Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pertanyaan 13: Kebanyakan orang di dunia keagamaan percaya bahwa perkataan Tuhan Yesus "Selesai sudah" (Yohanes 19:30) di atas kayu salib adalah bukti bahwa pekerjaan keselamatan oleh Tuhan sudah benar-benar selesai. Akan tetapi, engkau bersaksi bahwa Tuhan telah kembali sebagai manusia untuk menyatakan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan untuk sepenuhnya menyelamatkan manusia. Jadi, sebenarnya bagaimana kami harus memahami pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia? Kami belum memahami dengan jelas aspek kebenaran ini; jadi, mohon jelaskan hal ini bagi kami.

Jawaban:

Ketika Tuhan Yesus berkata di kayu salib "Selesai sudah" (Yohanes 19:30), apa sebenarnya yang Dia maksud? Apakah yang Dia maksud adalah bahwa pekerjaan penebusan telah selesai, atau bahwa pekerjaan Tuhan untuk sepenuhnya menyelamatkan umat manusia telah selesai? Bisakah orang-orang pada zaman itu benar-benar mengetahuinya? Bisa dikatakan tidak seorang pun pada zaman itu yang mengetahuinya. Yang Tuhan Yesus katakan hanya dua kata ini: "Selesai sudah." Dia tidak mengatakan bahwa pekerjaan Tuhan menyelamatkan umat manusia sudah selesai. Manusia tidak dapat sepenuhnya memahami apa yang Tuhan Yesus maksud ketika Dia berkata, "Selesai sudah." Mengapa ada yang berani menjelaskan perkataan Tuhan berdasarkan gagasannya sendiri? Mengapa dengan lancang berani mengartikan kalimat "Selesai sudah"? Melakukan ini berarti secara gegabah menempatkan gagasan manusia di atas perkataan Tuhan Yesus. Pikirkanlah hal ini, jika perkataan Tuhan Yesus "Selesai sudah", menunjukkan bahwa pekerjaan Tuhan menyelamatkan semua manusia sudah sepenuhnya selesai, lalu, mengapa Tuhan bernubuat: "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran: karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya: dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" (Yohanes 16:12-13). Bagaimana kita memahami nubuat ini? Juga, sebagaimana dicatat dalam Injil Yohanes, Pasal 12, Ayat 47-48, Tuhan Yesus berkata: "Dan kalau ada orang yang mendengar perkataan-Ku, dan tidak percaya, Aku tidak menghakiminya: karena Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia. Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya: firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman." Firman yang Tuhan Yesus ucapkan mengatakan dengan jelas bahwa Tuhan akan datang kembali untuk menyatakan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman. Ada juga nubuat di Alkitab: "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" (1 Petrus 4:17). Berdasarkan apa yang dikatakan oleh para pendeta dan penatua, jika penyaliban Tuhan Yesus menyelesaikan semua pekerjaan penyelamatan umat manusia, lalu bagaimana mengenai nubuat Tuhan Yesus: "Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran," bagaimana firman ini menjadi kenyataan? Bukankah jika demikian nubuat Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa Dia akan datang kembali untuk menyatakan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman akan gugur? Oleh karena itu, apa yang dikatakan oleh para pendeta dan penatua jelas tidaklah sesuai dengan firman Tuhan Yesus, dan tidak sesuai dengan kenyataan pekerjaan Tuhan. Kita semua seharusnya tahu bahwa apa yang Tuhan Yesus lakukan adalah pekerjaan menebus umat manusia. Yang harus kita lakukan adalah menerima Tuhan Yesus, mengakui dosa dan bertobat di hadapan-Nya, dan dosa-dosa kita akan diampuni. Maka, kita pun layak untuk berdoa kepada Tuhan, dan dapat menikmati anugerah yang Tuhan limpahkan. Terlepas dari dosa, kita tak akan lagi dikutuk oleh hukum Taurat. Inilah hasil dari pekerjaan penebusan Tuhan Yesus. Inilah makna sebenarnya dari kalimat "diselamatkan oleh iman" yang sering kita katakan. Dari hasil yang dicapai oleh pekerjaan Tuhan Yesus kita bisa melihat pembuktian yang bahkan lebih besar bahwa pekerjaan Tuhan Yesus semata-mata