Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pertanyaan 15: Kami mengikuti contoh Paulus dan bekerja sangat keras bagi Tuhan, menyebarkan injil dan memberi kesaksian tentang Tuhan, serta menggembalakan gereja-gereja Tuhan, sama seperti Paulus: "Aku sudah melakukan pertandingan yang baik. Aku sudah menyelesaikan perlombaanku, aku sudah menjaga imanku" (2 Timotius 4:7). Bukankah ini artinya mengikuti kehendak Tuhan? Penerapan semacam ini seharusnya berarti bahwa kami memenuhi syarat untuk diangkat dan masuk ke dalam kerajaan surga; jadi, mengapa kami harus menerima pekerjaan penghakiman dan penyucian Tuhan pada akhir zaman sebelum kami dapat dibawa masuk ke dalam kerajaan surga?

Jawaban:

Pertanyaan ini sangat penting. Pertanyaan ini mencakup apakah kita dapat dibawa masuk ke dalam kerajaan surga. Sebagian besar orang yang percaya kepada Tuhan berpikir bahwa meneladani Paulus dengan mengorbankan segalanya dan bekerja keras untuk Tuhan adalah sama dengan mengikuti jalan Tuhan dan membuat mereka layak untuk dibawa masuk ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang kembali. Pendapat ini telah menjadi pemahaman kebanyakan orang yang percaya kepada Tuhan. Namun, apakah pendapat ini berdasarkan firman Tuhan? Apakah pengejaran kita ini konsisten dengan maksud Tuhan? Apakah dengan meneladani kerja keras Paulus, kita sebenarnya sedang mengikuti jalan Tuhan? Apakah kita benar-benar memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surga? Tuhan Yesus berkata: "Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan" (Matius 7:21-23). Tuhan Yesus mengatakan dengan sangat jelas bahwa hanya mereka yang mengikuti kehendak Tuhan yang akan masuk ke dalam kerajaan surga. Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa mereka yang mengorbankan segalanya dan bekerja keras untuk Tuhan dapat masuk ke dalam kerajaan surga. Sebaliknya, banyak para pekerja yang tekun, yang mengusir setan dalam nama Tuhan, dan melakukan pekerjaan luar biasa, mereka bukan saja tidak dipuji oleh Tuhan, tetapi mereka bahkan dianggap oleh Tuhan sebagai orang-orang yang jahat. Kita dapat melihat bahwa perkataan Paulus: "Aku sudah melakukan pertandingan yang baik, Aku sudah menyelesaikan perlombaanku, aku sudah menjaga imanku: Mulai dari sekarang sudah tersedia bagiku mahkota kebenaran" (2 Timotius 4:7-8), bertentangan dengan firman yang Tuhan Yesus ucapkan. Perkataan Paulus itu pada dasarnya tidak konsisten dengan maksud Tuhan. Untuk masuk ke dalam kerajaan surga, hanya ada satu cara yang pasti, yaitu apa yang dikatakan Tuhan Yesus dengan jelas: "Dan pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya'" (Matius 25:6). "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk: kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku" (Wahyu 3:20). Yang dimaksud bersantap dengan Tuhan adalah menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman. Dengan menerima penghakiman dan hajaran Tuhan, manusia akan memahami semua kebenaran dan ditahirkan dan dijadikan sempurna. Inilah hasil dari menghadiri perjamuan. Jadi, kita bisa tahu dengan pasti bahwa hanya orang-orang yang menerima penghakiman dan hajaran Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman dan menerima pentahiran yang akan sungguh-sungguh masuk ke dalam kerajaan surga.

