Penghakiman Adalah Kunci Kerajaan Surga

03 Oktober 2020

Aku lahir dalam keluarga Kristen. Ayahku sering berkata, "Dengan percaya kepada Tuhan, dosa kita diampuni dan kita tidak lagi berdosa, dan ketika Tuhan datang, Dia akan membawa kita ke kerajaan surga, karena Alkitab mengatakan, 'Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat' (Roma 10:10)." Jadi, selama bertahun-tahun aku percaya aku dibenarkan dan diselamatkan oleh imanku dan bahwa aku akan masuk surga. Aku kemudian membaca firman Tuhan Yesus yang mengatakan: "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Kecuali engkau dipertobatkan, dan menjadi sama seperti anak kecil, engkau tidak akan bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga" (Matius 18:3). "Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga." (Matius 7:21). Ini membuatku sangat bingung. Tuhan berkata hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa yang bisa masuk surga, dan menyuruh kita agar tidak membenci atau iri kepada orang lain, tetapi saling mencintai. Aku tahu aku tak memenuhi ini. Aku berbohong dan melakukan kecurangan sepanjang waktu untuk kepentinganku sendiri, aku juga tidak terlalu sabar dengan saudara-saudari. Aku tidak bisa mencintai orang lain seperti mencintai diriku. Ketika ada yang salah, aku menyalahkan Tuhan. Aku tidak benar-benar mencintai Tuhan. Aku tidak bisa menjagai perintah Tuhan dan tidak melakukan kehendak-Nya. Bagaimana aku bisa masuk surga? Aku pun teringat firman Tuhan: "Karena itu jadilah kudus, sebab Aku ini kudus" (Imamat 11:45). Aku selalu berdosa dan mengaku, masih terikat dengan dosa. Akankah Tuhan membawaku ke surga ketika Dia datang? Aku mempelajari Alkitab untuk mencoba memahami semua ini. Aku melakukannya berulang kali, tetapi tidak bisa menemukan cara untuk menyingkirkan dosa. Aku teringat perkataan Paulus: "Sungguh aku ini manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?" (Roma 7:24) Bahkan Paulus tidak bisa menemukannya, jadi bagaimana aku bisa? Aku tak bertambah muda dan telah menjadi orang percaya hampir seumur hidupku, tetapi aku masih tak yakin apakah aku akan masuk surga. Aku merasa sangat menyedihkan dan tersesat. Aku sangat ingin menemukan jalan ke surga dan bertemu Tuhan dalam damai. Jadi, aku mulai mengunjungi orang Kristen senior terkenal di mana pun mereka berada, tetapi mereka juga tak bisa membantuku. Aku menghadiri pertemuan denominasi lain, tetapi mereka hanya membicarakan hal-hal lama yang sama, tentang dibenarkan dan diselamatkan oleh iman. Aku merasa sangat kecewa.

Lewat kesempatan tak terduga, aku mulai belajar di seminari yang dikelola oleh orang asing. Aku pikir khotbah orang asing akan hebat dan yakin akan menemukan jawaban di sana. Dipenuhi iman, aku belajar di sana selama lebih dari dua bulan. Sayangnya, pendetanya hanya membaca dari buku-buku dalam pelajarannya tentang sejarah gereja, kehidupan Yesus, ikhtisar Perjanjian Baru dan Lama, dan sebagainya. Dia tidak pernah membicarakan jalan hidup. Suatu malam setelah makan malam, aku bertanya kepada pendeta itu, "Bisakah kau memberi tahu kami tentang jalan hidup?" Dia berkata, "Itulah yang kami ajarkan di sini. Kami adalah organisasi keagamaan terbesar di dunia yang diakui secara internasional. Setelah tiga tahun, kau akan mendapatkan sertifikat pendeta internasional. Lalu, kau bisa memberitakan Injil dan mendirikan gereja di mana pun di dunia." Menurutku ini sangat mengecewakan. Aku tak ingin menjadi pendeta. Aku hanya ingin tahu cara untuk masuk surga. Jadi, aku bertanya, "Jika sertifikat itu sangat bagus, bisakah aku menggunakannya untuk masuk surga?" Pendeta itu tak menjawab. Aku melanjutkan pertanyaanku. "Kudengar kau sudah percaya selama puluhan tahun. Apakah kau sudah diselamatkan? Bisakah kau masuk surga?" Dengan keyakinan penuh dia berkata, "Tentu saja! Aku yakin akan masuk surga." Jadi, aku bertanya, "Apa yang mendasari klaim itu? Apakah kau mencintai orang lain seperti mencintai dirimu sendiri? Sudahkah kau membebaskan dirimu dari dosa dan kini kudus? Sudahkah kau menjadi seperti anak kecil? Kita tak bisa mencegah diri melakukan dosa dan melawan ajaran Tuhan sepanjang waktu. Kita berdosa pada siang hari dan kemudian mengakui dosa pada malam hari. Tuhan itu kudus. Apakah kau mengatakan orang berdosa seperti kita bisa masuk ke kerajaan surga?" Setelah aku menanyakan pertanyaan ini, wajahnya merah padam dan tak mengucapkan sepatah kata pun. Aku hancur. Aku keluar dari seminari dan pulang.

