Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Mengungkap Misteri Penghakiman

206

Oleh Saudari Enhui, Malaysia

Namaku Enhui; umurku 46 tahun. Aku tinggal di Malaysia dan telah percaya kepada Tuhan selama 27 tahun. Pada Oktober 2015, aku pindah ke kota lain untuk melakukan suatu pekerjaan. Semua rekan kerja baruku benar-benar menyukai Facebook, yang mereka gunakan untuk mengobrol, mencari teman baru, dan membuat postingan. Melihat bahwa aku tidak punya akun Facebook, mereka membuatkannya untukku, dan berangsur-angsur aku tahu cara masuk ke internet dan menggunakan Facebook. Saat punya waktu, aku akan melihat postingan dari beberapa saudara-saudari dalam Tuhan dan akan membagikan postingan tersebut dan menyukainya. Terkadang aku membuat beberapa postingan tentang pujian kepada Tuhan atau membagikan kasih karunia Tuhan kepada orang-orang dalam grup pertemananku. Setiap hari benar-benar memuaskan bagiku.

Suatu hari pada bulan Februari 2016, saat aku sedang melihat profil salah satu teman Facebook-ku, aku melihat postingan ini: "Hari ini kami membahas masalah penghakiman dalam grup kami. Kami semua mengatakan hal-hal yang berbeda tetapi sepakat pada poin-poin utama. Seseorang berkata, 'Jika aku tidak memahami sesuatu, aku tidak berani mengatakan omong kosong lama—penghakiman adalah sesuatu yang Tuhan akan lakukan pada masa depan dan kita seharusnya tidak mencoba membuat dugaan-dugaan liar.' Orang lain berkata: 'Mazmur 75:2 menyatakan "Ketika Aku akan menerima sidang itu, Aku akan menghakimi dengan adil." Tuhan memperhatikan segala sesuatu yang dilakukan oleh setiap orang, jadi ketika Tuhan Yesus datang kembali untuk menghakimi semua manusia, Dia akan mengungkapkan perbuatan kita kepada semua orang, sama seperti menayangkan sebuah film. Jadi, kita harus selalu jujur dalam tingkah laku kita dan jangan pernah sama sekali melakukan kejahatan agar Tuhan tidak menghakimi kita dan kemudian membuang kita ke neraka.' Yang lain berkata: "Dan aku melihat takhta putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya langit dan bumi lenyap dan tidak ditemukan tempatnya lagi. Lalu aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di hadapan takhta Tuhan itu; kemudian semua kitab dibuka, dan dibuka sebuah kitab lain yaitu kitab kehidupan dan orang-orang mati dihakimi menurut apa yang tertulis di kitab itu, menurut perbuatan mereka" (Wahyu 20:11-12). Dari kitab suci ini kita bisa melihat bahwa ketika Tuhan Yesus datang kembali pada akhir zaman, Dia akan mendirikan sebuah meja raksasa di langit, duduk di belakangnya, dan membuka kitab-kitab. Kemudian, dengan semua manusia berlutut di tanah, Dia akan memanggil nama setiap individu dan menghakimi masing-masing dari mereka satu per satu sesuai dengan perbuatan mereka. Orang-orang baik akan dibawa ke kerajaan surga oleh Tuhan, sedangkan orang-orang jahat akan dibuang ke neraka.'"

Setelah membaca postingan ini aku terus duduk di kursiku dan membuat gambaran mental tentang Tuhan Yesus yang menghakimi umat manusia: Tuhan duduk di atas takhta, semua orang berlutut di depan meja-Nya, dan mengakui sepenuhnya segala dosa mereka untuk dihakimi oleh Tuhan, dan Tuhan mengirim mereka masing-masing ke surga atau ke neraka sesuai dengan perbuatan mereka. Aku berpikir tentang bagaimana aku telah menjadi pengikut Tuhan yang setia selama lebih dari 20 tahun dan telah berusaha sebaik-baiknya untuk menerapkan ajaran-ajaran-Nya. Aku percaya bahwa Tuhan akan melihat kesalehanku dan membawaku ke kerajaan surga. Namun, saat aku memikirkannya berkali-kali, tiba-tiba aku punya gagasan: sekarang karena aku sudah tahu cara menggunakan Internet, mengapa aku tidak mencari saja kata kunci "penghakiman" dan melihat apa yang muncul di sana? Aku membuka peramban dan mengetik kata tersebut; aku tidak ingat tautan mana yang aku klik tetapi yang mengejutkanku, kalimat ini muncul: "Hajaran dan Penghakiman Tuhan adalah Terang Keselamatan Manusia." Ini langsung menggelitik minatku, jadi aku pergi ke situs web tersebut untuk membaca lebih lanjut. Saat halaman web dimuat, aku mendengar nyanyian pujian ini yang menyenangkan sekaligus menggugah pikiran: "Hajaran dan Penghakiman Tuhan adalah Terang Keselamatan Manusia." Liriknya meliputi: "… Dalam hidupnya, jika manusia ingin ditahirkan dan mencapai perubahan dalam wataknya, jika ia ingin menjalani kehidupan yang bermakna dan memenuhi kewajibannya sebagai makhluk ciptaan, ia harus menerima hajaran dan penghakiman Tuhan dan tidak membiarkan disiplin Tuhan dan pukulan-Nya menjauh darinya. Dengan demikian, ia dapat membebaskan diri dari manipulasi dan pengaruh Iblis dan hidup dalam terang Tuhan. Ketahuilah bahwa hajaran dan penghakiman Tuhan adalah terang, terang keselamatan manusia, dan tidak ada berkat, kasih karunia, atau perlindungan yang lebih baik bagi manusia" (Ikuti Anak Domba dan Nyanyikan Lagu Baru).