Kita orang-orang yang percaya kepada Tuhan, kita beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Hanya Tuhan Yesus Kristus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Jadi, bagaimana orang dapat masuk ke dalam kerajaan surga, itu haruslah berdasarkan pada firman yang Tuhan Yesus ucapkan sebagai penentu. Paulus hanyalah rasul yang mengabarkan injil. Perkataannya tidak dapat merepresentasikan Tuhan, jalan yang Paulus tempuh belum tentu merupakan jalan masuk ke dalam kerajaan surga. Karena Tuhan Yesus tidak bersaksi bahwa jalan Paulus adalah benar. Terlebih, dan Tuhan Yesus tidak menyuruh kita untuk mengikuti teladan Paulus, maka jika kita memilih jalan kita untuk masuk ke dalam kerajaan surga hanya berdasarkan pada perkataan Paulus, kita akan mudah tersesat. Bagian firman yang Tuhan Yesus ucapkan yang baru saja kita baca sangatlah penting! "Melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga." Kalimat ini mengatakan kepada kita bahwa kita harus percaya pada perkataan Tuhan. Satu-satunya jalan masuk ke dalam kerajaan surga adalah dengan mengikuti kehendak Tuhan. Pada akhir zaman, Tuhan Yesus sudah datang kembali dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan. Jika kita mendengar suara Tuhan, menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, dan menerima penahiran oleh penghakiman dan hajaran Tuhan untuk dijadikan sempurna, tanpa keraguan, dengan cara inilah orang-orang yang menaati kehendak Tuhan akan memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kerajaan surga. Sedangkan mengenai mereka yang hanya berfokus untuk berkhotbah, mengusir setan, dan mengadakan mukjizat dalam nama Tuhan, akankah mereka mampu mengenal Tuhan tanpa menaruh perhatian untuk menerapkan firman Tuhan? Apakah mereka adalah orang-orang yang melakukan kehendak Tuhan? Mengapa Tuhan Yesus mengatakan: "Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan" (Matius 7:23)? Bagian kitab suci ini sangat penting; ini sangat menggugah pikiran! Kita semua tahu, di masa lalu, orang Farisi Yahudi telah bepergian melintasi darat dan laut. Mereka telah menanggung banyak kesulitan dan membayar harga yang mahal. Kelihatannya mereka setia kepada Tuhan. Sebenarnya, mereka hanya berfokus menjalankan ritual dan aturan keagamaan. Mereka tidak menaruh perhatian untuk menerapkan firman Tuhan. Mereka gagal mengikuti, bahkan mereka mengabaikan perintah Tuhan. Tindakan mereka dan cara mereka berperilaku sepenuhnya bertentangan dengan kehendak Tuhan dan menyimpang dari jalan Tuhan. Jadi Tuhan Yesus menghukum dan mengutuk mereka: "Celakalah engkau, ahli-ahli Taurat dan orang-orang farisi, orang munafik! Karena engkau melintasi lautan dan daratan untuk menjadikan satu orang bertobat menjadi pengikutmu, tetapi begitu ia bertobat, engkau menjadikannya anak neraka yang dua kali lebih jahat daripada dirimu sendiri" (Matius 23:15). Jelaslah bahwa gagasan yang mengatakan "Asalkan orang bekerja keras untuk Tuhan, dia akan dibawa masuk ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang" sepenuhnya merupakan gagasan dan imajinasi manusia, yang sama sekali tidak sejalan dengan firman Tuhan. Pengejaran kita untuk memperoleh keselamatan dan masuk ke dalam kerajaan surga adalah benar, tapi itu haruslah berdasarkan firman yang diucapkan oleh Tuhan Yesus sebagai penentu. Jika kita mengabaikan firman Tuhan, tapi menerima perkataan Paulus sebagai dasar dan perbuatan Paulus sebagai tujuan pencarian kita, bagaimana mungkin kita mendapatkan perkenanan Tuhan? Jika kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan mengerti kedua bagian kitab suci ini, pada akhirnya kita akan mengetahui dengan pasti bagaimana cara masuk ke dalam kerajaan surga.

