Yang dimaksud dengan mengikuti kehendak Tuhan dan perwujudan seperti apa yang akan ditunjukkan orang yang mengikuti kehendak Tuhan

10 Februari 2019

Firman Tuhan yang Relevan:

Di setiap zaman, selagi bekerja di tengah-tengah manusia, Tuhan mengaruniakan beberapa firman kepada mereka dan memberi tahu mereka tentang beberapa kebenaran. Kebenaran ini berfungsi sebagai jalan yang harus dipegang teguh oleh manusia, jalan yang harus mereka tempuh, jalan yang memampukan mereka untuk takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, dan jalan yang harus dilakukan serta dipegang teguh oleh manusia dalam hidup mereka dan sepanjang perjalanan hidup mereka. Karena alasan inilah Tuhan mengungkapkan perkataan ini kepada umat manusia. Firman ini, yang datang dari Tuhan, harus dipegang teguh oleh manusia, dan memegang teguh firman tersebut berarti menerima kehidupan. Jika seseorang tidak memegangnya teguh, tidak melakukannya, dan tidak hidup dalam firman Tuhan dalam kehidupan mereka, maka orang ini tidak melakukan kebenaran. Lagi pula, jika orang tidak melakukan kebenaran, berarti mereka tidak takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, dan juga tidak dapat memuaskan Tuhan. Orang-orang yang tidak dapat memuaskan Tuhan tidak dapat menerima pujian dari-Nya, dan orang semacam ini tidak memiliki kesudahan.

Dikutip dari "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Yesus mampu menuntaskan amanat Tuhan—pekerjaan penebusan seluruh umat manusia—karena Dia memberi perhatian penuh pada kehendak Tuhan, tanpa membuat rencana dan pengaturan apa pun bagi diri-Nya sendiri. Jadi, Dia juga adalah sahabat karib Tuhan—Tuhan itu sendiri—sesuatu yang engkau semua pahami dengan sangat baik. (Sebenarnya, Dia adalah Tuhan itu sendiri yang tentang-Nya Tuhan memberi kesaksian. Aku menyinggungnya di sini untuk menggunakan kenyataan tentang Yesus guna mengilustrasikan perkara tersebut.) Dia mampu menempatkan rencana pengelolaan Tuhan sebagai pusat hidup, dan senantiasa berdoa kepada Bapa Surgawi serta mencari kehendak Bapa Surgawi. Dia berdoa, dan berkata: "Bapa! Terjadilah apa yang menjadi kehendak-Mu, dan bertindaklah bukan menurut keinginan-Ku tetapi menurut rencana-Mu. Manusia mungkin lemah, tetapi mengapa Engkau harus peduli terhadapnya? Bagaimana bisa manusia layak Engkau pedulikan, manusia yang seperti seekor semut di tangan-Mu? Dalam hati-Ku, Aku hanya ingin menyelesaikan kehendak-Mu, dan Aku ingin agar Engkau bisa melakukan apa yang akan Engkau lakukan di dalam-Ku sesuai dengan keinginan-Mu sendiri." Dalam perjalanan menuju Yerusalem, Yesus merasakan kesakitan, seolah-olah pisau sedang ditusuk dan dipelintir di jantung-Nya, namun Dia tidak memiliki niat sedikit pun untuk mengingkari perkataan-Nya; selalu ada kekuatan dahsyat yang mendorong-Nya menuju ke tempat Dia akan disalibkan. Akhirnya, Dia dipaku di kayu salib dan menjadi serupa dengan daging yang berdosa, menyelesaikan pekerjaan penebusan umat manusia. Dia melepaskan belenggu kematian dan alam maut. Di hadapan-Nya, kematian, neraka, dan alam maut kehilangan kuasa mereka, dan ditaklukkan oleh-Nya. Dia hidup selama tiga puluh tiga tahun, dan selama itu Dia selalu melakukan yang terbaik untuk memenuhi kehendak Tuhan sesuai dengan pekerjaan Tuhan pada saat itu, tidak pernah memikirkan keuntungan atau kerugian pribadi-Nya sendiri, dan selalu memikirkan kehendak Bapa. Karena itu, setelah Dia dibaptis, Tuhan berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Karena pelayanan-Nya di hadapan Tuhan selaras dengan kehendak Tuhan, Tuhan meletakkan beban berat untuk menebus semua umat manusia di kedua bahu-Nya dan membuat-Nya menyelesaikannya, dan Dia layak serta berhak untuk menyelesaikan tugas penting ini. Di sepanjang hidup-Nya, Dia menanggung penderitaan yang tak terkira bagi Tuhan, dan Dia dicobai oleh Iblis berkali-kali, tetapi Dia tidak pernah tawar hati. Tuhan memberi-Nya tugas yang sedemikian besar karena Dia memercayai-Nya, dan mengasihi-Nya, sehingga Tuhan secara pribadi berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Pada waktu itu, hanya Yesus yang dapat menyelesaikan amanat ini, dan ini adalah satu aspek praktis dari penyelesaian pekerjaan Tuhan untuk menebus seluruh umat manusia di Zaman Kasih Karunia.

Jika, seperti Yesus, engkau semua mampu memberikan kepedulian penuh pada beban Tuhan dan menyangkali dagingmu, Tuhan akan memercayakan tugas penting-Nya kepadamu, sehingga engkau semua akan memenuhi persyaratan melayani Tuhan. Hanya dalam keadaan seperti itulah engkau semua akan berani berkata bahwa engkau semua sedang melakukan kehendak Tuhan dan menyelesaikan amanat-Nya, dan baru pada saat itulah engkau semua akan berani mengatakan bahwa engkau semua benar-benar melayani Tuhan.

