Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pertanyaan 16: Engkau berkata bahwa orang yang percaya kepada Tuhan harus menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman, dan hanya setelah itulah watak mereka yang rusak dapat dimurnikan dan mereka sendiri dapat diselamatkan oleh Tuhan. Akan tetapi, sesuai keinginan Tuhan kami menerapkan kerendahan hati dan kesabaran, mengasihi musuh kami, memikul salib kami, meninggalkan keduniawian, dan kami bekerja serta menyebarluaskan Injil bagi Tuhan dan sebagainya. Jadi, bukankah semua ini adalah perubahan dalam diri kami? Kami selalu melakukan pencarian dengan cara ini; jadi, tidak dapatkah kami juga memperoleh penyucian, dan diangkat masuk ke dalam kerajaan surga?

Jawaban:

Kita dapat mengasihi musuh kita, memikul salib, mengalahkan tubuh kita, dan menyebarkan Injil Tuhan. Ini adalah perilaku positif yang berasal dari kepercayaan kita kepada Tuhan, dan mampu berperilaku seperti ini menandakan bahwa iman kita kepada Tuhan adalah iman yang benar. Perilaku baik ini mungkin tampak benar bagi orang lain dan seolah-olah itu sejalan dengan firman Tuhan, tetapi itu bukan berarti bahwa kita melakukan firman Tuhan dan mengikuti kehendak Bapa surgawi, juga bukan berarti bahwa kita telah berhenti dari sifat berdosa kita dan menjadi tahir. Saat mengamati perilaku baik orang lain, kita tidak bisa hanya melihat penampilan luar mereka; kita juga harus melihat niat dan tujuan utama mereka. Jika niat seseorang adalah untuk menaati, mengasihi, dan memuaskan Tuhan, perilaku baik seperti ini adalah melakukan kebenaran dan menaati kehendak Bapa surgawi. Di sisi lain, jika perilaku baik seseorang hanya demi berkat, untuk diberi mahkota dan hadiah, dan bukan dari hati yang penuh kasih untuk Tuhan, "perilaku baik" semacam ini sama seperti kemunafikan orang-orang Farisi, bukan melakukan kehendak Bapa surgawi. Jika sekadar memperlihatkan perilaku yang baik berarti bahwa kita mengikuti kehendak Bapa surgawi dan bahwa kita ditahirkan, lalu mengapa kita sering berbuat dosa dan melawan Tuhan? Mengapa kita masih menjalani kehidupan berdosa di siang hari dan mengaku dosa di malam hari? Ini cukup menunjukkan bahwa hanya dengan memperlihatkan perilaku yang baik bukan berarti bahwa kita sedang melakukan kebenaran dan hidup dalam realitas firman Tuhan, juga bukan berarti bahwa kita mengenal Tuhan atau memiliki hati yang hormat kepada-Nya, apalagi kemampuan untuk mengasihi dan menaati-Nya. Seperti firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Perubahan yang hanya berkaitan dengan perilaku tidak akan bertahan. Jika tidak ada perubahan dalam watak kehidupan seseorang, cepat atau lambat, sisi jahatnya akan tampak dengan sendirinya. Karena sumber perubahan dalam perilaku mereka adalah semangat, diikuti oleh sedikit pekerjaan Roh Kudus pada saat itu, sangat mudah bagi mereka untuk menjadi bersemangat, atau menunjukkan kebaikan pada suatu waktu. Seperti yang dikatakan orang tidak percaya, 'Melakukan satu perbuatan baik itu mudah, yang sulit adalah melakukan perbuatan baik seumur hidup.' Manusia tidak mampu melakukan perbuatan baik seumur hidup mereka. Perilaku mereka diarahkan oleh kehidupan, apa pun kehidupan mereka, begitu juga perilaku mereka, dan hanya apa yang dinyatakan secara alamilah yang merepresentasikan kehidupan