Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Mengapa dunia keagamaan selalu menyangkal, menolak dan mengutuk Kristus, dan dengan demikian menderita kutukan dari Tuhan?

6

2. Mengapa dunia keagamaan selalu menyangkal, menolak dan mengutuk Kristus, dan dengan demikian menderita kutukan dari Tuhan?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Dengarkan perumpamaan yang lain: Ada seorang tuan tanah menanami kebun anggur dan memasang pagar di sekelilingnya, menggali lubang untuk memeras anggur, lalu mendirikan menara, dan menyewakan kebun itu kepada para penggarap, lalu pergi ke negeri yang jauh: Dan ketika musim buah sudah hampir tiba, dia mengutus hamba-hambanya kepada para penggarap, supaya mereka dapat menerima buah bagiannya. Tetapi para penggarap menangkap hamba-hamba itu, memukul yang satu, membunuh yang lain, dan yang lainnya dilempari batu. Sekali lagi, ia mengutus hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari yang pertama. Tetapi mereka diperlakukan dengan cara yang sama. Akhirnya tuan tanah itu mengutus putranya kepada mereka dan berpikir, Mereka akan menghormati putraku. Tetapi saat para penggarap melihat anak tuan tanah itu, mereka berkata satu sama lain, Ini ahli warisnya. Mari kita bunuh saja dia dan merampas warisannya. Mereka pun menangkapnya, dan membuangnya ke luar kebun anggur, lalu membunuhnya" (Matius 21:33-39).

"Lalu berkumpullah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi dalam sebuah sidang dan berkata: 'Apakah yang kita lakukan? Orang ini membuat banyak mukjizat. Jika kita biarkan Dia, semua orang akan percaya kepada-Nya: dan orang-orang Roma akan datang dan merebut tempat dan bangsa kita'" (Yohanes 11:47-48).

"Maka sejak dari itu mereka bersekongkol berusaha membunuh Dia" (Yohanes 11:53).

Firman Tuhan yang Relevan:

Sungguh menarik! Mengapa inkarnasi Tuhan selalu ditolak dan dicerca oleh manusia? Mengapa manusia tidak pernah memahami inkarnasi Tuhan? Mungkinkah Tuhan telah datang pada waktu yang salah? Mungkinkah Tuhan telah datang ke tempat yang salah? Mungkinkah hal ini terjadi karena Tuhan telah bertindak sendiri, tanpa "tanda tangan" manusia? Mungkinkah hal ini karena Tuhan membuat keputusan-Nya sendiri tanpa izin manusia? … Manusia memakan apa yang disediakan dari mulut-Nya, mereka meminum darah-Nya, mereka menikmati kasih karunia yang dilimpahkan-Nya kepada mereka, namun mereka juga menentang Dia, karena mereka tidak pernah mengetahui siapa yang telah memberi mereka kehidupan. Pada akhirnya, mereka memakukan-Nya di atas kayu salib, namun tetap saja Dia tidak bersuara. Bahkan hingga saat ini, Dia tetap bungkam. Manusia memakan daging-Nya, mereka memakan makanan yang dibuat-Nya bagi mereka, mereka menempuh jalan yang telah dibukakan-Nya bagi mereka, dan mereka minum darah-Nya, namun mereka tetap berniat untuk menolak-Nya, mereka sesungguhnya memperlakukan Tuhan yang telah memberi mereka kehidupan sebagai musuh, dan sebaliknya memperlakukan orang-orang yang adalah budak sama seperti mereka sebagai Bapa Surgawi. Dalam hal ini, bukankah mereka dengan sengaja menentang Dia? Bagaimana Yesus mati di kayu salib? Apakah engkau tahu? Bukankah Dia dikhianati oleh Yudas, yang paling dekat dengan-Nya dan yang telah memakan-Nya, meminum-Nya, dan menikmati-Nya? Bukankah alasan pengkhianatan Yudas adalah karena Yesus tidaklah lebih dari seorang guru biasa yang tidak penting? Jika manusia benar-benar memahami bahwa Yesus itu luar biasa, dan Pribadi yang berasal dari surga, bagaimana mungkin mereka memakukan-Nya hidup-hidup di kayu salib selama dua puluh empat jam, hingga tidak ada napas yang tersisa di dalam tubuh-Nya? Siapakah yang bisa mengenal Tuhan? Manusia tidak melakukan apa pun selain menikmati Tuhan dengan keserakahan yang tak terpuaskan, tetapi mereka tidak pernah mengenal Dia. Mereka diberi sedikit tetapi telah mengambil sangat banyak, dan mereka membuat Yesus sepenuhnya taat pada perintah mereka, kepada instruksi mereka. Siapakah yang pernah menunjukkan jalan belas kasih terhadap Anak Manusia ini, yang tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya? Siapakah yang pernah berpikir untuk menggabungkan kekuatan dengan-Nya demi menggenapi perintah Bapa? Siapakah yang pernah memikirkan diri-Nya? Siapakah yang pernah bertenggang rasa terhadap kesulitan-kesulitan-Nya? Tanpa kasih sedikit pun, manusia menghempaskan Dia ke depan dan ke belakang. Manusia tidak tahu dari mana asalnya terang dan kehidupannya, dan tidak melakukan apa pun kecuali secara diam-diam merencanakan untuk bagaimana sekali lagi menyalibkan Yesus dari dua ribu tahun yang lalu, yang telah mengalami penderitaan di antara manusia. Apakah Yesus benar-benar membangkitkan kebencian semacam itu? Apakah segala sesuatu yang dilakukan-Nya telah lama dilupakan? Kebencian selama ribuan tahun yang melebur menjadi satu akhirnya tersembur keluar. Engkau semua, yang serumpun dengan orang Yahudi! Kapankah Yesus pernah memusuhimu, sehingga engkau harus begitu membenci-Nya? Dia telah berbuat begitu banyak, dan berbicara begitu banyak—bukankah itu demi kebaikanmu? Dia telah menyerahkan nyawa-Nya bagimu tanpa meminta imbalan apa pun, Dia telah memberikan kepadamu seluruh diri-Nya—apakah engkau benar-benar masih ingin memakan-Nya hidup-hidup? … Tidak ada tempat di mana "orang Yahudi" tidak ditemukan, dan pada masa kini mereka masih berbuat hal yang sama, mereka masih melakukan pekerjaan yang sama menentang Tuhan, namun yakin bahwa mereka sangat meninggikan Tuhan. Bagaimana mungkin mata manusia sendiri mengenal Tuhan? Bagaimana mungkin manusia, yang hidup dalam daging, memperlakukan Tuhan yang berinkarnasi dan berasal dari Roh sebagai Tuhan? Siapakah di antara manusia yang bisa mengenal Dia? Di manakah kebenaran di antara manusia? Di manakah kebenaran yang sejati? Siapakah yang bisa mengetahui watak Tuhan? Siapakah yang mampu bersaing dengan Tuhan yang di surga? Tidak mengherankan bahwa, ketika Dia datang di antara manusia, tidak ada yang mengenal Tuhan, dan Dia ditolak. Bagaimana manusia dapat menerima keberadaan Tuhan? Bagaimana ia bisa membiarkan terang mengusir kegelapan dunia? Bukankah ini semua adalah tentang pengabdian manusia yang terhormat? Bukankah ini adalah jalan masuk manusia yang lurus?

