Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

39. Apa sajakah perbedaan antara perubahan watak dan perilaku yang baik?

Firman Tuhan yang Relevan:

Perubahan watak terutama mengacu pada perubahan dalam sifat manusia. Hal-hal yang berkaitan dengan sifat manusia tidak dapat dilihat dari perilaku luar; hal-hal itu berkaitan secara langsung dengan nilai dan makna penting keberadaan manusia. Artinya, hal-hal tersebut secara langsung melibatkan pandangan seseorang mengenai kehidupan dan nilai-nilai mereka, hal-hal yang berada jauh di dalam jiwa mereka, dan esensi mereka. Seseorang yang tidak dapat menerima kebenaran tidak akan mengalami perubahan dalam aspek-aspek ini. Hanya dengan mengalami pekerjaan Tuhan, sepenuhnya masuk ke dalam kebenaran, mengubah nilai-nilai dan pandangan mereka tentang keberadaan dan kehidupan, melihat hal-hal dengan cara yang sama seperti Tuhan, dan menjadi mampu untuk sepenuhnya patuh dan taat kepada Tuhan, maka watak mereka dapat dikatakan telah berubah. Engkau mungkin tampak berusaha, engkau mungkin tangguh dalam menghadapi kesulitan, engkau mungkin dapat melakukan pengaturan kerja dari atas, atau engkau mungkin dapat pergi ke mana pun engkau diperintahkan untuk pergi, tetapi semua ini hanyalah perubahan kecil dalam perilakumu dan tidak cukup untuk menjadi perubahan dalam watakmu. Engkau mungkin mampu menempuh banyak jalan dan mengalami banyak kesulitan dan menanggung penghinaan besar; engkau mungkin merasa sangat dekat dengan Tuhan, dan bahwa Roh Kudus mungkin melakukan suatu pekerjaan di dalam dirimu. Namun, ketika Tuhan memintamu untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan gagasanmu, engkau mungkin tetap tidak patuh, melainkan mencari-cari alasan, dan engkau memberontak dan menentang Tuhan, bahkan sampai pada taraf engkau menyalahkan Tuhan dan memprotes-Nya. Ini masalah serius! Ini menunjukkan bahwa engkau masih memiliki sifat menentang Tuhan dan bahwa engkau belum mengalami perubahan apa pun.