adalah penebusan. Pekerjaan Tuhan Yesus sama sekali bukan pekerjaan penghakiman, penyucian dan penyempurnaan manusia pada akhir zaman. Meskipun kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus mengampuni dosa-dosa kita, dan kita tidak lagi berbuat dosa yang kentara, serta berperilaku baik, kita belum terlepas sepenuhnya dari dosa dan menjadi suci dan belum sepenuhnya diselamatkan, bukan begitu? Bukankah kita masih sering berkata bohong dan berbuat dosa? Bukankah kita masih bertindak rakus dan berpikiran jahat? Bukankah kita masih iri dengan orang lain dan membenci sesama? Bukankah hati kita penuh dengan kecongkakan dan tipu daya? Bukankah kita masih mengikuti tren duniawi, bergantung pada kekayaan, dan menginginkan kejayaan? Beberapa orang, ketika tertangkap atau dianiaya oleh pemerintahan komunis Tiongkok, bahkan menyalahkan Tuhan. Mereka bahkan memberikan pernyataan tertulis di mana mereka menyangkal dan mengkhianati Tuhan. Terutama mengenai pengungkapan kebenaran dan pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, orang-orang menghakimi dan mengutuk pekerjaan Tuhan berdasarkan pemikiran dan nafsunya sendiri. Tidakkah ini benar? Jadi, dalam kepercayaan kita kepada Tuhan, kita hanya mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa kita. Namun, dalam diri kita tetap ada natur Iblis dan watak Iblis. Inilah sumber kita berbuat dosa dan menentang Tuhan. Jika natur dosa dalam diri kita tidak diselesaikan, kita akan menentang Tuhan, mengkhianati Tuhan, dan menganggap Tuhan sebagai musuh. Apakah menurutmu orang seperti itu layak masuk ke dalam kerajaan surga? Seharusnya sekarang sudah jelas bahwa saat mengatakan "Selesai sudah," Tuhan Yesus bermaksud menyatakan bahwa hanya pekerjaan penebusan Tuhan yang sudah selesai. Dia sama sekali tidak mengatakan bahwa semua pekerjaan penyelamatan umat manusia telah selesai. Tuhan Yang Mahakuasa berinkarnasi pada akhir zaman untuk menyatakan seluruh kebenaran, dan untuk melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan. Kedatangan-Nya ini adalah untuk sepenuhnya menyucikan manusia, dan sepenuhnya menyelamatkan mereka, untuk menyelesaikan permasalahan mendasar dari dosa dalam diri manusia, untuk membebaskan manusia dari dosa dan mencapai kesucian, untuk mencapai keselamatan penuh dan untuk manusia masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Mari kita membaca beberapa bagian lain dari firman Tuhan Yang Mahakuasa, sehingga kita semua bisa lebih mengerti.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Orang berdosa sepertimu, yang baru saja ditebus, yang belum diubahkan, atau disempurnakan Tuhan, mungkinkah engkau berkenan di hati Tuhan? Bagimu, engkau yang masih berada dalam diri manusia yang lama, memang benar bahwa engkau diselamatkan oleh Yesus, dan engkau tidak terhitung sebagai orang berdosa karena penyelamatan Tuhan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa engkau tidak berdosa, dan tidak najis. Bagaimana mungkin engkau bisa kudus jika engkau belum diubahkan? Di dalam dirimu, engkau dipenuhi dengan kenajisan, egois dan kasar, tetapi engkau masih berharap untuk dapat turun bersama Yesus—enak sekali kau! Engkau melewatkan satu tahap dalam kepercayaanmu kepada Tuhan: engkau baru hanya ditebus, tetapi belum diubahkan. Agar engkau dapat berkenan di hati Tuhan, Tuhan harus langsung melakukan pekerjaan pengubahan dan pembersihan terhadapmu. Jika engkau hanya ditebus, engkau tidak akan dapat mencapai kekudusan. Dengan begini, engkau tidak akan layak mendapat bagian dalam berkat-berkat Tuhan yang baik, sebab engkau melewatkan satu tahap dalam pekerjaan Tuhan dalam mengelola manusia, yaitu tahap kunci berupa pengubahan dan penyempurnaan. Oleh karena itu, engkau, seorang berdosa yang baru ditebus saja, tidak dapat langsung menerima warisan Tuhan" ("Mengenai Sebutan dan Identitas" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Engkau harus tahu orang-orang semacam