Dalam perjalanan pulang, aku sangat sedih dan merasa harapan terakhirku telah pupus. Aku tidak tahu di mana menemukan jalan menuju surga. Wajah tua ayahku yang meneteskan air mata kemudian muncul di benakku. Sepanjang hidupnya, dia mengkhotbahkan pembenaran oleh iman dan bahwa kita akan masuk surga ketika kita mati, tetapi dia mati dengan penyesalan. Aku telah percaya kepada Tuhan hampir sepanjang hidupku dan memberi tahu orang-orang setiap hari bahwa mereka akan masuk surga saat mereka meninggal. Namun, kini aku tidak yakin tentang cara masuk ke kerajaan surga. Apakah aku akan seperti ayahku, meninggal dengan penyesalan? Tiba-tiba aku teringat firman Tuhan Yesus: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka engkau akan menemukan; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu" (Matius 7:7). Aku berpikir, "Tuhan itu setia. Aku tidak bisa melepaskannya! Selama masih bernapas, aku akan terus mencari jalan ke surga." Aku pergi ke hadapan Tuhan dalam doa: "Ya Tuhan, aku telah mencari ke mana-mana cara untuk terbebas dari dosa dan masuk surga dan tak ada yang bisa membantuku. Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan? Aku adalah pengkhotbah yang memberi tahu orang-orang setiap hari agar tetap kuat dalam iman mereka dan bertahan sampai akhir untuk masuk surga. Namun, kini aku bahkan tak tahu cara menyingkirkan dosa dan masuk surga. Bukankah aku orang buta yang menuntun orang buta, menuntun mereka semua ke dalam lubang? Ya Tuhan! Di mana aku bisa menemukan jalan ke surga? Aku meminta bimbingan-Mu."

Saat tiba di rumah, aku mendengar banyak anggota dan pemimpin gereja yang baik telah berpindah ke Kilat dari Timur Orang-orang mengatakan betapa hebatnya khotbah mereka, bahwa mereka memiliki cahaya baru, dan bahkan memicu kekaguman beberapa pendeta. Aku berpikir, "Kenapa aku belum pernah bertemu siapa pun dari Kilat dari Timur? Akan menyenangkan bertemu dengan mereka suatu hari nanti! Aku harus mencari mereka dan mengetahui kenapa khotbah mereka begitu hebat dan apakah mereka bisa menyelesaikan masalahku."

Suatu hari, Saudara Wang dari gerejaku datang, berkata dua kerabatnya yang percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa sedang berkunjung dan dia memintaku untuk datang. Aku sangat senang saat mendengar dia mengatakan ini dan kami bergegas ke rumahnya. Kami memperkenalkan diri dan aku memberi tahu mereka masalahku, berkata, "Aku selalu percaya bahwa dibaptis berarti kita diselamatkan, bahwa percaya di dalam hati dan mengaku dengan mulut kita berarti kita dibenarkan oleh iman, dan ketika Tuhan datang, Dia akan mengangkat kita ke surga. Namun, beberapa tahun terakhir ini aku bingung tentang apakah aku akan bisa masuk surga atau tidak. Aku pikir, tak mungkin sesederhana itu. Alkitab mengatakan: 'Kekudusan, karena tanpa kekudusan, tidak ada manusia yang bisa melihat Tuhan' (Ibrani 12:14). Aku dan saudara-saudari di gereja berdosa sepanjang waktu dan menurutku orang yang hidup dalam dosa seperti kita tidak bisa masuk surga. Aku ingin tahu bagaimana tepatnya kita bisa masuk ke kerajaan surga. Bisakah kau bersekutu denganku tentang ini?"