Dikutip dari "Apa yang Harus Diketahui

Manusia tentang Perubahan Watak"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Apa yang engkau semua ketahui tentang perubahan dalam watak? Esensi dari perubahan dalam watak dan perubahan dalam sikap itu berbeda, dan perubahan dalam perbuatan juga berbeda—semuanya berbeda secara esensi. Kebanyakan orang memberikan penekanan khusus pada perilaku dalam kepercayaan mereka kepada Tuhan, sebagai akibatnya, ada beberapa perubahan yang terjadi dalam perilaku mereka. Setelah percaya kepada Tuhan, mereka berhenti bersengketa dengan orang lain, mereka berhenti bertengkar dan menghina orang, mereka berhenti merokok dan minum, mereka tidak mencuri properti milik umum—baik itu hanyalah sebuah paku atau kayu—bahkan mereka tidak lagi pergi ke pengadilan ketika mereka menderita kerugian atau diperlakukan dengan salah. Tidak diragukan, ada perubahan yang terjadi dalam perilaku mereka. Karena, setelah percaya kepada Tuhan, menerima jalan yang benar membuat mereka merasa sangat baik, dan karena mereka juga telah merasakan kasih karunia oleh pekerjaan Roh Kudus, mereka menjadi sangat bersemangat, bahkan tidak ada satu pun yang tidak bisa mereka tinggalkan atau tidak bisa mereka derita. Namun, setelah percaya selama tiga, lima, sepuluh, atau tiga puluh tahun—karena tidak ada perubahan dalam watak hidup mereka, pada akhirnya, mereka kembali lagi ke jalan-jalan mereka yang lama, kecongkakan dan tinggi hati kembali tumbuh dan mereka mulai bertengkar untuk memperebutkan kekuasaan dan keuntungan, mereka mengingini uang gereja, mereka melakukan apa saja yang memuaskan kepentingan mereka, mereka menginginkan status dan kesenangan, dan mereka menjadi parasit di rumah Tuhan. Kebanyakan pemimpin, secara khusus, ditinggalkan. Dan fakta ini membuktikan apa? Perubahan yang hanya berkaitan dengan perilaku tidak akan bertahan. Jika tidak ada perubahan dalam watak kehidupan seseorang, cepat atau lambat, sisi jahatnya akan tampak dengan sendirinya. Karena sumber perubahan dalam perilaku mereka adalah semangat, diikuti oleh sedikit pekerjaan Roh Kudus pada saat itu, sangat mudah bagi mereka untuk menjadi bersemangat, atau menunjukkan kebaikan pada suatu waktu. Seperti yang dikatakan orang tidak percaya, "Melakukan satu perbuatan baik itu mudah, yang sulit adalah melakukan perbuatan baik seumur hidup." Manusia tidak mampu melakukan perbuatan baik seumur hidup mereka. Perilaku mereka diarahkan oleh kehidupan, apa pun kehidupan mereka, begitu juga perilaku mereka, dan hanya apa yang dinyatakan secara alamilah yang merepresentasikan kehidupan dan sifat seseorang. Hal-hal yang palsu tidak akan bertahan. Ketika Tuhan bekerja untuk menyelamatkan manusia, itu bukanlah untuk menghiasi manusia dengan sikap baik—pekerjaan Tuhan adalah untuk mengubah watak manusia, membuat mereka lahir kembali menjadi manusia baru. Oleh karena itu, penghakiman, hajaran, ujian, dan pemurnian Tuhan terhadap manusia semuanya bertujuan untuk mengubah wataknya, sehingga ia mencapai ketaatan dan kesetiaan mutlak kepada Tuhan, dan menyembah Tuhan secara normal. Inilah tujuan pekerjaan Tuhan. Memiliki sikap baik tidak sama dengan menaati Tuhan, apalagi menjadi serupa dengan Kristus. Perubahan dalam perilaku didasarkan pada doktrin dan lahir dari semangat—bukan didasarkan pada pengetahuan sejati akan Tuhan, atau akan kebenaran, dan perubahan itu tidak berdasar pada bimbingan Roh Kudus. Walau ada waktu-waktu di mana sebagian dari apa yang manusia lakukan diarahkan oleh Roh Kudus, ini bukanlah ungkapan kehidupan, apalagi dianggap sama dengan mengenal Tuhan, tidak peduli seberapa baik perilaku seseorang, hal itu tidak membuktikan mereka menaati Tuhan atau mereka melakukan kebenaran. Perubahan perilaku adalah ilusi sementara, itu adalah perwujudan dari semangat, dan bukan merupakan ungkapan kehidupan. ...

Orang bisa berperilaku baik, tetapi itu tidak selalu berarti bahwa mereka memiliki kebenaran. Semangat manusia hanya bisa membuat mereka menaati doktrin dan mengikuti peraturan; manusia yang tanpa kebenaran tidak memiliki jalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sangat penting, dan doktrin tidak dapat menggantikan kebenaran. Mereka yang telah mengalami perubahan dalam watak, berbeda. Mereka yang telah mengalami perubahan dalam wataknya telah memahami kebenaran, mereka memahami semua masalah, mereka tahu cara bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan, cara bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran, cara bertindak agar menyenangkan Tuhan, dan mereka memahami sifat dari kerusakan yang mereka ungkapkan. Ketika ide-ide dan konsepsi mereka sendiri diungkapkan, mereka mampu bersikap arif dan meninggalkan daging. Demikianlah perubahan dalam watak itu diungkapkan. Hal yang utama mengenai perubahan watak adalah bahwa mereka telah dengan jelas memahami kebenaran, dan ketika melakukan sesuatu, mereka melakukan kebenaran itu dengan cukup cermat dan kerusakan mereka tidak begitu sering terungkap.

Dikutip dari "Perbedaan antara Perubahan

Lahiriah dan Perubahan Watak"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Mereka yang tidak memiliki kebenaran pasti sama sekali belum mengalami perubahan apa pun dalam watak. Hal itu bukan berarti bahwa orang-orang yang matang dan berpengalaman dalam kemanusiaan mereka pasti mengalami perubahan dalam watak; hal itu terutama merujuk pada kondisi ketika beberapa dari racun-racun iblis dalam sifat orang berubah karena pengenalan mereka akan Tuhan dan pemahaman mereka tentang kebenaran. Dengan kata lain, racun-racun Iblis itu ditahirkan, dan kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan berakar dalam diri orang-orang tersebut, menjadi hidup mereka, dan menjadi landasan dari keberadaan mereka. Baru setelah itulah mereka menjadi manusia baru, dan dengan demikian, watak mereka pun berubah. Perubahan dalam watak bukan berarti bahwa watak lahiriah orang menjadi lebih lembut daripada sebelumnya, bahwa mereka dahulu congkak tetapi sekarang berbicara dengan pantas, atau mereka dahulu tidak mau mendengarkan siapa pun tetapi sekarang dapat mendengarkan orang lain;perubahan-perubahan lahiriah semacam ini tidak dapat dikatakan sebagai transformasi watak. Tentu saja perubahan dalam watak memang mencakup keadaan-keadaan ini, tetapi hal yang paling utama adalah bahwa kehidupan batin mereka telah berubah. Kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan benar-benar menjadi kehidupan mereka sendiri, racun iblis di dalamnya telah disingkirkan, berbagai cara pandang mereka telah berubah sepenuhnya, dan tidak satu pun di antaranya sejalan dengan cara pandang dunia. Mereka melihat maksud jahat dan racun si naga merah besar dengan jelas; mereka telah memahami esensi sejati dari kehidupan. Jadi, nilai-nilai kehidupan mereka telah berubah—inilah perubahan yang paling mendasar dan esensi dari perubahan dalam watak.

