Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pertanyaan 20: Satu aspek dari pekerjaan penebusan Tuhan Yesus adalah mengampuni dan menghapus dosa-dosa kita, sementara aspek lainnya adalah mengaruniakan kepada kita kedamaian dan sukacita serta kasih karunia yang berlimpah. Ini telah menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan adalah Tuhan yang penuh belas kasihan dan kasih sayang. Akan tetapi, engkau bersaksi bahwa Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman, bahwa Ia menyatakan kebenaran dan menghakimi serta menghajar manusia, memangkas dan menangani manusia, mengungkapkan manusia dan menyingkirkan segala jenis orang jahat, roh jahat dan antikristus, yang memungkinkan orang melihat bahwa watak Tuhan yang benar tidak menolerir pelanggaran apa pun. Mengapa watak yang diungkapkan dalam pekerjaan Tuhan Yesus benar-benar berbeda dari watak yang diungkapkan dalam pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa? Bagaimana sebenarnya kita harus memahami watak Tuhan?

Jawaban:

Karena Tuhan Yesus melakukan pekerjaan penebusan-Nya di Zaman Kasih Karunia, kita telah melihat bahwa Dia penuh dengan toleransi dan kesabaran, penuh kasih dan rahmat. Selama kita percaya kepada Tuhan Yesus, dosa-dosa kita akan diampuni dan kita akan dapat menikmati kasih karunia Tuhan. Sebagai hasilnya, kita telah yakin bahwa Tuhan adalah Tuhan yang pengasih dan penyayang, bahwa Dia selalu mengampuni manusia dan membebaskan setiap dosa manusia, dan Tuhan selalu memperlakukan kita seperti seorang ibu memperlakukan anak-anaknya, dengan sangat penuh perhatian, tidak pernah menunjukkan kemarahan. Oleh karena itu, banyak orang bingung ketika mereka melihat Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman mengungkapkan kebenaran dan menghakimi manusia dalam bahasa yang keras sehingga dengan jelas memperlihatkan kerusakan manusia tanpa belas kasihan; mereka tidak memahaminya ketika Dia menghukum dan mengutuk orang jahat, antikristus, dan orang-orang Farisi. Mereka merasa bahwa Tuhan tidak seharusnya menggunakan bahasa yang keras untuk menghakimi manusia. Fakta bahwa kita mampu menyembunyikan gagasan-gagasan semacam ini sepenuhnya merupakan hasil dari kurangnya pengetahuan tentang watak yang melekat pada Tuhan. Apa pun watak yang Tuhan ungkapkan di setiap zaman selalu didasari pada kebutuhan pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan umat manusia, dan itu juga ditentukan oleh kebutuhan umat manusia yang rusak. Itu semua demi menebus dan menyelamatkan umat manusia. Jika kita ingin memahami aspek kebenaran ini dan mencapai pengetahuan sejati tentang watak Tuhan, marilah kita membaca beberapa ayat dari firman Tuhan Yang Mahakuasa.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Pekerjaan yang dilakukan Yesus sesuai dengan kebutuhan manusia pada zaman itu. Tugas-Nya adalah menebus umat manusia, mengampuni dosa-dosa mereka, dan karena itu, watak-Nya sepenuhnya rendah hati, sabar, penuh kasih, saleh, mampu menahan diri, murah hati, dan penuh kasih setia. Ia memberkati umat manusia dengan melimpah dan memberikan banyak sekali kasih karunia kepada mereka, serta memberikan semua hal yang dapat mereka nikmati untuk kesenangan mereka: kedamaian dan kebahagiaan, kesabaran dan cinta-Nya, kemurahan dan kasih setia-Nya. Pada masa itu, manusia menemukan begitu banyak hal untuk dinikmati: Hati mereka damai dan tenang, roh mereka dihiburkan, dan mereka ditopang oleh Yesus Sang Juruselamat. Mereka bisa mendapatkan semuanya ini karena mereka hidup pada zaman itu" ("Kisah Sebenarnya di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Di masa lalu, cara keselamatan-Nya adalah menunjukkan kasih dan belas kasihan yang sangat besar, sehingga Dia menyerahkan segala milik-Nya kepada Iblis untuk ditukar dengan seluruh umat manusia. Hari ini tidak seperti masa lalu: hari ini, keselamatanmu terjadi di akhir zaman, di saat masing-masing manusia dikelompokkan menurut jenisnya; cara keselamatanmu bukanlah kasih atau belas