Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Perkataan Kristus pada Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Antologi dari Empat Bagian Firman Tuhan tentang "Tentang Alkitab"

1. Selama bertahun-tahun, sarana tradisional orang (yaitu dalam Kekristenan, salah satu dari tiga agama besar dunia) adalah dengan membaca Alkitab. Meninggalkan Alkitab artinya tidak percaya kepada Tuhan, meninggalkan Alkitab berarti murtad dan sesat, dan bahkan ketika orang membaca buku-buku lain, landasan dari buku-buku ini haruslah merupakan penjelasan isi Alkitab. Dengan kata lain, jika engkau berkata bahwa engkau percaya kepada Tuhan, engkau harus membaca Alkitab, engkau harus makan dan minum Alkitab, dan selain Alkitab, engkau tidak boleh memuja buku lain yang tidak ada kaitannya dengan Alkitab. Jika engkau melakukannya, artinya engkau mengkhianati Tuhan. Sejak adanya Alkitab, kepercayaan orang kepada Tuhan adalah kepercayaan pada Alkitab. Daripada mengatakan orang percaya kepada Tuhan, lebih tepat mengatakan bahwa mereka percaya pada Alkitab; daripada mengatakan mereka telah mulai membaca Alkitab, akan lebih tepat mengatakan mereka telah mulai percaya pada Alkitab; dan daripada mengatakan mereka telah kembali ke hadirat Tuhan, akan lebih tepat mengatakan mereka telah kembali ke hadirat Alkitab. Dengan begitu, orang memuja Alkitab seakan-akan Alkitab adalah Tuhan, seakan-akan Alkitab itulah inti kehidupannya, dan kehilangan Alkitab sama artinya dengan kehilangan hidupnya. Orang menganggap Alkitab sama tingginya dengan Tuhan, bahkan ada orang yang menganggapnya lebih tinggi daripada Tuhan. Jika orang tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus, jika orang tidak bisa merasakan Tuhan, mereka tetap bisa hidup—tetapi begitu mereka kehilangan Alkitab, atau kehilangan pasal dan kata-kata terkenal dari Alkitab, mereka merasa seperti kehilangan hidup. Jadi, begitu orang mulai percaya kepada Tuhan, mereka mulai membaca Alkitab, dan menghafalkannya, dan semakin banyak mereka bisa menghafalkannya, semakin ini membuktikan bahwa mereka mengasihi Tuhan dan memiliki iman yang besar. Mereka yang telah membaca Alkitab dan bisa membicarakannya dengan orang lain akan dianggap saudara-saudari yang baik. Selama bertahun-tahun, iman dan kesetiaan orang kepada Tuhan diukur seturut tingkat pemahamannya terhadap Alkitab. Sebagian besar orang tidak mengerti mengapa mereka harus percaya kepada Tuhan, atau bagaimana cara percaya kepada Tuhan, dan mereka tidak berbuat apa pun selain mencari petunjuk untuk mengartikan pasal-pasal Alkitab. Mereka tidak pernah mengejar petunjuk dari pekerjaan Roh Kudus; sejak dahulu, mereka tidak berbuat apa pun selain giat mempelajari dan meneliti Alkitab, dan tidak ada di antara mereka yang pernah menemukan karya terbaru Roh Kudus di luar Alkitab. Tak ada juga di antara mereka yang menjauh atau berani menjauh dari Alkitab. Orang telah mempelajari Alkitab selama bertahun-tahun dan menghasilkan begitu banyak penjelasan, serta mencurahkan begitu banyak upaya untuk melakukannya. Mereka juga memiliki banyak perbedaan pendapat tentang Alkitab, yang mereka perdebatkan sedemikian rupa tanpa akhir—sehingga sekarang ini telah terbentuk lebih dari dua ribu denominasi yang berbeda. Mereka semua ingin menemukan penjelasan yang istimewa, atau misteri yang lebih besar di dalam Alkitab. Mereka ingin menyelidikinya, dan menemukan di dalamnya latar belakang pekerjaan Yahweh di Israel, atau latar belakang pekerjaan Yesus di Yudea, atau lebih banyak misteri yang tidak diketahui oleh orang lain. Pendekatan orang terhadap Alkitab adalah pendekatan obsesi dan iman, dan tidak seorang pun yang bisa sepenuhnya memahami kisah sebenarnya di balik Alkitab ataupun substansinya. Sekarang ini, orang masih memiliki perasaan ajaib yang tak bisa dijelaskan tentang Alkitab; bahkan lebih dari itu, mereka terobsesi olehnya, dan beriman kepadanya. Sekarang ini, setiap orang ingin menemukan berbagai nubuatan tentang pekerjaan akhir zaman dalam Alkitab. Mereka ingin menemukan pekerjaan apa yang dilakukan oleh Tuhan selama akhir zaman, dan apa sajakah tanda-tanda akhir zaman itu. Dengan demikian, pemujaan mereka kepada Alkitab menjadi lebih membara, dan semakin dekat akhir zaman, semakin besar kepercayaan yang mereka berikan kepada berbagai nubuatan dalam Alkitab, terutama tentang akhir zaman itu. Dengan kepercayaan dan keyakinan buta kepada Alkitab seperti ini, mereka tidak berhasrat untuk mencari pekerjaan Roh Kudus. Dalam pemahaman mereka, mereka pikir hanya Alkitablah yang bisa mendatangkan pekerjaan Roh Kudus; hanya di dalam Alkitablah mereka bisa menemukan jejak-jejak langkah Tuhan; hanya di dalam Alkitablah tersembunyi misteri pekerjaan Tuhan; hanya Alkitablah—bukan buku atau orang lain—yang bisa menjelaskan segala sesuatu tentang Tuhan dan keseluruhan pekerjaan-Nya; Alkitab bisa mendatangkan pekerjaan surga ke bumi; dan Alkitab bisa memulai sekaligus mengakhiri zaman. Dengan pemahaman seperti ini, orang tidak memiliki kecenderungan untuk mencari pekerjaan Roh Kudus. Jadi, terlepas dari seberapa besar Alkitab telah membantu manusia di masa lalu, Alkitab telah menjadi rintangan bagi pekerjaan terbaru Tuhan. Tanpa Alkitab, orang bisa mencari jejak langkah Tuhan di tempat lain, tetapi di masa ini, jejak langkah-Nya telah dikungkung oleh Alkitab, menjadikan perluasan pekerjaan terbaru-Nya dua kali lipat lebih sulit dan merupakan pergumulan berat. Semua ini dikarenakan oleh pasal-pasal dan kata-kata terkenal dari Alkitab serta berbagai nubuatan di dalamnya. Alkitab telah menjadi berhala di benak orang, ia telah menjadi teka-teki di otak mereka, dan mereka tidak sanggup untuk percaya bahwa Tuhan bisa bekerja terlepas dari Alkitab, mereka tidak sanggup untuk percaya bahwa orang bisa menemukan Tuhan di luar Alkitab, apalagi percaya bahwa Tuhan bisa meninggalkan Alkitab selama melakukan pekerjaan terakhir dan memulai pekerjaan yang baru. Ini tidak terpikirkan oleh orang-orang; mereka tidak bisa memercayainya, dan tidak bisa membayangkannya. Alkitab telah menjadi rintangan yang besar dalam hal penerimaan orang akan pekerjaan baru Tuhan, dan telah menyulitkan perluasan pekerjaan baru ini.

