pencipta. Bahkan, sedikit saja yang akan engkau ketahui bahwa Pencipta melakukan pekerjaan yang begitu hebat di bumi setelah Ia menjadikan manusia. Sebagai anggota umat manusia yang dijadikan-Nya, apakah engkau rela jatuh tanpa memahami seperti ini ke dalam kegelapan dan menderita hukuman kekal karena ketidaktahuanmu? Jika engkau memisahkan diri dari hajaran dan penghakiman hari ini, apa yang akan engkau hadapi? Apakah menurutmu setelah terlepas dari penghakiman sekarang, engkau akan dapat terhindar dari kehidupan yang sulit ini? Bukankah jika engkau meninggalkan "tempat ini," yang akan engkau hadapi adalah siksaan keji atau luka menyakitkan oleh iblis? Mungkinkah engkau menghadapi hari-hari siang dan malam yang tak tertahankan? Apakah menurutmu hanya karena engkau lolos hari ini dari penghakiman ini, maka engkau dapat selamanya menghindari siksaan masa depan itu? Apa yang akan menimpamu? Mungkinkah yang sebenarnya engkau harapkan adalah Shangri-La? Apakah menurutmu engkau dapat terhindar diri dari hajaran kekal nanti hanya dengan melarikan diri dari kenyataan seperti yang engkau lakukan saat ini? Setelah hari ini, apakah engkau akan dapat menemukan peluang dan berkat semacam ini lagi? Akankah engkau sanggup menemukannya ketika bencana menimpamu? Akankah engkau sanggup menemukannya ketika seluruh umat manusia memasuki tempat perhentian? Kehidupan bahagiamu saat ini dan keluarga kecilmu yang harmonis—dapatkah keduanya menggantikan tujuan kekalmu di masa depan? Jika engkau memiliki iman yang benar, dan jika engkau memperoleh banyak hal karena imanmu, itulah yang harus engkau—makhluk ciptaan—peroleh dan yang seharusnya engkau miliki pula. Penaklukan semacam inilah yang paling bermanfaat bagi imanmu dan bagi hidupmu.

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

4. Di masa kini, engkau harus menyadari bagaimana agar ditaklukkan, dan bagaimana manusia berperilaku setelah mereka ditaklukkan. Engkau mungkin mengatakan engkau telah ditaklukkan, tetapi bisakah engkau taat sampai mati? Engkau harus mampu mengikuti Dia sampai akhir terlepas dari apakah ada peluang atau tidak, dan engkau tidak boleh kehilangan iman kepada Tuhan dalam lingkungan apa pun. Pada akhirnya, engkau harus mencapai dua aspek kesaksian: kesaksian Ayub—ketaatan sampai mati—dan kesaksian Petrus—kasih yang tertinggi kepada Tuhan. Dalam satu hal, engkau harus seperti Ayub: dia tidak memiliki harta materi, dan sekujur tubuhnya ditimpa rasa sakit, kendati demikian, dia tidak meninggalkan nama Yahweh. Ini adalah kesaksian Ayub. Petrus mampu mengasihi Tuhan sampai mati. Ketika dia meninggal—ketika dia disalib—dia tetap mengasihi Tuhan; dia tidak memikirkan peluangnya sendiri atau mengejar pengharapan yang mulia atau pikiran yang muluk-muluk, dan dia hanya berusaha untuk mengasihi Tuhan dan mematuhi semua pengaturan Tuhan. Itulah standar yang harus engkau capai sebelum engkau dapat dianggap telah menjadi kesaksian, sebelum engkau menjadi orang yang telah disempurnakan setelah ditaklukkan. Hari ini, jika orang benar-benar tahu substansi dan status mereka sendiri, apakah mereka masih mencari peluang dan pengharapan? Yang harus engkau ketahui adalah ini: terlepas dari apakah Tuhan membuatku sempurna atau tidak, aku harus mengikuti Tuhan; semua yang Dia lakukan sekarang adalah baik, dan untuk kepentingan kita, dan agar watak kita dapat berubah dan kita dapat melepaskan diri dari pengaruh Iblis, untuk memungkinkan kita hidup di negeri kecemaran tetapi melepaskan diri dari kenajisan, melepaskan kecemaran dan pengaruh Iblis, untuk memungkinkan kita meninggalkan pengaruh Iblis.

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (2)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

