Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pertanyaan 37: Meskipun para pendeta dan penatua agama memiliki kuasa di dalam dunia keagamaan dan mereka mengambil jalan orang Farisi yang munafik, kami percaya kepada Tuhan Yesus, bukan kepada para pendeta dan penatua agama; jadi, bagaimana engkau berkata bahwa kami juga mengambil jalan orang Farisi? Apakah kami benar-benar tidak dapat diselamatkan dengan percaya kepada Tuhan di dalam agama?

Jawaban:

Banyak orang beragama dengan buta-buta percaya, memuja, dan mengikuti orang Farisi. Apakah jalan yang mereka tempuh jalan Farisi atau bukan akan jelas begitu kalian pikirkan. Kalian mengatakan memuja dan melindungi orang Farisi dalam hati, tetapi tidak berurusan dengan dosa mereka? Kalian mengatakan mengikuti orang Farisi munafik, tapi bukan seperti mereka yang menentang Tuhan? Apakah kita masih tidak bisa memahami pertanyaan sesederhana itu? Jenis orang yang kalian ikuti adalah jenis jalan yang kalian tempuh. Jika kalian mengikuti orang Farisi, berarti kalian menempuh jalan Farisi. Jika kalian menempuh jalan Farisi, berarti dengan sendirinya kalian sejenis dengan mereka. Siapa pun yang diikuti orang dan jalan mana yang mereka pilih itu berhubungan langsung dengan sifat mereka. Siapa pun yang mengikuti orang Farisi memiliki sifat dan esensi yang sama dengan mereka. Ini kebenaran yang tak bisa disangkal! Esensi orang Farisi adalah kemunafikan. Mereka percaya kepada Tuhan tetapi tidak mengasihi kebenaran atau mencari hidup. Mereka hanya memercayai Tuhan yang semu di surga dan pendangan serta imajinasi mereka sendiri, tetapi mereka tidak percaya atau mengakui inkarnasi Kristus. Intinya, mereka semua orang tak beriman. Keyakinannya kepada Tuhan hanya meneliti teologi, dan iman kepada Tuhan dianggap wujud pengetahuan untuk penelitian. Penghasilan hidup mereka bergantung pada meneliti Alkitab dan teologi. Dalam hati mereka, Alkitab adalah sumber mata pencaharian. Mereka pikir, semakin pintar menjelaskan pengetahuan alkitabiah dan teori teologi, akan semakin banyak orang yang memuja mereka, jadi mereka dapat berdiri lebih tinggi dan lebih kokoh di atas mimbar, dan status mereka pun akan lebih stabil. Karena orang Farisi hidup demi status dan mata pencaharian mereka, dan muak serta membenci kebenaran, maka saat Tuhan Yesus menjadi daging dan datang untuk bekerja, mereka mempertahankan pandangan serta pengetahuan alkitabiah mereka demi melindungi status dan mata pencaharian mereka sendiri, dengan sekuat tenaga menentang dan mengecam Tuhan Yesus serta melawan Tuhan. Dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita dapat mengerti dengan jelas esensi orang Farisi yang membenci kebenaran dan akar perlawanan mereka kepada Tuhan. Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Apakah engkau sekalian ingin tahu apa akar masalahnya mengapa orang Farisi menentang Yesus? Apakah engkau sekalian ingin tahu substansi orang-orang Farisi? Mereka penuh dengan khayalan tentang Mesias. Terlebih lagi, mereka hanya percaya bahwa Mesias akan datang, tetapi mereka tidak mencari kebenaran tentang hidup. Jadi, sampai hari ini mereka masih menunggu Mesias, karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang jalan kehidupan, dan tidak tahu apa itu jalan kebenaran. Menurutmu sekalian, bagaimana orang-orang bodoh, keras kepala, dan bebal bisa mendapatkan berkat Tuhan? Bagaimana mereka bisa melihat Mesias? Mereka menentang Yesus, karena mereka tidak mengetahui arah pekerjaan Roh Kudus, karena mereka tidak mengetahui jalan kebenaran yang diucapkan Yesus, dan terlebih lagi, karena mereka tidak memahami Mesias. Karena mereka tidak pernah melihat Mesias, dan tidak pernah bersama-Nya, mereka membuat kesalahan dengan memberikan penghormatan kosong kepada nama Mesias sambil menentang substansi Mesias dengan segala cara. Orang-orang Farisi ini pada hakikatnya keras kepala, sombong, dan tidak mematuhi kebenaran. Prinsip kepercayaan mereka kepada Tuhan adalah: tidak peduli sedalam apa khotbahmu, tidak peduli setinggi apa otoritasmu, Engkau bukan Kristus kecuali jika Engkau disebut Mesias. Bukankah pandangan ini tidak masuk akal dan konyol?" ("Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus adalah Saat Tuhan Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Dahulu, ketika Tuhan belum menjadi manusia, engkau mungkin adalah seorang tokoh religius, atau seorang percaya yang taat. Setelah Tuhan menjadi manusia, banyak orang percaya yang taat seperti itu tanpa disadari menjadi antikristus. Apakah engkau tahu apa yang terjadi di sini? Dalam kepercayaanmu kepada Tuhan, engkau tidak berkonsentrasi pada kenyataan atau mengejar kebenaran, tetapi malah terobsesi dengan dusta—tidakkah ini merupakan sumber yang paling jelas dari permusuhanmu terhadap Tuhan yang berinkarnasi? Tuhan yang berinkarnasi disebut Kristus, jika demikian bukankah semua orang yang tidak percaya kepada Tuhan yang berinkarnasi adalah antikristus?" ("Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Ini menunjukkan sifat orang Farisi agamawi yang muak terhadap kebenaran dan benci kebenaran. Mereka hanya memercayai pandangan dan imajinasi mereka sendiri. Mereka hanya percaya teori teologi yang mereka teliti dan kembangkan, tetapi tidak percaya kepada inkarnasi Kristus atau kebenaran yang Kristus ungkapkan. Mereka semua musuh inkarnasi Tuhan. Semuanya adalah antikristus yang disingkapkan oleh pekerjaan inkarnasi Tuhan di akhir zaman! Orang yang mengikuti mereka sama saja dengan mereka, dengan keras kepala berpegang pada pandangan dan imajinasi mereka, juga pengetahuan alkitabiah dan teori teologi. Mereka mengikuti pemimpinnya dalam menyangkal, menentang, dan mengecam Kristus, menolak menerima kebenaran dan memperlakukan Kristus sebagai musuh! Faktanya sudah cukup membuktikan secara sifat dan hakikat, siapa pun yang mengikuti orang Farisi juga muak dan benci kebenaran! Jalan yang mereka tempuh memang jalan orang Farisi. Mereka masuk dalam kategori yang sama dengan orang Farisi dan semua orang yang melawan Kristus! Ini fakta yang bisa dilihat semua orang, bahkan diungkapkan sepenuhnya oleh pekerjaan Tuhan di akhir zaman!