Dikutip dari "Tentang Alkitab (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

2. Sebelum Zaman Kasih Karunia, orang membaca Alkitab, tetapi pada saat itu hanya ada Perjanjian Lama; tidak ada Perjanjian Baru. Karena hanya ada Alkitab Perjanjian Lama, mereka pun mulai membaca kitab suci. Setelah bimbingan yang diberikan Yahweh kepadanya selesai, Musa menuliskan Kitab Kejadian, Keluaran, dan Ulangan. Ia mengingat kembali pekerjaan Yahweh pada masa itu dan menuliskannya. Alkitab adalah buku sejarah. Tentu saja, buku ini juga mengandung beberapa ramalan para nabi, dan ramalan ini bukanlah sejarah. Alkitab terdiri dari beberapa bagian—bukan hanya ada nubuatan, bukan hanya ada pekerjaan Yahweh, juga bukan hanya ada surat-surat Paulus. Engkau harus mengetahui ada berapa banyak bagian di dalam Alkitab; Perjanjian Lama terdiri dari Kejadian, Keluaran ..., dan kitab-kitab nubuat yang ditulis oleh para nabi. Perjanjian Lama diakhiri dengan Kitab Maleakhi. Perjanjian Lama mencatat pekerjaan Zaman Hukum Taurat, yang dipimpin oleh Yahweh; dari Kejadian sampai Maleakhi, ini merupakan catatan yang meliputi banyak hal tentang semua pekerjaan di Zaman Hukum Taurat. Artinya, Perjanjian Lama mencatat semua yang dialami oleh orang-orang yang dipimpin oleh Yahweh di Zaman Hukum Taurat. Selama Zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama, sejumlah besar nabi yang diangkat oleh Yahweh untuk bernubuat bagi-Nya memberi petunjuk kepada berbagai suku dan bangsa, dan menubuatkan pekerjaan yang akan Yahweh lakukan. Semua orang yang telah diangkat ini telah dikaruniai Roh nubuat oleh Yahweh: mereka bisa melihat penglihatan-penglihatan yang berasal dari Yahweh dan mendengar suara-Nya, dan dengan cara demikian mereka diilhami oleh-Nya dan mereka pun menuliskan nubuat-nubuat tersebut. Pekerjaan yang mereka lakukan adalah ungkapan dari suara Yahweh—itu adalah pekerjaan nubuat yang mereka lakukan atas nama Yahweh, dan pekerjaan Yahweh pada saat itu hanyalah membimbing orang dengan menggunakan Roh-Nya; Dia tidak menjadi daging, dan orang-orang tidak melihat wajah-Nya. Oleh karena itulah, Dia mengangkat banyak nabi untuk melakukan pekerjaan-Nya, dan memberi mereka tutur kata-Nya yang kemudian mereka sampaikan kepada setiap suku dan kaum Israel. Pekerjaan mereka adalah bernubuat, dan beberapa di antara mereka menuliskan petunjuk Yahweh kepada mereka untuk ditunjukkan kepada orang lain. Yahweh mengangkat orang-orang ini untuk bernubuat, untuk meramalkan pekerjaan di masa depan atau pekerjaan yang masih harus diselesaikan pada masa itu, agar orang-orang dapat memandang kehebatan dan hikmat Yahweh. Kitab-kitab nubuat ini sangat berbeda dari kitab-kitab lain di dalam Alkitab; kitab ini berisi perkataan-perkataan yang diucapkan atau ditulis oleh mereka yang telah dikaruniai Roh bernubuat—ditulis oleh mereka yang telah mendapat penglihatan atau mendengar suara Yahweh. Selain kitab-kitab nubuat ini, semua bagian yang lain dalam Perjanjian Lama adalah catatan yang dibuat oleh orang-orang sesudah Yahweh menyelesaikan pekerjaan-Nya. Kitab-kitab ini tidak bisa menggantikan nubuat yang diucapkan oleh nabi-nabi yang diangkat oleh Yahweh, sama seperti Kitab Kejadian dan Keluaran tidak bisa dibandingkan dengan Kitab Yesaya dan Kitab Daniel. Nubuatan-nubuatan itu diucapkan sebelum pekerjaan dilaksanakan; sedangkan kitab-kitab lain ditulis sesudah pekerjaan diselesaikan, karena hanya itu yang bisa orang lakukan. Para nabi pada masa itu diilhami oleh Yahweh dan mengucapkan beberapa nubuat, mereka mengucapkan banyak perkataan, dan mereka menubuatkan hal-hal yang akan terjadi pada Zaman Kasih Karunia, juga penghancuran dunia pada akhir zaman—yaitu pekerjaan yang Yahweh rencanakan. Kitab-kitab lainnya berisi catatan tentang pekerjaan yang telah Yahweh lakukan di Israel. Jadi, tatkala membaca Alkitab, engkau terutama sedang membaca tentang apa yang Yahweh lakukan di Israel. Alkitab Perjanjian Lama terutama mencatat pekerjaan Yahweh dalam membimbing Israel, bagaimana Dia memakai Musa untuk membimbing orang Israel keluar dari Mesir, membebaskan mereka dari belenggu Firaun, dan membawa mereka ke padang gurun. Setelahnya, mereka memasuki Kanaan, dan segala sesuatu sesudah ini adalah tentang kehidupan mereka di Kanaan. Selain semua ini, Perjanjian Lama adalah catatan tentang pekerjaan Yahweh di seluruh Israel. Segala sesuatu yang tercatat di Perjanjian Lama adalah pekerjaan Yahweh di Israel, pekerjaan yang Yahweh telah lakukan di tanah tempat Dia menciptakan Adam dan Hawa. Dari saat ketika Tuhan resmi mulai menuntun manusia di bumi sesudah zaman Nuh, semua yang dicatat di Perjanjian Lama adalah pekerjaan Israel. Dan mengapa tidak ada catatan tentang pekerjaan di luar Israel? Karena tanah Israel adalah tempat kelahiran umat manusia. Pada mulanya, tidak ada negara lain selain Israel, dan Yahweh tidak bekerja di tempat lain. Dengan demikian, apa yang tercatat di dalam Alkitab adalah murni pekerjaan di Israel pada masa itu. Kata-kata yang diucapkan oleh para nabi, oleh Yesaya, Daniel, Yeremia, dan Yehezkiel ... kata-kata mereka meramalkan pekerjaan Yahweh yang lainnya di muka bumi, mereka meramalkan pekerjaan Tuhan Yahweh itu sendiri. Semua ini berasal dari Tuhan, semua ini adalah pekerjaan Roh Kudus, dan selain dari kitab-kitab nabi ini, segala sesuatu yang tertulis adalah catatan tentang pengalaman manusia dalam pekerjaan yang Yahweh lakukan pada masa itu.

Dikutip dari "Tentang Alkitab (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