5. Sesungguhnya, kesempurnaan terjadi pada saat yang bersamaan dengan penaklukan: ketika engkau ditaklukkan, efek pertama dari disempurnakan juga tercapai. Jika ada perbedaan antara ditaklukkan dan disempurnakan, itu tergantung tingkat perubahan pada manusia. Ditaklukkan adalah langkah pertama untuk disempurnakan, dan tidak berarti bahwa mereka telah sepenuhnya disempurnakan, atau membuktikan bahwa mereka telah sepenuhnya didapatkan oleh Tuhan. Setelah manusia ditaklukkan, ada beberapa perubahan dalam watak mereka, tetapi perubahan semacam itu jauh berbeda dengan perubahan pada manusia yang telah sepenuhnya didapatkan oleh Tuhan. Saat ini, yang dilakukan adalah pekerjaan awal untuk menyempurnakan manusia—menaklukkan mereka—dan jika engkau tidak dapat mencapai keadaan ditaklukkan, engkau tidak akan memiliki sarana untuk disempurnakan dan sepenuhnya didapatkan oleh Tuhan. Engkau hanya akan mendapatkan beberapa firman hajaran dan penghakiman, tetapi hal-hal tersebut tidak akan mampu mengubah hatimu sepenuhnya. Dengan demikian engkau akan menjadi salah satu dari mereka yang tersingkir; itu tidak ada bedanya dengan melihat hidangan mewah di atas meja tetapi tidak memakannya. Bukankah itu tragis? Maka engkau harus berusaha mewujudkan perubahan: entah ditaklukkan atau disempurnakan, keduanya terkait dengan apakah ada perubahan pada dirimu, dan entah engkau taat atau tidak—dan ini menentukan apakah engkau dapat didapatkan atau tidak oleh Tuhan. Ketahuilah bahwa "ditaklukkan" dan "disempurnakan" semata-mata didasarkan pada tingkat perubahan dan ketaatan, juga pada seberapa murni kasihmu kepada Tuhan. Apa yang dibutuhkan saat ini adalah engkau dapat sepenuhnya disempurnakan, tetapi pada awalnya engkau harus ditaklukkan—engkau harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang hajaran dan penghakiman Tuhan, harus memiliki iman untuk mengikuti-Nya, dan menjadi orang yang berusaha mencapai perubahan dan agar ada hasilnya. Hanya dengan begitu engkau akan menjadi orang yang berusaha disempurnakan. Engkau sekalian harus memahami bahwa dalam proses disempurnakan, engkau akan ditaklukkan, dan dalam proses ditaklukkan, engkau akan disempurnakan. Hari ini, engkau dapat berusaha untuk disempurnakan atau berusaha mencapai perubahan dalam sifat manusia lahiriahmu dan peningkatan kualitasmu, tetapi yang terpenting adalah engkau dapat memahami bahwa segala sesuatu yang Tuhan lakukan saat ini memiliki arti dan bermanfaat: ini memungkinkan engkau yang tinggal di negeri kecemaran untuk melarikan diri dari kecemaran dan melepaskannya, itu memungkinkan engkau untuk mengatasi pengaruh Iblis, dan meninggalkan pengaruh gelap Iblis—dan dengan berfokus pada hal-hal ini, engkau dilindungi di negeri kecemaran ini. Pada akhirnya, kesaksian apa yang akan engkau berikan? Engkau tinggal di negeri kecemaran tetapi bisa menjadi kudus, dan tidak lagi najis dan cemar, engkau hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis tetapi melepaskan diri dari pengaruh Iblis, dan tidak dirasuki atau dilecehkan oleh Iblis, dan engkau hidup di tangan Yang Mahakuasa. Ini adalah kesaksian, dan bukti kemenangan dalam pertempuran melawan Iblis. Engkau dapat meninggalkan Iblis, apa yang engkau hidupi tidak menunjukkan Iblis, tetapi menunjukkan apa yang Tuhan minta agar dicapai manusia ketika Dia menciptakan manusia: kemanusiaan yang normal, rasionalitas yang normal, wawasan yang normal, tekad yang normal untuk mengasihi Tuhan, dan kesetiaan kepada Tuhan. Ini adalah kesaksian yang diberikan oleh makhluk Tuhan.

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (2)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

