Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

3. Bagaimana orang harus mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan agar dapat diselamatkan?

Firman Tuhan yang Relevan:

Kesimpulannya, menempuh jalan Petrus dalam iman seseorang kepada Tuhan berarti menempuh jalan mengejar kebenaran, yang juga merupakan jalan untuk benar-benar belajar mengenal diri sendiri dan mengubah watak seseorang. Hanya dengan menempuh jalan Petrus, orang akan berada di jalan disempurnakan oleh Tuhan. Seseorang harus mengetahui dengan jelas bagaimana tepatnya menempuh jalan Petrus dan juga cara melakukannya. Pertama, orang itu harus mengesampingkan niat pribadinya, pengejarannya yang tidak benar, dan bahkan keluarga dan semua hal yang berkaitan dengan dagingnya sendiri. Dia harus berbakti dengan sepenuh hati; yang berarti, dia harus sepenuhnya mengabdikan diri kepada firman Tuhan, berfokus pada makan dan minum firman Tuhan, memusatkan perhatian pada pencarian akan kebenaran dan pencarian akan maksud Tuhan di dalam firman-Nya, dan berusaha memahami kehendak Tuhan dalam segala hal. Inilah metode penerapan yang paling mendasar dan paling vital. Inilah yang dahulu dilakukan Petrus setelah berjumpa dengan Tuhan Yesus, dan hanya dengan melakukan penerapan dengan cara inilah orang mampu mencapai hasil terbaik. Pengabdian sepenuh hati kepada firman Tuhan terutama melibatkan pencarian akan kebenaran, mencari maksud Tuhan dalam firman-Nya, berfokus pada memahami kehendak Tuhan, dan memahami serta mendapatkan lebih banyak kebenaran dari firman-Nya. Ketika membaca firman-Nya, Petrus tidak berfokus pada pemahaman doktrin, apalagi pada memperoleh pengetahuan teologis. Sebaliknya, dia memusatkan perhatian pada memahami kebenaran dan memahami kehendak Tuhan, dan juga mencapai pemahaman tentang watak-Nya dan keindahan-Nya. Petrus juga berupaya memahami berbagai keadaan manusia yang rusak dari firman Tuhan serta sifat manusia yang rusak dan kekurangan manusia yang sebenarnya, sehingga memenuhi semua aspek tuntutan yang Tuhan buat terhadap manusia untuk memuaskan-Nya. Petrus melakukan begitu banyak penerapan yang benar sesuai firman Tuhan; inilah yang paling selaras dengan kehendak Tuhan, dan inilah cara terbaik bagi seseorang untuk bekerja sama dalam mengalami pekerjaan Tuhan. Ketika mengalami ratusan ujian dari Tuhan, Petrus memeriksa dirinya sendiri dengan ketat terhadap setiap firman penghakiman Tuhan atas manusia, setiap firman pengungkapan manusia oleh Tuhan, dan setiap firman mengenai tuntutan-Nya terhadap manusia, dan berusaha keras untuk memahami makna dari firman itu. Dengan sungguh-sungguh, ia berusaha merenungkan dan menghafalkan setiap kata yang Tuhan Yesus katakan kepadanya, dan mencapai hasil yang sangat baik. Melalui cara penerapan ini, ia mampu mencapai pemahaman tentang dirinya sendiri dari firman Tuhan, dan ia tidak hanya menjadi paham tentang berbagai keadaan manusia yang rusak, tetapi ia juga menjadi paham tentang esensi, natur, dan berbagai kekurangan manusia. Inilah yang dimaksud dengan benar-benar memahami diri sendiri. Dari firman Tuhan, Petrus tidak hanya mencapai pemahaman yang benar tentang dirinya sendiri, tetapi dari hal-hal yang diungkapkan dalam firman Tuhan—watak Tuhan yang benar, apa yang Dia miliki dan siapa Dia, kehendak Tuhan bagi pekerjaan-Nya, tuntutan-Nya terhadap umat manusia—dari firman ini dia mulai mengenal Tuhan sepenuhnya. Dia mulai mengenal watak Tuhan dan esensi-Nya; dia mulai mengenal dan memahami apa yang Tuhan miliki dan siapa Dia, juga keindahan Tuhan dan tuntutan Tuhan terhadap manusia. Sekalipun Tuhan pada waktu itu tidak berbicara sebanyak yang dilakukan-Nya pada saat ini, ada berbagai hasil yang tercapai dalam diri Petrus dalam aspek-aspek ini. Ini adalah hal yang langka dan berharga.

