Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

XIII. Makna Penting Tuhan Berinkarnasi di Tiongkok pada Akhir Zaman

2. Apa tujuan dan makna penting Tuhan berinkarnasi di Tiongkok untuk bekerja pada akhir zaman?

Firman Tuhan yang Relevan:

Pekerjaan Yahweh adalah penciptaan dunia, ini adalah permulaan; tahap pekerjaan ini adalah akhir pekerjaan, dan ini adalah penutupnya. Pada mulanya, pekerjaan Tuhan dilakukan di antara orang Israel sebagai umat pilihan, dan itu adalah awal zaman baru di tempat paling kudus di antara semua tempat. Tahap terakhir pekerjaan ini dilakukan di negara paling najis dari semua negara, untuk menghakimi dunia dan membawa zaman ini pada kesudahannya. Pada tahap pertama, pekerjaan Tuhan dilakukan di tempat paling terang dari semua tempat, dan tahap terakhir dilakukan di tempat paling gelap dari semua tempat, dan kegelapan ini akan diusir, terang akan muncul, dan semua orang ditaklukkan. Ketika orang-orang paling najis dan paling jahat dari semua tempat telah ditaklukkan, dan seluruh penduduk telah mengakui bahwa Tuhan itu ada, Tuhan yang benar, dan setiap orang telah benar-benar yakin, kenyataan ini akan digunakan untuk melakukan pekerjaan penaklukan atas seluruh alam semesta. Tahap pekerjaan ini menjadi pertanda: begitu pekerjaan di zaman ini telah selesai, pekerjaan pengelolaan 6.000 tahun itu akan berakhir dengan sempurna. Begitu orang-orang di tempat paling gelap dari semua tempat telah ditaklukkan, sudah jelas hal itu juga akan terjadi di tempat lain. Tepatnya, hanya pekerjaan penaklukan di Tiongkok yang menjadi pertanda yang berarti. Tiongkok melambangkan semua kekuatan kegelapan, dan orang Tiongkok melambangkan semua orang yang berasal dari daging, dari Iblis, dari daging dan darah. Orang Tionghoalah yang paling dirusak oleh si naga merah yang sangat besar, yang paling kuat melawan Tuhan, yang kemanusiaannya paling rendah dan najis, sehingga merupakan pola dasar semua kemanusiaan yang rusak. Hal ini bukan berarti negara-negara lain tidak memiliki masalah sama sekali; gagasan manusia semuanya sama, dan meskipun orang-orang di negara-negara ini mungkin memiliki kualitas yang baik, jika mereka tidak mengenal Tuhan, pastilah mereka menentang Dia. Mengapa orang Yahudi juga melawan dan menentang Tuhan? Mengapa orang Farisi juga menentang Dia? Mengapa Yudas mengkhianati Yesus? Pada masa itu, banyak murid tidak mengenal Yesus. Mengapa, setelah Yesus disalibkan dan bangkit kembali, orang masih tidak percaya kepada-Nya? Bukankah ketidaktaatan manusia itu sama saja? Hanya saja rakyat Tiongkoklah yang dijadikan contoh, dan ketika telah ditaklukkan, mereka akan menjadi model dan contoh, dan berfungsi sebagai rujukan bagi orang lain. Mengapa Aku selalu mengatakan engkau sekalian adalah penyambung bagi rencana pengelolaan-Ku? Pada rakyat Tiongkoklah kerusakan, kenajisan, ketidakbenaran, perlawanan, dan pemberontakan ditunjukkan dengan begitu sempurna dan tersingkap dalam beragam bentuknya. Di satu sisi, orang-orang ini berkualitas buruk, dan di sisi lain, kehidupan dan pola pikir mereka terbelakang, dan kebiasaan, lingkungan sosial, garis keturunan mereka—semuanya buruk dan paling terbelakang. Status mereka juga rendah. Pekerjaan di tempat ini menjadi pertanda, dan setelah pekerjaan pengujian ini dilaksanakan secara keseluruhan, pekerjaan-Nya selanjutnya akan berlangsung lebih baik. Jika tahap pekerjaan ini dapat diselesaikan, pekerjaan berikutnya sudah jelas akan berlangsung. Begitu tahap pekerjaan ini telah dilaksanakan, kesuksesan besar akan tercapai sepenuhnya, dan penaklukan seluruh alam semesta akan berakhir dengan sempurna. Sesungguhnya, begitu pekerjaan di antara engkau sekalian telah berhasil, ini akan setara dengan keberhasilan di seluruh alam semesta. Inilah pentingnya mengapa Aku meminta engkau sekalian bertindak sebagai model dan contoh.

