Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Bagaimana Tuhan yang berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan penghakiman mengakhiri zaman kepercayaan umat manusia kepada Tuhan yang samar dan zaman kegelapan kuasa Iblis?

8

9. Bagaimana Tuhan yang berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan penghakiman mengakhiri zaman kepercayaan umat manusia kepada Tuhan yang samar dan zaman kegelapan kuasa Iblis?

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Dan akan terjadi pada akhir zaman, bahwa gunung rumah Yahweh akan ditegakkan di puncak gunung-gunung, dan akan ditinggikan di atas bukit-bukit; Semua bangsa akan datang berbondong-bondong ke sana. Dan banyak orang akan pergi dan berkata, Datanglah engkau, dan marilah kita naik ke gunung Yahweh, ke rumah Tuhan Yakub; dan Dia akan mengajarkan kepada kita tentang segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan di jalan-Nya: karena dari Sion akan keluar hukum, dan firman Yahweh dari Yerusalem. Dan Dia akan menghakimi di antara bangsa-bangsa dan akan menegur banyak orang: dan mereka akan membuat pedang mereka menjadi bajak dan tombak mereka menjadi pisau pemangkas: bangsa tidak akan mengangkat pedang melawan bangsa, dan juga mereka tidak akan belajar berperang lagi. Hai kaum Yakub, datanglah engkau, dan marilah kita berjalan di dalam terang Yahweh" (Yesaya 2:2-5).

"Kami bersyukur kepada-Mu, Oh TUHAN Tuhan yang Mahakuasa, yang ada sekarang, yang ada sejak mulanya, dan yang akan datang; karena Engkau telah mengambil bagi-Mu kuasa-Mu yang besar, dan Engkau memerintah. Dan bangsa-bangsa menjadi marah, dan murka-Mu datang, dan waktunya orang-orang mati harus dihakimi, dan bahwa Engkau harus memberi upah kepada hamba-hamba-Mu para nabi, dan kepada orang-orang kudus, dan mereka yang takut akan nama-Mu, orang-orang kecil maupun besar; dan menghancurkan mereka yang menghancurkan bumi" (Wahyu 11:17-18).

Firman Tuhan yang Relevan:

Kedatangan Tuhan yang berinkarnasi pada akhir zaman mengakhiri Zaman Kasih Karunia. Ia datang terutama untuk mengucapkan firman-Nya, memakai firman untuk menyempurnakan manusia, menerangi dan mencerahkan manusia, serta menyingkirkan tempat Tuhan yang samar-samar dalam hati manusia. Tahap ini bukanlah tahap pekerjaan yang Yesus lakukan ketika Ia datang. Waktu Yesus datang, Ia melakukan banyak mukjizat, Ia menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, dan Ia melakukan pekerjaan penebusan lewat penyaliban. Akibatnya, dalam konsepnya, manusia percaya bahwa beginilah Tuhan itu seharusnya. Sebab ketika Yesus datang, Ia tidak bekerja untuk menghapuskan gambaran Tuhan yang samar-samar dari hati manusia. Ketika Ia datang, Ia disalibkan, Ia menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, dan Ia menyebarkan Injil kerajaan surga. Di satu sisi, inkarnasi Tuhan pada akhir zaman menghapuskan ruang yang ditempati Tuhan yang samar-samar dalam konsep manusia, sehingga tak ada lagi gambaran Tuhan yang samar-samar dalam hati manusia. Melalui firman-Nya yang nyata dan pekerjaan-Nya yang nyata, pergerakan-Nya melintasi seluruh negeri, dan pekerjaan-Nya yang sungguh nyata dan normal yang Ia lakukan di antara manusia, Ia membuat manusia mengenal kenyataan Tuhan, dan menghapuskan ruang bagi Tuhan yang samar-samar dalam hati manusia. Di sisi lain, Tuhan memakai firman yang diucapkan daging-Nya untuk menyempurnakan manusia, dan menyelesaikan segala sesuatu. Inilah pekerjaan yang akan diselesaikan Tuhan pada akhir zaman.