apa yang Aku inginkan. Orang yang tidak murni tidak diizinkan masuk ke dalam kerajaan. Orang-orang yang tidak murni tidak diizinkan mencemarkan tanah yang kudus. Meskipun engkau mungkin sudah melakukan banyak pekerjaan, dan telah bekerja selama bertahun-tahun, pada akhirnya, jika engkau masih tetap kotor dan menyedihkan—menurut hukum Surga tidak dapat dibenarkan engkau berharap dapat masuk ke dalam kerajaan-Ku! Semenjak dunia dijadikan sampai saat ini, tak pernah Aku memberi jalan masuk yang mudah bagi orang-orang yang menjilat untuk mendapatkan perkenanan-Ku. Inilah peraturan surga, dan tak seorang pun dapat melanggarnya!" ("Keberhasilan atau Kegagalan Tergantung pada Jalan yang Dijalani Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Meskipun Yesus melakukan banyak pekerjaan di antara manusia, Ia hanya menyelesaikan penebusan seluruh umat manusia dan menjadi korban penghapus dosa manusia, tetapi tidak melepaskan manusia dari wataknya yang rusak. Menyelamatkan manusia sepenuhnya dari pengaruh Iblis tidak hanya membuat Yesus harus menanggung dosa manusia sebagai korban penghapus dosa, tetapi juga membuat Tuhan wajib melakukan pekerjaan yang lebih besar untuk melepaskan manusia dari wataknya yang telah dirusak Iblis. Jadi, setelah dosa manusia diampuni, Tuhan kembali menjadi daging untuk memimpin manusia memasuki zaman yang baru. Tuhan memulai melakukan hajaran dan penghakiman, dan pekerjaan ini telah membawa manusia ke dalam alam yang lebih tinggi. Semua orang yang tunduk di bawah kekuasaan-Nya akan menikmati kebenaran yang lebih tinggi dan menerima berkat yang lebih besar. Mereka benar-benar hidup dalam terang dan akan mendapatkan kebenaran, jalan, dan hidup" (Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).

"Sebelum manusia ditebus, banyak racun Iblis yang telah tertanam kuat di dalam dirinya. Setelah ribuan tahun dirusak oleh Iblis, di dalam diri manusia terdapat sifat dasar yang selalu menolak Tuhan. Oleh karena itu, ketika manusia telah ditebus, manusia mengalami tidak lebih dari penebusan, di mana manusia dibeli dengan harga yang mahal, namun sifat beracun dalam dirinya masih belum dihilangkan. Manusia masih begitu tercemar sehingga harus mengalami perubahan sebelum layak untuk melayani Tuhan. Melalui pekerjaan penghakiman dan hajaran ini, manusia akan sepenuhnya menyadari substansi mereka sebenarnya yang najis dan rusak, dan mereka akan dapat sepenuhnya berubah dan menjadi tahir. Hanya dengan cara ini manusia dapat dilayakkan untuk kembali menghadap takhta Tuhan. Semua pekerjaan yang dilakukan sekarang ini bertujuan agar manusia dapat ditahirkan dan diubahkan. Melalui penghakiman dan hajaran oleh firman-Nya, serta melalui pemurnian, manusia dapat mengenyahkan kerusakan dirinya dan disucikan. Daripada menganggap tahap pekerjaan ini sebagai tahap penyelamatan, lebih tepat menganggapnya sebagai tahap pekerjaan penyucian" ("Misteri Inkarnasi (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Pekerjaan di akhir zaman bertujuan untuk memisahkan segala sesuatu menurut jenisnya, untuk mengakhiri rencana pengelolaan Tuhan, karena waktunya sudah makin dekat dan hari Tuhan telah tiba. Tuhan membawa semua yang telah memasuki kerajaan-Nya, yaitu mereka yang telah setia kepada-Nya sampai akhir, ke dalam zaman Tuhan sendiri. Namun, sampai datangnya zaman Tuhan itu sendiri, pekerjaan yang akan Tuhan lakukan bukanlah untuk mengamati perbuatan-perbuatan manusia atau menyelidiki kehidupan manusia, tetapi menghakimi pemberontakannya, karena Tuhan akan menyucikan semua orang yang datang ke hadapan takhta-Nya. Semua orang yang telah mengikuti jejak kaki Tuhan sampai hari ini adalah mereka yang telah datang ke hadapan takhta Tuhan, dengan demikian, setiap orang yang menerima tahap terakhir pekerjaan Tuhan menjadi sasaran penyucian Tuhan. Dengan kata lain, semua orang yang menerima tahap terakhir pekerjaan Tuhan menjadi sasaran penghakiman Tuhan" ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Akhir zaman telah tiba. Semua makhluk ciptaan akan dikelompokkan menurut jenis mereka, dan dibagi ke dalam kategori berbeda berdasarkan sifat mereka. Ini saat ketika Tuhan mengungkap kesudahan manusia dan tempat tujuan mereka. Jika manusia tidak mengalami hajaran dan penghakiman, tidak akan ada jalan untuk mengungkap ketidakpatuhan serta ketidakbenaran mereka. Hanya melalui hajaran dan penghakimanlah kesudahan semua makhluk ciptaan bisa diungkapkan. Manusia hanya menunjukkan watak aslinya ketika ia dihajar dan dihakimi. Yang jahat akan dikumpulkan bersama yang jahat, yang baik dengan yang baik, dan semua manusia akan dikelompokkan berdasarkan jenis mereka. Melalui hajaran dan penghakiman, kesudahan semua ciptaan akan diungkap, sehingga yang jahat bisa dihukum dan yang baik diberikan upah, dan semua orang menjadi tunduk di bawah kekuasaan Tuhan. Semua pekerjaan ini harus dicapai melalui hajaran dan penghakiman yang benar. Karena kerusakan manusia telah mencapai puncaknya dan ketidakpatuhan mereka semakin parah, hanya watak Tuhan yang benar, yang pada prinsipnya adalah termasuk hajaran dan penghakiman serta diungkapkan di akhir zaman—yang bisa benar-benar mengubahkan dan menyempurnakan manusia. Hanya watak ini yang bisa menyingkap kejahatan dan menghukum semua yang tidak benar dengan keras" ("Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Esensi pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan adalah pentahiran manusia, untuk hari perhentian terakhir. Jika tidak, seluruh umat manusia tidak akan pernah bisa mengikuti sesamanya atau masuk ke tempat perhentian terakhir. Inilah satu-satunya jalan agar manusia bisa masuk ke tempat perhentian. Hanya pekerjaan pentahiran Tuhan yang mampu mentahirkan manusia dari ketidakbenaran mereka, dan hanya pekerjaan hajaran dan penghakiman-Nya yang mampu menyoroti hal-hal yang tidak patuh di antara manusia, sehingga memisahkan orang-orang yang dapat diselamatkan dari yang tidak, serta mana yang akan tinggal dari yang tidak. Saat pekerjaan-Nya telah selesai, mereka yang tinggal akan ditahirkan dan menikmati kehidupan manusia kedua yang lebih indah di bumi saat mereka memasuki alam manusia yang lebih tinggi; dengan kata lain, mereka akan masuk ke hari perhentian manusia dan hidup bersama Tuhan. Setelah mereka yang tidak bisa tinggal menjalani hajaran dan penghakiman, wujud asli mereka akan seluruhnya terungkap. Setelah ini, mereka semua akan dihancurkan dan, sama seperti Iblis, mereka tidak akan diizinkan untuk bertahan hidup di bumi. Manusia di masa depan tidak akan lagi terdiri dari jenis orang-orang seperti ini; orang-orang ini tidak layak masuk ke tanah tempat perhentian akhir, maupun memasuki hari perhentian yang akan dimiliki Tuhan bersama dengan manusia, karena mereka adalah target penghukuman dan merupakan orang-orang jahat, dan mereka bukan orang-orang benar. ... Pekerjaan terakhir-Nya untuk menghukum orang yang jahat dan memberi upah orang yang baik dilakukan sepenuhnya untuk benar-benar memurnikan seluruh umat manusia, sehingga Ia dapat membawa umat manusia yang sepenuhnya kudus ke tempat perhentian yang abadi. Tahap pekerjaan-Nya ini adalah tahap pekerjaan yang paling penting. Ini merupakan tahap terakhir dari seluruh pekerjaan pengelolaan-Nya" ("Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Tuhan Yang Mahakuasa berbicara dengan sangat jelas tentang makna penting dan hasil yang dicapai oleh pekerjaan penghakiman Tuhan selama akhir zaman. Ini memungkinkan kita untuk yakin bahwa pekerjaan penghakiman Tuhan selama akhir zaman adalah pekerjaan yang secara menyeluruh menyucikan dan menyelamatkan umat manusia. Pekerjaan penebusan yang Tuhan Yesus lakukan membuka jalan bagi pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman. Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan penghakiman dan penyucian di atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, demi sepenuhnya menyelamatkan umat manusia dari dosa dan membawa mereka masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Bukankah Tuhan bekerja dengan cara ini sangatlah nyata? Jika kita hanya menerima pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, dan tidak menerima pekerjaan penghakiman Tuhan dan penyucian Tuhan pada akhir zaman, bagaimana kita bisa layak untuk masuk ke dalam kerajaan Tuhan? Tampaknya kepercayaan kepada Tuhan menuntut kita untuk memahami pekerjaan Tuhan. Ini sangat penting! Namun, banyak orang beragama yang memegang keyakinan bahwa keselamatan hanya melalui iman. Mereka meyakini bahwa percaya kepada Tuhan menghasilkan pengampunan dosa, menyelesaikan semua masalah, menganggap bahwa Tuhan yang penuh kasih dan belas kasihan akan mengampuni dosa apa pun yang bisa orang lakukan. Dia akan mengangkat mereka semua ke dalam kerajaan surga ketika Dia datang. Oleh karena itu, mereka menolak untuk menerima pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Masalah seperti apa ini? Apakah orang seperti ini memahami pekerjaan Tuhan? Apakah mereka memahami watak Tuhan yang benar? Apakah menurutmu Tuhan akan mengizinkan kategori orang jahat yang memberontak terhadap-Nya dan menentang Dia masuk ke dalam kerajaan-Nya? Tentu saja tidak! Apa akibatnya jika orang semacam ini masuk ke dalam kerajaan Tuhan? Mari kita gunakan sebuah contoh. Jika orang Israel yang percaya kepada Tuhan Yahweh dibawa masuk ke dalam kerajaan Tuhan, menurutmu apa yang akan terjadi? Mereka tidak bisa menerima Tuhan yang berinkarnasi, yakni Tuhan Yesus, dan mereka juga berusaha sekuat tenaga mengutuk Tuhan Yesus, dan memaku Tuhan Yesus ke kayu salib. Kategori orang jahat ini secara gila-gilaan menolak Tuhan dengan cara ini, jika mereka masuk ke dalam kerajaan Tuhan, akankah mereka terus menolak Tuhan? Akankah mereka memberontak? Akankah mereka berusaha merebut kekuasaan Tuhan? Mengapa Tuhan Yesus tidak masuk ke dalam bait suci untuk berkhotbah? Itu karena imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan orang-orang Farisi beragama Yahudi sangat jahat. Mereka mampu melakukan apa pun. Kita semua tahu bahwa setelah Tuhan Yesus ditangkap oleh mereka, Dia dipukul, diejek, dan diludahi. Dia bahkan diserahkan kepada pemerintah Romawi untuk disalibkan. Tuhan Yesus sudah tahu bahwa mereka licik seperti ular sehingga Dia tidak masuk ke dalam bait suci untuk berdoa. Pada akhir zaman, Tuhan Yesus telah datang kembali. Mengapa Ia tidak masuk ke dalam gereja untuk berkhotbah? Itu karena semua pemimpin gereja sangat jahat. Seandainya inkarnasi Tuhan Yang Mahakuasa masuk ke dalam gereja, mereka pasti akan memanggil polisi. Mereka pasti akan menyerahkan Tuhan Yang Mahakuasa kepada pemerintahan PKT. Bukankah kenyataannya? Sekarang beranikah kita masuk ke gereja-gereja dan secara terbuka bersaksi tentang Tuhan Yang Mahakuasa? Jika engkau bersaksi tentang Tuhan Yang Mahakuasa kepada mereka, mereka pasti akan mengepungmu dan mempermalukanmu, dan bahkan menyerahkanmu kepada Biro Keamanan Publik. Karena alasan inilah, gereja-gereja pada zaman sekarang adalah sama dengan bait suci agama Yahudi. Semua itu adalah tempat-tempat yang mengusir Tuhan, menentang dan mengutuk Tuhan. Bukankah demikian kenyataannya? Ini menunjukkan sejauh mana umat manusia telah menjadi rusak. Mereka tidak menyukai kebenaran, dan sangat membenci kebenaran. Mereka semua menolak kedatangan Tuhan, dan mereka semua berada di pihak Iblis dan menentang Tuhan. Jika Tuhan tidak berinkarnasi pada akhir zaman untuk menyatakan kebenaran, untuk menghakimi dan menyucikan manusia, seluruh umat manusia sudah dihancurkan oleh Tuhan karena mereka menentang Tuhan.