Dikutip dari "Bagaimana Melayani dalam Keselarasan dengan Kehendak Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuntutan Tuhan terhadap umat kerajaan adalah sebagai berikut:

1. Mereka harus menerima amanat Tuhan. Ini berarti, mereka harus menerima semua firman yang diucapkan dalam pekerjaan Tuhan pada akhir zaman.

2. Mereka harus masuk ke dalam pelatihan dari kerajaan.

3. Mereka harus berusaha keras agar hati mereka dijamah oleh Tuhan. Ketika hatimu telah berpaling sepenuhnya kepada Tuhan dan engkau telah memiliki kehidupan rohani yang normal, engkau akan hidup dalam alam kebebasan, yang berarti engkau akan hidup di bawah pemeliharaan dan perlindungan kasih Tuhan. Hanya ketika engkau hidup di bawah pemeliharaan dan perlindungan Tuhan-lah, engkau akan menjadi milik Tuhan.

4. Mereka harus didapatkan oleh Tuhan.

5. Mereka harus menjadi perwujudan kemuliaan Tuhan di muka bumi.

Kelima poin ini merupakan amanat-Ku bagi engkau semua. Firman-Ku disampaikan kepada umat Tuhan, dan jika engkau tidak mau menerima amanat ini, Aku tidak akan memaksamu—tetapi jika engkau benar-benar menerimanya, engkau akan dapat melakukan kehendak Tuhan. Sekarang ini, engkau semua mulai menerima amanat Tuhan, dan berusaha keras untuk menjadi umat kerajaan, dan mencapai standar yang dituntut untuk menjadi umat kerajaan. Inilah langkah pertama untuk masuk. Jika engkau ingin melakukan kehendak Tuhan sepenuhnya, engkau harus menerima kelima amanat ini, dan jika engkau mampu mencapainya, engkau akan berkenan di hati Tuhan, dan Tuhan pasti akan sangat memakai dirimu.

Dikutip dari "Kenalilah Pekerjaan Terbaru Tuhan dan Ikutilah Jejak Langkah-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Bagi Tuhan, tidak masalah apakah seseorang itu hebat atau tidak penting, selama mereka dapat mendengarkan Dia, menaati perintah-Nya, melakukan apa yang Ia percayakan, dan dapat bekerja sama dengan pekerjaan, kehendak, dan rencana-Nya, sehingga kehendak dan rencana-Nya dapat diselesaikan dengan lancar, maka perilaku tersebut layak untuk diingat oleh-Nya dan layak untuk menerima berkat-Nya. Tuhan menghargai orang-orang semacam itu, dan Ia menghargai tindakan, kasih, dan kasih sayang mereka kepada-Nya. Inilah sikap Tuhan.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri I" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Mereka yang melayani Tuhan harus menjadi sahabat karib Tuhan, mereka harus berkenan kepada Tuhan, dan mampu menunjukkan loyalitas tertinggi kepada Tuhan. Apakah engkau melakukannya di belakang atau di depan umum, engkau dapat memperoleh sukacita Tuhan di hadapan Tuhan, engkau mampu berdiri teguh di hadapan Tuhan, dan terlepas dari bagaimana orang lain memperlakukanmu, engkau senantiasa menapaki jalan yang harus kaujalani, dan memberi perhatian penuh pada beban Tuhan. Hanya orang-orang seperti inilah yang adalah sahabat karib Tuhan. Sahabat karib Tuhan mampu melayani-Nya secara langsung karena mereka telah diberikan amanat agung Tuhan dan beban Tuhan, mereka mampu menjadikan hati Tuhan menjadi hati mereka, dan menjadikan beban Tuhan sebagai beban mereka sendiri, dan mereka tidak memikirkan prospek masa depan mereka: meskipun mereka tidak akan mendapatkan apa pun, mereka akan selalu percaya kepada Tuhan dengan hati yang mengasihi Dia. Karena itu, orang semacam ini adalah sahabat karib Tuhan. Sahabat karib Tuhan adalah orang kepercayaan-Nya juga; hanya orang kepercayaan Tuhan yang bisa ikut merasakan keresahan-Nya, dan pemikiran-Nya, dan meskipun daging mereka sakit dan lemah, mereka mampu menanggung rasa sakit dan meninggalkan apa yang mereka cintai demi memuaskan Tuhan. Tuhan memberi beban lebih banyak kepada orang-orang semacam itu, dan apa yang ingin Tuhan lakukan dipersaksikan dalam kesaksian orang-orang semacam itu. Dengan demikian, orang-orang ini memperkenan Tuhan, mereka adalah pelayan Tuhan yang berkenan di hati-Nya, dan hanya orang semacam ini yang bisa memerintah bersama Tuhan.