Dikutip dari "Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan datang di antara manusia hari ini dengan tujuan mengubah pikiran dan roh mereka dan juga gambar Tuhan di dalam hati mereka yang sudah ada selama ribuan tahun. Lewat kesempatan ini, Dia akan menjadikan manusia sempurna. Artinya, lewat pengetahuan manusia, Dia akan mengubah cara mereka datang untuk mengenal-Nya dan sikap mereka terhadap Dia, sehingga pengenalan mereka akan Tuhan bisa mulai dari awal yang bersih dan dengan demikian, hati mereka diperbarui dan diubahkan. Disiplin dan penanganan adalah sarana sementara penaklukkan dan pembaharuan adalah tujuannya. Melucuti pikiran takhayul yang manusia miliki tentang Tuhan yang samar-samar telah menjadi maksud kekal Tuhan dan akhir-akhir ini telah menjadi hal yang mendesak bagi-Nya. Aku harap semua orang mau memikirkannya lebih lanjut.

Dikutip dari "Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Baru sekarang inilah, saat Aku datang secara pribadi di antara manusia dan mengucapkan firman-Ku, manusia memiliki sedikit pengetahuan tentang diri-Ku. Ruang untuk "Aku" dalam pikiran mereka dikosongkan dan sebagai gantinya ruang untuk Tuhan yang nyata terbentuk dalam kesadaran mereka. Manusia memiliki gagasan dan gagasannya penuh keingintahuan; siapakah yang tidak ingin melihat Tuhan? Siapakah yang tidak ingin bertemu Tuhan? Akan tetapi, satu-satunya hal yang memenuhi tempat tertentu dalam hati manusia adalah Tuhan yang manusia rasakan bersifat samar dan abstrak. Siapa yang akan menyadari hal ini jika Aku tidak mengatakannya terus terang kepada mereka? Siapakah yang akan benar-benar percaya bahwa Aku sungguh ada? Tanpa keraguan sedikit pun? Ada perbedaan besar antara "Aku" dalam hati manusia dan "Aku" dalam kenyataan, dan tidak seorang pun mampu membandingkan keduanya. Jika Aku tidak menjadi daging, manusia tidak akan pernah mengenal Aku, dan bahkan jika ia datang untuk mengenal Aku, bukankah pengetahuan tersebut masih berupa gagasan? …

… Karena manusia telah dicobai dan dirusak Iblis, karena ia telah diambil alih oleh pemikiran dan gagasan, Aku telah menjadi daging untuk menaklukkan seluruh umat manusia secara pribadi, untuk mengekspos seluruh gagasan manusia, dan mengoyakkan pemikiran manusia. Sebagai hasilnya, manusia tidak lagi menyombongkan diri di hadapan-Ku, dan tidak lagi melayani-Ku menggunakan gagasannya sendiri, dan dengan demikian "Aku" dalam gagasan manusia sepenuhnya dihilangkan.

Dikutip dari "Bab 11, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kedatangan Tuhan dalam daging terutama untuk memampukan manusia melihat perbuatan sejati Tuhan, untuk mewujudkan Roh yang tidak berbentuk ke dalam daging, dan memungkinkan manusia melihat dan menyentuh-Nya. Dengan demikian, mereka yang dilengkapi oleh-Nya akan menghidupi-Nya, mereka akan didapatkan oleh-Nya, dan berkenan di hati-Nya. Jika Tuhan hanya berbicara di surga, dan tidak benar-benar datang ke bumi, orang-orang tidak akan mampu mengenal Tuhan. Mereka hanya akan dapat memberitakan perbuatan Tuhan dengan teori kosong, dan tidak memiliki firman Tuhan sebagai kenyataan. Tuhan telah datang ke bumi terutama untuk bertindak sebagai teladan dan contoh bagi mereka yang akan didapatkan oleh Tuhan. Hanya dengan cara seperti inilah manusia dapat mengenal Tuhan, menyentuh Tuhan, dan melihat-Nya, dan barulah setelah itu mereka dapat sungguh-sungguh didapatkan oleh Tuhan.