Aku merenungkan lirik tersebut setelah nyanyian pujian itu berakhir; aku merasa itu cukup menggugah. Aku mulai berpikir: "Apakah hajaran dan penghakiman Tuhan adalah terang keselamatan kita? Apakah itu merupakan perlindungan dan kasih karunia terbesar bagi umat manusia? Bagaimana kita memahami hal ini? Jika orang-orang ingin disucikan dan menjalani kehidupan yang bermakna, apakah itu berarti mereka harus menerima hajaran dan penghakiman Tuhan?" Saat aku merenungkan lirik ini, banyak pertanyaan berputar-putar di otakku. Aku juga berpikir: "Jika Tuhan menghakimi manusia, bukankah manusia akan dihukum? Dan bagaimana mungkin penghakiman menjadi terang keselamatan?" Aku ingin tahu sekaligus bersemangat karena belum pernah mendengar hal seperti ini sebelumnya. Meskipun penghakiman yang dibicarakan dalam nyanyian pujian itu bukanlah bagaimana aku memahami penghakiman, aku tetap memiliki perasaan samar bahwa penghakiman memiliki makna yang sangat dalam, dan relevan dengan masa depan dan nasib seseorang. Saat memeriksa sumber nyanyian pujian itu, aku melihat bahwa nyanyian itu berasal dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, jadi aku pergi ke situs web mereka. Aku melihat bahwa berandanya tidak hanya baru dan menyenangkan secara estetika, tetapi kontennya juga kaya dan beragam. Ada hal-hal yang bisa didengarkan, hal-hal yang bisa dibaca, lagu-lagu, diskusi-diskusi, dan banyak hal lainnya. Aku berpikir dalam hati: "Kenapa tidak ada yang pernah memberitahuku tentang situs web ini? Ini luar biasa, tetapi mungkinkah tidak ada yang membagikannya karena mereka belum menemukannya?" Aku mengeklik tautan "Buku-Buku" dan saat aku menggulir ke bawah daftarnya aku melihat judul ini: Kesaksian Pengalaman dalam Jalan Masuk ke Kehidupan. Setelah mengekliknya, aku melihat bahwa isinya sebagian besar merupakan kesaksian tentang penghakiman Tuhan, misalnya: "Penghakiman dan Hajaran Tuhan Menyelamatkanku", "Penghakiman dan Hajaran Tuhan adalah Keselamatan yang Besar Bagiku", "Aku Melihat Kasih Tuhan dalam Penghakiman dan Hajaran-Nya", "Penghakiman dan Hajaran Tuhan Menyadarkan Hatiku yang Berdosa", "Penghakiman dan Hajaran Tuhan Menempatkanku Di Jalan yang Benar". Saat itu sudah hampir tiba waktunya bagiku untuk bekerja, jadi aku hanya sempat membaca cepat beberapa di antara kesaksian ini. Semuanya ditulis oleh orang-orang percaya yang menggambarkan bagaimana watak mereka yang rusak disucikan, dan juga berbicara tentang kekurangan, kerusakan, pandangan salah mereka dalam iman, dll., dan bagaimana semua ini sedikit berubah melalui firman penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa. Ini membuatku semakin ingin tahu tentang "Hajaran dan Penghakiman Tuhan adalah Terang Keselamatan Manusia." Mungkinkah penghakiman itu bukan tentang dikutuk? Bahwa itu bukan tentang menentukan akhir setiap orang? Aku mulai merasa benar-benar gelisah, dan aku tahu aku harus memahami apa yang dimaksud dengan "Hajaran dan Penghakiman Tuhan adalah Terang Keselamatan Manusia." Aku sampai berkesimpulan bahwa Kesaksian Pengalaman dalam Jalan Masuk ke Kehidupan mungkin merupakan buku yang sangat membantu bagi orang-orang yang beriman, dan aku harus memperhatikannya dengan baik. Namun, waktunya sangat mepet, jadi aku mematikan komputerku dan pergi bekerja.