6. Pekerjaan pada akhir zaman terlepas dari semua aturan, dan terlepas dari apakah engkau dikutuk atau dihukum, selama engkau membantu pekerjaan-Ku, dan bermanfaat bagi pekerjaan penaklukan hari ini, dan terlepas dari apakah engkau adalah keturunan dari Moab atau keturunan naga merah yang sangat besar, selama engkau melakukan tugas dari makhluk Tuhan dalam tahap pekerjaan ini, dan melakukan yang terbaik yang dapat engkau lakukan, maka hasil yang diharapkan akan tercapai. Engkau adalah keturunan naga merah yang sangat besar, dan engkau adalah keturunan Moab; singkatnya, semua yang berasal dari daging dan darah adalah ciptaan Tuhan, dan dibuat oleh Sang Pencipta. Engkau adalah makhluk Tuhan, engkau seharusnya tidak punya pilihan, dan ini adalah tugasmu. Tentu saja, hari ini pekerjaan Sang Pencipta ditujukan kepada seluruh alam semesta. Terlepas dari siapa engkau berasal, intinya engkau adalah salah satu ciptaan Tuhan, engkau sekalian—keturunan Moab—adalah bagian dari ciptaan Tuhan, hanya saja kedudukanmu lebih rendah. Karena hari ini pekerjaan Tuhan dilakukan di antara semua makhluk, dan ditujukan kepada seluruh alam semesta, Sang Pencipta bebas memilih manusia, zat, atau benda untuk melakukan pekerjaan-Nya. Dia tidak peduli dari siapa engkau dahulunya diturunkan; selama engkau adalah salah satu makhluk-Nya, dan selama engkau bermanfaat bagi pekerjaan-Nya—pekerjaan penaklukan dan kesaksian—Dia akan melaksanakan pekerjaan-Nya pada dirimu tanpa keberatan. Ini menghancurkan pemahaman tradisional masyarakat, yaitu bahwa Tuhan tidak akan pernah bekerja di antara orang bukan Yahudi, terutama mereka yang telah dikutuk dan rendah; bagi mereka yang telah dikutuk, generasi mereka selanjutnya akan dikutuk selamanya, mereka tidak akan pernah mendapat peluang keselamatan; Tuhan tidak akan pernah turun dan bekerja di tanah orang bukan Yahudi, dan tidak akan pernah menginjakkan kakinya di tanah yang najis, karena Dia kudus. Semua gagasan ini telah dihancurkan oleh pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Ketahuilah bahwa Tuhan adalah Tuhan bagi semua makhluk, Dia memegang kekuasaan atas langit dan bumi dan segala sesuatu, dan bukan hanya Tuhan orang Israel. Jadi, pekerjaan di Tiongkok ini adalah yang paling penting, dan apakah pekerjaan ini tidak akan menyebar di antara semua bangsa? Kesaksian besar masa depan tidak akan terbatas pada Tiongkok saja; jika Tuhan hanya menaklukkan engkau sekalian, bisakah roh-roh jahat diyakinkan? Mereka tidak mengerti ditaklukkan, atau kekuasaan Tuhan yang dahsyat, dan hanya jika orang-orang pilihan Tuhan di seluruh alam semesta melihat hasil akhir dari pekerjaan ini semua makhluk akan ditaklukkan. Tidak ada yang lebih terbelakang atau rusak daripada keturunan Moab. Hanya jika orang-orang ini dapat ditaklukkan—mereka yang paling rusak, yang tidak mengakui Tuhan atau percaya bahwa ada Tuhan, yang telah ditaklukkan, dan mengakui Tuhan di mulut mereka, memuji-Nya, dan mampu mencintai-Nya—maka ini akan menjadi kesaksian penaklukan. Meskipun engkau semua bukan Petrus, engkau semua hidup dalam citra Petrus, engkau semua mampu memiliki kesaksian Petrus dan Ayub, dan ini adalah kesaksian terbesar. Pada akhirnya engkau akan berkata: "Kita bukan orang Israel, tetapi keturunan Moab yang ditinggalkan, kita bukan Petrus, yang kualitasnya tidak mampu kita capai, atau Ayub, dan kita bahkan tidak bisa dibandingkan dengan tekad Paulus untuk menderita demi Tuhan dan mengabdikan dirinya kepada Tuhan, dan kita sangat terbelakang, dan dengan demikian, kita tidak memenuhi syarat untuk menikmati berkat Tuhan. Tuhan telah mengangkat kita hari ini; jadi kita harus memuaskan Tuhan, dan meskipun kita tidak memiliki cukup kemampuan atau kualifikasi, kita bersedia untuk memuaskan Tuhan—kita memiliki tekad ini. Kita adalah keturunan Moab, dan kita dikutuk. Ini ditetapkan oleh Tuhan, dan kita tidak mampu mengubahnya, tetapi hidup kita dan pengetahuan kita bisa berubah, dan kita bertekad untuk memuaskan Tuhan." Ketika engkau memiliki tekad ini, itu akan membuktikan bahwa engkau telah bersaksi untuk ditaklukkan.

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (2)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