Dikutip dari "Engkau Harus Tahu Bahwa Tuhan yang Praktis

adalah Tuhan itu Sendiri"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Bagi mereka yang hidup dalam daging, mengubah watak mereka butuh tujuan untuk diraih, dan mengenal Tuhan butuh menyaksikan perbuatan dan wajah nyata Tuhan. Keduanya hanya dapat dicapai oleh Tuhan yang berinkarnasi dalam daging, dan keduanya hanya dapat diraih oleh daging yang normal dan nyata. Ini sebabnya mengapa inkarnasi penting, dan dibutuhkan oleh manusia yang rusak. Karena manusia ingin mengenal Tuhan, citra tuhan yang samar dan supranatural harus dihapuskan dari hati mereka, karena manusia ingin membuang watak rusaknya, mereka harus lebih dulu mengenali watak rusak mereka. Apabila manusia berupaya untuk menghilangkan citra tuhan yang samar dari hatinya, maka ia akan gagal memperoleh hasilnya. Citra tuhan yang samar di hati manusia tidak dapat dicabut, dibuang, atau benar-benar dihapus oleh firman saja. Dengan begitu, akhirnya tidaklah mungkin melenyapkan hal-hal yang telah sangat berakar dari diri manusia. Hanya Tuhan yang praktis dan citra sejati Tuhan yang dapat menggantikan hal-hal yang samar dan supranatural tersebut, sehingga manusia dapat perlahan-lahan mengetahuinya, dan hanya dengan cara ini hasil yang diinginkan dapat dicapai. Manusia menyadari bahwa Tuhan yang ia cari di masa lalu tidaklah jelas dan supranatural. Kesadaran ini dapat diraih bukan karena kepemimpinan langsung Roh, apalagi pengajaran individu tertentu, melainkan buah dari Tuhan yang berinkarnasi. Pemahaman manusia seperti tak ada apa-apanya saat Tuhan yang berinkarnasi secara resmi melaksanakan pekerjaan-Nya, karena kenormalan dan realitas Tuhan yang berinkarnasi adalah antithesis dari imajinasi manusia akan Tuhan yang samar dan supranatural. Pemahaman manusia yang semula hanya dapat disingkapkan melalui perbandingan kontras terhadap Tuhan yang berinkarnasi. Tanpa perbandingan dengan Tuhan yang berinkarnasi, pemahaman manusia tak dapat disingkapkan; dengan kata lain, tanpa perbandingan dengan kenyataan, hal-hal samar tidak akan dapat diungkapkan. Tak ada yang mampu menggunakan kata-kata untuk melakukan pekerjaan ini, dan tak ada seorang pun yang mampu mengartikan pekerjaan ini dengan menggunakan kata-kata. Hanya Tuhan sendirilah yang dapat melakukan pekerjaan-Nya sendiri, dan tak ada yang lain yang dapat melakukan pekerjaan atas nama-Nya. Tak peduli betapa kayanya bahasa manusia, ia tak mampu mengartikan realitas dan kenormalan Tuhan. Manusia hanya dapat mengenal Tuhan secara lebih nyata, dan hanya dapat melihat Dia dengan lebih jelas, bila Tuhan secara pribadi bekerja di antara manusia dan benar-benar menunjukkan rupa dan keberadaan-Nya. Hal ini tak dapat dicapai oleh manusia mana pun. Tentu saja, Roh Tuhan juga tak mampu mencapai hal ini.

Dikutip dari "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan

dari Tuhan yang Menjadi Daging"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Saat Tuhan bekerja dalam wujud manusia, mereka yang mengikut Dia tak lagi mencari dan meraba hal-hal yang tidak jelas dan ambigu, dan berhenti mengira-ngira kehendak Tuhan yang samar. … Roh tak mudah dipahami manusia, dan tak dapat dilihat manusia, dan pekerjaan Roh tak mampu memberikan bukti lebih jauh atau fakta atas pekerjaan Tuhan bagi manusia. Manusia tidak akan pernah melihat wajah Tuhan yang sejati, dan akan selalu beriman kepada Tuhan yang samar, yang tak pernah ada. Manusia tak akan pernah melihat wajah Tuhan, tidak pula akan pernah mendengar firman yang diucapkan-Nya secara pribadi. Lagi pula imajinasi manusia, kosong, dan tidak dapat menggantikan wajah sejati Tuhan; watak inheren Tuhan dan pekerjaan Tuhan sendiri tidak dapat ditiru manusia. Tuhan yang tak kasat mata di surga dan pekerjaan-Nya hanya dapat dibawa ke bumi oleh Tuhan yang berinkarnasi, yang secara pribadi melakukan pekerjaan-Nya di antara manusia. Ini adalah cara paling ideal di mana Tuhan menampakkan diri pada manusia, di mana manusia melihat Tuhan dan mengenal wajah sejati-Nya, dan itu tak dapat dicapai oleh Tuhan yang tak berinkarnasi.