Dikutip dari "Visi Pekerjaan Tuhan (2)"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Orang Tiongkok tidak pernah percaya kepada Tuhan dan tidak pernah melayani Yahweh, tidak pernah melayani Yesus. Yang bisa mereka lakukan hanyalah membungkuk-bungkuk, membakar dupa, membakar uang arwah, dan menyembah Buddha. Mereka hanya menyembah berhala—mereka semua memberontak sampai tingkat ekstrem, sehingga semakin rendah kedudukan orang, semakin hal itu menunjukkan bahwa apa yang Tuhan dapatkan darimu jauh lebih mulia. ... Jika keturunan Yakub lahir di Tiongkok, di tanah ini, dan mereka adalah engkau semua, lalu apa makna penting dari pekerjaan yang dilakukan dalam dirimu? Apa yang akan dikatakan Iblis? Iblis akan berkata: "Mereka dari dulu takut kepada-Mu, mereka menaati-Mu dari awal, dan mereka tidak pernah mengkhianati-Mu. Mereka bukan yang paling gelap, paling rendah, ataupun paling terbelakang di antara umat manusia." Jika benar-benar dilakukan seperti ini, siapa yang akan diyakinkan oleh pekerjaan ini? Dari seluruh alam semesta, bangsa Tiongkok adalah bangsa yang paling terbelakang. Mereka lahir sebagai bangsa yang rendah dan kurang jujur. Mereka bodoh dan mati rasa, dan mereka kasar dan bejat. Mereka terbenam dalam watak Iblis, najis, dan tak bermoral. Engkau semua memiliki semua ini. Mengenai watak-watak yang rusak ini, setelah pekerjaan ini selesai, orang akan membuangnya dan mereka akan menjadi taat sepenuhnya dan disempurnakan. Hanya hasil dari pekerjaan seperti inilah yang disebut kesaksian di antara ciptaan!

Dikutip dari "Makna Penting Menyelamatkan Keturunan Moab"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sekarang ini bekerja dalam diri keturunan Moab berarti menyelamatkan mereka yang telah jatuh ke tempat paling gelap. Meskipun mereka dikutuk, Tuhan rela mendapatkan kemuliaan dari mereka. Ini karena pada mulanya, mereka semua adalah orang yang tidak memiliki Tuhan dalam hati mereka—hanya dengan membuat mereka menjadi orang-orang yang taat dan mencintai-Nya merupakan penaklukan sesungguhnya, dan hasil dari pekerjaan seperti ini adalah yang paling berharga dan paling meyakinkan. Hanya inilah mendapatkan kemuliaan yang dimaksud—inilah kemuliaan yang ingin Tuhan dapatkan di akhir zaman. Walaupun orang-orang ini berkedudukan rendah, mereka sekarang dapat memperoleh keselamatan yang demikian besar, yang benar-benar merupakan peninggian yang dilakukan oleh Tuhan. Pekerjaan ini sangat berarti, dan melalui penghakimanlah Dia mendapatkan orang-orang ini. Dia tidak dengan berniat menghukum mereka, tetapi Dia datang untuk menyelamatkan mereka. Jika Dia masih melakukan pekerjaan penaklukan di Israel pada akhir zaman, maka hal itu tidak ada nilainya; bahkan seandainya pekerjaan itu mendatangkan hasil, pekerjaan itu tidak akan ada nilainya atau berarti apa pun. Dia tidak akan bisa mendapatkan semua kemuliaan. Dia sedang bekerja dalam dirimu, yaitu orang-orang yang telah jatuh ke tempat paling gelap, orang-orang yang paling terbelakang. Orang-orang ini tidak mengakui bahwa ada Tuhan dan tidak pernah tahu bahwa ada Tuhan. Makhluk-makhluk ini telah sedemikian rupa dirusak oleh Iblis sampai-sampai mereka telah melupakan Tuhan. Mereka telah dibutakan oleh Iblis, dan mereka tidak tahu sama sekali bahwa ada Tuhan di surga. Di dalam hatimu, engkau semua menyembah berhala, menyembah Iblis—bukankah engkau orang yang paling rendah, paling terbelakang? Engkau adalah manusia yang paling rendah, tidak memiliki kebebasan pribadi, dan engkau juga mengalami kesulitan. Engkau juga orang yang paling rendah kedudukannya dalam masyarakat ini, bahkan tanpa kebebasan beragama. Di sinilah pentingnya bekerja dalam dirimu.

