Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Saksi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

IV. Kita Harus Menjadi Saksi Aspek Kebenaran Mengenai Hubungan Antara Ketiga Tahap Pekerjaan Tuhan dan Nama-Nama-Nya

2. Apa hubungan antara setiap tahap pekerjaan Tuhan dan nama-Nya?

(1) Pentingnya Tuhan menggunakan nama Yahweh di Zaman Hukum Taurat

Ayat Alkitab untuk Referensi:

Selanjutnya Tuhan berfirman kepada Musa, "Inilah yang harus engkau katakan kepada anak-anak Israel:Yahweh, Tuhan nenek moyangmu, Tuhan Abraham, Tuhan Ishak, dan Tuhan Yakub, telah mengutus aku kepada engkau: inilah nama-Ku untuk selama-lamanya dan inilah pengingat tentang Aku kepada semua generasi" (Keluaran 3:15).

Firman Tuhan yang Relevan:

"Yahweh" adalah nama yang Aku pakai selama pekerjaan-Ku di Israel, dan yang artinya Tuhan orang Israel (bangsa pilihan Tuhan) yang dapat mengasihani manusia, mengutuk manusia, dan membimbing hidup manusia. Yang artinya Tuhan yang memiliki kuasa besar dan penuh dengan hikmat. … Dengan kata lain, hanya Yahweh-lah Tuhan umat pilihan Israel, Tuhan Abraham, Tuhan Ishak, Tuhan Yakub, Tuhan Musa, dan Tuhan seluruh bangsa Israel. Begitu pula di zaman sekarang ini, semua orang Israel, selain suku Yehuda, menyembah Yahweh. Mereka mempersembahkan korban kepada-Nya di atas mezbah, dan melayani-Nya dengan mengenakan jubah imam di dalam Bait Suci. Yang mereka harapkan adalah penampakan kembali Yahweh. … Nama Yahweh adalah nama teristimewa bagi bangsa Israel yang hidup di bawah hukum Taurat. Di setiap zaman dan setiap tahap pekerjaan, nama-Ku bukan tanpa dasar, tetapi mengandung makna yang bersifat mewakili: Setiap nama mewakili satu zaman. Yahweh mewakili Zaman Hukum Taurat, dan merupakan sebutan kehormatan bagi Tuhan yang disembah oleh bangsa Israel.

dari "Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas 'Awan Putih'" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Selama Zaman Hukum Taurat, pekerjaan membimbing umat manusia dilakukan atas nama Yahweh dan tahap pertama pekerjaan dimulai di bumi. Pada tahap ini, pekerjaan itu terdiri dari membangun Bait Suci dan mezbah, menggunakan hukum Taurat untuk membimbing orang Israel, dan bekerja di tengah-tengah mereka. Dengan membimbing orang Israel, Dia membangun suatu pangkalan untuk pekerjaan-Nya di bumi. Dari pangkalan ini, Dia memperluas pekerjaan-Nya melampaui Israel, yang berarti bahwa dari Israel, Dia memperluas pekerjaan-Nya ke luar, sehingga generasi selanjutnya secara bertahap mengetahui bahwa Yahweh adalah Tuhan, dan bahwa adalah Yahweh yang menciptakan langit bumi dan segala sesuatunya, dan adalah Yahweh yang menjadikan segala makhluk. Dia menyebarluaskan pekerjaan-Nya melalui orang Israel kepada suku bangsa lain. Tanah Israel adalah tempat suci pertama pekerjaan Yahweh di bumi, dan di tanah Israel pula Tuhan pertama kali bekerja di bumi. Inilah pekerjaan Zaman Hukum Taurat.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pada zaman Hukum Taurat, Yahweh menetapkan banyak perintah kepada Musa untuk disampaikan ke hadapan bangsa Israel yang mengikutinya ke luar Mesir. Perintah-perintah ini diturunkan Yahweh bagi bangsa Israel, dan tidak berhubungan dengan orang Mesir. Tujuannya adalah membatasi bangsa Israel. Jika mereka bersedia mematuhi Sabat, jika mereka menghormati orang tua, jika mereka menyembah berhala, dan sebagainya. Inilah prinsip yang menghakimi jika mereka hidup dengan kebenaran atau dalam dosa. Di antaranya, terdapat beberapa orang yang disambar api Yahweh, yang dirajam sampai mati, dan sebagian lainnya yang menerima berkat Yahweh. Ini ditentukan berdasarkan ketaatan mereka terhadap perintah-perintah ini. Mereka yang tidak mematuhi Sabat akan dirajam sampai mati dan imam-imam yang mengingkari Sabat akan disambar api. Mereka yang tidak menghormati orang tuanya juga akan dirajam sampai mati. Ini semuanya diperintahkan oleh Yahweh. Ia menurunkan perintah-perintah dan hukum-hukum-Nya saat Ia memimpin kehidupan mereka. Kaumnya akan mendengar dan mematuhi-Nya serta tidak memberontak terhadap-Nya. Ia memakai hukum-hukum ini untuk mengendalikan umat manusia yang baru lahir dan menjadikan mereka pilar karya-Nya yang lebih baik pada masa mendatang. Dengan demikian, berdasarkan pekerjaan yang Yahweh lakukan, zaman pertama disebut sebagai Zaman Hukum Taurat.

