Aku Menikmati Air Hidup dari Kehidupan

16 Oktober 2020

Iman keluargaku kepada Tuhan telah berlangsung selama tiga generasi. Aku mulai menghadiri gereja bersama keluargaku saat kecil. Saat beranjak dewasa, aku memberi pelayanan kepada gereja seperti menjadi diaken dan akuntan. Aku selalu melayani Tuhan dengan antusias. Namun, seiring waktu aku mendapati gereja menjadi makin tandus, lalu pendeta dan penatua hanya mengkhotbahkan hal yang itu-itu saja tanpa terang baru. Mereka tidak bisa menyelesaikan kesulitan dan masalah kami yang sebenarnya. Mereka selalu membicarakan pekerjaan mereka sendiri untuk Tuhan, menyombongkan betapa mereka telah menderita dan berapa harga yang telah mereka bayar. Aku muak mendengarnya. Lalu, di setiap kebaktian Minggu, aku melihat pendeta berdoa untuk orang-orang dari naskah yang telah disiapkan, dan itu tampak tidak tulus bagiku. Doa sejati seharusnya berbicara kepada Tuhan dari hati, meskipun hanya beberapa kata. Itu karena Tuhan berkata, "Tuhan adalah Roh dan mereka yang menyembah Dia harus menyembah Dia dalam roh dan kebenaran" (Yohanes 4:24). Mereka yang hanya membacakan doa yang sudah ditulis bukanlah doa sejati dan itu pastinya tak bisa membawa sukacita bagi Tuhan. Ketika para pemimpin gereja mengisi posisi diaken, mereka tidak memilih orang yang berperilaku baik, setia, tidak serakah, dan menerapkan sikap tidak berlebihan seperti yang diajarkan dalam Alkitab. (lihat 1 Timotius 3: 1-11). Mereka justru menunjuk orang-orang bersemangat besar yang berkontribusi lebih dalam persembahan. Perilaku pemimpin gereja itu sama sekali bertentangan dengan ajaran Tuhan; mereka sepenuhnya membimbing jemaat menurut doktrin pribadi mereka sendiri. Aku tidak melihat bimbingan dari Tuhan di dalam gereja semacam itu, aku tidak bisa merasakan pekerjaan Roh Kudus, atau mendapatkan makanan apa pun untuk hidupku. Anggota gereja lain lemah secara rohani dan iman mereka memudar. Pendeta itu mencoba memikirkan cara untuk menghidupkan kembali gereja seperti mengadakan perjalanan sehari dan kemah musim panas untuk orang percaya, tetapi itu hanya kesenangan sementara, lalu semua orang segera murung lagi. Aku sangat kecewa pada gereja itu dan merasa tak bisa mendapatkan apa pun dengan menyembah Tuhan di tempat seperti itu. Aku memutuskan meninggalkan gereja itu pada bulan Mei 2013.