dan sifat seseorang. Hal-hal yang palsu tidak akan bertahan. ... Memiliki sikap baik tidak sama dengan menaati Tuhan, apalagi menjadi serupa dengan Kristus. Perubahan dalam perilaku didasarkan pada doktrin dan lahir dari semangat—bukan didasarkan pada pengetahuan sejati akan Tuhan, atau akan kebenaran, dan perubahan itu tidak berdasar pada bimbingan Roh Kudus. Walau ada waktu-waktu di mana sebagian dari apa yang manusia lakukan diarahkan oleh Roh Kudus, ini bukanlah ungkapan kehidupan, apalagi dianggap sama dengan mengenal Tuhan, tidak peduli seberapa baik perilaku seseorang, hal itu tidak membuktikan mereka menaati Tuhan atau mereka melakukan kebenaran" ("Perbedaan antara Perubahan Lahiriah dan Perubahan Watak" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"). Firman Tuhan Yang Mahakuasa dengan jelas menerangkan kepada kita tentang esensi dan akar dari perilaku yang baik. Perilaku baik manusia berasal dari antusiasme dan itu adalah pengamalan berdasarkan doktrin dan aturan, bukan dari pemahaman prinsip-prinsip pengamalan setelah memahami banyak kebenaran, atau dari keinginan untuk mengasihi dan memuaskan Tuhan karena memahami kehendak-Nya. Perilaku yang baik berasal dari gagasan dan imajinasi manusia, dan ini berasal dari pendapat manusia sendiri dan sifatnya yang rusak. Karena itu, apa pun yang dilakukan manusia, kesengsaraan apa pun yang dideritanya, atau berapa pun harga yang ia bayar, itu bukan melakukan kebenaran. Itu bukan penundukan kepada Tuhan dan itu tidak datang dari pekerjaan Roh Kudus. Bahkan ketika kita memperlihatkan perilaku yang baik dan mampu mengikuti beberapa peraturan, tampak sangat saleh dan rohani, kita masih cenderung melakukan dosa dan menentang Tuhan karena watak rusak jahat kita yang lazim, sifat berdosa kita yang belum terselesaikan, dan kurangnya pemahaman kebenaran yang sejati tentang Tuhan. Kita telah melihat banyak orang berperilaku baik yang masih sering melakukan dosa dan mengakui dosa mereka setelah percaya kepada Tuhan. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan. Berperilaku baik saat masih berdosa dan menentang Tuhan adalah bukti yang cukup bahwa mereka tidak mengikuti kehendak Bapa surgawi, dan mereka tidak dapat memperoleh pujian dari Tuhan. Orang-orang Farisi Yahudi adalah orang-orang yang taat hukum dengan perilaku lahiriah yang sempurna. Namun, saat Tuhan Yesus datang untuk bekerja, mengapa mereka dengan panik menentang, mengutuk, bermuslihat untuk melawan, dan kemudian menyalibkan Tuhan Yesus? Ini menunjukkan bahwa sifat menolak Tuhan adalah bawaan di dalam mereka. Terlepas dari seberapa baik mereka berperilaku terang-terangan, itu tidak berarti bahwa mereka memahami, menaati, atau selaras dengan Tuhan, apalagi mengikuti kehendak Tuhan dan menjadi tahir. Jika kita ingin menyelesaikan sifat berdosa kita dan menjadi tahir, kita harus mengalami pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan di akhir zaman, memahami banyak kebenaran di dalamnya, dan mendapatkan pengetahuan yang benar tentang Tuhan, sehingga menghasilkan ketaatan dan rasa takut akan Tuhan sejati. Kalau tidak, watak jahat Iblis yang sudah jauh mengakar dalam diri kita tidak akan pernah dapat ditahirkan atau diubah, dan kita tidak akan pernah memperkenan hati Tuhan atau diizinkan masuk ke dalam kerajaan Tuhan.