kasihan, tetapi hajaran dan penghakiman agar manusia dapat diselamatkan secara menyeluruh" ("Engkau Harus Mengesampingkan Berkat Status dan Memahami Kehendak Tuhan bagi Keselamatan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Dalam pekerjaan terakhir-Nya untuk mengakhiri zaman, salah satu watak Tuhan ialah menghajar dan menghakimi. Dengan watak ini Dia menyingkapkan segala sesuatu yang tidak benar untuk menghakimi semua orang secara terbuka dan menyempurnakan mereka yang mengasihi-Nya dengan hati yang tulus. Watak seperti inilah yang dapat mengakhiri zaman. Akhir zaman telah tiba. Semua makhluk ciptaan akan dikelompokkan menurut jenis mereka, dan dibagi ke dalam kategori berbeda berdasarkan sifat mereka. Ini saat ketika Tuhan mengungkap kesudahan manusia dan tempat tujuan mereka. Jika manusia tidak mengalami hajaran dan penghakiman, tidak akan ada jalan untuk mengungkap ketidakpatuhan serta ketidakbenaran mereka. Hanya melalui hajaran dan penghakimanlah kesudahan semua makhluk ciptaan bisa diungkapkan. Manusia hanya menunjukkan watak aslinya ketika ia dihajar dan dihakimi. Yang jahat akan dikumpulkan bersama yang jahat, yang baik dengan yang baik, dan semua manusia akan dikelompokkan berdasarkan jenis mereka. Melalui hajaran dan penghakiman, kesudahan semua ciptaan akan diungkap, sehingga yang jahat bisa dihukum dan yang baik diberikan upah, dan semua orang menjadi tunduk di bawah kekuasaan Tuhan. Semua pekerjaan ini harus dicapai melalui hajaran dan penghakiman yang benar. Karena kerusakan manusia telah mencapai puncaknya dan ketidakpatuhan mereka semakin parah, hanya watak Tuhan yang benar, yang pada prinsipnya adalah termasuk hajaran dan penghakiman serta diungkapkan di akhir zaman—yang bisa benar-benar mengubahkan dan menyempurnakan manusia. Hanya watak ini yang bisa menyingkap kejahatan dan menghukum semua yang tidak benar dengan keras. Oleh karena itu, watak seperti ini dijiwai dengan makna yang temporal, dan pengungkapan serta pergelaran watak-Nya dinyatakan demi kepentingan pekerjaan setiap zaman yang baru. Namun, tidak berarti bahwa Tuhan menyatakan watak-Nya secara sewenang-wenang dan tanpa makna. Andaikan dalam menyingkapkan kesudahan manusia selama akhir zaman, Tuhan masih menganugerahi manusia dengan belas kasihan dan kasih yang tak terhingga dan terus mengasihinya; tidak memperhadapkan manusia dengan penghakiman yang benar, melainkan menunjukkan toleransi, kesabaran, dan pengampunan kepadanya dan mengampuni manusia tanpa peduli betapa beratnya dosa mereka dan tanpa penghakiman yang benar sedikit pun: kapankah semua pengelolaan Tuhan akan diakhiri? Kapankah watak seperti itu dapat menuntun orang ke tempat tujuan yang pantas bagi umat manusia? Misalkan saja, ada seorang hakim, yang selalu mengasihi, seorang hakim yang berwajah ramah dan berhati lembut. Dia panjang sabar dan selalu mengasihi orang tanpa memandang bulu dan tanpa memandang kejahatan yang mungkin dilakukannya. Dapatkah ia memberi putusan yang benar dalam penghakiman? Selama akhir zaman, hanya penghakiman yang benar yang dapat mengelompokkan manusia menurut jenisnya dan membawa manusia ke dalam dunia baru. Dengan kata lain, seluruh zaman diakhiri melalui watak Tuhan yang benar, yakni menghakimi penghakiman dan hajaran" ("Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Setelah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, apa yang dapat kita lihat mengenai watak yang Tuhan singkapkan di Zaman Kasih Karunia? Watak apa yang Tuhan nyatakan di Zaman Kerajaan? Apakah watak Tuhan sebagaimana yang disingkapkan dalam Zaman Kasih Karunia dan Zaman Kerajaan adalah sama? Di Zaman Kasih Karunia itulah Tuhan melakukan pekerjaan penebusan-Nya, di mana Dia mengungkapkan belas kasihan dan kasih-Nya, toleransi dan kesabaran-Nya, serta pengampunan dan maaf-Nya. Hanya melalui inilah umat manusia menjadi layak untuk datang di hadapan Tuhan dan berdoa, mengakui dosa-dosa mereka dan memohon kepada Tuhan. Setelah mendapatkan pengampunan Tuhan, mereka