Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

150 Bertumbuh di Tengah Angin dan Salju

Bait 1

Langit dipenuhi butiran salju, semuanya melayang turun ke tanah.

Suatu pikiran terlintas bersamaan dengan melelehnya salju.

Pada musim dingin itu, para polisi membawa pergi ayahku.

Beruntungnya, ibuku berhasil melarikan diri, dan sejak itu kami hidup terpisah.

Siapakah yang menangkap ayahku, siapakah yang menyiksa dan menahannya secara ilegal?

Siapakah yang memburuku dengan gila, memaksaku melarikan diri ke mana pun aku bisa?

Keluarga kami yang dulu bahagia telah dihancurkan.

Di manakah ibuku sekarang? Apakah dia selamat?

Bait 2

Berulang kali, aku bermimpi bahwa ibuku tertangkap.

Dalam kepanikan, aku terbangun dengan air mata.

Saat aku lemah, firman Tuhan membimbingku dan menopang kepercayaan diriku.

Melalui penderitaan daging, aku mulai menyadari betapa sulitnya karya Tuhan itu.

Aku melihat dengan jelas bahwa Partai Komunis Tiongkok adalah para setan keji yang memusuhi Tuhan.

Mereka telah menumpahkan darah begitu banyak orang suci, merusakkan begitu banyak kehidupan!

Tetapi watak Tuhan tidak dapat diganggu gugat, dan Iblis pasti akan binasa.

Aku teguh dalam imanku, aku tidak lagi khawatir, dan tunduk pada pengaturan Tuhan.

Bait 3

Ibu, kasih Tuhan menyertai kita, jadi janganlah kita khawatir.

Tuhan telah mengorbankan nyawa-Nya untuk menyelamatkan umat manusia.

Penderitaan dan ujian adalah kasih Tuhan yang akan menyempurnakan kita.

Laskar Kristus yang baik harus sepenuhnya ditempa.

Mungkin, suatu hari nanti, kita akan ditangkap dan dipenjarakan.

Mungkin, suatu hari nanti, kita tak akan lagi punya kesempatan untuk berkumpul kembali.

Namun aku tak akan pernah menyesali pilihanku untuk percaya kepada Tuhan.

Dengan firman Tuhan menyertaiku, aku tak lagi kesepian maupun takut.

Bait 4

Ibu, betapa aku berharap untuk dapat mencurahkan isi hatiku.

Aku telah belajar mandiri selama tahun-tahun kita berpisah.

Saat aku menghadapi rintangan, aku sudah belajar untuk mengandalkan Tuhan; tak akan lagi aku menghindar

Saat aku melaksanakan tugasku, aku dapat mencari kebenaran, dan aku tak lagi bertindak gegabah.

Mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan, aku sudah menumpahkan air mata yang tak terkira.

Dulu begitu bertingkah, sekarang aku sudah tumbuh dewasa.

Tuhan telah memberiku begitu banyak dalam perjalanan ini.

Betapa aku merasa terhormat melakukan amanat Tuhan saat ini.

Tak peduli betapa berbatu-batu jalannya, aku akan tetap membalas kasih Tuhan.

Sebelumnya:Siapa yang Peduli akan Hati Tuhan

Selanjutnya:Dengan Kasih Tuhan, Aku Tidak Akan Takut

media terkait