Aplikasi Seluler mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa

Mendengarkan suara Tuhan dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali!

Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Kesaksian bagi Kristus di Akhir Zaman

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Pertanyaan 8: Tuhan memakai Musa untuk melakukan pekerjaan pada Zaman Hukum Taurat; jadi, mengapa Tuhan tidak menggunakan manusia untuk melakukan pekerjaan penghakiman-Nya pada akhir zaman? Apakah Ia benar-benar telah menjadi manusia untuk melakukan pekerjaan itu sendiri? Apa perbedaan utama antara Tuhan yang berinkarnasi dan orang yang Tuhan pakai?

Jawaban:

Mengapa Tuhan harus menjadi manusia untuk melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman adalah pertanyaan yang banyak diperhatikan oleh mereka yang haus akan kebenaran dan mencari penampakan Tuhan. Ini juga pertanyaan yang berkaitan dengan apakah kita dapat diangkat ke dalam kerajaan surga. Jadi, sangat penting untuk memahami aspek kebenaran ini. Mengapa Tuhan harus menginkarnasikan diri-Nya untuk melakukan pekerjaan penghakiman-Nya di akhir zaman, bukannya memakai manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya? Ini ditentukan oleh sifat pekerjaan penghakiman. Karena pekerjaan penghakiman adalah ungkapan Tuhan tentang kebenaran dan ungkapan watak-Nya yang benar untuk menaklukkan, menyucikan, dan menyelamatkan manusia. Mari kita membaca beberapa ayat dari firman Tuhan Yang Mahakuasa.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Pekerjaan penghakiman adalah pekerjaan Tuhan sendiri, jadi sewajarnya harus dilakukan oleh Tuhan sendiri; pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh manusia atas nama-Nya. Karena penghakiman adalah penaklukan ras manusia melalui kebenaran, tidak diragukan lagi bahwa Tuhan tetap muncul sebagai gambar inkarnasi untuk melakukan pekerjaan-Nya di antara manusia. Dengan kata lain, di akhir zaman, Kristus akan menggunakan kebenaran untuk mengajar manusia di seluruh bumi dan mengungkapkan semua kebenaran kepada mereka. Inilah pekerjaan penghakiman Tuhan" ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Di akhir zaman, Kristus menggunakan berbagai kebenaran untuk mengajar manusia, mengungkapkan hakikat manusia, dan membedah kata-kata dan perbuatan-perbuatannya. Firman ini terdiri dari berbagai kebenaran, seperti tugas-tugas manusia, bagaimana manusia harus menaati Tuhan, bagaimana setia kepada Tuhan, bagaimana hidup dalam kemanusiaan yang normal, serta hikmat dan watak Tuhan, dan lain-lain. Firman ini semuanya ditujukan pada hakikat manusia dan wataknya yang rusak. Secara khusus, firman yang mengungkapkan bagaimana manusia menolak Tuhan diucapkan karena manusia merupakan perwujudan Iblis dan kekuatan musuh yang melawan Tuhan. Dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman-Nya, Tuhan bukannya begitu saja menjelaskan tentang sifat manusia hanya dengan beberapa kata. Dia menyingkapkannya, menanganinya, dan memangkasnya sekian lama. Cara-cara penyingkapan, penanganan, dan pemangkasan ini tidak bisa digantikan dengan kata-kata biasa, tetapi dengan kebenaran yang tidak dimiliki oleh manusia sama sekali. Hanya cara-cara seperti ini yang dianggap penghakiman, hanya melalui penghakiman jenis ini manusia bisa ditundukkan dan diyakinkan sepenuhnya untuk tunduk kepada Tuhan, dan bahkan memperoleh pengenalan yang sejati akan Tuhan. Tujuan pekerjaan penghakiman agar manusia mengetahui wajah Tuhan yang sejati dan kebenaran tentang pemberontakannya sendiri. Pekerjaan penghakiman memungkinkan manusia untuk mendapatkan banyak pemahaman akan kehendak Tuhan, tujuan pekerjaan Tuhan, dan misteri-misteri yang tidak dapat dipahami manusia. Pekerjaan ini juga memungkinkan manusia untuk mengenali dan mengetahui hakikatnya yang rusak dan akar dari kerusakannya, dan juga mengungkapkan keburukan manusia. Semua hasil ini dicapai melalui pekerjaan penghakiman, karena substansi pekerjaan ini adalah pekerjaan membukakan kebenaran, jalan, dan hidup Tuhan kepada semua orang yang beriman kepada-Nya. Pekerjaan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dilakukan oleh Tuhan" ("Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Dari firman Tuhan Yang Mahakuasa kita melihat bahwa pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman terdiri dari banyak pengungkapan aspek kebenaran, pengungkapan watak Tuhan, semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia, mengungkap semua misteri, menghakimi manusia yang melawan Tuhan dan memiliki sifat iblis yang mengkhianati Tuhan, membongkar dan membedah omongan dan perilaku manusia yang rusak, dan mengungkapkan hakikat Tuhan yang kudus dan benar dan watak-Nya yang tak terbantahkan kepada seluruh manusia. Ketika umat pilihan Tuhan menjalani penghakiman melalui firman Tuhan, seolah-olah mereka bertatap muka dengan Tuhan, disingkapkan dan dihakimi oleh-Nya. Ketika Tuhan menghakimi manusia, Dia harus mengizinkan mereka melihat manifestasi watak benar-Nya, seolah melihat hakikat suci Tuhan, seolah melihat cahaya besar yang dipancarkan dari langit, dan melihat firman Tuhan seperti pedang bermata dua yang tajam yang menusuk ke dalam hati dan roh seseorang, menyebabkan seseorang menanggung siksaan yang tak terkatakan. Hanya dengan cara inilah manusia bisa mengenali hakikatnya sendiri yang rusak dan kebenaran dari kerusakannya, merasakan penghinaan mendalam, menyembunyikan wajahnya dengan malu, dan bersujud di hadapan Tuhan dalam pertobatan sejati, dan kemudian dia akan dapat menerima kebenaran dan hidup sesuai dengan firman Tuhan, sepenuhnya melepaskan dirinya dari pengaruh Iblis, dan diselamatkan dan disempurnakan oleh Tuhan. Pekerjaan seperti penghakiman, penyucian, dan keselamatan manusia hanya bisa dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi secara pribadi.