Malam itu aku sedang berguling ke sana kemari di tempat tidur, tidak bisa tidur; gambar-gambar situs web Gereja Tuhan Yang Mahakuasa terus bermunculan di kepalaku. Aku terutama tidak dapat memahami kalimat "Hajaran dan Penghakiman Tuhan adalah Terang Keselamatan Manusia" dan aku benar-benar ingin tahu apa yang dimaksud dengan "penghakiman".

Aku bangun pagi-pagi keesokan harinya, membuka situs web Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dan mulai mencari kata "penghakiman". Aku melihat sebuah artikel berjudul "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran", membukanya, dan membaca kata-kata ini: "'Penghakiman' dalam firman yang dibicarakan sebelumnya—penghakiman akan dimulai di rumah Tuhan—mengacu pada penghakiman yang Tuhan jatuhkan sekarang ini kepada mereka yang datang ke hadapan takhta-Nya di akhir zaman. Mungkin ada orang-orang yang percaya pada khayalan-khayalan supernatural seperti, ketika akhir zaman tiba, Tuhan akan mendirikan suatu meja besar di surga, yang di atasnya dibentangkan taplak putih, lalu, sambil duduk di suatu takhta yang megah dengan semua orang berlutut di bawah, Dia akan mengungkapkan dosa masing-masing orang dan dengan demikian menentukan apakah mereka akan naik ke surga atau turun ke dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang. Tidak peduli seperti apa pun khayalan manusia, hakikat pekerjaan Tuhan tidak bisa diubah. Khayalan manusia tidak lain hanyalah bentukan pikiran manusia dan datang dari otak manusia, disimpulkan dan digabungkan dari apa yang telah manusia lihat dan dengar. Karenanya Aku berkata, secemerlang apa pun khayalan yang dipikirkan, khayalan itu tidak lebih dari suatu gambaran dan tidak bisa menggantikan rencana pekerjaan Tuhan. Bagaimanapun, manusia telah dirusak oleh Iblis, jadi bagaimana mungkin ia dapat memahami pikiran Tuhan? Manusia pikir pekerjaan penghakiman Tuhan merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Ia pikir, karena Tuhan sendiri yang melakukan pekerjaan penghakiman, hal itu pasti dilakukan dalam skala raksasa dan tidak terbayangkan oleh mahluk fana, dan hal itu pasti bergema di seluruh surga dan mengguncangkan bumi. Jika tidak demikian, bagaimana mungkin pekerjaan itu adalah pekerjaan penghakiman Tuhan? Ia pikir, karena pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman, Tuhan pasti tampil mengesankan dan megah ketika bekerja, dan mereka yang dihakimi pasti meraung-raung berlinangan air mata dan berlutut memohon belas kasihan. Adegan seperti itu pasti luar biasa spektakuler dan sangat menggugah …. Setiap orang membayangkan pekerjaan penghakiman Tuhan sebagai sesuatu yang menakjubkan dan tak masuk akal. Namun, tahukah engkau bahwa Tuhan sudah lama memulai pekerjaan penghakiman di antara manusia dan selama ini engkau dengan tenang meringkuk dalam ketidaksadaran? Bahwa, waktu yang engkau kira saat pasti dimulainya pekerjaan penghakiman Tuhan, sebenarnya sudah waktunya bagi Tuhan untuk memperbarui langit dan bumi? Pada saat itu, mungkin barulah engkau memahami makna kehidupan, tetapi pekerjaan hukuman Tuhan yang tidak kenal ampun akan membawa engkau, yang masih terlelap, ke dalam neraka. Barulah pada saat itu engkau tiba-tiba menyadari bahwa pekerjaan penghakiman Tuhan sudah diakhiri." Aku benar-benar kagum dengan kata-kata ini. Kalimat-kalimatnya begitu akurat mengungkapkan pemikiran dan pandangan paling dalam dari orang-orang tentang pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman—kata-kata itu juga sangat nyata dan praktis. Aku bertanya-tanya, "Mungkinkah gagasan penghakiman di langit yang aku anut selama ini hanyalah khayalanku? Bagian ini menunjukkan bahwa semua orang membayangkan pekerjaan penghakiman Tuhan sebagai sesuatu yang misterius dan supernatural. Ini juga menunjukkan bahwa pekerjaan penghakiman sudah dimulai sejak lama dan akan segera berakhir, dan mendesak orang-orang untuk tidak membuang-buang waktu mencari perwujudan Tuhan. Mungkinkah itu suara Tuhan?" Pikiran itu membuatku gelisah dan aku benar-benar ingin kejelasan langsung tentang apa arti sebenarnya dari penghakiman Tuhan. Namun, ada terlalu banyak konten di situs web Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dan pada saat itu aku tidak tahu harus memulai dari mana, jadi aku memutuskan untuk mencari anggota gereja itu sendiri dan mencari tahu apakah mereka bisa membantuku memahami banyak hal.