3. Buku seperti apakah Alkitab itu? Perjanjian Lama berisi tentang pekerjaan Tuhan selama Zaman Hukum Taurat. Perjanjian Lama dari Alkitab mencatat semua pekerjaan yang dilakukan oleh Yahweh selama Zaman Hukum Taurat dan pekerjaan penciptaan-Nya. Seluruh isinya mencatat pekerjaan yang telah dilakukan oleh Yahweh, dan kisah tentang pekerjaan Yahweh itu diakhiri dalam Kitab Maleakhi. Perjanjian Lama mencatat dua bagian pekerjaan yang telah Tuhan lakukan: yang pertama adalah pekerjaan penciptaan, dan yang kedua adalah penetapan hukum Taurat. Keduanya adalah pekerjaan yang Yahweh lakukan. Zaman Hukum Taurat merepresentasikan pekerjaan di bawah nama Tuhan Yahweh; ini adalah keseluruhan pekerjaan yang terutama dilaksanakan di bawah nama Yahweh. Jadi, Perjanjian Lama mencatat pekerjaan Yahweh, sedangkan Perjanjian Baru mencatat pekerjaan Yesus, pekerjaan yang terutama dilakukan di bawah nama Yesus. Makna penting dari nama Yesus dan pekerjaan yang dilakukan-Nya sebagian besar dicatat di dalam Perjanjian Baru. Selama Zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama, Yahweh membangun bait suci dan mezbah di Israel. Dia membimbing kehidupan orang Israel di bumi, membuktikan bahwa mereka adalah umat pilihan-Nya, yaitu kelompok orang pertama yang Dia pilih di muka bumi dan yang berkenan di hati-Nya, kelompok pertama yang dipimpin-Nya secara pribadi. Dengan kata lain, kedua belas suku Israel adalah orang-orang terpilih yang pertama, jadi Dia selalu bekerja di dalam mereka, sampai saat pekerjaan Yahweh di Zaman Hukum Taurat berakhir. Tahap kedua pekerjaan ini adalah pekerjaan pada Zaman Kasih Karunia dari Perjanjian Baru, dan ini dilaksanakan di antara suku Yehuda, salah satu dari kedua belas suku Israel. Cakupan pekerjaan itu lebih kecil karena Yesus adalah Tuhan yang menjadi daging. Yesus hanya bekerja di tanah Yudea, dan hanya melakukan pekerjaan selama tiga-setengah tahun; oleh karenanya, apa yang tercatat di Perjanjian Baru tidaklah bisa melampaui jumlah pekerjaan yang tercatat dalam Perjanjian Lama. Pekerjaan Yesus di Zaman Kasih Karunia itu terutama dicatat di dalam keempat Kitab Injil. Jalan yang ditempuh orang-orang pada Zaman Kasih Karunia adalah jalan perubahan-perubahan yang paling dangkal di dalam watak hidup mereka, sebagian besar di antaranya dicatat di dalam surat para rasul. Surat para rasul menunjukkan bagaimana Roh Kudus bekerja pada saat itu. (Tentu saja, terlepas dari apakah Paulus dihajar atau tertimpa kemalangan, dalam melakukan pekerjaan yang ia lakukan, ia dituntun oleh Roh Kudus. Ia adalah seseorang yang dipakai oleh Roh Kudus pada masa itu; Petrus juga dipakai oleh Roh Kudus, tetapi ia tidak melakukan pekerjaan sebanyak Paulus. Sekalipun pekerjaan Paulus mengandung kecemaran manusia, dari surat-surat yang Paulus tulis, dapat dilihat bagaimana Roh Kudus bekerja pada masa itu; jalan yang dijalani oleh Paulus adalah jalan yang tepat, benar, dan itu adalah jalan Roh Kudus.)

Dikutip dari "Tentang Alkitab (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

4. Jika engkau ingin melihat pekerjaan pada Zaman Hukum Taurat, dan melihat bagaimana bangsa Israel mengikuti jalan Yahweh, engkau harus membaca Perjanjian Lama; jika engkau ingin memahami pekerjaan pada Zaman Kasih Karunia, engkau harus membaca Perjanjian Baru. Tetapi bagaimana jika engkau ingin melihat pekerjaan pada akhir zaman? Engkau harus menerima kepemimpinan Tuhan pada zaman sekarang, dan memasuki pekerjaan pada zaman ini, karena inilah pekerjaan yang baru itu, yang belum pernah tercatat dalam Alkitab. Pada zaman ini, Tuhan telah menjadi daging dan memilih orang-orang pilihan lainnya di Tiongkok. Tuhan bekerja di dalam diri orang-orang ini. Dia melanjutkan pekerjaan-Nya di bumi, melanjutkan pekerjaan yang dilakukan-Nya dari Zaman Kasih Karunia. Pekerjaan pada zaman sekarang adalah jalan yang belum pernah ditempuh oleh manusia dan belum pernah dilihat oleh siapa pun. Ini adalah pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya—inilah pekerjaan terbaru Tuhan di muka bumi. Jadi, pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya bukanlah sejarah, karena kini adalah kini, dan belum menjadi masa lalu. Orang-orang tidak tahu bahwa Tuhan telah melakukan pekerjaan yang lebih besar, yang lebih baru di bumi, dan di luar Israel. Pekerjaan ini telah terjadi di luar cakupan Israel, dan di luar nubuatan para nabi. Ini adalah pekerjaan yang baru dan menakjubkan di luar nubuatan, dan pekerjaan yang lebih baru di luar Israel, dan ini adalah pekerjaan yang tidak bisa dipahami atau dibayangkan orang. Mungkinkah Alkitab memuat catatan-catatan yang jelas mengenai pekerjaan seperti ini? Siapakah yang bisa terlebih dahulu mencatat setiap bagian pekerjaan Tuhan zaman ini, tanpa kelalaian? Siapa yang bisa mencatat pekerjaan yang lebih besar dan lebih bijaksana, yang menentang tradisi ini, dalam buku tua yang berjamur? Pekerjaan pada zaman ini bukanlah sejarah, dan karenanya, jika engkau ingin menapaki jalan baru pada hari ini, engkau harus beranjak dari Alkitab, engkau harus melangkah melampaui kitab-kitab nubuatan atau sejarah yang ada dalam Alkitab. Hanya dengan begitu engkau akan dapat menapaki jalan yang baru ini dengan benar, hanya dengan begitu engkau akan bisa memasuki dunia baru dan pekerjaan yang baru tersebut. Engkau harus mengerti mengapa pada hari ini engkau diminta untuk tidak membaca Alkitab, mengapa ada pekerjaan lain yang terpisah dari Alkitab, mengapa Tuhan tidak mencari penerapan yang lebih baru, lebih rinci, di dalam Alkitab, mengapa ada pekerjaan yang lebih besar di luar Alkitab. Inilah semua yang harus engkau sekalian pahami. Engkau harus mengetahui perbedaan antara pekerjaan lama dan pekerjaan yang baru, dan meskipun engkau tidak membaca Alkitab, engkau harus bisa membedahnya; jika tidak, engkau masih tetap akan menyembah Alkitab, dan akan sulit bagimu untuk memasuki pekerjaan yang baru dan mengalami perubahan-perubahan yang baru. Jika ada jalan yang lebih tinggi, mengapa mempelajari jalan yang rendah dan sudah kedaluwarsa? Jika ada perkataan yang lebih baru, dan pekerjaan yang lebih baru, mengapa hidup di antara catatan-catatan sejarah tua? Perkataan-perkataan baru ini dapat memberimu perbekalan, yang membuktikan bahwa ini adalah pekerjaan yang baru; catatan-catatan lama tidak dapat memuaskanmu, atau memuaskan kebutuhanmu di saat ini, yang membuktikan bahwa semua itu adalah sejarah, dan bukan pekerjaan di saat ini dan di sini. Jalan yang tertinggi adalah pekerjaan yang terbaru, terlepas dari seberapa tingginya jalan di masa lalu, jalan itu tetap merupakan sejarah berisi perenungan orang-orang, dan terlepas dari nilainya sebagai rujukan, semuanya tetap merupakan jalan yang lama. Meskipun tercatat dalam "Kitab Suci", jalan yang lama tetap merupakan sejarah. Meskipun tidak tercatat dalam "Kitab Suci", jalan yang baru adalah jalan yang terjadi di sini dan sekarang. Jalan ini bisa menyelamatkanmu, dan jalan ini bisa mengubahmu, karena ini adalah pekerjaan Roh Kudus.