Dikutip dari "Bagaimana Melayani dalam Keselarasan dengan Kehendak Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apa yang telah engkau semua alami dan saksikan melebihi yang telah dialami dan disaksikan para orang kudus dan nabi dari segala zaman, tetapi apakah engkau semua mampu memberikan kesaksian yang lebih besar daripada perkataan para orang kudus dan nabi pada masa yang lampau itu? Yang sekarang ini Kukaruniakan kepadamu melebihi yang Kukaruniakan kepada Musa dan Daud, jadi demikian juga Aku meminta agar kesaksianmu melebihi kesaksian Musa dan agar perkataanmu lebih hebat dari perkataan Daud. Aku memberimu seratus kali lipat—jadi demikian juga Aku memintamu mengembalikannya kepada-Ku sebanyak itu. Engkau harus tahu bahwa Akulah yang mengaruniakan hidup kepada umat manusia, dan engkau semualah yang menerima hidup itu dari-Ku dan harus memberikan kesaksian tentang-Ku. Inilah tugasmu yang Kuembankan kepadamu dan yang harus engkau semua lakukan bagi-Ku. Aku telah mengaruniakan seluruh kemuliaan-Ku kepadamu, Aku telah mengaruniakan kepadamu hidup yang tidak pernah diterima oleh umat pilihan, yaitu umat Israel. Sudah sepatutnya, engkau semua harus menjadi kesaksian bagi-Ku dan mengabdikan masa mudamu kepada-Ku serta menyerahkan hidupmu. Siapa pun yang menerima kemuliaan-Ku haruslah menjadi saksi-Ku dan menyerahkan hidup mereka bagi-Ku. Ini telah sejak lama ditentukan dari semula oleh-Ku. Engkau semua sungguh beruntung karena Aku mengaruniakan kemuliaan-Ku kepadamu, dan tugasmu adalah bersaksi tentang kemuliaan-Ku. Jika engkau semua percaya kepada-Ku hanya untuk mendapatkan berkat, maka pekerjaan-Ku tidak akan terlalu bermakna, dan engkau semua tidak akan memenuhi tugasmu. Orang-orang Israel hanya melihat belas kasihan, kasih dan kebesaran-Ku, dan orang-orang Yahudi hanya menyaksikan kesabaran dan penebusan-Ku. Mereka melihat pekerjaan Roh-Ku teramat sedikit, sampai pada titik di mana mereka hanya memahami sepersepuluh ribu saja dari apa yang telah engkau semua dengar dan lihat. Apa yang telah engkau semua lihat bahkan melebihi apa yang telah dilihat para imam kepala di antara mereka. Kebenaran yang engkau semua pahami sekarang ini melebihi pemahaman mereka; apa yang telah engkau semua lihat sekarang ini melebihi apa yang terlihat pada Zaman Hukum Taurat, juga pada Zaman Kasih Karunia, dan apa yang telah engkau semua alami melebihi bahkan pengalaman Musa dan Elia. Karena yang orang Israel pahami hanyalah hukum Yahweh, dan yang mereka lihat hanyalah penampakan bagian belakang Yahweh; apa yang dipahami orang-orang Yahudi hanyalah penebusan Yesus, yang mereka terima hanyalah kasih karunia yang dianugerahkan oleh Yesus, dan yang mereka lihat hanyalah gambaran Yesus dalam keluarga orang Yahudi. Apa yang engkau semua lihat sekarang ini adalah kemuliaan Yahweh, penebusan Yesus, dan semua perbuatan-Ku sekarang ini. Jadi, engkau juga telah mendengar perkataan Roh-Ku, menyadari akan hikmat-Ku, mengetahui keajaiban-Ku, dan mengetahui tentang watak-Ku. Aku juga telah memberitahukan kepadamu seluruh rencana pengelolaan-Ku. Apa yang telah engkau semua lihat bukan hanya Tuhan yang penuh kasih dan berbelas kasihan, tetapi sosok Tuhan yang penuh dengan kebenaran. Engkau telah melihat pekerjaan-Ku yang ajaib dan mengetahui bahwa Aku penuh dengan kemegahan dan murka. Lebih dari itu, engkau mengetahui bahwa Aku pernah menumpahkan amukan kemarahan-Ku kepada kaum Israel, dan bahwa sekarang ini, murka-Ku telah datang atasmu. Engkau semua memahami misteri-Ku di surga lebih banyak daripada Yesaya dan Yohanes; engkau semua mengetahui keindahan dan keagungan-Ku lebih daripada semua orang kudus di generasi sebelumnya. Apa yang telah engkau semua terima bukan hanya kebenaran-Ku, jalan-Ku, dan hidup-Ku, melainkan juga penglihatan dan wahyu yang lebih hebat daripada penglihatan dan wahyu Yohanes. Engkau semua memahami jauh lebih banyak misteri dan juga telah melihat wajah asli-Ku; engkau semua telah menerima lebih banyak penghakiman-Ku dan mengetahui lebih banyak tentang watak benar-Ku. Jadi, meskipun engkau semua dilahirkan pada akhir zaman, pemahamanmu adalah pemahaman mereka yang lahir sebelumnya dan di masa yang lampau, dan engkau juga telah mengalami hal-hal dari zaman sekarang, dan semua ini dilakukan oleh-Ku secara pribadi. Apa yang Kuminta darimu tidaklah berlebihan, karena Aku telah memberimu begitu banyak, dan engkau semua telah melihat banyak hal dalam diri-Ku. Oleh karena itu, Aku memintamu untuk memberikan kesaksian tentang-Ku bagi orang-orang kudus di masa yang lampau, dan inilah satu-satunya keinginan hati-Ku.