Setelah mengalami penghakiman oleh firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita semua merasakan seperti apa kekudusan Tuhan dan watak benar-Nya yang tidak terbantahkan oleh manusia. Setiap huruf dari firman Tuhan diberikan dengan keagungan dan murka, setiap kata menyerang inti hati kita, yang sepenuhnya menyingkapkan sifat iblis kita yang melawan Tuhan dan mengkhianati Tuhan, serta unsur-unsur watak rusak yang terkubur begitu dalam di dalam hati kita sehingga bahkan kita sendiri tidak dapat melihatnya, memungkinkan kita mengenali betapa sifat dan hakikat kita penuh dengan keangkuhan, pembenaran diri, egoisme, dan sifat khianat, bagaimana kita hidup menurut hal-hal ini, seperti setan yang hidup berkeliaran di bumi, bahkan tidak memiliki sedikit pun kemanusiaan. Tuhan menganggap ini memuakkan dan menjijikkan. Kita merasa malu dan tersiksa oleh penyesalan. Kita melihat kehinaan dan kejahatan kita sendiri dan tahu kita tidak layak untuk hidup di hadapan Tuhan, jadi kita bersujud di tanah, mau menerima keselamatan Tuhan. Dalam mengalami penghakiman oleh firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita benar-benar menyaksikan penampakan Tuhan. Kita melihat bahwa kekudusan Tuhan tidak dapat berubah dan kebenaran-Nya tidak terbantahkan. Kita mengakui niat yang sungguh dan kasih sejati Tuhan yang secara gigih menyelamatkan manusia dan melihat kebenaran dan hakikat dari kerusakan kita di tangan Iblis. Dengan begitu, di dalam hati kita, kita mulai merasa hormat kepada Tuhan dan dengan senang hati menerima kebenaran dan menaati rencana Tuhan bagi kita. Dengan cara ini, watak rusak kita berangsur-angsur disucikan. Perubahan yang kita capai hari ini adalah hasil pekerjaan penghakiman dari inkarnasi Tuhan. Jadi kalian lihat, hanya saat inkarnasi Tuhan menyatakan kebenaran, menyatakan watak benar Tuhan dan semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia untuk melakukan pekerjaan penghakiman, barulah manusia melihat penampakan cahaya sejati, penampakan Tuhan, dan mulai memiliki pengetahuan sejati tentang Tuhan. Hanya dengan cara inilah manusia dapat disucikan dan diselamatkan. Selain Kristus, tidak ada orang yang dapat melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Mari kita baca ayat-ayat lain dari firman Tuhan Yang Mahakuasa.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Tak ada yang lebih tepat, dan layak, daripada Tuhan dalam daging untuk pekerjaan penghakiman atas daging manusia yang rusak. ... Iblis hanya dapat benar-benar dikalahkan jika Tuhan yang menjelma dalam daging menghakimi kecemaran umat manusia. Menjadi sama dengan manusia memiliki kemanusiaan yang normal, Tuhan dalam daging dapat menghakimi langsung ketidakbenaran manusia; inilah tanda kekudusan-Nya, dan keluarbiasaan-Nya. Hanya Tuhan yang berkualitas dan berhak menghakimi manusia, karena Dia punya kebenaran, dan keadilan, Dia yang sanggup menghakimi. Mereka yang tanpa kebenaran dan keadilan tidak layak menghakimi orang lain" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Penghakiman-Ku atas dirimu sekarang ini adalah karena kecemaranmu. Hajaran-Ku sekarang ini adalah karena kerusakan dan pemberontakanmu. Ini bukan untuk memamerkan kekuasaan dan gengsi di antara engkau semua atau dengan sengaja menindasmu, tetapi karena engkau semua yang hidup di negeri kecemaran telah dinodai dengan begitu banyak kecemaran. Engkau semua telah kehilangan integritasmu, kemanusiaanmu, dan tidak ada bedanya dengan babi yang hidup di tempat yang paling hina. Oleh karena hal-hal ini ada di dalam dirimu, engkau semua dihakimi dan murka-Nya diturunkan atas engkau semua. Oleh karena penghakiman inilah, engkau semua dapat melihat bahwa Tuhan adalah Tuhan yang benar, bahwa Tuhan adalah Tuhan yang kudus. Karena kekudusan dan kebenaran-Nya, Dia telah menghakimimu dan mendatangkan murka-Nya atas dirimu. Karena Dia dapat mengungkapkan watak-Nya yang benar ketika melihat pemberontakan umat manusia, dan karena Dia dapat mengungkapkan kekudusan-Nya ketika melihat kecemaran umat manusia, ini saja sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan itu sendiri yang kudus dan tanpa noda, tetapi yang juga dilahirkan di negeri kecemaran. Jika Dia adalah seorang manusia yang mencemari dirinya sendiri bersama orang lain dan jika Dia tidak memiliki unsur kekudusan atau watak yang benar, Dia tidak akan memenuhi syarat untuk menghakimi ketidakbenaran manusia atau menjadi hakim umat manusia. Jika manusia menghakimi manusia, bukankah itu seperti menampar wajah mereka sendiri? Bagaimana mungkin seseorang memiliki hak untuk menghakimi orang yang serupa, yang sama cemarnya dengan mereka? Satu-satunya yang bisa menghakimi semua umat manusia yang cemar adalah Tuhan yang kudus itu sendiri, dan bagaimana mungkin manusia menghakimi dosa manusia? Bagaimana mungkin manusia bisa melihat dosa manusia, dan bagaimana mereka bisa memenuhi syarat untuk menghukum manusia? Jika Tuhan tidak mempunyai hak untuk menghakimi dosa manusia, lalu bagaimana mungkin Dia adalah Tuhan yang benar itu sendiri? Ketika watak rusak orang-orang terungkap, Dia berbicara untuk menghakimi mereka, dan baru setelah itulah mereka dapat melihat bahwa Dia adalah kudus" ("Cara Langkah Kedua dari Pekerjaan Penaklukan Menghasilkan Buah" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Dari firman Tuhan Yang Mahakuasa kita melihat dengan jelas bahwa pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman harus dilakukan melalui pengungkapan kebenaran, watak Tuhan, dan kemahakuasaan dan hikmat Tuhan untuk menaklukkan, menyucikan, dan menyempurnakan manusia. Tuhan menampakkan diri-Nya untuk melakukan pekerjaan penghakiman ini di akhir zaman. Pekerjaan ini menandai awal dari satu zaman dan akhir dari zaman yang lain. Pekerjaan ini harus dilakukan oleh inkarnasi Tuhan, tidak seorang pun dapat menggantikan-Nya melakukan pekerjaan ini. Mengapa banyak yang percaya bahwa Tuhan harus memakai manusia untuk melakukan semua pekerjaan-Nya, daripada berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan itu sendiri? Ini tidak bisa dipercaya! Apakah manusia benar-benar menyambut kedatangan Tuhan? Mengapa selalu ada begitu banyak orang yang berharap Tuhan akan memakai manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya? Ini karena manusia bekerja sesuai dengan gagasan mereka, mereka hanya bertindak dengan cara yang orang pikir harus mereka lakukan, agar manusia mudah memuja manusia lain, menyanjung dan meninggikan mereka dan mengikuti mereka, tetapi cara Tuhan bekerja tidak pernah sesuai dengan gagasan manusia, Dia tidak berbuat sebagaimana manusia pikir harus mereka lakukan. Jadi, manusia kesulitan menyesuaikan diri dengan Tuhan. Hakikat Tuhan adalah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan. Watak Tuhan adalah kudus, benar dan tidak terbantahkan. Manusia yang rusak, bagaimanapun, telah sepenuhnya rusak oleh Iblis, dan penuh dengan watak jahat, dan mereka kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan Tuhan. Jadi, manusia merasa sulit menerima karya inkarnasi Tuhan dan tidak mau belajar dan menyelidiki, malah memuja manusia dan buta-buta beriman pada pekerjaannya, menerima dan mengikutinya seolah-olah itu adalah pekerjaan Tuhan. Apa masalahnya? Dapat dikatakan, manusia tidak memiliki petunjuk sedikit pun tentang makna percaya kepada Tuhan dan mengalami pekerjaan-Nya, jadi, pekerjaan Tuhan di akhir zaman harus terdiri dari pengungkapan kebenaran oleh inkarnasi untuk menyelesaikan semua masalah manusia yang rusak. Untuk pertanyaan kalian mengapa Tuhan tidak memakai manusia untuk melakukan pekerjaan penghakiman-Nya di akhir zaman, apakah ini masih membutuhkan jawaban? Hakikat manusia adalah manusia, manusia tidak memiliki hakikat ilahi, jadi manusia tidak mampu menyatakan kebenaran, menyatakan watak Tuhan, semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia, dan tidak bisa melakukan pekerjaan penyelamatan manusia. Belum lagi, manusia semuanya telah dirusak oleh Iblis dan memiliki sifat dosa, jadi apa kualifikasi mereka untuk menghakimi manusia lain? Karena manusia yang kotor dan rusak tidak mampu menyucikan dan menyelamatkan dirinya sendiri, bagaimana mungkin dia berharap bisa menyucikan dan menyelamatkan orang lain? Orang-orang seperti itu hanya akan mendapat malu saat orang lain tidak mau menerima penghakiman mereka. Hanya Tuhanlah yang benar dan kudus, dan hanya Tuhanlah yang merupakan jalan, dan kebenaran, dan hidup. Jadi, pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman harus dilakukan oleh inkarnasi-Nya. Tidak ada orang yang mampu melakukan pekerjaan seperti itu. Ini fakta.