Dalam agama, semua orang yang percaya kepada Tuhan ada di bawah kendali Farisi, sepenuhnya mengikuti dan mendengarkan mereka. Seperti orang Farisi, mereka hanya belajar Alkitab dan teologi, hanya memerhatikan pemahaman pengetahuan alkitabiah dan teori teologi, tidak pernah fokus mencari kebenaran atau melakukan firman Tuhan. Seperti orang Farisi, mereka hanya percaya Tuhan yang semu di surga, tidak percaya kepada inkarnasi Kristus di akhir zaman—Tuhan Yang Mahakuasa. Sedahsyat dan seberkuasa apa pun kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa, mereka mempertahankan pandangan dan imajinasinya, mengikuti pendeta dan penatua menentang Tuhan Yang Mahakuasa. Tak perlu diragukan, orang-orang itu sejenis dengan orang Farisi, dan mengikuti jalan orang Farisi yang menentang Tuhan! Andaipun orang-orang itu tidak mengikuti orang Farisi, mereka tetap saja sejenis dengan Farisi dan juga keturunan orang Farisi karena sifat dan hakikat mereka sama saja. Mereka orang tak beriman yang hanya percaya diri sendiri tetapi tidak mengasihi kebenaran! Mereka adalah antikristus yang benci kebenaran dan melawan Kristus! Seperti yang diungkapkan Tuhan Yang Mahakuasa: "Di dalam gereja ada banyak orang yang tidak berpengertian. Ketika sesuatu yang menyesatkan terjadi, mereka berdiri di pihak Iblis, dan mereka bahkan merasa tersinggung ketika disebut kaki tangan Iblis. Mungkin ada yang menyebut mereka tidak berpengertian, tetapi mereka selalu berdiri di sisi yang tidak memiliki kebenaran; tidak pernah sekali pun mereka teguh berdiri di pihak kebenaran, tidak sekali pun mereka berdiri dan mempertahankan kebenaran—jadi apakah mereka benar-benar tidak punya pengertian? Mengapa mereka selalu berdiri di pihak Iblis? Mengapa mereka tidak berkata sepatah kata pun yang adil atau pantas dalam mendukung kebenaran? Benarkah situasi ini tercipta sebagai akibat kebingungan mereka yang sementara? Semakin orang tidak berpengertian, semakin tidak mampu ia berdiri di pihak kebenaran. Hal ini membuktikan apa? Bukankah itu memperlihatkan bahwa orang-orang yang tidak berpengertian mencintai kejahatan? Tidakkah itu memperlihatkan bahwa mereka adalah anak-anak Iblis yang setia? Mengapa mereka selalu dapat berdiri di pihak Iblis dan berbicara bahasa yang sama dengan si Iblis? Setiap perkataan dan perbuatan serta ekspresi wajah mereka cukup untuk membuktikan bahwa mereka bukanlah pencinta kebenaran; sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang membenci kebenaran" ("Peringatan Bagi Orang yang Tidak Melakukan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Bukankah ini kebenaran? Saat orang beragama mengikuti pendeta dan penatua, mereka bukan saja mendengarkan mereka, tetapi juga dengan sekuat tenaga melindungi mereka; begitu mendengar ada yang menyingkap pendeta dan penatua agama, orang-orang ini merasa tidak nyaman dan bertindak melindungi pendeta dan penatua. Apa masalahnya di sini? Bukankah ini cukup membuktikan di hati orang-orang ini hanya ada pendeta dan penatua, tanpa ada ruang bagi Tuhan? Dalam hati orang-orang ini, pendeta dan penatua agamawi semuanya lebih tinggi dari Tuhan. Masalah apa yang kita lihat? Saat manusia menentang Tuhan, tidak ada banyak orang yang membela Tuhan. Tidak banyak orang yang dapat maju dan bersaksi bagi Tuhan! Namun begitu esensi Farisi dari pendeta dan penatua agamawi terbongkar, mengapa ada begitu banyak orang yang berkata tidak adil dan maju membela mereka? Ini membuktikan orang-orang ini keturunan Farisi yang patuh. Mereka kaki tangan dan antek antikristus! Ini fakta yang tak bisa disangkal!