Dikutip dari "Makna Penting Menyelamatkan Keturunan Moab"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika Tuhan datang ke bumi, Dia bukan dari dunia, dan Dia tidak menjadi manusia untuk menikmati dunia. Tempat di mana bekerja akan paling jelas mengungkapkan watak-Nya dan menjadi yang paling berarti adalah tempat Dia dilahirkan. Apakah tanah yang kudus ataukah tanah yang najis, dan di mana pun Dia bekerja, Dia adalah kudus. Segala sesuatu di dunia diciptakan oleh-Nya; hanya saja segala sesuatu telah dirusak oleh Iblis. Namun, segala sesuatu masih milik-Nya; semuanya ada di tangan-Nya. Kedatangan-Nya ke tanah yang najis untuk bekerja bertujuan mengungkapkan kekudusan-Nya. Dia melakukan ini demi pekerjaan-Nya, yang berarti, Dia menanggung penghinaan besar untuk bekerja dengan cara ini demi menyelamatkan manusia dari tanah yang najis ini. Ini adalah demi kesaksian dan demi semua umat manusia. Apa yang dapat dilihat manusia dari pekerjaan seperti ini adalah kebenaran Tuhan, dan pekerjaan ini lebih mampu menampilkan supremasi Tuhan. Kebesaran dan kemuliaan-Nya ditunjukkan melalui penyelamatan sekelompok manusia hina yang tidak begitu diperhatikan orang. Terlahir di tanah yang najis sama sekali tidak membuktikan bahwa Dia rendah; itu hanya membuat semua ciptaan dapat melihat kebesaran-Nya dan kasih-Nya yang sejati bagi umat manusia. Semakin banyak yang Dia lakukan dengan cara ini semakin mengungkap kasih-Nya yang murni bagi manusia, kasih-Nya yang tanpa cela.