Sambil tersenyum, Saudari Zhou berkata, "Memasuki kerajaan surga adalah kekhawatiran besar bagi setiap umat Kristiani. Mengenai ini, Tuhan Yesus telah memberi tahu kita dengan jelas: 'Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga' (Matius 7:21). Tuhan sangatlah jelas. Hanya mereka yang melakukan firman-Nya dan kehendak Tuhan bisa memasuki kerajaan surga. Tuhan tak pernah mengatakan begitu diselamatkan, kita selamat selamanya. Kita pun tidak dibenarkan oleh iman, lantas bisa memasuki kerajaan-Nya. Pembenaran oleh iman adalah sesuatu yang dicetuskan oleh Paulus. Paulus hanyalah rasul, manusia yang rusak. Dia bukan Kristus, dan kata-katanya bukanlah firman Kristus. Kita tidak bisa memercayai kata-katanya untuk bisa masuk surga. Hanya Yesus-lah Tuhan dan Raja dari kerajaan surgawi. Hanya firman-Nya yang memiliki otoritas dan merupakan kebenaran. Gagasan manusia bukan kebenaran dan tak bisa menjadi standar untuk memasuki kerajaan-Nya. Kita hanya bisa memercayai firman Tuhan tentang ini. Kita tak bisa memercayai kata-kata Paulus, titik." Saudari Zhou. Kalau begitu, bacakanlah beberapa kutipan firman Tuhan Yang Mahakuasa tentang apa arti dibenarkan dan diselamatkan oleh iman serta diselamatkan dan masuk surga. Tuhan Yang Mahakuasa bilang, "Pada masa itu, pekerjaan Yesus adalah pekerjaan untuk menebus seluruh umat manusia. Dosa-dosa semua orang yang percaya kepada-Nya diampuni; asalkan engkau percaya kepada-Nya. Dia akan menebusmu; jika engkau percaya kepada-Nya, engkau bukan lagi orang berdosa, engkau telah dibebaskan dari dosa-dosamu. Inilah yang dimaksud dengan diselamatkan dan dibenarkan oleh iman. Namun, di antara orang-orang yang percaya, masih ada yang memberontak dan melawan Tuhan, dan perlahan-lahan masih harus dibuang. Keselamatan tidak berarti manusia telah sepenuhnya didapatkan oleh Yesus, melainkan bahwa manusia tidak lagi menjadi milik dosa, bahwa dosa-dosanya telah diampuni. Asalkan engkau percaya, engkau tidak akan pernah lagi menjadi milik dosa." "Engkau hanya tahu bahwa Yesus akan turun ke bumi pada akhir zaman, tetapi bagaimana tepatnya Dia akan turun? Orang berdosa sepertimu, yang baru saja ditebus, yang belum diubahkan, atau disempurnakan Tuhan, mungkinkah engkau berkenan di hati Tuhan? Bagimu, engkau yang masih berada dalam diri manusia yang lama, memang benar bahwa engkau diselamatkan oleh Yesus, dan engkau tidak terhitung sebagai orang berdosa karena penyelamatan Tuhan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa engkau tidak berdosa, dan tidak najis, Bagaimana mungkin engkau bisa kudus jika engkau belum diubahkan? Di dalam dirimu, engkau dipenuhi dengan kenajisan, egois dan kasar, tetapi engkau masih berharap untuk dapat turun bersama Yesus—enak sekali kau! Engkau melewatkan satu tahap dalam kepercayaanmu kepada Tuhan: engkau baru hanya ditebus, tetapi belum diubahkan. Agar engkau dapat berkenan di hati Tuhan, Tuhan harus langsung melakukan pekerjaan pengubahan dan pembersihan terhadapmu; jika engkau hanya ditebus, engkau tidak akan dapat mencapai kekudusan. Dengan begini, engkau tidak akan layak mendapat bagian dalam berkat-berkat Tuhan yang baik, sebab engkau melewatkan satu tahap dalam pekerjaan Tuhan dalam mengelola manusia, yaitu tahap kunci berupa pengubahan dan penyempurnaan. Engkau, seorang berdosa yang baru ditebus saja, tidak dapat langsung menerima warisan Tuhan." "Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Dia hanya menyempurnakan penyelamatan semua umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia; Dia tidak menghapus semua watak rusak manusia. Sepenuhnya menyelamatkan manusia dari pengaruh Iblis tak hanya membuat Yesus perlu menjadi korban penghapus dosa dan menanggung dosa-dosa manusia, melainkan juga membuat Tuhan perlu melakukan pekerjaan yang bahkan lebih besar untuk benar-benar menghapus watak rusak dan iblis manusia. Lalu, karena sekarang dosa-dosa manusia telah diampuni, Tuhan telah kembali ked aging untuk memimpin manusia memasuki zaman baru, serta memulai pekerjaan hajaran dan penghakiman. Pekerjaan ini telah membawa manusia ke alam yang lebih tinggi. Semua yang tunduk pada kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran lebih tinggi dan menerima berkat yang lebih besar. Mereka akan benar-benar hidup dalam cahaya dan mendapatkan kebenaran, jalan, dan kehidupan" (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).