dari "Karya Tuhan pada Zaman Hukum Taurat" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Orang-orang di Israel semuanya menyebut Yahweh Tuhan mereka. Pada masa itu, mereka menganggap-Nya kepala keluarga, dan seluruh Israel menjadi keluarga besar di mana setiap orang menyembah Yahweh Tuhan mereka. Roh Yahweh sering menampakkan diri kepada mereka, berbicara dan memperdengarkan suara-Nya kepada mereka, serta menggunakan tiang awan dan suara untuk membimbing hidup mereka. Pada masa itu, Roh memberikan bimbingan-Nya di Israel secara langsung, berbicara dan memperdengarkan suara-Nya kepada orang-orang, dan mereka melihat awan dan mendengar gemuruh guntur, dan Dia membimbing hidup mereka selama beberapa ribu tahun dengan cara ini. Jadi, hanya orang Israel yang telah menyembah Yahweh sejak lama.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (2)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Karya dan perkataan Tuhan di Israel menjadi tuntunan bagi bangsa Israel dalam kehidupan mereka di tanah Israel. Ini juga menunjukkan sisi kemanusiaan Yahweh yang tak hanya sanggup meniupkan napas kehidupan, yang memungkinkan manusia hidup dari debu yang diciptakan-Nya, tapi Ia pun sanggup membakar manusia, mengutuk manusia, dan dengan tongkat-Nya memerintah manusia. Dengan ini pula, mereka melihat Yahweh sanggup membimbing kehidupan manusia di bumi, dan bersabda serta berkarya di antara manusia pada siang dan malam hari. Ia melakukannya agar manusia menyadari Yahweh adalah sang Pencipta yang menciptakan manusia dari debu. Tidak hanya itu, namun karya yang dimulai di Israel dimaksudkan supaya orang-orang dan bangsa-bangsa lain (yang pada kenyatannya tidak terpisah dari Israel, tetapi merupakan pecahan dari Israel, serta tetap merupakan keturunan Adam dan Hawa) dapat menerima Injil Yahweh dari Israel, agar semua makhluk ciptaan di dunia dapat menghormati Yahweh dan berpegang teguh kepada-Nya.

dari "Karya Tuhan pada Zaman Hukum Taurat" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Nama Yahweh tidak dapat merepresentasikan semua watak Tuhan. Fakta bahwa Ia melakukan pekerjaan di Zaman Hukum Taurat tidak membuktikan bahwa Tuhan hanya dapat menjadi Tuhan di bawah hukum Taurat. Yahweh menetapkan hukum Taurat bagi manusia dan memberikan perintah-perintah, meminta manusia untuk membangun Bait Suci dan mezbah. Pekerjaan yang Ia lakukan hanya merepresentasikan Zaman Hukum Taurat. Pekerjaan yang Ia lakukan tidak membuktikan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang meminta manusia untuk memelihara hukum Taurat, Tuhan di Bait Suci, atau Tuhan di depan mezbah. Tidak bisa dikatakan seperti ini. Pekerjaan di bawah hukum Taurat hanya dapat merepresentasikan satu zaman.

dari "Misteri Inkarnasi (4)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

(2) Pentingnya Tuhan menggunakan nama Yesus di Zaman Kasih Karunia

Firman Tuhan yang Relevan:

Nama Yesus menandai permulaan zaman baru, yakni Zaman Kasih Karunia. Ketika Yesus mulai melakukan pelayanan-Nya, Roh Kudus pun mulai bersaksi tentang nama Yesus, tetapi nama Yahweh tidak lagi dibicarakan; malahan, Roh Kudus melakukan pekerjaan baru, terutama dalam nama Yesus. Kesaksian mereka yang percaya kepada-Nya ditujukan kepada Yesus Kristus, dan demi Yesus Kristus pula pekerjaan mereka. Dengan berakhirnya Zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama berarti bahwa pekerjaan yang dilakukan terutama atas nama Yahweh telah selesai. Sejak itu, nama Tuhan bukan lagi Yahweh, tetapi Ia disebut Yesus, dan dari sini Roh Kudus pun pada dasarnya memulai pekerjaan-Nya dalam nama Yesus.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

"Yesus" adalah Imanuel, dan yang artinya korban penghapus dosa yang penuh kasih, belas kasihan, dan menebus manusia. Ia melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan mewakili Zaman Kasih Karunia, dan hanya dapat mewakili satu bagian rencana pengelolaan. … Hanya Yesus-lah Penebus umat manusia. Dialah korban penghapus dosa yang menebus umat manusia dari dosa. Dengan kata lain, nama Yesus berasal dari Zaman Kasih Karunia, dan ada karena pekerjaan penebusan pada Zaman Kasih Karunia. Nama Yesus ada agar orang-orang pada Zaman Kasih Karunia dapat lahir baru dan diselamatkan, dan merupakan nama teristimewa bagi penebusan seluruh umat manusia. Jadi, nama Yesus mewakili pekerjaan penebusan, dan menandai Zaman Kasih Karunia. … "Yesus" mewakili Zaman Kasih Karunia, dan merupakan nama Tuhan bagi semua orang yang ditebus selama Zaman Kasih Karunia.

dari "Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas 'Awan Putih'" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Selama Zaman Kasih Karunia, nama Tuhan adalah Yesus, yang artinya, Tuhan adalah Tuhan yang menyelamatkan manusia, pengasih dan penyayang, Tuhan yang menyertai manusia. Cinta, belas kasihan, dan keselamatan-Nya menyertai setiap orang. Hanya dengan menerima nama Yesus dan kehadiran-Nya, orang bisa memperoleh damai dan sukacita untuk menerima berkat dan rahmat-Nya yang besar dan berlimpah, serta keselamatan-Nya. Melalui penyaliban Yesus, semua orang yang mengikuti-Nya memperoleh keselamatan dan diampuni dosa-dosanya.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Ketika Yesus datang, Dia juga bagian dari pekerjaan Tuhan dan menyampaikan firman—tetapi apakah pekerjaan utama yang diselesaikan-Nya? Yang dikerjakan-Nya terutama adalah penyaliban. Dia menjadi sama dengan daging yang penuh dosa untuk menyelesaikan tugas penyaliban dan menebus semua umat manusia dan demi dosa manusia itulah Dia menjadi korban penghapus dosa. Inilah pekerjaan utama yang diselesaikannya. Pada akhirnya, Dia memberikan jalan salib untuk membimbing mereka yang datang kepada-Nya nanti. Ketika Yesus datang, tujuan utamanya adalah menyelesaikan karya penebusan. Dia menebus seluruh umat manusia, dan membawa Injil Kerajaan Sorga kepada manusia, dan lebih lagi Dia membawa Kerajaan Sorga. Sebagai hasilnya, mereka yang datang kepada-Nya berkata, "Kita harus menempuh jalan salib, dan mengorbankan diri kita bagi salib." Tentu saja, pada mulanya Yesus juga melakukan pekerjaan lain dan menyampaikan firman untuk membuat manusia bertobat dan mengakui dosanya. Tetapi pelayanan-Nya adalah tetap penyaliban dan dan tiga setengah tahun yang dihabiskannya untuk mengkhotbahkan jalan itu adalah persiapan untuk penyaliban yang datang sesudahnya. Beberapa kali Yesus juga berdoa bagi penyaliban. Kehidupan manusia normal yang Dia jalani dan tiga puluh tiga setengah tahun yang dihidup-Nya di bumi adalah untuk satu tujuan utama yaitu menggenapi karya penyaliban; itulah yang membuatnya dikuatkan dan bisa melakukan tugas ini, sebagai hasil dari karya penyaliban yang dipercayakan Tuhan kepada-Nya.