Dikutip dari "Pekerjaan dan Jalan Masuk (10)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Apakah engkau sekalian ingin tahu apa akar masalahnya mengapa orang Farisi menentang Yesus? Apakah engkau sekalian ingin tahu substansi orang-orang Farisi? Mereka penuh dengan khayalan tentang Mesias. Terlebih lagi, mereka hanya percaya bahwa Mesias akan datang, tetapi mereka tidak mencari kebenaran tentang hidup. Jadi, sampai hari ini mereka masih menunggu Mesias, karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang jalan kehidupan, dan tidak tahu apa itu jalan kebenaran. Menurutmu sekalian, bagaimana orang-orang bodoh, keras kepala, dan bebal bisa mendapatkan berkat Tuhan? Bagaimana mereka bisa melihat Mesias? Mereka menentang Yesus, karena mereka tidak mengetahui arah pekerjaan Roh Kudus, karena mereka tidak mengetahui jalan kebenaran yang diucapkan Yesus, dan terlebih lagi, karena mereka tidak memahami Mesias. Karena mereka tidak pernah melihat Mesias, dan tidak pernah bersama-Nya, mereka membuat kesalahan dengan memberikan penghormatan kosong kepada nama Mesias sambil menentang substansi Mesias dengan segala cara. Orang-orang Farisi ini pada hakikatnya keras kepala, sombong, dan tidak mematuhi kebenaran. Prinsip kepercayaan mereka kepada Tuhan adalah: tidak peduli sedalam apa khotbahmu, tidak peduli setinggi apa otoritasmu, Engkau bukan Kristus kecuali jika Engkau disebut Mesias. Bukankah pandangan ini tidak masuk akal dan konyol? Aku bertanya lagi kepada kalian: tidakkah sangat mudah untuk melakukan kesalahan seperti yang dilakukan orang Farisi mula-mula, mengingat engkau sekalian tidak memahami Yesus sama sekali? Dapatkah engkau membedakan jalan kebenaran? Dapatkah engkau benar-benar menjamin bahwa engkau tidak akan menentang Kristus? Dapatkah engkau mengikuti pekerjaan Roh Kudus? Jika engkau tidak tahu apakah engkau akan menentang Kristus, Aku katakan bahwa engkau sudah hidup di ambang kematian. Semua orang yang tidak mengenal Mesias mampu menentang, menolak, atau memfitnah Yesus. Semua orang yang tidak memahami Yesus mampu menyangkal dan mencerca-Nya. Selain itu, mereka mampu melihat kedatangan kembali Yesus sebagai tipu muslihat Iblis, dan semakin banyak orang akan mengutuk Yesus yang sudah kembali menjadi daging. Tidakkah semua ini membuat engkau sekalian takut? Yang akan engkau hadapi adalah penghujatan terhadap Roh Kudus, penghancuran firman Roh Kudus kepada gereja-gereja, dan penolakan atas semua yang dinyatakan oleh Yesus. Apa yang bisa engkau sekalian dapatkan dari Yesus jika engkau sangat bingung?