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Tempat apa agama itu? Itulah dunia orang Farisi, sarang kejahatan antikristus! Jika kalian pikir dapat selamat dengan percaya kepada Tuhan di sana, itu hanya angan-angan! Mengapa orang tidak bisa selamat jika percaya kepada Tuhan dalam agama? Alasan utamanya, saat Tuhan menjalankan pekerjaan baru di akhir zaman, pekerjaan Roh Kudus sudah dialihkan bersama pekerjaan baru Tuhan, sehingga dunia keagamaan kehilangan pekerjaan Roh Kudus, menjadi lahan tandus. Selain itu, dunia keagamaan sudah dikendalikan penuh oleh Farisi munafik dan antikristus, sudah lama jadi tempat yang menentang Tuhan. Bukan saja Roh Kudus tidak bekerja dalam agama, inkarnasi Tuhan juga tidak datang ke agama untuk bekerja. Maka, mustahil mengalami pekerjaan Tuhan di akhir zaman dengan percaya kepada Tuhan dalam agama. Mereka tidak bisa menikmati firman Tuhan di akhir zaman, sehingga dengan sendirinya jatuh dalam kegelapan. Jika tidak mencari dan menyelidiki jalan yang benar, mereka akan dengan mudah pingsan di lahan tandus, tanpa menerima keselamatan dari Tuhan! Yang sudah jatuh di lahan tandus dunia keagamaan hanya berpegang pada Alkitab dan tidak bisa menikmati firman Tuhan saat ini. Tanpa pekerjaan dan bimbingan Roh Kudus, Tuhan yang orang imani hanyalah Tuhan yang semu. Semua penjelasan dalam ibadah hanya membahas tentang catatan pekerjaan Tuhan dan perkataan dalam Alkitab dari masa lalu. Bagaimana orang semacam itu dapat memperoleh keselamatan Tuhan di akhir zaman dan menerima janji-Nya? Sama seperti sewaktu Tuhan Yesus mulai bekerja di luar bait suci. Bait suci menjadi lahan tandus kacau balau, sarang penyamun. Karena tidak mengikuti pekerjaan Tuhan Yesus, mereka yang tetap ada di bait suci yang berpegang pada Taurat dan aturan lama, otomatis kehilangan peluang keselamatan dari Tuhan. Begitu juga, sekarang di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan penghakiman-Nya yang dimulai dari rumah Tuhan, mengungkapkan kebenaran untuk menghakimi dan menyucikan manusia, melepaskan manusia dari watak dan pengaruh jahat Iblis untuk memperoleh keselamatan dari Tuhan, disempurnakan Tuhan, menjadi pemenang, diangkat ke kerajaan-Nya. Ini peluang emas! Jika kita tidak mengikuti pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, kita tidak akan bisa menerima keselamatan dan memasuki Kerajaan Surga. Mari baca firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Mereka yang menolak pekerjaan Tuhan yang baru tidak memiliki hadirat Tuhan, dan lebih jauh lagi, tanpa berkat dan perlindungan Tuhan. Kebanyakan perkataan dan tindakan mereka berpegang pada persyaratan lama dalam pekerjaan Roh Kudus; semua itu adalah doktrin, bukan kebenaran. Doktrin dan peraturan semacam itu cukup membuktikan bahwa satu-satunya hal yang menyatukan mereka semua adalah agama; mereka itu bukanlah orang-orang yang terpilih atau objek pekerjaan Tuhan. Kumpulan orang-orang seperti ini hanya bisa disebut kongres besar agama, tidak bisa disebut gereja. Ini adalah fakta yang tidak bisa diubah. Mereka tidak memiliki pekerjaan Roh Kudus yang baru. Yang mereka lakukan tampaknya berbau agama, yang mereka hidupi seolah-olah penuh dengan agama; tetapi mereka tidak memiliki hadirat dan pekerjaan Roh Kudus, dan mereka lebih-lebih lagi tidak layak menerima disiplin atau pencerahan dari Roh Kudus. Orang-orang ini adalah mayat-mayat tanpa kehidupan dan belatung yang sama sekali tanpa kerohanian. Mereka tidak memiliki pengetahuan akan sifat pemberontakan dan perlawanan manusia, tidak memiliki pengetahuan akan semua perbuatan