Sebenarnya, sebelum menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, kita semua telah memiliki gagasan dan imajinasi seperti ini dalam kepercayaan kita kepada Tuhan. Kita berasumsi asalkan kita berpegang pada nama Tuhan, mengorbankan segalanya, bekerja keras dan berkhotbah dalam nama Tuhan, kita sedang menerapkan firman Tuhan dan mengikuti jalan-Nya, kita yakin bahwa kita akan dibawa masuk ke dalam kerajaan surga ketika Tuhan datang. Kemudian, setelah aku menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, aku membaca firman yang diucapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa berikut: "Ketika membicarakan tentang pekerjaan, manusia percaya bahwa pekerjaan itu berarti pergi ke sana kemari untuk Tuhan, berkhotbah di segala tempat, dan berjerih lelah untuk Tuhan. Meskipun keyakinan ini benar, pandangan ini terlalu sepihak; yang Tuhan minta dari manusia bukanlah sekadar melakukan perjalanan ke sana kemari bagi Tuhan, tetapi lebih berkaitan dengan pelayanan dan pembekalan di dalam roh. ... Pekerjaan bukan mengacu pada pergi ke sana kemari bagi Tuhan. Pekerjaan mengacu pada apakah kehidupan manusia dan perkara-perkara yang dihidupi manusia itu dimaksudkan untuk dinikmati Tuhan. Pekerjaan mengacu pada manusia yang menggunakan kesetiaan mereka kepada Tuhan dan pengenalan mereka akan Tuhan untuk bersaksi tentang Tuhan dan melayani manusia. Inilah tanggung jawab manusia dan perkara yang harus disadari semua manusia. Dengan kata lain, jalan masukmu adalah pekerjaanmu; engkau semua berusaha untuk memasukinya selama melakukan pekerjaanmu bagi Tuhan. Mengalami Tuhan bukan sekadar dapat makan dan minum firman-Nya. Yang lebih penting, engkau semua harus mampu memberi kesaksian tentang Tuhan, melayani Tuhan, serta melayani dan membekali manusia. Inilah yang dimaksud dengan pekerjaan, serta jalan masukmu. Inilah yang harus dicapai oleh setiap orang. Ada banyak orang yang hanya berfokus pada melakukan perjalanan ke sana kemari bagi Tuhan, dan berkhotbah di segala tempat, tetapi mengabaikan pengalaman pribadi mereka dan melalaikan jalan masuk mereka ke dalam kehidupan rohani. Inilah yang menyebabkan orang-orang yang melayani Tuhan menjadi orang-orang yang menentang Tuhan" ("Pekerjaan dan Jalan Masuk (2)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Setelah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, aku menyadari bahwa tuntutan dalam pekerjaan kita lebih dari sekadar menderita, sibuk ke sana ke mari atau mengorbankan diri bagi-Nya. Hal yang terpenting adalah kita dapat menerapkan dan mengalami firman Tuhan, dan mampu membicarakan tentang bagaimana kita mengalami firman Tuhan secara nyata dalam pekerjaan kita dan berkhotbah untuk menuntun saudara-saudari kita masuk ke dalam kenyataan firman Tuhan. Hanya pekerjaan semacam ini yang akan memuaskan Tuhan. Mengingat kembali tentang kepercayaanku kepada Tuhan sekian tahun ini, walaupun aku telah bepergian ke berbagai tempat untuk bekerja dan berkhotbah dalam nama Tuhan di tengah hujan dan badai, yang karenanya aku telah sedikit menderita dan membayar harga, aku belum menaruh perhatian untuk menerapkan dan mengalami firman Tuhan. Aku tidak mampu mengatakan kesaksian pengalamanku tentang bagaimana aku menerapkan firman Tuhan. Aku hanya mampu mengatakan huruf-huruf tertulis dan doktrin yang kosong dari Alkitab, dan mengajar saudara-saudari untuk mempelajari beberapa ritual and aturan keagamaan. Bagaimana hal ini bisa menuntun saudara-saudari masuk ke dalam kenyataan firman Tuhan? Selain itu, ketika aku melakukan pekerjaanku dan berkhotbah, aku selalu pamer agar dikagumi saudara-saudari. Aku selalu mengkhianati tuntutan Tuhan dengan mengikuti keinginanku sendiri dalam bekerja. Hanya karena aku telah mengorbankan diriku