Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

24. Apa perbedaan antara hamba yang baik dan hamba yang jahat?

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan pekerja yang memenuhi syarat dapat membawa manusia ke jalan yang benar dan membuat mereka dapat masuk lebih jauh ke dalam kebenaran. Pekerjaan yang dilakukannya dapat membawa manusia ke hadapan Tuhan. Selain itu, pekerjaan yang dilakukannya dapat bervariasi menurut orangnya dan tidak terikat oleh aturan, yang memberikan keleluasaan dan kebebasan kepada manusia. Selain itu, mereka dapat tumbuh secara bertahap dalam kehidupan, semakin jauh masuk ke dalam kebenaran. Pekerjaan pekerja yang tidak memenuhi syarat tidak memadai; pekerjaannya sia-sia. Dia hanya dapat menjelaskan aturan kepada manusia; apa yang dia tuntut dari manusia tidak bervariasi menurut orangnya; dia tidak bekerja sesuai dengan kebutuhan manusia yang sebenarnya. Dalam pekerjaan seperti ini, terlalu banyak aturan dan terlalu banyak doktrin, dan pekerjaan ini tidak dapat membuat manusia memasuki kenyataan atau penerapan pertumbuhan yang normal dalam kehidupan. Pekerjaan ini hanya membuat manusia dapat hidup dengan beberapa aturan yang tidak berguna. Panduan seperti ini hanya dapat menyesatkan manusia. Dia menuntunmu agar menjadi seperti dia; dia dapat membuatmu memiliki apa yang dia miliki dan seperti siapa dia.

Dikutip dari "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Mereka yang melayani Tuhan harus menjadi sahabat karib Tuhan, mereka harus dicintai oleh Tuhan, dan mampu menunjukkan loyalitas tertinggi kepada Tuhan. Terlepas dari apakah engkau bertindak di belakang orang, atau di depan mereka, engkau mampu memperoleh sukacita Tuhan di hadapan Tuhan, engkau mampu berdiri teguh di hadapan Tuhan, dan terlepas dari bagaimana orang lain memperlakukanmu, engkau senantiasa menapaki jalanmu sendiri, dan memberi perhatian penuh pada beban Tuhan. Hanya inilah sahabat karib Tuhan. Sahabat karib Tuhan mampu melayani-Nya secara langsung karena mereka telah diberi amanat agung Tuhan, dan beban Tuhan, mereka mampu menjadikan hati Tuhan seperti milik mereka sendiri, dan beban Tuhan seperti beban mereka sendiri, dan mereka tidak banyak berpikir apakah mereka memperoleh atau kehilangan masa depan. Bahkan bilamana mereka tidak memiliki masa depan, dan mereka tidak akan mendapat apa pun, mereka senantiasa akan percaya kepada Tuhan dengan hati penuh kasih. Maka, orang semacam ini adalah sahabat karib Tuhan. Sahabat karib Tuhan adalah juga orang kepercayaan-Nya; hanya orang kepercayaan Tuhan yang bisa berbagi keresahan-Nya, juga keinginan-Nya, dan meski daging mereka sakit dan lemah, mereka mampu menanggung rasa sakit dan meninggalkan apa yang mereka cintai demi memuaskan Tuhan. Tuhan memberi beban lebih banyak pada orang tersebut, dan apa yang Tuhan akan lakukan diungkapkan melalui orang-orang ini. Dengan demikian, orang-orang ini dicintai oleh Tuhan, mereka adalah pelayan Tuhan yang berkenan di hati-Nya, dan hanya orang seperti ini yang bisa memerintah bersama dengan Tuhan.