Tuhan Yesus hanya melakukan pekerjaan penebusan. Karena itu, di Zaman Kasih Karunia, manusia tidak bisa terbebas dari dosa dan terlebih lagi kita tidak dapat mencapai penyucian, sekeras apa pun mereka berusaha atau membaca Alkitab. Sesuai dengan langkah-langkah dalam rencana pengelolaan-Nya untuk menyelamatkan manusia, Tuhan telah menentukan dari semula pekerjaan penghakiman-Nya yang dimulai dari rumah Tuhan untuk menahirkan dan mengubah manusia, dan menolong mereka terbebas dari dosa dan memperoleh penyucian. Sebagaimana yang difirmankan Tuhan Yang Mahakuasa: "Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Ia hanya menyelesaikan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia, tetapi tidak melepaskan manusia dari wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan menerima berkat yang lebih besar. Mereka benar-benar hidup dalam terang dan akan mendapatkan kebenaran, jalan, dan hidup" (Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). "Melalui korban penghapus dosa, manusia telah diampuni dosa-dosanya, karena pekerjaan penyaliban telah berakhir dan Tuhan telah mengalahkan Iblis. Namun, watak manusia yang rusak tetap ada dalam dirinya dan manusia masih tetap dapat berbuat dosa dan melawan Tuhan; Tuhan belum mendapatkan umat manusia. Itulah mengapa pada tahap pekerjaan ini, Tuhan menggunakan firman-Nya untuk menyingkapkan watak manusia yang rusak, menyebabkan dirinya menjalani hidup menurut jalan yang benar. Tahap ini lebih bermakna dan lebih berbuah dibandingkan tahap sebelumnya, karena sekarang firman-lah yang secara langsung membekali hidup manusia dan memampukan watak manusia untuk sepenuhnya diperbarui. Ini adalah tahap pekerjaan yang lebih menyeluruh. Oleh karena itu, inkarnasi pada akhir zaman telah menyempurnakan arti penting dari inkarnasi Tuhan dan sepenuhnya menggenapi rencana pengelolaan Tuhan bagi keselamatan manusia" ("Misteri Inkarnasi (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Dari firman Tuhan, kita bisa melihat bahwa pekerjaan penebusan Tuhan Yesus membentuk fondasi bagi pekerjaan penyelamatan Tuhan di akhir zaman dan pekerjaan penghakiman di akhir zaman adalah inti, titik fokus dari pekerjaan penyelamatan Tuhan. Inilah kunci, bagian terpenting dalam penyelamatan manusia. Lewat mengalami pekerjaan Tuhan di Zaman Kasih Karunia, dosa kita diampuni, tetapi kita tidak dapat dibebaskan dari dosa maupun mencapai penyucian. Hanya pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman yang mampu mengerjakan kebenaran yang dibutuhkan dalam manusia, memungkinkan mereka untuk sungguh-sungguh mengenal Tuhan, mengubah watak kehidupan mereka, membuat mereka menaati dan menyembah Tuhan, dan menjadikan mereka berkenan di hadapan Tuhan. Beginilah cara Tuhan menyelesaikan rencana pengelolaan-Nya untuk menyelamatkan manusia.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Jika orang hanya menerima pekerjaan penebusan Tuhan Yesus di Zaman Kasih Karunia, tetapi tidak menerima pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, mereka tidak akan bisa membebaskan diri dari dosa, melakukan kehendak Bapa Surgawi, dan memasuki Kerajaan Tuhan. Ini sudah pasti! Itu karena dalam Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus melakukan pekerjaan penebusan-Nya. Karena tingkat pertumbuhan orang pada zaman itu, Tuhan Yesus hanya memberi mereka jalan pertobatan, dan meminta mereka memahami beberapa kebenaran mendasar dan jalan untuk melakukannya. Contohnya: Dia menyuruh orang mengaku dosa, bertobat, dan memikul salib. Dia mengajar tentang kerendahan hati, kesabaran, kasih, puasa, pembaptisan. Ini beberapa kebenaran yang sangat terbatas yang mampu dipahami dan dicapai oleh orang pada zaman itu. Tuhan Yesus tidak pernah mengungkapkan