Dikutip dari "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan

dari Tuhan yang Menjadi Daging"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Hal terbaik tentang pekerjaan-Nya dalam daging adalah bahwa Dia dapat menyampaikan firman dan nasihat yang akurat, dan kehendak-Nya yang akurat bagi manusia yang mengikuti-Nya, sehingga kemudian pengikut-Nya dapat lebih akurat dan lebih konkret lagi melanjutkan pekerjaan-Nya dalam daging dan kehendak-Nya bagi seluruh umat manusia yang menerima jalan ini. Hanya pekerjaan Tuhan dalam daging di antara manusia yang sungguh mencapai kenyataan akan keberadaan Tuhan dan bahwa Dia tinggal bersama manusia. Hanya pekerjaan inilah yang memenuhi keinginan manusia untuk melihat wajah Tuhan, menyaksikan pekerjaan Tuhan, dan mendengar langsung firman Tuhan. Tuhan yang berinkarnasi mengakhiri zaman hanya saat Yahweh menampakkan diri kembali kepada umat manusia, juga mengakhiri zaman kepercayaan manusia kepada Tuhan yang samar. Secara khusus, pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi terakhir kali membawa seluruh umat manusia ke zaman yang lebih realistis, lebih nyata, dan lebih menyenangkan. Dia tidak hanya mengakhiri zaman hukum Taurat dan doktrin; lebih penting lagi, Dia menyingkapkan kepada umat manusia Tuhan yang nyata dan seutuhnya, yang benar dan kudus, yang membuka seluruh rencana pengelolaan-Nya dan menunjukkan misteri dan tujuan umat manusia, yang menciptakan umat manusia dan mengakhiri pekerjaan pengelolaan, dan yang tetap tersembunyi ribuan tahun lamanya. Dia benar-benar mengakhiri masa ketidakjelasan, Dia mengakhiri zaman di mana seluruh umat manusia ingin mencari wajah Tuhan tetapi tidak mampu, Dia mengakhiri zaman di mana seluruh umat manusia melayani Iblis, dan memimpin seluruh umat manusia menuju era yang benar-benar baru. Semua ini adalah hasil pekerjaan Tuhan dalam daging, bukan Roh Tuhan.

Dikutip dari "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan

dari Tuhan yang Menjadi Daging"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Selama inkarnasi Tuhan di bumi ini, ketika Dia secara pribadi melakukan pekerjaan-Nya di antara manusia, semua pekerjaan yang Dia lakukan adalah untuk mengalahkan Iblis, dan Dia akan mengalahkan Iblis melalui penaklukan manusia dan penyempurnaan engkau semua. Ketika engkau semua memberikan kesaksian yang meyakinkan, ini juga akan menjadi tanda kekalahan Iblis. Manusia pertama-tama ditaklukkan dan akhirnya benar-benar disempurnakan untuk mengalahkan Iblis. Namun, pada hakikatnya, bersama dengan kekalahan Iblis, ini secara bersamaan adalah keselamatan bagi seluruh umat manusia dari lautan penderitaan yang hampa ini. Terlepas dari apakah pekerjaan ini dilakukan di seluruh dunia atau di Tiongkok, itu semua untuk mengalahkan Iblis dan membawa keselamatan ke seluruh umat manusia sehingga manusia dapat memasuki tempat peristirahatan. Tuhan yang berinkarnasi, daging yang normal ini, justru adalah demi mengalahkan Iblis. Pekerjaan Tuhan sebagai manusia digunakan untuk membawa keselamatan bagi semua manusia di bawah langit yang mengasihi Tuhan. Pekerjaan ini demi menaklukkan semua umat manusia, dan, selain itu, demi mengalahkan Iblis. Inti dari semua pekerjaan pengelolaan Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kekalahan Iblis untuk membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia. …