dapat menikmati kasih karunia dan berkat Tuhan. Pada akhir Zaman Hukum Taurat, meskipun umat manusia mengetahui apa itu dosa dan mengetahui bahwa hukum-hukum Tuhan Yahweh tidak akan menoleransi pelanggaran apa pun dari manusia, tetapi manusia sering melawan hukum Taurat dan menyinggung Tuhan. Sesuai dengan apa yang dituntut oleh hukum dan perintah kepada manusia, mereka semua harus dihukum mati berdasarkan hukum Taurat. Itulah sebabnya, Tuhan menjadi manusia dan disalibkan bagi umat manusia di Zaman Kasih Karunia; Dia secara pribadi menanggung dosa-dosa umat manusia, membebaskan dan mengampuni manusia atas dosa-dosa mereka. Tuhan Yesus memperlakukan para pengikut-Nya sama seperti seorang ibu dan ayah akan memperlakukan putra dan putri mereka sendiri: dengan pemeliharaan yang luar biasa dan keengganan untuk menyingkirkan siapa pun yang percaya kepada-Nya atau mengikuti-Nya. Tuhan Yesus menyingkapkan rahmat, kasih, pengampunan, dan maaf-Nya agar kita dapat melihat betapa nyata kasih Tuhan bagi kita, betapa penyayang dan baiknya hati Tuhan, dan bagaimana Dia memperhatikan kelemahan kita. Kasih-Nya memperbarui hati kita. Hanya melalui itulah kita jadi bersedia menerima Tuhan, datang di hadapan-Nya untuk bertobat dari dosa-dosa kita, dan memperoleh penebusan Tuhan. Bukankah kita semua merasakan rahmat dan kasih dari Tuhan? Sekarang setelah akhir zaman telah tiba, umat manusia sudah mengetahui keberadaan Tuhan dan mereka telah menikmati banyak kasih karunia Tuhan. Semua dapat yakin bahwa Tuhan menebus dan menyelamatkan umat manusia. Pada saat ini, manusia dapat menerima beberapa kebenaran—saatnya telah tiba bagi Tuhan untuk melakukan pekerjaan penghakiman-Nya sehingga manusia dapat sepenuhnya ditahirkan dan diselamatkan. Karena umat manusia dari akhir zaman telah begitu ternoda oleh perusakan Iblis, mereka sangat congkak dan bengkok, egois dan tercela, dan sangat jahat dan serakah. Mereka menghalalkan segala cara demi ketenaran, status, dan kekayaan. Mereka telah kehilangan hati nurani dan akal budi, mereka tidak memiliki sedikit pun rasa kemanusiaan, dan meskipun mereka percaya kepada Tuhan dan diampuni dari dosa-dosa mereka, sifat berdosa dan watak jahat mereka tetap ada. Itulah sebabnya semua umat manusia tidak dapat membebaskan diri dari hidup dalam dosa. Untuk sepenuhnya menyelamatkan kemanusiaan dari kejahatan dosa, Tuhan telah menjadi daging sebagai Anak Manusia di akhir zaman sesuai dengan kebutuhan umat manusia yang rusak; Dia telah mengungkapkan semua kebenaran untuk menahirkan dan menyelamatkan umat manusia. Tuhan telah melakukan tahap pekerjaan penghakiman dan hajaran, dan ketika Dia menyatakan kebenaran untuk menghakimi manusia, firman-Nya akan sedikit keras dan akan menebas dengan cepat, seperti pedang bermata dua yang tajam, sepenuhnya mengungkapkan watak-Nya yang benar, megah, dan penuh murka. Justru karena penghakiman dan hajaran Tuhanlah kita dapat melihat bahwa kebenaran dan kekudusan-Nya tidak akan menoleransi pelanggaran umat manusia, dan hanya pada saat itulah kita tersungkur di tanah dan tidak punya tempat untuk bersembunyi. Kita kemudian menyadari bahwa kita sangat rusak dan penuh dengan watak Iblis, bahwa kita benar-benar kurang hormat dan taat kepada Tuhan, semua yang kita lakukan hanyalah memberontak dan melawan-Nya, dan bahwa kita tidak layak berada di hadirat Tuhan. Hanya melalui ini kita mencapai pertobatan sejati dan mengetahui seperti apa itu keserupaan dengan manusia sejati, dan bagaimana seseorang harus hidup dalam kehidupan yang penuh makna. Dengan mengalami penghakiman dan hajaran dari Tuhan, kita dapat memahami banyak kebenaran, mengembangkan hati yang penuh hormat dan ketundukan kepada Tuhan, mengetahui pentingnya mengejar kebenaran serta pentingnya untuk mengenal dan mengasihi Tuhan; bukankah ini pertobatan sejati? Bukankah ini perubahan nyata? Tanpa penghakiman dan hajaran Tuhan, manusia yang sangat rusak tidak akan memiliki cara untuk ditahirkan dan memperoleh keselamatan.

