Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Belakangan ini, berbagai sekte dan denominasi di dunia keagamaan telah menjadi semakin suram, orang telah kehilangan iman dan kasih yang asli dan telah menjadi lebih negatif dan lemah. Kita juga melihat roh yang melemah dan kita merasa tidak memiliki apa pun untuk dikhotbahkan dan bahwa kita semua telah kehilangan pekerjaan Roh Kudus. Tolong beritahu kami, mengapa seluruh dunia keagamaan begitu suram? Apakah Tuhan benar-benar membencinya dan apa itu sudah disingkirkan oleh Tuhan? Bagaimana kita harus memahami kutukan Tuhan terhadap dunia keagamaan di dalam Kitab Wahyu?

Jawaban:

Sekarang, seluruh dunia keagamaan menghadapi ketandusan yang meluas, tanpa pekerjaan Roh Kudus, serta iman dan kasih banyak orang telah mendingin—ini sudah menjadi fakta umum. Apa sebenarnya penyebab utama kehancuran di kalangan agama adalah pertanyaan yang harus kita semua pahami sepenuhnya. Pertama, mari kita melihat ke belakang sejenak mengapa bait suci menjadi tandus di akhir Zaman Hukum Taurat, dan kita kemudian akan dapat sepenuhnya memahami penyebab ketandusan dunia keagamaan di akhir zaman. Di akhir Zaman Hukum Taurat, para pemimpin Yahudi tidak menaati perintah Tuhan. Mereka menempuh jalan mereka sendiri dan melawan Tuhan; inilah alasan utama yang secara langsung mengakibatkan ketandusan bait suci. Tuhan Yesus menyingkapkan dan menegur orang-orang Farisi, dengan mengatakan: "Celakalah engkau ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, orang-orang munafik! Karena engkau seperti kuburan yang dicat putih, yang di luarnya memang kelihatan bagus, tetapi di dalamnya penuh tulang orang mati dan semua kenajisan. Bahkan engkau kelihatan benar dari luar di mata orang lain, tetapi di dalamnya engkau penuh dengan kemunafikan dan kejahatan" (Matius 23:27-28).

"Celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, orang-orang yang munafik! Engkau membangun makam-makam para nabi, dan menghiasi batu nisan orang-orang benar, dan berkata, Jika kami hidup di zaman bapa-bapa leluhur kami dahulu, kami tentu tidak akan mengambil bagian bersama mereka dalam penumpahan darah para nabi. Mengapa engkau menjadi saksi bagi dirimu sendiri, bahwa engkau adalah anak-anak dari orang-orang yang membunuh para nabi. Jika demikian, penuhkanlah ukuran bapa-bapa leluhurmu itu! Hai engkau ular-ular, keturunan ular beludak, bagaimana engkau bisa luput dari kutukan neraka? Karena itu, perhatikanlah, Aku mengutus nabi-nabi kepadamu, orang-orang bijak, dan ahli-ahli Taurat; sebagian dari mereka akan engkau bunuh dan salibkan; ada yang akan engkau siksa di dalam rumah-rumah ibadatmu, dan engkau aniaya dari satu kota ke kota yang lain: Engkau akan menanggung hukuman atas darah semua orang benar yang ditumpahkan di bumi, mulai dari darah Habel, orang yang benar, hingga darah Zakharia anak Berekhya, yang engkau bunuh di antara rumah ibadat dan mezbah. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Semua ini akan menimpa angkatan ini" (Matius 23:29-36).

"Benar yang dinubuatkan Yesaya tentang kalian, orang-orang munafik, seperti ada tertulis, Bangsa ini menghormati Aku dengan bibir mereka, tetapi hati mereka jauh dari Aku. Sia-sialah mereka menyembah Aku, namun ajaran tentang perintah manusialah yang mereka ajarkan. Dengan mengabaikan perintah Tuhan, engkau berpegang pada tradisi manusia, seperti mencuci periuk dan cawan: dan banyak hal seperti inilah yang engkau lakukan. Lalu Dia berkata kepada mereka, Engkau sungguh pandai menolak perintah Tuhan supaya engkau dapat mempertahankan tradisimu sendiri" (Markus 7:6-9).