Dikutip dari "Cara Menempuh Jalan Petrus"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Saat menerima penghakiman dari firman Tuhan, kita tidak boleh takut menderita, kita juga tidak boleh takut kesakitan; kita terutama tidak boleh takut bahwa firman Tuhan akan menembus hati kita. Kita harus membaca lebih banyak perkataan-Nya tentang cara Ia menghakimi dan menghajar kita dan mengungkapkan esensi kita yang rusak, dan ketika membaca firman Tuhan, kita harus lebih sering membandingkan diri kita dengan firman Tuhan. Kita tidak kurang satu pun dari kerusakan-kerusakan ini; kita semua bisa cocok dengan semua kerusakan itu. ... Dalam iman kita, kita harus dengan tegas mempertahankan bahwa firman Tuhan adalah kebenaran. Karena firman Tuhan memang merupakan kebenaran, kita harus menerimanya secara rasional. Apakah kita mampu mengenalinya atau mengakuinya atau tidak, sikap pertama kita terhadap firman Tuhan haruslah sikap penerimaan yang mutlak. Setiap baris firman Tuhan berhubungan dengan keadaan tertentu. Artinya, semua baris dalam perkataan-Nya bukanlah tentang fenomena lahiriah, apalagi tentang aturan-aturan lahiriah atau pun mengungkapkan bentuk sederhana perilaku dalam diri manusia. Jika engkau melihat setiap kalimat yang diucapkan oleh Tuhan sebagai ungkapan jenis sederhana perilaku manusia, engkau tidak memiliki pemahaman rohani dan engkau tidak memahami apa yang dimaksud dengan kebenaran. Firman Tuhan sangat mendalam. Bagaimana mendalamnya firman Tuhan itu? Segala sesuatu yang Tuhan ungkapkan adalah tentang watak rusak manusia dan faktor-faktor yang penting dan berakar kuat dalam hidup mereka; semua itu bukan merupakan fenomena lahiriah, dan khususnya bukan merupakan perilaku lahiriah.

Dikutip dari "Makna Penting dan Jalan Pengejaran Kebenaran"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Jika engkau percaya pada aturan Tuhan, maka engkau harus percaya bahwa hal-hal yang terjadi setiap hari, baik atau buruk, semua itu bukanlah kejadian yang acak. Bukannya seseorang sengaja bersikap keras kepadamu atau menyasar dirimu; sebenarnya semuanya itu diatur dan diarahkan oleh Tuhan. Untuk apa Tuhan mengatur hal-hal ini? Bukan untuk mengungkapkan kekuranganmu agar semua orang melihatnya atau menelanjangimu; menelanjangimu bukanlah tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah menyempurnakanmu dan menyelamatkanmu. Bagaimana Tuhan melakukannya? Pertama, Dia membuatmu menyadari watakmu sendiri yang rusak, natur dan esensimu, kekuranganmu, dan kelemahanmu. Hanya dengan memahami hal-hal ini di dalam hatimu, engkau dapat mengejar kebenaran dan secara bertahap membuang watak rusakmu. Ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepadamu. Engkau harus tahu cara memanfaatkan kesempatan ini, dan jangan menentang Tuhan. Khususnya pada saat menghadapi orang, peristiwa, dan hal yang diatur oleh Tuhan di sekitarmu, jangan selalu berpikir bahwa segala sesuatu tidak seperti yang engkau inginkan, selalu ingin melarikan diri, selalu menyalahkan dan salah memahami Tuhan. Itu bukan sedang melakukan pekerjaan Tuhan, dan itu akan menjadikanmu sangat sulit memasuki kenyataan kebenaran. Apa pun hal yang tidak dapat sepenuhnya engkau pahami, ketika engkau mengalami kesulitan, engkau harus belajar untuk tunduk. Engkau harus terlebih dahulu datang ke hadapan Tuhan dan lebih banyak berdoa. Dengan begitu, sebelum engkau mengetahuinya, akan ada perubahan pada keadaan batinmu dan engkau akan dapat mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalahmu—engkau akan dapat mengalami pekerjaan Tuhan. Selama masa ini, kenyataan kebenaran sedang ditempa dalam dirimu, dan beginilah engkau akan mengalami kemajuan dan akan melihat perubahan dalam keadaan hidupmu. Begitu engkau sudah mengalami perubahan ini dan kenyataan kebenaran seperti ini, engkau akan memiliki tingkat pertumbuhan, dan dengan adanya tingkat pertumbuhan datanglah kehidupan. Jika seseorang selalu hidup berdasarkan watak Iblis yang rusak, tidak peduli seberapa besar antusiasme atau seberapa banyak energi yang mereka miliki, mereka tetap tidak dapat dianggap mengalami tingkat pertumbuhan atau kehidupan. Tuhan bekerja dalam diri setiap orang, dan tidak peduli bagaimana cara-Nya, orang, perkara dan hal apa yang Ia gunakan untuk melakukan pelayanan, atau seperti apa nada firman-Nya, Dia hanya memiliki satu tujuan: menyelamatkanmu. Menyelamatkanmu berarti mengubahmu, jadi bagaimana itu bisa terjadi tanpa engkau sedikit menderita? Engkau harus menderita. Penderitaan ini dapat melibatkan banyak hal. Tuhan membangkitkan orang-orang, perkara-perkara, dan hal-hal di sekitarmu untuk menelanjangimu, agar engkau dapat mengenal dirimu sendiri, atau Dia langsung menanganimu, memangkasmu, dan menelanjangimu secara langsung. Sama seperti seseorang di meja operasi—engkau harus menjalani rasa sakit untuk mendapatkan hasil yang baik. Jika setiap kali Tuhan memangkas dan menanganimu dan setiap kali Dia membangkitkan orang-orang, perkara-perkara, dan hal-hal, itu mengaduk-aduk perasaanmu dan memberimu dorongan, pengalaman seperti ini sudah benar, dan engkau akan mengalami tingkat pertumbuhan dan akan memasuki kenyataan kebenaran.