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Sekarang ada beberapa orang yang menunjukkan bahwa hal terakhir yang Tuhan Yesus katakan di kayu salib adalah, "Selesai sudah" (Yohanes 19:30). Lalu mereka berkata: "Pada saat Tuhan Yesus melayani sebagai korban penghapus dosa bagi manusia, Ia menyelesaikan pekerjaan keselamatan oleh Tuhan. Kita telah diampuni dari dosa-dosa kita karena kita percaya kepada Tuhan Yesus. Kita juga telah dibenarkan semata-mata melalui iman dan dengan demikian kita akan bisa memasuki kerajaan surga. Kita hanya perlu menunggu diangkat oleh Tuhan." Atau mereka berkata: "Segala sesuatunya sudah siap, kita hanya perlu diangkat." Apakah pernyataan ini sudah dipastikan? Belum. Kita hanya bisa memastikan bahwa dosa-dosa kita telah diampuni, bukan? Bagaimana kita bisa yakin bahwa dosa-dosa kita sudah diampuni? Terlepas dari jenis dosa yang engkau lakukan, engkau hanya perlu berdoa dan mengakui dosamu dan engkau akan merasakan sukacita, damai, dan rohmu akan dibebaskan dari belenggu dosa. Seseorang merasa benar-benar lepas saat ia terbebas dari dosa! Ini benar. Jadi kita dapat berkata bahwa korban penghapus dosa sungguh benar dan merupakan hal yang dapat dikonfirmasi oleh semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus melalui pengalaman mereka. Namun, Tuhan Yesus tidak berkata, "Dengan percaya kepada Tuhan Yesus, engkau akan memperoleh keselamatan dan sepenuhnya dibebaskan dari dosa. Jika engkau percaya kepada Tuhan Yesus, engkau akan dipuji oleh Tuhan dan akan memasuki kerajaan surga." Tuhan Yesus tidak mengatakan hal ini dan tidak ada bukti mengenainya. Mengapa tidak ada bukti? Dosa-dosa manusia telah diampuni, tetapi apakah watak jahat di dalam dirinya dan natur dosanya telah diampuni? Belum. Apakah Tuhan Yesus pernah berkata, "Begitu dosa-dosamu diampuni engkau dapat memasuki kerajaan surga"? Apakah Tuhan Yesus pernah berkata, "Engkau hanya perlu percaya kepada-Ku, maka akan ada tempat bagimu di dalam kerajaan surga"? Tuhan tidak pernah berkata seperti itu. Apa yang Tuhan Yesus katakan? "Bukan setiap orang yang memanggil-Ku, Tuhan, Tuhan, yang akan masuk ke dalam Kerajaan Surga; melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga" (Matius 7:21). Jadi, apa maksud dari "melakukan kehendak Bapa-Ku yang ada di surga"? Maksudnya adalah engkau harus melakukan kehendak Tuhan, mengikuti jalan Tuhan, melakukan jalan kebenaran, yaitu firman Tuhan. Orang harus selalu melakukan apa pun yang Tuhan minta ia lakukan, dan harus berpegang pada apa pun yang Tuhan minta ia lakukan, apa pun yang Tuhan minta ia patuhi, dan apa pun yang Tuhan minta ia ikuti dengan setia, dan baru saat itulah ia dapat memasuki kerajaan surga. Namun, berapa banyak orang yang mampu memenuhi persyaratan Tuhan di zaman Kasih Karunia? Tidak satu pun. Jadi, kita dapat mengatakan bahwa pekerjaan Zaman Kasih Karunia adalah tahap pekerjaan penebusan. Telah dinubuatkan di dalam Alkitab bahwa ketika Tuhan kembali, Ia akan melakukan tahap pekerjaan penghakiman dan hajaran untuk menyucikan semua orang yang datang ke hadapan Tuhan. Dengan kata lain, Tuhan akan menjalankan tahap pekerjaan penyucian, pekerjaan yang memisahkan semua orang berdasarkan jenis mereka sendiri, di akhir zaman sebelum Ia mengakhiri zaman tersebut. Dan semua yang Tuhan Yesus nubuatkan mengenai memisahkan gandum dari lalang, domba dari kambing, gadis-gadis bijaksana dari gadis-gadis bodoh, dan hamba yang baik dari hamba yang jahat—semua ini akan menjadi kenyataan. Di akhir zaman, Tuhan akan menjalankan tahap pekerjaan menghakimi orang-orang dan menyucikan mereka, seperti yang telah dinubuatkan di dalam Alkitab. Sebagai contoh: "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" (1 Petrus 4:17). "Yang dijaga oleh kuasa Tuhan oleh iman kepada keselamatan yang siap untuk dinyatakan pada akhir zaman" (1 Petrus 1:5), "Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri" (Wahyu 16:15), "Jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang kepadamu bagaikan pencuri" (Wahyu 3:3), dan "Dia yang menang akan Kujadikan pilar di dalam bait Suci Tuhan-Ku dan ia tidak akan keluar lagi: dan Aku akan menuliskan padanya nama