kebenaran lain yang lebih mendalam yang berhubungan dengan perubahan watak hidup, diselamatkan, ditahirkan, disempurnakan, dan lain-lain. Karena saat itu, orang tidak memiliki tingkat pertumbuhan yang dibutuhkan untuk menerima kebenaran itu. Manusia harus menunggu sampai Tuhan Yesus datang kembali untuk melakukan pekerjaan-Nya di akhir zaman. Dia akan melimpahkan seluruh kebenaran yang dibutuhkan manusia yang rusak agar dapat diselamatkan dan disempurnakan sesuai rencana pengelolaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia dan kebutuhan manusia yang rusak. Seperti yang Tuhan Yesus katakan: "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). Firman Tuhan Yesus sangat jelas. Di Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus tidak pernah memberikan seluruh kebenaran yang diperlukan oleh manusia yang rusak untuk dapat diselamatkan. Masih banyak kebenaran yang lebih dalam dan lebih tinggi, yang tak disampaikan Tuhan Yesus yang memungkinkan manusia terbebas dari watak jahat yang rusak dan mencapai penyucian, serta kebenaran yang dibutuhkan manusia untuk menaati dan mengenal Tuhan. Karena itu, di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa mengungkapkan segala kebenaran yang dibutuhkan untuk menyelamatkan manusia. Dia memakai kebenaran ini untuk menghakimi, menghajar, menahirkan, dan menyempurnakan orang yang menerima keselamatan dari Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman. Akhirnya, mereka akan disempurnakan dan dibawa masuk ke Kerajaan Tuhan. Beginilah rencana pengelolaan Tuhan untuk menyelamatkan manusia akan digenapkan. Jika orang hanya menerima pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, tetapi tidak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, mereka tidak akan dapat memperoleh kebenaran dan mengubah watak mereka. Mereka tidak akan pernah menjadi orang yang melakukan kehendak Tuhan, dan pasti tidak akan pernah memenuhi syarat untuk masuk Kerajaan Tuhan.

Manusia di akhir zaman sudah sangat dirusak oleh Iblis. Mereka sarat dengan racun Iblis. Pandangan, prinsip bertahan hidup, falsafah hidup, nilai-nilai mereka melawan kebenaran dan bermusuhan dengan Tuhan. Semua orang memuja kejahatan dan menjadi musuh Tuhan. Jika manusia yang penuh watak jahat yang rusak tidak mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan Yang Mahakuasa serta pembakaran dan penahiran melalui firman, mana bisa mereka memberontak melawan Iblis dan membebaskan diri dari pengaruhnya? Mana bisa mereka menghormati Tuhan, menjauhi kejahatan, dan melakukan kehendak Tuhan? Kita bisa melihat bahwa banyak orang sudah percaya kepada Tuhan Yesus bertahun-tahun, tetapi walau mereka dengan penuh semangat bersaksi bahwa Yesus adalah Juru Selamat dan bekerja keras bertahun-tahun, kegagalan mereka untuk mengenali watak Tuhan yang benar dan menghormati Tuhan tetap mengakibatkan mereka menghakimi dan mengecam pekerjaan Tuhan dan menyangkal serta menolak kembalinya Tuhan saat Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan-Nya di akhir zaman. Mereka bahkan menyalibkan kembali Kristus saat Dia kembali di akhir zaman. Ini cukup untuk membuktikan bahwa jika manusia tidak menerima pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, sumber dosa dan sifat jahat manusia tidak akan pernah terselesaikan. Perlawanan mereka terhadap Tuhan akan mendatangkan kebinasaan mereka. Ini fakta yang tak dapat disangkal siapa pun! Di antara orang percaya, hanya mereka yang sungguh menerima penghakiman dan hajaran Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman akan mendapatkan kebenaran sebagai kehidupan, menjadi orang yang melakukan kehendak Bapa Surgawi, dan menjadi orang yang mengenal Tuhan serta sesuai dengan-Nya. Merekalah yang akan memenuhi syarat untuk mengambil bagian dalam janji Tuhan dan dibawa masuk ke dalam kerajaan-Nya.