… Tahap akhir zaman, di mana manusia harus ditaklukkan, adalah tahap terakhir dalam pertempuran melawan Iblis, dan juga pekerjaan penyelamatan sempurna manusia dari wilayah kekuasaan Iblis. Makna batin dari penaklukan manusia adalah kembalinya perwujudan Iblis, manusia yang telah dirusak oleh Iblis, kepada Sang Pencipta setelah penaklukannya, yang melaluinya dia akan meninggalkan Iblis dan sepenuhnya kembali kepada Tuhan. Dengan demikian, manusia akan sepenuhnya diselamatkan. Dan karena itu, pekerjaan penaklukan adalah pekerjaan terakhir dalam pertempuran melawan Iblis dan tahap terakhir dalam pengelolaan Tuhan demi kekalahan Iblis. Tanpa pekerjaan ini, penyelamatan manusia sepenuhnya pada akhirnya akan mustahil, kekalahan telak Iblis juga mustahil, dan umat manusia tidak akan pernah dapat memasuki tempat tujuan yang mengagumkan, atau terbebas dari pengaruh Iblis. Karena itu, pekerjaan penyelamatan manusia tidak dapat berakhir sebelum pertempuran melawan Iblis berakhir, karena inti dari pekerjaan pengelolaan Tuhan adalah demi penyelamatan manusia. Manusia paling awal berada di tangan Tuhan, tetapi karena pencobaan dan perusakan oleh Iblis, manusia terbelenggu oleh Iblis dan jatuh ke tangan si jahat. Dengan demikian, Iblis menjadi objek yang harus dikalahkan dalam pekerjaan pengelolaan Tuhan. Karena Iblis menguasai manusia, dan karena manusia adalah persediaan dari semua pengelolaan Tuhan, jika manusia akan diselamatkan, maka dia harus direnggut kembali dari tangan Iblis, yang berarti bahwa manusia harus diambil kembali setelah disandera oleh Iblis. Iblis dikalahkan melalui perubahan watak lama manusia yang mengembalikan akal aslinya, dan dengan demikian, manusia yang telah ditawan dapat direnggut kembali dari tangan Iblis. Jika manusia terbebas dari pengaruh dan belenggu Iblis, Iblis akan dipermalukan. Manusia pada akhirnya akan diambil kembali, dan Iblis akan dikalahkan. Dan karena manusia telah dibebaskan dari pengaruh gelap Iblis, manusia akan menjadi rampasan dari semua pertempuran ini, dan Iblis akan menjadi objek yang akan dihukum setelah pertempuran ini selesai. Setelah itu, seluruh pekerjaan penyelamatan umat manusia akan selesai.