7. Hasil yang akan dicapai dari pekerjaan penaklukan terutama adalah agar daging manusia berhenti memberontak, yaitu, agar pikiran manusia memperoleh suatu pemahaman baru tentang Tuhan, hatinya mematuhi Tuhan sepenuhnya, dan agar dia bertekad untuk hidup demi Tuhan. Bagaimana tabiat atau daging seseorang berubah tidak menentukan apakah dia telah ditaklukkan. Namun, itu terjadi saat pemikiran, hati nurani, dan nalarmu berubah—yaitu, saat seluruh sikap mentalmu berubah—barulah engkau telah ditaklukkan oleh Tuhan. Saat engkau telah bertekad untuk menaati dan mengadopsi mentalitas baru, saat engkau tidak lagi menghadirkan gagasan atau tujuanmu sendiri terhadap firman dan pekerjaan Tuhan, dan saat otakmu bisa berpikir normal, yaitu, saat engkau melakukan jerih payah untuk Tuhan dengan segenap hatimu—orang semacam ini adalah seseorang yang sepenuhnya ditaklukkan. Dalam bidang agama, banyak orang menderita tidak kepalang tanggung sepanjang hidup mereka, menundukkan tubuh mereka atau memikul salib mereka, bahkan menderita dan menanggung sengsara hingga napas terakhir mereka! Beberapa masih berpuasa menjelang kematian mereka. Sepanjang hidup, mereka menolak makanan nikmat dan pakaian bagus, hanya menekankan pada penderitaan. Mereka mampu menaklukkan tubuh mereka dan meninggalkan daging mereka. Semangat mereka dalam menanggung penderitaan patut disanjung. Namun, pemikiran, gagasan, sikap mental, dan tentu saja sifat lama mereka—tidak satu pun dari semua ini sudah ditangani. Mereka tidak memiliki pemahaman sejati tentang diri mereka. Gambaran mental mereka akan Tuhan adalah gambaran mental Tuhan secara tradisi yang abstrak dan samar. Tekad mereka untuk menderita demi Tuhan berasal dari kasih dan sifat positif mereka. Meski mereka percaya kepada Tuhan, mereka tidak memahami Tuhan atau mengetahui kehendak-Nya. Mereka hanya bekerja untuk Tuhan dan menderita demi Dia secara membabi buta. Mereka tidak memberi nilai apa pun pada ketajaman berpikir dan tidak begitu peduli tentang cara memastikan bahwa pelayanan mereka sesungguhnya memenuhi kehendak Tuhan, apalagi mengetahui cara mencapai pemahaman tentang Tuhan. Tuhan yang mereka layani bukan Tuhan dalam gambaran asli-Nya, melainkan Tuhan yang mereka bayangkan, Tuhan yang mereka dengar, atau Tuhan legendaris yang ditemukan dalam banyak tulisan. Mereka lalu menggunakan imajinasi yang jelas dan kesalehan hati mereka untuk menderita demi Tuhan dan melakukan demi Tuhan pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan. Pelayanan mereka sangat tidak tepat, sehingga hampir tidak satu orang pun sungguh melayani Tuhan dengan cara yang memenuhi kehendak-Nya. Terlepas dari seberapa mereka bersedia menderita, perspektif asli mereka terhadap pelayanan dan gambaran mental mereka tentang Tuhan tetap tidak berubah karena mereka belum mengalami penghakiman serta hajaran Tuhan dan pemurnian serta penyempurnaan-Nya, dan karena tidak satu orang pun menuntun mereka dengan kebenaran. Bahkan jika mereka percaya kepada Yesus Sang Juru Selamat, tidak satu pun dari mereka pernah melihat Sang Juru Selamat. Mereka hanya mengenal-Nya melalui legenda dan dari kabar angin. Dengan demikian, pelayanan mereka tidak lebih dari melayani secara acak dengan mata tertutup, seperti seorang buta yang melayani bapanya sendiri. Pada akhirnya apakah yang bisa dicapai melalui pelayanan semacam ini? Dan siapakah yang akan memperkenan hal tersebut? Dari awal hingga akhir, pelayanan mereka tidak pernah berubah sama sekali. Mereka hanya menerima pelajaran buatan manusia dan mendasarkan pelayanan mereka hanya pada kealamian mereka dan apa yang mereka suka. Apakah upah yang bisa didapat dari ini? Bahkan Petrus pun, yang melihat Yesus, tidak tahu bagaimana melayani dalam cara yang memenuhi kehendak Tuhan. Dia baru mulai paham di penghujung hidup dalam usia yang sudah senja. Apa yang bisa dipahami tentang orang-orang buta itu, yang belum mengalami penanganan atau pemangkasan apa pun dan yang tidak memiliki seseorang yang memandu mereka? Bukankah pelayanan banyak orang di antaramu sekalian sekarang ini seperti semua orang buta ini? Mereka semua yang belum menerima penghakiman, belum menerima pemangkasan dan penanganan, dan belum berubah—bukankah mereka belum sepenuhnya ditaklukkan? Apakah kegunaan orang seperti itu? Jika pemikiranmu, pemahamanmu tentang kehidupan, dan pemahamanmu tentang Tuhan tidak menunjukkan perubahan baru dan bahkan tidak menghasilkan sedikit pun hasil nyata, engkau tidak akan pernah mencapai apa pun yang luar biasa dalam pelayananmu! Tanpa visi dan tanpa pemahaman baru tentang pekerjaan Tuhan, engkau tidak bisa menjadi orang yang ditaklukkan. Caramu mengikuti Tuhan akan menjadi seperti mereka yang menderita dan berpuasa—tidak akan banyak memberi faedah! Tentu karena hanya ada sedikit kesaksian dalam apa yang mereka lakukan sehingga Aku mengatakan pelayanan mereka sia-sia! Sepanjang hidup mereka, orang-orang tersebut menderita, menghabiskan waktu dalam penjara, dan pada setiap momen, mereka menanggung sengsara, menekankan pada kasih serta kebaikan hati, dan memikul salib mereka. Mereka difitnah dan ditolak oleh dunia dan sudah mengalami setiap kesukaran. Mereka taat sampai akhir, kendati demikian mereka tidak ditaklukkan, dan mereka tidak dapat memberikan kesaksian tentang sudah ditaklukkan. Mereka sudah sangat banyak menderita, tetapi mereka tidak mengenal Tuhan sama sekali dalam batin. Tidak satu pun dari pemikiran kolot, gagasan lama, penerapan keagamaan, pemahaman buatan manusia, dan ide manusia mereka sudah ditangani. Sama sekali tidak ada pemahaman baru dalam diri mereka. Bahkan tidak sedikit pun pemahaman mereka tentang Tuhan yang benar atau akurat. Mereka telah salah memahami kehendak Tuhan. Bisakah ini disebut melayani Tuhan? Akan tetapi, engkau dahulu memahami Tuhan, misalkan engkau mempertahankannya hari ini dan terus mendasarkan pemahamanmu terhadap Tuhan pada gagasan dan idemu sendiri tidak peduli apa yang Tuhan lakukan. Yaitu, misalkan engkau tidak memiliki pemahaman baru dan benar akan Tuhan dan engkau tidak mengetahui gambaran serta watak sejati Tuhan. Misalkan pemahamanmu tentang Tuhan masih dipandu oleh pemikiran feodal dan bertakhayul serta masih terlahir dari imajinasi serta gagasan manusia. Jika memang demikian, engkau belum ditaklukkan. Tujuan-Ku mengucapkan semua perkataan ini kepadamu sekarang adalah memperkenankan engkau untuk memahami dan menggunakan pengetahuan ini agar menuntunmu menuju pemahaman akurat dan baru. Semua itu juga ditujukan untuk menyingkirkan gagasan usang dan pengetahuan lama yang engkau miliki sehingga engkau bisa memiliki suatu pemahaman baru. Jika engkau sungguh makan dan minum firman-Ku, pemahamanmu akan berubah secara signifikan. Selama engkau mempertahankan hati yang taat saat engkau makan dan minum firman Tuhan, perspektifmu akan berganti. Selama engkau mampu menerima hajaran berulang-ulang, mentalitas lamamu akan berubah secara bertahap. Selama mentalitas lamamu seluruhnya diganti dengan yang baru, pengamalanmu juga akan ikut berubah. Dengan cara ini, pelayananmu akan menjadi semakin tepat sasaran, semakin mampu memenuhi kehendak Tuhan. Jika engkau bisa mengubah hidupmu, pemahamanmu tentang kehidupan, dan banyak gagasanmu tentang Tuhan, kealamianmu akan berkurang secara bertahap. Inilah, dan ini sungguh benar, hasil setelah Tuhan menaklukkan manusia; inilah perubahan yang akan dilihat dalam manusia. Jika dalam percaya kepada Tuhan, semua yang engkau tahu hanyalah menaklukkan tubuhmu serta menanggung sengsara dan menderita, dan engkau tidak jelas apakah yang engkau lakukan benar atau salah, apalagi untuk siapa, bagaimana bisa pengamalan semacam ini mengarah pada perubahan?