Sekarang, mengapa Tuhan memakai manusia untuk melakukan pekerjaan-Nya di Zaman Hukum Taurat? Ini karena pekerjaan Zaman Hukum Taurat dan penghakiman di akhir zaman memiliki sifat yang berbeda. Dalam Zaman Hukum Taurat, umat manusia adalah manusia yang masih bayi, mereka hanya sedikit dirusak oleh Iblis. Pekerjaan Tuhan Yahweh terutama terdiri dari penyampaian hukum dan perintah untuk memberikan pedoman bagi manusia kuno tentang cara hidup di bumi. Tahapan kerja ini bukan bertujuan untuk mengubah watak manusia, itu tidak membutuhkan pernyataan kebenaran lebih banyak. Tuhan hanya perlu memakai manusia untuk menyampaikan hukum-hukum yang telah Dia tetapkan kepada bangsa Israel, sehingga orang Israel tahu tentang cara mematuhi hukum, menyembah Yahweh, dan menjalani kehidupan normal di bumi. Setelah melakukannya, tahap pekerjaan itu selesai. Jadi, Tuhan bisa memakai Musa untuk menyelesaikan pekerjaan Zaman Hukum Taurat, Dia tidak perlu berinkarnasi untuk melakukan pekerjaan itu secara pribadi. Sebaliknya, pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman bertujuan menyelamatkan umat manusia, yang telah dirusak oleh Iblis. Mengucapkan beberapa ayat firman Tuhan dan menyebarkan sedikit hukum tidak akan cukup dalam kasus ini. Sejumlah besar kebenaran harus diungkapkan. Watak Tuhan yang melekat, semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia, harus sepenuhnya diungkapkan. Jalan, kebenaran, dan hidup harus terbuka untuk seluruh manusia, seakan Tuhan menyatakan diri-Nya berhadapan muka dengan manusia, memungkinkan manusia mengerti kebenaran dan mengenal Tuhan, dan dengan demikian, Dia secara menyeluruh menyucikan, menyelamatkan dan menyempurnakan umat manusia. Tuhan harus melakukan ini Sendiri secara pribadi melalui inkarnasi, tidak seorang pun dapat melakukan pekerjaan ini menggantikan-Nya. Tuhan dapat memakai para nabi untuk menyampaikan beberapa ayat firman-Nya, tetapi Tuhan tidak mengizinkan para nabi untuk mengungkapkan watak Tuhan yang melekat, semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia, atau menyatakan keseluruhan kebenaran, karena manusia tidak layak melakukannya. Jika Tuhan memakai manusia untuk mengungkapkan keseluruhan watak dan kebenaran-Nya, mereka mungkin mempermalukan Tuhan, karena manusia memiliki watak yang rusak, dia cenderung mengkhianati gagasan dan khayalannya sendiri, pasti ada kenajisan dalam pekerjaannya, yang bisa dengan mudah mempermalukan Tuhan dan mempengaruhi efektivitas seluruh pekerjaan Tuhan. Juga, manusia cenderung menganggap semua yang dia miliki dan siapa dia sebagai semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia, memakai kenajisan manusia dalam pekerjaan kebenaran-Nya. Ini mengakibatkan kesalahpahaman dan menghina Tuhan. Juga, jika Tuhan memakai manusia untuk mengungkapkan keseluruhan watak dan kebenaran-Nya, karena kenajisan manusia, orang tidak akan mau menerima dan mungkin bahkan menentang. Kemudian, Iblis akan menemukan kesalahan dan mendakwa, mengipasi api ketidakpuasan manusia terhadap Tuhan, mengobarkan pemberontakan, dan menghasutnya untuk membangun kerajaannya sendiri. Inilah hasil akhir manusia yang melakukan pekerjaan Tuhan. Terutama, dalam kasus Tuhan menyelamatkan manusia yang sangat rusak di akhir zaman, manusia tidak mudah menerima dan menaati pekerjaan inkarnasi Tuhan. Jadi jika Tuhan memakai manusia untuk melakukan pekerjaan ini, akan lebih kecil kemungkinannya bagi manusia untuk bersedia menerima dan taat. Apakah ini bukan fakta yang jelas? Lihatlah para penatua dan pendeta di dunia agama, apakah penentangan dan kutukan mereka terhadap pekerjaan inkarnasi Tuhan berbeda dari cara imam-imam kepala Yahudi dan orang-orang Farisi menolak Tuhan Yesus dahulu? Keselamatan Tuhan atas umat manusia yang rusak bukanlah tugas yang mudah. Kita harus mengerti cara Tuhan berpikir!