dan menderita sedikit bagi Tuhan, aku menganggap bahwa aku adalah orang yang paling mengasihi Tuhan, dan paling setia kepada-Nya. Tanpa malu aku menuntut berkat kerajaan surga dari Tuhan. Aku begitu congkak sehingga aku bahkan memandang rendah saudara-saudari yang lemah dan pasif. Aku hanya berfokus untuk bekerja bagi Tuhan dengan penuh semangat tetapi tidak berfokus untuk menerapkan dan mengalami firman Tuhan. Akibatnya, meskipun telah mengikuti Tuhan selama bertahun-tahun, aku tidak mengetahui apa pun tentang Tuhan dan tidak memiliki hati yang menghormati Tuhan, apalagi mengalami perubahan dalam watak hidupku. Dan, karena selama bertahun-tahun aku telah percaya kepada Tuhan dan telah mengorbankan diriku dan banyak menderita bagi-Nya, aku pun menjadi semakin congkak dan suka melawan semua orang. Aku bahkan selalu berbohong dan menipu sesamaku, mengungkapkan watak Iblis dalam diriku di setiap kesempatan. Sebenarnya kerja keras yang kulakukan tidak ada hubungannya sama sekali dengan penerapan firman Tuhan dan ketaatan kepada Tuhan. Bagaimana mungkin hal seperti menuntunku untuk memahami Tuhan? Bagi orang sepertiku yang tidak memiliki kenyataan kebenaran juga pemahaman akan Tuhan, bukankah semua yang kulakukan mempermalukan dan melawan Tuhan? Bagaimana mungkin ini menjadi pengagungan dan kesaksian bagi Tuhan? Seperti yang Tuhan Yesus katakan: "Banyak orang akan berkata kepada-Ku di hari itu kelak, Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat demi nama-Mu, telah mengusir setan-setan demi nama-Mu, dan melakukan banyak pekerjaan ajaib demi nama-Mu? Saat itu Aku akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenalmu: pergilah daripada-Ku, engkau yang melakukan kejahatan" (Matius 7:22-23). Bukankah semua pelaku kejahatan yang dikutuk oleh Tuhan Yesus itu, semuanya mengorbankan diri bagi Tuhan secara lahiriah? Mereka tidak melanggar hukum apa pun juga tidak berbuat dosa apa pun. Lalu, mengapa Tuhan Yesus menyebut mereka para pelaku kejahatan? Itu karena semua kerja keras mereka dimaksudkan untuk menerima berkat. Mereka tidak sungguh-sungguh taat kepada Tuhan. Hanya setelah mengalami pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa, aku memahami arti sebenarnya dari perkataan Tuhan Yesus dan menyadari bahwa tak peduli berapa tahun kita telah percaya kepada Tuhan, seberapa keras kita telah bekerja, kita tidak akan pernah sungguh-sungguh menaati dan menyembah Tuhan ataupun menjadi seseorang yang menaati kehendak Tuhan tanpa mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan pada akhir zaman. Hal ini sungguh benar.

Lihatlah para pendeta dan penatua agama itu. Meski mereka menyingkirkan segalanya dan bekerja keras bagi Tuhan, pekerjaan macam apa sebenarnya yang mereka lakukan? Apakah natur dari pekerjaan mereka? Setelah memercayai Tuhan sekian tahun, mereka tidak pernah mengejar kebenaran, dan mereka tak mampu menerima pekerjaan Roh Kudus ataupun menyelesaikan masalah praktis dalam iman mereka kepada Tuhan serta masuknya mereka ke dalam kehidupan. Mereka sering berbicara tentang berbagai doktrin alkitabiah yang kosong untuk membodohi dan menipu orang percaya, dan bersaksi tentang sejauh mana mereka telah bepergian, seberapa banyak pekerjaan yang telah mereka lakukan, seberapa banyak mereka telah menderita, dan berapa banyak gereja yang telah mereka dirikan bagi Tuhan dan lain sebagainya, demi membangun citra mereka sendiri agar orang menyembah dan mengikuti mereka. Akibatnya, setelah mendengar khotbah mereka sekian tahun, saudara-saudari bukan saja tidak memahami kebenaran ataupun mengenal Tuhan, tetapi mereka malah menyembah dan mengikuti para pendeta dan penatua keagamaan tersebut, dan tanpa disadari mereka pun mulai menapaki jalan untuk menyembah manusia dan