Kita sekarang melihat bahwa hasil dari penyelamatan dan penyempurnaan Tuhan atas manusia hanya dapat dicapai melalui penghakiman dan hajaran-Nya. Inilah faktanya. Jika hal-hal berjalan sesuai dengan apa yang kita bayangkan, bahwa Tuhan di akhir zaman akan menyingkapkan sifat kasih dan penyayang yang sama seperti Tuhan Yesus—dapatkah hal itu mencapai hasil penahiran dan penyelamatan umat manusia? Jika Tuhan tidak melakukan pekerjaan penghakiman-Nya di akhir zaman, kita tidak akan pernah bisa benar-benar memahami watak yang melekat pada Tuhan, yang terutama didasarkan pada kebenaran-Nya. Maka, kita tidak akan bisa menerima kebenaran, mencapai penyucian atau keselamatan, atau disempurnakan. Selain itu, tidak akan ada cara untuk menyingkapkan dan menyingkirkan orang-orang tidak percaya Tuhan yang tidak mengejar kebenaran atau antikristus yang membenci kebenaran dan merupakan musuh Tuhan. Hanya penghakiman Tuhan yang adil yang dapat menyingkapkan manusia secara menyeluruh dan menggolongkan setiap orang menurut jenisnya. Hanya ini yang bisa secara tuntas mengakhiri pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia. Dengan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa kita dapat mengetahui bahwa watak yang Tuhan ungkapkan di setiap zaman ditentukan berdasarkan kebutuhan pekerjaan menyelamatkan umat manusia. Dengan begitu, kita tidak dapat membatasi watak Tuhan dan keseluruhan-Nya berdasarkan pada watak yang Dia singkapkan dalam satu zaman saja. Karena orang-orang Farisi membatasi nama Tuhan dan berpegang erat pada peraturan tertentu, mereka pun menentang Tuhan Yesus, yang menyebabkan mereka dihukum dan dikutuk oleh Tuhan. Kita harus tahu watak Tuhan dengan memahami tiga tahap pekerjaan-Nya. Ini adalah satu-satunya cara yang tepat untuk melakukannya, dan ini sesuai dengan kehendak Tuhan. Jika kita menyimpulkan bahwa Tuhan itu pengasih dan penyayang semata-mata berdasarkan pada watak yang disingkapkan oleh Tuhan Yesus di Zaman Kasih Karunia, bagaimana ini bisa menjadi pengetahuan yang benar tentang Tuhan? Itu akan menjadi cara yang sangat bodoh dan bebal untuk mengenal Tuhan. Orang-orang Farisi semuanya mengerti Alkitab, tetapi mengapa mereka tidak mengenal Tuhan? Itu karena mereka mendefinisikan Tuhan semata-mata berdasarkan pada satu tahap pekerjaan-Nya, sehingga ketika Tuhan Yesus datang untuk melaksanakan pekerjaan-Nya, mereka menyalibkan-Nya. Ini menunjukkan betapa mudahnya membatasi dan melawan Tuhan jika kita tidak mengenal-Nya.

Dikutip dari "Jawaban atas Pertanyaan Skenario"

Sebelumnya:Pertanyaan 19: Engkau bersaksi bahwa pada akhir zaman Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya untuk sepenuhnya menyucikan dan menyelamatkan manusia, tetapi setelah membaca firman yang dinyatakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, aku menemukan bahwa beberapa darinya menghukum dan mengutuk manusia. Jika Tuhan menghukum dan mengutuk manusia, bukankah manusia akan mengalami hukuman? Bagaimana engkau masih dapat berkata bahwa jenis penghakiman seperti ini menyucikan dan menyelamatkan umat manusia?

Selanjutnya:Pertanyaan 21: Tertulis di Alkitab: "Yesus Kristus adalah sama kemarin, dan hari ini, dan untuk selama-lamanya" (Ibrani 13:8). Jadi, nama Tuhan tidak pernah berubah! Akan tetapi, engkau mengatakan bahwa Tuhan telah datang lagi pada akhir zaman dengan menggunakan nama yang baru dan Ia disebut Tuhan Yang Mahakuasa. Bagaimana engkau menjelaskan hal ini?

media terkait