Setelah itu, dalam upaya untuk menemukan gereja yang sejalan dengan ajaran Tuhan dan dapat mendukung hidupku, aku beralih ke internet untuk mendengarkan khotbah dari pendeta terkenal di dalam dan luar negeri. Aku juga berhubungan dengan seorang pengkhotbah dari gereja lamaku yang memulai gerejanya sendiri setelah lulus dari sekolah keilahian. Aku mendengarkan khotbah-khotbah daring dan mengadakan pertemuan dengannya, tetapi tak satu pun khotbah itu menyenangkan atau memeliharaku sama sekali. Tiga bulan kemudian, aku melakukan kontak dengan gereja lain. Aku merasa ajaran mereka sejalan dengan Alkitab, jadi aku mulai menghadiri beberapa kegiatan mereka. Namun, setelah beberapa saat, aku mendapati di awal dan akhir setiap kebaktian, mereka selalu berdoa dalam bahasa roh, dan mereka berkata berbicara dalam bahasa roh adalah satu-satunya bukti gereja itu memiliki pekerjaan Roh Kudus dan diselamatkan. Namun, aku tak setuju sama sekali, karena dikatakan dalam Alkitab, dalam Galatia 5: 22-23, "Tetapi buah roh adalah kasih, sukacita, kedamaian, kesabaran, kelembutan, kebaikan, iman, kelemahlembutan, penguasaan diri." Pemahamanku tentang kitab suci ini adalah bahwa memahami firman Tuhan dan menghasilkan sembilan buah Roh Kudus dalam hidupmu merupakan iman yang murni dan bukti memiliki pekerjaan Roh Kudus. Lalu, dalam kebaktian, para pendeta selalu berkhotbah tentang hal yang itu-itu saja tanpa terang baru. Sebagian besar jemaat akan tertidur selama khotbah. Mereka hadir hanya sebagai formalitas. Kebanyakan orang berada dalam keadaan negatif dan putus asa. Aku tidak bisa melihat sukacita yang seharusnya dimiliki orang saat menyembah Tuhan. Melihat semua kebaktian ini dilakukan dengan ceroboh, aku berpikir, "Akankah Tuhan bersukacita melihat orang-orang hanya asal-asalan? Apakah Tuhan benar-benar menyertai kita selama kebaktian?" Aku kemudian teringat ini dari Kitab Wahyu: "Dan kepada malaikat gereja Laodikia, tuliskanlah demikian .... Aku tahu pekerjaanmu, engkau tidak panas dan tidak dingin: Akan lebih baik apabila engkau panas atau dingin. Jadi karena engkau suam-suam kuku dan tidak panas atau dingin, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku" (Wahyu 3:14-16). Bukankah gereja ini sama dengan gereja orang Laodikia? Gereja ini juga tidak bisa memenuhi kebutuhan rohaniku, dan aku merasa hampa serta tak berdaya. Aku melihat setiap gereja yang kulewati sama. Semua orang berpegang pada peraturan dan mengamati formalitas dalam kebaktikan, tetapi aku tidak bisa merasakan pekerjaan atau bimbingan Roh Kudus. Aku benar-benar menderita. Satu-satunya harapanku saat itu adalah bahwa Tuhan akan segera datang kembali, agar Dia menggembalakan kita. Aku sering berdoa kepada Tuhan: "Ya Tuhan! Kapan Engkau akan datang kembali?"

Harapanku mulai makin kuat akan kedatangan Tuhan kembali dan untuk menemukan gereja yang bisa menyediakan makanan untuk hidupku. Aku mulai terus mencari di internet. Setiap ada kesempatan, aku akan mencari istilah seperti "Suara Tuhan" dan "langkah kaki Tuhan" yang mengacu pada penampakan Tuhan. Pagi tanggal 27 Januari 2016, aku mencari informasi tentang kedatangan Tuhan kembali di internet. Aku menemukan sebuah video dan mendengar kata-kata yang menggerakkan hatiku. "Kerajaan-Ku mulai terbangun di atas alam semesta, dan takhta-Ku berkuasa di hati ratusan juta orang. Dibantu para malaikat, pekerjaan besar-Ku akan segera membuahkan hasil. Semua anak-anak-Ku dan umat-Ku menantikan kedatangan-Ku dengan napas tertahan, menantikan-Ku kembali bersatu dengan mereka, tidak akan pernah