Dapat dilihat dengan jelas dari firman Tuhan Yesus yang menyingkapkan orang-orang Farisi, bahwa perbuatan para imam kepala Yahudi, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi menentang Tuhan dan berlawanan dengan Dia. Mereka melanggar hukum dan perintah Tuhan dan hanya menjalankan tradisi keagamaan. Ini cukup untuk membuktikan bahwa pelayanan mereka terhadap Tuhan sebenarnya menentang-Nya, dan itu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Terutama pada saat perwujudan dan pekerjaan Tuhan Yesus, mereka dengan liar mengutuk dan menentang-Nya, dan sifat serta esensi mereka tersingkap secara menyeluruh. Karena itu, dapat dilihat bahwa penyebab utama yang menimbulkan kehancuran agama Yahudi adalah bahwa para imam kepala Yahudi, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi menentang Tuhan dan melawan Dia. Penyebab lainnya adalah bahwa pekerjaan Tuhan telah berubah. Tuhan Yesus yang berinkarnasi telah memulai pekerjaan penebusan di Zaman Kasih Karunia di luar bait suci. Artinya, pekerjaan Tuhan maju terus dengan landasan pekerjaan Zaman Hukum Taurat, dan inti pekerjaan Tuhan berlanjut ke pekerjaan penebusan di Zaman Kasih Karunia. Setelah Tuhan Yesus memulai pekerjaan penebusan-Nya, Zaman Kasih Karunia dimulai dan Zaman Hukum Taurat berakhir. Hanya mereka yang menerima Tuhan Yesus yang memiliki pekerjaan Roh Kudus di dalam diri mereka dan bimbingan Tuhan, sementara mereka yang tetap di bait suci, yang menyingkirkan Tuhan Yesus, menentang dan mengutuk Dia, secara alami ditinggalkan oleh pekerjaan Tuhan, sehingga jatuh ke dalam kegelapan dan menderita kutukan dan hukuman Tuhan. Karena itu, kita dapat mengatakan dengan pasti bahwa ketandusan dunia agama selama Zaman Hukum Taurat paling pasti disebabkan oleh manusia dan sepenuhnya karena para pemimpin agama menyimpang dari jalan Tuhan, tidak menaati perintah Tuhan, menentang kehendak Tuhan, dan jadi melawan Tuhan. Jika para pemimpin Yahudi mampu berpegang teguh pada jalan Tuhan dan mematuhi perintah Tuhan, apakah Tuhan Yesus tetap akan pergi ke padang belantara untuk berkhotbah dan bekerja? Akankah Dia tetap pergi ke antara orang-orang yang tidak beriman untuk mencari orang-orang yang akan mengikuti Tuhan? Tentu saja tidak. Tuhan Yesus tentu saja akan pergi terlebih dahulu ke bait suci dan ke sinagoge untuk berkhotbah, menampakkan diri kepada manusia, dan melakukan pekerjaan-Nya. Jadi mengapa Tuhan Yesus tidak melakukan ini? Jelasnya, itu sepenuhnya karena mereka yang di dalam bait suci dan di rumah-rumah ibadat tidak menerima Tuhan Yesus, tetapi sebaliknya mengutuk dan menentang Dia, bahkan pergi ke mana-mana untuk berusaha menangkap Dia. Karena hal ini, Tuhan Yesus tidak punya pilihan selain pergi ke padang belantara untuk berkhotbah dan bekerja dan pergi ke antara orang-orang yang tidak beriman untuk mencari orang-orang yang mau mengikuti-Nya. Semua orang yang cerdas dapat melihat fakta ini dengan jelas.