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

8. Engkau sekalian harus memahami bahwa apa yang Aku minta dari engkau sekalian bukanlah supaya tubuhmu tetap terbelenggu atau supaya otakmu dikendalikan dan dicegah agar tidak berpikir macam-macam. Ini bukan tujuan dari pekerjaan itu dan bukan pekerjaan yang perlu dituntaskan sekarang juga. Sekarang, engkau sekalian perlu memiliki pemahaman dari sudut positif sehingga engkau bisa mengubah diri. Apa yang sangat perlu engkau sekalian lakukan adalah membekali diri dengan firman Tuhan, yang berarti sepenuhnya membekali diri dengan kebenaran dan visi yang ada di hadapanmu sekarang, dan kemudian beranjak dan melakukannya. Ini tanggung jawabmu sekalian. Aku tidak meminta engkau sekalian untuk mencari dan memperoleh penerangan yang bahkan lebih besar. Saat ini, engkau hanya belum memiliki tingkat pertumbuhan untuk itu. Apa yang dibutuhkan darimu adalah melakukan semua yang engkau sekalian bisa untuk makan dan minum firman Tuhan. Engkau perlu memahami pekerjaan Tuhan dan mengetahui sifatmu, hakikatmu, dan kehidupan lamamu. Engkau sekalian terutama perlu mengetahui penerapan yang salah dan aktivitas manusiawimu di masa lalu. Agar berubah, engkau sekalian harus mulai dengan mengubah pemikiranmu. Pertama, gantilah pemikiran lamamu dengan yang baru, dan biarkan pemikiran barumu mengatur perkataan, tindakan, dan hidupmu. Inilah yang sekarang diminta dari masing-masing engkau sekalian. Jangan melakukan atau mengikuti secara membabi buta. Engkau sekalian harus memiliki dasar dan target. Jangan membodohi diri sendiri. Engkau sekalian harus mengetahui apa sebenarnya tujuan dari imanmu kepada Tuhan, apa yang harus diperoleh dari tujuan itu, dan apa yang seharusnya engkau sekalian masuki sekarang. Sangat penting agar engkau mengetahui semua ini.