Dikutip dari "Bagaimana Melayani Selaras Dengan Kehendak Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Masing-masing engkau, sebagai orang-orang yang melayani, harus mampu memperjuangkan kepentingan gereja dalam segala hal yang engkau lakukan, tidak mencari kepentinganmu sendiri. Bila engkau berjuang sendiri, itu tidak bisa diterima, di mana engkau meremehkan orang lain dan orang lain meremehkan dirimu. Orang yang bertindak demikian tidak layak melayani Tuhan! Watak orang semacam ini sangat buruk; tidak ada sedikit pun kemanusiaan tetap terkandung dalam diri mereka. Mereka adalah seratus persen Iblis! Mereka adalah binatang buas! Bahkan sekarang hal-hal semacam ini masih berlangsung di antaramu sekalian, bertindak jauh untuk menyerang satu sama lain selama persekutuan, sengaja mencari dalih, membuat wajah merah padam saat berdebat tentang persoalan sepele, dan tidak seorang pun mau mengesampingkan dirinya sendiri. Setiap orang menyembunyikan apa yang ada di dalam batinnya dari orang lain, mengawasi pihak lain dengan saksama dan waspada. Bisakah watak seperti ini layak dalam pelayanan kepada Tuhan? Dapatkah pekerjaanmu itu memberi bekal bagi saudara-saudarimu? Engkau bukan saja tidak mampu membimbing orang-orang menuju jalan hidup yang benar, sesungguhnya engkau menyuntikkan watakmu yang rusak ke dalam diri saudara dan saudarimu. Bukankah engkau menyakiti orang lain? Hati nuranimu sangat jahat, busuk sampai ke akarnya! Engkau tidak masuk ke dalam kenyataan, dan tidak melakukan kebenaran. Selain itu, tanpa malu-malu engkau memperlihatkan natur Iblis dalam dirimu kepada orang lain, sungguh tidak tahu malu! Saudara dan saudari itu telah dipercayakan kepadamu, namun engkau justru membawa mereka ke neraka. Bukankah engkau adalah seseorang yang memiliki hati nurani yang telah membusuk? Engkau benar-benar tidak tahu malu!

Dikutip dari "Melayanilah Seperti Orang Israel Melayani"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Banyak orang di belakang-Ku mendambakan berkat berupa status, mereka melahap makanan sendirian, mereka suka tidur dan memberi perhatian kepada daging, selalu takut bahwa tidak ada jalan keluar dari daging. Mereka tidak melakukan fungsi normal mereka di gereja, dan makan gratis, atau menegur saudara-saudari mereka dengan menggunakan firman-Ku, mereka berdiri tinggi di atas dan memerintah orang lain. Orang-orang ini terus berkata bahwa mereka sedang melakukan kehendak Tuhan, mereka selalu berkata bahwa mereka adalah sahabat karib Tuhan—bukankah ini absurd? Jika engkau memiliki motivasi yang benar, tetapi tidak mampu melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, maka engkau bersikap bodoh; tetapi jika motivasimu tidak benar, dan engkau tetap berkata bahwa engkau melayani Tuhan, maka engkau adalah orang yang menentang Tuhan, dan engkau patut dihukum oleh Tuhan! Aku tidak punya simpati terhadap orang semacam itu! Di rumah Tuhan, mereka makan gratis, dan selalu mendambakan kenyamanan daging, dan tidak mempertimbangkan kepentingan Tuhan; mereka selalu mencari apa yang baik untuk mereka, mereka tidak menghiraukan kehendak Tuhan, semua yang mereka lakukan tidak dipandang oleh Roh Tuhan, mereka selalu bermanuver dan berkomplot melawan saudara-saudari mereka dan bermuka dua, seperti rubah di kebun anggur, selalu mencuri anggur dan menginjak-injak kebun anggur. Mungkinkah orang seperti itu sahabat karib Tuhan? Apakah engkau pantas menerima berkat Tuhan? Engkau tidak bertanggung jawab atas hidupmu dan gereja, apakah engkau pantas menerima amanat Tuhan? Siapa berani memercayai seseorang sepertimu? Jika engkau melayani seperti ini, mungkinkah Tuhan berani memercayakan kepadamu tugas yang lebih besar? Bukankah engkau menghambat segala hal?