terpisahkan lagi. Bagaimana mungkin warga kerajaan-Ku tidak berlari ke arah satu sama lain dalam sukacita karena Aku bersama dengan mereka? Bukankah ini adalah kesatuan yang tidak perlu ada harga yang harus dibayar? Aku dihormati di hadapan seluruh manusia, Aku disebut-sebut dalam ucapan mereka. Selain itu, ketika Aku kembali, Aku akan menaklukkan seluruh kekuatan musuh" (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Meskipun tak bisa memahami semua yang ada di dalamnya saat mendengar "Kerajaan-Ku mulai terbangun di atas alam semesta, dan takhta-Ku berkuasa di hati ratusan juta orang." "Selain itu, ketika Aku kembali, Aku akan menaklukkan seluruh kekuatan musuh," aku benar-benar merasakan setiap katanya berwibawa dan berkuasa, serta ini bukan kata-kata yang bisa dikatakan manusia mana pun. Aku langsung duduk tegak dan mendengarkan, benar-benar tenggelam. Lalu, aku mendengar ini dalam video itu: "Waktunya sudah tiba! Aku akan menggerakkan pekerjaan-Ku, Aku akan memerintah sebagai Raja di antara manusia! Aku akan datang kembali! Aku akan segera pergi! Inilah yang semua orang harapkan, karena inilah yang mereka inginkan. Aku akan membiarkan seluruh umat manusia melihat kedatangan hari-Ku, dan membiarkan mereka menyambut kedatangan hari-Ku dengan sukacita!" (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Makin aku mendengarkan, makin aku merasa kata-kata ini begitu berwibawa dan mengharukan. Aku bertanya-tanya, "Dari mana asal kata-kata ini?" Di akhir video aku melihat teks ini: "Dikutip dari Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia." Aku segera menelepon dua toko buku Kristen untuk melihat apa mereka memiliki buku itu, tetapi keduanya mengatakan tidak. Aku merasa sangat kecewa, tetapi kemudian aku melihat ada nomor kontak di akhir video itu yang segera kuhubungi. Seorang saudari menjawab telepon, dan melalui percakapan kami, aku mengetahui ini bukanlah buku yang bisa dibeli dengan uang. Aku merasa kata-kata yang kudengar itu sangat berharga, jadi aku memberitahunya bahwa aku harus membaca buku ini! Kami kemudian mengatur waktu untuk bertemu.

Pada tanggal 5 Februari 2016, Saudari Wang dan Saudari Jin datang ke rumahku. Aku membicarakan situasi di gereja selama beberapa tahun terakhir dan bagaimana aku mencari gereja yang memiliki pekerjaan Roh Kudus serta bisa memberi makanan kepada hidupku. Mereka bertanya kepadaku, "Apa pendapatmu tentang firman Tuhan Yang Mahakuasa?" Aku berkata, "Firman itu benar-benar berwibawa dan berkuasa, seperti sesuatu yang tidak bisa diucapkan oleh manusia. Itu tampak seperti suara Tuhan." Saudari Wang menjawab, "Firman ini adalah suara Tuhan. Ini adalah firman yang dikatakan oleh Tuhan Yesus yang datang kembali. Tuhan Yang Mahakuasa dalam daging. Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan penghakiman dimulai dengan rumah Tuhan pada akhir zaman, Dia mengungkapkan semua kebenaran yang menyucikan dan menyelamatkan manusia. Dia menyingkap semua misteri rencana pengelolaan 6.000 tahun Tuhan, misteri dari tiga tahap pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia, misteri inkarnasi, dan kisah nyata di balik Alkitab, bagaimana Iblis merusak umat manusia, bagaimana Tuhan menyelamatkan umat manusia, bagaimana orang bisa dibebaskan dari dosa dan ditahirkan oleh Tuhan, apa kesudahan umat manusia nantinya, bagaimana orang-orang harus mencari agar mereka bisa diselamatkan, memasuki kerajaan Tuhan, dan banyak lagi. Tuhan membagikan semua misteri dan kebenaran ini dengan kita. Ini menggenapi nubuat Tuhan Yesus: 'Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu' (Yohanes 16:12-13Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia berisi perkataan yang diungkapkan oleh Tuhan sendiri pada akhir zaman. Itu adalah air hidup yang diberikan kepada kita oleh Tuhan, dan jalan menuju hidup kekal. Kita hanya perlu mengikuti jejak kaki Anak Domba dan mendapatkan firman yang diungkapkan oleh Tuhan untuk mendapatkan makanan bagi hidup kita. Lalu, roh kita yang kering bisa diberi makan dan disirami." Aku tercengang mendengar dia mengatakan ini. Aku berpikir, "Tuhan benar-benar telah kembali? Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali yang kurindukan?" Meskipun aku tahu Tuhan Yesus akan kembali, aku tak sepenuhnya bisa menerima Tuhan Yang Mahakuasa yang mereka beri kesaksian. Namun, aku berpikir tentang orang Farisi yang selalu menunggu kedatangan Mesias, tetapi saat Tuhan Yesus mulai bekerja, mereka menolak untuk mengakui Dia. Mereka dengan keras kepala berpegang teguh pada gagasan mereka sendiri, dengan keras mengutuk dan menghujat Tuhan Yesus, dan akhirnya memaku Dia ke kayu salib. Mereka menyinggung watak Tuhan, lalu dikutuk dan dihukum oleh Tuhan. Aku telah memperingatkan diriku berkali-kali agar tak menjadi seperti orang Farisi saat Tuhan Yesus datang kembali. Aku juga memikirkan tentang nabi Simeon dan Anna. Aku selalu mengagumi mereka dan ingin mengenali Tuhan Yesus saat Dia datang kembali seperti mereka berdua. Setelah mendengar berita tentang kedatangan Tuhan Yesus kembali, bagaimana mungkin aku tak mencari dan menyelidikinya? Lalu, para saudari memberiku buku Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia. Mereka juga memberitahuku bahwa setiap kata di dalamnya keluar dari mulut Tuhan, dan aku harus membacanya dengan cermat.

Aku mulai membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa setelah itu dan mengadakan pertemuan daring dengan saudara-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Suatu hari, aku membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa ini: "Iman yang sejati kepada Tuhan berarti mengalami perkataan dan pekerjaan Tuhan berdasarkan keyakinan bahwa Tuhan berdaulat atas segala hal. Jadi, engkau akan dibebaskan dari watakmu yang rusak, memenuhi keinginan Tuhan, dan mengenal Tuhan. Hanya setelah melewati perjalanan ini engkau dapat dikatakan percaya kepada Tuhan" (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Aku mengucapkan "Amin" dalam hati dan memikirkan kembali pengalamanku sendiri dalam keyakinanku. Aku telah berpuas diri dengan kasih karunia penebusan Tuhan Yesus, berpikir bahwa mengadakan pertemuan, berdoa, membaca Alkitab, dan bekerja untuk Tuhan sama dengan memiliki iman. Aku benar-benar tidak mengerti arti iman yang sejati. Membaca firman itu sungguh mencerahkan bagiku— Aku melihat bahwa iman membutuhkan mengalami pekerjaan dan firman Tuhan untuk mengubah watak rusak kita agar kita bisa mendapatkan kebenaran dan mengenal Tuhan. Ini adalah agar memiliki iman kepada Tuhan. Kata-kata yang singkat dan padat ini sepenuhnya menjelaskan arti iman yang sejati dan menunjukkan jalan bagaimana memercayai Tuhan kepadaku. Hanya Tuhan yang bisa mengucapkan kata-kata seperti itu. Aku kemudian membaca beberapa firman Tuhan Yang Mahakuasa yang mengungkap kebenaran dan esensi kerusakan manusia. Misalnya, Dia mengungkapkan bahwa kita bekerja dan mengorbankan diri bukan karena mencintai Tuhan dan ingin memuaskan Dia, tetapi agar mendapatkan berkat kerajaan Tuhan sebagai balasannya dengan cara membuat kesepakatan dengan Tuhan. Dia mengungkap kecongkakan dan