Dikutip dari "Apa yang Kauketahui tentang Iman?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Yang Kuinginkan adalah kesetiaan dan ketaatanmu sekarang, kasih dan kesaksianmu sekarang. Sekalipun pada saat ini engkau tidak tahu apa arti kesaksian atau apa arti kasih, engkau harus membawa segenap dirimu kepada-Ku dan menyerahkan kepada-Ku satu-satunya harta yang kaumiliki: kesetiaan dan ketaatanmu. Engkau harus tahu bahwa kesaksian mengenai kalahnya Iblis oleh-Ku terletak dalam kesetiaan dan ketaatan manusia, begitu juga kesaksian mengenai tuntasnya penaklukkan-Ku terhadap manusia. Tugas dalam imanmu kepada-Ku adalah memberikan kesaksian tentang-Ku, setia kepada-Ku dan bukan kepada yang lain, dan taat sampai akhir. Sebelum Aku memulai langkah pekerjaan-Ku yang selanjutnya, bagaimana engkau akan memberikan kesaksian tentang-Ku? Bagaimana engkau akan bersikap setia dan taat kepada-Ku? Apakah engkau akan mengabdikan seluruh kesetiaanmu demi fungsimu atau akankah engkau menyerah begitu saja? Apakah engkau lebih suka tunduk pada setiap pengaturan-Ku (sekalipun itu berarti kematian atau kehancuran), ataukah melarikan diri di tengah jalan demi menghindari hajaran-Ku? Aku menghajarmu supaya engkau bisa menjadi saksi-Ku, setia dan taat kepada-Ku. Terlebih lagi, hajaran pada saat ini bertujuan untuk menyingkapkan langkah pekerjaan-Ku yang selanjutnya dan memungkinkan pekerjaan ini untuk terus maju tanpa hambatan. Karena itulah, Aku menasihatimu untuk bijak dan tidak memperlakukan hidupmu ataupun makna keberadaanmu sebagai butiran pasir yang tidak berharga. Bisakah engkau mengetahui dengan pasti apa pekerjaan-Ku yang akan datang? Tahukah engkau bagaimana Aku akan bekerja di hari-hari mendatang dan bagaimana pekerjaan-Ku akan berkembang? Engkau harus mengetahui makna penting pengalamanmu mengenai pekerjaan-Ku, dan lebih jauh lagi, makna penting imanmu kepada-Ku. Aku sudah melakukan begitu banyak; bagaimana mungkin Aku menyerah di tengah jalan, seperti yang kaubayangkan? Aku sudah melakukan pekerjaan yang sedemikian luasnya; bagaimana mungkin Aku menghancurkannya? Memang, Aku telah datang untuk mengakhiri zaman ini. Ini benar, tetapi terlebih lagi engkau harus tahu bahwa Aku akan memulai zaman yang baru, memulai pekerjaan yang baru, dan terutama, menyebarkan Injil kerajaan. Jadi, engkau harus tahu bahwa pekerjaan sekarang ini hanyalah untuk memulai sebuah zaman dan meletakkan dasar untuk penyebaran Injil di kemudian hari dan mengakhiri zaman ini di masa mendatang. Pekerjaan-Ku tidak sesederhana yang kaupikirkan, juga tidak sepele atau tak bermakna seperti yang mungkin kauyakini. Oleh karena itu, Aku tetap harus mengatakan kepadamu: engkau harus menyerahkan hidupmu bagi pekerjaan-Ku, dan terlebih lagi, engkau harus mengabdikan dirimu bagi kemuliaan-Ku. Sudah lama Aku merindukanmu untuk memberikan kesaksian tentang-Ku, dan bahkan Aku telah sangat lama merindukanmu untuk menyebarkan Injil-Ku. Engkau harus memahami apa yang ada di hati-Ku.

Dikutip dari "Apa yang Kauketahui tentang Iman?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Meskipun imanmu sangat tulus, tidak seorang pun di antaramu yang mampu menceritakan dengan lengkap tentang diri-Ku kepada orang lain, dan tidak seorang pun di antaramu yang dapat memberikan kesaksian penuh tentang semua kenyataan yang engkau lihat. Pikirkan tentang ini: sekarang ini, kebanyakan dari antaramu yang lalai dalam tugas-tugasmu, malah mengejar daging, mengenyangkan daging, dan dengan rakus menikmati kedagingan. Engkau memiliki sedikit kebenaran. Lalu, bagaimana engkau dapat memberikan kesaksian tentang semua yang telah engkau lihat? Apakah engkau semua benar-benar yakin bahwa engkau bisa menjadi saksi-Ku? Jika tiba suatu hari di manaengkau tidak mampu memberikan kesaksian tentang semua yang telah engkau lihat sekarang ini, engkau telah kehilangan fungsi sebagai makhluk ciptaan, dan keberadaanmu tidak akan ada artinya sama sekali. Engkau tidak akan layak menjadi manusia. Bahkan dapat dikatakan bahwa engkau tidak akan menjadi manusia! Aku telah melakukan pekerjaan yang tak terhitung banyaknya di dalam dirimu, tetapi karena saat ini engkau tidak belajar apa pun, tidak menyadari apa pun, tidak efektif dalam pekerjaanmu, ketika tiba waktunya bagi-Ku untuk memperluas pekerjaan-Ku, engkau hanya akan menatap dengan tatapan kosong, lidah kelu, dan sama sekali tidak berguna. Bukankah itu akan menjadikanmu orang berdosa untuk selamanya? Bila saat itu tiba, bukankah engkau akan merasakan penyesalan terdalam? Bukankah engkau akan tenggelam dalam depresi? Semua pekerjaan-Ku sekarang ini bukan dilakukan karena kemalasan dan kejenuhan, tetapi untuk meletakkan landasan bagi pekerjaan-Ku di masa mendatang. Itu bukan karena Aku sedang menghadapi jalan buntu dan perlu memikirkan sesuatu yang baru. Engkau harus memahami pekerjaan yang Aku lakukan; ini bukan sesuatu yang dilakukan oleh seorang anak kecil yang bermain di jalanan, melainkan pekerjaan yang dilakukan untuk merepresentasikan Bapa-Ku. Engkau semua harus tahu bahwa bukan Aku yang sedang melakukan semua ini sendiri; melainkan, Aku merepresentasikan Bapa-Ku. Sementara itu, peranmu hanyalah mengikuti, menaati, berubah, dan bersaksi. Yang harus engkau semua pahami adalah mengapa engkau semua harus percaya kepada-Ku; ini adalah pertanyaan terpenting yang harus engkau masing-masing pahami. Bapa-Ku, demi kemuliaan-Nya, dari semula telah menetapkan engkau semua untuk-Ku sejak saat Dia menciptakan dunia. Demi pekerjaan-Ku, dan demi kemuliaan-Nya, maka Dia telah menetapkan engkau semua dari semula. Oleh karena Bapa-Ku, maka engkau semua percaya kepada-Ku; oleh karena penetapan Bapa-Ku dari semula, maka engkau mengikuti Aku. Tidak satu pun dari semua ini merupakan pilihanmu sendiri. Bahkan yang lebih penting lagi adalah engkau semua memahami bahwa engkau adalah orang-orang yang Bapa-Ku berikan kepada-Ku untuk tujuan bersaksi tentang Aku. Karena Dia menganugerahkan engkau semua kepada-Ku, engkau harus mematuhi jalan-jalan yang Kuberikan kepadamu, juga jalan dan perkataan yang Kuajarkan kepadamu, karena tugasmu adalah menaati jalan-jalan-Ku. Inilah tujuan awal dari imanmu kepada-Ku. Jadi, Aku katakan hal ini kepadamu: engkau semua hanyalah orang-orang yang Bapa-Ku anugerahkan kepada-Ku untuk menaati jalan-jalan-Ku. Namun, engkau semua hanya percaya kepada-Ku; engkau bukan berasal dari Aku karena engkau semua bukan berasal dari keluarga Israel, melainkan sejenis dengan si ular tua. Satu-satunya yang Kuminta untuk engkau semua lakukan adalah memberikan kesaksian bagi-Ku, tetapi sekarang engkau semua harus berjalan di jalan-Ku. Semua ini demi kesaksian di masa mendatang. Jika engkau semua hanya berfungsi sebagai orang-orang yang mendengar jalan-Ku, engkau tidak akan memiliki nilai apa pun, dan makna penting dianugerahkannya dirimu kepada-Ku oleh Bapa-Ku akan hilang. Apa yang bersikeras Kuberitahukan kepadamu adalah hal ini: engkau semua harus berjalan di jalan-Ku.