jahat manusia, dan lebih-lebih lagi tidak mengenal semua pekerjaan Tuhan dan kehendak Tuhan di masa kini. Mereka semua orang-orang yang bodoh dan rendah, orang-orang hina yang tidak pantas disebut orang percaya!" ("Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Mereka yang berharap memperoleh kehidupan tanpa mengandalkan kebenaran yang diucapkan oleh Kristus adalah orang-orang paling konyol di bumi, dan mereka yang tidak menerima jalan kehidupan yang diberikan oleh Kristus hanyut dalam fantasi. Maka Aku mengatakan bahwa orang-orang yang tidak menerima Kristus akhir zaman selamanya akan dibenci Tuhan. Kristus adalah pintu gerbang manusia menuju kerajaan pada akhir zaman, yang tidak bisa dilewati siapa pun. Tidak seorang pun akan disempurnakan oleh Tuhan kecuali melalui Kristus. Engkau percaya kepada Tuhan, karena itu, engkau harus menerima firman-Nya dan mematuhi jalan-Nya. Engkau berpikir memperoleh berkat tanpa menerima kebenaran, atau menerima bekal kehidupan. Kristus datang pada akhir zaman agar semua yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya akan menerima kehidupan. Pekerjaan-Nya adalah untuk mengakhiri zaman lama dan memasuki zaman yang baru, dan inilah jalan yang harus ditempuh oleh semua orang yang ingin memasuki zaman baru. Kalau engkau tidak bisa mengakui-Nya, malah mengutuk, menghujat, atau bahkan menganiaya Dia, maka engkau akan dibakar dalam keabadian, dan tidak akan pernah memasuki kerajaan Tuhan" ("Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Jadi, semua orang yang tidak menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman dan tidak menaati pekerjaan dan firman Tuhan saat ini menjadi sasaran kebencian Tuhan. Dengan begitu, mereka yang tetap bertahan di tempat agamawi dengan sendirinya kehilangan pimpinan Tuhan dan tak bisa memperoleh aliran firman Tuhan yang sejati. Mereka hanya bisa jatuh ke dalam kegelapan dan disingkirkan, tanpa keselamatan dari Tuhan di akhir zaman. Sama seperti di Zaman Kasih Karunia, orang yang tetap berpegang pada pekerjaan dan peraturan dari Zaman Hukum Taurat dengan sendirinya kehilangan keselamatan dari Tuhan Yesus. Di Zaman Kerajaan, jika orang terus berpegang pada pekerjaan dan peraturan dari Zaman Kasih Karunia, mereka dengan sendirinya akan ditinggalkan dan dilenyapkan Tuhan, tidak akan beroleh keselamatan untuk masuk Kerajaan Surga! Ini fakta yang tak bisa diubah siapa pun!

Beriman kepada Tuhan dalam agama, ingin menyenangkan Iblis dan antikristus, tetapi masih ingin menerima keselamatan dari Tuhan—apa itu mungkin? Kalangan beragama kini dikendalikan kaum Farisi munafik dan dikontrol oleh para pendeta dan penatua agamawi. Realitasnya, mereka dikendalikan oleh antikristus yang melawan Tuhan. Ini fakta nyata! Saat pendeta dan penatua berkhotbah, mereka tidak pernah memperhatikan penjelasan atau kesaksian tentang firman Tuhan, atau bersaksi tentang pekerjaan Tuhan dan watak-Nya dalam Alkitab. Mereka hanya menjelaskan kata-kata manusia di Alkitab. memakai perkataan manusia di Alkitab untuk menggantikan firman Tuhan dan membuat firman-Nya tidak relevan, membuat semua orang mengikuti perkataan manusia sambil menjauhi firman Tuhan. Selain itu, mereka juga fokus pada menjelaskan pengetahuan Alkitab dan teori teologi, menjelaskan tokoh-tokoh Alkitab, latar belakang sejarah, dan sebagainya. Mereka menjelaskan ini untuk pamer dan membuat orang lain memuja mereka, menggiring orang untuk mengikuti dan memuja manusia, serta menentang Tuhan. Apalagi saat Tuhan Yang Mahakuasa datang untuk melakukan pekerjaan-Nya di akhir zaman, mereka gencar menentang