Melepaskan Diri dari Jebakan Desas-desus

13 Desember 2019

Oleh Saudari Xiaoyun, Tiongkok

Aku dahulu seorang perwira tentara wanita. Suatu hari pada tahun 1999, seorang pendeta Korea mengkhotbahkan Injil Tuhan Yesus kepadaku. Oleh karena pengejaranku yang sungguh-sungguh, aku segera menjadi fokus pelatihan pendeta itu dan pembantu utamanya. Pada musim panas 2000, pendeta itu datang ke Yunnan dalam perjalanan pengabaran Injil musim panas yang singkat bersama lebih dari selusin mahasiswa dari Gereja Injil Korea. Tanpa diduga, hal ini membuat gelisah pemerintah PKT (Partai Komunis Tiongkok). Kami ditangkap saat mengadakan pertemuan di rumah pendeta itu dan kemudian dibawa ke Departemen Keamanan Umum Provinsi Yunnan untuk diinterogasi. Para mahasiswa dari Korea dideportasi pada malam itu juga dan pendeta Korea itu juga diusir dari Tiongkok. Gereja mengalami penganiayaan oleh pemerintah PKT, dan banyak orang percaya menjadi takut dan tidak berani percaya. Sebagian orang percaya juga dipaksa untuk masuk ke Gereja Tiga Pendirian, dan beginilah gereja dibubarkan oleh pemerintah PKT. Aku adalah rekan pekerja utama di gereja dan penganiayaan oleh pemerintah PKT kali ini juga membuatku kehilangan pekerjaan.

Pada bulan Maret 2005, aku mendengarkan injil Kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa. Saat mengetahui bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali, aku sangat gembira sehingga air mata sukacita memenuhi mataku dan aku merasa sangat bersyukur. Aku hanya ingin membawa saudara-saudariku ke hadapan Tuhan sesegera mungkin. Di bawah bimbingan Tuhan, satu per satu saudara-saudariku menerima pekerjaan akhir zaman Tuhan. Namun, tanpa diduga, salah seorang rekan pekerja gereja yang paling berbakat, setelah mendengar kesaksian pekerjaan akhir zaman Tuhan Yang Mahakuasa, menyatakan: "Doktrin ini kedengarannya benar, tetapi kita perlu bertanya kepada pendeta terlebih dahulu dan lihat apa yang dia katakan." Tak lama setelah itu, pendeta itu menghubungiku dan berkata, "Di luar sangat kacau sekarang. Engkau sudah lama tidak percaya kepada Tuhan dan tingkat pertumbuhanmu kecil. Apa pun yang engkau lakukan, jangan sembarangan mendengarkan khotbah dari luar gereja, agar engkau tidak tersesat. Kita hanya boleh menerima penggembalaan dari gereja ini. Jangan dengarkan ajaran-ajaran yang dikhotbahkan oleh gereja-gereja lain." Setelah mendengarkan, aku berkata dengan tenang, "Selama periode waktu mempelajari pekerjaan akhir zaman Tuhan Yang Mahakuasa ini, aku telah menemukan bahwa semua yang mereka khotbahkan sesuai dengan Alkitab, mengandung pencerahan dan penerangan dari Roh Kudus, dan itu adalah ajaran yang benar." Pendetaku berkata, "Sebaik apa pun mereka berkhotbah, kita harus mengerti bahwa Tuhan Yesus sajalah Tuhan yang benar. Kita tidak boleh meninggalkan Tuhan!" Aku berkata tegas, "Aku tidak meninggalkan Tuhan, tetapi mengikuti jejak kaki Anak Domba. Tuhan Yesus sudah datang kembali. Adalah benar bahwa kita harus menyambut Tuhan sama seperti gadis-gadis bijaksana itu." Pendeta itu berkata dengan kasar, "Bagaimana mungkin Gereja Injil Korea tidak tahu bahwa Tuhan telah datang kembali?" Aku berkata, "Ini bukan sesuatu yang dapat dijelaskan dalam beberapa kata." Pendeta itu menegaskan dengan fasih, "Apa yang mereka yakini adalah Kilat dari Timur, yang merupakan sasaran penindasan pemerintah PKT. Sudah dijelaskan dengan sangat gamblang di Internet. Bukalah Internet, dan engkau akan lihat. Engkau harus membuka Internet untuk memeriksanya ...." Setelah meletakkan telepon, jantungku tidak bisa tenang dalam waktu yang lama. Kata-kata pendeta itu terus terngiang di telingaku. Aku sangat ingin tahu apa persisnya yang dikatakan di Internet.