Sekarang setelah kita memahami penyebab ketandusan dunia keagamaan di akhir Zaman Hukum Taurat, mari kita lihat penyebab ketandusan dunia keagamaan di akhir zaman. Kita semua dapat melihat bahwa para pendeta dan penatua dunia keagamaan di akhir zaman terutama menggunakan pengajaran Alkitab dan teori teologi sebagai prioritas mereka di dalam gereja. Mereka sering menggunakan penafsiran Alkitab untuk menonjolkan diri dan pamer sehingga orang lain memuja mereka, dan mereka tidak mengikuti firman atau perintah Tuhan Yesus dan tidak mengikuti jalan Tuhan. Mereka jarang berkhotbah tentang memasuki kehidupan, dan mereka tidak pernah menuntun orang untuk mengamalkan atau mengalami firman Tuhan dengan cara yang akan memberi mereka pemahaman tentang kebenaran dan pengetahuan tentang Tuhan. Hal ini menyebabkan semua orang beriman di kalangan agama menyimpang dari jalan Tuhan. Mereka bahkan mungkin percaya kepada Tuhan selama bertahun-tahun, tetapi yang mereka pahami hanyalah pengetahuan Alkitab dan teori teologi; mereka sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang Tuhan, dan tidak memiliki penghormatan atau kepatuhan terhadap-Nya. Mereka telah sepenuhnya menyimpang dari firman Tuhan dan menjadi orang yang percaya kepada Tuhan tetapi tidak mengenal-Nya, dan yang mampu menentang dan mengkhianati Tuhan. Dari sini dapat dilihat bahwa para pemimpin dunia keagamaan telah benar-benar menyimpang dari jalan Tuhan, yang telah mengakibatkan mereka kehilangan pekerjaan Roh Kudus dan kehilangan berkat Tuhan; dapat dikatakan bahwa inilah penyebab utama ketandusan dunia keagamaan. Penyebab lainnya adalah pekerjaan Tuhan telah beralih dan Tuhan Yesus telah kembali sebagai Tuhan Yang Mahakuasa yang berinkarnasi, yang melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dengan rumah Tuhan yang didasarkan pada landasan pekerjaan penebusan Tuhan Yesus. Dia telah menetapkan Zaman Kerajaan dan mengakhiri Zaman Kasih Karunia. Inti dari pekerjaan Roh Kudus telah dipindahkan ke pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman, dan hanya mereka yang menerima Tuhan Yang Mahakuasa yang akan mengalami pekerjaan Roh Kudus dan dapat menikmati persediaan air kehidupan yang mengalir keluar dari takhta. Mereka yang tidak dapat mengimbangi pekerjaan Tuhan saat ini dan yang menolak untuk menerima Tuhan Yang Mahakuasa telah kehilangan pekerjaan Roh Kudus dan telah jatuh ke dalam kegelapan. Para pendeta dan penatua di dunia keagamaan, khususnya, ketika menghadapi pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, tidak hanya tidak mencari atau menyelidikinya, tetapi mereka juga dengan liar menentang dan mengutuk Tuhan, menyebarkan segala macam rumor dan kepalsuan untuk menipu dan mengendalikan orang beriman, dan menghalangi orang untuk mencari dan menyelidiki jalan yang benar. Mereka sejak lama menggusarkan watak Tuhan dan mendapatkan kebencian serta kutukan Tuhan. Jadi, bagaimana mungkin mereka tidak ditinggalkan dan disingkirkan oleh Tuhan? Kita sekarang telah melihat bahwa setelah kemunculan keempat bulan darah, bencana besar akan segera terjadi. Semua yang belum menerima Tuhan Yang Mahakuasa pasti akan jatuh ke dalam bencana dan di dalamnya akan menderita hajaran dan pemurnian, sedangkan mereka yang telah menerima Tuhan Yang Mahakuasa adalah mereka yang diangkat sebelum bencana. Mereka yang belum menerima Tuhan Yang Mahakuasa hanya bisa jatuh ke dalam bencana dan menunggu untuk diangkat setelah bencana. Apakah orang-orang seperti ini tidak akan ditinggalkan dan disingkirkan oleh Tuhan? Setelah bencana, berapa banyak orang yang tersisa untuk diangkat? Sekarang, hampir seluruh dunia keagamaan berada di bawah kendali gerombolan pendeta dan pemimpin yang membenci kebenaran dan melawan Tuhan, jadi bagaimana dunia keagamaan dapat memperoleh pekerjaan Roh Kudus dalam keadaan seperti ini? Dan bagaimana dunia keagamaan dapat menghindari ketandusan? Ini adalah penyebab utama ketandusan dunia keagamaan.