kesombongan kita, serta kurangnya rasa takut kita kepada Tuhan. Saat pekerjaan-Nya tidak sejalan dengan gagasan kita, kita dengan semena-mena menghakimi dan mengutuknya. Seperti yang dikatakan dalam Ibrani 4:12, "Karena firman Tuhan itu kuat dan hidup dan lebih tajam dari pedang bermata dua apa pun, menembus sangat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum, dan membedakan pikiran dan niat hati kita." Aku makin merasa kata-kata yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar firman Tuhan karena hanya Tuhan yang bisa menyelami kedalaman hati manusia, memeriksa pemikiran dan ide kita, serta tahu persis apa yang kita pikirkan, dan hanya Tuhan yang bisa dengan akurat membedah kebenaran dari kerusakan kita. Firman Tuhan Yang Mahakuasa membuka misteri begitu banyak kutipan Alkitab yang tak pernah kupahami sebelumnya, seperti apa arti sebenarnya "diangkat", apa itu air sungai kehidupan, apa itu Yerusalem Baru, siapa itu gadis bijaksana dan gadis bodoh, apa arti membuka gulungan dan ketujuh meterainya, dan lebih banyak lagi. Itu benar-benar membuka mataku — aku sangat yakin. Tidak ada yang bisa menyingkap misteri Alkitab ini kecuali Tuhan sendiri. Makin banyak aku membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, makin aku merasa terpelihara secara rohani. Rasanya seperti hujan yang manis setelah kemarau panjang, memelihara dan menyirami hidupku. Aku menjadi sangat yakin bahwa ini adalah kata-kata Roh Kudus dan Tuhan berbicara kepada umat manusia bahwa Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Aku mengalami makna di balik firman Tuhan Yesus, "Tetapi barang siapa minum dari air yang Kuberikan kepadanya tidak akan pernah haus lagi; tetapi air yang akan Kuberikan kepadanya itu akan menjadi sumur mata air di dalam dirinya, yang memancar terus hingga kehidupan yang kekal" (Yohanes 4:14). Ternyata hanya Kristus pada akhir zaman yang memiliki mata air dari air hidup, dan kini aku akhirnya menemukan sumber dari mata air hidup ini.

Dengan membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, mengadakan pertemuan, dan bersekutu dengan saudara-saudari, aku mulai memahami esensi dan penyebab ketandusan dunia keagamaan. Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Mereka yang tidak mengikuti pekerjaan Roh Kudus pada saat ini, mereka belum masuk ke dalam pekerjaan firman Tuhan, dan sebanyak apa pun mereka bekerja, atau sebesar apa pun penderitaan mereka, atau sebanyak apa pun mereka menyibukkan diri, tidak ada yang berarti bagi Tuhan, dan Tuhan tidak akan memuji mereka. Sekarang ini, semua orang yang mengikuti firman Tuhan zaman sekarang berada dalam aliran Roh Kudus; mereka yang tidak mengenal firman Tuhan zaman sekarang, berada di luar aliran Roh Kudus, dan orang-orang seperti itu tidak dipuji oleh Tuhan. Pelayanan yang terpisah dari perkataan Roh Kudus pada masa sekarang adalah pelayanan yang berasal dari daging dan gagasan manusia, dan pelayanan itu tidak mungkin selaras dengan kehendak Tuhan. Jika orang hidup di tengah gagasan keagamaan, mereka tidak dapat melakukan apa pun yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan meskipun melayani Tuhan, mereka melayani di tengah-tengah imajinasi dan gagasan mereka dan sama sekali tidak dapat melayani sesuai dengan kehendak Tuhan." "Di setiap tahap pekerjaan Tuhan, terdapat pula tuntutan yang sesuai bagi manusia. Semua orang yang berada di dalam aliran Roh Kudus memiliki kehadiran dan pendisiplinan Roh Kudus, sedangkan semua orang yang tidak berada di dalam aliran Roh Kudus berada di bawah kendali Iblis