Dikutip dari "Untuk Memperoleh Kebenaran, Engkau Harus Belajar

dari Orang-Orang, Perkara-Perkara dan Hal-Hal di Sekitarmu"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Dalam kepercayaannya kepada Tuhan, Petrus berusaha memuaskan Tuhan dalam segala hal, dan berusaha menaati segala yang berasal dari Tuhan. Tanpa mengeluh sedikit pun, ia sanggup menerima hajaran dan penghakiman, serta pemurnian, kesengsaraan, dan kekurangan dalam hidupnya, tak satu pun dari hal-hal itu yang dapat mengubah kasihnya kepada Tuhan. Bukankah ini kasih kepada Tuhan yang sesungguhnya? Bukankah ini pemenuhan tugas seorang ciptaan Tuhan? Hajaran, penghakiman, kesengsaraan—engkau mampu mencapai ketaatan sampai mati, inilah perkara yang seharusnya dicapai ciptaan Tuhan, inilah kemurnian kasih kepada Tuhan. Jika manusia dapat mencapai sejauh ini, dialah ciptaan Tuhan yang layak, dan tak ada yang dapat lebih memuaskan Sang Pencipta.

Dikutip dari "Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada

Jalan yang Dijalani Manusia"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kebenaran yang perlu dipegang oleh manusia ditemukan dalam firman Tuhan, kebenaran yang paling bermanfaat dan berguna bagi umat manusia. Firman-Nya adalah obat yang menguatkan dan makanan yang diperlukan tubuh manusia, yang membantu memulihkan kemanusiaannya yang normal, suatu kebenaran untuk memperlengkapi manusia. Semakin sering engkau semua melakukan firman Tuhan, semakin cepat hidupmu akan berkembang; semakin sering engkau semua melakukan firman Tuhan, semakin jelas kebenarannya. Saat tingkat pertumbuhanmu terpelihara, matamu akan terbuka lebih lebar pada segala sesuatu dari dunia rohani, dan engkau semua akan lebih berkuasa mengalahkan Iblis. Banyak dari kebenaran tersebut yang tidak engkau semua pahami akan lebih jelas ketika engkau semua menerapkan firman Tuhan. Kebanyakan orang berpuas diri hanya dengan memahami teks firman Tuhan dan berfokus memperlengkapi diri mereka dengan berbagai ajaran tanpa mengalami kedalamannya melalui perbuatan; bukankah itu kebiasaan orang Farisi? Lantas, bagaimana mungkin kalimat "Firman Tuhan adalah hidup" berlaku bagi mereka? Hanya ketika manusia menerapkan firman Tuhan, hidupnya dapat benar-benar berkembang; kehidupan tidak bisa bertumbuh semata-mata dengan membaca firman-Nya. Jika engkau yakin bahwa memahami firman Tuhan adalah satu-satunya yang diperlukan untuk memiliki kehidupan, untuk memiliki tingkat pertumbuhan, maka pemahamanmu itu keliru. Memahami firman Tuhan dengan sungguh-sungguh terjadi apabila engkau melakukan kebenaran, dan engkau harus mengerti bahwa "hanya dengan melakukan kebenaran maka kebenaran itu dapat dipahami."