Untuk mengetahuinya, aku lekas berlari ke warung Internet. Saat membuka situs-situs web, aku tercengang. Di sana banyak penistaan dan kutukan dari pemerintah PKT terhadap Tuhan, serta fitnah dan penistaan dari tokoh agama yang berwenang. Aku mengalami beberapa keraguan: firman Tuhan Yang Mahakuasa tidak mungkin diucapkan oleh sembarang orang. Firman-firman itu adalah ungkapan dari Roh kebenaran. Inilah fakta yang diakui oleh banyak orang dari banyak denominasi berbeda yang dengan tulus percaya kepada Tuhan dan mendambakan kebenaran. Namun, mengapa situs-situs web tersebut memulai desas-desus untuk membuat orang-orang menyangkal Tuhan Yang Mahakuasa? Ada juga banyak pendeta terkenal yang bersama pemerintah PKT mengutuk dan menghujat Tuhan. Apa yang terjadi di sini? Melihat semua propaganda negatif ini, aku merasakan kebimbangan tiba-tiba. Setelah itu, aku melihat sebuah serangan di Internet terhadap orang yang dipakai oleh Roh Kudus. Sekali lagi, hatiku terpuruk. Apakah aku benar-benar percaya kepada seorang manusia? Saat aku terus menelusuri informasi di Internet, aku menjadi semakin gugup dan merasa sangat bingung dan limbung sehingga, pada akhirnya, aku tidak tahu bagaimana aku meninggalkan warung Internet itu.

Dalam perjalanan pulang, aku mengingat semua waktu yang kuhabiskan untuk mencari dan menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Setiap kali aku mengajukan beberapa pertanyaan, saudara-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa membacakan firman Tuhan kepadaku. Setiap masalah terselesaikan satu demi satu, dan aku menjadi benar-benar yakin. Butuh perdebatan dan penyelidikan sebelas hari penuh sebelum aku benar-benar percaya bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Aku juga membaca beberapa firman Tuhan. Dia telah mengungkapkan semua misteri tentang tiga tahap pekerjaan dan rencana pengelolaan enam ribu tahun, dan Dia juga telah menjelaskan kebenaran seperti kisah orang dalam dan esensi Alkitab, mana yang merupakan firman Tuhan dan mana yang merupakan perkataan orang-orang di dalam Alkitab, dan cara orang-orang harus melakukan pendekatan terhadap Alkitab. Saat aku membaca hal-hal ini, semuanya menjadi jelas dan aku memperoleh manfaat besar. Dari firman Tuhan ini, aku melihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa pastilah Tuhan Yesus yang datang kembali. Namun, mengapa propaganda di Internet semuanya negatif? Semakin aku memikirkan desas-desus itu, perasaanku semakin tertekan dan semakin berat, dan aku hampir tertabrak mobil saat menyeberang jalan.

Setelah kembali ke rumah, hatiku tidak bisa tenang dan desas-desus di Internet itu terus muncul di benakku dari waktu ke waktu dan bertahan di sana. Hatiku merasa kewalahan saat memikirkan satu dan lain hal. Aku tidak bisa tidur malam itu, dan berpikir: "Jika aku mengambil jalan yang salah, tidakkah imanku semuanya akan sia-sia? Tidak, aku harus segera berbalik. Akan tetapi, bagaimana jika Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali? Maka tidakkah aku kehilangan kesempatan untuk menyambut Tuhan dan kehilangan kesempatanku untuk diselamatkan?" Saat terombang-ambing, aku datang ke hadapan Tuhan untuk berdoa: "Ya Tuhan! Sejak menerima langkah pekerjaan ini, hatiku selalu merasa nyaman, aku merasa sangat senang membaca firman Tuhan dan jiwaku terasa sangat terpelihara. Namun, setelah melihat beberapa propaganda negatif di Internet, aku tidak bisa tenang. Mohon jagalah hatiku. Ya Tuhan! Tingkat pertumbuhanku kecil dan aku tidak tahu cara memahami hal-hal ini. Jika Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar Engkau yang telah datang kembali, aku meminta-Mu membimbingku untuk memastikan pekerjaan-Mu tanpa terganggu oleh siapa pun atau apa pun. Jika tidak, aku meminta-Mu membimbingku untuk mengembangkan kearifan ...." Setelah berdoa, sebuah ide muncul dalam hatiku: Untuk segera menyelesaikan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa untuk memastikan apakah itu suara Tuhan atau bukan. Malam itu, aku membaca firman Tuhan sepanjang malam dan tidak tahu kapan aku tertidur di meja.