Dikutip dari "Makna Penting Menyelamatkan Keturunan Moab"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Semua pekerjaan Tuhan di seluruh alam semesta telah difokuskan pada sekelompok orang ini. Dia telah mengabdikan seluruh upaya-Nya bagimu dan mengorbankan segalanya bagimu; Dia telah mendapatkan kembali dan memberi kepada engkau semua seluruh pekerjaan Roh di seluruh alam semesta. Itu sebabnya Aku katakan, engkau adalah orang-orang yang beruntung. Selain itu, Tuhan telah memindahkan kemuliaan-Nya dari Israel, umat pilihan-Nya, kepadamu, agar tujuan rencana-Nya terwujud sepenuhnya melalui kelompok orang sepertimu. Karena itu, engkau adalah orang-orang yang akan menerima warisan Tuhan, dan bahkan lebih lagi yang akan menjadi pewaris kemuliaan Tuhan. Mungkin engkau semua ingat firman ini: "Sebab penderitaan ringan kami, yang hanya sementara, mengerjakan bagi kami kemuliaan yang lebih besar dan kekal." Di masa lalu, engkau semua telah mendengar perkataan ini, namun tidak ada yang memahami arti sebenarnya dari perkataan ini. Saat ini, engkau tahu betul maknanya yang sesungguhnya. Firman ini adalah apa yang akan Tuhan genapi di akhir zaman. Dan firman ini akan digenapi atas diri mereka yang sangat menderita oleh karena si naga merah yang sangat besar di tanah tempat ia berada. Naga merah yang sangat besar menganiaya Tuhan dan merupakan musuh Tuhan, jadi di negeri ini, orang-orang yang percaya kepada Tuhan menjadi sasaran penghinaan dan penganiayaan. Itu sebabnya firman ini akan menjadi nyata di tengah-tengahmu. Karena pekerjaan itu dilakukan di negeri yang menentang Tuhan, semua pekerjaan-Nya menemui rintangan yang sangat besar, dan banyak dari firman-Nya tidak dapat diselesaikan di saat yang tepat; oleh karena itu, orang-orang dimurnikan oleh karena firman Tuhan. Ini juga merupakan suatu unsur penderitaan. Sangatlah sulit bagi Tuhan untuk melaksanakan pekerjaan-Nya di negeri si naga merah yang sangat besar, tetapi melalui kesulitan itu Tuhan melakukan tahap pekerjaan-Nya untuk menyatakan hikmat dan perbuatan-Nya yang menakjubkan. Tuhan memakai kesempatan ini untuk menyempurnakan sekelompok orang ini. Karena penderitaan orang-orang, kualitas mereka, dan semua watak iblis dalam diri orang-orang di negeri yang najis ini, Tuhan melakukan pekerjaan penyucian dan penaklukan-Nya supaya, dari sini, Dia dapat memperoleh kemuliaan dan mendapatkan mereka yang menjadi saksi atas perbuatan-Nya sebagai milik-Nya. Ini adalah makna sepenuhnya dari semua pengorbanan yang telah Tuhan kerjakan untuk sekelompok orang ini. Itu berarti, Tuhan melakukan pekerjaan penaklukan hanya melalui orang-orang yang menentang Dia. Hanya dengan berbuat seperti itu kuasa Tuhan yang dahsyat dapat dinyatakan. Dengan kata lain, hanya mereka yang berada di tanah najis yang layak mewarisi kemuliaan Tuhan, dan hanya ini yang dapat membuat kuasa Tuhan yang besar terlihat nyata. Itu sebabnya Aku mengatakan kemuliaan Tuhan diperoleh di negeri yang najis dan dari mereka yang tinggal di dalamnya. Inilah kehendak Tuhan. Ini sama seperti pada tahap pekerjaan Yesus; Dia hanya bisa dimuliakan di antara orang-orang Farisi yang menganiaya-Nya. Jika bukan karena penganiayaan dan pengkhianatan Yudas tersebut, Yesus tidak akan diolok-olok atau mendapatkan tuduhan palsu, apalagi disalibkan, dan dengan demikian Dia tidak akan pernah mendapatkan kemuliaan. Di mana pun Tuhan bekerja di setiap zaman dan di mana pun Dia melakukan pekerjaan-Nya dalam daging, Dia mendapatkan kemuliaan di sana dan mendapatkan orang-orang yang ingin Ia dapatkan. Ini adalah rencana pekerjaan Tuhan, dan ini adalah pengelolaan-Nya.