Dikutip dari "Bagaimana Melayani Selaras Dengan Kehendak Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Melayani Tuhan bukan tugas yang mudah. Orang-orang yang watak rusaknya tetap tidak berubah, tidak akan pernah dapat melayani Tuhan. Bila watakmu belum dihakimi dan dihajar oleh firman Tuhan, maka watakmu masih merepresentasikan Iblis. Ini cukup untuk membuktikan bahwa pelayananmu kepada Tuhan bukan karena niat baikmu sendiri. Itu adalah pelayanan yang didasarkan pada natur Iblis dalam dirimu. Engkau melayani Tuhan dengan karakter alamimu, dan menurut kesukaanmu sendiri; selain itu, engkau terus berpikir bahwa Tuhan senang dengan apa pun yang ingin engkau lakukan, dan membenci apa pun yang tidak ingin engkau lakukan, dan engkau dituntun sepenuhnya oleh kesenanganmu sendiri dalam pekerjaanmu. Dapatkah ini disebut melayani Tuhan? Pada akhirnya, watak hidupmu tidak akan berubah sedikit pun; sebaliknya, engkau akan menjadi semakin keras kepala karena engkau merasa telah melayani Tuhan, dan ini akan membuat watak rusakmu semakin mendarah daging. Dengan cara ini, dalam hatimu engkau akan membuat aturan-aturan tentang pelayanan kepada Tuhan yang terutama didasarkan pada karaktermu sendiri, dan pengalaman yang diperoleh dari pelayanan yang engkau lakukan menurut watakmu sendiri. Ini adalah pelajaran dari pengalaman manusia. Ini adalah filsafat hidup manusia. Orang-orang seperti ini termasuk golongan kaum Farisi dan pemuka agama. Jika mereka tidak pernah sadar dan bertobat, mereka pada akhirnya akan berubah menjadi Mesias-Mesias palsu yang akan muncul pada akhir zaman, dan menjadi penipu manusia. Para Mesias palsu dan penipu yang diperbincangkan ini akan bangkit dari antara orang-orang semacam ini. Jika orang-orang yang melayani Tuhan mengikuti karakter mereka sendiri dan bertindak menurut kehendak mereka sendiri, mereka terancam dicampakkan kapan saja. Orang-orang yang menerapkan pengalaman mereka selama bertahun-tahun melayani Tuhan untuk menarik hati orang lain, menceramahi mereka dan mengekang mereka, dan menempatkan diri lebih tinggi dari orang lain—dan yang tidak pernah bertobat, tidak pernah mengakui dosa-dosanya, tidak pernah mau melepaskan keuntungan dari jabatannya—orang-orang ini akan rebah di hadapan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang sejenis dengan Paulus, yang menyalahgunakan senioritas mereka dan memamerkan kualifikasi mereka. Tuhan tidak akan membawa orang-orang seperti ini sampai kepada kesempurnaan. Pelayanan semacam ini mengganggu pekerjaan Tuhan. Orang suka sekali berpegang teguh pada apa yang sudah lama berlalu. Mereka berpegang teguh pada gagasan masa lalu, pada perkara-perkara dari masa lalu. Ini merupakan kendala besar dalam pelayanan mereka. Jika engkau tidak bisa meninggalkan semuanya itu, hal-hal ini akan mencekik seluruh kehidupanmu. Tuhan tidak akan menghargaimu, sedikit pun tidak, bahkan seandainya kakimu patah karena berlari atau punggungmu patah karena kerja keras, bahkan seandainya engkau menjadi martir dalam melayani Tuhan. Malah sebaliknya: Dia akan berkata bahwa engkau adalah pelaku kejahatan.

Dikutip dari "Pelayanan Rohani Haruslah Dimurnikan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Siapa pun yang tidak memahami tujuan pekerjaan Tuhan adalah orang-orang yang menentang Tuhan, tetapi terlebih lagi mereka yang meskipun mengetahui tujuan pekerjaan Tuhan tetapi tidak berupaya memuaskan Tuhan. Orang-orang yang membaca Alkitab di gereja-gereja besar mengutip Alkitab setiap hari, tetapi tidak satu pun yang memahami tujuan pekerjaan Tuhan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengenal Tuhan; bahkan, tidak ada seorang pun yang dapat selaras dengan hati Tuhan. Mereka semua tidak berharga, manusia hina, masing-masing meninggikan diri, ingin mengajar Tuhan. Walaupun mereka mengelu-elukan nama Tuhan, mereka dengan sengaja menentang-Nya. Walaupun mereka menyebut diri mereka orang yang percaya kepada Tuhan, merekalah orang-orang yang makan daging manusia dan minum darah manusia. Semua manusia seperti ini adalah setan-setan yang menelan jiwa manusia, para penghulu setan yang sengaja mengganggu orang-orang yang berusaha melangkah ke jalan yang benar, dan batu sandungan yang menghalangi jalan orang-orang yang mencari Tuhan. Meskipun mereka memiliki "raga yang kuat", bagaimana pengikut mereka bisa mengetahui bahwa merekalah antikristus yang memimpin manusia menentang Tuhan? Bagaimana mereka bisa tahu bahwa merekalah setan-setan hidup yang mencari jiwa-jiwa untuk ditelan?