dari "Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Mengenai pekerjaan Zaman Kasih Karunia, Yesus-lah Tuhan yang menyelamatkan manusia. Apa yang dimiliki-Nya dan siapa Ia adalah karunia, kasih, belas kasihan, kesabaran, ketabahan, kerendahan hati, perhatian, toleransi, dan karena itu, sangat banyak pekerjaan yang telah dilakukan-Nya yang merupakan pekerjaan penebusan manusia. Adapun watak-Nya antara lain belas kasihan dan kasih, dan karena berbelas kasih dan mengasihi, Dia harus dipaku pada kayu salib demi manusia, untuk menunjukkan bahwa Tuhan mengasihi manusia seperti diri-Nya sendiri, bahkan sedemikian besar kasih-Nya sampai-sampai Dia rela mengorbankan diri-Nya seutuhnya. Iblis berkata, "Karena Engkau mengasihi manusia, maka Engkau harus mengasihinya sehabis-habisnya: Engkau harus dipaku pada kayu salib untuk membebaskan manusia dari salib, dari dosa, dan Engkau harus mengorbankan diri-Mu sebagai ganti seluruh umat manusia." Lalu, Iblis bertaruh, "Karena Engkau adalah Tuhan Yang Pengasih dan Penyayang, maka Engkau harus mengasihi manusia sehabis-habisnya dan harus mengorbankan diri-Mu di salib." Yesus menjawab, "Sejauh demi umat manusia, Aku rela melepaskan segala milik-Ku."Dia pun disalibkan tanpa sedikit pun ingat diri. Segenap umat manusia ditebus-Nya.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Kemudian, selama Zaman Kasih Karunia, Yesus datang untuk menebus seluruh umat manusia yang telah jatuh (dan bukan hanya orang Israel). Ia memperlihatkan belas kasih dan kasih setia kepada manusia. Yesus yang manusia lihat di Zaman Kasih Karunia dipenuhi dengan kasih setia dan selalu penuh kasih terhadap manusia, karena Ia telah datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Ia mampu mengampuni dosa-dosa manusia hingga penyaliban-Nya sepenuhnya menebus umat manusia dari dosa. Selama periode ini, Tuhan muncul di hadapan manusia dengan belas kasih dan kasih setia. Artinya, Ia menjadi korban penghapus dosa bagi manusia dan disalibkan karena dosa-dosa manusia agar mereka selamanya diampuni. Ia pengampun, welas asih, sabar, dan penuh kasih. Mereka semua yang mengikuti Yesus di Zaman Kasih Karunia juga berusaha untuk sabar dan mengasihi dalam segala hal. Mereka tahan menderita dan tidak pernah melawan bahkan ketika dipukul, dikutuk, atau dirajam.

dari "Kedua Inkarnasi Melengkapi Makna Penting Inkarnasi" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Selama Zaman Kasih Karunia, Yesus merupakan nama Tuhan. Dengan kata lain, pekerjaan Zaman Kasih Karunia dilakukan, terutama dalam nama Yesus. Selama Zaman Kasih Karunia, Tuhan disebut Yesus. Dia melakukan suatu tahap pekerjaan baru di luar Perjanjian Lama, dan pekerjaan-Nya berakhir dengan penyaliban. Inilah keseluruhan pekerjaan-Nya.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

(3) Pentingnya Tuhan menggunakan nama Yesus di Zaman Kerajaan

Ayat Alkitab untuk Referensi:

"Dan engkau akan dipanggil dengan nama baru, yang disebut oleh mulut Yahweh" (Yes 62:2).

"Dia yang menang akan Kujadikan pilar di dalam bait Suci Tuhan-Ku dan ia tidak akan keluar lagi: dan Aku akan menuliskan padanya nama Tuhan-Ku, dan nama kota Tuhan-Ku, yaitu Yerusalem Baru, yang turun dari sorga dari Tuhan-Ku,dan Aku akan menuliskan nama–Ku yang baru padanya" (Wahyu 3:12).