Kita sekarang memahami penyebab utama ketandusan dunia keagamaan, yaitu bahwa para pemimpin dunia keagamaan tidak mengikuti firman Tuhan, tetapi sebaliknya telah menyimpang dari jalan-Nya. Mereka tidak menaati perintah-Nya. Mereka telah melanggar kehendak Tuhan sepenuhnya dan telah menjadi orang yang menentang Tuhan. Kedua, karena para pemimpin dunia keagamaan telah menjadi orang-orang yang menentang Tuhan dan tidak ada dari mereka yang dapat menerima atau menaati pekerjaan Tuhan, Tuhan telah mengalihkan pekerjaan-Nya, dan dunia keagamaan telah kehilangan pekerjaan Roh Kudus dan jatuh ke dalam kegelapan. Mengapa, ketika Tuhan Yesus melakukan pekerjaan-Nya saat itu, Dia tidak berkhotbah di bait suci? Itu karena semua imam dan penatua di bait suci adalah orang-orang yang menentang Tuhan. Jika Tuhan Yesus memasuki bait suci, Dia hanya akan disingkirkan dan dikutuk, atau segera ditangkap dan dipakukan di kayu salib—bukankah itu fakta? Inilah alasan utama Tuhan mengalihkan pekerjaan-Nya. Andaikan para imam dan penatua di bait suci dapat mematuhi firman Tuhan dan melayani Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya, bagaimana mungkin bait suci menjadi tandus? Dan bagaimana mungkin Tuhan mengalihkan pekerjaan-Nya? Bukankah ini masalahnya? Ketandusan dunia keagamaan juga sepenuhnya menggenapi nubuat dalam Alkitab: "Aku juga telah menahan hujan darimu, saat tiga bulan lagi menjelang panen: satu kota akan turun hujan, dan kota yang lain tidak turun hujan: satu bagian turun hujan, dan bagian yang tidak mendapatkan hujan itu layu. Maka penduduk dua atau tiga kota akan pergi ke satu kota, untuk minum air; tetapi mereka tidak puas: namun kamu tidak kembali kepada-Ku, firman Yahweh" (Amos 4:7-8). "'Lihatlah harinya akan tiba,' demikianlah firman Tuhan Yahweh: 'Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan roti atau kehausan akan air, tetapi akan mendengarkan firman Yahweh'" (Amos 8:11). Dari dua perikop Alkitab ini kita dapat memahami bahwa "satu kota" dalam "satu kota akan turun hujan" mengacu kepada gereja di mana Tuhan yang berinkarnasi menampakkan diri dan melakukan pekerjaan-Nya, dan "kota yang lain" dalam "kota yang lain tidak turun hujan" secara alami merujuk kepada dunia keagamaan yang tidak mengindahkan firman Tuhan, tidak mengikuti perintah Tuhan, dan yang menyangkal, menentang, dan mengutuk perwujudan dan pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi. Tuhan menyebabkan kelaparan menimpa dunia keagamaan untuk memaksa mereka yang beragama yang dengan tulus percaya kepada Tuhan dan mengasihi kebenaran untuk meninggalkannya, untuk mencari jejak pekerjaan Tuhan, untuk mencari apa yang Roh Kudus katakan kepada semua gereja, dan untuk mencari perwujudan dan pekerjaan Tuhan. Semua orang yang mendengar suara Tuhan dan yang menerima serta mematuhi pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman adalah gadis-gadis yang bijaksana dan mereka yang diangkat di hadapan takhta Tuhan. Orang-orang ini semua menghadiri pesta pernikahan Anak Domba dan menikmati pemeliharaan air kehidupan yang mengalir keluar dari takhta; iman dan kasih mereka yang asli telah dipulihkan. Mereka berlatih makan dan minum firman Tuhan, mengalami firman Tuhan dan mengamalkannya, dan mereka akan mencapai pemahaman tentang kebenaran dan memasuki kenyataan. Setelah orang-orang ini memahami kebenaran dan memiliki pengetahuan sejati tentang Tuhan, mereka akan dapat menghormati Tuhan dan menaati-Nya, dan dengan cara ini memperoleh kehidupan baru dari Tuhan! Semua organisasi keagamaan atau individu yang tidak menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa dibenci, ditolak, dan disingkirkan oleh Tuhan, dan tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus—ini tidak diragukan lagi! Mari kita baca firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Tuhan akan menggenapi kenyataan ini: Dia akan membuat semua orang di