Dikutip dari "Bagaimanakah Pemahamanmu tentang Tuhan?" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Alasan mengapa mereka yang sungguh-sungguh bersaksi bagi Tuhan mampu memberikan kesaksian yang berkumandang tentang Dia adalah karena kesaksian mereka di bangun di atas fondasi pengetahuan yang benar dan kerinduan sesungguhnya akan Tuhan. Kesaksian seperti itu tidak disampaikan menurut dorongan emosional sesaat, tetapi berdasarkan pada pengetahuan mereka tentang Tuhan dan watak-Nya. Karena mereka telah mengenal Tuhan, mereka merasa bahwa mereka tentu saja harus bersaksi bagi Tuhan dan membuat semua orang yang merindukan Tuhan mengenal Tuhan, dan menyadari akan keindahan Tuhan serta kenyataan diri-Nya. Sebagaimana kasih orang kepada Tuhan, kesaksian mereka pun bersifat spontan; kesaksian mereka nyata, dan memiliki makna serta nilai yang nyata. Kesaksian mereka tidak pasif atau hampa ataupun tanpa arti. Alasan mengapa hanya orang yang benar-benar mengasihi Tuhan yang paling memiliki nilai dan makna dalam hidup mereka, alasan mengapa mereka hanya sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, adalah karena orang-orang ini mampu hidup dalam terang Tuhan dan mampu hidup bagi pekerjaan dan pengelolaan Tuhan. Itu karena mereka tidak hidup dalam kegelapan, melainkan hidup dalam terang; mereka tidak menjalani kehidupan yang tanpa makna, melainkan kehidupan yang telah diberkati oleh Tuhan. Hanya mereka yang mengasihi Tuhan yang mampu bersaksi bagi Tuhan, hanya merekalah saksi-saksi Tuhan, hanya merekalah yang diberkati oleh Tuhan, dan hanya merekalah yang dapat menerima janji-janji Tuhan. Mereka yang mengasihi Tuhan adalah sahabat karib Tuhan; mereka adalah orang-orang yang dikasihi Tuhan, dan mereka dapat menikmati berkat bersama dengan Tuhan. Hanya orang-orang seperti inilah yang akan hidup sampai kekekalan, dan hanya merekalah yang akan selamanya hidup di bawah pemeliharaan dan perlindungan Tuhan. Tuhan adalah untuk dikasihi oleh manusia, dan Dia layak menerima kasih semua orang, tetapi tidak semua orang mampu mengasihi Tuhan, dan tidak semua orang dapat bersaksi bagi Tuhan dan memegang kuasa dengan Tuhan. Karena mereka mampu bersaksi bagi Tuhan, dan mencurahkan segenap upaya mereka bagi pekerjaan Tuhan, mereka yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dapat berjalan ke mana pun di bawah langit tanpa ada yang berani menentang mereka, dan mereka dapat memegang kuasa di bumi dan memerintah semua umat Tuhan. Orang-orang ini telah datang bergabung dari seluruh dunia. Mereka berbicara bahasa yang berbeda dan memiliki warna kulit yang berbeda, tetapi keberadaan mereka memiliki arti yang sama; mereka semua memiliki hati yang mengasihi Tuhan, mereka semua memiliki kesaksian yang sama, memiliki tekad yang sama serta keinginan yang sama. Mereka yang mengasihi Tuhan dapat berjalan bebas di seluruh dunia, dan mereka yang bersaksi bagi Tuhan dapat melakukan perjalanan melintasi alam semesta. Orang-orang ini dikasihi oleh Tuhan, mereka diberkati oleh Tuhan, dan mereka akan selamanya hidup dalam terang-Nya.

Dikutip dari "Mereka yang Mengasihi Tuhan akan Selamanya Hidup di Dalam Terang-Nya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sekarang ini, Tuhan telah secara resmi memulai penyempurnaan manusia. Agar dapat disempurnakan, orang harus menjalani penyingkapan, penghakiman, dan hajaran oleh firman-Nya, mereka harus mengalami ujian dan pemurnian oleh firman-Nya (seperti ujian bagi para pelaku pelayanan), dan mereka harus mampu menghadapi ujian kematian. Arti dari hal ini adalah bahwa di tengah-tengah penghakiman, hajaran, dan ujian dari Tuhan, mereka yang benar-benar menaati kehendak Tuhan mampu memuji Tuhan dari hati mereka yang paling dalam, dan sepenuhnya menaati Tuhan serta meninggalkan diri mereka sendiri, dengan demikian mengasihi Tuhan dengan hati yang tulus, tak terbagi, dan murni; seperti itulah orang yang sempurna, dan itulah persisnya pekerjaan yang Tuhan berniat untuk melakukannya, dan pekerjaan yang harus dilaksanakan-Nya.