Pagi-pagi keesokan harinya, aku terbangun oleh ketukan di pintu dan dengan mengantuk aku membukanya. Ternyata itu Saudari Wu yang pernah menyiramiku. Dia melihatku tampak mengantuk dan dengan nada khawatir menanyakan apa yang terjadi. Aku berkata, "Aku membuka Internet kemarin dan melihat banyak hal yang menentang dan menghujat Tuhan, dan sekarang aku merasa sangat kebingungan ...." Setelah mendengar hal ini, Saudari Wu bersekutu denganku: "Saudari, engkau tahu betul sikap pemerintah PKT terhadap orang-orang Kristen. Mereka telah menangkap dan menganiaya banyak orang Kristen. Ini fakta nyata. Semua desas-desus di Internet direkayasa oleh pemerintah PKT untuk menganiaya Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Tujuan mereka adalah untuk menindas pekerjaan Tuhan dan menjadikan Tiongkok sebagai zona ateis dan tidak mengizinkan orang-orang untuk mengikuti atau menyembah Tuhan. Saudari, PKT adalah pemerintahan ateis. Bisakah kita memercayai apa yang mereka katakan?" Pernyataan saudari itu adalah pengingat yang tepat waktu. Benar! PKT adalah ateis. Merekalah yang paling membenci dan menentang Tuhan. Bagaimana mungkin orang-orang percaya apa yang mereka katakan? Pemerintah PKT menggunakan kedok semboyan "kebebasan beragama", tetapi di balik layar, mereka dengan semena-mena memaksa dan menangkap orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Aku memikirkan bagaimana pemerintah PKT telah memaksa dan menindas orang-orang dari gereja kami sebelumnya dan berapa banyak saudara-saudari telah kehilangan iman dan tidak berani percaya, dan aku memikirkan bagaimana aku juga kehilangan pekerjaan karena hal ini—bukankah ini sikap pemerintah PKT terhadap orang-orang yang percaya kepada Tuhan? Untuk membatasi kepercayaan agama, pemerintah PKT mendirikan Gereja Tiga Pendirian dan menyuruh orang-orang untuk pertama-tama "mencintai negara" kemudian "mencintai agama". Tujuan mereka adalah untuk mengendalikan orang-orang dengan kuat di tangan mereka dan untuk membatasi kebebasan beragama orang-orang. Saat memikirkan hal ini, aku mendapatkan pemahaman tentang niat tercela dari pemerintah PKT. Pemerintah PKT selalu menganiaya keyakinan agama dan mengutuk ajaran yang benar. Jadi, bukankah desas-desus mereka yang mengada-ada dan pengutukan terhadap pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman adalah pengungkapan besar-besaran terhadap natur iblis mereka yang membenci dan menentang Tuhan?