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

9. Setelah Tuhan melakukan dua tahap pekerjaan-Nya di Israel, orang Israel serta semua bangsa bukan Yahudi sama-sama menganut gagasan ini: meskipun benar bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu, Dia bersedia menjadi Tuhan atas orang Israel saja, bukan Tuhan atas bangsa-bangsa bukan Yahudi. Orang Israel percaya akan hal-hal berikut: Tuhan hanya bisa menjadi Tuhan kami, bukan Tuhan atas engkau sekalian, bangsa-bangsa bukan Yahudi, dan karena engkau tidak menghormati Yahweh, Yahweh—Tuhan kami—membencimu. Orang Yahudi tersebut lalu memercayai hal ini: Tuhan Yesus menggunakan gambar kami orang Yahudi dan merupakan Tuhan yang menyandang tanda orang Yahudi. Tuhan bekerja di antara kami. Gambar Tuhan dan gambar kami serupa; gambar kami dekat dengan gambar Tuhan. Tuhan Yesus adalah Raja kami orang Yahudi; bangsa-bangsa bukan Yahudi tidak memenuhi syarat untuk menerima keselamatan agung tersebut. Tuhan Yesus adalah korban penghapus dosa bagi kami orang Yahudi. Banyak dari gagasan ini dibentuk oleh orang Israel dan orang Yahudi semata-mata berdasarkan dua tahap pekerjaan tersebut. Mereka secara dominan menyatakan Tuhan bagi diri mereka sendiri, tidak memperkenankan bahwa Tuhan adalah juga Tuhan bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Dengan demikian, Tuhan menjadi suatu celah di hati bangsa-bangsa bukan Yahudi. Ini karena semua orang meyakini bahwa Tuhan tidak ingin menjadi Tuhan atas bangsa-bangsa bukan Yahudi dan bahwa Dia hanya menyukai orang Israel—umat pilihan-Nya—dan Dia menyukai orang Yahudi, terutama para murid yang mengikuti-Nya. Tidakkah engkau tahu bahwa pekerjaan yang Yahweh dan Yesus lakukan adalah demi kelangsungan hidup seluruh umat manusia? Apakah engkau sekarang mengakui bahwa Tuhan adalah Tuhan atas engkau sekalian yang lahir di luar Israel? Bukankah Tuhan ada di sini di tengah-tengah engkau sekalian hari ini? Ini tidak mungkin mimpi, bukan? Apakah engkau sekalian tidak menerima kenyataan ini? Engkau tidak berani memercayai atau memikirkannya. Terlepas dari bagaimana engkau sekalian melihatnya, bukankah Tuhan berada di sini di tengah-tengahmu? Apakah engkau sekalian masih takut memercayai perkataan ini? Mulai hari ini, bukankah semua orang yang ditaklukkan dan semua yang ingin menjadi pengikut Tuhan adalah umat pilihan Tuhan? Bukankah engkau sekalian, yang merupakan para pengikut masa kini adalah umat pilihan di luar bangsa Israel? Apakah statusmu tidak sama dengan status orang Israel? Bukankah ini semua yang harus engkau sekalian kenali? Apakah ini bukan tujuan dari pekerjaan penaklukanmu? Karena engkau sekalian dapat melihat Tuhan, Dia akan menjadi Tuhanmu selama-lamanya, dari awal dan sampai masa depan. Dia tidak akan meninggalkanmu, selama engkau sekalian bersedia mengikuti-Nya dan menjadi ciptaan-Nya yang setia dan taat.

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

10. Apa artinya disempurnakan? Apa artinya ditaklukkan? Kriteria apa yang harus dimiliki seseorang agar dapat ditaklukkan? Kriteria apa yang harus dimiliki seseorang supaya dapat disempurnakan? Baik penaklukan maupun penyempurnaan keduanya bertujuan untuk membentuk manusia supaya ia dapat kembali kepada gambarnya semula dan dibebaskan dari pengaruh Iblis dan dari watak iblisnya yang rusak. Penaklukan lebih dahulu terjadi dalam proses pembentukan manusia, yang artinya proses tersebut adalah langkah pertama dari pekerjaan itu. Penyempurnaan adalah langkah kedua, atau pekerjaan penutup. Setiap manusia harus melewati tahap ditaklukkan. Jika tidak, ia tidak akan bisa mengenal Tuhan dan tidak akan mengetahui bahwa Tuhan itu ada, yang berarti ia tidak akan bisa mengakui Tuhan. Jika seseorang tidak mengakui Tuhan, tidak mungkin baginya untuk dilengkapi Tuhan sebab ia tidak akan memenuhi persyaratan untuk penyelesaian ini. Jika mengakui Tuhan pun tidak, bagaimana mungkin engkau dapat mengenal-Nya? Bagaimana mungkin engkau akan mencari Dia? Engkau juga tak akan bisa menjadi saksi bagi Dia, apalagi memiliki iman untuk memuaskan-Nya. Jadi, bagi setiap orang yang ingin dilengkapi, langkah pertama haruslah melewati pekerjaan penaklukan. Inilah persyaratan pertama. Akan tetapi, baik penaklukan maupun penyempurnaan, masing-masing bertujuan untuk membentuk manusia dan mengubahnya, dan masing-masing adalah bagian dari pekerjaan pengelolaan manusia. Kedua tahap ini diperlukan dalam mengubah seseorang menjadi pribadi yang lengkap. Satu tahap pun tidak boleh dilewatkan. Memang, "ditaklukkan" tidak terlalu enak kedengarannya, tetapi sebenarnya proses penaklukan seseorang adalah proses mengubahkan dirinya. Setelah ditaklukkan, engkau mungkin tidak langsung menyingkirkan semua watakmu yang rusak seluruhnya, tetapi engkau akan menyadarinya. Melalui pekerjaan penaklukan, engkau akan menyadari kemanusiaanmu yang rendah, dan juga mengetahui betapa besar ketidaktaatanmu. Meskipun engkau tak akan bisa membuang atau mengubah watakmu dalam periode pekerjaan penaklukan yang singkat, engkau akan menyadarinya. Hal ini meletakkan dasar untuk penyempurnaanmu. Jadi, penaklukan dan penyempurnaan, keduanya bertujuan untuk mengubah manusia, keduanya dilakukan untuk membersihkan manusia dari watak iblisnya yang rusak sehingga ia dapat menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan. Hanya saja, ditaklukkan memang langkah pertama dalam pengubahan watak manusia dan juga langkah pertama agar manusia dapat memberikan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan, langkah yang lebih rendah dari langkah disempurnakan. Perubahan watak hidup seorang yang telah ditaklukkan masih jauh di bawah perubahan watak hidup orang yang telah disempurnakan. Ditaklukkan dan disempurnakan berbeda maknanya satu dengan yang lain karena keduanya adalah dua fase pekerjaan yang berbeda dan karena keduanya membuat orang berada pada standar yang berbeda. Penaklukan membawa mereka pada standar yang lebih rendah, sementara penyempurnaan membawa mereka pada standar yang lebih tinggi. Orang yang disempurnakan adalah orang benar, orang yang dikuduskan dan dimurnikan. Merekalah perwujudan pekerjaan pengelolaan kemanusiaan, atau hasil akhirnya. Meskipun mereka bukan manusia sempurna, mereka adalah orang-orang yang berupaya menjalani hidup yang berarti. Namun, orang-orang yang ditaklukkan hanya secara lisan saja mengakui bahwa Tuhan itu ada. Mereka mengakui bahwa Tuhan sendiri telah berinkarnasi, bahwa Firman telah menampakkan diri dalam daging, dan bahwa Tuhan telah datang ke bumi untuk melakukan pekerjaan penghakiman dan hajaran. Mereka juga mengakui bahwa penghakiman dan hajaran Tuhan serta pukulan dan pemurnian-Nya semuanya bermanfaat bagi manusia. Artinya, mereka baru mulai memiliki gambar manusia, dan mereka memiliki sedikit pengertian tentang kehidupan, tetapi mereka masih bingung mengenai hal itu. Dengan kata lain, mereka baru mulai memiliki kemanusiaan. Inilah hasil dari ditaklukkan. Ketika orang melangkah pada jalur penyempurnaan, watak lama mereka dapat diubahkan. Bahkan, hidup mereka terus bertumbuh dan mereka secara bertahap masuk lebih mendalam ke dalam kebenaran. Mereka mampu untuk membenci dunia dan membenci semua orang yang tidak mengejar kebenaran. Mereka khususnya membenci diri mereka sendiri, tetapi yang lebih penting, mereka mengenal diri mereka sendiri dengan jelas. Mereka mau hidup sesuai kebenaran dan menjadikan pengejaran mereka akan kebenaran sebagai tujuan. Mereka tidak mau hidup dalam pemikiran yang dihasilkan otak mereka sendiri, dan mereka merasa benci dengan pembenaran diri sendiri, keangkuhan, dan kesombongan manusia. Mereka berbicara dengan sangat memperhatikan apa yang patut, menangani segala sesuatu dengan kearifan dan hikmat, serta setia dan taat kepada Tuhan. Saat mengalami hajaran dan penghakiman, mereka bukan hanya tidak menjadi pasif atau lemah, tetapi mereka bersyukur untuk hajaran dan penghakiman dari Tuhan. Mereka percaya bahwa mereka tak bisa berbuat apa-apa tanpa hajaran dan penghakiman Tuhan. Mereka dapat menerima perlindungan-Nya melalui hajaran dan penghakiman itu. Mereka tidak mengejar iman untuk mendapatkan kedamaian dan sukacita atau iman untuk mendapatkan makanan demi memuaskan rasa lapar mereka. Mereka juga tidak mengejar kesenangan daging yang sementara. Beginilah orang-orang yang telah disempurnakan.