Di satu sisi, pekerjaan penghakiman inkarnasi Tuhan di akhir zaman adalah untuk menghakimi, menyucikan, dan menyelamatkan manusia, sedangkan di sisi lain, dan yang lebih penting, Tuhan melakukan pekerjaan-Nya melalui pengungkapan kebenaran dan pengungkapan watak Tuhan serta semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia agar semua manusia bisa sungguh-sungguh mengenal dan mengerti Tuhan, dan melihat penampakan Tuhan di dalam daging. Mari kita membaca beberapa ayat dari firman Tuhan Yang Mahakuasa.

Tuhan Yang Mahakuasa berkata: "Bagi mereka yang hidup dalam daging, mengubah watak mereka butuh tujuan untuk diraih, dan mengenal Tuhan butuh menyaksikan perbuatan dan wajah nyata Tuhan. Keduanya hanya dapat dicapai oleh Tuhan yang berinkarnasi dalam daging, dan keduanya hanya dapat diraih oleh daging yang normal dan nyata. Ini sebabnya mengapa inkarnasi penting, dan dibutuhkan oleh manusia yang rusak. Karena manusia ingin mengenal Tuhan, citra tuhan yang samar dan supranatural harus dihapuskan dari hati mereka, karena manusia ingin membuang watak rusaknya, mereka harus lebih dulu mengenali watak rusak mereka. Apabila manusia berupaya untuk menghilangkan citra tuhan yang samar dari hatinya, maka ia akan gagal memperoleh hasilnya. Citra tuhan yang samar di hati manusia tidak dapat dicabut, dibuang, atau benar-benar dihapus oleh firman saja. Dengan begitu, akhirnya tidaklah mungkin melenyapkan hal-hal yang telah sangat berakar dari diri manusia. Hanya Tuhan yang praktis dan citra sejati Tuhan yang dapat menggantikan hal-hal yang samar dan supranatural tersebut, sehingga manusia dapat perlahan-lahan mengetahuinya, dan hanya dengan cara ini hasil yang diinginkan dapat dicapai. ... Hanya Tuhan sendirilah yang dapat melakukan pekerjaan-Nya sendiri, dan tak ada yang lain yang dapat melakukan pekerjaan atas nama-Nya. Tak peduli betapa kayanya bahasa manusia, ia tak mampu mengartikan realitas dan kenormalan Tuhan. Manusia hanya dapat mengenal Tuhan secara lebih nyata, dan hanya dapat melihat Dia dengan lebih jelas, bila Tuhan secara pribadi bekerja di antara manusia dan benar-benar menunjukkan rupa dan keberadaan-Nya. Hal ini tak dapat dicapai oleh manusia mana pun" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Lagi pula imajinasi manusia, kosong, dan tidak dapat menggantikan wajah sejati Tuhan; watak inheren Tuhan dan pekerjaan Tuhan sendiri tidak dapat ditiru manusia. Tuhan yang tak kasat mata di surga dan pekerjaan-Nya hanya dapat dibawa ke bumi oleh Tuhan yang berinkarnasi, yang secara pribadi melakukan pekerjaan-Nya di antara manusia. Ini adalah cara paling ideal di mana Tuhan menampakkan diri pada manusia, di mana manusia melihat Tuhan dan mengenal wajah sejati-Nya, dan itu tak dapat dicapai oleh Tuhan yang tak berinkarnasi" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Kedatangan Tuhan dalam daging terutama untuk memampukan manusia melihat perbuatan sejati Tuhan, untuk mewujudkan Roh yang tidak berbentuk ke dalam daging, dan memungkinkan manusia melihat dan menyentuh-Nya. Dengan demikian, mereka yang dilengkapi oleh-Nya akan menghidupi-Nya, mereka akan didapatkan oleh-Nya, dan berkenan di hati-Nya. Jika Tuhan hanya berbicara di surga, dan tidak benar-benar datang ke bumi, orang-orang tidak akan mampu mengenal Tuhan. Mereka hanya akan dapat memberitakan perbuatan Tuhan dengan teori kosong, dan tidak memiliki firman Tuhan sebagai kenyataan. Tuhan telah datang ke bumi terutama untuk bertindak sebagai teladan dan contoh bagi mereka yang akan didapatkan oleh Tuhan. Hanya dengan cara seperti inilah manusia dapat mengenal Tuhan, menyentuh Tuhan, dan melihat-Nya, dan barulah setelah itu mereka dapat sungguh-sungguh didapatkan oleh Tuhan" ("Engkau Harus Tahu Bahwa Tuhan yang Praktis adalah Tuhan itu Sendiri" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Tuhan yang berinkarnasi mengakhiri zaman hanya saat Yahweh menampakkan diri kembali kepada umat manusia, juga mengakhiri zaman kepercayaan manusia kepada Tuhan yang samar. Secara khusus, pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi terakhir kali membawa seluruh umat manusia ke zaman yang lebih realistis, lebih nyata, dan lebih menyenangkan. Dia tidak hanya mengakhiri zaman hukum Taurat dan doktrin; lebih penting lagi, Dia menyingkapkan kepada umat manusia Tuhan yang nyata dan seutuhnya, yang benar dan kudus, yang membuka seluruh rencana pengelolaan-Nya dan menunjukkan misteri dan tujuan umat manusia, yang menciptakan umat manusia dan mengakhiri pekerjaan pengelolaan, dan yang tetap tersembunyi ribuan tahun lamanya. Dia benar-benar mengakhiri masa ketidakjelasan, Dia mengakhiri zaman di mana seluruh umat manusia ingin mencari wajah Tuhan tetapi tidak mampu, Dia mengakhiri zaman di mana seluruh umat manusia melayani Iblis, dan memimpin seluruh umat manusia menuju era yang benar-benar baru. Semua ini adalah hasil pekerjaan Tuhan dalam daging, bukan Roh Tuhan" ("Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

Pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman melalui inkarnasi sungguh bermakna. Tuhan telah berinkarnasi di bumi di akhir zaman, hidup di antara manusia dan menyatakan firman-Nya kepada umat manusia, mengungkapkan watak Tuhan sendiri dan semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia. Siapa yang dicintai Tuhan, siapa yang dibenci Tuhan, kepada siapa kemarahan Tuhan tertuju, siapa yang Dia hukum, keadaan emosi-Nya, tuntutan-Nya atas manusia, maksud-Nya terhadap manusia, pandangan ideal manusia atas kehidupan, nilai-nilai, dll., Dia memberi tahu manusia semua hal ini, memungkinkan manusia memiliki tujuan yang jelas dalam hidup agar mereka tidak perlu sia-sia tanpa tujuan mengejar agama yang samar-samar. Munculnya inkarnasi Tuhan telah sungguh-sungguh mengakhiri zaman ketika "hanya saat Yahweh menampakkan diri kembali kepada umat manusia, juga mengakhiri zaman kepercayaan manusia kepada Tuhan yang samar." Semua yang telah mengalami firman dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman memiliki persepsi yang sama: meskipun kita telah mengalami penghakiman dan hajaran Tuhan, mengalami segala macam pencobaan dan pemurnian, dan telah sangat tersiksa oleh pengejaran brutal yang kejam dan penganiayaan dari PKT, kita telah melihat watak Tuhan yang benar turun atas kita, kita telah melihat keagungan dan murka dan kemahakuasaan Tuhan dan hikmat-Nya, kita telah melihat manifestasi dari semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia, sama seperti kita melihat Tuhan sendiri. Meskipun kita belum melihat tubuh rohani Tuhan, watak Tuhan yang melekat, keagungan, dan hikmat-Nya, dan semua yang Dia miliki dan siapa Dia, telah diungkapkan sepenuhnya kepada kita, seolah-olah Tuhan telah datang di hadapan kita, bertatap muka, memungkinkan kita untuk sungguh-sungguh mengenal Tuhan dan memiliki hati yang takut akan Dia supaya kita dapat menaati apa pun rencana-Nya untuk kita sampai mati. Kita semua merasakan bahwa dalam firman dan pekerjaan Tuhan kita melihat dan mengenal Tuhan dengan cara yang praktis dan nyata, dan telah sepenuhnya membuang semua gagasan dan khayalan dan menjadi orang yang sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Sebelumnya, kita berpikir watak Tuhan adalah penuh kasih dan welas asih, percaya bahwa Tuhan akan terus mengampuni dan memaafkan dosa manusia. Namun, setelah melewati penghakiman firman Tuhan Yang Mahakuasa, kita telah sungguh-sungguh mengerti bahwa watak Tuhan tidak hanya welas asih dan pengasih, tetapi juga benar, agung, dan penuh kemurkaan. Siapa pun yang menyinggung watak-Nya akan dihukum. Jadi, kita dapat memuja Tuhan, menerima kebenaran, dan hidup dengan firman Tuhan. Lewat mengalami pekerjaan penghakiman Tuhan Yang Mahakuasa di akhir zaman, kita semua secara nyata dan sungguh-sungguh mengerti bahwa watak Tuhan adalah kudus, benar, dan tak terbantahkan, telah mengalami belas kasih dan cinta Tuhan, sungguh-sungguh mampu menghargai kemahakuasaan dan hikmat Tuhan, mengenali bagaimana Tuhan telah merendahkan diri-Nya secara rahasia, mengetahui niat-Nya yang sungguh-sungguh, banyak sifat-Nya yang layak dikasihi: keadaan emosi-Nya, kesetiaan-Nya, keindahan dan kebaikan-Nya, otoritas-Nya, kedaulatannya, dan pengawasan-Nya atas segalanya, dll. Semua yang Tuhan miliki dan siapa Dia telah muncul di hadapan kita, seolah-olah melihat Tuhan sendiri, memungkinkan kita mengenal Tuhan berhadapan muka. Kita tidak lagi percaya dan mengikuti Tuhan berdasarkan gagasan dan khayalan kita, melainkan merasakan penghormatan dan pemujaan sejati kepada Tuhan, dan sungguh taat dan bergantung kepada-Nya. Kita sungguh menyadari bahwa jika Tuhan tidak berinkarnasi secara pribadi untuk menyatakan kebenaran dan menghakimi manusia, kita tidak akan pernah mengenal Tuhan, dan tidak akan mampu menyingkirkan dosa dari diri kita dan memperoleh penyucian. Jadi, bagaimpun kau melihatnya, pekerjaan penghakiman Tuhan di akhir zaman harus dilakukan oleh Tuhan yang berinkarnasi Sendiri, tidak ada yang bisa menggantikan-Nya. Mengingat gagasan dan khayalan manusia, jika Tuhan memakai manusia untuk melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman, Dia tidak akan dapat memperoleh hasil yang diinginkan.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

Jadi, mari melangkah lebih jauh dan bersekutu tentang perbedaan hakiki antara Tuhan yang berinkarnasi dan orang yang Tuhan pakai. Mari kita lihat apa yang Tuhan Yang Mahakuasa katakan tentang aspek kebenaran ini. Tuhan Yang Mahakuasa berkata:

"Tuhan yang berinkarnasi disebut Kristus, dan Kristus adalah daging yang dikenakan oleh Roh Tuhan. Daging ini tidak seperti manusia mana pun yang terbuat dari daging. Perbedaan ini dikarenakan Kristus bukanlah daging dan darah, melainkan inkarnasi Roh. Ia memiliki kemanusiaan yang normal sekaligus keilahian yang lengkap. Keilahian-Nya tidak dimiliki oleh manusia mana pun. Kemanusiaan-Nya yang normal menunjang semua kegiatan normal-Nya dalam daging, sementara keilahian-Nya melaksanakan pekerjaan Tuhan sendiri" ("Substansi Kristus adalah Ketaatan pada Kehendak Bapa Surgawi" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Karena Dia adalah manusia dengan esensi Tuhan, Dia berada di atas semua manusia yang diciptakan, di atas siapa pun yang dapat melakukan pekerjaan Tuhan. Dan juga, di antara semua yang memiliki cangkang manusia seperti milik-Nya, di antara semua yang memiliki kemanusiaan, hanya Dia adalah Tuhan yang berinkarnasi itu sendiri—semua yang lain adalah manusia ciptaan. Meskipun mereka semua memiliki kemanusiaan, manusia yang diciptakan bukanlah apa-apa tetapi manusia, sementara Tuhan yang berinkarnasi berbeda: Di dalam daging-Nya Dia tidak hanya memiliki kemanusiaan tetapi yang lebih penting memiliki keilahian" ("Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Keilahian Kristus melampaui seluruh manusia, oleh karena itu Ia memiliki otoritas tertinggi atas seluruh makhluk ciptaan. Otoritas ini adalah keilahian-Nya, yaitu watak dan wujud Tuhan sendiri, yang menentukan identitas-Nya" ("Substansi Kristus adalah Ketaatan pada Kehendak Bapa Surgawi" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Karena Tuhan itu kudus dan murni, nyata dan aktual, daging-Nya berasal dari Roh. Hal ini pasti, dan tidak diragukan lagi. Tidak hanya mampu menjadi kesaksian bagi Tuhan itu sendiri, tetapi juga mampu melaksanakan kehendak Tuhan sepenuhnya: inilah satu sisi dari substansi Tuhan. Bahwa daging itu berasal dari Roh yang memiliki citra berarti bahwa daging yang dikenakan oleh Roh itu pada dasarnya berbeda dengan daging manusia, dan perbedaan ini terutama terletak pada roh mereka" ("Bab 9, Penafsiran Rahasia Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia").