Saudari Wu terus bersekutu denganku: "Pemerintah PKT adalah rezim iblis yang ateis dan musuh Tuhan. Untuk mencapai ambisi gila mereka, yaitu pengendalian permanen atas rakyat, mereka memutar balik yang hitam menjadi putih untuk mengutuk dan mendiskreditkan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Kami dapat mengenali hal ini dengan cukup baik. Namun, bagaimana mungkin para pendeta dan penatua agama mengikuti rezim ateis dalam menentang, mengutuk, dan menghujat Tuhan? Kebanyakan orang tidak dapat memecahkan masalah ini. Sebenarnya, ini terkait dengan natur dan esensi dari perlawanan para pemimpin agama terhadap Tuhan dan kebencian akan kebenaran. Merenungkan kembali masa dua ribu tahun yang lalu, ketika Tuhan Yesus melakukan pekerjaan untuk menebus umat manusia, Dia disambut dengan perlawanan dan penganiayaan terhebat dari para imam kepala, ahli Taurat, dan kaum Farisi. Ini karena jalan yang Tuhan Yesus khotbahkan dan mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya pada waktu itu menimbulkan sensasi di seluruh Yudea. Banyak orang awam yang tertarik dengan firman Tuhan dan satu demi satu mereka berpaling kepada Tuhan Yesus. Para imam kepala, ahli Taurat, dan kaum Farisi melihat ini sebagai ancaman terhadap status dan mata pencaharian mereka, dan mereka berkonspirasi dengan pemerintah Romawi untuk menentang dan mengutuk Tuhan Yesus. Mereka menyebarkan desas-desus, memfitnah pekerjaan Tuhan dan menyalibkan Tuhan Yesus pada kayu salib. Sekarang sejarah dua ribu tahun yang lalu terulang kembali. Para pemimpin agama melihat pekerjaan akhir zaman Tuhan Yang Mahakuasa diterima oleh semakin banyak orang dan mereka segera menjadi cemburu dan bersatu dengan pemerintah PKT dalam menentang dan mengutuk pekerjaan akhir zaman Tuhan. Ini benar-benar menunjukkan bahwa kebanyakan pemimpin agama adalah antikristus yang tidak mencintai kebenaran dan hanya mencintai status. 'Sejak zaman dahulu, ajaran yang benar selalu ditindas.' Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa pekerjaan akhir zaman Tuhan Yang Mahakuasa ditentang keras dan dikutuk oleh kekuatan jahat dari pemerintah PKT dan komunitas keagamaan." Ya, kaum Farisi, imam kepala, dan ahli Taurat semuanya merupakan tokoh berwenang dalam komunitas keagamaan, tetapi mereka bukan orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan dan tidak mengasihi kebenaran. Mereka tahu bahwa firman Tuhan Yesus memiliki otoritas dan kuasa, tetapi mereka tidak mencari atau menyelidiki apa pun. Sebaliknya, untuk mempertahankan status dan mata pencaharian mereka, mereka mengutuk dan menghujat Tuhan. Natur mereka memang menentang Tuhan dan menjadi musuh Tuhan. Saat ini, cara para pendeta dan penatua dari komunitas keagamaan bertindak sehubungan dengan kedatangan Tuhan yang kedua adalah sama dengan apa yang dilakukan oleh kaum Farisi. Ternyata mereka adalah antikristus yang membenci Tuhan dan membenci kebenaran! Saat kedatangan Tuhan Yesus kembali dinubuatkan dalam Alkitab, dinyatakan, "Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" (Lukas 17:25). Sekarang Tuhan Yang Mahakuasa telah datang untuk melakukan pekerjaan-Nya, tetapi Dia ditentang dan dikutuk oleh komunitas keagamaan dan rezim PKT yang ateis. Bukankah ini penggenapan nubuat Tuhan? Pada saat itu, hatiku tersinari. Saudari Wu melanjutkan persekutuannya: "Propaganda negatif yang disebarkan oleh pemerintah PKT dan komunitas keagamaan di Internet pada dasarnya dimaksudkan untuk menghancurkan dan mengganggu pekerjaan Tuhan. Iblis selalu menggunakan kebohongan untuk menipu dan membingungkan manusia dan membuat manusia ragu-ragu, menyangkal, dan mengkhianati Tuhan. Pada akhirnya, mereka akan dihukum oleh Tuhan dan dikirim ke neraka, dan mereka akan kehilangan kesempatan untuk diselamatkan oleh Tuhan selama-lamanya. Kita harus dapat memahami desas-desus mereka dan menyadari niat jahat dan tujuan tercela mereka dalam menyebarkan desas-desus itu. Kalau tidak, kita akan teperdaya dan akan kehilangan kesempatan untuk diselamatkan oleh Tuhan." Aku mengangguk setuju dan merasa bahwa persekutuan dan bantuan dari saudari ini telah tiba pada saat yang tepat. Aku tidak sabar untuk terus mendengarkan ...