Dikutip dari "Lakukanlah Kebenaran Setelah Engkau Memahaminya"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Jika seseorang dapat benar-benar memasuki kenyataan firman Tuhan melalui hal-hal dan perkataan yang dituntut oleh-Nya, maka dia akan menjadi orang yang disempurnakan oleh Tuhan. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan dan firman Tuhan sepenuhnya efektif bagi orang ini, bahwa firman Tuhan menjadi hidupnya. Dia memperoleh kebenaran, dan dia dapat hidup sesuai dengan firman Tuhan. Setelah ini, sifat dagingnya, yaitu landasan dari keberadaannya yang semula, akan berguncang dan runtuh. Setelah seseorang menjadikan firman Tuhan sebagai hidupnya, dia menjadi orang yang baru. Firman Tuhan menjadi hidupnya; visi pekerjaan Tuhan, tuntutan-Nya atas manusia, pengungkapan-Nya tentang manusia, dan standar bagi kehidupan yang benar yang dituntut Tuhan agar dicapai manusia menjadi hidupnya—dia hidup sesuai dengan firman dan kebenaran ini, dan orang ini disempurnakan oleh firman Tuhan. Dia mengalami kelahiran kembali dan menjadi manusia baru melalui firman-Nya.

Dikutip dari "Cara Menempuh Jalan Petrus"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Pekerjaan Tuhan di akhir zaman adalah untuk menghakimi kita melalui firman-Nya. Kalau kita ingin menahirkan watak kita yang rusak demi menerima keselamatan dari Tuhan, kita harus lebih dahulu berupaya melakukan firman Tuhan dengan tulus. Kita harus makan dan minum firman Tuhan lalu menerima penghakiman dan wahyu yang terkandung dalam firman-Nya. Bagaimanapun firman Tuhan melukai kita, atau keras, atau membuat kita menderita, ingatlah bahwa firman Tuhan adalah kebenaran dan realitas kehidupan yang harus kita alami. Tiap perkataan Tuhan dimaksudkan untuk menahirkan dan mengubah kita, untuk membantu kita menanggalkan kerusakan kita dan mencapai keselamatan, lalu membantu kita memahami kebenaran dan beroleh pengetahuan akan Tuhan. Kita harus belajar menerima penghakiman dan pemangkasan firman Tuhan. Kalau kita ingin beroleh kebenaran dalam firman Tuhan, kita harus bersedia menderita dalam menaati kebenaran dalam firman Tuhan. Kita harus mencari kebenaran dan berusaha menemukannya dalam firman Tuhan, merasakan kehendak Tuhan, dan berusaha mengenal diri kita. Kita harus merenungkan firman Tuhan untuk mengenali kesombongan, kelicikan, dan keegoisan kita sendiri, cara kita tawar-menawar dengan Tuhan, memeras Tuhan, menipu Tuhan, menyimpangkan kebenaran, dan berbagai tindakan berdosa lain, juga segala ketidaksucian dalam keyakinan kita, nafsu mengejar berkat. Dengan cara ini, perlahan-lahan kita memahami kebenaran di balik kerusakan kita dan esensi sifat kita. Setelah kita lebih memahami kebenaran, pengetahuan kita akan Tuhan akan semakin dalam, lalu kita akan tahu jenis orang seperti apa yang Tuhan sukai dan tidak sukai, jenis seperti apa yang akan Dia selamatkan atau singkirkan, siapa yang akan Dia gunakan dan siapa yang akan Dia berkati. Begitu kita mengerti hal-hal ini, kita akan mulai memahami watak Tuhan. Inilah hasil dari mengalami penghakiman firman Tuhan. Siapa pun yang mengejar kebenaran berusaha mengalami penghakiman firman Tuhan, berusaha mencari kebenaran dalam segala hal dan melakukan firman Tuhan serta menaati-Nya. Perlahan-lahan, orang-orang ini akan mulai memahami kebenaran dan menyelami realitas dalam mengalami firman Tuhan serta mencapai kesempurnaan dan keselamatan. Sedangkan mereka yang tidak mencintai kebenaran, sekalipun mereka mampu mengenali penampakan Tuhan dari kebenaran yang Tuhan ungkapkan dalam firman-Nya, mereka mengira ada jalan bagi mereka untuk benar-benar mencapai keselamatan jika mereka sedikit berkorban dan melakukan tugas mereka. Jadi, mereka tidak dapat menerima kebenaran setelah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan. Mereka hanya memahami beberapa kata dan doktrin, tetapi menyangka bahwa mereka sudah mengetahui seluruh kebenaran dan memiliki realitas. Mereka mendustai diri sendiri, dan tak lama lagi, mereka akan disingkirkan oleh Tuhan.