"Ia yang merupakan inkarnasi Tuhan akan memiliki hakikat Tuhan, dan Ia yang merupakan inkarnasi Tuhan akan memiliki pengungkapan Tuhan. Karena Tuhan menjadi daging, Ia akan melaksanakan pekerjaan yang harus Ia lakukan, dan karena Tuhan menjadi daging, Ia akan mengungkapkan siapa Dia, dan akan dapat membawa kebenaran kepada manusia, menganugerahkan hidup kepada manusia, dan menunjukkan jalan kepada manusia. Daging yang tidak membawa hakikat Tuhan tentu bukan Tuhan yang berinkarnasi. Hal ini tidak diragukan lagi. ...

"... Bagaimanapun juga, Tuhan tetaplah Tuhan dan manusia tetaplah manusia. Tuhan memiliki hakikat Tuhan dan manusia memiliki hakikat manusia" (Kata Pengantar, Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia).

Tuhan Yang Mahakuasa telah mengemukakan dengan sangat jelas bahwa Tuhan yang berinkarnasi adalah Roh Tuhan yang diwujudkan dalam daging. Meskipun memiliki kemanusiaan yang normal, Dia adalah hakikat ilahi. Namun, orang yang Tuhan pakai, hakikatnya adalah manusia. Mereka hanya bisa menjadi manusia, dan tak memiliki hakikat ilahi sama sekali. "Kristus memiliki hakikat ilahi" berarti bahwa apa yang dimiliki Roh Tuhan—watak dasar-Nya, hakikat kebenaran dan kekudusan-Nya, apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan itu, kemahakuasaan dan hikmat Tuhan, dan otoritas dan kekuasaan Tuhan—semua diwujudkan dalam daging. Daging ini adalah daging dengan hakikat ilahi, Tuhan sejati yang datang ke bumi untuk bekerja dan menyelamatkan manusia. Karena Kristus memiliki hakikat ilahi, keadaan emosionalnya, sikap, sudut pandang, dan pendapat terhadap berbagai orang, peristiwa, dan berbagai hal, semua pikiran Kristus adalah kebenaran, semuanya adalah pengungkapan dari hakikat kudus dan watak hidup Tuhan. Kristus dapat mewakili Tuhan sepenuhnya, dapat secara langsung mengungkapkan suara Tuhan, watak-Nya, dan apa yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan itu melalui identitas Tuhan. Dia dapat memberikan kepada manusia kebenaran, jalan, dan hidup, dan ini jauh di luar kemampuan manusia ciptaan. Karena Kristus memiliki keilahian penuh, maka Dia dapat mengungkapkan firman Tuhan secara langsung, kapan saja dan di mana saja, tak seperti para nabi yang menyampaikan firman Tuhan hanya pada kesempatan tertentu. Semua yang Kristus ungkapkan adalah kebenaran, dan itu adalah pekerjaan Tuhan di zaman baru. Dia tak bicara tentang pengetahuan dan pengalaman-Nya akan firman Tuhan. Karena Kristus memiliki keilahian penuh, Dia dapat mengungkapkan kebenaran kapan saja dan di mana pun untuk memelihara, menyirami, dan menggembalakan orang, membimbing semua manusia. Dan karena Kristus memiliki keilahian penuh, Dia dapat melakukan pekerjaan Tuhan. Dia dapat memimpin dan menebus manusia, menaklukkan dan menyelamatkan manusia, menutup seluruh zaman lama. Namun, orang yang Tuhan pakai memiliki hakikat manusia. Mereka tak memiliki keilahian, melainkan hanya manusia. Maka, mereka hanya bisa melakukan pekerjaan manusia dan memenuhi tugas manusia. Meskipun mereka memiliki pencerahan, penerangan, pekerjaan, dan penyempurnaan dari Roh Kudus, paling-paling mereka hanya dapat bekerja sama dengan pekerjaan Tuhan dan mengungkapkan pengetahuan dan pengalaman mereka. Perkataan mereka mungkin sesuai dengan kebenaran dan sering bermanfaat bagi orang lain, tetapi itu bukan kebenaran, dan tak setara dengan firman Tuhan. Inkarnasi Tuhan melakukan pekerjaan memulai zaman dan mengakhiri zaman. Dia dapat secara langsung mengungkapkan kebenaran dan membimbing seluruh manusia. Namun, orang yang dipakai Tuhan atau orang yang memiliki pekerjaan Roh Kudus paling-paling hanya bekerja sama dengan pekerjaan Tuhan sambil memenuhi kewajiban manusia. Maksimal, mereka hanya mengungkapkan pengetahuan dan pengalaman mereka sendiri tentang firman Tuhan, dan ucapan mereka sesuai dengan kebenaran. Tak peduli berapa lama mereka bekerja untuk Tuhan dan berapa banyak mereka bicara, mereka hanya membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka tentang firman Tuhan, mereka hanya memuliakan Tuhan dan menjadi saksi untuk Tuhan. Ini perbedaan esensial antara Tuhan yang berinkarnasi dan orang yang Tuhan pakai atau yang memiliki pekerjaan Roh Kudus.