Dikutip dari "Memulihkan Kehidupan Normal Manusia

dan Membawanya ke Tempat Tujuan yang Mengagumkan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Manusia tidak akan memiliki sifat berdosa setelah dia dimurnikan, karena Tuhan akan mengalahkan Iblis, yang berarti bahwa tidak akan ada penyerangan oleh pasukan musuh, dan tidak ada pasukan musuh yang dapat menyerang daging manusia. Maka manusia akan bebas, dan suci—dia akan memasuki keabadian. Hanya jika pasukan kegelapan musuh terbelenggu, manusia akan bebas ke mana pun dia pergi, dan tanpa pemberontakan atau perlawanan. Iblis harus terbelenggu agar manusia selamat. Zaman sekarang, manusia tidak selamat karena[a] Iblis masih menimbulkan masalah di mana-mana di bumi, dan karena seluruh pekerjaan pengelolaan Tuhan belum mencapai tujuannya. Setelah Iblis dikalahkan, manusia akan sepenuhnya terbebaskan. Ketika manusia mendapatkan Tuhan dan keluar dari wilayah kekuasaan Iblis, dia akan melihat Matahari kebenaran. Kehidupan yang menjadi hak manusia normal akan didapatkan kembali. Semua yang harus dimiliki oleh manusia normal—seperti kemampuan untuk membedakan yang baik dari yang jahat, dan pemahaman tentang cara makan dan berpakaian, dan kemampuan untuk hidup normal—semua ini akan didapatkan kembali. Bahkan seandainya Hawa tidak dicobai oleh ular, manusia harus memiliki kehidupan yang normal setelah dia diciptakan pada awalnya. Dia harus makan, berpakaian, dan menjalani kehidupan manusia normal di bumi. Namun, setelah manusia menjadi rusak, kehidupan ini menjadi khayalan, dan bahkan saat ini manusia tidak berani membayangkan hal-hal seperti itu. Kenyataannya, kehidupan yang indah ini, yang dirindukan manusia, adalah suatu kebutuhan: Jika manusia tidak memiliki tempat tujuan seperti itu, maka kehidupannya yang bejat di bumi tidak akan pernah berhenti, dan jika tidak ada kehidupan yang indah ini, maka tidak akan ada kesudahan bagi nasib Iblis atau bagi zaman di mana Iblis menguasai bumi. Manusia harus mencapai dunia yang tidak terjangkau oleh kekuatan kegelapan, dan ketika dia melakukannya, ini akan membuktikan bahwa Iblis telah dikalahkan. Dengan cara ini, setelah tidak ada gangguan oleh Iblis, Tuhan Sendiri akan mengendalikan umat manusia, dan Dia akan menguasai dan mengendalikan seluruh kehidupan manusia. Hanya ini yang akan dianggap sebagai kekalahan Iblis.

Dikutip dari "Memulihkan Kehidupan Normal Manusia

dan Membawanya ke Tempat Tujuan yang Mengagumkan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Seiring dengan disempurnakannya perkataan-Ku, secara bertahap kerajaan akan terbentuk di bumi dan manusia berangsur-angsur kembali ke keadaan normal, dengan demikian di bumi akan terbentuk kerajaan di dalam hati-Ku. Dalam kerajaan itu, semua umat Tuhan akan memperoleh kembali kehidupan manusia yang normal. Tak ada lagi musim dingin yang membeku, digantikan oleh dunia dengan kota-kota musim semi, di mana hanya ada musim semi sepanjang tahun. Orang tidak lagi diperhadapkan pada dunia manusia yang suram dan menyedihkan, tidak lagi mengalami dinginnya dunia manusia. Orang tidak saling bertikai, negara-negara tidak berperang satu sama lain, tidak ada lagi pembantaian dan darah yang mengalir dari pembantaian; semua tempat dipenuhi dengan kebahagiaan, dan di mana-mana penuh dengan kehangatan di antara manusia. Aku bergerak ke seluruh dunia, Aku menikmati semuanya dari atas takhta-Ku, Aku tinggal di antara bintang-bintang. Para malaikat memberikan lagu-lagu baru dan tarian baru kepada-Ku. Kerapuhan mereka tidak lagi menyebabkan air mata mengalir di wajah mereka. Aku tidak lagi mendengar di hadapan-Ku suara para malaikat menangis, dan tidak ada lagi orang yang mengeluh tentang kesusahan kepada-Ku.