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (4)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

11. Pekerjaan penaklukan yang dilakukan pada engkau sekalian memiliki arti yang paling dalam: Pertama, pekerjaan ini bertujuan untuk menyempurnakan sekelompok orang, artinya, untuk menyempurnakan mereka menjadi sekelompok pemenang, sebagai kelompok pertama yang disempurnakan, yakni buah sulung. Kedua, pekerjaan ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada makhluk ciptaan untuk menikmati kasih Tuhan, menerima keselamatan Tuhan yang terbesar, dan menerima keselamatan penuh dari Tuhan, mengizinkan manusia untuk menikmati bukan hanya kemurahan dan kasih setia, tetapi yang lebih penting, hajaran dan penghakiman. Sejak dari penciptaan dunia sampai sekarang, segala yang Tuhan lakukan dalam pekerjaan-Nya adalah kasih, tanpa kebencian kepada manusia. Bahkan hajaran dan penghakiman yang telah engkau lihat pun adalah kasih, kasih yang lebih sejati dan nyata; kasih ini memimpin orang-orang ke jalan hidup manusia yang benar. Ketiga, pekerjaan itu bertujuan untuk menjadi kesaksian di hadapan Iblis. Keempat, pekerjaan itu bertujuan untuk meletakkan dasar bagi pekerjaan penyebaran Injil di masa mendatang. Semua pekerjaan yang telah Dia lakukan bertujuan untuk memimpin orang di jalan hidup manusia yang benar, supaya mereka dapat menjalani hidup umat manusia yang normal, karena manusia tidak tahu bagaimana seharusnya menjalani hidup. Tanpa pimpinan seperti ini, engkau hanya akan bisa menjalani hidup yang hampa, hanya akan bisa menjalani hidup yang tak bernilai dan tak bermakna, dan sama sekali tidak akan tahu bagaimana bisa menjadi orang yang normal. Inilah arti terdalam dari penaklukan manusia.