Dikutip dari "Mengenai Langkah-Langkah Pekerjaan Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Di masa kini, engkau harus menyadari bagaimana agar ditaklukkan, dan bagaimana manusia berperilaku setelah mereka ditaklukkan. Engkau mungkin mengatakan engkau telah ditaklukkan, tetapi bisakah engkau taat sampai mati? Engkau harus mampu mengikut Dia sampai akhir terlepas dari apakah ada prospek atau tidak, dan engkau tidak boleh kehilangan iman kepada Tuhan dalam lingkungan apa pun. Pada akhirnya, engkau harus mencapai dua aspek kesaksian: kesaksian Ayub—ketaatan sampai mati; dan kesaksian Petrus—kasih yang tertinggi kepada Tuhan. Di satu sisi, engkau harus seperti Ayub: dia kehilangan semua harta benda, dan sekujur tubuhnya ditimpa rasa sakit, kendati demikian, dia tidak meninggalkan nama Yahweh. Ini adalah kesaksian Ayub. Petrus mampu mengasihi Tuhan sampai mati. Ketika dia disalib dan menghadapi kematiannya, dia tetap mengasihi Tuhan; dia tidak memikirkan prospeknya sendiri atau mengejar harapan yang indah atau pikiran yang muluk-muluk, dan dia hanya berusaha untuk mengasihi Tuhan dan menaati semua pengaturan Tuhan. Itulah standar yang harus kaucapai sebelum engkau dapat dianggap telah menjadi kesaksian, sebelum engkau menjadi orang yang telah disempurnakan setelah ditaklukkan.

Dikutip dari "Fakta Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (2)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sekarang, mari kita melihat kembali kisah tentang bahtera Nuh. Apakah ini peristiwa besar atau kecil? Apakah ini hanyalah sebuah kisah biasa tentang seorang pria tua yang membangun bahtera di masa lampau? (Tidak.) Nuh adalah seorang pria yang, dari semua manusia, lebih layak ditiru, yang takut akan Tuhan, menaati Tuhan, dan menyelesaikan apa yang Tuhan percayakan kepadanya; dia dipuji oleh Tuhan dan seharusnya menjadi teladan bagi orang yang mengikut Tuhan saat ini. Dan apa yang paling berharga tentang dirinya? Dia hanya memiliki satu sikap terhadap firman Tuhan: mendengarkan dan menerima, menerima dan menaati, dan menaati sampai mati. Sikap inilah, yang paling berharga dari semuanya, yang membuat dirinya dipuji oleh Tuhan. Jika berkenaan dengan firman Tuhan, dia tidak mau sekadar melakukan upaya yang sangat kecil, dia tidak mau sekadar melakukan firman-Nya dengan asal-asalan, dan dia tidak mempelajari, menganalisis, menentang, atau menolak firman Tuhan di dalam benaknya dan kemudian tidak memikirkannya lagi; sebaliknya, dia mendengarkan dengan sungguh-sungguh, menerima firman Tuhan, sedikit demi sedikit, di dalam hatinya, dan kemudian merenungkan bagaimana membuat firman Tuhan tercapai, bagaimana menerapkannya, bagaimana melaksanakannya seperti yang dimaksudkan pada mulanya, tanpa mengubahnya. Dan sementara dia merenungkan firman Tuhan, dia berkata dalam hatinya, "Semua ini adalah firman Tuhan, semua ini adalah perintah Tuhan, amanat Tuhan, semua ini adalah kewajibanku, aku harus taat, aku tidak boleh mengabaikannya sedikit pun, apa pun yang terjadi, aku tidak boleh menentang keinginan Tuhan, aku juga tidak boleh sedikit pun mengabaikan salah satu rincian dari apa yang Dia katakan, karena jika tidak, aku akan tidak layak disebut manusia, aku akan tidak layak untuk menerima amanat Tuhan, dan tidak layak untuk dimuliakan-Nya. Jika aku gagal menyelesaikan semua yang Tuhan telah katakan dan percayakan kepadaku, aku akan berakhir dengan banyak penyesalan; selain itu, aku akan mengetahui bahwa diriku tidak layak menerima amanat Tuhan dan pemuliaan-Nya terhadap diriku, dan akan malu untuk menghadap Sang Pencipta lagi." Segala sesuatu yang Nuh pikirkan dan renungkan di dalam hatinya, setiap sudut pandang dan sikapnya, semua ini menentukan bagaimana dia menjadi mampu untuk melakukan firman Tuhan, dan membuat firman Tuhan menjadi kenyataan, membuat firman Tuhan tercapai, membuatnya terlaksana melalui dirinya dan menjadi kenyataan melalui dirinya sehingga firman Tuhan tidak gagal. Dilihat dari segala sesuatu yang Nuh pikirkan, setiap gagasan yang muncul di dalam hatinya, dan sikapnya terhadap Tuhan, Nuh layak menerima amanat Tuhan, dia adalah orang yang dipercaya dan disukai oleh Tuhan. Tuhan mengamati setiap perkataan dan perbuatan manusia, Dia melihat pemikiran dan gagasan mereka. Di mata Tuhan, karena Nuh bisa berpikir seperti ini, Dia tidak salah memilih. Nuh menunjukkan dirinya layak untuk menjalankan amanat Tuhan, layak menerima kepercayaan Tuhan, dia mampu menyelesaikan amanat Tuhan: dia adalah satu-satunya pilihan di antara seluruh umat manusia.