Dalam rencana Tuhan selama beberapa ribu tahun, pekerjaan yang dilakukan dalam daging terbagi dalam dua bagian: Pertama pekerjaan penyaliban, di mana Dia dimuliakan; kedua pekerjaan penaklukan dan penyempurnaan di akhir zaman, yang melalui itu Dia akan memperoleh kemuliaan. Seperti inilah pengelolaan Tuhan. Maka, jangan menganggap terlalu sederhana pekerjaan Tuhan atau amanat Tuhan kepadamu. Engkau semua adalah pewaris abadi kemuliaan Tuhan yang jauh melampaui dan lebih besar, dan ini secara khusus ditetapkan oleh Tuhan. Dari dua bagian kemuliaan-Nya, satu dinyatakan di dalam dirimu; keseluruhan dari satu bagian kemuliaan Tuhan dianugerahkan kepadamu sehingga itu bisa menjadi warisanmu. Ini adalah peninggian yang Tuhan lakukan dan merupakan rencana yang telah ditentukan-Nya sejak dahulu. Mengingat keagungan pekerjaan Tuhan yang telah dikerjakan di tanah tempat si naga merah yang sangat besar berdiam, pekerjaan seperti itu, jika dipindahkan ke tempat lain, pasti sudah lama menghasilkan banyak buah dan dengan mudah diterima oleh manusia. Pekerjaan semacam itu akan jauh lebih mudah untuk diterima pendeta-pendeta Barat yang percaya kepada Tuhan, karena tahap pekerjaan oleh Yesus menjadi contoh teladan. Inilah sebabnya mengapa Dia tidak dapat mencapai tahap pemuliaan ini di tempat lain; artinya, karena ada dukungan dari semua manusia dan pengakuan dari semua bangsa, tidak ada tempat bagi kemuliaan Tuhan untuk tinggal di tempat tersebut. Ini justru merupakan makna yang luar biasa bahwa tahap pekerjaan ini terjadi di negeri ini.