Dikutip dari "Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan

adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Para pemimpin dan pekerja gereja di semua tingkatan dapat dikelompokkan dalam tiga kategori. Mereka lebih tepat digambarkan sebagai pelayan yang setia, pelayan yang tidak setia, dan pelayan yang jahat. Tipe yang pertama dapat dengan sungguh-sungguh menaati pekerjaan Tuhan. Mereka dapat melakukan yang terbaik untuk melindungi pekerjaan Tuhan selagi melaksanakan tugas-tugasnya. Mereka dapat meninggalkan segalanya untuk mengorbankan diri mereka sendiri bagi Tuhan, dan mereka dapat meninggikan Dia serta menjadi kesaksian bagi-Nya. Hanya kelompok orang ini yang benar-benar mengejar kebenaran, yang berusaha untuk disempurnakan, dan mereka digolongkan sebagai pelayan Tuhan yang setia. Tipe yang kedua sama sekali tidak memiliki kenyataan kebenaran, tidak mampu melindungi pekerjaan Tuhan selagi melaksanakan tugas mereka, tidak menangani hal-hal sesuai dengan pengaturan kerja, melakukan apa pun yang mereka inginkan dan berperilaku ceroboh, bertindak sesuai dengan kesenangan daging mereka, memperlakukan orang berdasarkan emosi mereka, tidak mematuhi prinsip-prinsip kebenaran, mengalami kesulitan untuk menerapkan kebenaran, dan sering berusaha membuat kesepakatan dengan Tuhan. Mereka berada di jalan antikristus dan digolongkan sebagai pelayan yang tidak setia. Tipe yang ketiga congkak dan sombong, mengejar status, dan ambisius. Mereka selalu ingin mengendalikan umat pilihan Tuhan, bersikap memerintah terhadap orang lain, dan mereka menekan dan mendiskriminasi orang-orang yang tidak setuju dengan mereka. Mereka membatasi, mengikat, dan menjebak umat pilihan Tuhan. Mereka berusaha menggunakan kekuasaan mereka untuk mengendalikan umat pilihan Tuhan dan mendirikan kerajaan mereka sendiri. Mereka digolongkan sebagai orang jahat yang sejenis dengan para pemimpin palsu dan antikristus, yaitu para pelayan yang jahat. ...

... Roh Kudus bekerja dalam diri mereka yang memiliki kemanusiaan yang baik dan yang juga mencintai kebenaran. Mereka yang tidak memiliki kemanusiaan yang baik dan cinta akan kebenaran tidak mengalami pekerjaan Roh Kudus. Seseorang dengan kemanusiaan yang tidak setia, kejam, dan berbahaya adalah orang jahat yang tentu saja digolongkan sebagai pelayan yang jahat. Pelayan yang jahat adalah musuh Tuhan dan merupakan sasaran kutukan dan hukuman-Nya. Menggambarkan ketiga tipe pemimpin dan pekerja ini sebagai pelayan yang setia (seperti loyalis, yang biasa dibicarakan orang-orang tidak percaya), pelayan yang tidak setia (seperti pejabat pengadilan yang licik, yang biasa dibicarakan orang-orang tidak percaya), dan pelayan yang jahat (seperti sampah yang mengkhianati negara dan berpihak pada musuh, yang biasa dibicarakan orang-orang tidak percaya) sangatlah tepat, sangatlah wajar. Mereka yang digolongkan sebagai pelayan setia lebih jujur, memiliki hati nurani dan perasaan, dan mereka menjunjung tinggi pekerjaan Tuhan dalam segala hal selagi melaksanakan tugas mereka. Mereka taat dan setia kepada Tuhan. Para pemimpin dan pekerja seperti ini semuanya adalah sasaran penyelamatan dan penyempurnaan Tuhan. Mereka yang digolongkan sebagai pelayan yang tidak setia, tidak mencintai kebenaran, tidak mau mengejar kebenaran, dan tidak menunjukkan ketaatan yang sebenarnya kepada Tuhan. Dalam melaksanakan tugasnya, mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan. Mereka memperlakukan orang berdasarkan emosi dan mereka tidak adil atau tidak masuk akal. Dalam pelayanan mereka kepada Tuhan, mereka menentang Dia, mengikuti nafsu daging, dan melakukan hal-hal tanpa prinsip, bahkan berusaha membuat kesepakatan dengan Tuhan. Terkadang mereka dapat mengkhianati kebenaran dan Tuhan, dan bahkan bekerja melawan kepentingan rumah Tuhan, tanpa sedikit pun melindungi pekerjaan Tuhan. Orang-orang seperti ini digolongkan sebagai pelayan yang tidak setia, sama dengan para pejabat pengadilan yang licik, yang biasa dibicarakan oleh orang-orang tidak percaya. ... Tentu saja, semua pelayan yang tidak setia digolongkan sebagai pemimpin dan pekerja palsu. Namun, sebagian pemimpin dan pekerja palsu memiliki kemanusiaan yang baik dan benar-benar dapat bertobat dan berubah. Mereka harus diperlakukan dengan kasih dan diberi kesempatan lain untuk bertobat. Namun, mereka yang adalah pelayan yang jahat semuanya adalah pemimpin palsu dan antikristus yang memiliki natur yang jahat. Tentu saja, pelayan yang jahat semuanya digolongkan sebagai orang jahat. Mereka memiliki natur dan esensi iblis dalam diri mereka, sehingga orang-orang jahat ini mampu melakukan segala macam kejahatan, dan mereka secara brutal menekan dan menganiaya umat pilihan Tuhan. Mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk mengganggu dan menghentikan pekerjaan Tuhan dan menentang Tuhan dalam segala hal, seolah-olah mereka benar-benar kurang memiliki perasaan. Hati mereka keras dan tidak mau tunduk. Bukankah seperti inilah musuh Tuhan? Pelayan yang jahat tidak dapat diselamatkan. Karena itu, rumah Tuhan harus mengusir para pemimpin palsu dan antikristus yang memiliki natur iblis. Tidak ada peluang untuk rekonsiliasi.