Dikutip dari "Tentang Alkitab (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

5. Alkitab adalah sebuah buku sejarah, dan jika engkau makan dan minum Perjanjian Lama selama Zaman Kasih Karunia—jika engkau melakukan apa yang dituntut di zaman Perjanjian Lama selama Zaman Kasih Karunia—Yesus akan menolak dan mengutukmu; jika engkau menerapkan Perjanjian Lama pada pekerjaan Yesus, engkau akan menjadi orang Farisi. Jika hari ini engkau mencampur Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru untuk dimakan dan diminum, dan dilakukan, Tuhan masa kini akan mengutukmu; engkau akan ketinggalan pekerjaan Roh Kudus hari ini! Jika engkau makan dan minum Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, engkau berada di luar aliran Roh Kudus! Selama zaman Yesus, Yesus memimpin orang Yahudi dan semua orang yang mengikuti-Nya selaras dengan pekerjaan Roh Kudus di dalam Dia di saat itu. Dia tidak menggunakan Alkitab sebagai landasan dari pekerjaan-Nya, tetapi bicara sesuai dengan pekerjaan-Nya; Dia tidak memerhatikan apa yang dikatakan oleh Alkitab, Dia juga tidak mencari jalan untuk memimpin pengikut-Nya di dalam Alkitab. Sejak Dia mulai bekerja, Dia menyebarkan jalan pertobatan—kata yang sama sekali tidak disebut di dalam nubuat Perjanjian Lama. Dia bukan saja tidak bertindak sesuai dengan Alkitab, tetapi Dia juga membuka jalan yang baru, dan melakukan pekerjaan baru. Dia tidak pernah merujuk pada Alkitab ketika berkotbah. Selama Zaman Hukum Taurat, tidak ada orang yang pernah bisa melakukan mukjizat-Nya dalam menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Demikian pula, pekerjaan-Nya, ajaran-Nya, otoritas-Nya, dan kuasa firman-Nya melampaui siapa pun selama Zaman Hukum Taurat. Yesus hanya melakukan pekerjaan yang lebih baru, dan meskipun banyak orang mengutuk-Nya dengan menggunakan Alkitab—dan bahkan menggunakan Perjanjian Lama untuk menyalibkan-Nya—pekerjaan-Nya melampaui Perjanjian Lama; jika tidak demikian, mengapa orang-orang memakukan-Nya ke salib? Bukankah karena Perjanjian Lama tidak mengatakan apa pun tentang ajaran-Nya dan kemampuan-Nya untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan? Pekerjaan-Nya dimaksudkan untuk membuka jalan baru, bukan untuk sengaja melawan Alkitab, atau sengaja membuang Perjanjian Lama. Dia hanya datang untuk melakukan pelayanan-Nya, untuk mendatangkan pekerjaan baru bagi mereka yang merindukan dan mencari Dia. Dia bukan datang untuk menjelaskan Perjanjian Lama atau menegakkan pekerjaan dari masa Perjanjian Lama. Pekerjaan-Nya bukanlah dimaksudkan untuk melanjutkan perkembangan Zaman Hukum Taurat, karena pekerjaan-Nya tidak mempertimbangkan apakah Alkitab digunakan sebagai landasan pekerjaan itu; Yesus hanya datang untuk melakukan pekerjaan yang harus Dia lakukan. Jadi, Dia tidak menjelaskan nubuat dari Perjanjian Lama, Dia juga tidak bekerja menurut firman Perjanjian Lama dari Zaman Hukum Taurat. Dia mengabaikan apa yang dikatakan oleh Perjanjian Lama, Dia tidak peduli apakah Perjanjian Lama setuju atau tidak setuju dengan pekerjaan-Nya, dan tidak peduli pada apa yang orang lain ketahui tentang pekerjaan-Nya, atau bagaimana mereka mengutuk pekerjaan-Nya. Dia hanya terus melakukan pekerjaan yang harus Dia lakukan, walaupun banyak orang menggunakan nubuatan para nabi Perjanjian Lama untuk mengutuk-Nya. Bagi orang-orang, pekerjaan-Nya sepertinya tidak punya dasar, dan banyak dari pekerjaan-Nya yang tidak selaras dengan catatan dari Perjanjian Lama. Bukankah ini kebodohan? Apakah doktrin perlu diterapkan pada pekerjaan Tuhan? Dan haruskah pekerjaan Tuhan selaras dengan nubuatan para nabi? Bagaimanapun juga, mana yang lebih besar: Tuhan atau Alkitab? Mengapa pekerjaan Tuhan harus dilakukan berdasarkan Alkitab? Apakah Tuhan tidak punya hak untuk melampaui Alkitab? Tidak bisakah Tuhan meninggalkan Alkitab dan melakukan pekerjaan lain? Mengapa Yesus dan murid-murid-Nya tidak memelihara hari Sabat? Jika Dia harus memelihara hari Sabat dan bertindak sesuai dengan perintah-perintah Perjanjian Lama, mengapa Yesus tidak memelihara hari Sabat setelah Dia datang, tetapi malah membasuh kaki, menutup kepala, memecah roti, dan minum anggur? Bukankah semua ini tidak tercantum di dalam perintah Perjanjian Lama? Jika Yesus menghormati Perjanjian Lama, mengapa Dia menentang doktrin-doktrin ini? Engkau harus mengetahui mana yang ada lebih dahulu, Tuhan atau Alkitab! Sebagai Tuhan atas hari Sabat, tidak bisakah Dia juga menjadi Tuhan atas Alkitab?

Dikutip dari "Tentang Alkitab (1)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

6. Alkitab juga disebut dengan Perjanjian Lama dan Baru. Tahukah engkau semua merujuk pada apakah kata "perjanjian"? "Perjanjian" dalam Perjanjian Lama berasal dari perjanjian Yahweh dengan bangsa Israel saat Dia membunuh orang Mesir dan menyelamatkan orang Israel dari Firaun. Tentu, bukti perjanjian ini adalah darah anak domba yang dioleskan pada ambang pintu, yang digunakan oleh Tuhan untuk membuat sebuah perjanjian dengan umat manusia, yang di dalamnya dikatakan bahwa semua orang yang memiliki darah anak domba di kedua tiang pintu dan ambang atas adalah orang Israel, mereka orang-orang pilihan Tuhan, dan mereka semua akan diselamatkan oleh Yahweh (karena Yahweh kemudian akan membunuh semua anak lelaki sulung orang Mesir serta domba dan ternak sulung). Perjanjian ini memiliki dua tingkatan makna. Tidak seorang pun dan tak satu pun ternak Mesir akan diselamatkan oleh Yahweh. Dia akan membunuh semua anak sulung manusia serta domba dan ternak sulung. Oleh karena itu, dalam banyak kitab nubuat, dinubuatkan bahwa orang Mesir dihajar dengan berat sebagai hasil dari perjanjian Yahweh. Ini adalah tingkatan pertama dari makna perjanjian. Yahweh membunuh anak lelaki sulung orang Mesir serta semua ternak sulung mereka, dan Dia membiarkan hidup seluruh orang Israel, yang berarti semua yang berada di tanah Israel dilindungi oleh Yahweh, dan semuanya akan dibiarkan hidup; Dia ingin melakukan pekerjaan jangka panjang dengan mereka, dan membuat perjanjian dengan mereka dengan menggunakan darah anak domba. Sejak itu, Yahweh tidak akan membunuh orang Israel, dan berkata bahwa mereka akan selalu menjadi umat pilihan-Nya. Di antara kedua belas suku Israellah, Dia akan memulai pekerjaan-Nya di sepanjang Zaman Hukum Taurat, Dia akan memberi semua hukum-Nya kepada orang Israel, dan memilih di antara mereka sebagai para nabi serta hakim, dan mereka akan berada di pusat pekerjaan-Nya. Yahweh membuat sebuah perjanjian dengan mereka: kecuali zaman berubah, Dia hanya akan bekerja di antara orang-orang pilihan. Perjanjian Yahweh tidak tergoyahkan, karena dibuat dengan darah, dan dibuat bersama orang-orang pilihan-Nya. Lebih penting, Dia telah memilih jangkauan dan sasaran tepat yang digunakan untuk memulai pekerjaan-Nya untuk seluruh zaman, dan dengan demikian orang memandang perjanjian itu sebagai hal yang sangat penting. Inilah tingkatan kedua dari makna perjanjian tersebut. Dengan pengecualian pada kitab Kejadian, yang ada sebelum perjanjian dibuat, semua kitab lain dalam Perjanjian Lama mencatat pekerjaan Tuhan di antara orang Israel setelah perjanjian dibuat. Tentu saja, sesekali ada cerita tentang bangsa-bangsa non-Yahudi, tetapi secara keseluruhan, Perjanjian Lama mencatat pekerjaan Tuhan di Israel. Karena perjanjian Yahweh dengan orang Israel, kitab-kitab yang ditulis selama Zaman Hukum Taurat disebut sebagai "Perjanjian Lama." Semua kitab tersebut dinamai berdasarkan perjanjian Yahweh dengan orang Israel.