Dikutip dari "Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus adalah

Saat Tuhan Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Iblis dan roh jahat mengamuk di bumi dan memblokade pekerjaan dan usaha Tuhan yang begitu sungguh-sungguh, membuat diri mereka tidak bisa ditembus. Dosa yang sangat berat! Bagaimana mungkin Tuhan tidak kesal? Bagaimana mungkin Tuhan tidak murka? Mereka menciptakan pertentangan dan rintangan besar terhadap pekerjaan Tuhan. Mereka begitu memberontak! Bahkan para setan itu, baik besar maupun kecil, menyombongkan kekuatan iblis yang lebih berkuasa dan mulai menciptakan kekacauan. Mereka secara sengaja menentang kebenaran sekalipun tahu akan kebenaran tersebut. Orang-orang durhaka! Seakan raja neraka telah naik ke atas takhta raja, mereka menjadi sombong dan menghinakan orang lain. Berapa banyak yang mencari kebenaran dan mengikuti kebenaran? Mereka semua binatang, seperti babi dan anjing, memimpin sekelompok lalat bau di tumpukan sampah, mengibaskan kepalanya dan menyebabkan kekacauan.[1] Mereka percaya bahwa raja neraka mereka adalah raja yang paling berkuasa, tanpa menyadari bahwa mereka tidak lebih dari lalat di tumpukan sampah. Tidak hanya itu, mereka membuat fitnahan melawan keberadaan Tuhan dengan bergantung pada anjing dan babi yang adalah induk mereka. Sekelompok kecil lalat berpikir orang tua mereka sama besarnya dengan ikan paus bergigi.[2] Apakah mereka tidak menyadari bahwa mereka sangat kecil, dan induk mereka hanyalah anjing dan babi najis yang miliaran kali lebih besar dari mereka? Tidak sadar akan posisi mereka yang rendah, mereka mengamuk oleh karena bau anjing dan babi dan berkhayal bisa melahirkan generasi yang akan datang. Sungguh tidak tahu malu! Dengan sayap hijau di punggungnya (ini merujuk pada pernyataan mereka bahwa mereka percaya kepada Tuhan), mereka mulai menjadi angkuh dan menyombongkan kecantikan dan daya tarik mereka di mana-mana, diam-diam menyebarkan ketidakmurnian mereka kepada manusia. Dan mereka begitu sombong, seakan sepasang sayap berwarna pelangi bisa menyembunyikan ketidakmurnian mereka dan dengan demikian mereka menganiaya keberadaan Tuhan yang sejati (ini merujuk pada kisah-kisah tersembunyi di dunia agamawi). Manusia sama sekali tidak tahu bahwa walaupun lalat memiliki sayap yang indah dan menarik, ia sebenarnya tidak lebih dari lalat kecil yang penuh kotoran dan kuman. Dengan kekuatan induk anjing dan babi mereka, mereka mengamuk ke seluruh negeri (ini merujuk pada pemuka agama yang menganiaya Tuhan dengan dukungan dari negara yang mengkhianati Tuhan yang sejati dan kebenaran) dengan keganasan yang meledak-ledak. Seakan hantu orang Farisi Yahudi kembali bersama dengan Tuhan kepada bangsa si naga merah yang sangat besar, kembali ke sarang lamanya. Mereka mulai lagi melakukan pekerjaan penganiayaan mereka, melanjutkan kembali pekerjaan yang mereka lakukan, yang berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu. Sekelompok makhluk hina seperti ini pasti akan binasa di bumi pada akhirnya! Sepertinya setelah beberapa ribu tahun, roh najis menjadi semakin licik dan licin. Mereka terus-menerus memikirkan cara untuk diam-diam mengacaukan pekerjaan Tuhan. Mereka licik dan cerdik, serta ingin mengulangi tragedi yang terjadi beberapa ribu tahun lalu itu di tanah kelahirannya. Hal ini hampir mendorong Tuhan meneriakkan murka-Nya dan Dia hampir tidak bisa menahan diri untuk kembali ke surga tingkat ketiga untuk menghabisi mereka.

Dikutip dari "Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Catatan kaki:

1. "Menyebabkan kekacauan" merujuk pada bagaimana manusia yang dikuasai Iblis membuat kekacauan, menghancurkan dan melawan pekerjaan Tuhan.

2. "Ikan paus bergigi" digunakan untuk mengejek. Ini adalah metafora di mana lalat begitu kecil sehingga babi dan anjing tampak sebesar paus bagi mereka.

media terkait