Dikutip dari "Lampiran Tiga: Bagaimana Nuh dan Abraham Mendengarkan Firman Tuhan dan Menaati Tuhan (Bagian Dua)" dalam "Menyingkapkan Antikristus"

Ketika Ayub pertama kali menjalani ujiannya, semua harta bendanya dan semua anaknya diambil, tetapi dia tidak jatuh atau mengatakan apa pun yang merupakan dosa terhadap Tuhan dari ujian tersebut. Dia telah mengalahkan pencobaan Iblis, dan dia telah mengalahkan harta bendanya, keturunannya, dan ujian kehilangan semua harta duniawinya, yang berarti dia mampu menaati Tuhan saat Dia mengambil segala sesuatu darinya dan dia mampu memberikan pujian dan ucapan syukur kepada Tuhan karena apa yang Tuhan lakukan. Begitulah perilaku Ayub selama pencobaan pertama dari Iblis, dan itu juga merupakan kesaksian Ayub selama ujian pertama Tuhan. Dalam ujian kedua, Iblis mengulurkan tangannya untuk menyakiti Ayub, dan walaupun Ayub mengalami penderitaan yang lebih berat daripada yang pernah dirasakannya sebelumnya, tetapi kesaksiannya itu cukup untuk membuat orang-orang merasa sangat takjub. Dia menggunakan ketabahan, keyakinan, dan ketaatannya kepada Tuhan, serta rasa takutnya akan Tuhan, untuk sekali lagi mengalahkan Iblis, dan perilakunya serta kesaksiannya sekali lagi diperkenan dan disukai oleh Tuhan. Selama pencobaan ini, Ayub menggunakan perilakunya yang sebenarnya untuk menyatakan kepada Iblis bahwa rasa sakit pada tubuhnya tidak dapat mengubah iman dan ketaatannya kepada Tuhan atau merampas pengabdiannya kepada Tuhan dan sikapnya yang takut akan Tuhan; dia tidak akan meninggalkan Tuhan atau menyerahkan hidupnya yang tak bercela dan kejujurannya sendiri karena dia menghadapi kematian. Tekad Ayub membuat Iblis menjadi takut, imannya membuat Iblis gentar dan gemetar, intensitas yang dengannya dia berperang melawan Iblis selama peperangan antara hidup dan mati mereka, melahirkan kebencian dan kemarahan yang mendalam kepada Iblis; hidupnya yang tak bercela dan kejujuran Ayub membuat Iblis tidak mampu berbuat apa pun lagi kepadanya, sehingga Iblis menghentikan serangannya terhadap dia dan menghentikan tuduhannya terhadap Ayub yang didakwakannya di hadapan Tuhan Yahweh. Ini berarti bahwa Ayub telah mengalahkan dunia. Dia telah mengalahkan tubuhnya. Dia telah mengalahkan Iblis, dan dia telah mengalahkan kematian; dia benar-benar dan sepenuhnya merupakan manusia kepunyaan Tuhan. Selama kedua ujian ini, Ayub tetap teguh dalam kesaksiannya, dan benar-benar menghidupi hidupnya yang tak bercela dan kejujurannya, dan memperluas ruang lingkup prinsip hidupnya yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Setelah mengalami kedua ujian ini, lahirlah dalam diri Ayub pengalaman yang lebih kaya, dan pengalaman ini membuatnya lebih dewasa dan berpengalaman, membuatnya lebih kuat, dan memiliki keyakinan yang lebih besar, dan membuatnya lebih yakin akan kebenaran dan pentingnya kesalehan yang dia pegang teguh. Ujian Tuhan Yahweh terhadap Ayub memberinya pemahaman dan rasa kepedulian yang mendalam tentang perhatian Tuhan kepada manusia, dan membuatnya dapat merasakan betapa berharganya kasih Tuhan, yang darinya perhatian dan kasih kepada Tuhan ditambahkan ke dalam sikapnya yang takut akan Tuhan. Ujian dari Tuhan Yahweh bukan saja tidak menjauhkan Ayub dari-Nya, tetapi juga membuat hatinya semakin dekat kepada Tuhan. Ketika rasa sakit jasmani yang dialami oleh Ayub mencapai puncaknya, perhatian yang dia rasakan dari Tuhan Yahweh membuatnya tidak punya pilihan selain mengutuk hari kelahirannya. Perilaku seperti ini tidak direncanakan sejak lama, tetapi merupakan ungkapan alami dari perhatian dan kasih kepada Tuhan dari dalam hatinya, itu adalah ungkapan alami yang berasal dari perhatian dan kasihnya kepada Tuhan. Dengan kata lain, karena dia membenci dirinya sendiri dan dia tidak mau, dan tidak tahan membiarkan Tuhan tersiksa, maka perhatian dan kasihnya mencapai titik tanpa pamrih. Pada saat ini, Ayub meningkatkan pemujaan dan kerinduannya yang telah lama ada kepada Tuhan dan pengabdiannya kepada Tuhan sampai ke tingkat perhatian dan kasih. Pada saat yang sama, dia juga meningkatkan iman dan ketaatannya kepada Tuhan dan sikapnya yang takut akan Tuhan sampai ke tingkat perhatian dan kasih. Dia tidak membiarkan dirinya melakukan apa pun yang akan melukai hati Tuhan, dia tidak membiarkan dirinya melakukan tindakan yang akan menyakiti Tuhan, dan tidak membiarkan dirinya menimbulkan kedukaan, kesedihan, atau bahkan ketidakbahagiaan kepada Tuhan karena alasannya sendiri. Di mata Tuhan, meskipun Ayub masih Ayub yang sama seperti dahulu, iman, ketaatan, dan sikap Ayub yang takut akan Tuhan membuat Tuhan sangat puas dan gembira. Pada saat ini, Ayub telah mencapai kesempurnaan yang Tuhan harapkan untuk dia capai; dia telah menjadi orang yang benar-benar layak disebut "tak bercela dan jujur" di mata Tuhan. Perbuatannya yang benar membuatnya dapat mengalahkan Iblis dan tetap teguh dalam kesaksiannya kepada Tuhan. Demikian juga, perbuatannya yang benar menjadikannya tak bercela, dan membuat nilai kehidupannya meningkat dan melampaui lebih dari sebelumnya, dan semua itu juga menjadikannya orang pertama yang tidak lagi diserang dan dicobai oleh Iblis. Karena Ayub adalah orang benar, dia dituduh dan dicobai Iblis; karena Ayub adalah orang benar, dia diserahkan kepada Iblis; dan karena Ayub adalah orang benar, dia mengatasi dan mengalahkan Iblis, dan tetap teguh dalam kesaksiannya. Mulai saat itu, Ayub menjadi orang pertama yang tidak akan pernah lagi diserahkan kepada Iblis, dia benar-benar datang ke hadapan takhta Tuhan dan hidup dalam terang, di bawah berkat Tuhan tanpa diintai atau ingin dijatuhkan oleh Iblis .... Dia telah menjadi manusia sejati di mata Tuhan; dia telah dibebaskan ...