mengkhianati Tuhan. Apakah para pendeta dan penatua ini mengikuti jalan Tuhan dengan bekerja dan mencurahkan diri mereka seperti itu? Bukankah mereka sedang melakukan kejahatan dan menentang Tuhan? Khususnya mengenai pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, kebanyakan pendeta dan penatua sebenarnya menyadari bahwa firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, bahwa semua pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa adalah pekerjaan Roh Kudus, tetapi mereka tidak mencari tahu ataupun memeriksa firman-Nya dan pekerjaan-Nya. Sebaliknya, demi melindungi status dan mata pencaharian, mereka secara membabi buta menciptakan rumor dan berbagai macam kebohongan untuk menentang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa, dan mengunci komunitas keagamaan agar berada dalam situasi yang sangat sulit. Mereka melarang siapa pun mencari dan mempelajari jalan yang benar, menghalangi orang-orang yang menyebarkan Injil kerajaan untuk bersaksi tentang pekerjaan Tuhan di gereja, dan bahkan bersekongkol dengan Partai Komunis Tiongkok untuk menangkap dan menganiaya orang-orang yang bersaksi bagi Tuhan Yang Mahakuasa. Bukankah mereka terang-terangan bertindak melawan Tuhan? Perbuatan jahat mereka melawan Tuhan bahkan jauh lebih buruk daripada cara orang Farisi melawan Tuhan Yesus di masa lalu. Berdasarkan fakta-fakta ini, masih bisakah kita berkata bahwa mengorbankan diri dan bekerja keras dalam nama Tuhan sama artinya dengan mengikuti kehendak Tuhan? Masih bisakah kita berkata bahwa orang layak dibawa masuk ke dalam kerajaan surga asalkan ia berpegang pada nama Tuhan, memelihara jalan Tuhan, bepergian dan mengorbankan diri bagi Tuhan? Mari kita membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa agar memperoleh pemahaman yang lebih baik.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Engkau mengatakan bahwa engkau selalu menderita selama mengikut Tuhan, bahwa engkau telah mengikuti-Nya dalam segala keadaan, dan telah berjalan bersama Dia di saat susah ataupun senang, tetapi engkau belum hidup dalam firman yang Tuhan sampaikan; engkau hanya ingin sibuk bagi Tuhan dan mengorbankan dirimu bagi Tuhan setiap hari, dan tidak pernah berpikir untuk hidup dalam kehidupan yang bermakna. Engkau juga berkata, 'Dalam hal apa pun, aku percaya bahwa Tuhan itu benar. Aku telah menderita bagi-Nya, sibuk bekerja bagi Dia, mempersembahkan diriku bagi Dia, dan aku telah bekerja keras meskipun tidak menerima penghargaan apa pun; Dia tentunya akan mengingat aku.' Memang benar bahwa Tuhan itu benar, tetapi kebenaran ini tidak ternoda oleh kecemaran apa pun. Kebenaran ini tidak mengandung kehendak manusia, dan tidak tercemar oleh daging, atau transaksi manusia. Semua yang memberontak dan menentang, dan tidak sesuai dengan jalan-Nya, akan dihukum. Tidak ada yang diampuni, dan tak satu pun yang luput!" ("Pengalaman Petrus: Pengetahuannya tentang Hajaran dan Penghakiman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Engkau harus tahu orang-orang semacam apa yang Aku inginkan. Orang yang tidak murni tidak diizinkan masuk ke dalam kerajaan. Orang-orang yang tidak murni tidak diizinkan mencemarkan tanah yang kudus. Meskipun engkau mungkin sudah melakukan banyak pekerjaan, dan telah bekerja selama bertahun-tahun, pada akhirnya, jika engkau masih tetap kotor dan menyedihkan—menurut hukum Surga tidak dapat dibenarkan engkau berharap dapat masuk ke dalam kerajaan-Ku! Semenjak dunia dijadikan sampai saat ini, tak pernah Aku memberi jalan masuk yang mudah bagi orang-orang yang menjilat untuk mendapatkan perkenanan-Ku. Inilah peraturan surga, dan tak seorang pun dapat melanggarnya! Engkau harus mencari kehidupan. Saat ini, orang-orang yang disempurnakan adalah orang-orang yang