seluruh alam semesta datang ke hadapan-Nya, dan menyembah Tuhan di bumi, dan pekerjaan-Nya di tempat-tempat lain akan berhenti, dan orang akan dipaksa mencari jalan yang benar. Seperti pada masa Yusuf: Semua orang mendatangi Yusuf untuk memperoleh makanan, dan sujud kepadanya, karena ia memiliki banyak makanan. Untuk menghindari kelaparan, orang akan dipaksa mencari jalan yang benar. Seluruh komunitas orang beragama sedang menderita kelaparan yang hebat, dan hanya Tuhan zaman sekarang merupakan sumber air hidup yang terus mengalir, yang disediakan untuk dinikmati oleh manusia, dan orang akan datang dan mengandalkan-Nya" ("Kerajaan Seribu Tahun Telah Tiba" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Semua pekerjaan Tuhan di seluruh alam semesta telah difokuskan pada sekelompok orang ini. Dia telah mengabdikan seluruh upaya-Nya kepadamu dan mengorbankan segalanya bagimu; Dia telah mendapatkan kembali dan memberi kepada engkau semua seluruh pekerjaan Roh di seluruh alam semesta. Itu sebabnya Aku katakan, engkau adalah orang-orang yang beruntung. Selain itu, Tuhan telah memindahkan kemuliaan-Nya dari Israel, umat pilihan-Nya, kepadamu, agar tujuan rencana-Nya terwujud sepenuhnya melalui kelompok orang sepertimu. Karena itu, engkau adalah orang-orang yang akan menerima warisan Tuhan, dan bahkan lebih lagi yang akan menjadi pewaris kemuliaan Tuhan" ("Apakah Pekerjaan Tuhan Begitu Sederhana Seperti yang Dibayangkan Manusia?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Kita melihat dengan jelas dari firman Tuhan Yang Mahakuasa bahwa Tuhan tidak pernah membuang mereka yang dengan tulus percaya kepada-Nya dan yang merindukan perwujudannya-Nya. Melalui kemahakuasaan dan hikmat-Nya, Tuhan menyelamatkan mereka yang percaya kepada-Nya dengan tulus sehingga mereka dapat melepaskan diri dari belenggu dan kendali para antikristus dan orang-orang jahat di dunia keagamaan, dan Dia menyebabkan mereka diangkat ke hadapan takhta Tuhan dan menerima penghakiman, penyucian, dan penyempurnaan firman Tuhan. Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman melakukan pekerjaan penghakiman-Nya dan mengungkapkan seluruh kebenaran yang menyucikan dan menyelamatkan umat manusia, sehingga sekelompok pemenang dapat dibentuk sebelum bencana. Ini adalah buah sulung-Nya. Ini menggenapi nubuat dalam Kitab Wahyu: "Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan; sebab mereka murni. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia, sebagai buah sulung bagi Tuhan dan Anak Domba" (Wahyu 14:4). Setelah kelompok pemenang ini dibentuk oleh Tuhan, tahap pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan yang dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi akan diakhiri sementara. Setelah itu, Tuhan akan menimpakan bencana besar untuk membalas yang baik dan menghukum yang jahat. Pada saat itu, semua orang yang belum menerima pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman, yang mengutuk dan menentang Tuhan yang Mahakuasa, semua akan jatuh ke dalam bencana dan di dalamnya akan menderita pemurnian melalui penghakiman dan hajaran. Hanya jika kita meninggalkan agama, mengimbangi jejak langkah Anak Domba, menerima dan menaati pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, dan menjalani penghakiman dan penyucian di hadapan takhta Kristus, maka kita dapat disempurnakan oleh Tuhan menjadi pemenang. Hanya dengan begitu kita akan terhindar dari ujian, sementara semua yang berada di bawah langit harus menderita ujian. Hanya para pemenang ini, yang telah dibentuk oleh Tuhan—buah sulung ini—yang memenuhi syarat untuk mewarisi janji dan berkat Tuhan! Tuhan sekarang telah membuat sekelompok pemenang di Tiongkok daratan, dan dengan bencana besar yang sudah sangat dekat, semua orang yang mengutuk dan menentang Tuhan Yang Mahakuasa akan jatuh ke dalam bencana dan dihukum, sehingga kehilangan peluang diselamatkan selamanya.

dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik mengenai Injil Kerajaan"

Faktanya, sejarah komunitas keagamaan menentang Tuhan sudah ada di akhir Zaman Hukum Taurat. Saat Tuhan berinkarnasi dan melakukan pekerjaan-Nya untuk pertama kali pada Zaman Kasih Karunia, komunitas keagamaan telah diambil alih Farisi dan antikristus sejak lama. Mereka telah menjadi penentang pekerjaan penebusan Tuhan Yesus. Saat Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus di akhir zaman, melakukan pekerjaannya, kelompok religius masih menjadi musuh bagi pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman. Tak hanya mengutuk dan menghujat Tuhan Yang Mahakuasa, mereka juga bekerjasama dengan rezim satanik untuk menganiaya dan menekan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka melakukan dosa besar dengan menyalibkan Tuhan sekali lagi. Tak hanya mengutuk Farisi, Tuhan Yesus mengungkapkan kegelapan dalam komunitas keagamaan, tetapi saat Tuhan Yang Mahakuasa melakukan penghakiman di akhir zaman, Dia membongkar esensi pendeta dan penatua: perlawanan mereka kepada Tuhan. Sebagai tambahan, Dia mengutuk antikristus yang sekali lagi menyalibkan Tuhan. Ini sangat mengejutkan! Dua kalinya Tuhan berinkarnasi, Dia mengutuk komunitas keagamaan. Apa artinya? Umat pilihan Tuhan akhirnya sadar bahwa komunitas keagamaan, Babel agung ditakdirkan runtuh. Komunitas keagamaan hanya percaya Tuhan saja, tapi tak pernah meninggikan ataupun menjadi saksi Tuhan. Mereka tidak menjalankan kehendak Dia. Mereka tak dapat membawa umat pilihan Tuhan ke takhtaNya. Mereka tak dapat memimpin ke jalan yang benar, agar mereka memahami kebenaran dan mengenal Tuhan dengan mempraktekkan dan mengalami firman Tuhan. Pemimpin keagamaan melawan kehendak Tuhan. Mereka tidak melakukan kebenaran pada diri sendiri, tetapi mengajari pengetahuan alkitabiah dan teori teologi untuk pamer dan menjadikan umat meneladani serta memuja mereka. Mereka memimpin umat ke jalan kemunafikan kaum Farisi. Mereka melukai dan merusak umat pilihan Tuhan. Pemimpin keagamaan telah menjadi alat Iblis, antikristus yang sejati. Selama tiga tahap pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan umat manusia, Tuhan telah dua kali berinkarnasi untuk menebus dan menyelamatkan kemanusiaan. Seluruh komunitas keagamaan merupakan musuh Kristus; mereka menjadi batu sandungan pekerjaan keselamatan Tuhan. Mereka telah menyinggung watak Tuhan dan akibatnya dikutuk serta dihukum oleh-Nya. Seperti kata nubuatan, "Babel besar telah jatuh, telah jatuh, dan kota itu menjadi tempat tinggal roh-roh jahat, dan kediaman setiap roh cemar" (Wahyu 18:2), "Babel sudah jatuh, kota yang besar itu, karena ia membuat semua bangsa minum dari anggur murka percabulannya" (Wahyu 14:8), "Celaka, celaka, Babel yang besar itu, kota yang kuat! Karena dalam satu jam saja penghakiman menimpa mu" (Wahyu 18:10).

