Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Apa perbedaan antara cara Tuhan Yesus bekerja pada Zaman Kasih Karunia dan cara Tuhan Yang Mahakuasa bekerja pada Zaman Kerajaan?

8

2. Apa perbedaan antara cara Tuhan Yesus bekerja pada Zaman Kasih Karunia dan cara Tuhan Yang Mahakuasa bekerja pada Zaman Kerajaan?

Firman Tuhan yang Relevan:

Selama inkarnasi-Nya yang pertama, adalah perlu bagi Tuhan untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat oleh karena pekerjaan-Nya adalah untuk menebus. Untuk menebus seluruh umat manusia, Ia perlu berbelas kasihan dan mengampuni. Pekerjaan yang Ia lakukan sebelum disalibkan adalah menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh jahat, yang menandakan penyelamatan-Nya atas manusia dari dosa dan kenajisan. Karena zaman itu adalah Zaman Kasih Karunia, perlu bagi-Nya untuk menyembuhkan orang sakit, dan dengan demikian menunjukkan tanda-tanda dan mukjizat, yang mewakili kasih karunia di zaman itu; karena Zaman Kasih Karunia berpusat di sekitar penganugerahan kasih karunia, yang dilambangkan dengan damai sejahtera, sukacita, dan berkat-berkat materi, semuanya merupakan tanda iman manusia kepada Yesus.

Dikutip dari “Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan”

dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Pekerjaan yang dilakukan Yesus sesuai dengan kebutuhan manusia pada zaman itu. Tugas-Nya adalah menebus umat manusia, mengampuni dosa-dosa mereka, dan karena itu, watak-Nya sepenuhnya rendah hati, sabar, penuh kasih, saleh, mampu menahan diri, murah hati, dan penuh kasih setia. Ia memberkati umat manusia dengan melimpah dan memberikan banyak sekali kasih karunia kepada mereka, serta memberikan semua hal yang dapat mereka nikmati untuk kesenangan mereka: kedamaian dan kebahagiaan, kesabaran dan cinta-Nya, kemurahan dan kasih setia-Nya. Pada masa itu, manusia menemukan begitu banyak hal untuk dinikmati: Hati mereka damai dan tenang, roh mereka dihiburkan, dan mereka ditopang oleh Yesus Sang Juruselamat. Mereka bisa mendapatkan semuanya ini karena mereka hidup pada zaman itu. Pada Zaman Kasih Karunia, manusia telah dirusak oleh Iblis. Karena itu, pekerjaan penebusan seluruh umat manusia menuntut kasih karunia yang berlimpah, ketabahan dan kesabaran yang tak terbatas, dan terlebih lagi, sebuah persembahan yang cukup untuk menebus dosa umat manusia, agar dapat mencapai tujuannya. Apa yang dilihat manusia pada Zaman Kasih Karunia hanyalah korban persembahan-Ku untuk menebus dosa-dosa umat manusia, yaitu Yesus. Yang mereka ketahui adalah bahwa Tuhan sangat berbelas kasihan dan panjang sabar, dan yang mereka lihat adalah belas kasihan dan kasih setia Yesus. Semuanya ini terjadi karena mereka hidup pada Zaman Kasih Karunia. Jadi, sebelum mereka dapat ditebus, mereka harus menikmati berbagai jenis kasih karunia yang Yesus anugerahkan kepada mereka; hanya ini yang bermanfaat bagi mereka. Dengan cara ini, dosa-dosa mereka dapat diampuni melalui kenikmatan kasih karunia yang diberikan kepada mereka, dan mereka juga bisa mempunyai kesempatan untuk ditebus melalui ketabahan dan kesabaran Yesus. Hanya melalui ketabahan dan kesabaran Yesuslah mereka mendapatkan hak untuk diampuni dan menikmati limpahan kasih karunia yang dianugerahkan oleh Yesus—seperti yang dikatakan Yesus: Aku datang bukan untuk menebus orang benar, melainkan orang berdosa, sehingga orang berdosa diampuni dari dosa-dosa mereka. Jika dahulu Yesus berinkarnasi dengan watak menghakimi, mengutuk, dan tidak bersabar terhadap pelanggaran manusia, maka manusia tidak akan pernah mempunyai kesempatan untuk ditebus, dan dengan begitu, mereka selamanya berada di dalam dosa. Jika demikian, rencana pengelolaan enam ribu tahun itu mungkin terhenti di Zaman Hukum Taurat, dan Zaman Hukum Taurat akan diperpanjang selama enam ribu tahun lagi. Dosa manusia hanya akan semakin bertambah dan semakin menyedihkan, dan penciptaan umat manusia pastinya akan menjadi sia-sia belaka saja. Manusia hanya dapat melayani Yahweh di bawah hukum-Nya, tetapi dosa-dosa mereka akan melampaui dosa manusia yang diciptakan lebih dahulu. Semakin Yesus mengasihi umat manusia, mengampuni dosa-dosa mereka, dan memberikan belas kasihan serta kasih setia yang cukup kepada mereka, semakin banyak manusia dapat diselamatkan, dapat disebut sebagai domba-domba terhilang yang telah dibeli Yesus dengan harga mahal. Iblis tidak dapat ikut campur dalam pekerjaan ini, karena Yesus memperlakukan para pengikut-Nya seperti seorang ibu yang penuh kasih memperlakukan bayinya di dalam dekapannya. Ia tidak marah atau membenci mereka, tetapi senantiasa memberikan penghiburan. Ia tidak pernah murka terhadap mereka, melainkan menahan diri terhadap dosa-dosa mereka dan menutup mata terhadap kebodohan dan kebebalan mereka, bahkan hingga berkata: “Ampunilah sesamamu sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Jadi, hati-Nya mengubah hati orang lain. Dengan cara inilah orang menerima pengampunan dosa melalui kesabaran-Nya.