Saudari Wang lalu memberikan persekutuan dan berkata, "Dahulu di Zaman Hukum Taurat, Iblis merusak umat manusia makin dalam, dan orang makin banyak berdosa. Semua orang terancam dihukum mati berdasarkan hukum Taurat. Jadi, Tuhan Yesus melakukan pekerjaan penebusan pada Zaman Kasih Karunia, dan dengan disalib, Dia menjadi korban penghapus dosa dan mengampuni dosa-dosa manusia. Saat itu, kita hanya harus percaya kepada Tuhan, mengaku dosa dan bertobat kepada-Nya, lalu dosa-dosa kita diampuni dan kita bisa menikmati kasih karunia yang Dia anugerahkan kepada kita. Inilah penyelamatan bagi orang-orang yang tunduk kepada hukum Taurat. Penyelamatan' ini berarti dibebaskan dari hukuman dan kutukan hukum Taurat dan tak pernah dikutuk oleh hukum Taurat lagi. Inilah yang disebut 'diselamatkan oleh iman.'" Saudara Wang melanjutkan. "Dibenarkan oleh iman tidak berarti kita menjadi benar. Dibenarkan dan diselamatkan oleh iman tidak berarti kita tidak berdosa, bahwa kita benar-benar murni dan mencapai penyelamatan penuh, atau bahwa kita bisa masuk surga. Meski dosa-dosa kita telah diampuni, natur penuh dosa dan watak iblis kita masih berurat akar di dalam diri kita. Kita masih bisa berbohong, curang, cemburu dan membenci orang lain, dan kita sering melakukan dosa serta menentang Tuhan. Bagaimana bisa orang seperti kita, yang begitu dipenuhi watak iblis, yang tidak taat dan menentang Tuhan, bisa memasuki kerajaan surga? Itu sebabnya Tuhan Yesus berjanji akan datang kembali. Tuhan Yang Mahakuasa telah datang pada akhir zaman. Dia telah mengungkapkan semua kebenaran yang mentahirkan dan menyelamatkan kita dan sedang melakukan pekerjaan penghakiman untuk menyelesaikan natur dan watak iblis kita serta untuk sepenuhnya menyelamatkan kita dari dosa dan menyucikan kita agar kita bisa masuk ke kerajaan surgawi. Pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa memenuhi nubuat Tuhan Yesus: 'Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, Ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang. Dia akan menuntut engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran' (Yohanes 16:12-13). 'Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman' (Yohanes 12:47-48). Lalu, di 1 Petrus, tertulis: 'Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan' (1 Petrus 4:17). Dengan mengalami pekerjaan penebusan pada Zaman Kasih Karunia, kita baru bisa menikmati kasih karunia Tuhan, dan dosa-dosa kita bisa diampuni. Kita tak bisa menyingkirkan dosa atau ditahirkan. Itu sebabnya kita harus menerima dan taat kepada pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman serta benar-benar bertobat dan ditahirkan dari kerusakan agar terbebas dari dosa dan sepenuhnya selamat sekali untuk selamanya. Dengan begitu, kita bisa selamat dari bencana, dan Tuhan akan membimbing kita ke dalam kerajaan-Nya."

Persekutuan saudari itu sungguh membuka mataku. Gagasan diselamatkan oleh iman kita dan masuk ke surga hanyalah imajinasi kita dan bertentangan dengan kata-kata Tuhan. Tuhan Yesus melakukan pekerjaan penebusan, bukan pekerjaan menghapus dosa, maka natur penuh dosa kita tetap ada dalam diri kita, dan kita tak bisa mencegah diri melakukan dosa serta menentang-Nya. Tak heran aku tak pernah bisa membebaskan diri dari dosa selama bertahun-tahun itu tak peduli seberapa aku meninggalkan dagingku atau menaklukkan tubuhku. Ternyata itu karena natur penuh dosaku dan karena aku belum mengalami pekerjaan baru Tuhan. Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan penghakiman untuk mencerabut natur penuh dosa kita serta untuk mentahirkan dan sepenuhnya menyelamatkan kita sekali untuk selamanya. Inilah yang kita perlukan dan ini sangat luar biasa! Namun, aku tidak tahu bagaimana Tuhan menghakimi dan mentahirkan kita pada akhir zaman, jadi aku bertanya kepada saudari-saudari tentang ini.