Menggunakan fungsi obrolan online di situs web Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, aku mengirim pesan yang memberi tahu mereka bahwa aku tertarik untuk belajar lebih banyak tentang penghakiman. Seseorang menjawabku dengan sangat cepat, dan memperkenalkan dua orang saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang terhubung denganku: Liu Hui dan Li Mei. Selama pembicaraan kami, aku menemukan bahwa kedua saudari ini memiliki pendekatan yang terbuka dan jujur, dan sangat lugas; aku ingin mengobrol dari hati ke hati dengan mereka. Aku berkata kepada mereka: "Aku sangat menyukai situs web Gereja Yang Mahakuasa. Ada segala macam buku rohani, nyanyian pujian, video musik, film Injil, pembacaan firman Tuhan, dan banyak lagi. Kontennya benar-benar banyak, tetapi aku benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud dengan penghakiman Tuhan. Aku baru saja membaca 'Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran' yang tampaknya menyatakan bahwa pekerjaan penghakiman Tuhan telah dimulai dan bahwa gagasan penghakiman di surga hanyalah produk dari gagasan dan khayalan manusia. Ini sangat berbeda dari pemahamanku yang biasa tentang penghakiman. Bisakah engkau berbagi pemahaman tentang ini denganku?"

Saudari Liu Hui menjawab, "Puji Tuhan! Mari kita mencari dan bersekutu bersama! Aku dahulu juga berpikir seperti itu, percaya bahwa pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman akan dilaksanakan di surga. Namun, setelah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa dan bersekutu dengan saudara-saudari, aku menyadari bahwa ini benar-benar hanya gagasanku sendiri, khayalanku sendiri. Apakah pekerjaan penghakiman Tuhan akan dilakukan di surga atau di bumi sudah dinyatakan dengan sangat jelas dalam beberapa nubuat dalam Alkitab. Misalnya, Wahyu 14:6–7 menyatakan: 'Dan aku melihat malaikat lain terbang di tengah-tengah langit, membawa Injil kekal untuk diberitakan kepada mereka yang tinggal di bumi, dan kepada seluruh bangsa, kaum, bahasa, dan suku Katanya dengan suara nyaring, Takutlah akan Tuhan, dan berikan kemuliaan pada-Nya; karena saat penghakiman-Nya sudah tiba: dan sembahlah Dia yang telah menciptakan langit dan bumi, dan laut dan semua mata air.' Dalam Mazmur 96:13 dinyatakan: 'Karena Dia datang, karena Dia datang untuk menghakimi bumi: Dia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran-Nya.' Dalam Yohanes 9:39 dinyatakan: 'Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, agar mereka yang tidak melihat dapat melihat.' Dalam ayat-ayat Alkitab ini disebutkan 'membawa Injil kekal untuk diberitakan kepada mereka yang tinggal di bumi,' 'karena Dia datang untuk menghakimi bumi,' dan 'Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi.' Dari sini kita dapat melihat bahwa pada akhir zaman, Tuhan secara pribadi pasti datang ke dunia ini, dan Dia akan datang ke bumi untuk melakukan pekerjaan penghakiman, untuk menghakimi semua orang dan semua bangsa. Selain itu, dari membaca Alkitab kita tahu bahwa sebelum Tuhan menciptakan manusia, Dia menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu untuk mempersiapkan lingkungan hidup yang cocok bagi kita. Tuhan kemudian menciptakan umat manusia dan mengatur agar kita hidup di bumi, bukan di surga. Jadi, bagaimana mungkin kita bisa naik ke surga? Manusia yang rusak tidak punya pilihan selain menerima penghakiman Tuhan di bumi ini. Selain itu, tercatat dalam Kitab Wahyu bahwa Yohanes melihat takhta putih besar di langit di Pulau Patmos. Sebenarnya, ini hanya salah satu dari penglihatan Yohanes, tetapi beberapa orang telah menafsirkan ini secara harfiah berarti bahwa ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia akan menghakimi orang-orang di langit. Ini tidak lain hanyalah gagasan dan khayalan kita sendiri, dan ini adalah salah tafsir tentang nubuat—itu sama sekali bukan kenyataan dari pekerjaan Tuhan."

Aku tertegun dengan apa yang aku dengar: aku sudah membaca semua ayat Alkitab yang dibagikan saudari itu kepadaku, jadi bagaimana mungkin aku tidak pernah memperhatikan arti sebenarnya dari firman tersebut? Ya! Tuhan telah menciptakan manusia untuk hidup di bumi, jadi bagaimana mungkin kita naik ke surga? Imanku benar-benar penuh dengan ketidakjelasan dan ketidaktahuan!