Dikutip dari “Kisah Sebenarnya di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan”

dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Roh Kudus bekerja menurut zaman, bukan sesuai keinginan atau aturan yang ditetapkan. Zaman telah berubah, dan sebuah zaman yang baru tentu membawa serta pekerjaan yang baru. Hal ini berlaku di setiap tahap pekerjaan, dan karenanya pekerjaan-Nya tidak pernah diulangi. Di Zaman Kasih Karunia, Yesus melakukan banyak pekerjaan tersebut, seperti menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, menumpangkan tangan untuk mendoakan manusia dan memberkati manusia. Namun, terus melakukan hal yang sama di masa sekarang, tidak ada gunanya. Roh Kudus bekerja dengan cara demikian pada waktu itu, karena itu adalah Zaman Kasih Karunia, dan kepada manusia telah dipertunjukkan cukup banyak kasih karunia untuk mereka nikmati. Manusia tidak perlu membayar harga apa pun dan dapat menerima kasih karunia selama mereka memiliki iman. Semua orang diperlakukan dengan penuh kemurahan hati. Sekarang zaman telah berubah, dan pekerjaan Tuhan telah berkembang lebih jauh; melalui hajaran dan penghakiman-Nya, pemberontakan manusia dan kenajisan di dalam hati manusia akan dibuang. Karena tahap itu adalah tahap penebusan, Tuhan telah melakukan pekerjaan seperti itu demi menunjukkan kepada manusia cukup banyak kasih karunia untuk mereka nikmati, sehingga manusia dapat ditebus dari dosa mereka dan melalui kasih karunia dosa-dosa mereka diampuni. Tahap sekarang ini adalah untuk menyingkapkan ketidakbenaran dalam diri manusia melalui hajaran, penghakiman, pukulan melalui firman, juga disiplin, dan penyingkapan firman, sehingga setelahnya manusia dapat diselamatkan. Pekerjaan ini jauh lebih mendalam dibandingkan penebusan. Di Zaman Kasih Karunia, manusia telah menikmati kasih karunia yang cukup dan mereka telah menikmati kasih karunia ini, sehingga sekarang tidak lagi dinikmati manusia. Pekerjaan semacam itu sekarang sudah ketinggalan zaman dan tidak lagi dilakukan. Sekarang manusia diselamatkan melalui penghakiman oleh firman. Setelah manusia dihakimi, dihajar dan dimurnikan, wataknya dengan demikian akan berubah. Bukankah ini dikarenakan firman yang telah Aku ucapkan?

Dikutip dari “Misteri Inkarnasi (4)”

dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Ketika Tuhan menjadi daging kali ini, pekerjaan-Nya untuk mengungkapkan watak-Nya, terutama melalui hajaran dan penghakiman. Dengan landasan ini, Ia membawa lebih banyak kebenaran kepada manusia, menunjukkan lebih banyak cara praktis, sehingga dapat mencapai tujuan-Nya untuk menaklukkan dan menyelamatkan manusia dari wataknya yang rusak. Inilah landasan di balik pekerjaan Tuhan pada Zaman Kerajaan.