Dikutip dari "Apakah Pekerjaan Tuhan Begitu Sederhana

Seperti yang Dibayangkan Manusia?"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tuhan menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatunya, dan menjadikan seluruh ciptaan. Bagaimana mungkin Ia membatasi pekerjaan-Nya hanya bagi orang Israel saja? Jika seperti demikian, untuk apa Ia menciptakan seluruh ciptaan-Nya? Ia menciptakan seluruh dunia. Ia telah melangsungkan rencana pengelolaan enam ribu tahun-Nya bukan hanya di Israel, melainkan bagi setiap orang di alam semesta ini. Terlepas dari apakah mereka tinggal di Tiongkok, Amerika Serikat, Inggris, atau Rusia, setiap orang adalah keturunan Adam. Mereka semua diciptakan Tuhan. Tak seorang pun dapat keluar dari lingkup penciptaan Tuhan, dan tak seorang pun dapat menepis sebutan "keturunan Adam". Mereka semua ciptaan Tuhan, dan mereka semua keturunan Adam. Mereka juga merupakan keturunan Adam dan Hawa yang telah rusak. Ciptaan Tuhan bukan hanya orang Israel, melainkan semua orang. Meski demikian, sebagian ciptaan itu sudah dikutuk, sementara sebagian lainnya telah diberkati. Ada banyak hal baik mengenai orang Israel. Tuhan pertama-tama bekerja di antara mereka, karena mereka bangsa yang paling sedikit celanya. Jika dibandingkan dengan mereka, orang Tiongkok jauh tertinggal, bahkan tidak bisa berharap untuk menandingi mereka. Karena itulah, pertama-tama Tuhan bekerja di antara orang Israel, dan tahap kedua pekerjaan-Nya hanya dilangsungkan di Yudea. Sebagai akibatnya, orang-orang lantas membentuk beragam pemahaman dan aturan. Sebetulnya, jika menuruti pemahaman manusia, Tuhan hanya akan menjadi Tuhannya orang Israel. Dengan demikian, Ia tidak akan sanggup memperluas pekerjaan-Nya hingga ke bangsa-bangsa lain, sebab Ia hanya akan menjadi Tuhannya orang Israel dan bukan Tuhan atas seluruh ciptaan. Nubuatan-nubuatan berkata bahwa nama Yahweh akan menjadi besar di antara bangsa-bangsa lain bahwa nama Yahweh akan tersebar ke antara bangsa-bangsa lain—mengapa nubuatan-nubuatan itu berkata demikian? Seandainya Tuhan adalah Tuhannya orang Israel saja maka Ia hanya akan bekerja di Israel. Selain itu, Ia tidak akan memperluas pekerjaan ini dan tidak akan membuat nubuatan ini. Karena Ia telah membuat nubuatan ini, Ia perlu memperluas pekerjaan-Nya hingga menjangkau bangsa-bangsa lain yang bukan Yahudi dan sampai kepada segala bangsa dan semua tempat. Karena Ia telah menyatakannya, Ia pasti akan menggenapinya. Inilah rencana-Nya sebab Ia adalah Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatunya, dan Ia adalah Tuhan atas seluruh ciptaan. Terlepas dari apakah Ia sedang bekerja di antara orang Israel atau di seluruh Yudea, pekerjaan yang dilakukan-Nya adalah pekerjaan di seluruh alam semesta dan menjangkau seluruh umat manusia. Pekerjaan yang sedang dilakukan-Nya sekarang di tengah bangsa si naga merah yang sangat besar—sebuah bangsa yang bukan bangsa Yahudi—masih merupakan pekerjaan bagi seluruh umat manusia. Israel bisa saja menjadi dasar pekerjaan-Nya di bumi ini. Begitu pula, Tiongkok bisa saja menjadi dasar pekerjaan-Nya di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi. Bukankah Ia kini telah menggenapi nubuatan yang berkata bahwa "nama Yahweh akan menjadi besar di antara bangsa-bangsa lain"? Tahap pertama pekerjaan-Nya di antara bangsa-bangsa lain mengacu pada pekerjaan yang sedang dikerjakan-Nya sekarang di tengah bangsa si naga merah yang sangat besar ini. Kenyataan bahwa Tuhan yang berinkarnasi bekerja di negeri ini dan bekerja di antara bangsa yang terkutuk ini sangatlah berlawanan dengan nalar manusia. Bangsa ini adalah bangsa yang paling rendah dan tidak ada harganya. Mereka adalah bangsa yang tadinya ditinggalkan oleh Yahweh. Orang dapat ditinggalkan oleh sesamanya, tetapi jika mereka ditinggalkan oleh Tuhan, orang-orang seperti itu tidak akan memiliki status, dan nilai mereka sangatlah rendah. Sebagai bagian dari ciptaan, dikuasai Iblis ataupun ditinggalkan sesama manusia sama-sama menyakitkan, tetapi jika suatu bagian ciptaan ditinggalkan oleh Tuhan penciptanya, ini menunjukkan betapa rendah status ciptaan tersebut. Keturunan Moab dikutuk, dan mereka pun terlahir di negara yang tertinggal ini. Tak diragukan lagi, keturunan Moab adalah bangsa dengan status terendah di bawah pengaruh kegelapan. Karena bangsa ini memiliki status terendah di masa lalu, pekerjaan yang dilangsungkan di antara mereka paling ampuh menghancurkan penalaran manusia, dan juga merupakan pekerjaan yang paling bermanfaat dalam keseluruhan rencana pengelolaan enam ribu tahun-Nya. Pekerjaan-Nya di antara orang-orang ini merupakan tindakan yang paling ampuh untuk menghancurkan nalar manusia. Dengan cara inilah Ia meluncurkan sebuah zaman. Dengan cara inilah Ia menghancurkan seluruh nalar manusia. Dengan cara inilah Ia mengakhiri pekerjaan di sepanjang Zaman Kasih Karunia. Pekerjaan mula-mula-Nya dilangsungkan di Yudea, dalam lingkup Israel, sedangkan di antara bangsa-bangsa lain, Ia tidak melakukan pekerjaan peluncuran zaman apa pun. Tahap akhir pekerjaan-Nya bukan hanya dilangsungkan di antara bangsa-bangsa lain. Terlebih lagi, pekerjaan ini dilangsungkan di antara bangsa yang terkutuk itu. Kenyataan ini saja merupakan bukti paling ampuh untuk mempermalukan Iblis. Dengan demikian, Tuhan "menjadi" Tuhan atas seluruh ciptaan di alam semesta dan menjadi Tuhan atas segala sesuatu, yang menjadi tujuan penyembahan semua makhluk yang hidup.