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Apakah penyucian yang dibicarakan orang-orang di dunia keagamaan dan penyucian yang Tuhan tuntut adalah hal yang sama? Keduanya tidak sama. Penyucian yang dibicarakan oleh menusia bukanlah penyucian yang sebenarnya. Jika engkau telah benar-benar memperoleh penyucian dalam kepercayaanmu kepada Tuhan Yesus, apakah Tuhan masih perlu melakukan pekerjaan di akhir zaman? Engkau baru beberapa tahun menjadi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, tapi engkau berkata bahwa engkau telah berubah dan bahwa engkau akan memperoleh penyucian dengan mengejarnya seperti ini. Maka lihatlah semua pendeta yang percaya kepada Tuhan Yesus, dan mereka yang telah percaya kepada Tuhan Yesus seumur hidup mereka: Apakah mereka disucikan? Mana dari antara mereka yang disucikan? Siapa di antara mereka yang berani mengatakan bahwa, setelah percaya kepada Tuhan Yesus seumur hidupnya, ia telah disucikan, dan telah sepenuhnya diselamatkan? Engkau tidak akan menemukan satu orang pun yang seperti ini. Mereka telah percaya kepada Tuhan seumur hidup mereka tetapi mereka tidak berani berkata bahwa mereka telah disucikan. Apakah masuk akal mengatakan bahwa engkau akan mencapai penyucian dengan menerapkan imanmu dengan cara seperti ini? Jika seorang anak laki-laki atau anak perempuan berkata "Aku telah hidup di tengah masyarakat selama bertahun-tahun dan aku mengenal seperti apa masyarakat itu sebenarnya," bukankah ini naif? Engkau dapat bertanya kepada ayah dan ibumu dan mereka yang jauh lebih tua darimu, apakah mereka sudah mengetahui seperti apa masyarakat itu sebenarnya? Jika tidak seorang pun dari mereka tahu, apa mungkin engkau bisa mengetahuinya? Manusia tidak memahami kebenaran dan tidak tahu apa arti penyucian yang sebenarnya. Manusia percaya bahwa jika ia menunjukkan sedikit tingkah laku yang baik, tidak terlibat dalam perkelahian selama beriman, tidak mencuri barang, tidak mengutuk orang lain dan tidak minum alkohol, maka ia disucikan. Semua ini tidak merepresentasikan penyucian. Apa yang dimaksud dengan penyucian yang sejati? Ini melibatkan suatu kebenaran. Penyucian sejati berarti terbebas dari racun Iblis. Nalar iblis di dalam hati manusia, falsafah Iblis, berbagai kekeliruan jahat, aturan-aturan Iblis bagi kehidupan manusia, serta sudut pandang dan nilai-nilai kehidupan yang berasal dari Iblis—bukankah semua ini adalah racun Iblis? Apa yang mengatur dosa dan perlawanan manusia terhadap Tuhan? Itu adalah racun Iblis dalam diri manusia yang mendorong manusia untuk berdosa, yang membimbing manusia untuk menghakimi, salah mengartikan dan tidak menaati Tuhan. Natur jahat yang seperti Iblis dalam diri manusia adalah sumber mereka berbuat dosa. Di mata Tuhan, segala hal yang menjadi milik Iblis itu kotor dan jahat, dan manusia memiliki segala jenis racun Iblis di dalam diri mereka. Racun-racun Iblis ini telah berakar dalam diri manusia, berkembang dan berbuah, sehingga manusia telah menjadi umat manusia yang rusak, umat manusia yang kotor, umat manusia yang jahat, dan oleh karena itu umat manusia mampu melawan Tuhan dan menjadi musuh bagi Tuhan. Ini adalah fakta. Jadi, berdasarkan fakta ini, masalah apa yang kita lihat yang harus diselesaikan manusia untuk mencapai penyucian yang sejati? Manusia harus mengenyahkan racun Iblis, mengenyahkan nilai-nilai dan sudut pandang Iblis tentang kehidupan, mengenyahkan nalar dan aturan-aturan Iblis serta berbagai kekeliruan Iblis. Sepenuhnya menghilangkan hal-hal ini dari hati manusia adalah penyucian yang sebenarnya. Jika semua itu tidak dibersihkan, manusia akan tetap mampu melawan Tuhan, menghakimi