"Akulah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terakhir, firman Tuhan, yang ada sekarang, yang sudah ada, dan yang akan datang, Yang Mahakuasa" (Wahyu 1:8).

"Kami bersyukur kepada-Mu, Oh TUHAN Tuhan yang Mahakuasa, yang ada sekarang, yang ada sejak mulanya, dan yang akan datang; karena Engkau telah mengambil bagi-Mu kuasa-Mu yang besar, dan Engkau memerintah" (Wahyu 11:17).

Firman Tuhan yang Relevan:

Selama akhir zaman, nama-Nya adalah Tuhan Yang Mahakuasa—Yang Mahakuasa, yang menggunakan kuasa-Nya untuk membimbing, menaklukkan, dan memperoleh manusia, dan pada akhirnya mengakhiri zaman. Di setiap zaman, di setiap tahap pekerjaan-Nya, watak Tuhan tampak nyata.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Karena Tuhan Yang Mahakuasa—Raja kerajaan—telah disaksikan, ruang lingkup pengelolaan Tuhan telah terbentang sepenuhnya di seluruh alam semesta. Tidak hanya penampakan Tuhan telah disaksikan di Tiongkok, tetapi nama Tuhan Yang Mahakuasa pun telah disaksikan di semua bangsa dan semua negeri. Mereka semua memanggil nama yang kudus ini, berusaha untuk bersekutu dengan Tuhan dengan segala cara yang mungkin, memahami kehendak Tuhan Yang Mahakuasa dan melayani dalam koordinasi dalam gereja. Roh Kudus bekerja dalam cara yang menakjubkan ini.

dari "Perkataan dan Kesaksian Kristus Pada Mulanya"

Oleh karena itu, saat zaman terakhir—akhir zaman—tiba, nama-Ku akan berubah lagi. Aku tak akan dipanggil Yahweh, atau Yesus, apalagi Mesias, tetapi akan disebut Tuhan Yang Mahakuasa itu sendiri yang penuh kuasa, dan dengan nama ini Aku akan membawa segala zaman menuju pada akhirnya. Aku pernah dikenal sebagai Yahweh. Aku juga pernah dipanggil Mesias, dan orang-orang pernah memanggil-Ku Yesus sang Juruselamat karena mereka mengasihi dan menghormati-Ku. Namun saat ini, Aku bukan Yahweh ataupun Yesus yang dikenal orang di masa lampau itu—Aku adalah Tuhan yang datang kembali pada akhir zaman, Tuhan yang akan membawa zaman ini menuju akhir. Aku-lah Tuhan itu sendiri yang bangkit di ujung-ujung bumi, sarat dengan keseluruhan watak-Ku, dan penuh dengan otoritas, hormat, serta kemuliaan. Orang-orang tidak pernah menjalin hubungan dengan-Ku, tidak pernah mengenal-Ku, dan tidak tahu tentang watak-Ku. Sejak penciptaan dunia hingga saat ini, tidak seorang pun pernah melihat-Ku. Inilah Tuhan yang menampakkan diri kepada manusia pada akhir zaman, tetapi tersembunyi di antara manusia. Ia berdiam di antara manusia, benar dan nyata, seperti matahari yang menyala-nyala dan lidah api, penuh dengan kuasa dan sarat akan otoritas. Tidak ada satu orang atau perkara pun yang tidak akan dihakimi oleh firman-Ku, dan tidak satu orang atau perkara pun yang akan luput dari pemurnian melalui nyala api. Pada akhirnya, segala bangsa akan diberkati karena firman-Ku, dan juga dihancurkan berkeping-keping karena firman-Ku. Dengan demikian, semua orang pada akhir zaman melihat bahwa Akulah Juruselamat yang datang kembali, Akulah Tuhan Yang Mahakuasa yang menaklukkan semua umat manusia. Aku pernah menjadi korban penghapus dosa manusia, tapi di akhir zaman, Aku juga menjadi terik matahari yang membakar segala sesuatu, dan juga Matahari kebenaran yang menyingkapkan segala sesuatu. Demikianlah pekerjaan-Ku di akhir zaman. Aku memakai nama ini dan Aku penuh dengan watak demikian supaya semua orang dapat melihat bahwa Akulah Tuhan yang benar, dan matahari yang menyala-nyala, dan lidah api. Supaya semua dapat menyembah-Ku, satu-satunya Tuhan yang benar, dan supaya mereka dapat melihat rupa-Ku yang sejati: Aku bukan hanya Tuhan orang Israel, dan bukan hanya Sang Penebus—Aku adalah Tuhan atas segala ciptaan di seluruh langit dan di seluruh bumi dan di lautan.