Saudari Wu mengeluarkan buku firman Tuhan dan berkata kepadaku, "Saudari, mari kita baca satu bagian dari firman Tuhan Yang Mahakuasa! Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: 'Dalam perencanaan-Ku, Iblis selalu berusaha meremukkan tumit setiap langkah, dan sebagai kontras dari hikmat-Ku, ia selalu berusaha mencari cara dan sarana untuk mengganggu rencana-Ku yang semula. Tetapi, mungkinkah Aku menyerah pada rancangan tipu dayanya? Semua yang di surga dan yang di bumi melayani Aku—dapatkah rancangan tipu daya si Iblis mengubahnya? Inilah justru titik temu hikmat-Ku, inilah justru yang menakjubkan tentang perbuatan-Ku. Inilah prinsip yang melaluinya seluruh rencana pengelolaan-Ku dijalankan. Selama masa pembangunan Kerajaan, Aku tetap tidak menghindari rancangan tipu daya si Iblis, namun Aku terus melakukan pekerjaan yang harus Aku lakukan. Di antara semua hal di alam semesta, Aku telah memilih perbuatan Iblis sebagai kontras-Ku. Tidakkah ini justru menunjukkan hikmat-Ku? Bukankah ini benar-benar menunjukkan betapa menakjubkannya pekerjaan-Ku?' ("Bab 8, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Setelah membaca firman Tuhan, Saudari Wu berkata dalam persekutuan: "Kita melihat dari firman Tuhan Yang Mahakuasa ini bahwa setiap langkah pekerjaan Tuhan mewujudkan kehendak, hikmat, dan keajaiban Tuhan. Dari awal hingga akhir, pekerjaan Tuhan tidak menjauh dari tipu daya Iblis, tetapi menggunakan tipu daya Iblis untuk kepentingan pekerjaan Tuhan, untuk menyempurnakan mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan dan untuk menyelesaikan rencana pengelolaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia. Di permukaan, Iblis tampaknya menggembung dengan kecongkakan dalam penentangannya terhadap Tuhan, tetapi hikmat Tuhan dilakukan berdasarkan tipu daya Iblis. Pada awalnya, Iblis merusak manusia, tetapi Tuhan tidak menghancurkannya secara langsung. Sebaliknya, Tuhan menggunakan tiga tahap pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan umat manusia dan, sembari menyelamatkan umat manusia, Tuhan mengizinkan Iblis untuk menciptakan kekacauan dan gangguan, tujuan-Nya adalah untuk menunjukkan wajah setan sejati dari Iblis yang merusak dan membingungkan umat manusia, yang dengan mati-matian menentang Tuhan dan menjadi musuh Tuhan, sehingga umat manusia benar-benar melihat wajah mengerikan dan esensi jahat Iblis. Dengan melakukan hal itu, manusia dapat secara proaktif menolak dan meninggalkan Iblis dan kembali kepada Tuhan, dan Iblis akan sepenuhnya dipermalukan dan dikalahkan. Inilah kesaksian paling kuat dalam menentang Iblis, dan itu mengungkapkan hikmat dan kemahakuasaan Tuhan. Meskipun Ayub merupakan orang yang takut akan Tuhan yang menjauhi kejahatan, tetapi Tuhan mengizinkan Iblis untuk menimbulkan penderitaan pada Ayub dan akhirnya Dia menggunakan kesaksian Ayub dalam ujian-ujian untuk mempermalukan Iblis dan membuktikan bahwa penilaian Tuhan atas Ayub sepenuhnya benar. Inilah hikmat Tuhan. Selain itu, apa yang Tuhan lakukan pada akhir zaman adalah pekerjaan menyelamatkan dan menyempurnakan manusia. Ini juga merupakan pekerjaan memisahkan orang-orang menurut jenisnya dan mengakhiri zaman. Tuhan menggunakan penganiayaan oleh pemerintah PKT dan komunitas keagamaan untuk membuat orang-orang mengalami berbagai ujian dan kesengsaraan. Mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan dapat memahami kebenaran dan mengembangkan kearifan dengan mengalami kesengsaraan, mereka dapat mengetahui kemahakuasaan dan hikmat Tuhan, memahami kejahatan Iblis, dan pada akhirnya benar-benar menolak Iblis dan memperoleh keselamatan Tuhan. Namun, mereka yang takut, mereka yang tidak punya kepercayaan yang benar, mereka yang bosan dengan kebenaran dan mereka yang jahat yang membenci kebenaran, semuanya diungkap melalui ujian dan kesengsaraan, dan mereka menjadi sasaran untuk disingkirkan. Jadi, kambing dipisahkan dari domba, lalang dari gandum, hamba jahat dari hamba baik, dan gadis-gadis bodoh dari gadis-gadis bijaksana, karena semuanya dipisahkan menurut jenisnya. Inilah hikmat dan kemahakuasaan Tuhan." Setelah mendengarkan persekutuan Saudari Wu, mau tidak mau aku memikirkan kembali masa dua ribu tahun yang lalu ketika Tuhan Yesus disalibkan oleh kaum Farisi Yahudi dan pemerintah Romawi. Dari sudut pandang manusia, pekerjaan Tuhan Yesus telah gagal, tetapi Tuhan Yesus berkata, "Selesai sudah." Justru melalui penganiayaan dan penyaliban oleh Iblis, Tuhan menyelesaikan pekerjaan penebusan umat manusia. Hari ini pada akhir zaman, kutukan dan pencemaran nama baik dari pemerintah PKT dan komunitas keagamaan telah secara tepat memberikan pelayanan kepada Tuhan dalam menyempurnakan mereka yang benar-benar percaya kepada-Nya, dan mereka juga telah menjadi bukti bagi Tuhan untuk menghukum mereka. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: "Hikmat-Ku dilaksanakan atas dasar muslihat Iblis" ("Kebenaran Sesungguhnya di Balik Pekerjaan Penaklukan (1)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Dalam Alkitab tercatat: "O betapa dalamnya kekayaan hikmat maupun pengetahuan Tuhan! Betapa tak terselidiki segala penghakiman-Nya, dan jalan-jalan-Nya tidak dapat dipahami!" (Roma 11:33). Memikirkan hal ini, aku melihat bahwa pekerjaan Tuhan sangat bijaksana dan luar biasa, dan aku memuji Tuhan dari lubuk hatiku yang terdalam.