Tuhan-Ku, dan nama kota Tuhan-Ku, yaitu Yerusalem Baru, yang turun dari sorga dari Tuhan-Ku dan Aku akan menuliskan nama-Ku yang baru padanya" (Wahyu 3:12). Semua nubuatan ini mengacu pada pekerjaan yang harus dilakukan saat Tuhan kembali. Hal ini membuktikan bahwa sejak Zaman Hukum Taurat hingga waktu Tuhan datang kembali untuk mengakhiri zaman, ada tiga tahap pekerjaan. Ini benar, dan dapat dilihat dalam nubuatan-nubuatan alkitabiah. Pekerjaan di Zaman Kasih Karunia adalah pekerjaan penebusan—itu pastinya bukanlah pekerjaan penyucian untuk menyingkirkan natur dosa umat manusia. Belum pernah ada orang yang percaya kepada Tuhan Yesus yang natur dosanya telah disingkirkan sepenuhnya, tidak ada seorang pun yang tidak berbuat dosa lagi setelah diampuni, tidak ada seorang pun yang telah mencapai perubahan penuh dalam watak mereka, tidak ada seorang pun yang benar-benar mengenal Tuhan. Inilah fakta permasalahannya. Selama Zaman Kasih Karunia, umat manusia percaya kepada Tuhan selama 2.000 tahun, tetapi lima masalah fundamental tetap tidak terselesaikan: Pertama, permasalahan natur dosa manusia yang jahat tidak terselesaikan; kedua, permasalahan umat manusia yang sering kali mengungkapkan watak Iblis dalam diri mereka tetap tidak terselesaikan; ketiga, permasalahan perubahan watak hidup masing-masing orang tidak terselesaikan; keempat, permasalahan mengenai bagaimana umat manusia harus mengenal Tuhan dan menaati Tuhan tidak terselesaikan sepenuhnya; kelima, permasalahan mengenai bagaimana umat manusia dapat memperoleh penyucian tidak benar-benar terselesaikan. Kelima masalah fundamental ini tetap tidak terselesaikan, yang membuktikan bahwa pekerjaan Tuhan di Zaman Kasih Karunia hanyalah satu tahap pekerjaan penebusan—dan bukan tahap akhir pekerjaan penyelamatan umat manusia. Pekerjaan Zaman Kasih Karunia semata-mata membuka jalan, membangun fondasi, untuk pekerjaan penyelamatan di akhir zaman.

Dikutip dari "Persekutuan dari Atas"

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan diselamatkan? Orang-orang di dunia keagamaan percaya bahwa karena kata-kata terakhir Tuhan Yesus di kayu salib adalah "Selesai sudah" (Yohanes 19:30), selama engkau beriman kepada Tuhan Yesus dan dosa-dosamu diampuni, ini berarti engkau diselamatkan. Orang-orang di dunia keagamaan salah mengartikan apa yang Tuhan telah katakan karena mereka tidak mengetahui pekerjaan Tuhan. Apa yang Tuhan Yesus maksudkan saat Ia berkata "Selesai sudah"? Yang Tuhan Yesus maksudkan adalah selesainya pekerjaan penebusan oleh Tuhan, dan tentunya bukan telah selesainya rencana pengelolaan Tuhan. Oleh karena itu, faktanya adalah bahwa mereka yang tidak mengenal pekerjaan Tuhan adalah yang paling mudah salah memahami apa yang telah Ia katakan dan yang paling mudah menghakimi pekerjaan-Nya. Jadi sebenarnya apa artinya memperoleh keselamatan? Apakah pengampunan dosa itu adalah keselamatan sejati? Bukan. Pengampunan dosa hanya menetapkan dasar bagi pekerjaan Tuhan di akhir zaman; pengampunan dosa menetapkan sebuah fondasi. Pekerjaan Tuhan menyelamatkan umat manusia, pada kenyataannya, adalah pekerjaan di akhir zaman, yang dibangun di atas dasar korban penghapus dosa di Zaman Kasih Karunia. Hanya karena korban penghapus dosa itulah, dosa manusia diampuni dan umat manusia memenuhi syarat untuk datang ke hadapan Tuhan untuk menerima pekerjaan-Nya. Hanya melalui penghakiman dan hajaran, ujian dan pemurnian di akhir zamanlah manusia bisa benar-benar diselamatkan dan dibebaskan dari pengaruh Iblis dan dari kendali naturnya yang jahat. Hanya pekerjaan di akhir zamanlah yang mampu mengubah watak manusia yang telah dirusak oleh Iblis, dan mampu menyelamatkan manusia dari pengaruh Iblis dan mencapai tujuan yaitu membuat manusia sepenuhnya berpaling kepada Tuhan. Oleh karena itu, jika seseorang tidak mengalami pekerjaan Tuhan di akhir zaman dalam imannya, maka ia tidak dapat benar-benar memperoleh keselamatan. ...