Dikutip dari "Bab 20, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika semua orang telah dilengkapi dan semua bangsa di bumi menjadi kerajaan Kristus, maka tibalah saatnya ketujuh guruh bergemuruh. Saat ini merupakan langkah maju yang besar menuju ke tahap itu, sergapan terhadap masa yang akan datang telah dimulai. Inilah rencana Tuhan—dalam waktu dekat rencana ini akan terwujud. Namun, Tuhan telah menggenapi semua yang telah dikatakan-Nya. Jadi, jelaslah bahwa bangsa-bangsa di bumi hanyalah kastil di pasir yang terguncang ketika air pasang semakin mendekat: Akhir zaman sudah dekat dan naga merah yang sangat besar akan tumbang di bawah firman Tuhan. Untuk memastikan agar rencana Tuhan berhasil dilaksanakan, para malaikat surga telah turun ke bumi, melakukan yang terbaik untuk memuaskanTuhan. Tuhan yang berinkarnasi itu sendiri telah bergerak ke medan perang untuk mengobarkan perang melawan musuh. Di mana pun inkarnasi muncul, musuh dihancurkan dari tempat itu. Tiongkok adalah yang pertama dimusnahkan, diluluhlantakkan oleh tangan Tuhan. Tuhan sama sekali tidak memberi ampun kepada Tiongkok. Bukti dari keruntuhan si naga merah yang sangat besar secara terus-menerus dapat terlihat dalam kedewasaan yang berlanjut dari orang-orangnya. Hal ini dapat terlihat jelas oleh siapa pun. Kedewasaan dari orang-orang tersebut merupakan tanda kematian musuh. Inilah sedikit penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan "untuk bertempur dengannya."

Dikutip dari "Bab 10, Penafsiran Rahasia Firman Tuhan

kepada Seluruh Alam Semesta"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika bangsa-bangsa dan segenap manusia di dunia semua kembali di hadapan takhta-Ku, Aku akan mengambil seluruh karunia surgawi dan menganugerahkannya kepada dunia manusia, sehingga, berkat Aku, dunia itu akan penuh dengan segala karunia yang tak tertandingi. Tetapi selama dunia lama terus ada, Aku akan melontarkan amarah-Ku atas bangsa-bangsanya, secara terang-terangan mengumumkan ketetapan administratif-Ku kepada seluruh alam semesta, dan memberikan hajaran kepada siapa pun yang melanggarnya:

Ketika Aku memalingkan wajah-Ku kepada alam semesta untuk berfirman, seluruh umat manusia mendengar suara-Ku, dan kemudian melihat semua pekerjaan yang telah Kuperbuat di seluruh alam semesta. Mereka yang bertentangan dengan kehendak-Ku, artinya, barangsiapa yang menentang Aku dengan perbuatan manusia, akan tumbang di bawah hajaran-Ku. Aku akan mengambil beraneka ragam bintang di langit dan menjadikannya baru, dan berkat Aku, matahari dan bulan akan diperbarui—langit tidak akan lagi seperti sebelumnya; segala sesuatu di bumi akan diperbarui. Semuanya akan menjadi sempurna melalui firman-Ku. Banyak bangsa di alam semesta akan dipisahkan sekali lagi dan digantikan oleh bangsa-Ku, sehingga bangsa-bangsa di muka bumi akan lenyap selamanya dan menjadi suatu bangsa yang memuja Aku; seluruh bangsa di bumi akan dihancurkan, dan akan lenyap. Manusia di alam semesta, semua yang menjadi milik setan akan dimusnahkan; semua orang yang menyembah Iblis akan ditumbangkan oleh api-Ku yang menyala-nyala—kecuali mereka yang sekarang berada di dalam aliran ini, sisanya akan diubah menjadi abu. Ketika Aku menghajar orang banyak itu, mereka yang berada di dunia agamawi, dalam tingkat yang beragam, kembali ke kerajaan-Ku, ditaklukkan oleh pekerjaan-Ku, karena mereka akan melihat kedatangan Yang Mahakudus yang berada di atas awan putih. Segenap umat manusia akan mengikuti golongan mereka sendiri, dan akan menerima hajaran yang berbeda-beda sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat. Mereka semua yang telah menentang Aku akan binasa; sedang mereka yang perbuatannya di bumi tidak melibatkan Aku, karena mereka telah membebaskan diri mereka sendiri, mereka akan terus berada di bumi di bawah pemerintahan anak-anak-Ku dan umat-Ku. Aku akan menyatakan diri-Ku kepada banyak orang dan berbagai bangsa, memperdengarkan suara-Ku sendiri di atas bumi untuk menyatakan penyempurnaan pekerjaan-Ku yang besar bagi segenap umat manusia yang akan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri.

Dikutip dari "Bab 26, Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Catatan kaki:

a. Dalam naskah aslinya tertulis "zaman sekarang, itu karena."

media terkait