serta tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus. Orang-orang yang berada di dalam aliran Roh Kudus adalah mereka yang menerima pekerjaan Tuhan yang baru, yang bekerja sama di dalam pekerjaan Tuhan yang baru. ... Tidak demikian halnya dengan orang-orang yang tidak mau menerima pekerjaan yang baru: mereka berada di luar aliran Roh Kudus, dan pendisiplinan serta teguran Roh Kudus tidak berlaku bagi mereka. Sepanjang hari, orang-orang semacam ini hidup di dalam daging, mereka hidup di dalam pikiran mereka, dan segala sesuatu yang mereka lakukan adalah berdasarkan pada doktrin yang dihasilkan oleh analisis dan penelitian otak mereka sendiri. Ini bukanlah apa yang dituntut dalam pekerjaan baru Roh Kudus, apalagi kerja sama dengan Tuhan. Mereka yang menolak pekerjaan Tuhan yang baru tidak memiliki hadirat Tuhan, dan terlebih lagi, tanpa berkat dan perlindungan Tuhan. Kebanyakan perkataan dan tindakan mereka berpegang pada tuntutan masa lalu dari pekerjaan Roh Kudus; semua itu adalah doktrin, bukan kebenaran. Doktrin dan peraturan semacam itu cukup membuktikan bahwa berkumpulnya orang-orang ini tidak lain adalah agama; mereka bukanlah orang-orang yang terpilih atau objek pekerjaan Tuhan. Persekutuan dari orang-orang yang ada di antara mereka hanya bisa disebut kongres besar agama, dan tidak bisa disebut gereja. Ini adalah fakta yang tidak bisa diubah" (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Setelah membaca ini aku sadar karena gereja lamaku dan denominasi lain yang pernah kumasuki tidak bisa mengikuti pekerjaan baru Tuhan, mereka telah dihapus dari pekerjaan Roh Kudus dan telah menjadi tempat keagamaan, serta bukan lagi gereja Tuhan. Pendeta hanya menjelaskan pengetahuan dan doktrin alkitabiah, selalu meninggikan dan memberi kesaksian bagi diri mereka sendiri, memamerkan betapa mereka telah menderita dan berkorban. Mereka tidak pernah memuliakan atau memberi kesaksian untuk Tuhan dan tidak menuntun orang lain melakukan firman Tuhan. Beberapa dari mereka memberi orang posisi gereja berdasarkan favoritisme, dan berkata orang-orang yang berbahasa roh dipenuhi Roh Kudus dan itu membuktikan bahwa mereka diselamatkan oleh Tuhan. Mereka tercetuskan hal-hal ini berdasarkan pemikiran, gagasan, dan imajinasi mereka. Dengan memimpin gereja mereka dengan cara ini, para pemimpin agama menyimpang dari ajaran Tuhan dan melawan kehendak Tuhan. Mereka mengaku orang percaya, tetapi tidak mengikuti jalan Tuhan atau menaati perintah-perintah-Nya. Jalan mereka sepenuhnya berlawanan dengan Tuhan. Bagaimana Tuhan bisa menyetujui itu? Tempat-tempat itu bahkan tidak dianggap sebagai gereja lagi. Itu hanya tempat untuk denominasi atau kelompok agama. Itu sebabnya aku tidak bisa mendapatkan bimbingan Tuhan saat menerapkan imanku di sana. Aku hanya dibiarkan kering secara rohani dan tidak memiliki makanan.

Setelah itu, kami membaca beberapa kutipan firman Tuhan Yang Mahakuasa lagi. Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Tuhan akan menggenapi kenyataan ini: Dia akan membuat semua orang di seluruh alam semesta datang ke hadapan-Nya, dan menyembah Tuhan di bumi, dan pekerjaan-Nya di tempat-tempat lain akan berhenti, dan orang akan dipaksa untuk mencari jalan yang benar. Itu akan menjadi seperti Yusuf: semua orang datang kepadanya untuk memperoleh makanan, dan sujud menyembahnya, karena ia memiliki banyak makanan. Demi menghindari bencana kelaparan, orang akan dipaksa mencari jalan yang benar. Seluruh komunitas keagamaan akan menderita bencana kelaparan yang hebat, dan hanya Tuhan zaman