sejenis dengan Petrus. Mereka adalah orang-orang yang mengusahakan perubahan pada wataknya sendiri, dan bersedia menjadi kesaksian bagi Tuhan serta melaksanakan tugasnya sebagai ciptaan Tuhan. Hanya orang-orang seperti inilah yang akan disempurnakan. Jika engkau hanya mencari upah, dan tidak mengusahakan perubahan watak hidupmu sendiri, semua upayamu akan sia-sia—inilah kebenaran yang tak terubahkan!" ("Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Dijalani Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Firman yang diucapkanTuhan Yang Mahakuasa sangat jelas. Tuhan itu kudus dan benar, dan Tuhan sama sekali melarang orang-orang yang kotor dan rusak untuk masuk ke dalam kerajaan-Nya.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Banyak orang bertanya, "Kami bekerja keras untuk Tuhan dan mengikuti nama dan jalan Tuhan. Mengapa kami tidak bisa masuk ke dalam kerajaan surga?" Masalahnya bukan sekadar apakah kita mengikuti kehendak Tuhan atau tidak. Yang paling penting adalah karena natur berdosa kita belum diselesaikan. Karena itu, pengalaman pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman diperlukan bagi seseorang untuk menerima penahiran demi mencapai perubahan dalam watak hidupnya dan menjadi seseorang yang menaati kehendak Bapa Surgawi. Hanya dengan cara inilah dia dapat memenuhi syarat untuk dibawa masuk ke dalam kerajaan surga. Sekarang kita dapat mengerti mengapa kita sering berbuat dosa di siang hari dan mengaku dosa di malam hari, dan tidak pernah berhasil hidup tanpa berdosa. Akar penyebabnya adalah natur Iblis dalam diri kita yang sering kali menguasai kita untuk menentang dan memberontak terhadap Tuhan. Bahkan sekalipun kita sering mengakui dosa kita dan bertobat kepada Tuhan, kita tidak dapat melepaskan diri dari ikatan dosa. Itulah dilema dan status quo semua orang yang percaya kepada Tuhan. Di Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus hanya melakukan pekerjaan penebusan sehingga manusia dapat diampuni dari dosanya dan memenuhi syarat untuk berdoa kepada Tuhan, berbicara dengan Tuhan, dan menikmati kasih karunia dan berkat-berkat Tuhan. Namun pekerjaan penebusan Tuhan Yesus hanya mengampuni dosa-dosa kita tanpa mengampuni natur Iblis dalam diri kita. Meskipun kita mampu bekerja keras dalam nama Tuhan, sibuk dan mengorbankan diri, kita tetap tidak dapat melepaskan diri dari kendali dan ikatan dosa. Jadi, Tuhan Yesus berkata bahwa di akhir zaman Dia akan datang kembali, yaitu untuk menyelesaikan natur berdosa kita dan watak Iblis dalam diri kita. Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa telah datang untuk melakukan pekerjaan penghakiman dan penahiran manusia berdasarkan landasan pekerjaan penebusan di Zaman Kasih Karunia. Dengan mengungkapkan kebenaran, Tuhan menyingkapkan dan menghakimi natur Iblis dalam diri manusia, dan menahirkan watak Iblis dalam diri manusia, sehingga kita dapat sepenuhnya dibebaskan dari pengaruh Iblis dan diselamatkan dan didapatkan oleh Tuhan. Mari kita baca firman Tuhan Yang Mahakuasa: "Sebelum manusia ditebus, banyak racun Iblis yang telah tertanam kuat di dalam dirinya. Setelah ribuan tahun dirusak oleh Iblis, di dalam diri manusia terdapat sifat dasar yang selalu menolak Tuhan. Oleh karena itu, ketika manusia telah ditebus, manusia mengalami tidak lebih dari penebusan, di mana manusia dibeli dengan harga yang mahal, namun sifat beracun dalam dirinya masih belum dihilangkan. Manusia masih begitu tercemar sehingga harus mengalami perubahan sebelum layak untuk melayani Tuhan. Melalui pekerjaan penghakiman dan hajaran ini, manusia akan sepenuhnya menyadari substansi mereka sebenarnya yang najis dan rusak, dan mereka akan dapat sepenuhnya berubah dan menjadi tahir. Hanya dengan cara ini manusia