dari "Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas 'Awan Putih'" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Dalam pekerjaan terakhir-Nya untuk mengakhiri zaman, salah satu watak Tuhan ialah menghajar dan menghakimi. Dengan watak ini Dia menyingkapkan segala sesuatu yang tidak benar untuk menghakimi semua orang secara terbuka dan menyempurnakan mereka yang mengasihi-Nya dengan hati yang tulus. Watak seperti inilah yang dapat mengakhiri zaman. Akhir zaman telah tiba. Semua makhluk ciptaan akan dikelompokkan menurut jenis mereka, dan dibagi ke dalam kategori berbeda berdasarkan sifat mereka. Ini saat ketika Tuhan mengungkap kesudahan manusia dan tempat tujuan mereka. Jika manusia tidak mengalami hajaran dan penghakiman, tidak akan ada jalan untuk mengungkap ketidakpatuhan serta ketidakbenaran mereka. Hanya melalui hajaran dan penghakimanlah kesudahan semua makhluk ciptaan bisa diungkapkan. Manusia hanya menunjukkan warna aslinya ketika ia dihajar dan dihakimi. Yang jahat akan dikumpulkan bersama yang jahat, yang baik dengan yang baik, dan semua manusia akan dikelompokkan berdasarkan jenis mereka. Melalui hajaran dan penghakiman, kesudahan semua ciptaan akan diungkap, sehingga yang jahat bisa dihukum dan yang baik diberikan upah, dan semua orang menjadi tunduk di bawah kekuasaan Tuhan. Semua pekerjaan ini harus dicapai melalui hajaran dan penghakiman yang benar. Karena kerusakan manusia telah mencapai puncak dan ketidakpatuhan mereka semakin parah, hanya watak Tuhan yang benar, yang pada prinsipnya adalah termasuk hajaran dan penghakiman serta diungkapkan di akhir zaman–yang bisa benar-benar mentransformasi dan melengkapi manusia. Hanya watak ini yang bisa menyingkap kejahatan dan menghukum semua yang tidak benar dengan keras. Oleh karena itu, watak seperti ini dijiwai dengan makna yang temporal, dan pengungkapan serta pergelaran watak-Nya dinyatakan demi kepentingan pekerjaan setiap zaman yang baru. Namun, tidak berarti bahwa Tuhan menyatakan watak-Nya secara sewenang-wenang dan tanpa makna. Andaikan dalam menyingkapkan kesudahan manusia selama akhir zaman, Tuhan masih menganugerahi manusia dengan belas kasihan dan kasih yang tak terhingga dan terus mengasihinya; tidak memperhadapkan manusia dengan penghakiman yang benar, melainkan menunjukkan toleransi, kesabaran, dan pengampunan kepadanya dan mengampuni manusia tanpa peduli betapa beratnya dosa mereka dan tanpa penghakiman yang benar sedikit pun: kapankah semua pengelolaan Tuhan akan diakhiri? Kapankah watak seperti itu dapat menuntun orang ke tempat tujuan yang pantas bagi umat manusia? Misalkan saja, ada seorang hakim, yang selalu mengasihi, seorang hakim yang berwajah ramah dan berhati lembut. Dia panjang sabar dan selalu mengasihi orang tanpa memandang bulu dan tanpa memandang kejahatan yang mungkin dilakukannya. Dapatkah ia memberi putusan yang benar dalam penghakiman? Selama akhir zaman, hanya penghakiman yang benar yang dapat mengelompokkan manusia menurut jenisnya dan membawa manusia ke dalam dunia baru. Dengan kata lain, seluruh zaman diakhiri melalui watak Tuhan yang benar, yakni menghakimi dan menghajar.

dari "Visi Pekerjaan Tuhan (3)" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Tentu saja, ketika Tuhan menjadi daging kali ini, pekerjaan-Nya untuk mengungkapkan watak-Nya, terutama melalui hajaran dan penghakiman. Dengan landasan ini, Ia membawa lebih banyak kebenaran kepada manusia, menunjukkan lebih banyak cara praktis, sehingga dapat mencapai tujuan-Nya untuk menaklukkan dan menyelamatkan manusia dari wataknya yang rusak. Inilah landasan di balik pekerjaan Tuhan pada Zaman Kerajaan.