Perjanjian Baru dinamai berdasarkan darah yang ditumpahkan oleh Yesus pada salib dan perjanjian-Nya dengan semua orang yang percaya kepada-Nya. Perjanjian Yesus adalah ini: orang hanya perlu memercayai-Nya agar segala dosa mereka dapat diampuni oleh darah-Nya, dan kemudian mereka akan diselamatkan, dan dilahirkan kembali melalui Dia, dan tidak lagi menjadi orang berdosa; orang hanya perlu memercayai-Nya untuk menerima anugerah-Nya, dan tidak akan menderita di neraka setelah mereka mati. Semua kitab yang ditulis selama Zaman Kasih Karunia adalah tentang perjanjian ini, dan semuanya mencatat pekerjaan dan ucapan-ucapan yang ada di dalamnya. Semua kitab tersebut berbicara tidak lebih dari penyelamatan penyaliban Tuhan Yesus atau perjanjian; semuanya adalah kitab yang ditulis oleh saudara dalam Tuhan yang mengalaminya. Jadi, kitab-kitab ini juga dinamai berdasarkan sebuah perjanjian: semua itu disebut Perjanjian Baru. Dua perjanjian ini hanya mencakup Zaman Kasih Karunia serta Zaman Hukum Taurat, dan tidak memiliki keterkaitan dengan zaman akhir. Jadi, Alkitab tidak banyak membantu bagi orang akhir zaman yang hidup saat ini. Paling jauh, hanya digunakan sebagai referensi sementara, tetapi pada dasarnya bernilai guna kecil.

Dikutip dari "Tentang Alkitab (2)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

7. Tidak semua hal di dalam Alkitab merupakan catatan perkataan yang diucapkan oleh Tuhan sendiri. Alkitab hanya mendokumentasikan dua tahap pekerjaan Tuhan sebelumnya yaitu satu bagian berupa catatan tentang nubuatan para nabi, dan satu bagian lagi merupakan pengalaman dan pengetahuan yang ditulis orang-orang yang dipakai Tuhan di sepanjang zaman. Pengalaman manusia dicemari oleh pendapat dan pengetahuan manusia, hal ini tak terhindarkan. Di banyak kitab dalam Alkitab terdapat gagasan manusia, prasangka manusia, dan penafsiran manusia yang tidak masuk akal. Tentu saja, sebagian besar perkataan itu hasil dari pencerahan dan penerangan Roh Kudus, dan merupakan penafsiran yang benar—tetapi tetap belum dapat dikatakan penafsiran tersebut adalah perungkapan kebenaran yang benar-benar tepat. Pandangan mereka tentang hal-hal tertentu tidak lebih dari apa yang mereka ketahui dari pengalaman pribadi, atau pencerahan Roh Kudus. Nubuat para nabi diberi petunjuk oleh Tuhan sendiri: nubuatan Yesaya, Daniel, Ezra, Yeremia, dan Yehezkiel berasal dari petunjuk langsung Roh Kudus, orang-orang ini adalah para pelihat, mereka telah menerima Roh nubuat, mereka semua adalah nabi Perjanjian Lama. Selama Zaman Hukum Taurat, orang-orang ini, yang telah menerima wahyu dari Yahweh, menyampaikan banyak nubuat, yang secara langsung diberi petunjuk oleh Yahweh. Mengapa Yahweh melakukan pekerjaan di dalam diri mereka? Karena orang Israel adalah umat pilihan Tuhan: pekerjaan para nabi harus dilakukan di antara mereka, dan mereka memenuhi syarat untuk menerima wahyu tersebut. Sesungguhnya, mereka sendiri tidak memahami wahyu Tuhan kepada mereka. Roh Kudus mengucapkan kata-kata itu melalui mulut mereka supaya orang-orang di masa yang akan datang dapat memahami perkara-perkara itu, dan melihat bahwa itu benar-benar pekerjaan Roh Tuhan, pekerjaan Roh Kudus, dan tidak berasal dari manusia, dan untuk meneguhkan pekerjaan Roh Kudus kepada mereka.

Dikutip dari "Tentang Alkitab (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