... Pekerjaan Tuhan ditujukan bagi seluruh ciptaan. Pekerjaan ini tidak dilangsungkan berdasarkan apakah seseorang telah dikutuk setelah diciptakan. Pekerjaan pengelolaan-Nya ditujukan bagi seluruh ciptaan, bukan bagi bangsa pilihan yang tidak kena kutuk. Karena Tuhan ingin melangsungkan pekerjaan-Nya di antara ciptaan-Nya, Ia tentu saja akan menuntaskannya. Ia akan bekerja di antara orang-orang yang mendatangkan manfaat dalam pekerjaan-Nya. Oleh karena itulah, Ia menghancurkan seluruh keyakinan orang tentang pekerjaan-Nya di antara manusia. Bagi-Nya, kata-kata "dikutuk", "dihajar", dan "diberkati" tidaklah berarti apa-apa! Bangsa Yahudi sebetulnya cukup baik, dan bangsa Israel yang terpilih juga tidaklah buruk. Mereka adalah bangsa dengan kualitas dan kemanusiaan yang baik. Yahweh pada mulanya meluncurkan pekerjaan-Nya dan melakukan pekerjaan-Nya yang mula-mula di antara mereka, tetapi tidak ada manfaatnya jika Ia menggunakan mereka sebagai penerima pekerjaan penaklukan-Nya sekarang. Meskipun mereka juga merupakan bagian dari ciptaan dan memiliki banyak segi positif, akan sia-sia untuk melangsungkan tahap pekerjaan ini di antara mereka. Ia tidak dapat menaklukkan siapa pun, juga tidak akan dapat meyakinkan seluruh ciptaan. Inilah arti penting pemindahan pekerjaan-Nya kepada orang-orang dari antara bangsa si naga merah yang sangat besar ini. Makna terdalamnya terkandung dalam tindakan-Nya meluncurkan sebuah zaman, menghancurkan semua aturan dan semua nalar manusia, dan juga mengakhiri pekerjaan di seluruh Zaman Kasih Karunia. Jika pekerjaan-Nya yang sekarang dilangsungkan di antara orang Israel, saat rencana pengelolaan enam ribu tahun-Nya hampir berakhir, semua orang akan percaya bahwa Tuhan adalah Tuhannya orang Israel saja, bahwa orang Israel adalah satu-satunya bangsa pilihan Tuhan, bahwa hanya orang Israel saja-lah yang berhak mewarisi berkat dan janji Tuhan. Pada akhir zaman, Tuhan berinkarnasi di tengah bangsa si naga merah yang sangat besar yang bukan bangsa Yahudi ini. Ia telah menunaikan pekerjaan Tuhan sebagai Tuhan atas seluruh ciptaan. Ia telah menyelesaikan segenap pekerjaan pengelolaan-Nya, dan Ia akan mengakhiri bagian inti dari pekerjaan-Nya di tengah bangsa si naga merah yang sangat besar. Inti dari ketiga tahap pekerjaan ini adalah keselamatan manusia—yaitu membuat seluruh ciptaan menyembah Tuhan pencipta. Karena itulah, setiap tahap pekerjaan ini sangat berarti. Tuhan tentu saja tidak akan melakukan sesuatu tanpa makna atau nilai. Di satu sisi, tahap pekerjaan ini berupa peluncuran sebuah zaman baru dan pengakhiran dua zaman terdahulu. Di sisi lain, pekerjaan ini berupa penghancuran seluruh nalar manusia dan tradisi kepercayaan dan pengetahuan manusia. Pekerjaan dua zaman terdahulu berlangsung sesuai dengan berbagai nalar manusia. Akan tetapi, tahap ini benar-benar melenyapkan nalar manusia, dan karenanya benar-benar menaklukkan umat manusia. Dengan menaklukkan keturunan Moab dan melalui pekerjaan yang dilangsungkan di antara keturunan Moab, Tuhan akan menaklukkan segenap umat manusia di seluruh alam semesta. Inilah makna