Mari lihat bagaimana Tuhan Yang Mahakuasa mengutuk antikristus yang menentang Tuhan dan komunitas keagamaan yang dikendalikan antikristus. Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Kristus datang pada akhir zaman agar semua yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya akan menerima kehidupan. ... Kalau engkau tidak bisa mengakui-Nya, malah mengutuk, menghujat, atau bahkan menganiaya Dia, maka engkau akan dibakar dalam keabadian, dan tidak akan pernah memasuki kerajaan Tuhan. Karena Kristus sesungguhnya merupakan pengungkapan Roh Kudus, pengungkapan Tuhan, Pribadi yang Tuhan utus untuk melakukan pekerjaan-Nya di bumi. Oleh karena itu, Aku mengatakan bahwa jika engkau tidak bisa menerima semua pekerjaan yang dilakukan oleh Kristus akhir zaman, maka engkau menghujat Roh Kudus. Pembalasan yang akan diderita oleh mereka yang menghujat Roh Kudus tampak jelas bagi semua orang. ... Yang engkau lawan bukanlah manusia, yang engkau sangkal bukan makhluk yang lemah, melainkan Kristus. Apakah engkau menyadari konsekuensi ini? Engkau tidak melakukan kesalahan kecil, melainkan kejahatan yang mengerikan" ("Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Ingatlah peristiwa apa yang terjadi setelah orang Yahudi memakukan Yesus di kayu salib 2.000 tahun yang lalu. Orang Yahudi dibuang dari Israel dan melarikan diri ke berbagai negara di seluruh dunia. Banyak yang terbunuh, dan seluruh bangsa Yahudi dihadapkan pada penghancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka telah memakukan Tuhan di kayu salib—melakukan dosa yang sangat keji—dan memprovokasi watak Tuhan. Mereka harus membayar apa yang telah mereka lakukan, harus menanggung akibat perbuatan mereka. Mereka mengutuk Tuhan, menolak Tuhan, dan karena itu mereka hanya dapat memiliki satu nasib: dihukum oleh Tuhan. Inilah akibat pahit dan bencana yang dibuat penguasa mereka atas negara dan bangsa mereka" ("Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Kita percaya bahwa tidak ada negara atau kuasa apa pun yang dapat menghalangi tujuan yang ingin dicapai Tuhan. Orang-orang yang menghalangi pekerjaan Tuhan, menentang firman Tuhan, mengganggu dan mengacaukan rencana Tuhan pada akhirnya akan dihukum oleh-Nya. Dia yang menentang pekerjaan Tuhan pasti akan dikirim ke neraka; setiap negara yang menentang pekerjaan Tuhan akan dihancurkan; setiap bangsa yang bangkit untuk menentang pekerjaan Tuhan akan dihapuskan dari bumi ini, dan akan lenyap" ("Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Tetapi selama dunia lama terus ada, Aku akan melontarkan amarah-Ku atas bangsa-bangsanya, secara terang-terangan mengumumkan ketetapan administratif-Ku kepada seluruh alam semesta, dan memberikan hajaran kepada siapa pun yang melanggarnya:

"Ketika Aku memalingkan wajah-Ku kepada alam semesta untuk berfirman, seluruh umat manusia mendengar suara-Ku, dan kemudian melihat semua pekerjaan yang telah Kuperbuat di seluruh alam semesta. Mereka yang bertentangan dengan kehendak-Ku, artinya, barangsiapa yang menentang Aku dengan perbuatan manusia, akan tumbang di bawah hajaran-Ku. ... Banyak bangsa di alam semesta akan dipisahkan sekali lagi dan digantikan oleh bangsa-Ku, sehingga bangsa-bangsa di muka bumi akan lenyap selamanya dan menjadi suatu bangsa yang memuja Aku; seluruh bangsa di bumi akan dihancurkan, dan akan lenyap. Manusia di alam semesta, semua yang menjadi milik setan akan dimusnahkan; semua orang yang menyembah Iblis akan ditumbangkan oleh api-Ku yang menyala-nyala―kecuali mereka yang sekarang berada di dalam aliran ini, sisanya akan diubah menjadi abu. Ketika Aku menghajar orang banyak itu, mereka yang berada di dunia agamawi, dalam tingkat yang beragam, kembali ke kerajaan-Ku, ditaklukkan oleh pekerjaan-Ku, karena mereka akan melihat kedatangan Yang Mahakudus yang berada di atas awan putih. Segenap umat manusia akan mengikuti golongan mereka sendiri, dan akan menerima hajaran yang berbeda-beda sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat. Mereka semua yang telah menentang Aku akan binasa; sedang mereka yang perbuatannya di bumi tidak melibatkan Aku, karena mereka telah membebaskan diri mereka sendiri, mereka akan terus berada di