8. Saat ini, orang percaya bahwa Alkitab adalah Tuhan, dan Tuhan adalah Alkitab. Jadi, mereka juga percaya bahwa semua kata-kata dalam Alkitab adalah satu-satunya perkataan yang diucapkan oleh Tuhan, dan bahwa semuanya itu dikatakan oleh Tuhan. Mereka yang percaya kepada Tuhan bahkan mengira meskipun enam puluh enam kitab Perjanjian Lama dan Baru semuanya ditulis oleh manusia, semuanya memperoleh wahyu dari Tuhan, dan semuanya merupakan catatan perkataan Roh Kudus. Ini penafsiran manusia yang salah, dan hal ini tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Sesungguhnya, selain kitab-kitab nubuat, sebagian besar Perjanjian Lama adalah catatan sejarah. Beberapa surat Perjanjian Baru berasal dari pengalaman orang, dan beberapa merupakan hasil dari pencerahan Roh Kudus; surat-surat Paulus, misalnya, muncul dari pekerjaan manusia, surat-surat itu semuanya hasil dari pencerahan Roh Kudus, ditulis untuk jemaat-jemaat, berisi kata-kata nasihat dan dorongan bagi saudara seiman di jemaat-jemaat. Perkataan itu tidak diucapkan oleh Roh Kudus—Paulus tidak dapat berbicara atas nama Roh Kudus, dan ia juga bukan seorang nabi, apalagi memperoleh penglihatan yang Yohanes lihat. Surat-suratnya ditulis untuk jemaat-jemaat di Efesus, Filadelfia, Galatia, dan jemaat-jemaat lain. Dengan demikian, surat-surat Paulus dalam Perjanjian Baru adalah surat-surat yang ditulis Paulus untuk jemaat-jemaat, dan bukan wahyu Roh Kudus, juga bukan ucapan langsung Roh Kudus. Surat-surat itu hanyalah kata-kata nasihat, penghiburan, dan dorongan yang ditulisnya untuk jemaat selama pekerjaannya. Jadi, surat-surat itu juga adalah catatan sebagian besar pekerjaan Paulus pada masa itu. Mereka ditulis untuk semua saudara-saudari seiman dalam Tuhan, untuk membuat saudara-saudari seiman di seluruh jemaat pada masa itu mengikuti nasihatnya dan menaati semua jalan Tuhan Yesus. Paulus sama sekali tidak mengatakan bahwa, baik jemaat-jemaat pada masa itu maupun masa yang akan datang, semua harus makan dan minum hal-hal yang dia tuliskan, Paulus juga tidak mengatakan semua perkataannya berasal dari Tuhan. Berdasarkan keadaan jemaat pada masa itu, ia hanya berbicara dengan saudara-saudari seiman, menasihati mereka, dan membangkitkan iman mereka; dan ia hanya berkhotbah atau mengingatkan orang-orang dan menasihati mereka. Kata-katanya didasarkan pada bebannya sendiri, dan ia mendukung orang melalui kata-kata ini. Ia melakukan pekerjaan seorang rasul jemaat pada masa itu, ia seorang pekerja yang dipakai oleh Tuhan Yesus, dengan demikian ia diberi tanggung jawab atas jemaat-jemaat, ia dibebani dengan tugas melakukan pekerjaan jemaat-jemaat, ia harus memahami bagaimana keadaan saudara-saudara seiman—karena itu, ia menulis surat untuk semua saudara seiman dalam Tuhan. Segala hal membangun dan positif yang dikatakannya kepada orang memang benar, tetapi tidak merepresentasikan ucapan Roh Kudus itu sendiri, dan Paulus tidak dapat merepresentasikan Tuhan. Adalah pemahaman yang sangat buruk, dan penghujatan yang sangat besar, jika orang menganggap catatan pengalaman manusia dan surat-surat seorang rasul sebagai kata-kata yang diucapkan oleh Roh Kudus kepada jemaat-jemaat! Hal itu secara khusus benar dalam hal surat-surat yang ditulis Paulus untuk jemaat-jemaat, karena surat-suratnya ditulis untuk saudara-saudara seiman berdasarkan keadaan dan situasi masing-masing jemaat pada masa itu, untuk menasihati saudara-saudara seiman di dalam Tuhan, supaya mereka dapat menerima anugerah Tuhan Yesus. Surat-suratnya ditulis untuk membangun saudara-saudara seiman pada masa itu. Dapat dikatakan bahwa ini merupakan beban dirinya sendiri, juga beban yang ditanggungkan kepadanya oleh Roh Kudus; bagaimanapun, dialah rasul yang memimpin jemaat-jemaat pada masa itu, yang menulis surat untuk jemaat-jemaat dan menasihati mereka—itu adalah tanggung jawabnya. Identitasnya semata-mata seorang rasul yang melakukan pekerjaan, dan ia semata-mata rasul yang diutus oleh Tuhan; ia bukan seorang nabi, atau seorang penubuat. Jadi, bagi Paulus, pekerjaannya sendiri dan kehidupan saudara-saudari seimanlah yang terpenting. Dengan demikian, ia tidak mungkin berbicara atas nama Roh Kudus. Kata-katanya bukanlah perkataan Roh Kudus, terlebih lagi tidak bisa dikatakan sebagai perkataan Tuhan, karena Paulus tidak lebih dari makhluk ciptaan Tuhan, dan tentu saja bukan inkarnasi Tuhan. Identitasnya tidak sama dengan identitas Yesus. Perkataan Yesus adalah perkataan Roh Kudus, itu adalah perkataan Tuhan, karena identitas-Nya adalah Kristus—Anak Tuhan. Bagaimana mungkin Paulus bisa setara dengan Dia? Jika orang melihat surat-surat atau perkataan Paulus sebagai ucapan Roh Kudus, dan menyembahnya sebagai Tuhan, dapat dikatakan mereka terlalu sembarangan. Lebih tegas lagi, bukankah ini artinya penghujatan? Bagaimana mungkin seseorang berbicara atas nama Tuhan? Dan bagaimana mungkin orang tunduk di hadapan catatan surat-surat Paulus dan kata-kata yang diucapkannya seolah-olah itu kitab suci, atau kitab surgawi? Dapatkah perkataan Tuhan diucapkan oleh manusia dengan tidak serius? Bagaimana mungkin seseorang berbicara atas nama Tuhan? Jadi, bagaimana pendapatmu—mungkinkah surat-surat yang ditulisnya untuk jemaat-jemaat tidak dicemari oleh gagasannya sendiri? Bagaimana mungkin surat-surat itu tidak dicemari dengan gagasan manusia? Ia menulis surat untuk jemaat-jemaat berdasarkan pengalaman pribadi dan taraf kehidupannya sendiri. Misalnya, Paulus menulis surat kepada jemaat Galatia yang memuat pendapat tertentu, dan Petrus menulis surat yang lain, yang mengemukakan pendapat lainnya. Manakah di antara keduanya berasal dari Roh Kudus? Tidak seorang pun bisa mengatakan secara pasti. Dengan demikian, yang dapat dikatakan hanyalah bahwa mereka keduanya menanggung beban bagi jemaat-jemaat, tetapi surat-surat mereka menggambarkan tingkat pertumbuhan mereka, surat-surat itu menggambarkan ketetapan dan dukungan mereka untuk saudara-saudara seiman, dan beban yang mereka tanggung bagi jemaat-jemaat, dan surat-surat itu hanya menggambarkan pekerjaan manusia; tidak sepenuhnya dari Roh Kudus. Jika engkau mengatakan bahwa surat-suratnya adalah perkataan Roh Kudus, engkau tidak masuk akal, dan engkau melakukan penghujatan! Surat-surat Paulus dan surat-surat lainnya dalam Perjanjian Baru setara dengan tulisan tokoh-tokoh rohani baru belakangan ini. Surat-surat itu sejajar dengan buku-buku Watchman Nee atau pengalaman hidup Lawrence, dan lain-lain. Hanya saja, buku-buku tokoh rohani yang baru ini tidak dikumpulkan ke dalam Perjanjian Baru, tetapi orang-orang ini pada hakikatnya sama: mereka orang-orang yang dipakai Roh Kudus selama waktu tertentu, dan mereka tidak dapat secara langsung merepresentasikan Tuhan.

Dikutip dari "Tentang Alkitab (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

9. Injil Matius dalam Perjanjian Baru mendokumentasikan silsilah Yesus. Pada awalnya, dikatakan Yesus adalah keturunan Abraham, anak Daud, dan anak Yusuf; selanjutnya dikatakan Yesus dikandung oleh Roh Kudus, dan lahir dari seorang perawan—yang berarti Dia bukan anak Yusuf atau keturunan Abraham, bukan anak Daud. Namun, silsilah itu bersikeras untuk mengaitkan Yesus dengan Yusuf. Selanjutnya, silsilah itu mulai memperlihatkan catatan mengenai proses kelahiran Yesus. Dikatakan bahwa Yesus dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan dari seorang perawan, dan bukan anak Yusuf. Namun dalam silsilah jelas tertulis Yesus adalah anak Yusuf, dan karena ditulis untuk Yesus, silsilah itu mencatat empat puluh dua generasi. Ketika sampai pada generasi Yusuf, dengan segera silsilah itu mengatakan Yusuf adalah suami Maria, perkataan yang dimaksudkan untuk membuktikan bahwa Yesus keturunan Abraham. Tidakkah ini sebuah kontradiksi? Silsilah dengan jelas mendokumentasikan garis keturunan Yusuf, ini jelas silsilah Yusuf, tetapi Matius bersikeras ini silsilah Yesus. Tidakkah hal ini menyangkal kenyataan tentang Yesus dikandung oleh Roh Kudus? Dengan demikian, apakah silsilah Matius itu bukan gagasan manusia? Hal ini sungguh menggelikan! Dengan demikian, engkau tahu bahwa kitab ini tidak sepenuhnya berasal dari Roh Kudus. Mungkin ada beberapa orang yang berpikir bahwa Tuhan harus memiliki silsilah di bumi, sebagai akibatnya mereka menetapkan Yesus sebagai generasi ke empat puluh dua dari Abraham. Hal itu sungguh menggelikan! Setelah tiba di bumi, bagaimana mungkin Tuhan memiliki silsilah? Jika engkau mengatakan Tuhan memiliki silsilah, bukankah engkau menganggap-Nya setara dengan makhluk-makhluk ciptaan Tuhan? Karena Tuhan bukan berasal dari bumi, Dia adalah Tuhan atas ciptaan, dan meskipun Dia hadir dalam daging, Dia tidak memiliki hakikat yang sama dengan manusia. Bagaimana engkau bisa menganggap Tuhan sebanding dengan makhluk ciptaan-Nya? Abraham tidak dapat merepresentasikan Tuhan; ia hanyalah alat dalam pekerjaan yang Yahweh lakukan pada masa itu, ia hanyalah seorang hamba setia yang berkenan kepada Yahweh, dan salah seorang dari antara umat Israel. Bagaimana mungkin ia merupakan nenek moyang dari Yesus?