Atas dasar apa orang-orang hidup sebelumnya? Semua orang hidup untuk diri mereka sendiri. Setiap manusia berjuang demi memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri—inilah gambaran ringkas dari natur manusia. Orang-orang percaya kepada Tuhan demi dirinya sendiri; mereka meninggalkan segala sesuatu, mengorbankan diri mereka sendiri bagi Tuhan, dan setia kepada Tuhan, tetapi tetap saja mereka melakukan semua ini demi diri sendiri. Singkatnya, semua itu dilakukan dengan tujuan mendapatkan berkat bagi diri mereka sendiri. Di dunia, segala sesuatu dilakukan demi keuntungan pribadi. Percaya kepada Tuhan dilakukan untuk mendapatkan berkat, dan demi mendapatkan berkat, seseorang melepaskan segalanya, dan seseorang bisa menanggung banyak penderitaan demi mendapatkan berkat. Ini semua merupakan bukti empiris dari sifat manusia yang rusak. Namun, mereka yang mengalami perubahan dalam watak, berbeda. Mereka merasa bahwa manusia harus hidup untuk menyenangkan Tuhan, untuk melakukan kewajiban mereka dengan baik, dan untuk menjalani kehidupan yang bermakna sehingga apabila mereka mati sekalipun, mereka akan merasa puas dan tidak akan memiliki penyesalan sedikit pun—kehidupan yang telah mereka jalani tidaklah sia-sia. Bahwa orang-orang mampu menyembah, menaati, dan memuaskan Tuhan, itu merupakan landasan menjadi manusia dan ini adalah kewajiban yang harus mereka lakukan sesuai dengan prinsip-prinsip Langit dan bumi yang tidak dapat diubah. Jika tidak, mereka tidak akan layak disebut manusia; hidup mereka akan hampa dan tidak ada artinya. Dari membandingkan kedua jenis situasi ini, kita melihat bahwa yang terakhir adalah orang yang wataknya telah berubah, dan karena watak hidupnya berubah, pandangannya terhadap kehidupan pasti telah berubah. Dengan nilai-nilai yang berbeda, ia tidak akan pernah lagi hidup untuk dirinya sendiri, dan kepercayaannya kepada Tuhan tidak akan pernah lagi ditujukan untuk mendapatkan berkat bagi dirinya sendiri. Ia akan mampu berkata, "Setelah mengenal Tuhan, apa arti kematian bagiku? Mengenal Tuhan telah memungkinkan aku untuk menjalani kehidupan yang bermakna. Aku tidak hidup secara sia-sia dan aku tidak akan mati dengan penyesalan—aku tidak punya keluhan." Bukankah ini adalah pandangan yang berubah terhadap kehidupan? Oleh karena itu, penyebab utama perubahan dalam watak hidup seseorang adalah memiliki kebenaran dalam diri, dan memiliki pengenalan akan Tuhan; pandangan seseorang tentang kehidupan berubah, dan nilai-nilainya berbeda dari sebelumnya. Perubahan itu dimulai dari dalam, dan dari kehidupan seseorang; itu pasti bukan semata-mata perubahan lahiriah. Beberapa orang yang baru percaya, setelah percaya kepada Tuhan, telah meninggalkan perkara-perkara duniawi; ketika mereka berjumpa dengan orang-orang yang tidak percaya, mereka tidak banyak bicara, dan mereka jarang menghubungi kerabat dan teman-teman mereka yang belum percaya. Orang-orang tidak percaya itu berkata, "Orang ini telah berubah." Jadi mereka berpikir, "Watakku benar-benar telah berubah—orang-orang yang tidak percaya mengatakan bahwa aku telah berubah." Pada kenyataannya, apakah watak mereka benar-benar berubah? Ini hanyalah perubahan lahiriah. Tidak ada perubahan dalam hidup mereka, dan sifat iblis tetap berakar di dalam mereka, sama sekali tak tersentuh. Terkadang, semangat manusia menyala-nyala oleh karena pekerjaan Roh Kudus; beberapa perubahan lahiriah terjadi, dan mereka melakukan beberapa perbuatan yang baik. Namun, ini tidak sama dengan perubahan dalam watak. Engkau tidak memiliki kebenaran, pandanganmu tentang segala sesuatu tidak berubah, bahkan tidak berbeda dari pandangan orang-orang tidak percaya, dan nilai-nilai serta pandangan hidupmu belum berubah. Engkau bahkan tidak memiliki hati yang menghormati Tuhan, yang setidaknya harus kau miliki. Ini sama sekali bukan perubahan dalam watakmu.