dari "Prakata, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana menghidupi kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan.

dari "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Di Zaman Kerajaan, Tuhan yang berinkarnasi berfirman untuk menaklukkan semua yang percaya kepada-Nya. Inilah "Firman Menampakkan diri dalam rupa manusia." Tuhan telah datang di akhir zaman untuk melakukan firman ini, yaitu, Dia datang untuk menggenapi makna yang sebenarnya dari Firman Menampakkan diri dalam rupa manusia. Dia hanya menyampaikan firman, dan jarang menunjukkan fakta. Inilah hakikat dari penampakan firman dalam daging, dan ketika Tuhan yang berinkarnasi menyampaikan firman-Nya, inilah Firman Menampakkan diri dalam rupa manusia dan inilah firman yang menjadi daging. "Pada awalnya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Tuhan, dan Firman itu adalah Tuhan, dan Firman itu menjadi daging." Ini (Firman Menampakkan diri dalam rupa manusia) adalah pekerjaan yang Tuhan akan selesaikan di akhir zaman dan inilah bab terakhir dari seluruh rencana pengelolaan-Nya, jadi Tuhan telah datang ke bumi dan menyatakan firman-Nya dalam daging.

dari "Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Di Zaman Kerajaan, Tuhan menggunakan firman untuk menghantarkan zaman yang baru, mengubah metode pekerjaan-Nya, dan melakukan pekerjaan untuk seluruh zaman itu. Inilah prinsip yang Tuhan gunakan untuk bekerja di Zaman Firman. Dia menjadi manusia untuk berbicara dari perspektif yang berbeda, memampukan manusia supaya sungguh-sungguh melihat Tuhan yaitu Firman yang menampakkan diri dalam rupa manusia, serta hikmat dan keajaiban-Nya. Pekerjaan semacam itu dilakukan agar lebih mencapai tujuan menaklukkan, menyempurnakan, dan menyingkirkan manusia. Inilah makna sebenarnya dari penggunaan firman untuk bekerja di Zaman Firman.

dari "Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Pekerjaan mula-mula-Nya dilangsungkan di Yudea, dalam lingkup Israel, sedangkan di antara bangsa-bangsa lain, Ia tidak melakukan pekerjaan peluncuran zaman apa pun. Tahap akhir pekerjaan-Nya bukan hanya dilangsungkan di antara bangsa-bangsa lain. Terlebih lagi, pekerjaan ini dilangsungkan di antara bangsa yang terkutuk itu. Kenyataan ini saja merupakan bukti paling ampuh untuk mempermalukan Iblis. Dengan demikian, Tuhan "menjadi" Tuhan atas seluruh ciptaan di alam semesta dan menjadi Tuhan atas segala sesuatu, yang menjadi tujuan penyembahan semua makhluk yang hidup.

dari "Tuhan adalah Tuhan atas Seluruh Ciptaan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Di akhir zaman ini, Aku akan menjadikan nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, membuat perbuatan-Ku terlihat oleh orang-orang bukan Yahudi, sehingga mereka dapat memanggil-Ku Yang Mahakuasa karena perbuatan-perbuatan-Ku, dan berbuat sedemikian rupa sehingga kata-kata-Ku segera tergenapi. Aku akan membuat semua orang tahu bahwa Aku bukan hanya Tuhan orang Israel, tetapi juga Tuhan semua bangsa bukan Yahudi, bahkan mereka yang sudah Kukutuk. Aku akan membiarkan semua orang melihat bahwa Akulah Tuhan atas seluruh ciptaan. Inilah pekerjaan terbesar-Ku, tujuan rencana pekerjaan-Ku di akhir zaman, dan satu-satunya pekerjaan yang harus digenapi di akhir zaman.

dari "Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Mengapa Tuhan dipanggil dengan nama-nama yang berbeda pada zaman yang berbeda? Apa pentingnya nama-nama Tuhan?

Selanjutnya:Nama Tuhan mungkin berubah, tetapi esensi-Nya tidak akan pernah berubah.

Anda Mungkin Juga Menyukai