Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

423 Cara Melakukan Pendekatan terhadap Alkitab

1 Alkitab adalah catatan sejarah tentang pekerjaan Tuhan di Israel, dan mencatat secara rinci banyak nubuat para nabi kuno serta beberapa ucapan Yahweh dalam pekerjaan-Nya pada masa itu. Karena itu, semua orang memandang kitab ini sebagai kitab suci (karena Tuhan tu kudus dan agung). Tentu saja, ini semua karena penghormatan mereka kepada Yahweh dan pemujaan mereka kepada Tuhan. Orang merujuk pada kitab ini dengan cara demikian semata-mata karena makhluk Tuhan sangat memuja Pencipta mereka, bahkan ada orang-orang yang menyebut kitab ini kitab surgawi. Sebenarnya, kitab ini hanyalah catatan manusia. Kitab ini tidak dinamai oleh Yahweh sendiri, begitu pula bukan Yahweh sendiri yang membimbing pembuatannya. Dengan kata lain, penulis kitab ini bukanlah Tuhan, tetapi manusia.

2 Kitab Suci hanyalah gelar kehormatan yang diberikan kepadanya oleh manusia. Gelar ini tidak diputuskan oleh Yahweh dan Yesus setelah mereka berdua berdiskusi; gelar ini tidak lebih dari gagasan manusia—karena kitab ini tidak ditulis oleh Yahweh, apalagi Yesus. Sebaliknya, kitab ini adalah catatan dari banyak nabi, rasul, dan pelihat zaman dahulu, yang disusun oleh generasi-generasi selanjutnya menjadi sebuah kitab tentang tulisan-tulisan kuno yang, bagi orang, tampaknya sangat kudus, sebuah kitab yang mereka yakini mengandung banyak misteri mendalam dan tak terpahami, yang menunggu untuk disingkapkan oleh generasi-generasi mendatang. Dengan demikian, orang bahkan lebih cenderung untuk percaya kitab ini adalah kitab surgawi. Dengan penambahan Empat Injil dan Kitab Wahyu, sikap orang terhadap kitab ini sangat berbeda dari kitab lain mana pun, karena itu tidak ada yang berani membedah kitab surgawi ini—karena kitab ini terlalu sakral.

Diadaptasi dari "Tentang Alkitab (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Mana yang Lebih Besar, Tuhan atau Alkitab?

Selanjutnya:Apakah Tritunggal Benar-benar Ada?

MediaTerkait