Dikutip dari "Sungguh-sungguh Tunduk kepada Pekerjaan Tuhan

untuk Memasuki Kenyataan Kebenaran"

dalam "Pilihan Catatan Tahunan Pengaturan Kerja

Gereja Tuhan Yang Mahakuasa"

Jika mereka yang melayani benar-benar memiliki kemampuan, orang-orang di bawah mereka akan bergerak selaras dengan mereka—umumnya akan ada atmosfer ketegangan dan harmoni penuh dengan vitalitas, dan kehidupan gereja akan bertumbuh setiap hari. Tidak akan ada kenegatifan maupun ketertinggalan. Kebenaran akan semakin meningkat dan semua anggota gereja akan sepemikiran; mereka akan bersatu dalam upaya mereka. Mereka semua akan dapat memberi kesaksian bagi Tuhan dan meninggikan-Nya. Inilah hasil akhir yang terbaik. Jika gereja masih belum hidup dan sebagian besar orang bersikap negatif, itu adalah bukti bahwa tidak ada jalan dalam bimbinganmu. Kehidupan gereja layaknya kereta kuda dan sang pemimpin adalah kudanya. Jika kuda tersebut memenuhi tujuannya, kereta dapat ditarik maju; kuda tersebut berjalan saat harus berjalan dan berlari saat harus berlari. Tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalanginya. Saat seseorang benar-benar memenuhi syarat untuk melayani Tuhan, semua kesulitan dapat diselesaikan ke mana pun ia pergi; ia dapat membicarakan masalah apa pun yang mereka miliki dan menunjukkan jalannya. Hal tersebut adalah kenikmatan besar bagi orang lain, seakan-akan beban besar telah terangkat dari pundak mereka. Tidak peduli sesulit apa pun situasinya di suatu tempat, jika ia tinggal di sana beberapa hari dan mengumpulkan orang-orang dalam beberapa kali pertemuan, hati mereka akan menjadi cerah. Mereka akan dipenuhi dengan energi begitu mereka memahami kebenaran dan kenegatifan mereka akan sepenuhnya terselesaikan. Pergumulan daging akan reda dan kehidupan gereja akan berada di jalur yang benar. Orang yang benar-benar melayani Tuhan dapat mengenali kekurangan orang lain, mengetahui jenis pemeliharaan apa yang dibutuhkan berbagai orang, di mana harus memulai, dan bagaimana harus menyelesaikan masalahnya. Terlepas dari apakah orang tersebut baru percaya atau sudah lama percaya, muda atau tua, memimpin atau mengikuti, ia dapat sepenuhnya menyediakan pemeliharaan bagi mereka. Masalah mereka semuanya dapat diselesaikan dan ia dapat berkomunikasi dengan semua orang. Bagi mereka yang benar-benar mampu melayani Tuhan, tidak ada peraturan dalam persekutuan tentang kebenaran; mereka tidak melakukannya lewat hafalan, melainkan dengan berbicara dari setiap sisi dan dari setiap sudut. Mereka dapat menjelaskan hal-hal dalam tutur kata yang berbeda dan mengumpulkan segala jenis fakta, dan orang-orang dari setiap golongan akan memahami dan memetik manfaatnya. Semua orang suka berada di dekat mereka yang benar-benar melayani Tuhan; mereka bersedia membuka hati dan bersekutu dengan mereka, menghormati mereka, dan bersedia berteman dengan mereka dan saling mencurahkan isi hati satu sama lain. Jika semua orang takut dan bersembunyi darimu, engkau ada dalam masalah. Kucing hitam yang menyeberang di depanmu adalah pertanda buruk. Mereka yang hatinya selaras dengan kehendak Tuhan selalu berada di gereja, berjalan di antara orang-orang yang menjadi sasaran pekerjaan mereka, hidup berdampingan dan makan bersama-sama dengan orang-orang, dan berbicara kepada orang-orang sepanjang malam. Mereka menasihati orang-orang tanpa lelah saat memercayakan pekerjaan kepada mereka; dan mereka takut tidak menangani hal-hal dengan baik dan tidak pernah bersikap acuh tak acuh terhadap orang lain. Mereka tahu bahwa meninggalkan tempat kerja adalah pengabaian tugas—mereka yang meninggalkan majikan mereka adalah tukang bonceng. Apakah mungkin semua kesulitan sehari-hari bisa diselesaikan tanpa terlebih dahulu menghubungi para pemimpin dan pekerja di tingkat akar rumput yang bekerja sama denganmu? Apakah hal itu bisa dilakukan tanpa mengalami kehidupan gereja secara mendalam di tingkat dasar? Dapatkah segala sesuatu dicapai tanpa komunikasi dari hati ke hati? Dapatkah engkau berpaling dari pekerjaanmu sebelum suaramu menjadi serak? Apakah engkau masih memikul beban saat hatimu tidak sedang membara? Jika engkau belum kehilangan berat badan, apa kau benar-benar bekerja keras? Apakah mereka yang berfokus pada makanan dan pakaian mereka benar-benar peduli tentang buah pekerjaan mereka? Dapatkah mereka menghayati kehendak Tuhan? Dapatkah mereka benar-benar melakukan pekerjaan yang baik jika mereka hanya berhubungan dengan segelintir orang yang menyenangkan hati mereka seraya menghindari orang-orang yang tidak menyenangkan hati mereka? Bukankah mereka itu parasit yang mencari kehidupan yang mudah, nyaman, dan penuh kenikmatan?