dapat dilayakkan untuk kembali menghadap takhta Tuhan. Semua pekerjaan yang dilakukan sekarang ini bertujuan agar manusia dapat ditahirkan dan diubahkan. Melalui penghakiman dan hajaran oleh firman-Nya, serta melalui pemurnian, manusia dapat mengenyahkan kerusakan dirinya dan disucikan. Daripada menganggap tahap pekerjaan ini sebagai tahap penyelamatan, lebih tepat menganggapnya sebagai tahap pekerjaan penyucian. Sebenarnya, tahap ini merupakan tahap penaklukan dan juga tahap kedua penyelamatan. Manusia dijadikan milik Tuhan melalui penghakiman dan hajaran oleh firman. Melalui penggunaan firman untuk memurnikan, menghakimi dan menyingkapkan, semua ketidakmurnian, gagasan, motif dan harapan pribadi dalam hati manusia akan sepenuhnya tersingkap" ("Misteri Inkarnasi (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Ia hanya menyelesaikan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia, tetapi tidak melepaskan manusia dari wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan menerima berkat yang lebih besar. Mereka benar-benar hidup dalam terang dan akan mendapatkan kebenaran, jalan, dan hidup" (Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia). Dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita menyadari bahwa kita telah sangat dirusak oleh Iblis. Natur Iblis berakar dalam diri kita. Meskipun dosa-dosa kita diampuni melalui pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, dan kita dapat hidup di hadapan Tuhan oleh kasih karunia Tuhan Yesus, kita masih hidup dalam watak Iblis dan tidak mampu melakukan firman Tuhan dan menjalani hidup kita sesuai dengan firman Tuhan, karena natur Iblis dalam diri kita belum dibereskan. Ini bukanlah jenis orang yang pada akhirnya akan didapatkan oleh Tuhan. Orang-orang yang akan Tuhan dapatkan adalah mereka yang telah ditahirkan dari watak mereka yang rusak, mereka yang bebas dari kerusakan dan taat pada kehendak Tuhan. Jadi, kita masih membutuhkan pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa untuk menyelesaikan akar dosa-dosa kita, yaitu, watak Iblis dalam diri kita. Ketika watak Iblis kita telah ditahirkan, pemisahan kita dari pengaruh Iblis telah sempurna, dan kita dapat benar-benar menaati dan menyembah Tuhan, maka kita akan benar-benar diselamatkan dan didapatkan oleh Tuhan, dan memenuhi syarat untuk menerima janji Tuhan untuk memasuki kerajaan-Nya. Tidak ada keraguan tentang itu.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Sebelumnya:Pertanyaan 14: Alkitab berkata: "Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat" (Roma 10:10). Kita percaya bahwa Tuhan Yesus telah menghapus dosa-dosa kita dan membenarkan kita karena iman. Selain itu, kita percaya bahwa jika seseorang sudah pernah diselamatkan, mereka akan diselamatkan selama-lamanya, dan saat Tuhan datang kembali kita akan segera diangkat dan memasuki kerajaan surga. Jadi, mengapa engkau bersaksi bahwa kita harus menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman sebelum kita bisa diselamatkan dan dibawa masuk ke dalam kerajaan surga?

Selanjutnya:Pertanyaan 16: Engkau berkata bahwa orang yang percaya kepada Tuhan harus menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman, dan hanya setelah itulah watak mereka yang rusak dapat dimurnikan dan mereka sendiri dapat diselamatkan oleh Tuhan. Akan tetapi, sesuai keinginan Tuhan kami menerapkan kerendahan hati dan kesabaran, mengasihi musuh kami, memikul salib kami, meninggalkan keduniawian, dan kami bekerja serta menyebarluaskan Injil bagi Tuhan dan sebagainya. Jadi, bukankah semua ini adalah perubahan dalam diri kami? Kami selalu melakukan pencarian dengan cara ini; jadi, tidak dapatkah kami juga memperoleh penyucian, dan diangkat masuk ke dalam kerajaan surga?

media terkait