Saudari Li Mei kemudian bersekutu tentang hal ini denganku: "Pada akhir zaman, Tuhan tidak hanya berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan penghakiman di bumi, tetapi pekerjaan-Nya sudah dimulai sejak lama dan akan segera berakhir. Pekerjaan penghakiman Tuhan tidak dilakukan di surga seperti yang dibayangkan orang-orang, dan itu tidak menghukum orang-orang secara langsung seperti yang mereka yakini. Sebenarnya, sebelum pekerjaan penghakiman Tuhan berakhir, semua orang yang datang ke hadapan takhta Tuhan adalah mereka yang dapat dihakimi, diuji, dan ditahirkan oleh firman Tuhan. Semua orang yang menerima penghakiman Tuhan dan disucikan akan dibawa oleh Tuhan ke dalam kerajaan-Nya. Namun bagi mereka yang menolak menerima penghakiman oleh firman Tuhan, karena natur mereka yang berdosa belum dihakimi dan disucikan oleh Tuhan, mereka akan terus hidup dalam dosa, terus-menerus berbuat dosa. Mereka akan berbohong, menipu, memberontak melawan Tuhan dan menentang Tuhan. Mereka akan dimusnahkan di neraka karena dosa-dosa mereka—ini adalah perwujudan sejati dari watak benar Tuhan. Kita yang telah mengikuti Tuhan selama bertahun-tahun telah mengalami secara mendalam bahwa meskipun kita telah ditebus dari dosa-dosa kita karena iman kita, masalah tentang natur kita yang berdosa belum terselesaikan. Kita mengikuti Tuhan, tetapi pada saat yang sama kita sering menentang ajaran Tuhan dan sebaliknya memberikan kebebasan pada keinginan daging kita untuk melakukan dosa seperti berbohong, menipu, terlibat dalam intrik, dan berjuang demi popularitas dan kekayaan. Kita haus akan kesia-siaan kosong dan mengejar tren jahat dunia material. Dan seterusnya. Terutama ketika kita dihadapkan dengan ujian, kecelakaan, dan bencana, kita salah paham terhadap Tuhan, menyalahkan Dia, dan bahkan mengkhianati-Nya. Kita dapat mengatakan bahwa kita hidup dalam keadaan terus-menerus berbuat berdosa dan kemudian mengakui dosa-dosa kita, tetapi tidak pernah melepaskan belenggu dari natur dosa kita. Dalam Alkitab dikatakan: 'Karena tanpa kekudusan, tidak ada manusia yang bisa melihat Tuhan' (Ibrani 12:14). Bagaimana mungkin orang-orang yang rusak seperti kita memasuki kerajaan Tuhan? Tuhan Yang Mahakuasa telah berfirman: 'Orang berdosa sepertimu, yang baru saja ditebus, yang belum diubahkan, atau disempurnakan Tuhan, mungkinkah engkau berkenan di hati Tuhan? Bagimu, engkau yang masih berada dalam diri manusia yang lama, memang benar bahwa engkau diselamatkan oleh Yesus, dan engkau tidak terhitung sebagai orang berdosa karena penyelamatan Tuhan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa engkau tidak berdosa, dan tidak najis. Bagaimana mungkin engkau bisa kudus jika engkau belum diubahkan? Di dalam dirimu, engkau dipenuhi dengan kenajisan, egois dan kasar, tetapi engkau masih berharap untuk dapat turun bersama Yesus—enak sekali kau! Engkau melewatkan satu tahap dalam kepercayaanmu kepada Tuhan: engkau baru hanya ditebus, tetapi belum diubahkan. Agar engkau dapat berkenan di hati Tuhan, Tuhan harus langsung melakukan pekerjaan pengubahan dan pembersihan terhadapmu. Jika engkau hanya ditebus, engkau tidak akan dapat mencapai kekudusan. Dengan begini, engkau tidak akan layak mendapat bagian dalam berkat-berkat Tuhan yang baik, sebab engkau melewatkan satu tahap dalam pekerjaan Tuhan dalam mengelola manusia, yaitu tahap kunci berupa pengubahan dan penyempurnaan. Oleh karena itu, engkau, seorang berdosa yang baru ditebus saja, tidak dapat langsung menerima warisan Tuhan' ("Mengenai Sebutan dan Identitas" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia") Jadi, selama akhir zaman, Tuhan menerapkan rencana pengelolaan-Nya, melaksanakan tahap pekerjaan menghakimi, menghajar, dan mentahirkan manusia sesuai dengan apa yang dibutuhkan umat manusia yang rusak. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan kita sepenuhnya dari wilayah kekuasaan Iblis, dan untuk melepaskan kita dari belenggu natur dosa kita sehingga kita dapat disucikan dan diselamatkan. Dari sini kita dapat melihat bahwa pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman adalah tentang pentahiran dan penyelamatan. Ini bukan tentang menghukum kita, seperti yang dibayangkan orang-orang."