Tuhan itu kudus dan benar. Setelah dosa-dosa manusia diampuni, akar penyebab manusia berdosa—yaitu natur jahatnya yang seperti Iblis—masih belum hilang. Jika manusia terus hidup seperti biasanya, melawan Tuhan dan mengkhianati Tuhan, bukankah ini suatu pelanggaran terhadap watak Tuhan? Jika Tuhan menaikkan ke dalam kerajaan-Nya umat manusia yang masih mampu melawan dan mengkhianati Dia, bukankah ini menunjukkan bahwa Tuhan telah menipu diri-Nya sendiri? Umat manusia yang masih rusak ini masih akan mampu melawan Tuhan dan memakukan Kristus ke salib sekali lagi. Jika umat manusia yang seperti itu adalah umat manusia yang diselamatkan, maka kekudusan dan kebenaran Tuhan tidak akan dapat dijelaskan—hal itu tidak akan masuk akal. Bagaimana mungkin kerajaan Tuhan mengizinkan adanya umat manusia yang melawan Tuhan? Itu mustahil karena watak Tuhan tidak menoleransi pelanggaran manusia. Itulah mengapa perkataan "Seorang manusia yang telah menerima korban penghapus dosa telah diselamatkan, dan ia dapat memasuki kerajaan Tuhan" tidak benar. ...

Dikutip dari "Persekutuan dari Atas"

Sebelumnya:Pertanyaan 12: Engkau bersaksi bahwa Tuhan telah datang kembali dan sedang melakukan pekerjaan penghakiman-Nya yang dimulai di rumah Tuhan pada akhir zaman. Ini tampaknya berbeda dengan penghakiman di hadapan takhta putih yang besar menurut kitab Wahyu. Sebagian besar orang dalam lingkaran keagamaan percaya bahwa penghakiman di hadapan takhta putih yang besar ditargetkan bagi orang-orang tidak percaya yang merupakan milik si Iblis. Saat Tuhan datang, orang-orang percaya akan dibawa naik ke surga, dan setelah itu, Ia akan mengirimkan bencana untuk menghancurkan orang-orang tidak percaya. Itulah penghakiman di hadapan takhta putih yang besar. Engkau bersaksi mengenai dimulainya penghakiman Tuhan pada akhir zaman, tetapi kami masih belum melihat Tuhan mendatangkan bencana untuk menghancurkan orang-orang tidak percaya. Jadi, bagaimana mungkin itu adalah penghakiman di hadapan takhta putih yang besar?

Selanjutnya:Pertanyaan 14: Alkitab berkata: "Sebab dengan hati, orang percaya kepada kebenaran; dan dengan mulut, pengakuan kepada keselamatan dibuat" (Roma 10:10). Kita percaya bahwa Tuhan Yesus telah menghapus dosa-dosa kita dan membenarkan kita karena iman. Selain itu, kita percaya bahwa jika seseorang sudah pernah diselamatkan, mereka akan diselamatkan selama-lamanya, dan saat Tuhan datang kembali kita akan segera diangkat dan memasuki kerajaan surga. Jadi, mengapa engkau bersaksi bahwa kita harus menerima pekerjaan penghakiman Tuhan pada akhir zaman sebelum kita bisa diselamatkan dan dibawa masuk ke dalam kerajaan surga?

media terkait