Dikutip dari "Perbedaan antara Perubahan

Lahiriah dan Perubahan Watak"

dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"

Kutipan Khotbah dan Persekutuan untuk Referensi:

Di dunia keagamaan, ada banyak orang saleh yang mengatakan: "Kami telah berubah karena iman kami kepada Tuhan Yesus. Kami mampu berkorban demi Tuhan, melakukan pekerjaan demi Tuhan, menjalani hukuman penjara demi Tuhan, dan tidak menyangkal nama-Nya. Kami mampu melakukan banyak hal yang baik, memberi untuk amal, menyumbang, dan membantu orang miskin. Ini adalah perubahan besar! Jadi, kami memenuhi syarat untuk dibawa ke kerajaan surga." Apa pendapatmu tentang perkataan ini? Apakah engkau memiliki ketajaman dalam menilai perkataan ini? Apa artinya ditahirkan? Apakah menurutmu jika perilakumu telah berubah, dan engkau melakukan perbuatan baik, berarti engkau telah ditahirkan? Seseorang berkata: "Aku telah menyingkirkan segalanya. Aku telah menyingkirkan pekerjaanku, keluargaku, dan keinginan jasmani, untuk berkorban demi Tuhan. Apakah ini sama artinya dengan ditahirkan?" Walaupun engkau telah melakukan semua ini, ini bukan bukti kuat bahwa engkau telah ditahirkan. Jadi, apa persoalan utamanya? Dalam aspek manakah engkau dapat memperoleh pentahiran yang dapat dianggap sebagai pentahiran yang sesungguhnya? Pentahiran watak iblis yang menentang Tuhan berarti pentahiran sejati. Apa saja perwujudan dari watak iblis yang menentang Tuhan? Perwujudan yang paling jelas adalah keangkuhan, kesombongan, sikap merasa benar sendiri, dan kebanggaan diri seseorang, serta ketidakjujuran, pengkhianatan, kebohongan, penipuan, dan kemunafikannya. Ketika watak iblis ini bukan lagi bagian dari seseorang, maka mereka telah benar-benar ditahirkan. Telah dikatakan bahwa ada 12 perwujudan utama dalam watak iblis manusia, seperti menganggap diri sendiri sebagai yang paling terhormat; membiarkan mereka yang mematuhimu berkembang dan mereka yang menolakmu binasa; berpikir bahwa hanya Tuhan yang lebih tinggi darimu, tidak tunduk kepada orang lain, tidak menghormati orang lain; menciptakan kerajaan merdeka setelah engkau memiliki kekuasaan; ingin menjadi pemegang kekuasaan tunggal dan penguasa segala sesuatu dan memutuskan segala hal sendiri. Semua perwujudan ini adalah watak iblis. Watak iblis ini harus ditahirkan sebelum seseorang mengalami perubahan dalam watak hidupnya. Perubahan watak hidup seseorang merupakan kelahiran kembali karena esensinya telah berubah. Sebelumnya, ketika dia diberi kekuasaan, dia mampu menciptakan kerajaan merdekanya sendiri. Sekarang, ketika dia diberi kekuasaan, dia melayani Tuhan, menjadi saksi bagi Tuhan, dan menjadi pelayan bagi umat pilihan Tuhan. Bukankah ini perubahan yang sesungguhnya? Sebelumnya, dia memamerkan dirinya dalam semua situasi dan ingin orang lain memuji dirinya dan menyembahnya. Sekarang, dia menjadi saksi bagi Tuhan di mana-mana dan tidak memamerkan dirinya. Tidak peduli bagaimana orang memperlakukannya, dia merasa itu baik-baik saja. Tidak peduli bagaimana orang berkomentar tentang dia, dia merasa baik-baik saja. Dia tidak peduli. Dia hanya berfokus pada meninggikan Tuhan, memberikan kesaksian bagi Tuhan, membantu orang lain mendapatkan pemahaman tentang Tuhan, dan membantu orang lain untuk taat di hadirat Tuhan. Bukankah ini perubahan watak kehidupan? "Aku akan memperlakukan saudara dan saudari dengan kasih. Aku akan berbelas kasih kepada orang lain dalam semua situasi. Aku tidak akan memikirkan diri sendiri, dan aku akan memberikan manfaat bagi orang lain. Aku akan membantu orang lain memajukan kehidupan mereka dan memenuhi tanggung jawabku sendiri. Aku akan membantu orang lain memahami kebenaran dan mendapatkan kebenaran." Inilah artinya mengasihi orang lain seperti dirimu sendiri! Dalam hal Iblis, engkau dapat membedakannya, memiliki prinsip, menarik garis pemisah dengannya dan dengan saksama mengungkapkan kejahatan Iblis sehingga umat pilihan Tuhan akan terhindar dari bahayanya. Ini melindungi umat pilihan Tuhan, dan ini bahkan lebih mengasihi orang lain seperti dirimu sendiri. Selain itu, engkau harus mengasihi apa yang Tuhan kasihi dan membenci apa yang Tuhan benci. Apa yang dibenci Tuhan adalah antikristus, roh jahat, dan orang jahat. Itu berarti kita juga harus membenci antikristus, roh jahat, dan orang jahat. Kita harus berdiri di sisi Tuhan. Kita tidak boleh berkompromi dengan mereka. Tuhan mengasihi mereka yang Dia ingin selamatkan dan berkati. Kepada orang-orang ini, kita harus bertanggung jawab, memperlakukan mereka dengan kasih, membantu, membimbing, membekali, dan mendukung mereka. Bukankah ini perubahan watak kehidupan seseorang? Selain itu, ketika engkau telah melakukan beberapa pelanggaran atau kesalahan, atau mengabaikan prinsip-prinsip dalam melakukan sesuatu, engkau dapat menerima kritik, celaan, penanganan, dan pemangkasan saudara-saudari; engkau dapat memperlakukan semua hal ini dengan benar dan menerimanya dari Tuhan, tidak memendam kebencian, dan mencari kebenaran untuk menyelesaikan kerusakanmu sendiri. Bukankah ini perubahan watak kehidupanmu? Ya, benar. ...