(Sumber:Depositphotos)

Saudari Liu Hui melanjutkan bersekutu denganku: "Benar, Saudari Enhui. Mari kita pikirkan, jika pekerjaan penghakiman Tuhan adalah untuk mengutuk dan menghukum kita, maka tak seorang pun dari kita, yang semuanya telah sangat dirusak oleh Iblis, akan diselamatkan atau dapat memasuki kerajaan Tuhan. Jika itu yang terjadi, apa gunanya pekerjaan penghakiman Tuhan? Firman Tuhan Yang Mahakuasa dengan jelas menyatakan mengapa Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman, dan apa makna penting pekerjaan penghakiman tersebut. Mari kita baca dua bagian dari firman Tuhan Yang Mahakuasa: 'Seluruh hidup manusia dijalani di bawah wilayah kekuasaan Iblis, dan tidak ada seorang pun yang dapat membebaskan diri dari pengaruh Iblis dengan upayanya sendiri. Semua orang hidup di dunia yang cemar, dalam kerusakan dan kekosongan, tanpa makna atau nilai sedikit pun. Mereka menjalani kehidupan tanpa beban demi daging, nafsu, dan Iblis. Tidak ada sedikit pun nilai bagi keberadaan mereka. Manusia tidak mampu menemukan kebenaran yang akan membebaskannya dari pengaruh Iblis. Sekalipun manusia percaya kepada Tuhan dan membaca Alkitab, ia tidak mengerti bagaimana cara membebaskan dirinya dari kendali pengaruh Iblis. Sepanjang zaman, hanya segelintir orang yang telah menemukan rahasia ini, sangat sedikit yang telah mengetahuinya. … Jika manusia tidak ditahirkan, ia berasal dari yang cemar; jika ia tidak dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan, ia masih menjadi tawanan Iblis; jika ia tidak dihakimi dan dihajar, ia tidak akan memiliki sarana untuk menghindari penindasan dari pengaruh gelap Iblis. Watak rusak yang engkau tunjukkan dan perilaku tidak taat yang engkau jalani cukup membuktikan bahwa engkau masih hidup di bawah wilayah kekuasaan Iblis. Jika pikiran dan akal budimu belum ditahirkan, dan watakmu belum dihakimi dan dihajar, seluruh keberadaanmu masih dikendalikan oleh wilayah kekuasaan Iblis, pikiranmu dikuasai oleh Iblis, akal budimu dimanipulasi oleh Iblis, dan segenap dirimu sedang dikendalikan oleh tangan Iblis' ("Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). 'Melalui pekerjaan penghakiman dan hajaran ini, manusia akan sepenuhnya menyadari substansi mereka sebenarnya yang najis dan rusak, dan mereka akan dapat sepenuhnya berubah dan menjadi tahir. Hanya dengan cara ini manusia dapat dilayakkan untuk kembali menghadap takhta Tuhan. Semua pekerjaan yang dilakukan sekarang ini bertujuan agar manusia dapat ditahirkan dan diubahkan. Melalui penghakiman dan hajaran oleh firman-Nya, serta melalui pemurnian, manusia dapat mengenyahkan kerusakan dirinya dan disucikan' ("Misteri Inkarnasi (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Jadi, apa yang bisa kita alami dari firman Tuhan? Jika melihatnya dari satu sudut, kita dapat melihat bahwa firman Tuhan sangat praktis dan mencerminkan situasi kehidupan nyata kita dengan sangat baik. Dari sudut pandang lain, kita dapat melihat bahwa pertama-tama kita harus mengalami penghakiman dan pentahiran Tuhan untuk membersihkan diri kita dari kenajisan dan kerusakan dan untuk melepaskan diri dari pengaruh gelap Iblis. Baru kemudian kita akan memenuhi syarat untuk dibawa oleh Tuhan ke dalam kerajaan-Nya. Tanpa pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman, kita tidak mungkin cukup tahir untuk menjadi orang-orang yang berkenan di hati Tuhan, dan kita pasti tidak akan bisa masuk ke dalam kerajaan-Nya. Kita tidak akan pernah berhenti berbuat dosa dan menentang Tuhan, dan pada akhirnya, kita akan dimusnahkan oleh Tuhan di neraka. Sebenarnya, dari kesaksian kehidupan nyata saudara-saudari di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, kita dapat melihat bahwa penghakiman dan hajaran Tuhan adalah terang keselamatan bagi umat manusia. Setiap orang dari kita telah dirusak oleh Iblis, tetapi karena kita bisa datang ke hadapan Tuhan yang Mahakuasa dan menerima penghakiman dan hajaran dari firman Tuhan, watak hidup kita berangsur-angsur berubah. Kita beralih dari pemberontakan dan perlawanan ke penerimaan dan ketundukan; kita beralih dari kecongkakan, pembenaran diri sendiri, dan tidak menyerah pada siapa pun, menjadi rela mengesampingkan ego kita sendiri dan tunduk pada apa yang benar, tunduk pada kebenaran. Selain itu, semua yang diungkapkan dalam penghakiman dan hajaran Tuhan adalah kebenaran, dan itu juga merupakan ungkapan dari watak Tuhan yang benar dan kudus, sehingga semakin kita mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan, semakin kita mengenal Tuhan. Dan semakin kita mengenal Tuhan, semakin jelas kita dapat memahami orang-orang, berbagai hal, dan peristiwa di dunia ini. Oleh karena itu, sudut pandang dan nilai kita berubah dalam berbagai tingkatan. Kita mendapatkan lebih banyak penghormatan dan ketundukan kepada Tuhan. Inilah yang dicapai oleh penghakiman dan hajaran Tuhan Yang Mahakuasa di dalam diri kita. Tanpa penghakiman oleh terang kebenaran dalam firman Tuhan, kita semua akan hidup dalam kegelapan, berbuat dosa dan kemudian mengakui dosa-dosa tersebut, mengaku dosa dan kemudian melakukannya lagi setiap hari, tidak pernah lepas dari belenggu dosa. Lalu bagaimana mungkin kita bisa dibawa oleh Tuhan ke dalam kerajaan-Nya? "