Dikutip dari "Tentang Alkitab (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

10. Kitab-kitab Injil Perjanjian Baru dicatat dua puluh hingga tiga puluh tahun setelah Yesus disalibkan. Sebelumnya, orang Israel hanya membaca Perjanjian Lama. Artinya, pada awal Zaman Kasih Karunia, orang membaca Perjanjian Lama. Perjanjian Baru baru muncul selama Zaman Kasih Karunia. Perjanjian Baru belum ada ketika Yesus melakukan pekerjaan-Nya; orang-orang setelah kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surgalah yang mencatat pekerjaan-Nya. Baru setelah itu ada Empat Injil, di samping itu ada pula surat-surat Paulus dan Petrus, serta Kitab Wahyu. Baru setelah lebih tiga ratus tahun Yesus naik ke surga, ketika generasi berikutnya menyusun catatan mereka, ada Perjanjian Baru. Baru setelah pekerjaan ini selesai ada Perjanjian Baru; Perjanjian Baru tidak ada sebelumnya. Tuhan telah melakukan semua pekerjaan itu, Rasul Paulus telah melakukan semua pekerjaan itu, setelah itu surat-surat Paulus dan Petrus digabungkan, dan penglihatan terbesar yang dicatat Yohanes di Pulau Patmos ditempatkan paling akhir, karena penglihatan itu menubuatkan tentang pekerjaan pada akhir zaman. Semua ini pengaturan generasi-generasi selanjutnya, dan berbeda dengan ucapan-ucapan yang ada pada masa kini. Apa yang dicatat pada masa kini sesuai dengan tahap-tahap pekerjaan Tuhan; pada masa kini orang melibatkan diri dengan pekerjaan yang dilakukan Tuhan sendiri, dan perkataan yang diucapkan-Nya sendiri. Engkau tidak perlu ikut campur—perkataan, yang datang langsung dari Roh, telah disusun tahap demi tahap, dan berbeda dari pengelolaan catatan manusia. Perkara-perkara yang mereka catat, dapat dikatakan, sesuai dengan tingkat pendidikan dan kualitas manusia. Perkara-perkara yang mereka catat adalah pengalaman manusia, dan mereka masing-masing memiliki cara pencatatan dan pengetahuan sendiri, dan setiap pencatatan pun berbeda. Jadi, jika engkau menyembah Alkitab sebagai Tuhan, engkau sangat tidak berpengetahuan dan bodoh! Mengapa engkau tidak mencari apa pekerjaan Tuhan pada masa sekarang? Hanya pekerjaan Tuhan dapat menyelamatkan manusia. Alkitab tidak dapat menyelamatkan manusia, mereka bisa membacanya selama ribuan tahun, dan tetap tidak ada sedikit pun perubahan dalam diri mereka, dan jika engkau menyembah Alkitab, engkau tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan Roh Kudus.

Dikutip dari "Tentang Alkitab (3)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

11. Banyak orang percaya bahwa memahami dan mampu menafsirkan Alkitab sama dengan menemukan jalan yang benar—tetapi, pada kenyataannya, apakah masalahnya sesederhana itu? Tidak seorang pun tahu kenyataan tentang Alkitab: bahwa Alkitab tidak lebih dari catatan sejarah tentang pekerjaan Tuhan, dan bukti atas dua tahap pekerjaan Tuhan sebelumnya, dan tidak memberi engkau pemahaman tentang tujuan pekerjaan Tuhan. Setiap orang yang telah membaca Alkitab tahu bahwa Alkitab mencatat secara rinci dua tahap pekerjaan Tuhan selama Zaman Hukum Taurat dan Zaman Kasih Karunia. Perjanjian Lama membukukan sejarah Israel dan pekerjaan Yahweh sejak masa penciptaan hingga akhir Zaman Hukum Taurat. Perjanjian Baru mencatat pekerjaan Yesus di bumi, yang ada dalam Empat Injil, serta pekerjaan Paulus; bukankah itu catatan sejarah? Mengemukakan perkara-perkara zaman dahulu pada masa kini menjadikan semua itu sejarah, dan sungguhpun perkara-perkara itu sangat benar atau nyata, semuanya tetaplah sejarah—dan sejarah tidak dapat berurusan dengan masa kini. Karena Tuhan tidak melihat kembali sejarah! Jadi, jika engkau hanya memahami Alkitab, dan tidak memahami apa pun tentang pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan saat ini, dan jika engkau percaya kepada Tuhan tetapi tidak mencari pekerjaan Roh Kudus, engkau tidak mengerti apa artinya mencari Tuhan. Jika engkau membaca Alkitab untuk mempelajari sejarah Israel, untuk meneliti sejarah penciptaan Tuhan atas langit dan bumi, engkau tidak percaya kepada Tuhan. Akan tetapi saat ini, karena engkau percaya kepada Tuhan, dan mengejar kehidupan, mengejar pengenalan akan Tuhan, dan tidak mencari surat-surat dan doktrin yang mati, atau pemahaman tentang sejarah, engkau harus mencari kehendak Tuhan atas masa kini, dan harus mencari petunjuk tentang pekerjaan Roh Kudus. Seandainya engkau seorang arkeolog, engkau dapat membaca Alkitab saja—tetapi engkau bukan arkeolog, engkau adalah salah satu dari orang-orang yang percaya kepada Tuhan, dan engkau sebaiknya mencari kehendak Tuhan masa kini.

Dikutip dari "Tentang Alkitab (4)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

12. Alkitab adalah catatan sejarah tentang pekerjaan Tuhan di Israel, dan mencatat secara rinci banyak nubuat para nabi kuno serta beberapa ucapan Yahweh dalam pekerjaan-Nya pada masa itu. Karena itu, semua orang memandang kitab ini sebagai kitab suci (karena Tuhan tu kudus dan agung). Tentu saja, ini semua karena penghormatan mereka kepada Yahweh dan pemujaan mereka kepada Tuhan. Orang merujuk pada kitab ini dengan cara demikian semata-mata karena makhluk Tuhan sangat memuja Pencipta mereka, bahkan ada orang-orang yang menyebut kitab ini kitab surgawi. Sebenarnya, kitab ini hanyalah catatan manusia. Kitab ini tidak dinamai oleh Yahweh sendiri, begitu pula bukan Yahweh sendiri yang membimbing pembuatannya. Dengan kata lain, penulis kitab ini bukanlah Tuhan, tetapi manusia. Kitab Suci hanyalah gelar kehormatan yang diberikan kepadanya oleh manusia. Gelar ini tidak diputuskan oleh Yahweh dan Yesus setelah mereka berdua berdiskusi; gelar ini tidak lebih dari gagasan manusia—karena kitab ini tidak ditulis oleh Yahweh, apalagi Yesus. Sebaliknya, kitab ini adalah catatan dari banyak nabi, rasul, dan pelihat zaman dahulu, yang disusun oleh generasi-generasi selanjutnya menjadi sebuah kitab tentang tulisan-tulisan kuno yang, bagi orang, tampaknya sangat kudus, sebuah kitab yang mereka yakini mengandung banyak misteri mendalam dan tak terpahami, yang menunggu untuk disingkapkan oleh generasi-generasi mendatang. Dengan demikian, orang bahkan lebih cenderung untuk percaya kitab ini adalah kitab surgawi. Dengan penambahan Empat Injil dan Kitab Wahyu, sikap orang terhadap kitab ini sangat berbeda dari kitab lain mana pun, karena itu tidak ada yang berani membedah kitab surgawi ini—karena kitab ini terlalu sakral.