Bisakah perubahan perilaku seseorang yang dibicarakan di dunia keagamaan menunjukkan perubahan watak kehidupan? Semua orang mengatakan tidak bisa. Mengapa? Alasan utamanya adalah karena dia masih menentang Tuhan. Sama seperti orang-orang Farisi yang sangat saleh secara lahiriah. Mereka sering berdoa, mereka menjelaskan kitab suci, dan mereka mengikuti peraturan hukum Taurat dengan sangat baik. Dapat dikatakan bahwa secara lahiriah, mereka tidak tercela. Orang tidak dapat melihat kesalahan apa pun. Namun, mengapa mereka masih bisa menentang dan mengutuk Kristus? Apa artinya ini? Terlepas dari sebaik apa pun penampakan seseorang, jika mereka tidak memiliki kebenaran dan dengan demikian tidak mengenal Tuhan, mereka akan tetap menentang Tuhan. Secara lahiriah, mereka begitu baik, tetapi mengapa ini tidak dianggap sebagai perubahan watak kehidupan? Itu karena watak mereka yang rusak tidak berubah sedikit pun, dan mereka tetap angkuh, sombong, dan terutama merasa benar sendiri. Mereka percaya pada pengetahuan dan teori mereka sendiri, dan mereka percaya bahwa mereka memiliki pemahaman terbaik tentang kitab suci. Mereka percaya bahwa mereka memahami segalanya dan bahwa mereka lebih baik daripada orang lain. Inilah sebabnya mereka menentang dan mengutuk Tuhan Yesus ketika Dia berkhotbah dan melakukan pekerjaan-Nya. Itulah sebabnya ketika dunia keagamaan mendengar bahwa Kristus akhir zaman telah mengungkapkan semua kebenaran, mereka mengutuk Dia walaupun mereka tahu itu adalah kebenaran.

Dikutip dari "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk

ke Dalam Kehidupan, Volume 138"

Sebelumnya:Bagaimana perubahan watak diwujudkan?

Selanjutnya:Apa yang dimaksud dengan perbuatan baik? Apa sajakah perwujudan perbuatan baik?

media terkait