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (4)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

12. Engkau sekalian adalah keturunan Moab. Pekerjaan penaklukan yang dilakukan pada engkau sekalian adalah keselamatan besar bagimu. Engkau hidup dalam tempat dosa dan kebejatan. Engkau adalah orang yang bejat dan berdosa. Saat ini, engkau sekalian bukan hanya dapat melihat Tuhan, tetapi yang terlebih penting, engkau telah menerima hajaran dan penghakiman, menerima keselamatan yang sedalam itu, dengan kata lain, menerima kasih Tuhan yang terbesar. Segala yang Dia lakukan adalah kasih sejati bagimu sekalian. Dia tidak memiliki niat jahat. Karena dosamulah Dia menghakimimu, supaya engkau memeriksa dirimu sendiri dan menerima keselamatan yang luar biasa ini. Semua ini dilakukan untuk membentuk manusia. Dari awal sampai akhir, Tuhan telah melakukan semua yang dapat dilakukan-Nya untuk menyelamatkan manusia, dan yang jelas, Dia tidak mau menghancurkan manusia sama sekali, manusia yang Dia ciptakan dengan tangan-Nya sendiri. Kini, Dia telah datang ke antara engkau sekalian untuk bekerja. Bukankah ini bahkan keselamatan yang lebih besar lagi? Jika Dia membencimu, mungkinkah Dia melakukan pekerjaan yang sedemikian besar untuk memimpin engkau sekalian secara pribadi? Untuk apa Dia menderita demikian? Tuhan tidak membencimu atau berniat jahat terhadap engkau sekalian. Engkau harus mengetahui bahwa kasih Tuhan adalah kasih yang paling sejati. Hanya karena ketidaktaatan orang, Dia harus menyelamatkan mereka melalui penghakiman. Jika tidak demikian, mereka tidak akan dapat diselamatkan. Karena engkau sekalian tidak tahu bagaimana seharusnya menjalani kehidupan atau bagaimana seharusnya engkau hidup, dan engkau hidup di tempat yang bejat dan penuh dosa ini dan engkau adalah iblis yang bejat dan kotor, Dia bahkan tak sampai hati membiarkan engkau menjadi lebih bejat lagi. Dia juga tak sampai hati melihat engkau hidup di tempat kotor seperti ini, diinjak-injak oleh Iblis semaunya, tak pula Dia sampai hati membiarkan engkau sekalian masuk ke dalam neraka. Dia hanya ingin menjadikan kelompokmu ini menjadi milik-Nya dan menyelamatkan engkau sekalian sepenuhnya. Inilah tujuan utama-Nya melakukan pekerjaan penaklukan pada engkau sekalian—hanya untuk keselamatanmu.

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (4)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

13. Meskipun hajaran dan penghakiman adalah pemurnian dan penyingkapan yang tak berbelas kasihan bagi manusia, yang dimaksudkan untuk menghukum dosa-dosanya dan menghukum dagingnya, tak satu pun dari pekerjaan ini dimaksudkan untuk mendakwa atau memusnahkan dagingnya. Penyingkapan firman yang berat ini semua bertujuan untuk memimpinmu di jalan yang benar. Engkau sekalian sudah sangat banyak merasakan pekerjaan ini secara langsung dan, jelaslah, pekerjaan ini tidak membawamu ke jalan yang jahat! Semuanya itu memampukanmu untuk menjalani kemanusiaan yang normal. Semuanya itu adalah hal yang dapat dicapai oleh kemanusiaanmu yang normal. Setiap langkah dalam pekerjaan dilakukan sesuai dengan kebutuhanmu, sesuai dengan kelemahanmu, dan sesuai dengan tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya, dan tak ada beban yang terlalu berat dipikulkan kepada engkau sekalian. Meskipun engkau belum dapat melihat hal ini dengan jelas sekarang dan engkau merasa sepertinya Aku terlalu keras kepadamu, meskipun engkau selalu berpikir bahwa alasan Aku menghajar dan menghukummu setiap hari dan mencelamu setiap hari karena Aku membencimu, dan meskipun hal yang engkau terima adalah hajaran dan penghakiman, sebenarnya semua itu adalah kasih kepadamu, serta perlindungan besar bagimu. Jika engkau tak dapat menangkap makna yang lebih dalam dari pekerjaan ini, engkau sama sekali tidak akan dapat maju terus dalam pengalamanmu. Engkau semestinya merasa terhibur karena keselamatan yang seperti ini. Jangan menolak untuk disadarkan. Karena sudah sampai sejauh ini, engkau seharusnya dapat melihat dengan jelas arti penting pekerjaan penaklukan ini. Engkau semestinya tidak lagi mempertahankan pandangan seperti itu!

dari "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (4)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Antologi dari Empat Bagian Firman Tuhan tentang "Misteri Inkarnasi"

Selanjutnya:Kedua Inkarnasi Melengkapi Makna Penting Inkarnasi

media terkait

  • Apakah Engkau Seorang Percaya Sejati?

    Mungkin perjalanan imanmu kepada Tuhan sudah lebih dari satu atau dua tahun, dan mungkin selama bertahun-tahun ini engkau telah mengalami banyak kesul…

  • Dalam Imanmu kepada Tuhan, Engkau Harus Menaati Tuhan

    Mengapa engkau percaya kepada Tuhan? Kebanyakan orang bingung dengan pertanyaan ini. Mereka selalu memiliki dua sudut pandang yang sangat berbeda tent…

  • Tiga Peringatan

    Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, engkau seharusnya setia hanya kepada Dia dalam segala hal dan mampu mengikuti kehendak-Nya dalam segala sesua…

  • Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini

    Mengenal pekerjaan Tuhan di waktu-waktu ini, pada dasarnya, adalah mengenal apa pelayanan utama dari Tuhan yang berinkarnasi pada akhir zaman, dan apa…