sekarang merupakan sumber air hidup, yang memiliki sumber mata air yang selalu mengalir, yang disediakan untuk manusia nikmati, dan orang akan datang dan mengandalkan diri-Nya." "Aku memberikan kemuliaan-Ku kepada Israel lalu mengambilnya kembali, dan setelah itu Aku membawa orang Israel ke Timur, dan semua manusia ke Timur. Aku membawa mereka semua kepada terang supaya mereka dapat dipersatukan kembali dengan terang itu, dan menjadi terhubung dengannya, dan tidak perlu lagi mencari-carinya. Aku akan membuat semua orang yang mencari melihat terang lagi dan melihat kemuliaan yang dahulu Kumiliki di Israel; Aku akan membuat mereka melihat bahwa Aku sudah lama datang di atas awan putih ke tengah-tengah umat manusia, membuat mereka melihat awan putih yang tak terhitung jumlahnya dan buah dalam gugusan-gugusan yang melimpah, dan terlebih lagi, membuat mereka melihat Yahweh, Tuhan Israel. Aku akan membuat mereka memandang kepada Guru atas kaum Yahudi, Mesias yang dirindukan, dan penampakan-Ku sepenuhnya, yaitu Aku yang telah dianiaya oleh raja-raja di sepanjang masa. Aku akan bekerja atas seluruh alam semesta dan Aku akan melakukan pekerjaan yang hebat, menyatakan seluruh kemuliaan-Ku dan semua perbuatan-Ku kepada manusia di akhir zaman. Aku akan memperlihatkan wajah kemuliaan-Ku dalam kepenuhannya kepada orang-orang yang telah menantikan Aku bertahun-tahun lamanya, kepada orang-orang yang telah merindukan kedatangan-Ku di atas awan putih, kepada Israel yang telah merindukan penampakan-Ku sekali lagi, dan kepada seluruh umat manusia yang menganiaya Aku, supaya semua orang tahu bahwa sudah lama Aku mengambil kemuliaan-Ku dan membawanya ke Timur, jadi kemuliaan-Ku itu bukan lagi berada di Yudea. Sebab akhir zaman telah tiba!" (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Dengan membaca firman Tuhan dan mengadakan pertemuan dengan saudara-saudari, aku kemudian mengerti bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali dalam daging untuk melakukan pekerjaan baru pada akhir zaman. Dia memulai Zaman Kerajaan dan mengakhiri Zaman Kasih Karunia, lalu pekerjaan Roh Kudus telah bergeser pada pekerjaan Tuhan pada akhir zaman. Dunia keagamaan telah sepenuhnya kehilangan pekerjaan Roh Kudus. Orang-orang yang terjebak dalam tempat-tempat keagamaan itu telah jatuh ke dalam kegelapan dan ketandusan. Pada akhir Zaman Hukum Taurat, Tuhan Yesus yang berinkarnasi melakukan pekerjaan yang lebih baru dan lebih tinggi di luar bait suci, memulai Zaman Kasih Karunia dan mengakhiri Zaman Hukum Taurat. Pekerjaan Tuhan bergeser ke pekerjaan penebusan zaman itu, kemudian bait suci menjadi tandus. Mereka yang berpegang teguh pada pekerjaan Tuhan Yahweh dan tidak mau menerima pekerjaan Tuhan Yesus, semuanya jatuh ke dalam kegelapan dan tersesat. Itu membuatku teringat Amos 8:11: "Lihatlah harinya akan tiba, demikianlah firman Tuhan Yahweh: 'Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan roti atau kehausan akan air, tetapi akan mendengarkan firman Yahweh.'" Lalu, aku akhirnya paham. Aku telah mengunjungi beberapa gereja dan mendengarkan khotbah dari begitu banyak pendeta terkenal, tetapi aku tidak pernah menemukan pasokan kehidupan. Rohku yang kelaparan terpuaskan saat mendengar firman Tuhan Yang Mahakuasa. Aku menyadari itu sepenuhnya karena Tuhan sedang melakukan pekerjaan baru dan pekerjaan Roh Kudus telah bergeser. Kini Roh Kudus hanya mendukung pekerjaan yang dilakukan dalam nama Tuhan Yang Mahakuasa. Setaat apa pun orang-orang mengikuti pekerjaan Tuhan Yesus, itu tidak lagi didukung oleh Tuhan.