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Ketika kita membaca firman Tuhan zaman sekarang, hal yang terpenting adalah bahwa kita menerima penghakiman dan hajaran Tuhan. Poin pentingnya adalah menerima penghakiman dan hajaran Tuhan, dan ini adalah hal yang paling mendasar. ... Engkau semua berkata bahwa engkau rela menanggung penderitaan karena penghakiman dan hajaran. Karena engkau rela menanggung penderitaan ini, bagaimana engkau akan tunduk? Bagaimana engkau akan menerimanya? Jika engkau membaca firman Tuhan mengenai penghakiman dan hajaran, akankah engkau menerimanya sebagai penghakiman Tuhan atas dirimu? Atau akankah engkau bersikeras bahwa firman tersebut untuk menghakimi orang lain, bahwa firman tersebut tidak ada hubungannya denganmu, dan dengan demikian engkau menghindari penghakiman dan hajaran Tuhan? Jalan manakah yang akan kau tempuh? Kalau engkau bersedia menerima penghakiman dan hajaran Tuhan, maka engkau seharusnya tidak menghindari hal-hal ini saat membaca firman Tuhan. Seberapa pun tajam atau kerasnya firman tersebut, engkau harus menerima semuanya. Berdoalah kepada Tuhan: "Tuhan, aku bersedia menerima penghakiman dan hajaran-Mu. Firman penghakiman-Mu ditujukan kepadaku. Aku adalah jenis orang yang rusak seperti ini, aku punya masalah kerusakan, jadi aku harus menerima penghakiman dan hajaran-Mu, karena inilah kasih-Mu kepadaku, inilah peninggian-Mu atasku. Aku sepenuhnya menerima dan mematuhinya, dan aku bersyukur atas kasih-Mu." Segera setelah engkau berdoa seperti ini, engkau akan lebih mudah menerimanya, dan engkau tidak akan merasa kesulitan. Lalu bandingkanlah firman Tuhan dengan kondisimu sendiri untuk dapat memahaminya lebih dalam. Inilah cara melakukannya. Ini adalah ungkapan sikap tunduk pada penghakiman dan hajaran Tuhan. Namun jika engkau melihat firman Tuhan yang cukup keras lalu berkata: "Tuhan, firman ini bukanlah penghakiman atas diriku, melainkan penghakiman atas diri orang lain, penghakiman atas Iblis. Firman-firman itu bukan mengenai aku, jadi aku tidak perlu membacanya," maka ini adalah menghindari penghakiman dan hajaran Tuhan. Jika ada saudara dan saudari yang memangkas dan menanganimu, apa yang harus engkau lakukan? Engkau harus cepat-cepat berdoa kepada Tuhan: "Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu! Ini adalah kasih-Mu bagiku. Engkau telah menggerakkan saudara dan saudariku untuk memangkas dan menanganiku karena kasih-Mu kepadaku. Aku tunduk." Engkau harus berdoa. Jika engkau tidak berdoa maka akan mudah bagimu untuk menolak, mudah bagi dagingmu untuk memberontak, mudah bagimu untuk bertikai dengan orang lain, mudah mengeluh dan bahkan akan lebih mudah lagi bagimu untuk bersikap negatif. Oleh karena itu, engkau harus lekas pergi dan berdoa. Setelah engkau berdoa, pikiranmu akan tenang, dan engkau akan mampu tunduk. Begitu engkau benar-benar mampu tunduk, engkau akan memiliki kegembiraan dalam hatimu, dan engkau akan berkata: "Saat itu aku tidak hilang kesabaran, melainkan menerimanya. Itu karena aku telah berdoa. Sekarang aku akhirnya dapat tunduk kepada Tuhan." Engkau melihat secercah harapan dan memperoleh sedikit tingkat pertumbuhan; inilah cara seseorang bertumbuh.

Dikutip dari "Bagaimana Engkau Seharusnya Makan

dan Minum Firman Tuhan untuk Mencapai Hasil"

dalam "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk

ke Dalam Kehidupan I"

Sebelumnya:Mengapa Tuhan harus menghakimi dan menghajar orang?

Selanjutnya:Apa yang dimaksud dengan doa yang benar?

media terkait