Tuhan yang berinkarnasi memiliki hakikat ilahi, maka pekerjaan dan firman-Nya tak tercemari oleh pikiran, gagasan, imajinasi, dan logika manusia, sebaliknya, Tuhan yang berinkarnasi mengungkapkan secara langsung semua yang dimiliki keilahian dan apa keilahian itu, dan makna sejati dari Roh Tuhan. Sama seperti di Zaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus menyingkapkan misteri kerajaan surga, membawa jalan pertobatan, dan mengungkapkan watak penuh kasih dan rahmat-Nya, dan seterusnya. Semua itu merupakan pengungkapan langsung Roh Tuhan, pewahyuan alami watak Tuhan, dan semua yang dimiliki Tuhan dan siapa Tuhan itu. Semua berada di luar jangkauan pemikiran manusia. Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa mengungkapkan semua kebenaran yang akan menyucikan, menyelamatkan, dan menyempurnakan manusia. Dia menyingkapkan watak benar Tuhan yang tak membiarkan pelanggaran, dan membukakan semua misteri rencana pengelolaan-Nya, seperti misteri inkarnasi Tuhan, perbedaan antara pekerjaan Tuhan dan pekerjaan manusia, tujuan dari rencana pengelolaan Tuhan, kebenaran inti dari tiga tahap pekerjaan Tuhan, akar kejahatan manusia, cara manusia harus bebas dari dosa untuk mencapai keselamatan Tuhan, takdir manusia di masa depan, dan seterusnya. Segala sesuatu yang dilakukan Tuhan Yang Mahakuasa adalah pengungkapan langsung dari keilahian, makna sejati dari Roh Tuhan, yang berada di luar jangkauan pemikiran manusia. Pekerjaan dan firman Tuhan yang berinkarnasi dan watak yang diungkapkan-Nya sudah cukup untuk membuktikan bahwa Tuhan yang berinkarnasi memiliki hakikat ilahi, dan bahwa Dia tak lain adalah Tuhan Sendiri, Satu-satunya. Namun, orang yang dipakai Tuhan tak mungkin menggantikan Tuhan dalam melaksanakan pekerjaan ilahi-Nya, juga tak dapat secara langsung mengungkapkan kehendak sejati Roh Tuhan. Mereka hanya dapat melakukan upaya kerja sama manusia atas dasar pekerjaan Tuhan, berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka, membawa umat pilihan Tuhan untuk memasuki realitas kebenaran firman Tuhan, bersaksi bagi Tuhan, dan melayani Dia. Ini adalah pemenuhan tugas manusia. Mereka melakukan pekerjaan yang mampu dilakukan oleh pikiran manusia, pekerjaan yang bisa manusia alami, pekerjaan yang pada hakikatnya merupakan apa yang dimiliki manusia dan siapa manusia itu. Karena Tuhan yang berinkarnasi dan manusia yang Dia pakai memiliki hakikat berbeda, sifat pekerjaan mereka pun berbeda total. Tuhan yang berinkarnasi berbeda dari manusia yang Dia pakai, sama seperti Tuhan berbeda dari manusia. Yang satu memiliki hakikat Tuhan, sementara yang lain hakikatnya adalah manusia. Yang dengan hakikat ilahi dapat melakukan pekerjaan Tuhan, yang dengan hakikat manusia hanya dapat melakukan pekerjaan manusia. Setiap orang yang percaya Tuhan harus memahami ini.

Dikutip dari "Pertanyaan dan Jawaban Klasik

mengenai Injil Kerajaan"

"Pekerjaan penghakiman adalah pekerjaan Tuhan sendiri, jadi sewajarnya harus dilakukan oleh Tuhan sendiri; pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh manusia atas nama-Nya." Firman Tuhan sangat jelas. Pekerjaan penghakiman adalah pekerjaan Tuhan sendiri—itu adalah pekerjaan yang harus dilakukan Tuhan di antara umat manusia, itu adalah pekerjaan yang harus dilakukan secara pribadi oleh Tuhan, dan itu adalah pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh siapa pun sebagai pengganti-Nya. Tidak ada orang yang dapat melakukannya sebagai pengganti-Nya; ini berarti tidak ada manusia yang dapat mengambil tempat Tuhan dalam melakukan pekerjaan ini. Mengapa tidak ada yang dapat menggantikan-Nya? Sebagian orang mungkin mengatakan: "Selama Zaman Hukum Taurat, bukankah Tuhan memakai Musa untuk melakukan pekerjaan-Nya? Lalu mengapa Tuhan tidak dapat memakai manusia untuk melakukan pekerjaan penghakiman?" Apakah ada misteri dalam hal ini? Di Zaman Hukum Taurat, Tuhan mengeluarkan hukum Taurat dan perintah kepada orang Israel, yang dapat dilakukan dengan memakai manusia. Namun mengapa manusia tidak dapat menggantikan Tuhan dan melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman? Ada misteri di sini. Tentang apakah misteri ini? Mari kita terus membaca untuk melihat apa yang Tuhan katakan tentang hal itu. "Karena penghakiman adalah penaklukan ras manusia melalui kebenaran, tidak diragukan lagi bahwa Tuhan tetap muncul sebagai gambar inkarnasi untuk melakukan pekerjaan-Nya di antara manusia." Tuhan telah menyampaikan definisi pekerjaan penghakiman—apakah natur dari pekerjaan ini? Tuhan berkata, "Karena penghakiman adalah penaklukan ras manusia melalui kebenaran." Bagaimana seharusnya kita menafsirkan kata-kata ini? Apa sebenarnya yang dimaksud dengan penghakiman? Berdasarkan firman Tuhan kita dapat memahaminya sebagai berikut: Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya dengan menggunakan kebenaran untuk menaklukkan manusia. "Penaklukan ras manusia melalui kebenaran," kita harus memikirkan kata-kata ini dengan saksama. Mengapa manusia tidak dapat melakukan pekerjaan penghakiman ini? Sebagian orang mengatakan itu karena manusia tidak memiliki kebenaran, sehingga tidak dapat mengungkapkan kebenaran. Pemahaman seperti ini, penerimaan semacam ini sah-sah saja. Karena manusia tidak memiliki kebenaran dan mereka tidak diperlengkapi dengan kebenaran, mereka tidak dapat melakukan pekerjaan penghakiman. Sebagian orang berkata: "Tuhan dapat menggunakan para nabi untuk menyampaikan firman-Nya, jadi dapatkah Tuhan menggunakan para nabi untuk menyampaikan firman-Nya untuk melakukan pekerjaan penghakiman?" Tidak. Ini karena para nabi yang menyampaikan firman Tuhan dan Tuhan itu sendiri yang menyampaikan kebenaran kapan pun dan di mana pun akan menimbulkan hasil yang berbeda karena para nabi itu sendiri bukanlah kebenaran. Apa akibat membiarkan seseorang yang bukan kebenaran menyampaikan firman Tuhan? Kristus, ketika melakukan pekerjaan penghakiman dengan identitas-Nya sebagai Tuhan, dapat menyampaikan kebenaran kapan pun dan di mana pun, mengungkapkan apa yang Tuhan miliki dan siapa Dia, dan memberitahukan tentang watak Tuhan. Namun, seorang nabi, ia sendiri bukanlah kebenaran dan ia tidak dapat mengungkapkan apa yang Tuhan miliki dan siapa Dia kapan pun dan di mana pun. Apa sebenarnya perbedaan antara hasil yang ditimbulkan dengan menggunakan seorang nabi untuk menyampaikan firman Tuhan dan dengan Tuhan yang menyampaikan kebenaran secara langsung? Jika ini sesuatu yang benar-benar dapat engkau pahami, engkau akan mendapatkan pemahaman yang benar tentang firman ini: "Pekerjaan penghakiman adalah pekerjaan Tuhan sendiri, jadi sewajarnya harus dilakukan oleh Tuhan sendiri; pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh manusia atas nama-Nya." "Pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh manusia atas nama-Nya," apa yang termasuk dalam hal ini? Pekerjaan itu tidak akan terjadi jika Tuhan menggunakan manusia atau nabi untuk menyampaikan firman-Nya. Mengapa begitu? Mengapa pekerjaan itu tidak dapat mencapai hasil yang sama dengan Tuhan yang melakukan pekerjaan itu sendiri? Setelah engkau dapat meneliti masalah ini, engkau akan dapat menerima kata-kata ini.