Melalui persekutuan Saudari Wu, aku akhirnya memiliki sedikit pemahaman tentang pekerjaan Tuhan dan juga dapat sedikit membedakan esensi penentangan dari pemerintah PKT dan komunitas keagamaan terhadap Tuhan, tetapi aku masih tidak mengerti apa yang dikatakan di internet tentang kami percaya pada seorang manusia, yaitu percaya kepada orang yang dipakai oleh Roh Kudus. Aku bertanya kepada Saudari Wu: "Di Internet dikatakan bahwa kita percaya kepada seorang manusia. Apakah itu benar?" Saudari Wu mengatakan dalam persekutuan mengenai pertanyaan ini: "Masalahmu adalah bahwa engkau tidak memahami dengan jelas tentang kebenaran yang berkaitan dengan perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia. Mari kita baca terlebih dahulu dua bagian dari firman Tuhan Yang Mahakuasa. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: 'Pekerjaan Tuhan itu sendiri melibatkan pekerjaan semua umat manusia, dan pekerjaan itu juga merepresentasikan pekerjaan seluruh zaman. Artinya, pekerjaan Tuhan itu sendiri merepresentasikan gerakan dan kecenderungan dari semua pekerjaan Roh Kudus, sedangkan pekerjaan para rasul mengikuti pekerjaan Tuhan sendiri dan tidak memimpin zaman, dan juga pekerjaan itu tidak merepresentasikan kecenderungan kerja Roh Kudus di seluruh zaman. Mereka hanya melakukan pekerjaan yang harus dilakukan manusia, yang sama sekali tidak melibatkan pekerjaan pengelolaan. Pekerjaan Tuhan sendiri adalah proyek dalam pekerjaan pengelolaan. Pekerjaan manusia hanyalah tugas manusia yang digunakan dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan pengelolaan' ("Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). 'Pekerjaan yang dilakukan Tuhan tidak merepresentasikan pengalaman daging-Nya; pekerjaan yang dilakukan manusia merepresentasikan pengalaman manusia. Semua orang berbicara tentang pengalaman pribadinya. Tuhan dapat secara langsung mengungkapkan kebenaran, sedangkan manusia hanya dapat mengungkapkan pengalaman serupa setelah mengalami kebenaran. … Engkau hanya perlu membandingkan perbedaan di antara mereka untuk mengatakan apakah itu pekerjaan Tuhan sendiri atau pekerjaan manusia' ("Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Firman Tuhan Yang Mahakuasa memungkinkan kita untuk memahami bahwa pekerjaan Tuhan adalah pekerjaan mengantarkan sebuah era baru. Inilah pekerjaan yang menyelamatkan seluruh umat manusia. Manusia tidak dapat mengantarkan zaman apa pun, juga tidak dapat melakukan pekerjaan menyelamatkan umat manusia. Pekerjaan manusia hanyalah untuk melakukan tugas manusia atas dasar pekerjaan Tuhan. Manusia melakukan pekerjaan menyirami, membekali, dan membimbing orang-orang untuk masuk ke dalam kenyataan firman Tuhan dan dilakukan dalam kerja sama dengan Tuhan, tetapi pekerjaan manusia tidak dapat menggantikan pekerjaan Tuhan sendiri sama sekali, juga tidak dapat dianggap dalam kategori yang sama dengan pekerjaan Tuhan. Ambil contoh Zaman Kasih Karunia, ketika Tuhan Yesus memulai Zaman Kasih Karunia dan mengakhiri Zaman Hukum Taurat, memimpin umat manusia ke era baru. Setelah Tuhan Yesus menyelesaikan pekerjaan-Nya, rasul Petrus dan yang lainnya mulai melanjutkan pekerjaan Tuhan Yesus, memimpin dan menggembalakan gereja dan membimbing saudara-saudari untuk mengikuti jalan Tuhan. Ini sepenuhnya bekerja sama dengan pekerjaan Tuhan Yesus. Pada saat itu, orang-orang di gereja menerima penggembalaan dan kepemimpinan Petrus, tetapi tidak ada yang mengatakan bahwa mereka percaya kepada Petrus atau rasul lain. Ini fakta. Dengan cara yang sama, Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman telah datang dan telah mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan mengantarkan Zaman Kerajaan; Dia melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dengan rumah Tuhan dan menyatakan semua kebenaran untuk menyucikan dan menyelamatkan umat manusia. Jika kita dapat memahami, mengamalkan, dan memasuki kebenaran ini, kita adalah orang-orang yang akan memperoleh keselamatan sejati dan disempurnakan. Namun, karena kualitas kita rendah, dengan membaca dan mengalami firman Tuhan itu sendiri, mencapai keselamatan sejati adalah proses yang sangat sulit dan lambat. Oleh karena itu, Tuhan meminta orang yang dipakai oleh Roh Kudus untuk membimbing kita. Orang yang dipakai oleh Roh Kudus itu telah dipersiapkan dan disempurnakan oleh Tuhan terlebih dahulu. Dia memiliki pengalaman dalam mencapai keselamatan dan kesempurnaan dengan mengalami pekerjaan Tuhan. Dia menggunakan pengalamannya tentang firman Tuhan untuk membimbing kita untuk mengenal firman Tuhan dan untuk memasuki firman Tuhan. Ini membantu kita untuk semakin mengurangi penyimpangan dari jalan yang benar. Selama kita menerima dan mematuhi kepemimpinan dan penyiraman dari orang yang digunakan oleh Roh Kudus, kita dapat mengambil jalan yang benar untuk percaya kepada Tuhan dan mendapatkan keselamatan yang sejati. Ini sepenuhnya kebaikan dan berkat Tuhan bagi kita. Pekerjaan yang dilakukan oleh orang yang dipakai oleh Roh Kudus adalah meninggikan dan menyaksikan Tuhan dan membimbing kita untuk menaati dan menyembah-Nya. Dia tidak pernah meminta kita untuk memperlakukannya sebagai Tuhan, juga tidak menuntut agar kita percaya kepadanya. Semua umat pilihan Tuhan sudah sangat jelas tentang hal ini: Orang yang digunakan oleh Roh Kudus hanya saudara kita dan pemimpin kita, dan kita percaya kepada Kristus pada akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa, bukan orang yang dipakai oleh Roh Kudus. Dikabarkan di Internet bahwa kita percaya kepada orang yang dipakai oleh Roh Kudus. Ini murni penyelewengan fakta dan kekacauan atas yang benar dan yang salah. Itu adalah kerancuan Iblis dan merupakan kebohongan untuk menipu orang-orang. Engkau mungkin sebaiknya pergi ke Gereja Tuhan Yang Mahakuasa untuk melihat sendiri, berjalan di antara saudara-saudari, mendengarkan mereka, dan benar-benar memahami. Maka engkau akan melihat bahwa kami membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, kami berdoa dalam nama Tuhan Yang Mahakuasa, dan kami percaya kepada Tuhan yang berinkarnasi itu sendiri, yaitu, Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus akhir zaman. Kristus memegang kuasa sepenuhnya atas Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Firman Tuhanlah yang memegang kuasa. Jadi, katakan kepadaku, apakah kita percaya pada manusia atau kepada Tuhan? Bukankah ini sudah jelas?" Setelah mendengarkan persekutuan saudari itu, aku jadi tahu sedikit tentang pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia, dan aku juga mengerti sedikit tentang maksud Tuhan dalam menggunakan orang yang dipakai oleh Roh Kudus tersebut. Aku juga tahu bahwa kami percaya kepada inkarnasi Tuhan Yang Mahakuasa, bukan kepada manusia. Aku mau tidak mau berpikir: Apa yang kami terima adalah pekerjaan Tuhan dan persediaan firman Tuhan. Kami percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa; kami bukan mengikuti dan percaya kepada seorang manusia. Tampaknya desas-desus di Internet itu benar-benar kebohongan Iblis, kepalsuan yang dimaksudkan untuk menipu orang-orang. Pada awalnya, leluhur pertama kita, Adam dan Hawa, diperdaya oleh tipu daya Iblis; mereka melakukan dosa dan diusir dari Taman Eden karena mereka mendengarkan kebohongan Iblis. Orang-orang Yahudi yang bergabung dengan kaum Farisi dalam menyalibkan Tuhan Yesus juga mendengarkan desas-desus dan diperdaya oleh tipu daya Iblis dan selama-lamanya menjadi pendosa terhadap Tuhan. Aku harus belajar dari pelajaran kegagalan sebelumnya. Aku tidak boleh teperdaya lagi oleh Iblis!