Tuhan, menjadi musuh Tuhan, dan mengkhianati Tuhan. Hanya setelah hal-hal yang berasal dari Iblis telah dibersihkan, telah dienyahkan, barulah manusia bisa dianggap sebagai umat manusia yang telah benar-benar disucikan. Apakah mungkin racun Iblis bisa dienyahkan melalui iman kepada Tuhan Yesus? Dapatkah iman kepada Tuhan Yesus mengubah sudut pandang manusia tentang hidup dan nilai-nilainya? Dapatkah hal tersebut membimbing manusia untuk sungguh-sungguh menaati Tuhan dan tidak melawan Dia? Dapatkah hal itu membimbing manusia untuk sungguh-sungguh mengenal Tuhan, untuk menyembah Tuhan? Dengan percaya kepada Tuhan Yesus, engkau hanya mengalami dosa-dosamu diampuni; untuk benar-benar menyelesaikan masalah kerusakan manusia dan membuat mereka memperoleh penyucian, Tuhan perlu melaksanakan pekerjaan penghakiman dan hajaran-Nya di akhir zaman. Tanpa pekerjaan di akhir zaman, umat manusia yang rusak tidak dapat memperoleh penyucian. Itu berarti, penyucian tidak hanya diperoleh melalui pengampunan dosa; sebaliknya, penyucian yang sejati diperoleh dengan cara manusia mengenyahkan wataknya yang rusak melalui penghakiman dan hajaran. Saat watak manusia yang rusak telah dibereskan, ia tidak akan lagi melawan Tuhan, ia akan mampu menaati Tuhan, ia akan dapat mengasihi Tuhan di dalam hatinya, dan ia akan dapat mengasihi kebenaran. Hanya inilah umat manusia yang disucikan. Beberapa orang gagal memahami apa yang dimaksud dengan penyucian, dan menganggap bahwa disucikan berarti tidak mencuri atau menjarah, tidak merusak barang-barang dan tidak memukul atau memaki orang lain. Apakah ini benar? Ini jauh dari kebenarannya; hal-hal itu hanyalah apa yang terlihat di permukaan masalahnya. Tanpa kebenaran, orang-orang hanya melihat segala sesuatu dengan terlalu sederhana. Mereka tidak melihat sumber atau esensinya; oleh karena itu, tidak heran orang-orang di dunia keagamaan dapat berpikir dengan cara seperti ini.

Dikutip dari "Persekutuan dari Atas"

Sebelumnya:Pertanyaan 15: Kami mengikuti contoh Paulus dan bekerja sangat keras bagi Tuhan, menyebarkan injil dan memberi kesaksian tentang Tuhan, serta menggembalakan gereja-gereja Tuhan, sama seperti Paulus: "Aku sudah melakukan pertandingan yang baik. Aku sudah menyelesaikan perlombaanku, aku sudah menjaga imanku" (2 Timotius 4:7). Bukankah ini artinya mengikuti kehendak Tuhan? Penerapan semacam ini seharusnya berarti bahwa kami memenuhi syarat untuk diangkat dan masuk ke dalam kerajaan surga; jadi, mengapa kami harus menerima pekerjaan penghakiman dan penyucian Tuhan pada akhir zaman sebelum kami dapat dibawa masuk ke dalam kerajaan surga?

Selanjutnya:Pertanyaan 17: Engkau memberi kesaksian bahwa Tuhan telah datang kembali sebagai manusia untuk menyatakan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman dan penyucian manusia pada akhir zaman, tetapi para pendeta dan penatua agama percaya bahwa Tuhan akan datang kembali di awan-awan, dan bahwa semua orang yang percaya kepada Tuhan akan berubah bentuk dalam sekejap dan diangkat ke atas awan untuk berjumpa dengan Tuhan, persis seperti yang Paulus katakan: "Sebab kita adalah warga negara surga; dari sana juga kita memandang Juru Selamat, Tuhan Yesus Kristus: yang akan mengubah tubuh fana kita, sehingga menjadi sama dengan tubuh kemuliaan-Nya, menurut karya-Nya di mana Dia bisa menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya sendiri" (Filipi 3:20-21). Tuhan itu mahakuasa dan tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat Ia lakukan. Tuhan akan mengubah kita dan membuat kita kudus, dan Ia mencapai ini hanya dengan satu kata. Jadi, mengapa Ia masih perlu menjadi manusia untuk menyatakan kebenaran dan melakukan tahap pekerjaan penghakiman dan penyucian manusia?

media terkait