Aku membagikan pemahaman ini dalam sebuah pertemuan dan Saudari Wang membagikan persekutuan ini: "Sebenarnya, kehendak Tuhan ada di balik kelaparan di dunia keagamaan. Kelaparan dalam agama membuat mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan dan mencintai kebenaran meninggalkan agama untuk mencari apa yang Roh Kudus katakan kepada gereja-gereja, serta mencari penampakan dan pekerjaan Tuhan. Semua orang yang mendengar suara Tuhan dan menerima serta menaati pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman adalah gadis bijaksana, dan akan diangkat di hadapan takhta Tuhan. Mereka menjalani penghakiman, pentahiran, dan penyempurnaan firman Tuhan Yang Mahakuasa serta melihat kebenaran dari bagaimana Iblis merusak mereka. Watak iblis mereka yang congkak, bengkok, licik secara bertahap ditahirkan dan diubah. Mereka makin mengenal Tuhan lebih baik dan secara bertahap tumbuh dalam hidup mereka. Mereka memberikan segala macam kesaksian tentang tunduk kepada Tuhan dan bersikap setia. Mereka adalah pemenang yang Tuhan ciptakan sebelum malapetaka, dan mereka adalah buah pertama. Ini menggenapi nubuat dalam Kitab Wahyu: 'Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan; sebab mereka murni. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia, sebagai buah sulung bagi Tuhan dan Anak Domba' (Wahyu 14:4). Setelah kelompok pemenang ini dibuat oleh Tuhan, pekerjaan penghakiman Tuhan yang berinkarnasi yang dimulai dengan rumah Tuhan akan berakhir. Setelah itu, Dia akan menurunkan malapetaka, memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Kemudian, semua yang menolak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan, yang mengutuk dan menentang Tuhan Yang Mahakuasa akan tunduk pada malapetaka, meratap dan mengertakkan gigi. Hanya mereka yang ditahirkan oleh Tuhan yang akan mendapatkan perlindungan Tuhan dan bertahan hidup untuk akhirnya dibawa ke kerajaan Tuhan."

Melalui persekutuan saudari itu, aku memahami pekerjaan Tuhan dan kehendak Tuhan. Aku merasakan betapa nyata kasih Tuhan. Tuhan tidak menyingkirkanku, tetapi telah mengizinkanku menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali dalam masa hidupku. Dia mencurahi aku dengan semua kata-kata ini dan menganugerahi begitu banyak kebenaran kepadaku, memelihara jiwaku yang kering. Makin aku memikirkannya, makin aku merasa diberkati! Aku juga membaca firman Tuhan ini: "Jalan hidup bukan sesuatu yang bisa dimiliki oleh siapa pun, dan juga bukan sesuatu yang bisa diperoleh dengan mudah oleh siapa pun. Ini karena hidup hanya bisa berasal dari Tuhan, yang artinya, hanya Tuhan sendiri yang memiliki hakikat hidup, dan hanya Tuhan sendiri yang memiliki jalan hidup. Dengan demikian, hanya Tuhanlah sumber hidup dan sumber air hidup yang abadi" (Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Tuhan Yang Mahakuasa adalah sumber kehidupan dari segala sesuatu— Firmannya adalah kebenaran, jalan, dan kehidupan. Itu menyirami dan memelihara kita tanpa henti. Lalu, sekarang, aku telah mendapatkan penyiraman dan penggembalaan dari firman Tuhan Yang Mahakuasa dan aku menikmati air hidup kehidupan dari takhta. Aku benar-benar menghadiri perjamuan kawin Anak Domba. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa karena telah menyelamatkanku!

Alkitab menubuatkan bahwa Tuhan akan datang sebelum bencana. Sekarang ini, bencana sedang terjadi silih berganti. Bagaimana kita dapat menyambut Tuhan dan mendapatkan perlindungan Tuhan? Silakan hubungi kami untuk membahas hal ini dan menemukan jalannya.
Hubungi kami via Messenger
Hubungi kami via WhatsApp

Konten Terkait

Mengungkap Misteri Penghakiman

Oleh Saudari Enhui, Malaysia Namaku Enhui; umurku 46 tahun. Aku tinggal di Malaysia dan telah percaya kepada Tuhan selama 27 tahun. Pada...