Saudari Wang membacakan kutipan lain firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolaj Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan tidak menjelaskan tentang natur manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti inilah yang disebut penghakiman; penghakiman seperti ini adalah satu-satunya yang dapat menaklukkan manusia, meyakinkan mereka untuk tunduk kepada Tuhan, dan membuat mereka sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena hakikat pekerjaan ini adalah membukakan jalan, kebenaran, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan" (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).

Dia lalu melanjutkan dengan persekutuan ini: "Tuhan Yang Mahakuasa mengungkapkan kebenaran untuk menghakimi dan mentahirkan kita pada akhir zaman. Dia menyingkapkan natur dan watak iblis manusia yang menentang Tuhan. Melalui penghakiman dan penyingkapan firman-Nya dan fakta-fakta ini, kita melihat betapa kita sangat rusak karena Iblis. Kita memiliki natur sombong, licik, dan egois, jahat, serakah, dan suka bersaing. Watak Iblis memenuhi tulang dan darah kita, dan kita hampir tidak terlihat manusiawi. Dikendalikan oleh watak rusak ini, kita tak bisa menahan diri menentang dan memberontak terhadap Tuhan. Misalnya, kita sering memuji diri sendiri dan pamer saat bekerja serta memberi nasihat untuk memenangkan rasa hormat orang lain. Kita akan melakukan apa pun demi kepentingan kita, dan kita bersaing untuk prestise serta bersekongkol melawan satu sama lain. Kita memiliki rasa iri dan benci terhadap siapa pun yang lebih baik daripada kita, kita mencurahkan diri kita hanya demi berkat dan untuk masuk ke kerajaan-Nya, dan kita menyalahkan serta menyalahpahami Tuhan begitu sesuatu yang salah terjadi di rumah. Penghakiman dan hajaran Tuhan membuat kita dapat melihat kerusakan kita sendiri. Kemudian kita benar-benar membenci natur iblis kita dan mulai merasa menyesal serta membenci diri kita, lalu kita bertobat kepada Tuhan. Kita juga menjadi tahu sedikit tentang watak benar Tuhan. Kita mulai takut dan tunduk kepada Tuhan, kita bisa secara sadar meninggalkan daging kita, mengamalkan firman Tuhan, dan memenuhi tugas kita sebagai makhluk ciptaan dan mulai hidup dalam keserupaan dengan manusia. Dengan mengalami semua ini, kita merasakan sejauh apa Iblis telah merusak kita, bahwa kita harus menerima penghakiman firman Tuhan, bahwa watak iblis kita harus ditahirkan, kita tidak bisa lagi menentang Tuhan, dan bahwa itu adalah satu-satunya cara masuk ke kerajaan Tuhan."

Hatiku menjadi cerah mendengar persekutuan-persekutuan ini. Jika kita hanya menerima pekerjaan penebusan Zaman Kasih Karunia dan bukan pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa, bahkan jika kita percaya kepada Tuhan seumur hidup kita, dosa akan terus mengikat kita dan kita takkan pernah melakukan kehendak Tuhan atau memasuki kerajaan Tuhan. Tuhan Yang Mahakuasa mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya adalah satu-satunya cara memasuki kerajaan surgawi! Aku mencari cara memasuki kerajaan surgawi ke semua tempat selama bertahun-tahun, dan kini akhirnya aku menemukannya. Aku menjadi berkaca-kaca karena bahagia—harapanku yang sudah sekian lama kumiliki akhirnya terpenuhi. Inilah suara Tuhan, dan Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali! Ketika Tuhan Yesus lahir, Simeon sangat Bahagia melihat Dia delapan hari setelah kelahiran-Nya. Bisa mendengar suara Tuhan dan menyambut Tuhan pada masa hidupku membuatku merasa lebih bahagia dan diberkati daripada Simeon! Aku sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa!

Alkitab menubuatkan bahwa Tuhan akan datang sebelum bencana. Sekarang ini, bencana sedang terjadi silih berganti. Bagaimana kita dapat menyambut Tuhan dan mendapatkan perlindungan Tuhan? Silakan hubungi kami untuk membahas hal ini dan menemukan jalannya.

Konten Terkait

Misteri Nama-Nama Tuhan

"Meskipun Yahweh, Yesus, dan Mesias semua mewakili Roh Tuhan, nama-nama ini hanya menandai zaman-zaman yang berbeda dalam rencana...