Setelah bersekutu dengan Saudari Li dan Liu, rasanya seperti ada cahaya terang yang menyala di hatiku. Apa yang mereka katakan benar: pendeta, penatua, dan saudara-saudari di gerejaku semuanya tidak mampu melepaskan diri dari belenggu dosa. Aku sendiri juga sering berdosa meskipun tidak berniat melakukannya dan tidak dapat menerapkan firman Tuhan. Kita semua hidup dalam keadaan berbuat dosa dan kemudian mengaku dosa—kita benar-benar butuh Tuhan untuk datang kembali dan melakukan tahap penghakiman dan pentahiran. Jika aku tidak memahami pekerjaan Tuhan yang Mahakuasa pada akhir zaman, aku tidak akan pernah memahami kebenaran ini. Aku merasa sangat bersyukur atas bimbingan Tuhan. Dengan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa dan mendengarkan persekutuan saudari-saudari ini, ditambah membaca kesaksian tertulis saudara-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa yang menggambarkan bagaimana watak mereka yang rusak disucikan melalui penghakiman firman Tuhan, aku telah memperoleh sedikit pemahaman tentang pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman. Gagasanku sendiri telah hilang, dan sekarang aku tahu bahwa penghakiman dan hajaran Tuhan sangat penting bagi kita untuk melepaskan diri dari dosa dan memperoleh penyucian.