Saat Saudari Wu pergi, dia menyuruhku untuk membaca lebih banyak firman Tuhan dan juga meninggalkan persekutuan dari orang yang dipakai oleh Roh Kudus untuk kubaca. Suatu hari, aku melihat bagian dari persekutuan tersebut: "Pada saat terakhir yang kritis ini, orang-orang harus memprioritaskan hal-hal berikut ini dalam pengamalan mereka: makan dan minum firman Tuhan, melakukan apa pun yang dipercayakan Tuhan kepada mereka, melaksanakan tugas mereka, memuaskan Tuhan, dan memuliakan Tuhan—hanya dengan melakukan semua ini orang bisa setia kepada Tuhan. Orang-orang kudus pada zaman dahulu sering berkata, 'Apa yang kita dapatkan atau hilang dari kita tidaklah penting; kita harus memperhatikan kehendak Tuhan.' Ini harus menjadi semboyan semua orang. Penerapan spesifiknya adalah sebagai berikut: Jika seseorang mengalami pelecehan dari Iblis, tugas pertamanya adalah menegakkan kesaksian dan pekerjaan Tuhan dan menggunakan kebenaran untuk mengalahkan Iblis; jika seseorang menghadapi dosa atau pencobaan, memuliakan Tuhan harus didahulukan, dan seseorang tidak boleh berdosa dan mempermalukan Tuhan; jika orang-orang, masalah, atau hal-hal membebani pemenuhan tugas seseorang, apa yang dipercayakan Tuhan kepadanya harus didahulukan dan orang tersebut harus membebaskan diri dari semua keterjeratan dan setia kepada Tuhan; jika dan ketika masalah yang melibatkan kepentingan pribadi seseorang muncul, kepentingan keluarga Tuhan harus didahulukan. Meninggalkan kepentingan pribadi seseorang dan memperhatikan hati Tuhan adalah hal penting. Jika urusan duniawi menjerat dan membatasi seseorang, memenuhi tugas dan memuaskan Tuhan harus didahulukan dan orang itu harus menyingkirkan semua hal lain dan mengorbankan diri sendiri untuk Tuhan" (Persekutuan dari Atas). Aku jadi tahu dengan jelas sekali dari persekutuan orang yang dipakai oleh Roh Kudus tersebut bagaimana aku harus melakukan penerapan dalam kehidupan nyata untuk memuaskan kehendak Tuhan dan apa yang harus kulakukan agar setia kepada Tuhan. Aku merasa bahwa orang yang dipakai oleh Roh Kudus tersebut benar-benar membimbing kami untuk menaati Tuhan, untuk memasuki kebenaran, dan memenuhi kehendak Tuhan. Aku mulai menghargai bahwa "penafsir" yang Tuhan aturkan untuk kami benar-benar baik! Aku merasa semakin tahu dengan jelas bahwa Tuhan telah mempersiapkan sebelumnya seseorang yang dipakai oleh Roh Kudus untuk kita, untuk membimbing kita memahami kebenaran dengan lebih cepat dan mengenal Tuhan. Inilah kasih tulus Tuhan untuk kita! Pada titik ini, aku benar-benar memahami dan menyingkirkan desas-desus yang telah menyebar di Internet yang mengutuk pekerjaan akhir zaman Tuhan dan menyerang orang yang dipakai oleh Roh Kudus. Dari perasaan gelisah, akhirnya aku bisa merasa tenang. Aku benar-benar percaya bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Dengan menerima pekerjaan akhir zaman Tuhan Yang Mahakuasa, aku mengikuti jejak kaki Anak Domba, menghadiri pesta pernikahan Anak Domba dan diangkat di hadapan takhta Tuhan!