bumi di bawah pemerintahan anak-anak-Ku dan umat-Ku. Aku akan menyatakan diri-Ku kepada banyak orang dan berbagai bangsa, memperdengarkan suara-Ku sendiri di atas bumi untuk menyatakan penyempurnaan pekerjaan-Ku yang besar bagi segenap umat manusia yang akan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri" ("Bab 26, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Dunia sedang runtuh! Babel berada dalam kelumpuhan! Dunia agamawi—bagaimana mungkin itu tidak dihancurkan oleh otoritas-Ku di bumi? Siapa yang masih berani tidak taat dan menentang-Ku? Ahli-ahli Tauratkah? Semua pejabat di kalangan agamakah? Pemerintah dan otoritas di bumikah? Malaikatkah? Siapa yang tidak merayakan kesempurnaan dan kepenuhan tubuh-Ku? Di antara semua suku bangsa, siapakah yang tidak akan menyanyikan pujian bagi-Ku tanpa henti, siapakah yang tidak akan tanpa henti-hentinya bahagia? ... Bagaimana bisa negara-negara di bumi tidak binasa? Bagaimana bisa negara-negara di bumi tidak jatuh? Bagaimana bisa umat-Ku tidak bersorak gembira? Bagaimana bisa mereka tidak bernyanyi dengan sukacita?" ("Bab 22, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Setiap kalimat firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, dipenuhi otoritas dan kuasa; firman ini menunjukkan kebenaran, kemegahan, murka dan watak Tuhan yang tak dapat disinggung. Bagi yang menentang, menghalangi atau mengganggu pekerjaan Tuhan pasti akan menerima hukuman dan pembalasan dari Tuhan. Pada Zaman Hukum Taurat, rakyat Sodom menyangkal Tuhan dan menentang Dia secara terang-terangan. Membuat marah watak Tuhan dan akhirnya dibinasakan Tuhan. Mereka habis tak bersisa. Selama Zaman Kasih Karunia, Imam kepala, ahli taurat dan Farisi terang-terangan menentang dan mengutuk Tuhan Yesus. Mereka bekerja sama dengan pemerintah Romawi untuk menyalibkan Tuhan Yesus. Mereka melakukan dosa besar yang memancing watak Tuhan. Seluruh bangsa Yahudi terkena kehancuran. Di akhir zaman, pemimpin keagamaan menghakimi, menentang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka bahkan bekerja sama dengan PKT jahat untuk menangkap dan menganiaya mereka, untuk menekan, menahan dan menganiaya saudara dan saudari yang mewartakan injil kerajaan. Mereka melakukan dosa besar dalam menghujat Roh Kudus dan menyalibkan Tuhan kembali. Tindakan jahat ini lebih buruk dari rakyat Sodom. Jelas lebih buruk dari Yahudi dan Farisi. Mereka antikristus yang tersingkap oleh pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Mereka kekuatan jahat yang menentang Tuhan paling buruk dan fanatik dibanding lainnya! Komunitas keagamaan terdiri sepenuhnya oleh kekuatan jahat yang menentang Tuhan. Ini sarang setan antikristus. Ini sebuah kelompok yang ingin sejajar dengan kerajaan Kristus. Mereka sekelompok musuh Tuhan yang memberontak menentang Dia! Watak kebenaran Tuhan tak dapat disinggung. Kekudusan Tuhan tak dapat dicemarkan! Pekerjaan Tuhan di akhir zaman merupakan awal zaman baru dan akhir dari yang lama. Komunitas keagamaan yang dikendalikan antikristus dan juga dunia jahat ini akan segera dibinasakan Tuhan lewat bencana pada akhir zaman. Hukuman Tuhan telah tiba! Seperti kata firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Dunia sedang runtuh! Babel berada dalam kelumpuhan! Dunia agamawi—bagaimana mungkin itu tidak dihancurkan oleh otoritas-Ku di bumi?" ("Bab 22, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Yang tak menerima penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, meskipun berpegang pada nama Tuhan Yesus dalam komunitas keagamaan, bagaimana pun mengikuti Alkitab, keselamatan dari salib atau upacara keagamaan, seberapa keras kerja mereka, menderita atau berkorban, jika tidak bertobat dan berpaling kepada Tuhan Yang Mahakuasa, mereka akan digulingkan dan dihancurkan bersamaan dengan komunitas keagamaan. Tuhan telah memerintahkan ini sejak lama; tak seorang pun mampu mengubahnya! Tuhan memanggil umat pilihannya dalam nubuatan kitab Wahyu, "Keluarlah dari padanya, hai umat-Ku, supaya engkau jangan ikut ambil bagian dalam dosa-dosanya, dan tidak turut menerima malapetakanya" (Wahyu 18:4).

dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik mengenai Injil Kerajaan"