Mengapa Tuhan tidak dapat memakai para nabi untuk menyampaikan firman-Nya untuk melakukan pekerjaan penghakiman? Apa hasil yang tidak dapat dicapai jika pekerjaan dilakukan dengan cara seperti itu? Apakah ini sesuatu yang dapat engkau lihat? Jika nabi dipakai untuk menyampaikan firman Tuhan, hasilnya hanya akan membuat manusia memperoleh sedikit pemahaman tentang firman Tuhan. Namun, untuk memahami watak Tuhan, apa yang Tuhan miliki dan siapa Dia, dan kebenaran yang Dia sampaikan, terlepas dari seberapa besar upaya yang dilakukan manusia, hasil yang optimal tidak mungkin tercapai. Mengapa mereka tidak dapat mencapai hasil yang optimal? Esensi dari para nabi adalah kemanusiaan. Karena mereka pada dasarnya adalah manusia, dapatkah ungkapan mereka sendiri mengungkapkan apa yang dimiliki keilahian dan siapa keilahian itu? Mereka sama sekali tidak bisa melakukannya. ... Berdasarkan poin ini, kita dapat melihat bahwa bagaimana pun seorang nabi dapat menyampaikan firman Tuhan, mereka tidak akan dapat mengungkapkan watak-Nya, mereka juga tidak akan dapat mengungkapkan apa yang Tuhan miliki dan siapa Dia, karena para nabi pada dasarnya adalah manusia—mereka tidak ilahi. Kristus memiliki esensi ilahi, dan dalam melaksanakan pekerjaan penghakiman, Dia dapat mengungkapkan kebenaran kapan pun dan di mana pun; Dia dapat mengungkapkan apa yang Tuhan miliki dan siapa Dia. Di dalam Kristus, manusia dapat melihat watak Tuhan, melihat apa yang Tuhan miliki dan siapa Dia, dan melihat kemahakuasaan dan hikmat Tuhan. Sedangkan orang yang dipakai oleh Tuhan, seberapa pun banyaknya firman Tuhan yang kita pahami melalui dia, pada akhirnya melalui dia kita tetap tidak akan pernah dapat mencapai pemahaman tentang Tuhan, dan bahkan seandainya kita dapat memperoleh sedikit pemahaman, itu akan sangat, sangat terbatas! Engkau seharusnya memiliki pemahaman tentang ini sekarang, bukan? Jadi, sekarang kita seharusnya sangat memahami makna firman Tuhan, "Pekerjaan penghakiman adalah pekerjaan Tuhan sendiri, jadi sewajarnya harus dilakukan oleh Tuhan sendiri; pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh manusia atas nama-Nya." Namun, orang-orang di kalangan keagamaan tidak mampu memahami makna kata-kata ini—mereka tidak memahaminya. Mereka percaya bahwa karena Tuhan dapat memakai Musa untuk melakukan pekerjaan-Nya di Zaman Hukum Taurat, maka Tuhan seharusnya dapat memakai manusia untuk melakukan pekerjaan penghakiman di akhir zaman. Namun, bukankah ini sepenuhnya berbeda dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan? Mendapatkan pemahaman tentang hal ini adalah kasih karunia Tuhan. Orang-orang di kalangan keagamaan tidak dapat memahami hal ini, karena mereka belum mengalami pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Mereka gagal memahami begitu banyak kebenaran! Mereka kurang memahami banyak kebenaran. Sebagai perbandingan, kita telah memperoleh jauh lebih banyak. Segala sesuatu dalam buku Firman Menampakkan Diri Dalam Rupa Manusia adalah ungkapan kebenaran. Buku itu berisi kebenaran yang belum diperoleh melalui tahap-tahap pekerjaan Tuhan yang telah dijalani umat manusia sejak penciptaan dunia, kebenaran yang sampai sekarang belum dipahami. Namun pada zaman sekarang, karena kita sedang mengalami pekerjaan Tuhan di akhir zaman, kita telah memperoleh kebenaran ini. Bukankah ini kasih karunia Tuhan? Bukankah ini cinta Tuhan yang mendalam?

Dikutip dari "Khotbah dan Persekutuan tentang Jalan Masuk

ke Dalam Kehidupan, Volume 137"

Sebelumnya:Pertanyaan 7: Aku membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging" Kupikir ini adalah bagian yang luar biasa dari firman Tuhan, sangat praktis, dan sangat penting. Tentang mengapa manusia yang rusak harus menerima keselamatan inkarnasi Tuhan, ini adalah aspek kebenaran yang harus dimengerti oleh manusia. Tolong bicarakan lebih banyak kepada kami tentang ini.

Selanjutnya:Pertanyaan 9: Pada Zaman Kasih Karunia, Tuhan menjadi manusia untuk menjadi korban penghapus dosa bagi umat manusia. Pada akhir zaman Tuhan telah kembali menjadi manusia untuk menyatakan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman-Nya untuk benar-benar menyucikan dan menyelamatkan manusia. Jadi, mengapa Tuhan perlu berinkarnasi dua kali untuk menyelamatkan manusia? Lalu, apa makna penting Tuhan berinkarnasi dua kali?

media terkait