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Waktu dihajar Tuhan, Petrus berdoa, "Ya, Tuhan! Dagingku tidak taat, maka Engkau menghajar dan menghakimi aku. Aku bersukacita dalam hajaran dan penghakiman-Mu, bahkan seandainya Engkau tidak menginginkan aku, dalam penghakiman-Mu, aku melihat watak-Mu yang kudus dan benar. Saat Engkau menghakimi aku, sehingga orang lain dapat melihat watak-Mu yang benar dalam penghakiman-Mu, aku pun merasa puas. Jika itu dapat mengungkapkan watak-Mu dan memungkinkan watak-Mu yang benar itu terlihat oleh segala makhluk, jika itu dapat membuat kasihku kepada-Mu lebih murni, sehingga aku dapat mencapai keserupaan dengan orang yang benar, maka penghakiman-Mu ini sungguh baik, karena demikianlah kehendak-Mu yang penuh kasih karunia. Aku tahu, masih ada banyak hal dalam diriku yang memberontak, dan aku masih belum pantas menghadap Engkau. Aku berharap Engkau bahkan menghakimi aku lebih lagi, entah itu melalui lingkungan yang tidak bersahabat atau kesengsaraan besar; bagaimanapun Engkau menghakimi aku, bagiku itu sangat berharga. Kasih-Mu begitu mendalam, dan aku rela menyerahkan diri kepada belas kasih-Mu tanpa bersungut-sungut sedikit pun." Inilah pengetahuan Petrus setelah ia mengalami pekerjaan Tuhan, dan ini juga merupakan kesaksian akan kasihnya kepada Tuhan. ... Menjelang akhir hidupnya, setelah dia dijadikan sempurna, Petrus berkata, "Ya Tuhan! Andai saja aku hidup beberapa tahun lagi, aku ingin memperoleh kasih yang lebih murni dan lebih dalam dari-Mu." Ketika hendak disalibkan, di dalam hatinya dia berdoa, "Ya, Tuhan! Waktu-Mu telah tiba; waktu yang Engkau persiapkan bagiku telah tiba. Aku harus disalibkan bagi-Mu, aku harus menjadi kesaksian untuk Engkau, dan aku berharap agar kasihku dapat memenuhi tuntutan-Mu, sehingga menjadi lebih murni. Hari ini, bisa mati untuk-Mu dan disalibkan bagi-Mu, sangat menghibur dan meyakinkan aku, karena tidak ada yang lebih memuaskan bagiku selain dapat disalibkan bagi-Mu dan memenuhi kehendak-Mu, dan mampu menyerahkan diriku, mempersembahkan hidupku bagi-Mu. Ya, Tuhan! Engkau sangat indah! Seandainya Engkau mengizinkan aku tetap hidup, aku bahkan akan lebih rela mengasihi-Mu. Selama aku hidup, aku akan mengasihi-Mu. Aku ingin mengasihi-Mu lebih dalam lagi. Engkau menghakimi, menghajar, serta mengujiku karena aku tidak benar, sebab aku telah berdosa. Watak-Mu yang benar pun menjadi lebih jelas bagiku. Ini berkat bagiku, sebab aku dapat mengasihi-Mu lebih dalam lagi, dan aku rela mengasihi-Mu dengan cara demikian bahkan seandainya Engkau tidak mengasihiku. Aku bersedia melihat watak-Mu yang benar, karena ini membuat aku lebih mampu hidup dalam kehidupan yang bermakna. Aku merasa bahwa hidupku sekarang lebih berarti, sebab aku disalibkan demi Engkau, dan mati bagi-Mu sungguh bermakna. Namun tetap saja aku tidak merasa puas, karena aku terlalu sedikit mengenal tentang Engkau. Aku tahu bahwa aku tidak dapat sepenuhnya memenuhi kehendak-Mu dan terlalu sedikit membalas Engkau. Dalam hidupku, aku tidak mampu mengembalikan diriku seluruhnya kepada-Mu; aku masih jauh dari taraf itu. Saat merenungkan kembali pada saat ini, aku merasa berutang budi kepada-Mu, dan yang kumiliki hanyalah momen ini untuk menebus seluruh kesalahanku dan segenap kasih yang belum kubalaskan kepada-Mu."

Dikutip dari "Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pada tahun 2021 bencana semakin parah, apakah Anda ingin menemukan cara untuk dilindungi oleh Tuhan dan memasuki bahtera akhir zaman? Silakan hubungi kami sekarang.

Konten Terkait

Hubungi kami via WhatsApp