Mereka yang dapat benar-benar melayani Tuhan tahu di mana letak kekurangan mereka; mereka dapat memperlengkapi diri mereka sendiri dan menutupi kekurangan mereka sendiri kapan pun sambil menyampaikan kebenaran untuk menyediakan pemeliharaan bagi orang lain. Terlebih lagi, mereka sendiri berfokus pada memasuki kebenaran dan mengenal diri mereka sendiri dengan lebih dalam. Mereka dapat menahan diri agar tidak congkak, merasa benar sendiri, dan memamerkan diri mereka sendiri; mereka juga bersedia membuka diri, membiarkan orang lain melihat kelemahan dan kekurangan mereka. Oleh karena itu, persekutuan mereka tulus dan murni tanpa kepura-puraan. Orang-orang percaya kepada mereka, dapat menghormati mereka, serta menaati kebenaran yang mereka persekutukan. Mereka yang benar-benar melayani Tuhan memahami pekerjaan Roh Kudus dan tahu apa yang berasal dari pengalaman mereka sendiri dan apa yang berasal dari pencerahan Roh Kudus. Mereka memiliki hati yang menghormati Tuhan dan tidak congkak maupun suka menyombong. Mereka tidak meremehkan orang lain karena mereka memiliki pekerjaan Roh Kudus, melainkan lebih mampu memikirkan perasaan orang lain, memedulikan orang lain, dan membantu orang lain. Mereka lebih memilih untuk menderita agar orang lain bisa bahagia. Mereka memahami kesulitan yang diderita orang lain dan juga sangat memahami betapa menyakitkannya bagi seseorang yang tanpa kebenaran untuk jatuh ke dalam kegelapan. Lebih dari itu, mereka memahami kenikmatan dicerahkan oleh Roh Kudus dan bersedia berbagi pencerahan tersebut dengan orang lain, beserta dengan kebahagiaan yang didatangkannya. Mereka tidak menganggap memiliki pekerjaan Roh Kudus itu sendiri sebagai modal untuk kenikmatan. Mereka menikmati pekerjaan Roh Kudus dan turut mempertimbangkan kehendak Tuhan. Mereka bersedia menyelesaikan kesulitan dan derita orang lain serta meneruskan kenikmatan yang mereka peroleh dari pekerjaan Roh Kudus kepada sesama untuk memuaskan Tuhan. Mereka dapat secara proaktif bekerja sama dengan pekerjaan Roh Kudus, menunjukkan pertimbangan terhadap kehendak Tuhan, dan rela mengorbankan kenikmatan pribadi mereka untuk memuaskan Tuhan. Mereka menolak berkat berupa status dan tidak meminta perlakuan khusus; mereka melayani Tuhan dengan saleh dan penuh hormat serta melakukan tugas mereka dengan setia. Hanya orang-orang yang melayani Tuhan dengan cara inilah yang bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Untuk melayani sesuai dengan kehendak Tuhan, kita harus terlebih dahulu menjalani perubahan dalam watak hidup kita. Setelah perubahan tersebut, barulah kita bisa secara resmi mulai melayani. Untuk itu dibutuhkan pengalaman beberapa tahun, dan tanpa kebenaran tidak ada hasil baik yang bisa dicapai. Namun, jika orang-orang dengan tulus memahami arti sebenarnya dari melayani, mereka akan tahu cara melaksanakan tugas-tugas mereka dengan baik. Karena mereka betul-betul memahami bahwa menunaikan tugas berarti menyampaikan kebenaran, jalan, dan hidup yang telah diperoleh dari pekerjaan Tuhan kepada orang lain, serta menyampaikan pengalaman mereka, pengetahuan akan Tuhan, serta terang yang diungkapkan oleh Roh Kudus kepada gereja, agar semua orang dapat menikmatinya, dan agar mereka semua dapat mencapai perubahan dalam watak hidup mereka, menjadi mengenal Tuhan, menaati Tuhan, setia kepada Tuhan, dan didapatkan oleh Tuhan. Hal ini bukanlah memperlengkapi diri dengan pengetahuan mengenai kebenaran dan mengajarkan huruf-huruf tertulis dan doktrin kepada orang lain untuk menunjukkan betapa pintarnya mereka. Melakukan tugas berarti memelihara, membantu, memedulikan, dan merawat orang lain dengan kasih Tuhan, peduli terhadap orang lain melebihi diri sendiri, selalu memikirkan orang lain, melakukan segala sesuatu dengan mempertimbangkan gereja, lebih memilih untuk menderita agar sebagian besar orang bisa memperoleh hidup dan diselamatkan, serta membayar harga berapa pun agar orang-orang dapat memahami kebenaran dan mengorbankan diri sendiri bagi Tuhan untuk memenuhi kehendak Tuhan, bukan berbangga diri karena status atau berpegang kepada kenikmatan daging tanpa memedulikan penderitaan saudara dan saudari kita, atau semata-mata memuaskan keinginan diri sendiri