Lalu Liu Hui berkata, "Mari kita baca dua bagian lagi dari firman Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: 'Mereka yang berharap memperoleh kehidupan tanpa mengandalkan kebenaran yang diucapkan oleh Kristus adalah orang-orang paling konyol di bumi, dan mereka yang tidak menerima jalan kehidupan yang diberikan oleh Kristus hanyut dalam fantasi. Maka Aku mengatakan bahwa orang-orang yang tidak menerima Kristus akhir zaman selamanya akan dibenci Tuhan. Kristus adalah pintu gerbang manusia menuju kerajaan pada akhir zaman, yang tidak bisa dilewati siapa pun. Tidak seorang pun akan disempurnakan oleh Tuhan kecuali melalui Kristus. Engkau percaya kepada Tuhan, karena itu, engkau harus menerima firman-Nya dan mematuhi jalan-Nya. Engkau berpikir memperoleh berkat tanpa menerima kebenaran, atau menerima bekal kehidupan. Kristus datang pada akhir zaman agar semua yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya akan menerima kehidupan. Pekerjaan-Nya adalah untuk mengakhiri zaman lama dan memasuki zaman yang baru, dan inilah jalan yang harus ditempuh oleh semua orang yang ingin memasuki zaman baru. Kalau engkau tidak bisa mengakui-Nya, malah mengutuk, menghujat, atau bahkan menganiaya Dia, maka engkau akan dibakar dalam keabadian, dan tidak akan pernah memasuki kerajaan Tuhan' ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). 'Mereka yang berharap memperoleh kehidupan tanpa mengandalkan kebenaran yang diucapkan oleh Kristus adalah orang-orang paling konyol di bumi, dan mereka yang tidak menerima jalan kehidupan yang diberikan oleh Kristus hanyut dalam fantasi. Maka Aku mengatakan bahwa orang-orang yang tidak menerima Kristus akhir zaman selamanya akan dibenci Tuhan. Kristus adalah pintu gerbang manusia menuju kerajaan pada akhir zaman, yang tidak bisa dilewati siapa pun. Tidak seorang pun akan disempurnakan oleh Tuhan kecuali melalui Kristus. Engkau percaya kepada Tuhan, karena itu, engkau harus menerima firman-Nya dan mematuhi jalan-Nya. Engkau berpikir memperoleh berkat tanpa menerima kebenaran, atau menerima bekal kehidupan. Kristus datang pada akhir zaman agar semua yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya akan menerima kehidupan. Pekerjaan-Nya adalah untuk mengakhiri zaman lama dan memasuki zaman yang baru, dan inilah jalan yang harus ditempuh oleh semua orang yang ingin memasuki zaman baru. Kalau engkau tidak bisa mengakui-Nya, malah mengutuk, menghujat, atau bahkan menganiaya Dia, maka engkau akan dibakar dalam keabadian, dan tidak akan pernah memasuki kerajaan Tuhan' ("Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Dari firman Tuhan Yang Mahakuasa ini dapat dilihat bahwa pada akhir zaman, Tuhan telah menjadi manusia untuk mengungkapkan seluruh kebenaran untuk mentahirkan dan menyelamatkan umat manusia, sesuai dengan kebutuhan umat manusia. Tuhan mengungkapkan kepada umat manusia watak benar-Nya yang tidak menoleransi pelanggaran. Melalui firman-Nya, Tuhan mengungkap natur dan esensi manusia, dan keadaan sebenarnya dari kerusakan mereka. Hanya dengan menerima firman penghakiman yang telah diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, kita dapat mengetahui kecongkakan, kelicikan, keegoisan, kejahatan, dll. dari diri kita sendiri, yang semuanya merupakan bagian dari natur Iblis dalam diri kita dan watak rusak kita. Hanya dengan menerima penghakiman dan hajaran Tuhan, kita dapat mengetahui watak benar Tuhan dan mengembangkan hati yang menghormati Tuhan dan pertobatan sejati. Dengan demikian kita dapat mencapai transformasi dan pentahiran watak kita yang rusak. Inilah pentingnya penghakiman Tuhan, dan ini jugalah satu-satunya jalan kita menuju keselamatan. Saudari Enhui, selama kita bersungguh-sungguh membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa sebanyak mungkin, maka makna penting pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman akan menjadi jelas bagi kita dan lebih jauh lagi, kita akan melihat bahwa hanya Kristus akhir zaman yang dapat memberikan jalan kehidupan kekal kepada manusia."

Puji Tuhan! Aku memperoleh banyak sekali hal dari berkomunikasi dengan para saudari itu. Meskipun aku belum mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan, melalui persekutuan dengan mereka dan membaca Kesaksian Pengalaman dalam Jalan Masuk ke Kehidupan, aku merasa bahwa penghakiman dan hajaran Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar bisa mengubah orang-orang. Aku juga merasa bahwa aku benar-benar membutuhkan Tuhan untuk melakukan tahap penghakiman dan hajaran-Nya untuk mengubah dan menyucikan diriku sehingga aku akan memenuhi syarat untuk diangkat masuk ke dalam kerajaan surga. Di kemudian hari, setelah bersekutu beberapa hari lagi, aku menjadi semakin memahami pentingnya pekerjaan penghakiman Tuhan dan kebenaran tentang nama-nama Tuhan. Aku juga mengetahui kebenaran untuk membedakan Kristus yang benar dari yang palsu, dan gereja yang benar dari yang gereja yang salah. Aku mengetahui kebenaran tentang inkarnasi Tuhan, perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia, bagaimana Iblis merusak manusia, bagaimana Tuhan menyelamatkan kita, dan banyak lagi. Aku sampai pada kesimpulan yang kuat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa sebenarnya adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, dan dengan hati yang bahagia aku menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Puji Tuhan! Sejak itu aku mengalami kehausan yang tak terpadamkan untuk membaca firman Tuhan. Dengan menjalani kehidupan bergereja, bersekutu tentang kebenaran dengan saudara-saudari, dan menerima penyiraman dan pemberian makanan dari firman Tuhan, aku merasa bahwa rohku mendapatkan banyak makanan. Hal ini telah memungkinkanku untuk menyaksikan penggenapan total atas nubuat dalam Kitab Wahyu dalam Alkitab berikut ini: "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" (Wahyu 3:20). Aku juga merasakan firman ini digenapi dalam diriku secara pribadi. Firman Tuhan Yang Mahakuasa telah mengetuk pintu hatiku dan membuatku dapat mendengar suara Tuhan, mengetahui pekerjaan penghakiman Tuhan, dan kembali ke hadapan-Nya. Puji Tuhan!

MediaTerkait