terdalam dari tahap pekerjaan-Nya ini, dan inilah aspek paling berharga dari tahap pekerjaan-Nya ini. Bahkan jika kini engkau menyadari bahwa statusmu rendah dan engkau kurang bernilai, engkau akan tetap merasa telah menemukan hal yang paling menggembirakan: engkau telah mewarisi berkat yang sangat besar, memperoleh janji yang mulia, dan engkau dapat menyempurnakan pekerjaan besar Tuhan ini, serta dapat melihat wajah Tuhan yang sesungguhnya, mengenal watak Tuhan yang inheren, dan melaksanakan kehendak Tuhan. Kedua tahap pekerjaan Tuhan sebelumnya dilakukan di Israel. Jika tahap pekerjaan-Nya pada akhir zaman masih dilaksanakan di antara orang Israel, seluruh makhluk ciptaan tidak hanya akan memercayai bahwa hanya orang Israel yang dipilih Tuhan, tetapi juga seluruh rencana pengelolaan Tuhan pun tidak akan mendatangkan hasil seperti yang diharapkan. Selama masa kedua tahap pekerjaan-Nya dilangsungkan di Israel, tidak ada pekerjaan baru yang dilangsungkan dan tak ada pula pekerjaan peluncuran zaman baru yang Tuhan lakukan di antara bangsa-bangsa lain. Tahap pekerjaan peluncuran zaman ini pertama kali dilakukan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, dan lebih tepatnya, pertama-tama dilakukan di antara keturunan Moab, pekerjaan ini telah meluncurkan seluruh zaman itu. Tuhan telah menghancurkan setiap pengetahuan yang terkandung dalam nalar manusia dan tidak mengizinkan sedikit pun dari pengetahuan itu untuk tetap ada. Dalam pekerjaan penaklukan-Nya, Ia telah menghancurkan nalar manusia, yaitu tradisi pengetahuan manusia yang sudah usang. Ia membiarkan orang-orang melihat bahwa dengan Tuhan tidak ada aturan-aturan, bahwa tidak ada yang usang mengenai Tuhan, bahwa pekerjaan yang dikerjakan-Nya benar-benar merdeka, benar-benar bebas, bahwa Ia adalah benar dalam apa pun yang dilakukan-Nya. Engkau harus sepenuhnya tunduk pada pekerjaan apa pun yang dilakukan-Nya di tengah-tengah ciptaan. Setiap pekerjaan yang dilakukankan-Nya sarat dengan makna dan dikerjakan seturut kehendak dan hikmat-Nya sendiri, tidak berdasarkan pada kesukaan dan pemikiran manusia. Ia melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk pekerjaan-Nya. Jika sesuatu tidak bermanfaat untuk pekerjaan-Nya, Ia tidak akan melakukannya, betapa pun baiknya hal itu! Ia bekerja dan memilih penerima dan lokasi pekerjaan-Nya seturut dengan maksud dan tujuan pekerjaan-Nya. Ia tidak berpegang pada aturan-aturan di masa lalu, ataupun mengikuti rumus-rumus lama. Namun, Ia merencanakan pekerjaan-Nya berdasarkan arti penting dari pekerjaan-Nya itu. Pada akhirnya, Ia hendak memperoleh hasil nyata dan tujuan yang diharapkan-Nya. Jika engkau tidak memahami hal-hal ini sekarang, pekerjaan ini tidak akan mencapai hasil apa pun dalam dirimu.

Dikutip dari "Tuhan adalah Tuhan atas Seluruh Ciptaan"

dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Tuhan telah berinkarnasi di Tiongkok pada akhir zaman; apakah hal ini ada dasarnya di dalam nubuatan Alkitab dan firman Tuhan?

Selanjutnya:Apa yang dimaksud dengan gereja Tuhan? Apa yang dimaksud dengan organisasi keagamaan?

media terkait