Tuhan Yang Mahakuasa, dan sekuat tenaga melarang orang mencari dan menyelidiki jalan yang benar, melarang orang menerima kebenaran Tuhan Yang Mahakuasa, dan tidak memperbolehkan orang menerima firman Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka hanya mengizinkan orang menerima berbagai kepalsuan dan teori ideologi. Itulah sebabnya, saat orang mengimani Tuhan di tempat agamawi yang dikendalikan Farisi dan antikristus, dan menerima pengajaran kaum Farisi agamawi, pemikiran, sudut pandang, pilihan, dan kemampuan mereka untuk menerima pun dipengaruhi dan terpengaruh oleh mereka. Batin mereka dengan sendirinya makin gelap dan terkucilkan dari Tuhan! Ketika Tuhan Yang Mahakuasa datang untuk melakukan pekerjaan-Nya di akhir zaman, mereka dibelenggu dan dikendalikan orang Farisi agamawi dan antikristus, sehingga tidak bisa mendengar perkataan Tuhan yang sesungguhnya atau menikmati aliran air kehidupan yang mengalir dari takhta Tuhan. Dengan begitu, mereka tidak bisa menerima keselamatan Tuhan di akhir zaman. Yang lebih menakutkan, sekalipun orang mengimani Tuhan dalam agama, mereka mengikuti manusia, antikristus, dan jalan mereka adalah jalan Farisi dan antikristus. Seiring waktu, dengan sendirinya mereka juga jadi Farisi. Mana bisa mereka jadi orang yang mengikuti kehendak Tuhan dan masuk Kerajaan Surga? Itu jelas mustahil! Sekarang, esensi kalangan beragama sudah sepenuhnya disingkapkan lewat pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman. Dunia keagamaan bukan Kerajaan Surga; melainkan sarang kejahatan antikristus. Ini benteng kokoh yang menentang Tuhan, kerajaan Iblis yang melawan Tuhan! Maka, orang tidak bisa mencapai keselamatan dengan mengimani Tuhan dalam agama. Sekalipun mereka cinta kebenaran, karena tidak menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, mereka tidak bisa mendapat aliran firman yang diungkapkan Kristus di akhir zaman dan tidak dapat menerima keselamatan dari Tuhan!

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Sebelumnya:Pertanyaan 36: Para pendeta dan penatua agama memegang kuasa di dalam dunia kegamaan dan kebanyakan orang menaati dan mengikuti mereka—ini adalah fakta. Engkau mengatakan bahwa para pendeta dan penatua agama tidak mengakui fakta tentang inkarnasi Tuhan, bahwa mereka tidak memercayai kebenaran yang dinyatakan oleh Tuhan yang berinkarnasi dan bahwa mereka sedang mengambil jalan orang Farisi, dan kami setuju dengan poin ini. Akan tetapi, mengapa engkau berkata bahwa para pendeta dan penatua agama semuanya adalah orang Farisi yang munafik, semuanya antikristus yang diungkapkan oleh pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, dan bahwa mereka akan tenggelam ke dalam kehancuran pada akhirnya? Kami tidak dapat menerima poin ini saat ini. Mohon jelaskan dasar dari klaim ini, bahwa orang-orang ini tidak dapat diselamatkan dan semuanya akan tenggelam dalam kehancuran.

Selanjutnya:Pertanyaan 38: Beberapa tahun belakangan ini, berbagai denominasi di dunia keagamaan telah menjadi semakin suram, orang telah kehilangan iman dan kasih mereka yang mula-mula dan telah menjadi lebih negatif dan lemah. Kami juga melihat roh yang menjadi kering dan kami merasa tidak memiliki apa pun untuk dikhotbahkan dan bahwa kami semua telah kehilangan pekerjaan Roh Kudus. Aku ingin bertanya, mengapa seluruh dunia keagamaan begitu suram? Apakah Tuhan benar-benar membencinya dan apakah dunia keagamaan sudah disingkirkan oleh Tuhan? Bagaimana kami harus memahami firman Tuhan mengenai kutukan Tuhan terhadap dunia keagamaan di dalam Kitab Wahyu?

media terkait