Setelah melalui gangguan oleh Iblis ini, aku menjadi semakin yakin tentang pekerjaan akhir zaman Tuhan Yang Mahakuasa. Sekarang aku telah mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa selama lebih dari satu dekade. Aku mengingat kembali semua gagasan yang aku miliki saat baru saja menerima pekerjaan akhir zaman Tuhan, untuk memahami beberapa kebenaran dan memahami desas-desus dari pemerintah PKT dan komunitas keagamaan, menyingkirkan gagasanku dan tidak lagi teperdaya, untuk berjuang mengejar kebenaran dan melakukan tugasku sebagai makhluk ciptaan dan membayar kembali kasih Tuhan, dan dengan tegas mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa. Semua ini telah membuatku sangat menghargai kebenaran dari firman Tuhan berikut ini: "Dalam hubungannya dengan Tuhan dalam daging, manusia bertumbuh dari sebelumnya menentang menjadi taat, dari sebelumnya menganiaya menjadi menerima, dari pemahaman menjadi pengetahuan, dan dari penolakan menjadi kasih. Inilah hasil dari pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Syukur kepada Tuhan!

Ketika bencana melanda, bagaimana seharusnya kita orang Kristen menghadapinya? Anda diundang untuk bergabung dengan pertemuan online kami, di mana kita dapat menyelidiki bersama dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Messenger
Hubungi kami via WhatsApp

Konten Terkait

Badai Perceraian Mereda

Oleh Saudari Lu Xi, Jepang Pada 2015, seorang teman membuatku mulai percaya kepada Tuhan yang Mahakuasa. Setelah menerima pekerjaan Tuhan...