untuk makan, minum dan mencari kesenangan sambil mengabaikan keuntungan saudara dan saudari kita. Beberapa orang bahkan bekerja sesuai dengan preferensi dan emosi mereka sendiri. Jika seseorang menerimanya dengan baik dan membuat hati mereka senang, mereka akan bersekutu dengan orang tersebut, kalau tidak, mereka akan menolak. Orang yang paling tercela adalah yang melaksanakan pekerjaannya dan meminta imbalan. Melakukan tugas adalah menganggap kehendak Tuhan sebagai kehendak diri sendiri, menganggap apa yang Tuhan anggap mendesak sebagai hal yang mendesak, mempertimbangkan apa yang Tuhan pertimbangkan, mengkhawatirkan apa yang Tuhan khawatirkan, dan mendahulukan kepentingan keluarga Tuhan setiap saat. Melakukan tugas adalah bekerja begitu keras hingga lupa makan dan tidur, serta mengerahkan upaya yang keras dan melakukan pekerjaan yang telah Tuhan percayakan kepada kita dengan rasa tanggung jawab seorang majikan, bukannya berharap imbalan untuk pekerjaan yang sepele, atau mengharapkan kenikmatan setelah sedikit menderita, atau menjadi semakin sombong dan angkuh setelah mencapai sedikit keberhasilan, atau menikmati status dan bertindak layaknya seorang tiran. Mereka yang setia melakukan tugas mereka tunduk pada pengaturan Tuhan, setia, berbakti, dan bekerja tanpa pamrih dan tanpa mengeluh sebagai pelayan Tuhan, hanya ingin membalas kasih Tuhan dan menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan. Mereka melihat diri mereka sendiri tidak lebih dari setitik debu tanpa martabat, dan bahkan lebih tidak layak lagi menikmati kasih karunia Tuhan, dan mereka sepenuhnya tunduk pada pengaturan Tuhan dan tidak mengeluh. Mereka bukanlah orang-orang munafik yang keji dan tak tahu malu yang mementingkan hidup mereka sendiri, yang memiliki niat untuk memperoleh berkat, dan yang rindu berdiri di atas orang lain dan menikmati status yang lebih tinggi dari orang lain. Melakukan tugas berarti mempertimbangkan kehendak Tuhan dan beban Tuhan, menganggap saudara dan saudari seperti orang tua sendiri, bersedia menjadi pelayan bagi semua orang, mempertimbangkan hidup saudara dan saudari, berani mengambil tanggung jawab, tidak berutang kepada siapa pun, memungkinkan orang lain memperoleh apa pun yang telah mereka peroleh, melayani Tuhan dengan hati nurani, dan berani menerima pengawasan dari semua orang. Beberapa orang mengatakan hal-hal yang enak didengar tetapi kemudian tidak benar-benar melakukan pekerjaan; mereka menikmati keramahtamahan saudara dan saudari mereka tetapi masih menindas mereka, dan mereka meminta saudara-saudari untuk melakukan ini-itu bagi mereka, sebisa mungkin memelihara mereka. Dan mereka menggurui dan menangani saudara dan saudari mereka setiap saat, atau meminta mereka untuk datang dan melayani mereka saat sedang sakit, serta menemani mereka saat diperlukan. Orang seperti itu, yang menjadikan orang lain sebagai pelayannya, sama sekali tidak melayani Tuhan; ia justru meninggikan diri sendiri, menjadi saksi bagi diri sendiri, menempatkan dirinya sendiri di tempat yang tinggi, dan membuat orang lain memperlakukannya sebagai Tuhan. Ia sangat takut memiliki reputasi yang buruk dan takut orang-orang tidak yakin kepadanya. Ia berupaya keras dan mengerahkan segala upaya untuk membuat orang lain menaati dan menyembah dia, dan ia duduk di takhta Tuhan untuk menggurui orang sepanjang hari. Ia memandang rendah semua orang, berupaya sekuat tenaga untuk memperluas lingkaran pengaruhnya, dan ia menjalankan usahanya sendiri agar orang-orang menganggap dia penting, memperhatikan kata-katanya, menaati pengaturannya, dan mengesampingkan Tuhan untuk menyembah dia. Setelah ia bekerja selama beberapa tahun, orang-orang yang ia pimpin tidak punya pengetahuan apa pun akan Tuhan. Sebaliknya, mereka semua takut dan hanya taat kepada dia. Ia sendiri telah menjadi tuhan. Dengan melakukan hal ini, bukankah ia memimpin orang-orang untuk datang ke hadapan dirinya sendiri? Orang seperti ini adalah perampok, pencuri di dalam keluarga, dan seorang antikristus.

Dikutip dari "Persekutuan dari Atas"

Sebelumnya:Apa perbedaan antara gandum dan lalang?

Selanjutnya:Apa yang dimaksud dengan pekerjaan Roh Kudus? Bagaimana pekerjaan Roh Kudus diwujudkan?

media terkait