Dikutip dari “Kata Pengantar, Firman Menampakkan

Diri dalam Rupa Manusia”

Apa yang Kufirmankan pada zaman sekarang adalah untuk menghakimi dosa manusia dan ketidakbenaran mereka, untuk mengutuk pemberontakan manusia. Kecurangan dan kebengkokan mereka, serta kata-kata dan tindakan mereka, segala sesuatu yang tidak sejalan dengan kehendak-Nya akan mengalami penghakiman, dan pemberontakan manusia dianggap sebagai dosa. Dia berfirman sesuai dengan prinsip-prinsip penghakiman, dan Dia mengungkapkan watak-Nya yang benar dengan menghakimi ketidakbenaran mereka, mengutuk pemberontakan mereka, dan membongkar semua wajah buruk mereka.

Dikutip dari “Cara Langkah Kedua dari Pekerjaan

Penaklukan Menghasilkan Buah”

dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Tuhan memiliki banyak cara untuk menyempurnakan manusia. Dia menggunakan berbagai macam keadaan untuk menangani watak buruk manusia, dan memakai bermacam hal untuk menyingkapkannya; suatu saat Dia menangani manusia, di saat lainnya dia menyingkapkan manusia, menggali dan mengungkap berbagai “misteri” di kedalaman hati manusia, dan menunjukkan kepada manusia sifatnya dengan mengungkap berbagai keadaannya. Tuhan menyempurnakan manusia melalui beragam cara—melalui penyingkapan, penanganan, pemurnian, dan hajaran—sehingga manusia mengetahui bahwa Tuhan itu nyata.

Dikutip dari “Hanya Mereka yang Bertumpu pada Pengamalan

yang Dapat Disempurnakan”

dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Jadi melalui apa kesempurnaan manusia bisa dicapai? Melalui watak-Nya yang benar. Watak Tuhan terutama terdiri dari kebenaran, murka, keagungan, penghakiman, dan kutukan. Penyempurnaan-Nya akan manusia terutama dicapai melalui penghakiman. Sejumlah orang tidak paham, dan bertanya mengapa Tuhan hanya bisa menjadikan manusia sempurna melalui penghakiman dan kutukan. Mereka berkata. “Jika Tuhan mengutuk manusia, bukankah manusia akan mati? Jika Tuhan menghakimi manusia, bukankah manusia akan terhukum? Lalu bagaimana ia masih bisa disempurnakan?” Demikianlah perkataan orang yang tidak mengenal pekerjaan Tuhan. Yang Tuhan kutuk adalah ketidaktaatan manusia, dan yang dihakimi-Nya adalah dosa-dosa manusia. Walaupun Dia berbicara dengan keras, dan tanpa memperhatikan perasaan sedikit pun, Dia mengungkapkan segala sesuatu yang ada di dalam diri manusia, dan melalui perkataan yang keras ini Dia mengungkapkan apa yang penting di dalam diri manusia. Namun, melalui penghakiman seperti itu, Dia memberi manusia pengetahuan yang besar akan hakikat kedagingan, dan dengan demikian manusia tunduk kepada ketaatan di hadapan Tuhan. Daging manusia itu berdosa, berasal dari Iblis, tidak taat, dan merupakan sasaran hajaran Tuhan—jadi, untuk memungkinkan manusia mengenal dirinya sendiri, perkataan penghakiman Tuhan harus dijatuhkan atasnya dan harus digunakan berbagai jenis pemurnian; barulah saat itu pekerjaan Tuhan bisa efektif.

Dikutip dari “Hanya Dengan Mengalami Ujian-Ujian yang Menyakitkan

Engkau Semua Bisa Mengenal Kasih Tuhan”

dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

Di masa lalu, cara keselamatan-Nya adalah menunjukkan kasih dan belas kasihan yang sangat besar, sehingga Dia menyerahkan segala milik-Nya kepada Iblis untuk ditukar dengan seluruh umat manusia. Hari ini tidak seperti masa lalu: hari ini, keselamatanmu terjadi di akhir zaman, di saat masing-masing manusia dikelompokkan menurut jenisnya; cara keselamatanmu bukanlah kasih atau belas kasihan, tetapi hajaran dan penghakiman agar manusia dapat diselamatkan secara menyeluruh. Dengan demikian, yang engkau terima seluruhnya adalah hajaran, penghakiman, dan pukulan tanpa ampun. Namun, ketahuilah bahwa dalam pukulan yang tak kenal ampun ini tidak ada hukuman sedikit pun. Ketahuilah bahwa terlepas dari betapa kerasnya firman-Ku, yang engkau terima hanyalah beberapa kata yang tampaknya sangat kejam bagimu, dan ketahuilah bahwa, terlepas dari betapa hebatnya amarah-Ku, apa yang terjadi padamu tetaplah perkataan pengajaran, dan Aku tidak bermaksud menyakiti engkau, atau menyebabkan engkau mati. Bukankah ini semua faktanya? Ketahuilah bahwa hari ini, entah itu penghakiman yang benar atau pemurnian dan hajaran tanpa ampun, semuanya adalah demi keselamatan. Terlepas dari apakah hari ini ada pengelompokan masing-masing manusia menurut jenisnya, atau penyingkapan berbagai jenis manusia, seluruh ucapan dan pekerjaan Tuhan adalah untuk menyelamatkan orang-orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Penghakiman yang benar adalah untuk memurnikan manusia, pemurnian yang tanpa ampun adalah untuk menyucikan manusia, perkataan keras atau hajaran semuanya adalah untuk memurnikan dan untuk keselamatan. Jadi, metode keselamatan hari ini tidak seperti di masa lalu. Hari ini, penghakiman yang benar menyelamatkan engkau, dan merupakan sarana yang tepat untuk mengelompokkan engkau masing-masing menurut jenisnya, dan hajaran yang tanpa ampun menuntun engkau pada keselamatan tertinggi—dan apa yang harus engkau katakan dalam menghadapi hajaran dan penghakiman ini? Bukankah engkau telah menikmati keselamatan dari awal sampai akhir? Engkau telah melihat Tuhan yang berinkarnasi dan menyadari kemahakuasaan dan hikmat-Nya; terlebih lagi, engkau telah berulang kali mengalami pukulan dan disiplin. Namun, bukankah engkau juga sudah menerima anugerah tertinggi? Tidakkah berkatmu lebih besar dari berkat orang lain? Anugerah yang engkau terima lebih berlimpah daripada kemuliaan dan kekayaan yang dinikmati oleh Salomo! Coba pikirkan: jika maksud kedatangan-Ku adalah untuk mempersalahkan dan menghukum, dan bukan untuk menyelamatkan engkau, dapatkah engkau hidup begitu lama? Bisakah engkau, makhluk berdosa dari daging dan darah ini, bertahan sampai hari ini? Jika hanya demi menghukummu, mengapa Aku menjadi manusia dan berusaha sampai seperti ini? Bukankah hanya perlu waktu sejenak untuk mengucapkan satu kata untuk menghukum engkau, manusia biasa? Apakah Aku masih berpikir untuk menghancurkanmu setelah menghukummu? Apakah engkau masih tidak memercayai firman-Ku? Dapatkah Aku menyelamatkan manusia hanya dengan kasih dan belas kasihan? Atau bisakah Aku hanya menggunakan penyaliban untuk menyelamatkan manusia? Bukankah dengan watak-Ku yang benar lebih mudah menjadikan manusia sungguh-sungguh taat? Bukankah lebih berkuasa bila menyelamatkan manusia sepenuhnya?

Meskipun firman-Ku mungkin keras, semuanya disampaikan untuk keselamatan manusia, karena Aku hanya menyampaikan firman dan tidak menghukum daging manusia. Firman ini menyebabkan manusia hidup dalam terang, supaya mereka tahu bahwa terang itu ada, bahwa terang itu berharga, terlebih lagi supaya manusia tahu bahwa firman ini mendatangkan keuntungan baginya, dan mengetahui bahwa Tuhan adalah keselamatan. Meskipun Aku telah menyampaikan banyak perkataan tentang hajaran dan penghakiman, semua itu belum dinyatakan kepadamu dalam perbuatan. Aku datang untuk melakukan pekerjaan-Ku, untuk menyampaikan firman-Ku. Sekalipun firman-Ku mungkin keras, firman itu disampaikan untuk menghakimi kerusakan dan pemberontakanmu. Tujuan-Ku melakukan ini tetaplah untuk menyelamatkan manusia dari wilayah kekuasaan Iblis, menggunakan firman-Ku untuk menyelamatkan manusia. Tujuan-Ku bukanlah untuk menyakiti manusia dengan firman-Ku. Firman-Ku keras sehingga ada hasil yang didapat dicapai dari pekerjaan-Ku. Hanya melalui bekerja dengan cara demikian, manusia dapat mengenal diri mereka sendiri dan melepaskan diri dari watak mereka yang membangkang.

Dikutip dari “Engkau Harus Mengesampingkan Berkat Status

dan Memahami Kehendak Tuhan bagi Keselamatan Manusia”

dalam “Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia”

media terkait