Dikutip dari "Tentang Alkitab (4)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

13. Pada saat ini, Aku membedah Alkitab dengan cara ini dan hal itu tidak berarti Aku membenci Alkitab, atau menolak nilai Alkitab sebagai rujukan. Aku sedang menjelaskan dan menerangkan tentang nilai yang melekat pada Alkitab dan asal-usul Alkitab kepadamu agar engkau tidak tetap berada dalam gelap. Orang memiliki begitu banyak pandangan tentang Alkitab, dan kebanyakan pandangan itu salah; membaca Alkitab dengan cara ini bukan saja mencegah mereka memperoleh apa yang seharusnya, tetapi, yang lebih penting, itu menghambat pekerjaan yang ingin Aku lakukan. Ini adalah gangguan yang sangat besar untuk pekerjaan di masa yang akan datang, dan hanya menawarkan kelemahan, bukan kelebihan. Jadi, yang Aku ajarkan kepada engkau hanyalah pokok dan kisah yang ada di dalam Alkitab. Aku tidak meminta agar engkau tidak membaca Alkitab, atau agar engkau pergi berkeliling sambil menyatakan Alkitab benar-benar tak bernilai, tetapi agar engkau memiliki pengetahuan dan pandangan yang benar tentang Alkitab. Jangan berat sebelah! Meskipun Alkitab adalah buku sejarah yang ditulis manusia, Alkitab juga secara rinci mencatat banyak prinsip yang digunakan orang-orang suci dan nabi-nabi zaman dahulu untuk melayani Tuhan, serta pengalaman para rasul belakangan ini dalam melayani Tuhan—semua itu benar-benar dilihat dan dialami oleh orang-orang ini, dan dapat berfungsi sebagai rujukan bagi orang-orang zaman ini dalam mencari jalan yang benar. Dengan demikian, dengan membaca Alkitab, orang juga dapat memperoleh banyak jalan hidup yang tidak dapat ditemukan dalam kitab-kitab lain. Jalan ini adalah jalan hidup tentang pekerjaan Roh Kudus yang dialami para nabi dan rasul zaman dahulu, dan banyak kata-kata itu berharga, dan dapat memberikan apa yang dibutuhkan orang. Jadi, semua orang suka membaca Alkitab. Karena ada begitu banyak perkara yang tersembunyi dalam Alkitab, pandangan orang terhadapnya tidaklah seperti pandangan mereka terhadap tulisan-tulisan tokoh rohani yang besar. Alkitab adalah catatan dan kumpulan pengalaman dan pengetahuan orang-orang yang melayani Yahweh dan Yesus di zaman dahulu dan zaman baru, dan dengan demikian generasi selanjutnya dapat memperoleh banyak pencerahan, penerangan, dan jalan pengamalan darinya. Alasan mengapa Alkitab lebih tinggi dari tulisan-tulisan tokoh rohani yang besar adalah karena semua tulisan mereka diambil dari Alkitab, pengalaman mereka semuanya berasal dari Alkitab, dan mereka semua menjelaskan Alkitab. Maka, meskipun orang dapat memperoleh bekal dari buku-buku tokoh-tokoh rohani yang besar, mereka masih menyembah Alkitab, karena Alkitab tampak sangat tinggi dan dalam bagi mereka! Meskipun Alkitab menyatukan beberapa kitab yang memuat kata-kata kehidupan, seperti surat-surat Paulus dan surat-surat Petrus, dan meskipun orang dapat diperlengkapi dan ditolong oleh kitab-kitab ini, kitab-kitab ini tetaplah ketinggalan zaman, masih tergolong kitab zaman dahulu, dan tidak peduli betapa pun bagusnya kitab-kitab ini, semuanya hanya sesuai untuk satu masa, dan tidak kekal. Pekerjaan Tuhan selalu berkembang, dan tidak dapat berhenti pada zaman Paulus dan Petrus, atau selalu tetap tinggal pada Zaman Kasih Karunia di mana Yesus disalibkan. Jadi, kitab-kitab ini hanya sesuai untuk Zaman Kasih Karunia, bukan untuk Zaman Kerajaan pada akhir zaman. Kitab-kitab ini hanya dapat memperlengkapi orang-orang percaya pada Zaman Kasih Karunia, bukan orang-orang suci pada Zaman Kerajaan, dan tidak peduli betapa pun bagusnya kitab-kitab ini, semuanya tetaplah usang. Sama halnya dengan pekerjaan penciptaan Yahweh atau pekerjaan-Nya di Israel: betapa pun hebatnya pekerjaan ini, ia tetap ketinggalan zaman, dan akan tiba saatnya pekerjaan itu berlalu. Pekerjaan Tuhan pun sama: pekerjaan ini hebat, tetapi akan tiba saatnya pekerjaan itu berakhir; pekerjaan itu tidak bisa selalu tinggal di tengah-tengah pekerjaan penciptaan, atau di antara pekerjaan penyaliban. Tidak peduli betapa pun meyakinkannya pekerjaan penyaliban, tidak peduli betapa pun efektifnya pekerjaan itu dalam mengalahkan Iblis, pekerjaan tetaplah pekerjaan, dan zaman tetaplah zaman; pekerjaan tidak dapat selalu tinggal di landasan yang sama, dan zaman tidak mungkin tidak berubah, karena ada penciptaan dan pasti ada akhir zaman. Ini tidak terhindarkan! Jadi, pada masa kini, kata-kata kehidupan dalam Perjanjian Baru—surat-surat para rasul, dan Empat Injil—telah menjadi kitab-kitab sejarah dan almanak lama. Bagaimana almanak lama dapat membawa orang ke dalam zaman baru? Tidak peduli seberapa besar kemampuan almanak ini untuk memberikan kehidupan bagi orang, tidak peduli semampu apa almanak ini memimpin orang ke salib, tidakkah almanak tersebut telah ketinggalan zaman? Tidakkah ia telah kehilangan nilainya? Jadi, Aku katakan, engkau tidak seharusnya mempercayai almanak ini secara membabi buta. Almanak ini terlalu tua, tidak dapat membawa engkau ke pekerjaan yang baru, serta hanya dapat membebani engkau. Almanak ini bukan saja tidak dapat membawa engkau ke pekerjaan yang baru dan jalan masuk yang baru, tetapi malah membawa engkau ke gereja-gereja agama zaman dahulu—jika demikian, tidakkah engkau mundur dalam imanmu kepada Tuhan?

Dikutip dari "Tentang Alkitab (4)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Antologi dari Tiga Bagian Firman Tuhan tentang "Visi Pekerjaan Tuhan"

Selanjutnya:Antologi dari Empat Bagian Firman Tuhan tentang "Misteri Inkarnasi"

media terkait